Anda di halaman 1dari 45

7

th
team members:
Alvin
Raihan
Bayu
ABSORPSI
Absorpsi adalah proses pemisahan bahan dari suatu campuran gas
dengan cara pengikatan bahan tersebut pada permukaan absorben cair
yang diikuti dengan pelarutan.
Tujuan utama: menghilangkan satu atau lebih komponen dari fase gas,
produksi zat tertentu dalam fase cairan, dan pemisahan campuran gas.
Di Industri biasanya dikombinasikan dengan desorption unit


ABSORBEN
Absorben adalah cairan yang dapat melarutkan bahan yang akan diabsorpsi
pada permukaannya, baik secara fisik maupun secara reaksi kimia

SYARAT-SYARAT ABSORBEN
Memiliki daya melarutkan bahan yang akan diabsorpsi yang sebesar
mungkin (kebutuhan akan cairan lebih sedikit, volume alat lebih
kecil).
Selektif
Memiliki tekanan uap yang rendah
Tidak korosif
Mempunyai viskositas yang rendah
Stabil terhadap suhu
Murah
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi
Absorpsi
Laju alir solven
Suhu operasi
Tekanan operasi
Laju alir gas
REACTIVE ABSORPTION
Sebuah proses di mana campuran gas dan pelarut cair
dikombinasikan melalui sebuah reaksi kimia.
Dibandingkan absorpsi murni, absorpsi reaktif tidak selalu
membutuhkan peningkatan tekanan dan kelarutan komponen
diserap yang tinggi karena adanya reaksi kimia, sehingga
kesetimbangan dapat digeser dengan baik.
KEUNTUNGAN
Proses mudah
Konversi dan selektifitas tinggi
Tidak diperlukannya operasi yang memakai katalis
Capital investment dan operating cost yang rendah karena
tidak diperlukannya reboiler dan kondenser
Rendahnya profil temperatur di kolom menghindarkan adanya
degradasi termal dari produk yang terbentuk
Tidak perlu penaikan tekanan dan solubility tinggi dari
komponen yang akan diambil
KERUGIAN
Hanya bisa digunakan pada daerah fase gas
dengan konsentrasi rendah karena batasan
dari stoikiometri dan keseimbangan
Sulit dilakukan jika ada panas dari reaksi
eksotermis
Regenerasi solven relatif sulit
Two Film Theory
Peralatan pada Reactive Absorption
Kriteria peralatan Nama peralatan
Proses kontinyu pada semua fase Packed Columns
Wetted-wall Columns
Disc (sphere) Columns
Gas terdispersi/terlarut Plate Columns
Bubble Jet Column
Bubble Columns
Cairan terdispersi/terlarut Spray Columns
Venturi Scrubbers
Packed Column
Packed Column
atau Menara bahan
isian adalah
menara yang diisi
dengan bahan
pengisi.

Raschig Ring
Sadel Intalox
Pall Ring Lessing Ring
Wetted-wall Columns
Wetted wall adalah salah
satu proses absorbsi
dengan cara mengalirkan
suatu fluida cair ke
dinding kolom dan
meniupkan fluida gas dari
bawah kolom.

Plate Column
Cairan masuk dari atas menara, mengalir pada
plat-plat dalam menara dan turun melalui
down comer menuju plat dibawahnya.

Gas masuk dari bagian bawah menara dan
naik ke atas melewati lubang-lubang
(openings) pada plat, mendispersi ke dalam
cairan dan menuju plat diatasnya.
Macam-macam tray
1. Sieve tray
adalah plat metal sederhana dengan lubang-lubang. Gas naik melewati
lubang dan lapisan cairan
2. Valve Tray
Opening pada valve tray terdapat valve yang dapat naik
turun yang berguna mencegah kebocoran atau
mengalirnya cairan ke bawah. Gas akan naik mendorong
valve dan mengalir ke dalam lapisan cairan sehingga
kontak lebih baik dibanding sieve tray


3. Bubble Cap Tray
Pada bubble cap tray terdapat cap yang menutupi lubang/opening pada
tray. Diantara kedua lainnya, bubble cap paling rumit desginya.
Bubble Column

Bubble column adalah teknik
absorpsi yang memanfaatkan
dispersi gas ke dalam cairan
dengan cara menggelembungkan
gas ke dalam tangki yang berisi
cairan.
Tujuan pemodelan ini adalah untuk mengetahui tinggi
menara (jumlah plate atau tinggi packing) supaya dapat
memenuhi aspek pemodelan yang diinginkan.

Objek yang ingin dicari pada pemodelan ini adalah
tinggi packing pada menara packed bed. Dengan
mengambil asumsi bahwa elemen volume yang akan
ditinjau pada menara packed bed sama dengan satu
plate/stage pada menara tray.


Untuk mempermudah penjelasan
pemodelan kita tinjau kasus berikut :
Suatu menara Absorber dengan Reaksi
kimia digunakan untuk menyerap zat A
yang berada dalam fase gas, masuk pada
bagian bawah menara, sedangkan solven
berupa zat B yang berada pada fase cair,
masuk pada bagian atas menara. Zat A
dan B bereaksi membentuk Produk C
pada fase cair keluar di bagian bawah
menara. Kecepatan reaksi yang terjadi
mengikuti persamaan berikut ini :

A + B C -
ra=k
1
.Ca.Cb

Bagaimana profil konsentrasi pada
berbagai ketinggian menara?
Solvent
input +
Reactant B
Gas out
+ less
Compon
ent A
Solvent +
Product C
Gas In +
compon
ent A
Fase
gas
Fase
cair
Lapisan
film
Yai
Yai
*
Ya
Xa
z=z
z=z+
z

Hubungan Xa dengan
Ya* mengikuti hukum
Henry yaitu Ya*=H.Xa
, dengan H=konstanta
Henry
Ya = komposisi zat
A di fase gas
Xa = komposisi zat
A di fase cair
Fase
gas
Fase
cair
N
a
z=z
z=z+
z

G ,
Ya|z+
z
G ,
Ya|z
L ,
Xa|z ,
Xb|z

L ,
Xa|z+
z ,
Xb|z+
z

Neraca massa komponen A pada fase gas di elemen volume
R.in R.out = R.acc

G.Ya|
z
[G.Ya|
z+z
+ Kya.(Ya-Ya*) .s.z]=0



lim
0
Ya|
z+z
Ya|
z

=
.

(Ya-Ya*)

=
.

(Ya-Ya*) (1)

Kesetimbangan: Ya* = H . Xa (2)
[Mol
A /
wakt
u]
[Mol
A /
wakt
u]
[Mol A /
vol /
waktu]
[volum
e]
Neraca massa komponen A pada fase cair di elemen volume

Rin-Rout-Rreaction = Racc

[L.Xa|
z+z
+ Kya.(Ya-Ya*).s.z] L.Xa|
z
- (-ra).s.z.=0

lim
0
Xa|
z+z
Xa|
z

=
1...

(YaYa)


{k
1
.C.Xa. - Kya.(Ya-Ya*)}

{K
1
.Xa. - Kya.(Ya-Ya*)}
(3)

Kesetimbangan : Ya* = H . Xa

=
perbanding
an antara
volume
menara
dengan
volume
solven
Neraca massa komponen B di fase gas dalam elemen volume

Rin-Rout-Rreaction = Racc

L.Xb|
z+z
L.Xb|
z
- (-ra).s.z.=0

lim
0
Xb|
z+z
Xb|
z

=
1....


{k
1
.C.Xa.Xb.}

{K
1
.Xa.Xb. } (4)
Neraca massa komponen C di fase cair pada elemen volume

Rin-Rout-Rreaction = Racc

L.Xc|
z+z
L.Xc|
z
- (-ra).s.z.=0

lim
0
Xc|
z+z
Xc|
z

=
1....


{k
1
.C.Xa.Xb.}

{K
1
.Xa.Xb. } (5)


Dari uraian di atas didapatkan tiga persamaan yaitu:

=
.

(Ya-Ya*) (1)

Ya* = H . Xa (2)

{K
1
.Xa. - Kya.(Ya-Ya*)} (3)

{K
1
.Xa.Xb. } (4)

{K
1
.Xa.Xb. } (5)




Saat di puncak menara
z=L , Ya = Yaout , Xa=Xain , Xb = Xbin , Xc = Xcin
Saat di dasar menara
z=0 , Ya=Yain , Xc=Xc

Tahap Pemodelan Sudah selesai
CONTOH KASUS REAL ABSORPSI
REAKTIF
ABSTRAK

PENDAHULUAN

PENDAHULUAN
MODEL DUA LAPISAN FILM PADA
SEGMEN PACKED COLUMN

PERSAMAAN REAKSI


LANGKAH PEMODELAN

PEMODELAN
PERSAMAAN HASIL PEMODELAN
PERSAMAAN HASIL PEMODELAN

PERSAMAAN HASIL PEMODELAN
PERSAMAAN HASIL PEMODELAN
TERIMA KASIH