Anda di halaman 1dari 17

Penanganan infeksi odontogenik dalam praktek dokter gigi sehari hari

Tis Karasutisna
1
, Yuli Indrawati
2
, Henky Lauda
2

1
Konsulen Bagian Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran,
RS Dr. asanSadikin, Bandung.
!
Residen Bagian Bedah Mulut dan Maksilofasial Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran,
RS Dr. asanSadikin, Bandung.
!strak
Pendahuluan Gigi geligi dengan karies "ang diikuti dengan nekrosis #ul#a dan
infeksi di #eria#ikal serta infeksi #eriodontal $e$#un"ai #otensi %uku# &esar
untuk $en"e&arkan infeksi. 'nfeksi ini da#at $en"e&ar ke &er&agai te$#at dala$
rongga $ulut, $uka dan leher. Telaah Pustaka S#asiu$ (ajah adalah daerah
&erla#is fasia "ang da#at terisi atau dite$&us oleh eksudat #urulen. Daerah ini
$eru#akan ruang #otensial "ang tidak ada #ada orang sehat, teta#i terisi sela$a
infeksi. Be&era#a di antaran"a $engandung struktur neurovaskular dan dikenal
se&agai ko$#arte$en Pem!ahasan Sa$#ai saat ini &elu$ ada &atasan "ang tegas
$engenai kasus "ang &oleh ditangani oleh dokter gigi u$u$ dan dokter gigi
s#esialis &edah $ulut. Kesimpulan"Dokter gigi u$u$ harus $engenali jenis)
jenis infeksi odontogenik, $engetahui #en"akit #en"erta sehingga &isa $elakukan
s"ste$ rujukan dengan %e#at dan te#at.
Kata kun%i* infeksi, odontogenik
Pendahuluan
Gigi geligi dengan karies "ang diikuti dengan nekrosis #ul#a dan infeksi di
#eria#ikal serta infeksi #eriodontal $e$#un"ai #otensi %uku# &esar untuk
$en"e&arkan infeksi. 'nfeksi ini da#at $en"e&ar ke &er&agai te$#at dala$
rongga $ulut, $uka dan leher. Pen"e&a& infeksi ini adalah $ikro&a ko$ensal
dala$ $ulut "ang ke$udian $enjadi #athogen, "ang #en"e&arann"a di#engaruhi
oleh $eningkatn"a virulensi dan kuantitas $ikro&a dan $enurunn"a da"a tahan
tu&uh #enderita.
1
'nfeksi $eru#akan #roses $asukn"a $ikroorganis$e ke dala$ tu&uh, dan
selanjutn"a $ikroorganis$e terse&ut $engadakan #enetrasi dan $enghan%urkan
host se%ara #erlahan)lahan, hingga &erke$&ang &iak. Ke&an"akan infeksi "ang
&erasal dari rongga $ulut &ersifat %a$#uran +#oli$ikro&ial,, u$u$n"a terdiri dari
dua kelo$#ok $ikroorganis$e atau le&ih. Karena flora nor$al di dala$ rongga
$ulut terdiri dari ku$an gra$ #ositif dan gra$ negatif $aka "ang #aling &an"ak
$en"e&a&kan infeksi adalah ku$an)ku$an terse&ut. Se%ara u$u$ &iasan"a
diasu$sikan &ah(a infeksi di rongga $ulut dise&a&kan oleh Streptococcus dan
Staphylococcus serta $ikrooganis$e gra$ negatif "ang &er&entuk &atang dan
anaero&.
1
1
'nfeksi da#at &ersifat akut dan kronis. Suatu kondisi akut &iasan"a disertai
dengan #e$&engkakan dan rasa sakit "ang he&at dengan $alaise dan de$a$ "ang
&erke#anjangan. Bentuk kronis da#at &erke$&ang dari #en"e$&uhan se&agian
keadaan akut, serangan "ang le$ah atau #ertahanan tu&uh "ang kuat. 'nfeksi
kronis sering ditandai dengan ketidakn"a$anan dala$ &er&agai tingkatan dan
reaksi ringan dari jaringan sekitarn"a, $isaln"a ede$a, ke$erahan, rasa sakit, dan
$anifestasi siste$ik e#isodik "aitu * de$a$ ringan, letalergi dan le$ah &adan.
!
'nfeksi odontogenik da#at dira(at dengan #e$&erian anti&iotik dan
#era(atan &edah lokal. -eta#i, &e&era#a infeksi odontogenik "ang sangat serius
$e$&utuhkan #enanganan le&ih lanjut. Bahkan setelah #e$&erian anti&iotik dan
#eningkatan ke&ersihan $ulut, infeksi odontogenik "ang sangat serius da#at
$eni$&ulkan ke$atian. Kondisi terse&ut da#at terjadi ketika virulensi $ikro&a
#atogen $eningkat dan terganggun"a siste$ keke&alan tu&uh aki&at suatu
#en"akit tertentu. Ke$atian da#at terjadi ketika infeksi $en%a#ai daerah "ang
jauh dari #rosesus alveolaris, "aitu daerah)daerah vital.
.
Perluasan infeksi ke daerah vital terse&ut &era(al dari #erluasan infeksi ke
s#asiu$)s#asiu$ (ajah. Pen"e&aran infeksi da#at terjadi karena ruangan di
daerah ke#ala dan leher satu sa$a lain han"a di#isahkan jaringan ikat longgar.
Biasan"a #ertahanan terhada# infeksi #ada daerah terse&ut kurang se$#urna.
Maka #enatalaksanaan infeksi s#asiu$ (ajah dengan te#at da#at $en%egah
#erluasan infeksi ke daerah vital dan $en%egah ke$atian #enderita.
/
Telaah Pustaka
S#asiu$ (ajah adalah daerah &erla#is fasia "ang da#at terisi atau
dite$&us oleh eksudat #urulen. Daerah ini $eru#akan ruang #otensial "ang tidak
ada #ada orang sehat, teta#i terisi sela$a infeksi. Be&era#a di antaran"a
$engandung struktur neurovaskular dan dikenal se&agai ko$#arte$en.
Sedangkan &agian "ang diisi oleh jaringan ikat jarang dise&ut %elah.
.
Pada #en"e&aran infeksi odontogenik arah te$&usan #ada korteks tulang
rahang ditentukan oleh kete&alan tulang di sekitar a#eks gigi dan hu&ungann"a
antara te$#at terjadin"a #erforasi dengan #erlekatan $uskulus #ada tulang
$aksila dan $andi&ula. -e$#at #erforasi u$u$n"a di daerah &ukal karena
tulang &agian &ukal le&ih ti#is. -eta#i #ada akar #alatal $olar $aksila, #erforasi
le&ih sering ke arah #alatal sedangkan #ada $olar kedua dan ketiga $andi&ula
le&ih sering kerjadi ke arah lingual.
/
S#asiu$ (ajah "ang langsung terli&at #erta$a kali dikenal se&agai
s#asiu$ (ajah #ri$er &aik #ada $aksila $au#un $andi&ula +ta&el 1,. Sedangkan
#erluasan infeksi $ele&ihi daerah s#asiu$ #ri$er ini adalah ke daerah s#asiu$
sekunder +ta&el 1,.
.
-a&el 1. S#asiu$ (ajah "ang terli&at dala$ infeksi odontogenik
+.,
a" #pasium primer maksila
1. S#asiu$ kaninus
!. S#asiu$ &ukal
.. S#asiu$ infrate$#oral
!
!" #pasium primer mandi!ula
1. S#asiu$ su&$ental
!. S#asiu$ &ukal
.. S#asiu$ su&$andu&ular
/. S#asiu$ su&lingal
$" #pasium sekunder wa%ah
1. S#asiu$ $aseter
!. S#asiu$ #terigo$andi&ular
.. S#asiu$ te$#oral su#erfisial dan
dala$
/. S#asiu$ faringeal lateral
0. S#asiu$ retrofaringeal
1. S#asiu$ #reverte&ra
a. S#asiu$ #ri$er $aksila
1. Spasium kaninus, $eru#akan ruangan ti#is "ang #otensial antara $uskulus
levator anguli oris dan $uskulus levator la&ii su#erior. 'nfeksi gigi kaninus
atas $en"e&a&kan terli&atn"a s#asiu$ kaninus. Penderita "ang $engala$i
infeksi #ada s#asiu$ kaninus $engeluh #e$&engkakan daerah alar dan
se$&a& di &a(ah $ata. Kulit da#at $e$#erlihatkan daerah ke$erahan dan
ede$a sehingga li#atan nasola&ial $enghilang, n"eri tekan da#at dirasakan
di sekitar kaninus.
/

Ga$&ar 1. 2&ses s#asiu$ kaninus
/
!. Spasium bukal, di&atasi oleh kulit su#erfisial (ajah #ada &agian lateral dan
$uskulus &u%%inator #ada &agian $edial. S#asiu$ ini da#at terli&at &aik
aki&at #erluasan infeksi gigi #osterior #ada $aksila. Selain itu, s#asiu$
&ukal terjadi aki&at infeksi "ang $erusak tulang di atas #erlekatan
$uskulus &u%%inator. Gejala klinis "ang diti$&ulkan &eru#a #e$&engkakan di
sudut 3igo$ati%us dan sekitar &atas &a(ah dari $andi&ular. 2&ses $e$&esar
#ada $ukosa &ukal dan $enonjol ke dala$ rongga $ulut dan &atas tegas "ang
terlihat #ada lengkung 3"go$ati%us dan &atas &a(ah $andi&ula.
.
.
Ga$&ar !. Perluasan s#asiu$ &ukal.
.
.. Spasium Infratemporal, terletak di #osterior $aksila. Bagian $edial
s#asiu$ ini di&atasi oleh le$#eng lateral #rosesus #terigoideus tulang
sfenoid, &agian su#erior di&atasi oleh dasar tengkorak. Sedangkan ke arah
lateral, s#asiu$ ini $en"a$&ung dengan s#asiu$ te$#oral &agian dala$.
Proses infeksi daerah ini &iasan"a dise&a&kan oleh trau$a terhada# gigi
#osterior $aksila dan &iasan"a terda#at #enonjolan jaringan te#at di atas
dan di &a(ah arkus 3igo$atikus, $en"e&a&kan kesan dari luar se#erti
4du$&&ell5.
/

Ga$&ar .. 2&ses s#asiu$ infrate$#oral.
/
&. S#asiu$ #ri$er $andi&ula
1.Spasium submental, -erletak di antara si$fisis $andi&ula dan tulang h"oid.
Bagian lateral di&atasi oleh anterior $uskulus digastrikus kanan dan kiri. Di
&agian su#erior di&atasi oleh $uskulus $iloh"oid dan &agian inferior oleh
kulit . S#asiu$ ini sering terinfeksi oleh insisiv rahang &a(ah. Gejala klinis
"ang dite$ukan &iasan"a #e$&engkakan keras dengan fluktuasi #ositif, ha$#ir se#erti
ga$&aran u$u$ selulitis.
/
/
Ga$&ar /. 2&ses Su&$ental.
/
!.Spasium submandibula, &agian antero$edial di&atasi oleh $uskulus
digastrikus anterio dan &agian #ostero$edialn"a di&atasi oleh $uskulus
digastrikus #osterior serta $uskulus stiloh"oid, dasarn"a di&entuk oleh
$uskulus $iloh"oid dan $uskulus h"oglosus. Di &agian anterior s#asiu$
su&$andi&ula terda#at s#asiu$ su&lingual "ang di&atasi oleh $uskulus
$iloh"oideus. 'nfeksi #ada s#asiu$ su&$andi&ula dan su&lingual sering
dise&a&kan oleh infeksi "ang &erasal dari gigi $olar dan #re$olar $andi&ula
"ang $ene$&us ke lingual.
.

2#a&ila s#asiu$ su&$andi&ula, su&lingual dan su&$ental &ilateral terkena
infeksi, dikenal se&agai lud(ig6s angina. 'nfeksi ini $eru#akan selulitis "ang
$en"e&ar dengan %e#at. Pada infeksi ini ha$#ir selalu terlihat lidah terangkat,
indurasi daerah su&$andi&ula dan #enderita &iasan"a $engala$i tris$us,
saliva $enetes serta kesulitan $enelan dan &ernafas. 'nfeksi ini $en"e&ar
dengan %e#at dan luas, da#at $engaki&atkan o&struksi saluran #ernafasan
sehingga da#at $eni$&ulkan ke$atian.
/
Ga$&ar 0. 2&ses su&$andi&ular
/
..Spasium sublingual, dasarn"a di&atasi oleh $uskulus $iloh"oideus, lateral
di&atasi oleh #rosesus alveolaris $andi&ula dan &agian $edial di&atasi oleh
0
$uskulus genioglosus dan genioh"oideus. Bagian ata# &er&atasan dengan dasar
$ulut dan lidah. Se%ara klinis infeksi #ada s#asiu$ su&lingual $e$#erlihatkan
#e$&engkakan ekstra oral "ang ke%il atau tidak $e$#erlihatkan #e$&engkakan,
na$un #e$&engkakan terlihat #ada dasar $ulut #ada sisi "ang terkena. 'nfeksi
#ada s#asiu$ su&lingual &ilateral $engaki&atkan lidah terangkat. Bagian
#osterior su&lingual &erhu&ungan dengan s#asiu$ su&$andi&ula.
/
Ga$&ar 1. 2&ses Su&lingual
/

%. S#asiu$ sekunder (ajah
'nfeksi #ada daerah s#asiu$ fasial sekunder da#at terjadi se&agai aki&at
dari infeksi #ada daerah fasial #ri$er "ang tidak dira(at. 7ika s#asia ini terli&at,
infeksi sering akan $enjadi le&ih #arah, dise&a&kan karena se$akin &esarn"a
ko$#likasi dan kerusakan, dan juga #era(atann"a akan se$akin sulit. Karena
sedikitn"a su#lai darah #ada jaringan konektif disekitar s#asia, #era(atan infeksi
akan se$akin sulit tan#a dilakukan #e$&edahan se&agai drain eksudat #urulen.
.
1. Spasium masseter, terletak antara &agian lateral $andi&ula dan $edial
$uskulus $asseter. Masukn"a infeksi ke s#asiu$ ini karena #en"e&aran
dari s#asiu$ &ukal atau infeksi dari $olar ketiga $andi&ula. 'nfeksi #ada
s#asia ini &erasal dari gigi $olar tiga $andi&ula, dan $eru#akan kasus
"ang jarang terjadi, "aitu karena #er#indahan #erjalanan dari a&ses.
.
'nfeksi #ada s#asiu$ ini $e$#un"ai %iri)%iri &eru#a ede$a dengan tekanan
"ang sangat sakit #ada regio otot $asseter, "ang $eluas dari &atas #osterior
dari ra$us $andi&ula hingga te#i anterior dari otot $asseter. Selain itu
ta$#ak juga tris$us dan sudut dari $andi&ula tidak da#at di#al#asi. Se%ara
intraoral, ta$#ak ede$a #ada daerah retro$olar dan #ada &agian anterior
dari ra$us. 2&ses ini jarang &erfluktuasi, dan da#at juga ti$&ul gejala
siste$ik.
/
1
Ga$&ar 8. 2&ses su&$asseter
/
!. Spasium pterigomandibular, terletak di se&elah lateral $uskulus
#terigo$andi&ula $edialis dan $edial $andi&ula. Meru#akan te$#at
injeksi anestesi lokal untuk &lok saraf alveolaris inferior. Pen"e&aran
infeksi teruta$a &erasal dari s#asiu$ su&$andi&ula dan su&lingual.
/

Ga$&ar 9. S#asiu$ #terigo$andi&ular
/
Pen"e&a& uta$a a&ses #ada s#asia ini adalah infeksi dari gigi $olar tiga
atau aki&at dari suatu &lok nervus alveolaris inverior, jika sisi #enetrasi dari
needle terinfeksi +#eri%oronitis,. Gejala klinis #ada infeksi s#asiu$ ini
adalah tris$us "ang #arah dan sedikit ede$a ekstraoral "ang tidak
&iasan"a ta$#ak #ada sudut $andi&ula. Se%ara intraoral, ede$a dari
#alatu$ lunak ta$#ak #ada sisi "ang terinfeksi sehingga terjadi
#er#indahan te$#at dari uvula dan dinding faringeal lateral.
.
.. Spasium temporal superfisial dan dalam, terletak #osterior dan su#erior
s#asiu$ #terigo$andi&ula dan lateral $uskulus #terigo$andi&ula.
S#asiu$ ini $e$&elah $uskulus te$#oralis $enjadi dua &agian, &agian
su#erfisialis "ang $eluas ke fasia te$#oral dan &agian dala$ "ang
&erhu&ungan dengan s#asiu$ infrate$#oral.
.

8
'nfeksi #ada s#asiu$ te$#oralis dise&a&kan oleh #erluasan dari infeksi #ada
s#asiu$ infrate$#oralis "ang saling &erhu&ungan. Gejala klinis ditandai
dengan ede$a "ang sakit #ada fas%ia te$#oralis, tris$us +te$#oral dan
$uskulus #ter"goid $ediana terli&at,, dan sakit saat #al#asi #ada ede$a.
.
/. Spasium faringeal lateral, $eru#akan &agian s#asiu$ fasial servikal dan
da#at $engan%a$ n"a(a dengan adan"a o&struksi saluran nafas. Perluasan
ke arah #osterior dan s#asiu$ #terigo$andi&ula da#at $en"e&ar ke
s#asiu$ faringeal lateral. S#asiu$ ini $eluas dari dasar tengkorak #ada
tulang s#henoid ke inferior $enuju tulang h"oid. Bagian $edial di&atasi
oleh $uskulus #terigoideus $edialis dan &agian lateral oleh $uskulus
konstriktor faringeus su#erior. Bagian anterior &er&atasan dengan rafe
#ostero$andi&ula dan $enuju fasia #reverte&ra. Prosesus stiloideus dan
$uskulus)$uskulus sekitarn"a $e$&agi s#asiu$ faringeal lateral $enjadi
ko$#arte$en anterior "ang &erisi $uskulus dan ko$#arte$en #osterior
"ang &erisi sarung karotis dan saraf kranial.
.
S#asiu$ ini $engandung arteri carotid interna, vena jugularis interna
dengan &e&era#a #e$&uluh limfe, nervus glossofaringeal, nervus vagus,
nervus hypoglossus dan nervus asesorius. 'ni &erhu&ungan langsung
dengan s#asiu$ su&$andi&ula, serta otak $elalui fora$en kraniu$. 'nfeksi
#ada daerah ini da#at &erasal dari gigi $olar tiga dan se&agai aki&at
#erluasan infeksi s#asiu$ su&$andi&ula dan #ter"go$andi&ula. Gejala
klinis dari infeksi ini adalah ede$a ekstra oral #ada &agian letaral dari leher
"ang $ungkin da#at $eluas ke tragus dari telinga, #eru&ahan #osisi dari
dinding faring, tonsil dan uvula $e$&engkak sehingga ta$#ak ke $idline,
rasa sakit "ang $en"e&ar ke telinga, tris$us, susah $enelan, #eningkatan
suhu "ang signifikan dan $alaise.
.
0. Spasium retrofaringeal, terletak di &elakang faring, antara $uskulus
konstriktor faringeal su#erior dan la#isan alar fasia servikal dan &era(al
dari dasar tengkorak $eluas ke inferior setinggi servikalis 8 atau torakalis.
'nfeksi s#asiu$ ini $eru#akan jalur #en"e&aran ke s#asiu$ #reverte&ra dan
ke diafrag$a. 'nfeksi #ada s#asiu$ ini $udah $en"e&ar ke atas $elaui
fora$en $enuju otak dan &erjalan ke &a(ah $elalui selu&ung karotis
sa$#ai ke $ediastinu$. :tiologi dari infeksi #ada s#asiu$ ini adalah
infeksi "ang &erasal dari s#asiu$ lateral faringeal "ang saling
&erse&elahan.
.
Gejala klinis sa$a dengan "ang dite$ukan #ada a&ses faringeal lateral
se%ara klinik, kesulitan dala$ #engun"ahan "ang dise&a&kan oleh ede$a
#ada dinding #osterior dari faring. 7ika infeksi ini tidak dira(at $aka akan
$engaki&atkan o&struksi traktus res#iratorius atas, ru#tur a&ses sehingga
terjadi as#irasi dari #us ke dala$ #aru)#aru, dan #erluasan ke daerah
$ediastinu$. -era#i $e$erlukan drainase $elalui s#asiu$ faringeal
lateral, di$ana infeksi a(al &iasan"a terjadi dan #e$&erian anti&iotik
9
1. Spasium prevertebra, s#asiu$ ini $eluas dari tu&erkel faringeal #ada dasar
tengkorak sa$#ai diafrag$a. 'nfeksi #ada s#asiu$ ini da#at $eluas ke
inferior setinggi diafrag$a $en%aku# torak dan $ediastinu$.
.
Penatalaksanaan
1" Pem!erian anti!iotik dan analgetik
Selulitis $e$erlukan #enanganan "ang segera "aitu dengan
#e$&erian anti&iotik dan analgetik. 2nti&iotik "ang di&erikan harus efektif
terhada# &akteri stre#tokokus dan &akteri)&akteri anaero&. Pada selulitis
a(al, &akteri "ang do$inan adalah stre#tokokus sedangkan #ada selulitis
sedang atau &erat, &akteri "ang &er#eran adalah %a$#uran &akteri aero& dan
anaero&.
Pengo&atan dilakukan dengan #e$&erian #enisilin. Pada #asien "ang
sensitive terhada# #enisilin da#at di&erikan eritro$isin, tetrasiklin, linko$isin,
klinda$isin, klora$fenikol, sefalos#orin atau ko$&inasi dengan $etronida3ol
untuk kasus dengan adan"a infeksi anaero&.
2" Insisi dan drainase
'nsisi dilakukan didaerah "ang sejajar dengan garis ketegangan kulit dan
juga dengan $e$#erti$&angkan estetik. Dilakukan #enga$&ilan kultur untuk
#e$eriksaan &akteriologis. Su#a"a &isa $en%a#ai kantung)kantung #us #ada
ruang)ruang fasial "ang jauh letakn"a, dilakukan deseksi tertutu# "ang dala$
$enggunakan he$ostat dengan lengkungan "ang ke%il.

Ga$&ar. ; Daerah insisi dan drainase #ada infeksi s#asia (ajah
2. S#asia -e$#oral
B. S#asia Su&$andi&ular dan Pterigo$andi&ular
<. S#asia Su&$ental
D. S#asia lateral faringeal dan retrofaringeal
Setelah itu, suatu drain karet di$asukkan ke dala$ rongga a&ses
dan dista&ilisasi dengan
.
jahitan ke$udian didresing dengan $enggunakan ta$#on
dan di rekatkan $enggunakan #l ester. Pada saat kont rol &i asa setelah !/
;
ja$, dilakukan #enggantian dressing dan drain di#eriksa. Kadang)
kadang #erlu dilakukan irigasi $enggunakan larutan salin steril atau larutan
anti&iotik to#ikal atau larutan h"drogen #eroksida. 'rigasi dilakukan untuk
$elarutkan #o#ulasi &akteri dan $engeluarkan de&ris dan jaringan nekrotik.
Drain dile#as &ila drainase tidak di#erlukan lagi setelah = .)0 hari. Bagian
"ang didrainase tidak dijahit karena &iasan"a #en"e$&uhan &erlangsung %e#at
dengan sedikit jaringan #arut.
&" 'enghilangkan infeksi
Dilakukan #en%a&utan gigi #en"e&a&. Se&agian ahli &er#enda#at
&ah(a #en%a&utan #ada fase akut da#at $eru#akan jalan untuk
drainase teta#i se&agian lagi &er#enda#at #en%a&utan #ada fase akut akan
&er#otensi untuk $en"e&arkan infeksi.
Laporan Kasus
>a$a * -n. ?alan -arlan
7K * ?aki)laki
U$ur * .0 tahun
2la$at * 7l. Sekeloa Selatan no. 9 Bandung
2ga$a * 'sla$
Status * -idak Menikah
>o. Medre% * 1.@@@1!1.8
Aaktu $asuk * 1/./@ A'B
KU * Pe$&engkakan #ada rahang &a(ah kiri
2na$nesa *
Pasien laki)laki usia .0 tahun dating dengan keluhan #e$&engkakan #ada
rahang &a(ah kiri. = 9 hari SMRS #asien $engeluh sakit gigi kiri &elakang
rahang &a(ah lalu #asien $inu$ o&at a$oksisilin dan asa$ $efena$at +atas
inisiatif sendiri, na$un keluhan tidak $ereda dan = / hari SMRS ti$&ul
#e$&engkakan #ada rahang &a(ah kiri "ang disertai rasa n"eri dan de$a$, lalu
#asien $inu$ o&at %linda$"%in dan asa$ $efena$at +atas inisiatif sendiri,,
na$un &engkak &erta$&ah &esar. = 1 hari SMRS #asien &ero&at ke Klinik :li$
+di&eri o&at Proli% dan >eos%elan,, na$un #e$&engkakan &erta$&ah &esar dan
n"eri, lalu #asien &ero&at ke RS Boro$eus +diinfus dan di&eri o&at suntikan "ang
#asien tidak tahu na$an"a,, lalu #asien #ulang #aksa dari RS Boro$eus. 2tas
saran tetanggan"a, #asien lalu &ero&at ke Poli Bedah Mulut RSS.
( *
Kesadaran* <M
- * 1@0B8@ $$g
> * 99 CB$nt
S * .8,/
@
<
R * 19 CB$nt
Status Generalisata *
Kulit * turgor +D,
1@
Ke#ala * (ajah asi$etris,
Mata * #u#il &ulat isokor E.$$ R< DBD F konjungtiva tidak ane$is F
Sklera tidak ikterik
?eher * 7GP tidak $eninggi,
KGB su&$andi&ula ka tidak tera&a tidak sakit)
KGB su&$andi&ula ki tdn
-horaC* Pul$o * BG si$etris, GBS kiHka
<or * B7 $urni reguler
2&do$en * datar le$&ut, BU +D, >
hati * tidak tera&a
li$#a * tidak tera&a
:kstre$itas * akral hangat, <R- I !5
Status ?okalisata
:kstra Jral *
Aajah asi$etris, #e$&engkakan aBr su&$andi&ula Sn, uk. 1C/C! %$,
konsistensi lunak, terlokalisir, fluktuasi +D,, (arna le&ih $erah dari
jaringan sekitar, suhu lokal fe&ris, n"eri tekan +D,
'ntra Jral *
Gingiva * tak
Gesti&ulu$ * tak
Dasar $ulut * tak
?idah * tak
Bi&ir * tak
Palatu$ * tak
Mukosa &ukal * tak
-onsil * -1)-1
11
)oto Thora*
Kesan * foto thoraC dala$ &atas nor$al
)oto Panoramik
1!
Status Gigi Geligi
Pemeriksaan La!
Hematologi*
) P- * 1.,0 +1@,. K 1!,;, detik
) '>R * 1,1/ +@,9.)1,11, detik
) 2P-- * !8,! +!0,9K ..,8, detik
) & * 1/,0 +1/,@)18,0, gBd?
) t * /@,9 +/@)0/, L
) ?ekosit * 1..!1@ +/./@@)11..@@, B$$
.

) :ritrosit * 0,10 +/,0)1,0 , jutaBu?
) -ro$&osit * .0@.@@@ +10@.@@@)/0@.@@@,B$$
.

) SGJ- * 1@ +?*I0@, UB? .8
@
<
) SGP- * ; +?*I0@, UB? .8
@
<
) Ureu$* /. +10)0@, $gBd?
) Kreatinin * @,1 +I1,!, $gBd?
) GDS * 1!@ +I1/@, $:MB?
) >a * 1/! +1.0)1/0, $:MB?
) K * /,! +.,1)0,0, $:MB?
+
2&ses Su&kutan aBr su&$andi&ula sinistra
P2K e% GR !1
Pul#itis Reversi&el gigi 19, 18, 1/, 1!, !/, !9, .9, /1, /8, /9
Tatalaksana
1. ?a&oratoriu$ lengka#
!. 'GFD >a<l J,;L rehidrasi ringan 1 ja$ ' H 1!gttB$enit F 19 ja$ '' H ./
gttB$enit
.. RB ranitidine 1 a$# iv
ketorola% 1 a$# iv
/. 2s#irasi #us +D, =0%% N kultur resistensi
0. RB %eftriaCon 1gr iv
$etronida3ole inf 0@@$g
1. 'nsisi drainase aBr su&$andi&ula sn , #us = !@%%
1.
8. :kstraksi gigi .8, .1, .0
9. e%ting aBr #ost ekstraksi .8, .1, .0
;. Pe$asangan drain
1@. Pe$asangan ver&an
2<< Ra(at 'na#
P +
1. 'GFD >a<l @,;L rehidrasi ringan 1ja$' 10@@%%B1ja$ +1! gttB$enit,F
19ja$'' !0@@%%B19ja$ +./ gttB$enit,
!. Diet &iasa -K-P 10@@ kkal
.. RB %eftriaCon inj !C1gr
$etronida3ole inf .C0@@$g
ranitidine !C1a$# iv
ketorola% !C1a$# iv
/. Pro ekstraksi gigi 11
0. Pro #ena$&alan gigi 19, 18, 1/, 1!, !/, !9, .9, /1, /8, /9 di #oli gi$ul
&ag Konservasi #ada hari dan ja$ kerja
1. S#ooling 'J dengan >a<l @,;L !CBhari
8. GD 1CBhari, GG !CBhari
9. Ku$ur)ku$ur heCetidin gargle tia# ha&is $akan
;. 2ff he%ting PJD G'' +11./.!@1.,
2<< R2A2- '>2P
Durante J#
1/
Post J#
Komplikasi infeksi odontogenik
a" Ludwig,s angina -)legmon.
?ud(igOs 2ngina adalah suatu selulitis "ang akut dan toksik "ang
$engenai s#asia su&$andi&ular dan su&lingual se%ara &ilateral dan s#asia
su&$ental . Karakteristikn"a adalah adan"a indurasi keras, jaringan kelihatan $e$&esar,
tidak terda#at fluktuasi. Ketiga s#asia terli&at se%ara &ilateral "aitu s#asia
su&$andi&ular, s#asia su&lingual, dan s#asia su&$ental. Keadaan intra oral, dasar
$ulut terdorong, lidah terjulur, dan sulit &erna#as. Keadaan u$u$ #asien &iasan"a
&uruk, $erasa kedinginan, dan de$a$.
1
!" 'ediastinitis
Mediastinitis adalah #eradangan #ada $ediastinu$ dengan &er&agai su$&er
infeksi. Salah satu "ang &isa $enjadi su$&er infeksi adalah rongga $ulut &eru#a
infeksi gigi atau#un #erluasan infeksi dari fleg$on. Kejadian $edistinitis "ang
&ersu$&er dari rongga $ulut di#erkirakan sekitar 18 L. Mediastinitis &isa
&eraki&at fatal se#erti terjadin"a se#tike$ia dan asfiksia
1
.
$" #epsis
-er$inologi $engenai se#sis "ang &an"ak di#akai saat ini adalah hasil
konferensi 2$eri%an <ollege of <hest Ph"si%ianBSo%iet" of <riti%al <are Medi%al
#ada tahun 1;;!, "ang $enghasilkan satu konsensus *
0
#I/#(Systemic Inflamatorry Response Syndrome) adalah res#on infla$asi
siste$ik "ang da#at di%etuskan oleh &er&agai insult klinis "ang &erat. Res#on ini
ditandai dengan dua atau le&ih dari gejala)gejala &erikut *
De$a$ +suhu tu&uh P .9 Q<, atau hi#oter$ia +I.1 Q<,
-akhikardi +den"ut nadi P ;@ RB$enit ,
10
-akhi#neu +res#irasi P !@ RB$enit, atau Pa<J! I .! torr +,/,.kPa,
?eukositosis +ju$lFah lekosit P1!@@@B$$. atau leu%o#enia +ju$lah lekosit
I/@@@B$$., atau adan"a &entuk lekosit "ang i$$ature P 1@L
#epsis adalah suatu S'RS "ang disertai oleh suatu #roses infeksi. #epsis 0erat
-se1ere sepsis. adalah &entuk se#sis "ang disertai disfungsi organ, hi#o#erfusi
jaringan +da#at disertai atau#un tidak disertai keadaan asidosis laktat, oligouria,
gangguan status $entalBkesadaran, atau hi#otensi. #yok septi$ diartikan se&agai
se#sis "ang disertai dengan hi#otensi +suatu keadaan "ang ditandai dengan
tekanan darah sistolik I ;@ $$g atau adan"a #enurunan P /@$$g dari
tekanan darah dasarn"a, serta tanda)tanda #erfusi jaringan "ang tidak adekuat
(alau#un telah dilakukan resusitasi %airan +asidosis laktat, oligouria, gangguan
status $entalBkeadaan akut, . '(2# (Multiple Organ ysfunction Syndrome)
adalah keadaan #eru&ahan fungsi organ dengan ditandai keadaan ho$eostatis
tidak da#at di#ertahankan tan#a adan"a intervensi tera#i. '(#)( Multiple Organ
System !ailure) adalah keadaan terganggun"a siste$ organ siste$ik #ada keadaan
akut (alau#un telah dilakukan tindakan sta&ilisasi ho$eostatis.
Pem!ahasan
Sa$#ai saat ini &elu$ ada &atasan "ang tegas $engenai kasus "ang &oleh
ditangani oleh dokter gigi u$u$ dan dokter gigi s#esialis &edah $ulut. Menurut
#enelitian "ang dilakukan oleh 2ugusto +!@1!,, dise&utkan &ah(a keterli&atan
infeksi sa$#ai ke dasar $ulut, su&lingual, atau su&$ental "ang &er#eran dala$
terjadin"a o&struksi jalan nafas, resiko "ang le&ih tinggi terjadin"a #en"e&aran
infeksi ke s#asia servikal dan fasial serta $ediastinu$. Gejala lain "ang harus
di(as#adai adalah kesulitan &i%ara "ang dise&a&kan karena #eru&ahan anato$is,
kesulitan $enelan, dan atau kesulitan saat &ernafas, $eru#akan alasan "ang
$en"e&a&kan #asien dira(at di ru$ah sakit +;1,1L,. Keadaan #en"akit siste$ik
juga $enjadi #erti$&angan untuk $erujuk ke ru$ah sakit, se#erti #ada keadaan
tekanan darah tinggi dan dia&etes $ellitus
1
.
'nfeksi da#at $enjalar ke ruang leher dala$ lainn"a, da#at $engenai
struktur neurovaskular se#erti arteri karotis, vena jugularis interna dan n. R.
Penjalaran infeksi ke daerah selu&ung karotis da#at $eni$&ulkan erosi sarung
karotis atau $en "e&a&kan tro$&osis vena jugularis interna. 'nfeksi "ang $eluas
ke tulang da#at $eni$&ulkan osteo$ielitis $andi&ula dan verte&ra servikal.
Da#at juga terjadi o&struksi saluran nafas atas, $ediastinitis, dehidrasi dan se#sis
8
. al ini #erlu diketahui oleh dokter gigi u$u$ dan segera $elajukan rujukan
a#a&ila terjadi tanda dan gejala se#erti ini.
Prinsi# dari $etode #engo&atan dan &edah #ada a&ses s#asiu$ (ajah "ang
terinfeksi adalah sa$a se#erti "ang tidak $engala$i infeksi serius. 'nfeksi s#asiu$ (ajah
$e$&utuhkan s"arat)s"arat #enanganan "ang &ersifat %e#at dan te#at Penanganan #ada
infeksi serius harus rneli&atkan #enilaian $en"eluruh dan dukungan dari host se#erti
$ekanis$e #ertahanan tu&uh, ter$asuk #e$&erian anti&iotik, analgetik, kesei$&angan
%airan tu&uh dan intek $akanan dari #asien itu. 2nti&iotik untuk &akteri dengan dosis
tinggi selalu di&utuhkan dan ha$#ir selalu di&erikan dala$ intra vena. Pernafasan #asien
11
selalu harus dikontrol dan da#at dilakukan #e$&edahan untuk $ern&erikan jalan nafas
jika $e$ang di#erlukan.
!
-indakan &edah #ada infeksi s#asiu$ (ajah adalah insisi dan eks#lorasi agresif
dari s#asiu$ (ajah "ang terli&at dengan he$ostat. Satu atau le&ih drain selalu
di&utuhkan untuk $e$astikan drain "ang te#atBse$#urna dan #enge$#esan daerah
terinfeksi karena insisi dan drain harus eCtensive +terus $enerus,, #ada #asien ini selalu
dikerjakan di ruang o#erasi dengan narkose u$u$ atau general anaestesi.
1
Kesimpulan
Prinsi# #era(atan infeksi odontogenik* Pe$&erian o&at +anti&iotik N
analgetik,, Pe$&edahan + :kstraksi gigi N insisi drainase,, Pera(atan saluran
akar, dan ko$&inasi ketigan"a. Pengo&atan "ang adekuat da#at $enghentikan
#enjalaran infeksi dan infeksi da#at dise$&uhkan dengan $enghilangkan su$&er
infeksi.
Dokter gigi u$u$ harus (as#ada terhada# ke$ungkinan ko$#likasi "ang
ter&uruk se#erti $ediastinitis dan S"ok Se#tik serta #erdarahan harus selalu da#at
diantisi#asi dan disia#kan untuk dilakukan rujukan.
2)T/ P3#TK
1. -o#a3ian dkk. !@@/. Oral and Ma"illofasial Infection, /
rd
ed., AB saunders
%o$#an", #h"ladel#hia, US2. #. 108)181.
!. Pedersen G.A. 1;;1. Jral Surger". 2lih &ahasaPur(anto dan Basoeseno.
#uku $jar #edah Mulut. :G<* 1@)88
.. Peterson ?arr" 7, D.D.S., M.S . !@@.. %ontemporaray Oral and
Ma"illofacial Surgery. Fouth :dition. Mos&". St. ?ouise. # .18).81. 1/.
/. Fragiskos RD. !@@8. Oral Surgery. S#ringer)Gerlag a&erlin eidel&erg.
!@0 K .0.
0. Aitt$an, D, et al, &eritonitis and Intra $bdominal Infection, In S'art(,
et al, &rinciples of Surgery, )
th
ed. M% Gra( ill 1;;/, 1/0@)1/18
1. 2ugusto, S, et al, Profile of #atients hos#itali3ed (ith odontogeni%
infe%tion in a #u&li% hos#ital in Belo ori3onte, Bra3il, 7 <lin :C# Dent.
!@1!F/*e!81)/.
8. >ovialdi, Penatalaksanaan a&ses su&$andi&ula dengan #en"ulit ure$ia
dan infark $iokardiu$ la$a, Repository #agian *+*,-. /niversitas
$ndalas &adang.!@1!* 1)8
18