Anda di halaman 1dari 16

LAPORAN PRAKTIKUM

KIMIA ANALITIK
RESIN PENUKAR ION
NAMA : A.NUR AMALIA A.
NIM : H 311 05 015
KELOMPOK : I (SATU)
HARI/TGL PERC : RABU/7 NOVEMBER 2007
ASISTEN : NANANG HERMAWAN
LABORATORIUM KIMIA ANALITIK
URUSAN KIMIA
!AKULTAS MATEMATIKA "AN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS HASANU""IN
MAKASSAR
2007
BAB I
PEN"AHULUAN
1.1 L#$#% B&'#(#)*
Beraneka ragam bahan, organik dan anorganik, memperagakan perilaku
pertukaran ion, tetapi pada penelitian di laboratorium di mana keseragaman sangat
penting, pertukaran ion yang sangat disukai biasanya adalah bahan-bahan sintetis
yang dikenal sebagai resin pertukaran ion. Resin ini dibuat dengan memasukkan
gugus yang dapat diionisasi ke dalam matriks polimer organik, yang paling umum
adalah polistirena terhubung silang sebagai adsorben.
Resin penukar ion adalah suatu senyawa polimer tinggi organik dimana
terdapat gugusan-gugusan fungsional yang mengandung ion-ion yang dapat
ditukar. Kalau ion-ion yang dapat ditukar itu adalah kation, maka resin disebut
resin penukar kation (cation exchange resin). Kalau yang dapat ditukar adalah
anion, maka resin disebut resin penukar anion (anion exchange resin).
i dalam kolom resin dapat dilakukan penukaran ion-ion secara eki!alen
dan pemisahan ion-ion. alam resin polimer tersebut terdapat cross-linking
(hubungan silang) sehingga molekul resin itu memiliki konfigerasi tata "aring
(network configuration) tersebut ditentukan oleh persentase "enis polimer yang
ditambahkan.
Besarnya nilai kapasitas penukaran dari resin penukar ion bergantung pada
"umlah gugus ion yang dapat ditukarkan yang terkandung dalam setiap gram
bahan resin tersebut. #emakin besar "umlah gugus-gugus tersebut, semakin besar
pula nilai kapasitas penukarannya. Besarnya nilai kapasitas penukaran resin
penukar ion perlu diketahui untuk dapat memperkirakan berapa banyaknya resin
yang diperlukan dalam suatu analisa kimia.
alam percobaan ini akan dihitung kapasitas dari resin penukar kation.
$ntuk lebih memahami teori-teori yang ada, maka dilakukanlah percobaan ini.
1.2 M#(+,- -#) T,.,#) P&%/01##)
1.2.1 M#(+,- P&%/01##)
%aksud dilakukannya percobaan ini adalah untuk mengetahui dan
mempela"ari cara pemisahan suatu &at dengan menggunakan kromatografi resin
penukar ion.
1.2.2 T,.,#) P&%/01##)
'u"uan dilakukannya percobaan ini adalah untuk menentukan kapasitas
resin penukar ion (kation) owex () *-+,.
1.3 P%2)+23 P&%/01##)
%engaktifkan resin owex () *-+, dengan cara penambahan -.l dan
pengeringan pada suhu /))
)
.. Kemudian direaksikan dengan 0a
1
#2
3
sehingga
ter"adi pertukaran ion positif yaitu 0a
4
dan -
4
. Banyaknya ion -
4
yang
dipertukarkan (kapasitas resin) dapat diketahui dengan metode alkalimetri dimana
filtrat dititrasi dengan 0a2- dan bantuan indikator 55. 'itik akhir titrasi ditandai
dengan perubahan warna dari bening ke merah muda. Banyaknya !olume 0a2-
digunakan untuk menghitung kapasitas dari resin tersebut.
BAB II
TINAUAN PUSTAKA
%ungkin istilah logam berat sudah tak asing bagi para kimiawan. 'api tak
demikian dengan orang awam. %ungkin istilah logam berat masih terasa asing di
telinga mereka dan didefinisikan secara sederhana sa"a yaitu logam yang berat
(dalam artian ditimbang) seperti besi, ba"a, aluminium dan tembaga. 'erlepas dari
definisi di atas, biasanya dalam literatur kimia istilah 6logam berat7 digunakan
untuk memerikan logam-logam yang memiliki sifat toksisitas (racun) pada
makhluk hidup. %enyadari ancaman yang begitu besar dari pencemaran logam
berat, maka berbagai metode alternatif telah banyak digunakan seperti dengan
cara mengurangi konsentrasi logam berat yang akan dibuang ke perairan, tetapi
dalam "angka waktu yang lama, perlakuan tersebut dapat merusak lingkungan
akibat dari akumulasi logam berat yang tidak sebanding dengan masa 6recovery
(perbaikan)7 dari lingkungan itu sendiri. 'eknik yang lebih baik dari teknik di atas
adalah penetralan logam berat yang aktif men"adi senyawa yang kurang aktif
dengan menambahkan senyawa-senyawa tertentu, kemudian dilepas ke
lingkungan perairan, namun pembuangan logam berat non-aktif "uga men"adi
masalah karena dapat dengan mudah mengalami degradasi oleh lingkungan
men"adi senyawa yang dapat mencemari lingkungan. .ara lain adalah reverse
osmosis, elektrodialisis, ultrafiltrasi dan resin penukar ion. Reverse osmosis adalah
proses pemisahan logam berat oleh membran semipermeabel dengan
menggunakan perbedaan tekanan luar dengan tekanan osmotik dari limbah,
kerugian sistem ini adalah biaya yang mahal sehingga sulit ter"angkau oleh
industri di 8ndonesia. 'eknik elektrodialisis menggunakan membran ion selektif
permeabel berdasarkan perbedaan potensial antara 1 elektroda yang menyebabkan
perpindahan kation dan anion, "uga menimbulkan kerugian yakni terbentuknya
senyawa logam-hidroksi yang menutupi membran, sedangkan melalui ultrafiltrasi
yaitu penyaringan dengan tekanan tinggi melalui membran berpori, "uga
merugikan karena menimbulkan banyak sludge (lumpur). Resin penukar ion
berprinsip pada gaya elektrostatik di mana ion yang terdapat pada resin ditukar
oleh ion logam dari limbah, kerugian metode ini adalah biaya yang besar dan
menimbulkan ion yang ter-remove sebagian (9nonim, 1)):).
i tahun /;<( 9dam dan -olmes membuat resin sintesis pertama dan
hasil kondensasi asam sulfonat fenol dengan formaldehid. #emua resin-resin ini
memiliki gugus reaktif =2-, -.22-, --#2
<
sebagai pusat-pusat pertukaran.
>ugusan fungsional asam (atau basa) suatu resin penukar ditempati oleh ion-ion
dengan muatan berlawanan. 8on yang stabil adalah -
4
pada penukar kation. Resin
adalah gugusan sulfonat atau amina kuartener adalah terionisasi kuat, tidak larut
dan sangat reaktif. Resin-resin demikian dengan gugusan terionisasi kuat seperti
-#2
<
, R
<
0- disebut sebagai penukar kuat, sedangkan ion yang terionisasi secara
parsial seperti .22-, -2-, dan =0-
1
dikenal sebagai resin penukar yang lemah.
'ingkat ionisasinya dapat diketahui dengan menitrasi resin dengan menggunakan
basa (Khopkar, /;;)).
Berdasarkan pada keberadaan gugusan labilnya, resin penukar ion dapat
secara luas diklasifikasikan dalam empat golongan, yaitu (Khopkar, /;;))?
/. Resin penukar kation bersifat asam kuat (mengandung gugusan =-#2
<
).
1. Resin penukar kation bersifat asam lemah (mengandung gugusan =.22-).
<. Resin penukar anion bersifat basa kuat (mengandung gugusan amina tersier
atau kuarterner).
3. Resin penukar anion bersifat basa lemah (mengandung 2- sebagai gugusan
labil)
Resin penukar ion adalah suatu senyawa polimer tinggi organik dimana
terdapat gugusan-gugusan fungsional yang mengandung ion-ion yang dapat
ditukar. Kalau ion-ion yang dapat ditukar itu adalah kation, maka resin disebut
resin penukar kation (cation exchange resin). Kalau yang ditukar adalah anion,
maka resin disebut resin penukar anion (anion exchange resin) (@iong, 1))().
9dapun gambar resin adalah sebagai berikut (9nonim, 1)):) ?
8stilah pertukaran ion secara umum diartikan orang sebagai pertukaran dari
ion-ion yang bertanda muatan (listrik) sama, antara suatu larutan dan suatu bahan
serta sangat tak dapat larut, dengan mana larutan itu bersentuhan. Aat padat itu
pertukaran ion tentu sa"a harus memiliki ion-ionnya sendiri. 5ertukaran dapat
berlangsung cukup cepat dan ekstensif sehingga mempunyai nilai praktis, &at
padat harus mempunyai struktur molekular yang terbuka dan permeabel (dapat
ditembusi) sehingga ion-ion dan molekul-molekul pelarut dapat bergerak keluar
masuk dengan bebas (Basset dkk, /;;3).
"A!TAR PUSTAKA
9nonim, 1)):, Bioremoval, Metode Alternatif Untuk Menanggulangi
Pencemaran Logam Berat, (2nline) http?BBwww.google.comBscienceBhtml
tanggal /)-//-1)):, pukul 1/.<) *ita.
Basset, C., enney, R. .., dan %endham, >. -., /;;3, Vogel Kimia Analisis
Kuantitatif Anorganik, Buku Kedokteran D>., Cakarta.
Khopkar, R. 9., /;;), Konsep Dasar Kimia Analitik, $ni!ersitas 8ndonesia,
Cakarta.
@iong #., 1)):, Penuntun Praktikum Kimia Analitik, Curusan Kimia E%859
$0-9#, %akassar.
BAB III
METO"E PERCOBAAN
3.1 B#4#)
Bahan-bahan yang digunakan dalam percobaan ini diantaranya ialah
larutan 0a
1
#2
3
./)-
1
2 ),1( %, larutan 0a2- ),/ 0, resin penukar kation (dowex
()*+,), indikator 55 /F, -.l / 0, kertas saring *hatman, aGuadest, aluminium
foil, dan tissue roll.
3.2 A'#$
9lat-alat yang digunakan dalam percobaan ini diantaranya ialah gelas
kimia /)) m@, Drlenmeyer 1() m@, magnetic stirrer dan bar, batang pengaduk,
pipet tetes, statif 4 klem, labu semprot, buret () m@, kaca arlo"i, tanur, cawan
penguap(porselein), neraca analitik, gelas ukur () m@, desikator, sendok tanduk,
dan corong kaca.
3.3 P%0+&-,% K&%.#

- itentukan kapasitas resin.
- itambahkan -.l
- idiamkan selama /3 "am
- isaring
- ikeringkan dalam tanur
selama / "am pada suhu /))
)
..
- idinginkan dalam
desikator
Resin 9ktif kering
- itimbang sebanyak ),()/( g
- itambahkan larutan %g#2
3
./)
-
1
2 di dalam Drlenmeyer
- iaduk dengan magnetic stirrer
selama satu "am
- isaring
- itambahkan
indikator
55 / F < tetes
- ititrasi dengan
0a2- ),/ 0 sampai
larutan berubah dari
bening ke ungu
Dfluen (pelarut)
Resin 9ktif basah
Resin owex
()*+(,
Resin Dfluen
Holume 0a2-
BAB IV
HASIL "AN PEMBAHASAN
5.1 H#+2' P&)*#6#$#)
%olaritas 0a2- (a) I ),/ %
Berat resin (*) I ),()/( g
Holume 0a2- (H) I ;,; m@
5.2 P&%42$,)*#)
. I

V ! a
I
g
mL ! M
()/( , )
; , ; / , )
I /,;:
g
mmol
imana?
. I Kapasitas resin penukar ion
a I %olaritas 0a2-
H I Holume 0a2-
* I Berat resin
5.3 R&#(+2
1Res#2
<
-
-
4
4 0a
1
#2
3
./)-
1
2 1Res#2
<
-
0a
4
4 -
1
#2
3
./)-
1
2
-
1
#2
3
./)-
1
2 4 10a2- 0a
1
#2
3
./)-
1
2 4 1-
1
2
5.5 P&61#4#+#)
Kromatografi melibatkan pemisahan terhadap campuran berdasarkan
perbedaan-perbedaan tertentu yang dimiliki oleh senyawanya. 5erbedaan yang
dapat dimanfaatkan meliputi kelarutan dalam berbagai pelarut serta sifat polar.
Kromatografi biasanya terdiri dari fase diam (fase stasioner) dan fase gerak (fase
mobil). Ease gerak membawa komponen suatu campuran melalui fase diam, dan
fase diam akan berikatan dengan komponen tersebut dengan afinitas yang
berbeda-beda. Cenis kromatografi yang berlainan bergantung pada perbedaan "enis
fase, namun semua "enis kromatografi tersebut berdasar pada asas yang sama.
Kromatografi dapat digunakan sebagai alat analitik untuk memantau reaksi atau
untuk mengenali hasil reaksi. Kromatografi "uga dapat digunakan sebagai alat
sintesis untuk memurnikan se"umlah besar &at. 9nekaragaman bahan, alamiah
maupun sintetik, organik maupun anorganik, memperagakan perilaku pertukaran
ion, namun dalam laboratorium penelitian, dimana keseragaman dipentingkan,
penukar ion yang disukai biasanya adalah bahan sintetik yang dikenal sebagai
resin pertukaran ion. Resin-resin itu disiapkan dengan memasukkan gugus-gugus
terionkan ke dalam suatu matriks polimer organik, yang paling la&im diantaranya
adalah polistrena hubungan silang yang diatas diperikan sebagai absorben.
Kromatografi terdiri dari 1 "enis yaitu kromatografi padat dan cair. 5ada
kromatografi cair terbagi atas cair (kromatografi partisi pada kolom silika gel dan
kromatografi kertas) dan gas (kromatografi gas-cair atau >@.) sedangkan
kromatografi padat terbagi atas cair (kromatografi asli 'swett, dengan larutan
petroleumeter dan kolom .a.2
<
serta kromatografi penukar ion) dan gas
(kromatografi gas-padat, atau >#.). 5ercobaan ini menggunakan kromatografi
yang ber"enis kromatografi penukar ion. 8stilah pertukaran ion secara umum
diartikan orang sebagai pertukaran dari ion-ion yang bertanda muatan (listrik)
sama, antara suatu larutan dan suatu bahan serta sangat tak dapat larut, dengan
mana larutan itu bersentuhan. Aat padat itu pertukaran ion tentu sa"a harus
memiliki ion-ionnya sendiri. 5ertukaran dapat berlangsung cukup cepat dan
ekstensif sehingga mempunyai nilai praktis, &at padat harus mempunyai struktur
molekular yang terbuka dan permeabel (dapat ditembusi) sehingga ion-ion dan
molekul-molekul pelarut dapat bergerak keluar masuk dengan bebas
5ada percobaan ini, resin yang ditukar adalah kation, sehingga disebut
resin penukar kation. alam hal ini, resin yang digunakan ialah dowex ()*+,.
Cenis resin ini J,F terhubung-silangK, yang artinya memiliki kandungan
di!inilben&ena ,F. Resin ini termasuk resin penukar kation yang bersifat asam
kuat yang mengandung gugus =-#2
<
-
atau sulfonat. Resin ini diproduksi dalam
bentuk manik-manik bulat, biasanya berdiameter ),/ sampai ),( mm, meskipun
ukuran yang lain "uga tersedia.
Resin penukar kation, owex ()*+,, awalnya direndam dalam larutan
-.l / %, kemudian didiamkan selama /3 "am. Resin harus direndam(diaktifkan)
agar kapasitas resin yang digunakan dapat meningkat. -al ini dilakukan untuk
membuat resin berada dalam bentuk hidrogennya. Resin tersebut lalu disaring dan
dimasukkan ke dalam tanur selama sekitar / "am pada suhu /)) .. 5engeringan
dilakukan untuk mengaktifkan resin dan menghilangkan kadar airnya. 5engaktifan
resin dilakukan untuk mengaktifkan pori-pori yang telah "enuh. 5engeringan resin
di bawah suhu /)) . dapat mengakibatkan resin aktif dalam waktu yang lama
padahal resin akan digunakan, dan saat resinnya digunakan kemungkinan masih
mengandung air. 9danya air yang terikat pada suatu resin sangat mempengaruhi
besarnya kapasitas resin. #emakin banyak air yang terikat dalam resin, maka
kapasitas resin tersebut akan berkurang. 2leh karena itu, kadar resin dalam air
harus dikontrol. 5engeringan di atas /)) . bisa mengakibatkan resin rusak akibat
retaknya manik-manik resin karena suhu pengeringan yang terlalu tinggi.
5enambahan 0a
1
#2
3
berfungsi sebagai garam yang bertukar protonnya. @arutan
ini berperan sebagai sampel yang mengandung kation yang akan dipertukarkan
dengan resin yang mengandung kation yang dapat ditukar, dimana kedudukan -
4
dalam reaksi digantikan oleh 0a
4
sehingga terbentuk -
1
#2
3
. 5ertukaran ini ter"adi
pada saat pengadukan larutan resin dengan menggunakan magnetic stirrer, agar air
masuk ke dalam resin sehingga ter"adi gesekan antara ion resin dengan larutan
0a
1
#2
3
./)-
1
2. #etelah pengadukan, larutan ditetesi dengan indikator 55.
8ndikator 55 berperan sebagai larutan petun"uk yang mengindikasikan tercapainya
titik akhir dari titrasi. 'ercapainya titik akhir titrasi ditandai dengan adanya
perubahan warna dari bening men"adi merah muda dalam suasana basa. Aat
peniter yang digunakan adalah larutan 0a2-, yang merupakan larutan peniter
bersifat basa. 5ercobaan ini dilakukan metode alkalimetri dimana larutan asam
dititrasi dengan larutan basa dan digunakan larutan 0a2- yang telah dibakukan
sebagai penitrasi dalam penentuan kapasitas resin yaitu mengetahui banyaknya
ion -
4
yang dipertukarkan.
ari hasil pengamatan dengan berat resin ),()/( gram dan !olume 0a2-
;,; m@, diperoleh nilai kapasitas resin penukar kation sebesar /,;:
g
mmol
. -al
ini menun"ukkan bahwa ada sekitar /,;: mmol eki!alen larutan natrium yang
dipertukarkan oleh ),()/( gram resin kering dalam bentuk hidrogennya. #emakin
besar nilai kapasitas resin maka semakin banyak gugus yang dapat dipertukarkan
dengan resin. Cumlah tersebut tidak berbeda "auh bila dibandingkan dengan
literatur yaitu nilai kapasitas resin penukar kation adalah /,: sampai 1,) mekBm@.
BAB V
KESIMPULAN "AN SARAN
5.1 K&+263,'#)
ari percobaan yang telah dilakukan, dapat ditarik kesimpulan bahwa
kapasitas resin penukar kation owex ()*-+, adalah sebesar /,;:
g
mmol
.
5.2 S#%#)
#ebaiknya dilakukan "uga percobaan dengan menggunakan resin penukar
anion.
LEMBAR PENGESAHAN
M#(#++#%7 12 N08&61&% 2007
A+2+$&) P%#($2(#)
( NANANG HERMAWAN ) ( A. NUR AMALIA )

Anda mungkin juga menyukai