Anda di halaman 1dari 28

Antropometri untuk menilai

status Gizi di Masyarakat


BY. INSYAFIATUL AMINAH


TUJUAN PEMBELAJARAN

Mahasiswa dapat :
- Menjelaskan Antropometri untuk menilai
status
gizi di masyarakat
- Pengukuran Antropometri
- Data Rujukan Antropometri.
- Indikator Antropometri
- Indikator penilaian status
gizidengan Antropometri
- Indeks antropometri.
- Penilaian status
-- gizi indivi dudengan indeks antropometri.
- Penyajian nilai antropometri
- Kelebihan dan kelemahan masing-
masingcara penyajian nilai indeks
Antropometri.



Metode Penilaian Status Gizi
Penilaian Status Gizi
Pengukuran Langsung
Pengukuran tdk langsung
1. Antropometri
2. Biokimia
3. Klinis
4. Biofisik
1. Survei Konsumsi
2. Statistik vital
3. Faktor Ekologi
Antropometri bersal dari kata :
antropos : yang berarti tubuh.
metros : artinya ukuran.

Definisi
Penilaian Status Gizi secara Antropometri adalah Pengukuran
variasi dimensi fisik dan komposisi secara kasar tubuh
manusia pada berbagai tingkatan umur dan derajat gizi yang
berlainan (Jelliffe, 1966)

- Pengukuran Antropometri
- Data Rujukan Antropometri
- Penilaian Status Gizi dengan indek baku
Antropometri WHO-NCHS
- a. Indikator Antropometri
b. Indikator PSG Antropometri
- c. Indeks Antropometri
d. PSG individu dg indeks Antropometri
- e. Penyajian Nilai indeks Antropometri
- f. Kategori status gizi (Z-Score dan Median)
- g. Kelebihan kelemahan nilai indeks antropometri
Berat Badan (BB)
Tinggi Badan
(TB)
Lingkar kepala
(LK)
Beberapa parameter
Antropometri
(tunggal)
Lingkar Lengan Atas (LILA)
Lingkar Dada (LD)
Beberapa parameter
Antropometri
(tunggal)
Indeks
antropometri
BB/TB
LLA/U
TB/U
BB/U
Keunggulan
Status Gizi :
Sedang
Kurang
Buruk
Kelemahan
National Center for Health Statistics (NCHS )
-Tdk sensitif
kekurangan zat
gizi ttt.
- akibat
pengukuran salah
- akibat alat tdk
layak paki
Penilaian Status Gizi dengan IMT (Indek Masa Tubuh)
atau Body Mass Index (BMI) :














IMT = Berat Badan = BB

Tinggi Badan (m) TB
KATEGORI IMT
Kurus (k) BB Tkt berat < 17
(k) BB Tkt Ringan 17 18,5
Normal 18,5 25,0
Gemuk (L) BB Tkt Ringan > 25 27
(L) BB Tkt Berat > 27
Status
Gizi
Ambang batas baku untuk keadaan Gizi
berdasarkan indeks
BB/U TB/U BB/TB LLA/U LLA/TB
Gizi Baik > 80% > 85 > 90 > 85 > 85
Gizi
Kurang
61 80 71 85 81 90 71 85 76 85
Gizi
Buruk
< 60 < 70 < 80 < 70 < 75
Penggolongan keadaan Gizi menurut indeks Antropometri



















Ada dua tipe pengukuran antropometri yang
digunakan untuk penilaian status gizi
(Gibson, 1990), yaitu Penilaian antropometri :
1. Pertumbuhan
2. Komposisi tubuh


Pengukuran :
-LK
- PB
-BB
-LK




Data Rujukan Antropometri

WHO merekomondasikan data
rujukan antropometri US-National Center
of Health Statistik (NCHS) sebaga rujukan
data pertumbuhan standar
internasional.

a. Indikator Antropometri
Indikator adalah suatu tanda yang bisa
memberikan indikasi tentang suatu keadaan.

Keuntungan penentuan status gizi secara
Antropometri.









b. Indikator Penilaian Status Gizi dengan Antropometri
Penilaian status gizi secara Antropometri, antara lain
dengan menggunakan :
- BB, PB/TB, LLA/LILA, LD, LLBK.

Dalam pemakaiannya dlm bentuk Indeks :
- BB/U : Berat badan menurut umur
- PB/U : Panjang badan menurut umur
- TB/U : Tinggi badan menurut umur
- BB/TB : Berat badan menurut tinggi badan









Antropometri yg bertujuan mengukur
Korus (wasting)
Kecil pendek atau keterlambatan pertumbuhan
Menggambarkan lingk. Tdk baik, kemiskina
Pengukuran Antropometri
Membutuhkan intervensi segera
Pengukuran Antropometri
Membutuhkan intervensi jangka panjang
BB/TB
TB/U
BB/TB
BB/U
TB/U

c. Indeks Antropometri
BB/U
- Gx gizi acut :
Sosek miskin
atau baik.

- Gx gizi kronis :
sosek baik(-),
miskin (+)

- Keuntungan

- Kekurangan :
pendek/ tinggi!
umur .!
dacin ..!

TB/U
-Gx gizi kronis

- masyarkt- pendk-
masalah lama, causa?

-Tdk bisa u gizi akut.

-Keuntungan

-Kekurangan


BB/TB
-Indeks sensitif u
indikasi gx gizi saat ini

-PMT

- Keuntungan

- Kekurangannya
IDEAL
Tdk acut /kronis
Tdk acut tetapi cronis
Acut tdk kronis
BB/U Baik
TB/U Normal
BB/TB Normal
BB/U Baik
TB/U Pendek
BB/TB Normal
BB/TB Kurang
TB/U Normal
BB/TB Kurus
BB/U Baik
TB/U Normal
BB/TB Kurus
Acut dan kronis
BB/TB Kurus
BB/U Kurang
TB/U Pendek



e. Penyajian nilai Indeks Antropometri
1. Persen terhadap
median rujukan
2. Cara perhitunga
Z-score
3. Cara persentil
dari sebaran
rujukan

% Median = Nilai Riil x 100 %

Nilai Median rujukan
Status Gizi Indeks
BB/U TB/U BB/TB
Gizi baik > 80 % > 90 > 90
Gizi sedang 71 80 81 90 81 90
Gizi kurang 61 70 71 80 71 80
Gizi buruk < 60 < 70 < 70
Nilai persen terhdp Median Rujukan
2. Nilai Z-Score dari Median Rujukan

Nilai Riil berdasarkan indeks BB/U, TB/U atau BB/TB lebih
besar atau sama dengan nilai Median Baku Antropometri
WHO-NCHS.

Rumus








Z-Score = Nilai Riil- Nilai Median Rujukan

SD Upper
Sedangkan Jika hasil pengukuran nilai Riil berdasarkan
indeks BB/U, TB/U atau BB/TB lebih kecil dari nilai median
baku antropometri WHO-NCHS, maka rumus yang dipakai
adalah :

Rumus











Z-Score = Nilai Riil Nilai Median Rujukan

SD Lower

3. Nilai Persentil dari Sebaran Nilai Rujukan

Jika Z-Score (P) > 0 maka nilai persentil = Px100,dan
Jika Z-Score (P) < 0 maka nilai persentil = 100-(PX100)


Kategori Status
Gizi
Ambang batas menurut jenis Indeks
BB/U TB/U BB/U
KEP Berat < 60 % < 85 % < 70 %
KEP Sedang 60 %- 69% 85%-89% 70%-79%
KEP Ringan 70%-79% 90%- 94%

80%-89%
Gizi Baik 80%-109% 95%-109% 90%-109%
Gizi Lebih > 110 % > 110% > 110%

Kategori status Gizi berdasarkan prosen Median baku Antropometri WHO-NCHS
Sedangkan berdasarkan cara perhitungan Z-Score,
diperoleh istilah atau kategori status gizi yang berbeda
untuk beberapa indeks status gizi, namun penentuan
ambang batas yg sama.

Kategori status gizi berdasarkan cara perhitungan Z-Score










Ambang batas
Kategori Status Gizi Menurut jenis indeks
BB/U TB/U BB/TB
> + 2 SD BB Lebih TB Jangkung Gemuk
-2 SD s/d +2 SD BB Normal TB Normal Normal
-3 SD s/d <-2 SD BB Rendah TB Pendek Kurus
< -3 SD BB Sangat
Rendah
TB Sangat
pendek
Sangat Kurus
No Cara penyajian
nilai indeks
Kelebihan Kelemahan
1 Persen terhadap
median rujukan
Mudah dlm perhitungan Tidak dapat
digunakan u
menunjukkan
posisi anak scr
konsisten.
2 Z-Score terhdp
Z-Score
Nilai Z-Score antar umur dan
sex scr konsisten
menunjukkan posisi anak yg
sama dg sebaran nilai
rujukan. Nilai dpt sbg
pembandingan antar umur
maupun sex ( lebih konsisten
dlm menentux sasaran
tind.).
Hampir tdk ada
. Perhitungan
lebih rumit dari
persen ke
median tetapi
dapat dilakukan
scr manual dg
cepat.

G. Kelebihan dan kelemahan penyajian nilai indeks
antropometri
No Cara penyajian
nilai indeks
Kelebihan Kelemahan
3 Persentil
terhadap
Sebaran nilai
rujukan
Sama dengan cara
perhitungan Z-Score
Perhitungan rumit (bantu
computer), secara
manual maka
perhitungan
perhitungan nilai
persentil memakan
waktu lama. Dihitung
dua tahap (1)
menghitung nilai z-score
lebih dahulu (2)
menghitung nilai
persentil.
G. Kelebihan dan kelemahan penyajian nilai indeks
antropometri
TUGAS