Anda di halaman 1dari 16

Oleh :

Rully Iswanto Muh. Qayyum Kamarna


Christmas Sinta Muh Yusuf
Santi Mulia Ismunandar Muin

PENGERTIAN
PENDIDIKAN
PENGERTIAN
PENDIDIKAN
Pengertian pendidikan dapat kita tinjau dari kata
pembentuknya. Kata pendidikan berasal dari kata 'didik' yang
berarti proses atau perbuatan mendidik.
Pendidikan juga dapat diartikan sebagai proses pengubahan
sikap dan tata laku seseorang atau kelompok orang dalam
usaha mendewasakan manusia melalui upaya pengajaran dan
pelatihan.

PENDIDIKAN MENURUT
BEBERAPA AHLI
Pendidikan Menurut = UU Sisdiknas
Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan
suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik
secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan
dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.

Menurut Ki Hajar Dewantara (Bapak Pendidikan Nasional
Indonesia)
Menjelaskan tentang pengertian pendidikan yaitu: Pendidikan
yaitu tuntutan di dalam hidup tumbuhnya anak-anak, adapun
maksudnya, pendidikan yaitu menuntun segala kekuatan
kodrat yang ada pada anak-anak itu, agar mereka sebagai
manusia dan sebagai anggota masyarakat dapatlah mencapai
keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya.

SELAMAT
DATANG
Teori pendidikan klasik berlandaskan pada
filsafat klasik, yang memandang bahwa
pendidikan berfungsi sebagai upaya
memelihara, mengawetkan dan meneruskan
warisan budaya. Teori pendidikan ini lebih
menekankan peranan isi pendidikan dari
pada prosesnya

Apa itu teori pendidikan Klasik ??

Nenek
Ayah
Anak
Dan keturunan
seterusnya
Ada 4 teori yang terdapat dalam teori pendidikan klasik ini,
yaitu :
Empirisme
Nativisme
Naturalisme
Konvergensi

Teori - teori yang terdapat dalam ilmu
pendidikan klasik
Faktor Genetik
Faktor kemampuan anak
Faktor pertumbuhan anak

Faktor Perkembangan Manusia Dalam
Teori Nativisme
Next naturalise
Tujuan nativisme klik disini

Mampu memunculkan bakat yang dimiliki
Mendorong manusia mewujudkan diri yang berkompetensi
Mendorong manusia dalam menetukan pilihan
Mendorong manusia untuk mengembangkan potensi dari
dalam diri seseorang
Mendorong manusia mengenali bakat minat yang dimiliki

Tujuan teori Nativisme
Next naturalise
Emperisme Nativismea Naturalisme Konvergensi
yang mementingkan stimulasi ekternal dalam
perkembangan manusia, dan menyatakan bahwa
perkembangan anak tergantung kepada
lingkungan, sedangkan pembawaan tidak
dipentingkan. Pengalaman yang diperoleh anak
dalam kehidupan sehari-hari di dapat dari dunia
sekitarnya yang berupa stimulan-stimulan

Empirisme
Emperisme Nativismea Naturalisme Konvergensi
yang menekankan kemampuan dalam diri anak,
sehingga faktor lingkungan, termasuk faktor
pendidikan kurang berpengaruh terhadap
perkembangan anak. Hasil perkembangan
tersebut ditentukan oleh pembawaan yang
sudah diperoleh sejak lahir.
3 Faktor perkembangan teori nativisme
Nativisme
Emperisme Nativismea Naturalisme Konvergensi
(JJ. Rousseau 1712-1778). berpendapat
bahwa semua anak yang baru dilahirkan
mempunyai pembawaan buruk. Pembawaan
baik anak akan menjadi rusak karena
dipengaruhi oleh lingkungan

Naturalisme
Emperisme Nativismea Naturalisme Konvergensi
William Stern (1871-1939), berpendapat
bahwa seorang anak dilahirkan ke dunia ini
sudah disertai pembawaan baik maupun
pembawaan baik, Penganut aliran ini
berpendapat bahwa Bakat yang dibawa pada
waktu anak dilahirkan tidak akan berkembang
dengan baik tanpa adanya dukungan
lingkungan yang baik sesuai dengan
perkembangan bakat itu.
Konvergensi
Emperisme Nativismea Naturalisme Konvergensi
SEKIAN ..
Terima Kasih
Wila. Faktor perkembangan pada teori nativisme, pada paktor.

K, evi. 4 teori pendidikan klasik, contoh.

Rico. Empirisme, mementingkan stimlus, contohnhya.

Rika. Tujuan teori nativisme pada poin ke 5

Andika. Yang menekankan faktor pada anak kuarng berpengaruh pada anak

Cut, sapa yang pelopornya pada teori pendidikan klasik ini

Devi, faktor genetik

Rika. Isi dari pada prosesnya.

Beni. Paktor pertumbuhan anak,