Anda di halaman 1dari 9

1

Perencanaan dan pengendalian


Deskripsi Anggaran
Anggaran merupakan rencana keuangan periodik yang disusun berdasarkan program yang
telah disahkan dan merupakan rencana tertulis mengenai kegiatan suatu organisasi yang
dinyatakan secara kuantitatif dan umumnya dinyatakan dalam satuan moneter untuk jangka
waktu tertentu
Semua bisnis seharusnya menyiapkan anggaran; semua bisnis besar melakukannya,
anggaran adalah hal yang penting bagi bisnis kecil. Setiap entitas pencari laba ataupun nirlaba
bisa mendapatkan manfaat dari perencanaan dan pengendalian yang diberikan anggaran.
Anggaran, Perencanaan dan Pengendalian
Perencanaan dan kendali manajemen sangat penting bagi perusahaan, perencanaan dn
pengendalian benar-benar saling berhubungan. Perencanaan adalah pandangan kedepan untuk
melihat tindakan apa yang seharusnya dilakukan agar dapat mewujudkan tujuan tujuan
tertentu. Pengendalian adalah mmelihat kebelakang, menentukan apakah yang sebenarnya
terjadi, dan membandingkannya dengan hasil yang direncakan sebelumnya. Kemudian,
perbandingan ini daapat digunakan untuk menyesuaikan anggaran, yaitu melihat ke masa
depan sekali lagi.
Ada beberapa pendapat tentang pengertian aggaran yaitu : Menurut Hansen &Mowen
Anggaran merupakan alat untuk perencanaan yang menyatakan pendapatan dan biaya untuk
periode satu tahun dan berfungsi sebagai alat pengawasan bagi pihak manajemen untuk
mengadakan penilaian hasil-hasil yang telah dicapai.Anggaran adalah pembuatan rencana
tindakan yang dinyatakan dalam istilah keuangan. Anggaran memainkan suatu peranan
penting dalam perencanaan, pengendalian, dan pembuatan keputusan. Anggaran juga
berfungsi untuk memperbaiki komunikasi dan koordinasi, suatu peranan yang menjadi
semakin penting, seiring dengan berkembangnya ukuran perusahaan.
Komponen kunci dari perencanaan adalah anggaran, yaitu rencana keuangan untuk masa
depan, rencana tersebut mengidentifikasi tujuan dan tindakan yang diperlukan untuk
mencapainya. Sebelum anggaran disiapkan, orrganisasi seharusnya mengembangkan suatu
rencana strategis.
Rencana strategis mengidentifikasi strategi-strategi untuk aktivitas dan operasi dimasa
depan, setidaknya lima tahun kedepan.
Manfaat anggaran
Sebuah sistem penganggaran memberikan beberapa manfaat untuk suatu organisasi
1. Memaksa para manajer untuk melakukan perencanaan
2

2. Menyediakan informasi yang dapat digunakan untuk memperbaiki pengambilan
keputusan
3. Menyediakan standar evaluasi kinerja
4. Memperbaiki komunikasi dan koordinasi
Fungsi anggaran
1. Hasil akhir proses perencanaan
2. Cetak biru perusahaan untuk bertindak
3. Alat komunikasi internal yang menghubungkan beragam departemen
4. Standar terhadap hasil operasi yang dapat dibandingkan
5. Sebagai alat pengendalian
6. Memotivasi manajemen untuk bertindak konsisten
Tiga tahapan penyusunan anggaran
1. Penetapan tujuan
2. Implementasi
3. Pengendalian dan evaluasi kinerja
Pembuatan Anggaran:
1. Pengarahan dan pengkoordinasian
2. Anggran induk
3. Pembuatan anggaran operasi
4. Pembuatan anggaran keuangan
Langkah menyusun anggaran
Menentukan tujuan jangka pendek dan panjang
Tujuan disesuaikan dengan sumberdaya
Anggaran harus disusun, disetujui kemudian di komunikasikan
Pengendalian, dengan membandingkan hasil dengan tujuan yang telah dianggarkan

Menyiapkan Anggaran Induk
Anggaran induk adalah rencana keuangan komprehensif bagi organisasi secara
keseluruhan. biasanya anggaran induk adalah satu tahun, sesuai dengan tahun fiscal
perusahaan. Anggaran tahunan dipecah dalam anggaran kuartal dan bulanan. Penggunaan
periode waktu yang lebih kecil memungkinkan para manajer untuk lebih sering
membandingkan data yang direncakan sehingga masalah dapat diketahui dan diselesaikan
lebih awal.

3

Mengarahkan dan Mengoordinasikan
Sebagian besar organisasi menyiapkan anggaran induk untuk tahun depaan pada empat
atau lima bulan terakhir tahun berjalan. Komite anggaran (budget comitte) meninjau
anggaran, menyediakan petunjuk kebijakan dan tujuan anggaran, menyediakan petunjuk
kebijakan dan tujuan anggaran, menyelesaikan perbedaan yang tmbul saat anggaran
disiapkan, menyetujui anggaran akhir, dan mengawasi kinerja aktual organisasi seiring
dengan berjalannya tahun.
Komponen komponen Utama anggaran Induk
Anggaran induk dapat dibagi ke dalam anggaran operasional dan anggaran keuangan.
Anggaran operasional (operational budget), yaitu mendeskripsikan aktivitas yang
menghasilkan pendapatan bagi perusahaan: penjualan, produksi, dan persediaan barang
jadi.sedangkan Anggaran keuangan (financial budget), merinci aliran masuk dan keluar kas
serta posisi keuangan secara umum.
Menyiapkan Anggaran Operasional
Anggaran operacional terdiri dari perkiraan laba dan rugi dan disertai dengan laporan
pendukung berikut:
Anggaran penjualan adalah projeksi yang disetujui oleh komite anggaran,yang
menjelaskan penjualan yang diharapkan dalam satuan unit dan uang.
Anggaran produksi menjelaskan berapa banyak unit yang harus diproduksi untuk
memenuhi kebutuhan penjualan dan memenuhi kebutuhan persediaan akhir.
Anggaran pembelian bahan baku langsung yaitu menyatakan jumlah dan biaya bahan
mentah yang dibeli tiap periode;jumlahnya tergantung pada perkiraan penggunaan bahan
baku dalm produksi dan persediaan bahan mentah yang dibutuhkan perusahaan.
Anggaran tenaga kerja langsung yaitu menunjukkan total jam tenaga kerja langsung yang
di butuhkan dan biaya yang berhubungan dengan jumlah unit dalam anggaran produksi
Anggaran overhead yaitu menunjukkan biaya yang diharapkan dari semua componen
produksi tidak langsung
Anggaran persedian akhir barang jadi yaitu memberikan informasi yang dibutuhkan
untuk neraca dan juga bertindak sebagai input penting untuk persiapan anggaran harga
pokok penjualan
Anggaran harga pokok penjualan mengungkapkan harga yang diharapkan untuk barang
yang akan dijual
Anggaran beban penjualan dan administrasi yaitu menguraikan pengeluaran yang
direncanakan untuk aktivitas non produksi
4

Menyiapkan Anggaran Keuangan
Anggaran yang tersisa dalam anggaran induk adalah anggaran keuangan. Anggaran
keuangan yang biasanya disiapkan adalah : anggaran kas, anggaran pengeluaran untuk barang
modal, dan laporan neraca yang dianggarkan. Anggaran kas hanyalah saldo awal dalam akun
kas, plus penerimaan yang diantisipasi, minus pengeluaran yang diantisipasi, plus atau minus
pinjaman yang diperlukan. Neraca yang dianggarkan menyajikan saldo akhir aktiva,
kewajiban, dan akun modal jika rencana yang dianggarkan berjalan sesuai rencana.
Menggunakan Anggaran Untuk Evaluasi Kinerja
Anggaran adalah alat pengendalian yang berguna. Akan tetapi dua pertimbangan utama
harus diperhatikkan agar dapat digunakan dalam evvaluasi kinerja.
Pertama adalah menetapkan bagaimana jumlah yang dianggarkan seeharusnya
dibandingkan dengan hasil aktual. Pertimbangan kedua melibatkan dampak anggaran atas
perilaku manusia.
Anggaran Statis Versus Anggaran Fleksibel
Anggaran dapat diguakan untuk perencanaan dan pngendalian. Dalam perencanaan
pperusahaan menyipkan anggaran induk berdasarkan perkiraan terbaik mereka atas tingkat
penjualan yang akan dicapai pada tahun berikutnya. Akan tetapi, tingkat aktivitas aktual
biasaanya tidak sama dengan tingkat aktiitas yang dianggarkan. Akibatnya jumlah yang
dianggarkan tidak dapat dibandingkan dengan hasill aktual. Oleh karena itu perusahaan dapat
pula menyiapkan anggaran fleksibel untuk digunakan dalam evaluasi kinerja.
Anggaran statis Anggaran Induk untuk tingkat aktivitas tertetu maka anggaran statis ini
tidak terlalu berguna untuk menyiapkan laporan kinerja. Anggaran Statis Adalah selisih
antara hasil aktual dengan nilai yang dianggarkan pada static budget. Favorable variance (F)
mempunyai efek meningkatkan laba operasi relatif terhadap nilai yang dianggarkan,
sedangkan unfavorable variance (U) mempunyai efek menurunkan laba operasi relatif
terhadap nilai yang dianggarkan.
angagran fleksibel adalah anggaran yang memungkinkan suatu perusahaan untuk
menghitung perkiraan biaya dalam suatu tingkat aktivitas. Suatu sistem anggaran mengalami
kesuksesan tergantung pada seberapa serius faktor manusia dipertimbangkan. Guna
menghindari perilaku disfungsional, organisasi seharusnya menghindari anggaran yang
terlalu menekan sebagai mekanisme pengendalian. Area kinerja lain seharusnya dievaluasi
sebagai tambahan atas anggaran. Anggaran dapat diperbaiki sebagai ukuran kinerja, ngan
menggunakan anggaran parsitipatif dan insentif non-uang lainnya, menyediakan umpan balik
kinerja secara sering, menggunakan anggaran fleksibel, memastikan bahwa tujuan anggaran
5

mencerminkan realita, dan membebankan tanggung jawab pada manajer hanya atas biaya-
biaya yang dapat dikendalikan oleh mereka.
Terdapat dua dimensi dalam penggaran yaitu :
a. Bagaimana anggaran di buat
b. Bagaimana anggaran di gunakan untuk mengimpletasikan rencana organisasi
Dimensi prilaku anggaran
anggaran sering digunakan untuk menilai kinerja, bonus, kenaikan gaji, dan
promosi.adalah hal yang dipengaruhi oleh kemampuan seorang manajer untuk mencapai atau
melampaui tujuan yang direncanakan.
Sistem anggaran yang ideal adalah yang mencapai kesesuaian tujuan secara utuh dan secara
simultan menciptakan suatu penggerak bagi manajer untuk mencapai tujuan organisasi secara
etis.
Fitur penting yang harus ada untuk mendorong perilaku positif :
a. Umpan balik berkala atas kinerja
b. Insentif uang dan bukan uang
c. Anggaran Partisipatif
d. Standar yang realistis
e. Kemampuan mengendalikan biaya
f. Beberapa pengukuran kinerja

Anggaran Berdasarkan Aktivitas
Perusahaan perusahaan yang telah mengimplementasikan Sistem ABC (activity based
cost) dapat juga menggunakan sistem anggaran bberdasarkan aktivitas (activity based cost).
Penganggaran berdasar aktivitas mengidentifikasi aktivitas-aktivitas, permintaan untuk
aktivitas keluaran, dan biaya sumber-sumber daya yang diperlukan untuk mendukung
keluaran aktivitas yang diminta. Perbedaan utama pendekatan berdasar aktivitas adalah daftar
aktivitas-aktivitas yang terinci dan biaya-biaya yang diharapkan untuk aktivitas-aktivitas
yang digolongkan ke dalam biaya overhead pabrik, penjualan, dan administratif.
Penganggaran berdasar aktivitas mempunyai potensi menjadi lebih akurat dibanding
penganggaran tradisional karena memusatkan pada ukuran-ukuran keluaran untuk masing-
masing aktivitas dan sehingga memungkinkan seorang manajer untuk memahami perilaku
biaya pada suatu level yang jauh lebih terinci. Penganggaran fleksibel aktivitas juga lebih
akurat karena penganggaran tersebut menggunakan rumus-rumus biaya yang tergantung
pada masing-masing ukuran keluaran aktivitas.
6

Anggaran Aktivitas Statis
Pada perusahaan yang menggunakan anggaran sebagai alat pengendalian pengeluaran
maka keberadaan anggaran menjadi sangat urgent. Anggaran Statis merupakan anggaran
yang direncanakan untuk membiayai sejumlah aktivitas tertentu dimana cakrawala waktu
yang digunakan hanya suatu saat tertentu saja. Berdasarkan aktivitas terpilih dimana aktivitas
ini bisa dihitung dari jam kerja langsung, jam mesin atau lain sebagainya, kemudian
ditentukan anggarannya.
Diistilahkan statis karena anggaran itu tidak terbuka peluang untuk dirubah kembali
karena sekali sudah ditetapkan maka secara definitif sudah berlaku dan tidak boleh direvisi
lagi. Evaluasi terhadap anggaran dapat dilakukan dengan membandingkannya terhadap
realisasi setelah periode anggaran selesai.
Anggaran Fleksibel Aktivitas
Anggaran fleksibel memperhitungkan perubahan-perubahan biaya yang terjadi sebagai
konsekuensi dari perubahan aktivitas. Anggaran fleksibel memberikan estimasi mengenai
berapakah biaya yang seharusnya terjadi untuk setiap tingkat aktivitas dalam rentang tertentu.
Pada saat anggaran fleksibel digunakan dalam evaluasi kinerja, biaya aktual dibandingkan
dengan biaya yang seharusnya terjadi pada tingkat aktivitas aktual selama periode tertentu
dan bukan dengan biaya yang dianggarkan dari anggaran awal. Jika penyesuaian untuk
tingkat aktivitas tidak dibuat, maka sangat sulit untuk menginterpretasikan biaya aktual
dengan yang dianggarkan. Ide dasar pendekatan anggaran fleksibel adalah bahwa anggaran
tersebut tidak harus statis. Berdasarkan tingkat aktivitas seungguhnya, anggaran dapat
disesuai-kan untuk menunjukkan berapa besar biaya untuk tingkat aktivitas tertentu.
Anggaran statis dibuat pada awal periode penganggaran dan validitasnya hanya untuk
tingkat aktivitas yang direncanakan. Pendekatan anggaran statis sesuai untuk tujuan
perencanaan, namun tidak sesuai untuk mengevaluasi bagaimana biaya-biaya dikendalikan.
Apabila suatu aktivitas aktual dalam periode tertentu berbeda dengan yang direncanakan,
maka akan sulit untuk membandingkan biaya-biaya aktual dengan anggaran statis. Apabila
aktivitas lebih tinggi dari yang diharapkan, biaya-biaya variabel seharusnya lebih tinggi dari
yang diharapkan dan apabila aktivitas lebih rendah dari yang diharapkan, maka biaya
variabelnya akan lebih rendah dari yang diharapkan.
Paling sedikit ada 3 faktor yang penting dalam penyeleksian dasar aktivitas untuk
anggaran fleksibel biaya overhead pabrik.
1. Harus ada hubungan sebab akibat antara dasar aktivitas dengan biaya over-head pabrik
vadabel.
7

2. Dasar aktivitas sebaiknya dinyatakan dalam mata uang.
3. Dasar aktivitas seharusnya sederhana dan mudah untuk dipahami.
Penyusunan anggaran fleksibel ditandai oleh kesadaraan manajemen akan kondisi lingkungan
usaha yang dinamis. Dalam anggaran fleksibel ini, varians diantisipasi dengan menjadwalkan
biaya-biaya yang menunjukkan bagaimana setiap elemen biaya tersebut berubah karena
perubahan volume atau tingkat aktivitas perusahaan. Dengan sifatnya yang dinamis, anggaran
fleksibel sering dipakai sebagai alat pengendalian biaya karena dapat menunjukkan berapa
seharusnnya biaya dikeluarkan pada berbagai tingkat aktivitas.

8

KESIMPULAN
1. Penganggaran dan Perannya di dalam Perencanaan, Pengendalian, dan Pembuatan
Keputusan. Penganggaran adalah penciptaan suatu rencana kegiatan yang dinyatakan
dalam ukuran keuangan. Penganggaran memainkan peran penting di dalam perencanaan,
pengendalian, dan pembuatan keputusan. Anggaran juga untuk meningkatkan koordinasi
dan komunikasi, peran anggaran terus meningkat penting sebagaimana pertumbuhan
ukuran organisasi.
2. Anggaran Induk, Komponen-komponen Utamanya, dan Hubungan Erat timbal Berbagai
Komponen Tersebut. Anggaran induk adalah rencana keuangan yang menyeluruh dari
suatu organisasi, terdiri dari anggaran pengoperasian dan anggaran keuangan. Anggaran
pengoperasian mencakup anggaran rugi laba dan semua anggaran pendukungnya.
Anggaran penjualan terdiri dari kuantitas yang diantisipasi dan harga semua produk yang
akan dijual. Anggaran produksi mencakup unit produksi yang diharapkan untuk memenuhi
penjualan yang diharapkan ditambah sediaan akhir yang diinginkan dan dikurangi sediaan
awal. Anggaran pembelian bahan baku menunjukkan pembelian yang diperlukan untuk
sepanjang tahun yang dirinci untuk setiap jenis bahan baku untuk memenuhi kebutuhan
produksi dan untuk tujuan sediaan yang iinginkan. Anggaran tenaga kerja langsung dan
anggaran biaya overhead anggaran menunjukkan sejumlah sumber daya yang diperlukan
untuk berproduksi tahun yang akan datang. Anggaran biaya overhead perlu dipecah ke
dalam komponen tetap dan komponen variabel untuk memudahkan penyusunan anggaran
tersebut. Anggaran biaya penjualan dan biaya administratif menunjukkan biaya-biaya
yang diramalkan untuk kedua fungsi tersebut. Anggaran sediaan barang jadi dan anggaran
harga pokok penjualan masing-masing menunjukkan biaya produksi secara terinci untuk
sediaan akhir yang diharapkan dan unit produk yang terjual. Anggaran rugi laba
menunjukkan secara singkat laba bersih yang akan direalisasi jika rencana-rencana yang
dianggarkan tercapai dengan baik. Anggaran keuangan meliputi anggaran kas, anggaran
pengeluaran modal anggaran, dan anggaran neraca. Anggaran kas secara sederhana
menunjukkan saldo awal kas, ditambah kas masuk yang diantisipasi lebih, dikurangi
pengeluaran kas yang diantisipasi, saldo kas lebih atau kurang maupun yang yang
mungkin perlu dipinjam. Anggaran neraca (atau pro forma) neraca memberikan gambaran
saldo akhir aktiva, utang, dan modal yang diantisipasi jika rencana yang dianggarkan
terlaksana dengan baik.
3. Penganggaran Fleksibel dan Corak (Fitur) Sistem Penganggaran yang Dapat Mendorong
Para Manajer Berperilaku Selaras Tujuan. Sukses suatu sistem penganggaran tergantung
9

pada bagaimana factor-faktor manusia dipertimbangkan secara serius. Untuk mengurangi
perilaku disfungsional, organisasi perlu menghindari anggaran yang terlalu menekankan
pada mekanisme kendali. Bidang kinerja yang lainnya harus dievaluasi sebagai tambahan
terhadap anggaran. Anggaran dapat disempurnakan sebagai ukuran-ukuran kinerja dengan
menggunakan penganggaran partisipatif dan perangsang nonmoneter lainnya,
menyediakan umpan balik kinerja yang sering, menggunakan penganggaran fleksibel,
menjamin bahwatujuan yang dianggarkan mencerminkan kenyataan, dan para manajer
hanya bertanggung jawab untuk biaya-biaya yang terkendalikan baginya.
4. Penganggaran Berdasar Aktivitas (Activity-based Budgeting).Penganggaran berdasar
aktivitas mengidentifikasi aktivitas-aktivitas, permintaan untuk aktivitas keluaran, dan
biaya sumber-sumber daya yang dierlukan untuk mendukung keluaran aktivitas yang
diminta. Perbedaan utama pendekatan berdasar aktivitas adalah daftar aktivitas-aktivitas
yang terinci dan biaya-biaya yang diharapkan untuk aktivitas-aktivitas yang digolongkan
ke dalam biaya overhead pabrik, penjualan, dan administratif. Penganggaran berdasar
aktivitas mempunyai potensi menjadi lebih akurat dibanding penganggaran tradisional
karena memusatkan pada ukuran-ukuran keluaran untuk masing-masing aktivitas dan
sehingga memungkinkan seorang manajer untuk memahami perilaku biaya pada suatu
level yang jauh lebih terinci. Penganggaran fleksibel aktivitas juga lebih akurat karena
penganggaran tersebut menggunakan rumus-rumus biaya yang tergantung pada masing-
masing ukuran keluaran aktivitas.