Anda di halaman 1dari 19

Micrognatia

Adalah pertumbuhan maksila dan atau


mandibula dengan ukuran lebih kecil dari
normal
Micrognatia
Mikrognatia umumnya
dipakai untuk mandibula, hal
ini disebut juga mandibualar
hypoplasia
Micrognatia merupakan
kelainan genetik yang jarang
terjadi ditandai dengan
rahang dan mulut yang kecil
Prevalensi
Kasus ini jarang terjadi, kadang-kadang
dapat dijumpai pasien micrognatia pada
praktik dokter gigi yang sering diduga
sebagai maloklusi II atau sebaliknya
Etiologi
Kongenital
berasal dari genetik disebabkan kelainan
kromosom dan kerusakan genetik, ex : sindroma
Pierre Robin, Treacher Collins, cat cry, Down
turner, progeria.
Acquired
disebabkan trauma atau infeksi yg menimbulkan
gangguan pada sendi rahang, dijumpai pada
penderita ankilosis yg terjadi pada masa anak-
anak
Klasifikasi
1. Micrognatia sejati (true micrognatia)
adalah keadaan dimana rahang cukup kecil yg
terjadi akibat hipoplasia rahang
2. Micrognatia palsu (false micrognatia)
adalah keadaan jika terlihat posisi salah satu
rahang terletak lebih ke posterior atau hubungan
abnormal maksila dan mandibula
Patogenesis Micrognatia
True micrognatia
Kongenital :
Tidak terbentuknya premaxilla
Agenesis kondilus
Posisi kondilus yang terletak lebih ke posterior terhadap kranium
Didapat :
Trauma atau infeksi sendi temporomandibular ankilosis sendi

Pseudomicrognatia Ukuran rahang terkesan mengecil karena
rahang pasangannya berukuran lebih besar dari normal atau karena
terletak lebih ke posterior terhadap kranium



Macrognatia
adalah pertumbuhan maksila dan atau
mandibula dengan ukuran lebih besar dari
normal
Macrognatia
Adalah suatu keadaan dimana mandibula dan
regio protuberansia lebih besar daripada ukuran
normal disebut pula megagnathia
Macronagtia mengalami gambaran klinis yaitu
dagu berkembang lebih besar. Sebagian besar
macrognatia tidak menyebabkan terjadi
maloklusi
Etiologi
Berhubungan dengan perkembangan
protuberantia yang berlebih yang dapat
bersifat kongenital dan dapat pula bersifat
dapatan melalui penyakit
Beberapa kondisi yang berhubungan dengan
macrognatia adalah Gigantisme pituitarym
pagets disease, dan akrimegali
Patogenesis Macrognatia
True macrognatia
Pituitary gigantism : Produksi berlebih growth hormone sebelum lempeng
epifisis menutup pertumbuhan berlebih seluruh tulang tubuh, termasuk
tulang rahang
Pagets disease : Infeksi Paramyxovirus peningkatan aktivitas osteoklast
osteoporosis sirkumsripta tengkorak dikompensasi peningkatan
aktivitas osteoblast tulang menjadi hiperseluler (degenerasi maligna)
Acromegaly : Produksi berlebih growth hormone setelah lempeng epifisis
menutup pembesaran mandibula
Leontiasis ossea : Displasia fibrosa tulang kranial dan wajah pembesaran
maksila
Herediter Mandibular prognathism : posisi mandibula terletak ke lebih
anterior terhadap kranium walaupun ukuran mandibula normal

Pseudomacrognatia Ukuran rahang terkesan membesar karena rahang
pasangannya berukuran lebih kecil dari normal
Diagnosis
Penderita micrognatia dan macrognatia
biasanya mengalami masalah estetik, oklusi,
pernapasan, dan pemberian makan pada bayi
Diagnosa Banding
Micrognatia : Maloklusi tipe II (distoklusi)
Macrognatia : Maloklusi tipe III (mesioklusi)

Terapi
Terapi yang direkomendasikan yakni
operasi orthonagtic untuk memperluas
atau mengecilkan maksila dan mandibula.
Chin Reduction Surgery
Osteotomy
Tergantung pada usia pasien dan tingkat
keparahan kondisi suatu alat ortodontik atau
operasi dapat disarankan.
Micrognathia rahang atas dapat diperbaiki
dengan memajukan dan membawanya ke
depan dengan operasi. dan pengobatan
gabungan ortodontik.
Micrognathism mandibula dapat dikoreksi
dengan operasi advancment mandibula.