Anda di halaman 1dari 1

Hipotesis

Keberadaan dan ruang lingkup CG dan CSR telah menjadi isu penting selama beberapa
dekade ( Donham 1927; o!en 19"# ; $hetten et al% 2&&2; eurden dan Gossling 2&&'; (amali
et al % 2&&'; aron et al% 2&11; Gar)ia*Castro et al% 2&1&+% (amali (2&&,+ menganggap CSR
sebagai suatu konsep -ang menarik di seluruh dunia perhatian dan memperoleh resonansi baru di
pasar global% (amali et al% (2&&'+. misaln-a. memberikan tinjauan men-eluruh literatur CG dan
CSR. dan penghubung antara CG dan CSR % /ereka menunjukkan bah!a tampak ada sebuah
tumpang tindih antara CG dan CSR% Se)ara khusus. (amali et al% (2&&'+ ada tiga tinjauan model
-ang menempatkan relasi antara CG dan CSR . termasuk (1+ CG sebagai pilar untuk CSR . (2+
CSR sebagai dimensi CG. dan (#+ CG dan CSR sebagai bagian dari sebuah kontinum%
/eskipun. tidak ada alasan -ang disepakati se)ara uni0ersal di balik hubungan antara CG
dan keterlibatan CSR. peneliti mengambil dua per!akilan% pertama. berdasarkan (ensen dan
(197,+ teori agensi /e)kling itu. arnea dan Rubin (2&1&+ mempertimbangkan keterlibatan CSR
sebagai agen utama penghubung antara manajer dan pemegang saham% /ereka berpendapat
bah!a orang dalam a1iliasi memiliki kepentingan berlebihan pada CSR jika memberikan
man1aat pribadi dalam membangun reputasi sebagai !arga sosial -ang baik . kemungkinan pada
pemegang saham% Goel dan 2hakor (2&&'+ juga menunjukkan model teoritis bah!a manajer
-ang per)a-a diri terkadang menghan)urkan nilai dari in0estasi%
Kedua. teori stakeholder menunjukkan bah!a perusahaan*perusahaan melakukan CSR
bukan han-a karena tujuan mereka untuk menghasilkan keuntungan dan mematuhi undang*
undang. tetapi juga karena mereka di!ajibkan untuk menjadi etis dan mendukung se)ara sosial
(Carroll 1979. 1991. 1999+% 3reeman (19'4+ mende1inisikan pemangku kepentingan manajemen
berkemampuan sebagai pengelola dalam hal pemetaan konseptual antara para pemangku
kepentingan. proses organisasi -ang berurusan dengan para pemangku kepentingan. dan
melaksanakan transaksi dengan para pemangku kepentingan -ang diperlukan untuk men)apai
tujuan organisasi% 3reeman (1994+ menguraikan teori stakeholder ke dalam deskripti1.
instrumental. dan normati1 dimensi. ia juga menambahkan dimensi keempat sebagai meta1ora
dimensi sebagai 55genre )erita mengenai bagaimana kita bisa hidup55 (hal% 41#+% Singkatn-a. teori
stakeholder memprediksi bah!a manajer melakukan CSR untuk memenuhi moral. etika. dan
tugas sosial bagi para pemangku kepentingan dan untuk men)apai tujuan strategis perusahaan
pemegang saham%
Cespa dan Cestone (2&&7+ mengusulkan sebuah model teoritis men-elidiki kon1lik
kepentingan antara manajer. pemegang saham. dan pemangku kepentingan non * in0estasi lain.
bahkan ketika para manajer tidak melakukann-a% (ika manajer dapat menggunakan mekanisme
se)ara e1ekti1 CG bersama*sama dengan keterlibatan CSR untuk men-elesaikan kon1lik di antara
para pemangku kepentingan. maka keterlibatan CSR harus berhubungan positi1 dengan
mekanisme CG -ang e1ekti1% (uga. jika berbagai mekanisme CG melihat keterlibatan CSR
perusahaan sebagai upa-a untuk men-elesaikan potensi kon1lik antara berbagai pemangku
kepentingan. maka kita akan mengharapkan hubungan positi1 antara CG dan keterlibatan CSR %
6ipotesis 1 (a+ (ika hipotesis o0erin0estment (berdasarkan pada teori keagenan+ sudah
benar. maka kita berharap bah!a keterlibatan CSR berbanding terbalik terkait dengan
mekanisme CG setelah mengendalikan 1aktor pembaur%
6ipotesis 1 (b+ (ika hipotesis resolusi kon1lik (berdasarkan teori stakeholder+ sudah
benar. maka kita mengharapkan hubungan positi1 antara keterlibatan mekanisme CSR dan CG%
(elas. hipotesis nol untuk hipotesis 1 (a+ dan 1 (b+ adalah bah!a keterlibatan CSR tidak
terkait dengan mekanisme CG %