P. 1
Biogeografi

Biogeografi

|Views: 1,351|Likes:
Dipublikasikan oleh cHuAz TeeKaa

More info:

Published by: cHuAz TeeKaa on Nov 07, 2009
Hak Cipta:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as PPT, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/22/2013

pdf

text

original

Biogeography

Pendahuluan Daerah tropis lebih kaya Sejarah bumi Skala waktu geologik Perubahan posisi daratan Katastropi Proses pengaturan biodiversitas

Pendahuluan

Kita tidak akan dapat mempelajari struktur dan komposisi suatu komunitas yang hidup di suatu habitat tanpa mengetahui aspek geografisnya. Proses adaptasi suatu spesies terhadap perubahan kondisi habitat juga merupakan proses sejarah yang dialami populasi dalam beberapa generasi. Kita tidak dapat mengerti adaptasi suatu organisme tanpa mengetahui lingkungan tempat mereka dulu hidup dan nenek moyangnya.

Pendahuluan

Data dari fosil menunjukkan selama 600 miliar tahun yang lalu, diversitas di bumi terlihat:  konstant pada kelompok invertebrata,  meningkat pada kelompok ikan, burung, mamalia (binatang laut) dan tumbuhan berbunga (didaratan).  menurun pada tumbuhan tidak berbunga

Daerah tropis lebih kaya

A.R.Wallace 1878: mengemukakan time hypothesis untuk menjelaskan kekayaan spesies di daerah tropis. Dengan dalih daerah tropis muncul lebih dulu daripada daerah dingin. Hal ini memberi peluang untuk terjadinya proses evolusi. Pendapat ini diperjelas lagi oleh temuan Darwin dengan teorinya : natural selection.

Daerah tropis lebih kaya

Di daerah tropis, kondisi berkelanjutan sepanjang masa, membuat masih terpeliharaannya kehidupan dulu dan sekarang maka nenek moyang lebih banyak ditemukan disini. Sementara di daerah dingin secara berkala terjadi kerusakan alam yang mengakibatkan punahnya beberapa kehidupan.

Daerah tropis lebih kaya

Daerah tropis merupakan daerah terluas dibumi termasuk daratan dan lautanya dibandingkan dengan daerah temperate dan arctic. Maka tropis lebih memungkinkan untuk dihuni oleh lebih banyak organisme. Iklim di daerah tropis hangat memberi peluang untuk perkembangan bahan bahan organik. Pada 2 milliar tahun yang lalu daerah temperate dan arctic tertutup es yang mengakibatkan beberapa habitat lenyap.

Sejarah bumi

Bumi berubah dan menata perkembangan komunitas biologi. Dalam beberapa miliar tahun, sejarah bumi memperlihatkan bahwa organisme merupakan saksi atas kejadian / perubahan iklim, kondisi fisik, mengaturan ulang daratan, samudra, evolusi, dampak katastropi.

Sejarah bumi

Sejarah perubahan lingkungan ini tercatat pada fosil. Terlihat ketidak seragaman penyebaran / distribusi tumbuhan dan binatang di permukaan bumi. Seperti benua australia memiliki beberapa binatang dan tumbuhan unik karena terisolasi dari daratan. Setiap tempat di bumi memiliki ke khas tumbuhan dan binatang, bahkan dibeberapa habitat di laut pun dihuni oleh biota yang berbeda.

Sejarah bumi

Struktur dan fungsi organisme dipengaruhi oleh nenek moyangnya dan lingkungan tempat hidupnya. Morphologi, physiologi dan tingkah laku organisme merupakan refleksi dari keduanya.

Phylogenetic effect; efek yang diakibatkan oleh perubahan morphologi, physiologi dan tingkah laku melalui proses evolusi karena adaptasi organisme pada perubahan lingkungan.

Skala waktu geologik

Bumi terbentuk sekitar 4.5 bilion tahun yang lalu dan kehidupan terjadi setelah bumi berumur 1 billion tahun. Kehidupan saat itu primitif. Kondisi fisik sangat berbeda dengan kondisi sekarang. Oksigen di atmosfer sangat sedikit dan mikroorganisme yang hidup adalah yang anaerobik. Oksigen yang sekarang ada berawal dari hasil photosintesa mikroorganisme yang hidup dimasa itu.

Skala waktu geologik

Kemudian oksigen meningkat, memungkinkan hadirnya kehidupan yang lebih kompleks. Eukaryotik sel mulai terbentuk. Hampir semua organisme tanpa skeleton keras Sekitar 590 miliar tahun yang lalu (MYA) phyla modern dari invertebrate seperti Enchinodermata, Arthropoda, Molluska, dan Brachiopoda mulai ada di samudera. Mulai ada mekanisme perlindungan diri dengan pembentukan skeleton atau cangkang.

Skala waktu geologik

Interval antara masa kritis (Precambrian) dan masa sekarang sekitar seperdelapan dari keseluruhan umur bumi. Waktu geologik ini dibedakan menjadi era, period dan epochs:
  

Era: Cenozoic, mesozoic, paleozoic Period: quaternary, Tertiary, creataceous, Epoch: sekarang, pleistocene, paleocene

Perubahan posisi daratan

Pergerakan daratan (masif) disebut continental drift. Dengan dua akibat utama;  perubahan daratan dan samudera yang mempengaruhi pola iklim  Pemisahan dan penggabungan daratan juga melibatkan biota.

Perubahan posisi daratan

Continental drift mulai terjadi di era Mesozoic. Sekitar 200 MYA daratan masih bergabung di sebut PANGAEA. Di era Cretaceous (144 MYA) Pangaea terpisah oleh laut Tethys menjadi bagian utara (Laurasia) dan bagian selatan (Gondwana). Pada 45 MYA, Gondwana terbagi menjadi 3: Gondwana barat terdiri dari Afrika, Amerika
selatan, Gondwana timur terdiri dari Antartika dan Australia, India

Perubahan posisi daratan

Di akhir Mesozoic (65MYA), Amerika selatan terpisah lagi dari Afrika. Dunia bagian utara melebar. Laut Atlantik terpisah dari Eropa dan Amerika utara (70 MYA). Kemudian terjadi pemisahan laut Karibia, Australasia, Mediterania dan Persian. Distribusi burung (tidak terbang) menunjukkan pernah bergabungnya Australia dan Papua.

Perubahan posisi daratan

Perubahan posisi daratan beberapa juta tahun yang lalu menghasilkan 6 region distribusi tumbuhan dan binatang

Nearctic region,

Amerika Utara dari dataran tinggi Meksiko sampai kawasan kutub utara dan Greenland. Misalnya: Kambing gunung, Karibon, tikus air (Beaves). Eurasia sebelah selatan ke Himalaya, Afghanistan, Iran dan Afrika bagian utara dari gurun Sahara. Misalnya: Landak, Babi hutan dan Rusa kecil.

Palearctic region;

Perubahan posisi daratan

Ethiopian region,

Afrika, Magaskar dan pulau-pulau sekitar Afrika Misalnya: Gajah Afrika, Gorilla, Simpanse, Badak Afrika, Singa, Kuda Nil, Zebra, Jerapah, Burung Onta. Australia, Irian, Selandia Baru, dan kepulauan di Samudera Pasifik. Misalnya: Semua Monotremata, Marsupialia (mammalia tidak berplasenta atau mammalia berkantung), Rodentia, Kelelawar, burung Kaswari, burung Cenderawasih, jenis-jenis burung Kakaktua, ikan Paru-paru Australia dan burung Kiwi.

Australian region

Perubahan posisi daratan

Oriental region,

Daerah Asia bagian selatan pegunungan Himalaya, India, Sri Langka, Semenanjung Melayu, Sumatera, Jawa, Kalirnantan, Sulawesi, dan Filipina. Misalnya: Siamang, Orang utan, Gajah, Badak, burung Merak. Amerika Selatan dan Tengah, Meksiko dan Hindia Barat. Misalnya: Armadillo, kelelawar Vampire, burung Kolibri.

Neotropical region,

Penyebaran Hewan Di Indonesia

Kawasan Indonesia Barat meliputi: Pulau Sumatera, Jawa, Kalimantan. Hewan-hewannya menyerupai hewan daerah oriental, misalnya: gajah, harimau, orang utan, dan lain-lain. Kawasan Indonesia Timur meliputi: Irian Jaya dan sekitarnya. Hewan-hewannya menyerupai hewan di daerah Australia. Kawasan Wallacea meliputi: wilayah Pulau Sulawesi, Kepulauan Maluku, Sumba, Sumbawa, Lombok dan Timor. Memiliki hewan-hewan khas (terutama di Pulau Sulawesi) tidak sama dengan hewan oriental dan hewan Australia, misal: Anoa, burung Mako, kera hitam

Katastropi

Katastropi :perubahan yang dramatis, mungkin dapat terjadi berkala 10 – ratusan juta tahun. Akibat dari katastropi adalah kepunahan biota dalam jumlah yang besar. Seperti pendangkalan laut semenanjung Yuatan di Meksiko yang terjadi 65 MYA Study lapisan tanah membuktikan beberapa bentuk kehidupan sebelum kejadian tersebut dan punah.

Katastropi

Katastropi mampu merubah ekosistem dan komunitas biota. Dengan pendekatan geokimia pada sedimen dapat diketahui kehidupan dimasa kondisi ekstrim akibat katastropi. Dalam perkembangan komunitas, katastropi menghilangkan spesies dan mengurangi keragaman. Memungkinkan proses evolusi berlangsung lebih cepat karena organisme harus merespon kondisi lingkungan yang baru.

Proses pengaturan biodiversitas

Proses pengaturan biodiversitas terjadi dalam kurun waktu dan tempat dengan karakteristik yang berbeda beda. Pada skala tempat bervariasi dari aktifitas individu, melewati daerah geografis yang berbeda, pemisahan secara ekologi dalam populasi sampai penyebaran lintas daerah geografis.

Proses pengaturan biodiversitas

Skala waktu bervariasi dari
 

 

gerakan individu dalam tingkah laku, kematian dan pergantian individu dalam populasi (demografi), interaksi antar populasi (kompetisi), seleksi dan pergantian genotype dalam populasi (evolusi) dan pembentukan spesies baru melalui isolasi dan subpopulasi.

Proses pengaturan biodiversitas

Diversitas lokal tergantung pada laju kepunahan:
      

hasil dari predasi, penyakit, kompetisi, perubahan lingkungan fisik, seluruh perubahan dalam populasi, laju reproduksi spesies dan immigrasi.

You're Reading a Free Preview

Mengunduh
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->