Anda di halaman 1dari 18

1 | P a g e

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Manajemen kesehatan terutama keperawatan di Indonesia di masa depan perlu
mendapatkan prioritas utama dalam pengembangan keperawatan di masa depan. Hal ini
berkaitan dengan tuntutan profesi dan tuntutan global bahwa setiap perkembangan dan
perubah memerlukan pengelolaan secara profesional dengan memperhantikan setiap
perubahan yang terjadi di Indonesia. Perubahan tersebut sebagai dampak dari perubahan
sosial-politik-ekonomi, kependudukan serta perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi. Dari perubahan tersebut membawa implikasi terhadap perubahan sistem
pelayanan kesehatan/keperawatan dan sebagai tantangan bagi tenaga keperawatan
Indonesia dalam proses profesionalisasi. Salah satu sistem pelayanan keperawatan yang
setiap hari dilakukan oelh perawat yaitu berkomunikasi dengan orang lain baik itu pasien,
dokter maupun staff kesehatan lainnya.
Komunikasi merupakan unsur yang penting dalam aktivitas manajer keperawatan
dan sebagai bagian yang selalu ada dalam proses manajemen keperawatan. Tergantung
dimana posisi manajer dalam struktur organisasi. Berdasarkan hasil penelitian Swansburg
(1990), bahwa lebih dari 80% waktu yang digunakan manajer untuk berkomunikasi; 16%
untuk membaca; 9% untuk menulis. Pengembangan ketrampilan dalam komunikasi
merupakan kiat sukses bagi seorang manajer keperawatan.
Komunikasi dalam manajemen merupakan unsur yang sangat menentukan
suksesnya sebuah organisasi. komunikasi dalam suatu organisasi merupakan proses
pengiriman yang kompleks, meliputi komunikasi internal yang terjadi diantara orang-
orang yang berbeda didalam suatu organisasi. selain itu, organisasi juga melakukan
komunikasi eksternal dengan publik-publik eksternal yang berkaitan dengannya.
Komunikasi tersebut terjadi setiap hari dengan menggunakan berbagai media dan
memiliki tujuan. Oleh karena itu, komunikasi adalah sarana yang sangat efektif dalam
memudahkan perawat melaksanakan peran dan fungsinya dengan baik, khususnya
manajemen kesehatan.



2 | P a g e

1.2 Rumusan Masalah
Komunikasi merupakan elemen dasar dari interaksi manusia yang
memungkinkan seseorang untuk menetapkan, mempertahankan, dan meningkatakan
kontak dengan orang lain. Karena komunikasi dilakukan oleh seseorang setiap hari, orang
seringkali salah berfikir bahwa komunikasi adalah seseuatu yang mudah. Namun
sebenarnya komunikasi adalah proses kompleks yang melibatkan tingkah laku dan
hubungan serta memungkinkan individu berasosiasi dengan orang lain dan dengan
lingkungan sekitarnya.
Karena terlalu banyak waktu yang digunakan oleh manajer adalah untuk
komunikasi; mendengar dan berbicara, jadi jelas bahwa manajer harus mempunyai
ketrampilan komunikasi interpersonal yang baik. Manajer berkomunikasi dengan staf,
pasien, atasan setiap hari. Karena praktik keperawatan berorientasi pada
kelompok/hubungan interpersonal dalam mencapai suatu tujuan organisasi, maka untuk
menciptakan komitmen dan rasa kebersamaan perlu ditunjang ketrampilan manajer
dalam berkomunikasi.

1.3 Tujuan penulisan
Adapun tujuan penulisan makalah ini yaitu :
Menguraikan pentingnya komunikasi dalam manajemen kesehatan.
Menjelaskan arti dan model dari komunikasi dalam manajemen kesehatan.
Mengetahui proses aspek komunikasi dalam manajemen kesehatan.
Meningkatkan sistem pelayanan kesehatan dengan mengetahhui cara berkomunikasi
yang baik dalam manajemen kesehatan.

3 | P a g e

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Komunikasi
Istilah komunikasi (communication) berasal dari bahasa latin
communicatus yang artinya berbagi atau menjadi milik bersama. Dengan
demikian komunikasi menunjuk pada suatu upaya yang bertujuan berbagi untuk
mencapai kebersamaan.
Menurut Tappen (1995) mendefinisikan bahwa komunikasi adalah suatu
pertukaran pikiran, perasaan dan pendapat dan memberikan nasehat dimana
terjadi antara dua orang atau lebih bekerja bersama. Komunikasi juga merupakan
suatu seni untuk dapatnya menyusun dan menghantarkan suatu pesan dengan cara
yang gampang sehingga orang lain dapat mengerti dan menerima. Jadi,
komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi atau proses pemberian arti
sesuatu antara dua atau lebih orang dan lingkungannya bisa melalui simbol, tanda
atau perilaku yang umum, dan biasanya terjadi dua arah.

2.2 Komponen Dasar Komunikasi
Setiap orang terlibat dalam komunikasi, tetapi ada beberapa aspek yang
menentukannya, yang pertama adalah manusia yang mau didengar dan tipe kedua
dari komunikasi terjadi apabila seseorang mencari informasi yang diinginkan.
Unit dasar komunikasi terdiri dari seorang pengirim, seorang penerima,
dan sebuah pesan dalam sebuah konteks tertentu. Pengirim bermaksud mengirim
sebuah pesan tertentu tetpai bisa mengirim lebih banyak diluar kesadaran
langsungnya. Isi komunikasi yang tidak disadari atau tersembunyi merupakan
bagian integral dan penting dari keseluruhan. Pesan itu sendiri mungkin sejalan
dengan maksud yang disadari atau mungkin agak bervariasi dengan maksud
tersebut. Begitu pula penerima bisa menangkap apa yang dimaksudkan untuk
dikirim tetapi seringkali juga menerima lebih banyak dari yang dimaksudkan,
terutama komponen yang tidak disadari.

4 | P a g e

Ada tiga prinsip dasar untuk keberhasilan komunikasi :
1. Keberhasilan komunikasi mencakup pengirim, penerima, dan media.
2. Keberhasilan komunikasi terjadi apabila berita yang dikirim dapat diterima.
3. Keberhasilan manajer perawat dicapai, akan berhasil pula dalam komunikasi.

2.3 Proses Komunikasi
Komunikasi adalah suatu yang kompleks, banyak model yang
dipergunakan dalam menjelaskan bagaimana organisasi dan orang berkomunikasi.
Setiap komunikasi pasti adanya pengirim pesan dan penerima pesan. Pesan
tersebut dapat berupa verbal, tertulis, maupun nonverbal. Pada proses ini juga
melibatkan suatu lingkungan internal dan eksternal. Lingkungan internal meliputi
nilai-nilai, kepercayaan, temperamen, tingkat stres pengirim pesan, dan penerima
pesan. Sedangkan faktor eksternal meliputi keadaan cuaca, suhu, faktor kekuasaan
dan waktu.
Proses penyampaian pesan kesehatan oleh komunikator melalui saluran
atau media tertentu kepada komunikasi dengan tujuan untuk mendorong perilaku
manusia tercapainya kesejahteraan sebagai kekuatan yang mengarah ke keadaan
atau status sehat utuh secar fisik, mental, dan sosial.
Komunikasi adalah suatu hal yang kompleks yang meliputi simbol verbal
nonverbal dan pertukaran pesan antar individu. Komunikasi adalah suatu proses,
proses ini memungkinkan seseorang untuk mengirimkan pesan baik secara
sengaja maupun tidak sengaja. Seringkali orang mengirimkan atau menyampaikan
suatu pesan mengenai kepribadian atau gerakan tubuh tanpa menyadarinya.
Komunikasi adalah respon antara dua orang atau lebih ketika mereka mengirim
dan menerima stimuli dan pesan.






5 | P a g e
















Diagram Proses Komunikasi (Marquis & Huston, 1998 : 290)

2.4 Prinsip Komunikasi Manajer Keperawatan
Walaupun komunikasi dalam suatu organisasi adalah sangat kompleks,
manajer dapat melaksanakan komunikasi melalui beberapa tahap tersebut, yaitu :
a. Manajer harus mengerti struktur organisasi, termasuk pemahaman tentang
siapa yang akan terkena dampak dari pengambilan keputusan yang telah
dibuat. Oleh karena itu, jaringan komunikasi formal dan informal perlu
dibangun antara manajer dan staf.
b. Komunikasi bukan hanya sebagai perantara, akan tetapi sebagai bagian proses
yang tak terpisahkan dalam kebijaksanaan organisasi. Jika bagian lainnya
akan terkena dampak akibat komunikasi, manajer harus konsultasi tentang isi
komunikasi dan meminta umpan balik dari orang yang kompeten sebelum
melakukan suatu perubahan atau tindakan.
c. Komunikasi harus jelas, sederhana, dan tepat. Ciri khas perawat profesional
dimasa depan dalam memberikan pelayanan keperawatan harus dapat
Faktor eksternal
Tertulis
Verbal

Nonverbal
Faktor internal

Faktor eksternal
Komunikator
Pesan
Komunikan
Faktor internal
6 | P a g e

berkomunikasi secara lengkap, adequat, dan cepat. Profil perawat masa depan
yang terpenting adalah mampu berbicara dan menulis bahasa asing, minimal
bahasa Inggris.
d. Manajer harus meminta umpan balik apakah komunikasi dapat diterima
secara akurat. Salah satu cara untuk melakukannya pada proses ini adalah
bertanya kepada penerima pesan untuk mengulangi pesan atau instruksi yang
disampaikan.
e. Menjadi pendengar yang baik adalah komponen yang penting bagi manajer.
Hal yang perlu dilakukan adalah menerima semua informasi yang
disampaikan orang lain dan menunjukkan rasa menghargai dan ingin tahu
terhadap pesan yang disampaikan.

Empat prinsip dasar komunikasi menurut Watzlawick et al (1967), yaitu :
a. Seseorang tidak dapat tidak berkomunikasi. Semua perilaku mempunyai
sebuah pesan, sama seperti pembawa-pembawa pesan yang lebih jelas
lainnya, misalnya kata-kata atau sikap tubuh, tidak berkata atau bertindak
apapun itu sendiri sudah merupakan sebuah pesan.
b. Setiap komunikasi mempunyai sebuah isi dan aspek hubungan dimana yang
merekrutnya mengklasifikasikan yang sebelumnya dan karenanya adalah
sebuah komunikasi.
c. Semua hubungan komunikasi adalah simetris atau komplementer tergantung
pada apakah mereka didasarkan pada kesetaraan atau ketidaksetaraan.
d. Sebuah seri komunikasi dapat dilihat sebagai sebuah seri pembicaaran yang
tidak terputus. Tidak jelas yang mana awal dan akhir dari sebuah seri
pembicaraan.

2.5 Model Komunikasi dalam Manajemen Kesehatan
2.5.1 Komunikasi Tertulis
Komunikasi tertulis adalah bagian yang penting dalam organisasi. Dalam
mencapai setiap kebutuhan individu atau staf, setiap organisasi telah
mengembangkan metode penulisan dalam mengkomunikasikan pelaksanaan
7 | P a g e

pengelolaan, misalnya publikasi perusahaan, surat-menyurat ke staf, pembayaran,
dan jurnal. Manajer harus terlibat dalam komunikasi tertulis, khususnya kepada
stafnya.
Menurut Asosiasi Pendidikan Kesehatan di Amerika (1988) menyarankan
bahwa komunikasi tertulis dan memo dalam suatu organisasi meliputi :
a. Mengetahui apa yang ingin disampaikan sebelum memulai menulis.
b. Menulis nama orang dalam tulisan Anda perlu dipertimbangkan
dampaknya.
c. Gunakan kata aktif, dimana akan mempunyai pengaruh yang baik.
d. Tulis kata yang sederhana, familiar, spesifik dan nyata. Tulisan yang
sederhana akan lebih mudah dipahami dan memungkinkan untuk dibaca
orang lain.
e. Gunakan seminimal mungkin penggunaan kata-kata yang tidak penting.
f. Tulis kalimat dibawah 20 kata dan masukkan suatu ide setiap kalimat.
Tuliskan kalimat yang penting dan menjadi isu utama.
g. Berikan pembaca petunjuk; konsistensi penggunaan istilah dan pesan.
h. Atur isi pesan secara sistematis.
i. Gunakan paragraf untuk mempermudah membaca; untuk memo antara 8-
10 baris; dan untuk surat tidak lebih dari 6 baris setiap paragraf.
j. Jelas; fokus komunikasi didefinisikan secara jelas.

2.5.2 Komunikasi Secara Langsung
Manajer selalu mengadakan komunikasi verbal kepada atasan dan
bawahannya baik secara formal maupun informal. Mereka juga melakukan
komunikasi secara verbal pada pertemuan formal, baik kepada individu dalam
kelompok dan presentasi secara formal.
Tujuan komunikasi verbal adalah assertiveness. Perilaku asertif adalah
suatu cara komunikasi yang memberikan kesempatan individu untuk
mengekspresikan perasaannya secara langsung, jujur, dan cara yang sesuai tanpa
menyinggung perasaan orang lain yang diajak komunikasi.
8 | P a g e

Hal yang harus dihindari pada komunikasi secara asertif adalah pasif,
agresif khususnya agresif yang tidak langsung. Komunikasi pasif terjadi jika
individu tidak tertarik terhadap topik atau karena enggan berkomunikasi.
Komunikasi agresif terjadi jika individu merasa superior terhadap topik yang
dibicarakan.

2.5.3 Komunikasi Nonverbal
Komunikasi nonverbal adalah komunikasi dengan menggunakan ekspresi
wajah pergerakan tubuh, dan sikap tubuh atau body language. Menurut Arnold
dan Boggs (1989) karena komunikasi nonverbal meliputi komponen emosi
terhadap pesan yang diterima atau disampaikan, maka komunikasi nonverbal lebih
mengandung arti yang signifikan dibandingkan komunikasi verbal. Tetapi akan
menjadi sesuatu yang membahayakan jika komunikasi nonverbal diartikan salah
tanpa adanya penjelasan secara verbal.
Di bawah ini adalah kunci bagian komunikasi nonverbal yang dapat terjadi
tanpa atau dengan komunikasi verbal :
a. Lingkungan: tempat dimana komunikasi dilaksanakan merupakan bagian
penting pada proses komunikasi.
b. Penampilan: pemakaian pakaian, kosmetik, dan sesuatu yang menarik
merupakan bagian dari komunikasi verbal yang perlu diidentifikasikan.
c. Kontak mata atau pandangan: kontak mata memberikan makna terhadap
ketersediaan orang untuk berkomunikasi.
d. Postur tubuh dan gesture: bobot suatu pesan bisa ditunjukkan dengan
orang yang menunjukkan telunjuknya, berdiri atau duduk.
e. Ekspresi wajah: komunikasi yang efektif memerlukan suatu respon wajah
yang setuju terhadap pesan yang disampaikan.
f. Suara: intonasi, volume, dan refleksi. Cara tersebut menandakan bahwa
pesan dapat ditransfer dengan baik.

Manajer yang efektif akan melakukan komunikasi verbal dan nonverbal
supaya individu (atasan atau bawahan) akan dapat menerima pesan secara jelas.
9 | P a g e

2.5.4 Komunikasi Via Telepon
Pada era globalisasi ini, penggunaan telepon sudah menjadi suatu gaya
hidup dari masyarakat. Manajer disuatu organisasi sangat tergantung dalam
melakukan komunikasi dengan menggunakan telepon. Dengan kemudahan sarana
komunikasi tersebut, memungkinkan manajer untuk merespon setiap
perkembangan dan masalah dalam organisasi. Oleh karena itu, untuk menjaga
citra organisasi, manajer dan semua staf harus belajar dan sopan serta menghargai
setiap menjawab telepon.

2.6 Strategi Komunikasi dalam Praktek Keperawatan di Rumah Sakit
Dalam komunikasi terdapat tiga komponen yang harus menjadi perhatian
yang sama, yaitu struktur, budaya, dan teknologi. Struktur bertujuan untuk
mencapai status praktik komunikasi yang dapat direncanakan dan diterapkan oleh
kelompok kerja. Tetapi setiap struktur yang ada harus ada kelompok klinik yang
dirancang untuk pelaksanaan prinsip-prinsip asuhan keperawatan kepada pasien,
tampilan yang baik, dan dapat membantu dalam penyelesaian suatu masalah pada
organisasi.
Budaya dalam suatu organisasi bukan suatu yang mudah untuk dirubah
dalam waktu sesaat, tetapi kita percaya akan bekerja dalam lingkungan dan
individu yang mempunyai budaya yang berbeda. Keadaan ini penting pada proses
perubahan yang efektif.
Teknologi merupakan komponen ketiga dalam praktek komunikasi yang
efektif. Komunikasi interpersonal dan secara organisasi sering diperlakukan suatu
perantara yang disebut teknologi elektronik dan penggunaan media tersebut akan
sangat bermanfaat pada masa yang akan datang.






10 | P a g e






























Diagram Strategi Komunikasi yang Terbaik dalam Praktik Keperawatan (Walker,
Evans,and Robbson, 1996)
MISI ORGANISASI
(Terbaik dalam pelayanan,
pendidikan, dan penelitian)
Penampilan Praktek yang
Terbaik
TUJUAN :
Peningkatan struktur
kesehatan pasien dan
organisasi dalam
meningkatkan
kepuasan pasien dan
perawat
PENCAPAIAN :
Struktur
implementasi
fokus kepada
klien
Struktur strategi
manajemen
strategik dalam
implementasi
Struktur/ bagian
kolaboratif klinik
Penghargaan Komunikasi Brenchmarking Pendidikan
Struktur Budaya Teknologi
TUJUAN :
Fokus pada pasien dan
orang, nilai-nilai
budaya



PENCAPAIAN :
Survey kepuasan
staf
Strategi
manajemen
tentang nilai-nilai
Perkembangan
filosofi RS
TUJUAN :
Untuk mendukung
komunikasi dalam
pengambilan
keputusan dan
meningkatkan
kepuasan pasien &
staf

PENCAPAIAN :
Sistem
pembayaran
Jaringan dengan
mobile phone,
mata, dll
Forum CEO
Jurnal
11 | P a g e

2.7 Aspek Komunikasi dalam Manajemen Kesehatan
Komunikasi dalam manajemen merupakan unsur yang sangat menentukan
suksesnya sebuah organisasi. Beberapa aspek komunikasi dibawah ini belum
dapat perhatian manajer untuk lebih mengefektifkan kepemimpinannya :
a. Kurangi kesimpangsiuran arus informasi dalam organisasi. Kesatuan
komando dan kesatuan arah serta peningkatan koordinasi antar pimpinan
unit adalah upaya penting yang dapat dikembangkan oleh manajer utnuk
mengurangi hambatan komunikasi di dalam organisasi.
b. Sesuaikan isi pesan dengan pengalaman si penerima informasi. Pesan
yang jelas harus dikemas oleh sumber informasi. Mekanisme komunikasi
yang mudah diterima oleh staf harus disesuaikan dengan tingkat
pendidikan dan pengalaman staf.
c. Kembangkan sistem umpan balik. Laporan yang dibuat oleh staf harus
diberikan umpan balik oleh si penerima laporan atau didiskusikan materi
laporan tersebut dengan mereka sehingga timbul kesamaan persepsi antara
staf dengan pimipinan tentang suatu permasalahan dan cara
pemecahannya.
d. Penggunaan media seperti poster, radio, TV, dan sebagainya akan lebih
menunjang komunikasi. Media harus digunakan secara efektif.
e. Komunikasi langsung (tatap muka) antara pemimpin dan staf perlu
dikembangkan untuk menjalin hubungan antar manusia dan mengurangi
hambatan akibat perbedaan posisi.

Komunikasi yang berkembang dalam manajemen kesehatan harus
mengandung unsur 4C yaitu, singkat dan padat (concise), lengkap tentang jenis
informasi yang akan disampaikan (complete), jelas tentang hal-hal yang perlu
dikerjakan oleh staf (clear), dan juga mengandung tujuan yang jelas (concrete).
Penerapan unsur komunikasi didalam manajemen rumah sakit dapat dikaji
melalui pertemuan rutin, seperti rapat-rapat yang diadakan minimal sebulan sekali
oleh pimpinan RS bersama staf, pada saat dilakukan supervisi ke lapangan untuk
12 | P a g e

memantau pelaksanaan program dan berbagai bentuk pertemuan formal lainnya
untuk menggerakkan peran serta masyarakat.

2.8 Aplikasi Komunikasi dalam Asuhan Keperawatan
Komunikasi dalam praktek keperawatan profesional merupakan unsur
utama bagi perawat dalam melaksanakan asuhan keperawatan untuk mencapai
hasil yang optimal. Kegiatan keperawatan yang memerlukan komunikasi meliputi:
a. Interview/ Anamnesa
Anamnesa kepada pasien merupakan kegiatan yang selalu dilakukan oleh
perawat kepada pasien pada saat pelaksanaan asuhan keperawatan (proses
keperawatan). Interview adalah suatu komunikasi dengan tujuan tertentu untuk
memperoleh data tentang keadaan klien yang akan dipergunakan dalam
mendukung masalah yang dihadapi pasien dan melaksanakan tindakan secara
akurat.
Prinsip yang perlu diterapkan oleh perawat pada komunikasi ini adalah :
1. Hindari komunikasi yang terlalu formal atau tidak tepat. Ciptakan suasana
hangat, kekeluargaan.
2. Hindari interupsi. Komunikasi adalah suatu proses yang aktif yang
memerlukan suatu pertanyaan yang fokus dan perlu perhatian.
3. Hindari respon dengan kata hanya ya dan tidak. Respon tersebut akan
mengakibatkan tidak berjalannya komunikasi dengan baik.
4. Jangan memonopoli pembicaraan.
5. Hindari hambatan personal keberhasilan suatu komunikasi sangat
ditentukan oleh subjektifitas seseorang.

b. Komunikasi Melalui Komputer
Komputer merupakan suatu alat komunikasi cepat dan akurat pada
manajemen keperawatan saat ini. Penulisan data-data klien dalam komputer akan
mempermudah perawat lain dalam mengidentifikasi masalah pasien dan
memberikan intervensi yang akurat. Melalui komputer, informasi terbaru dapat
13 | P a g e

cepat didapatkan dengan menggunakan internet bila perawat mengalami kesulitan
dalam menangani masalah klien.

c. Komunikasi Tentang Kerahasiaan
Pasien yang masuk dalam sistem pelayanan kesehatan menyerahkan
rahasia dan rasa percaya kepada institusi. Perawat sering dihadapkan pada suatu
dilema dalam menyimpan rahasia pasien, disatu sisi dia membutuhkan informasi
dengan menghubungkan apa yang dikatakan klien dengan orang lain, dilain pihak
dia harus memegang janji untuk tidak menyampaikan informasi tersebut kepada
siapapun.

d. Komunikasi Melalui Sentuhan
Komunikasi melalui sentuhan kepada pasien merupakan metode dalam
mendekatkan hubungan antara pasien dan perawat. Tetapi yang perlu dicatat
dalam sentuhan tersebut adalah perbedaan jenis kelamin antara perawat dan
pasien. Dalam situasi ini perlu adanya suatu persetujuan.

e. Dokumentasi Sebagai Alat Komunikasi
Dokumentasi adalah salah satu alat yang sering digunakan dalam
komunikasi keperawatan dalam memvalidasi asuhan keperawatan, sarana
komunikasi antar tim kesehatan lainnya, dan merupakan dokumen dalam
pemberian asuhan keperawatan.
Keterampilan dokumentasi yang efektif memungkinkan perawat untuk
mengkomunikasikan kepada tenaga kesehatan lainnya dan menjelaskan apa yang
sudah, sedang, dan akan dikerjakan oleh perawat.

Manfaat komunikasi dalam pendokumentasian adalah :
1. Dapat digunakan ulang untuk keperluan yang bermanfaat.
2. Mengkomunikasikan kepada tenaga perawat lainnya dan tenaga kesehatan
apa yang sudah dan akan dilakukan kepada pasien,
3. Manfaat dan data pasien yang akurat dan dapat dicatat.
14 | P a g e

f. Komunikasi Perawat dan Tim Kesehatan Lainnya
Komunikasi yang baik akan meningkatkan hubungan profesional antara
perawat dan tim kesehatan lainnya. Pengembangan model praktik keperawatan
profesional merupakan sarana peningkatan komunikasi antar perawat dan tim
kesehatan lainnya. Komunikasi yang dimaksudkan disini adalah adanya suatu
kejelasan dalam pemberian informasi dari masing-masing individu sesuai dengan
kedudukannya.
























15 | P a g e

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN
- Komunikasi adalah suatu proses pertukaran informasi atau proses
pemberian arti sesuatu antara dua atau lebih orang dan lingkungannya bisa
melalui simbol, tanda atau perilaku yang umum, dan biasanya terjadi dua
arah.
- Komponen dasar komunikasi terdiri dari pengirim, pesan, dan penerima.
- Komunikasi menjadi penting dan perlu dipahami oleh perawat karena
merupakan tolak ukur dalam mutu pelayanan keperawatan. Rendahnya
komunikasi yang baik dan efektif dapat menyebabkan kesalahpahaman
dalam mempersepsikan yang berdampak pada tingginya konflik antar
tenaga kesehatan dan ketidakpuasan dari pelanggan baik internal (pemberi
pelayanan) maupun eksternal (penerima pelayanan). Yang pada akhirnya
menyebabkan rendahnya mutu pelayanan keperawatan yang diberikan.
- Komunikasi dalam manajemen kesehatan merupakan unsur yang sangat
penting dalam sistem pelayanan kesehatan khususnya perawat yang dapat
membentuk hubungan kerja dengan pasien secara baik.
- Komunikasi yang berhasil membutuhkan kesamaan antara pesan yang
dikirimkan oleh pengirim dengan pesan yang diterima oleh pendengar.
- Prinsip komunikasi dalam manajemen keperawatan yaitu manajer harus
mengerti struktur organisasi; komunikasi bukan hanya sebagai perantara,
akan tetapi sebagai bagian proses; komunikasi harus jelas, sederhana, dan
tepat; manajer harus meminta umpan balik; dan menjadi pendengar yang
baik.
- Model komunikasi dalam Manajemen kesehatan, terdiri dari komunikasi
tertulis, komunikasi secara langsung, komunikasi non-verbal, dan
komunikasi via telepon.
- Strategi komunikasi dalam praktik keperawatan di RS terdapat tiga
komponen: struktur, budaya, dan teknologi.
16 | P a g e

- Komunikasi yang berkembang dalam manajemen kesehatan harus
mengandung 4C yaitu concise, complete, clear,dan concrete.

3.2 SARAN
Setelah mempelajari makalah ini, diharapkan sistem pelayanan kesehatan
khususnya keperawatan, seorang perawat dapat berkomunikasi secara efektif
kepada pasien, staf, maupun tim kesehatan lainnya dan dapatkan meningkatkan
mutu pelayanan dalam manajemen keperawatan.























17 | P a g e

DAFTAR PUSTAKA

Ellis, Roger B. 1999. Komunikasi Interpersonal Dalam Keperawatan: Teori Dan
Praktik. EGC: Jakarta
Muninjaya, A.A.Gde. 2004. Manajemen Kesehatan Edisi 2. EGC: Jakarta
Nursalam. 2002. Manajemen Keperawatan: Aplikasi Dalam Praktik Keperawatan
Profesional. Salemba Medika: Jakarta
Potter dan Perry. 2006. Fundamental Keperawatan Volume 1. EGC: Jakarta
http: //www.komunikasikesehatan.com
http: //www.manajemenkesehatan.co.id
http: //mustikanurse.blogspot.com/2006/12/komunikasi-dlm-pelayanan-kep.html
Swanburg, Russel C. 2000. Pengantar Kepemimpinan Dan Manajemen
Keperawatan Untuk Perawat Klinis. EGC: Jakarta
www.manajemenkeperawatan.co.id



















18 | P a g e

JOB DESCRIPTION

No Nama NIM Tugas
1 Afni Yan Syah 0607101020033 Menulis isi makalah
2 Ellya Yulistina 0607101020013 Mencari bahan
3 Cut Jemala Sari 0607101060051 Meringkas bahan
4 Lilies Andriani 0607101060077 Mencari bahan
5 Maizul Fitriyani 0607101060013 Mencari bahan
6 Marisa Evi Sinurat 0607101020015 Mencari bahan
7 Luqman 0607101060007 Mengetik isi makalah
8 Dwi Rizkina Busa 0607101020063 Membuat power point
9 Nurmalina 0607101020085 Mencari bahan
10 Yulia Astuti 0607101020019 Meringkas bahan
11 Yuli trisnawati 0607101020035 Meringkas bahan
12 Eka novita 0407101020009 Mencari bahan
13 Afrizal Faisal 0607101020081 Presentator
14 Sri Icut Herleni 0407101020047 Mencari bahan
15 Isnaini Meringkas bahan
16 Ridwan Meringkas bahan
17 Rizal Fauzi Mencari bahan
18 Alpi Sri Rahmayana Mencari bahan

Anda mungkin juga menyukai