Anda di halaman 1dari 5

A.

Pengertian
Nutrien adalah semua unsur dan senyawa yang dibutuhkan oleh
tumbuh tumbuhan melalui proses fotosintesis dan berada dalam material
organic. Nutrien sendiri dibagi menjadi 2 yaitu :
Makronutrien adalah nutrient yang tersebar dilautan dan konsentrasinya melebihi
1 ppm dengankata lain nutrient jenis ini melimpah dilautan. Contoh : C, N, P, O, Si,
Mg, K, Na.
Mikronutrien adalah nutrient yang tersebar dilaut dan konsentrasinya kurang dari 1
ppm dengan kata lain nutrient jenis ini penyebrannya terbatas atau sedikit
dilaut. Contoh : Fe,Cu, Mn, Ze.
Senyawa Fe dibutuhan oleh makhluk hidup namun jika berlebihan
mengakibatkan blooming alga. Elemen makro esensial adalah C. Elemen mikro
esensial adalaha N, P, Si. Fitoplankton mendapatkan nutrien dari air laut yang sudah
mengandung nutrien yang cukup lengkap. Namun pertumbuhan fitoplankton dengan
kultur dapat mencapai optimum dengan mencampurkan air laut dengan nutrien yang
tidak terkandung dalam air laut tersebut. Nutrien tersebut dibagi menjadi
makronutrien dan mikronutrien, makronutrien meliputi nitrat dan fosfat.
Makronutrien yang berupa nitrat dan fospat merupakan pupuk dasar yang
mempengaruhi pertumbuhan fitoplankton. Nitrat adalah sumber nitrogen yang
penting bagi fitoplankton baik di air laut maupun di air tawar. Bentuk kombinasi lain
dari nitrogen seperti amonia, nitrit, dan senyawa organik dapat dapat digunakan
apabila kekurangan nitrat. Mikronutrien organik merupakan kombinasi dari beberapa
vitamin yang berbeda-beda. Vitamin tersebut antara lain B12, B1 dan Biotin.
Mikronutrien tersebut digunakan fitoplankton untuk berfotosintesis Disamping
cahaya, fitoplankton juga sangat tergantung dengan ketersediaan nutrisi untuk
pertumbuhannya. Nutrisi-nutrisi ini terutama makronutrisi
seperti nitrat, fosfat atau asam silikat, yang ketersediaannya diatur oleh
kesetimbangan antara mekanisme yang disebut pompa biologis dan upwelling pada
air bernutrisi tinggi dan dalam. Akan tetapi, pada beberapa tempat di Samudra Dunia
seperti di Samudra bagian Selatan, fitoplankton juga dipengaruhi oleh ketersediaan
mironutrisi besi.
Dalam daur fosfor, banyak interaksi yang terjadi antara tumbuh-tumbuhan dan
hewan, antara senyawa organik dan anorganik, dan antara kolom air dan permukaan
serta substrat. Misalnya, beberapa jenis hewan membebaskan sejumlah besar fosfor
terlarut dalam kotorannya. Fosfor ini kemudian terlarut dalam air sehingga tersedia
bagi tumbuh-tumbuhan. Sebagian senyawa fosfat anorganik mengendap sebagai
mineral ke dasar laut.
B. Siklus Makro Nutrien (N dan P)
Daur bahan organik di laut sama degan daur organik di lingkungan air tawar
dan di darat. Karbon bersama-sama dengan zat hara seperti fosfor dan nitrogen
melalui proses fotosintesis menghasilkan jaringan tumbuh-tumbuhan yang menjadi
makanan hewan. Keduanya akan menghasilkan zat organik jika mereka mati. Jika
mereka membusuk maka akan dihasilkan bahan mentah untuk memulai daur organik
lagi. Berikut merupakan daur dari Fosfor dan Nitrogen :

Dalam daur fosfor, banyak interaksi yang terjadi antara tumbuh-tumbuhan dan
hewan, antara senyawa organik dan anorganik, dan antara kolom air dan permukaan
serta substrat. Misalnya, beberapa jenis hewan membebaskan sejumlah besar fosfor
terlarut dalam kotorannya. Fosfor ini kemudian terlarut dalam air sehingga tersedia
bagi tumbuh-tumbuhan. Sebagian senyawa fosfat anorganik mengendap sebagai
mineral ke dasar laut.

iklus Nutrien Utama
Siklus-siklus dari banyak nutrien sangat erat terkait secara kimiawi dan biologis. Hal
ini terutama terjadi padasiklus nutrian, dinamika nutrien dan sulfur.
1. Siklus Nutrien
Arus energi utama yang membantu membentuk kondisi pada permukaan
Bumi berasal dari ruang angkasa' dan ketika pekerjaan energi di bumi tersebut
sudah selesai, ia kembali keruang angkasa. Oleh sebab itu, berkaitan dengan
energi, Bumi merupakan sebuah sistem yang terbuka. Tetapi, berkaitan
dengan sumbangan kimia, Bumi merupakan sebuah sistem tertutup. Yakni,
jumlah karbon, hidrogen, oksigen, besi, emas,dan unsur-unsur lainnya di
dalam sistem planet-atmosfir tidak berubah dalam perjalanan waktu, tanah
kimiawi dan distribusi fisik dari unsur-unsur ini bisa dan memang berubah-
ubah, tetapi pada dasarnya tidak ada yang memasuki dan tidak ada yang
meninggalkan sistem tersebut. Unsur-unsur di dalam sistem tertutup ini yang
penting untuk kehidupan disebut Nutrient.
2. Dinamika siklus nutrien
Langkah-langkah yang membentuk semua siklus nutrienmelibatkan dua
proses dasar: perpindahan fisik dan transformasi kimiawi.
Agen-agen utama dari perpindahan fisik:
1. Siklus hidrologis, termasuk penguapan dan hujan serta aliran
sungai, air bawah tanah, dan es,
2. Angina,
3. Arus lautan,dan
4. Gerakan geologis, khususnya gerakan ke atas dan ke bawah
pada perbatasan lempeng-lempeng tektonik dan peninggian geologis
pada benua-benua.
Agen perpindahan fisik kelima yang penting dalam beberapa keadaan adalah
gerakan organisme. Misalnya, burung-burung pemakan ikan yang menimbun
kotorannya di daratan memberikan jalan penting dengannya nitrogen dan
fosfor ditransfer dari laut ke daratan. Ikan-ikan seperti salmon, yang sebagian
besar mencair makan di laut tetapi bermigrasi naik kesungai air tawar untuk
bertelur dan mati, melakukan fungsi yang sama, sebagaimana ikan yang
ditangkap di lautan dikonsumsi oleh manusia yang tinggal di daratan.
NUTRIEN LAIN
Nutrien atau hara adalah unsur atau senyawa kimia yang digunakan
untuk metabolisme atau fisiologiorganisme. Nutrien biasanya dikategorikan menjadi
nutrien yang menyediakan energi dan yang digunakan sebagai komponen untuk tubuh
atau struktur sel. Suatu nutrien disebut esensial bagi organisme jika zat tersebut tidak
dapatdisintesis oleh organisme dan harus dipenuhi dari sumber makanan.
Nutrien bisa dibagi ke dalam tiga kategori: 4 zat kimiawi pembentuk benda hidup
(karbon, oksigen, hidropogen, nitrogen); 7 makronutrien, darinya kuantitas yang lebih
kecil namun signifikan diperlukan bagi kehidupan dan 13 mikronutrien, atau trace
elements, darinya kuantitas yang kecil, terdapat banyak fungsi-fungsi yang sangat
penting. Kecocokan lingkungan bumi atau air untuk mendukung kehidupan
tergantung pada ketersediaan nutrien dalam bentuk dan jumlah yang tepat.
Proses-proses yang mengatur ketersediaan ini (atau kekurangannya) secara
kolektif dikenal sebagai siklus nutrien,karena cara di mana sediaan dasar materi fisik
berubah secara siklis melalui bagian-bagian yang hidup dan yang tidak hidup dari
dunia fisik. Siklus ini mendukung kehidupan tidak hanya dengan membuat nutrien-
nutrien terus-menerus tersedia dengan katalain, dengan menjaga fertilitaslingkungan
melainkan dengan membatasi akumulasi material dalam jumlah, bentuk, dan tempat
di mana hal itu akan menghancurkan organisme. pentinglah untuk mengenali dalam
hal ini bahwa unsur-unsur dan senyawa-senyawa yang sama dalam konsentrasi
tertentu sering bersifat toksit (beracun)bagi beberapa organisme, atau bahkan untuk
organisme yang sama dalam konsentrasi yang lebih tinggi. Misalnya, molekul
oksigen (O2) bersifat toksit bagi organisme anaerobik dan, pada konsentrasi yang
cukup tinggi, bahkan bagi mamalia.
Amonia (NH3) merupakan sumber nutrient nitrogen yang penting bagi banyak
tanaman tetapi bersifat toksit bagi orang. Hidrogen sulfida (H2S) merupkan nutrien
bagi tipe-tipe bakteri tertentu tetapi sangat toksit bagi mamalia.