Anda di halaman 1dari 51

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.S DENGAN MASALAH UTAMA TB PARU PADA Tn.S DI RT 03 RW III BEGALON KELURAHAN PENUMPING KEC.LAWEYAN KOTA SURAKARTA

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.S DENGAN MASALAH UTAMA TB PARU PADA Tn.S DI RT 03 RW

Disusun Oleh :

Agus Trianto

P27220011 159

KEMENTERIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLTEKKES KEMENKES SURAKARTA JURUSAN KEPERAWATAN

2014

ASUHAN KEPERAWATAN PADA KELUARGA Tn.S DENGAN MASALAH UTAMA TB PARU PADA Tn.S DI RT 03 RW III BEGALON KELURAHAN PENUMPING KEC.LAWEYAN KOTA SURAKARTA

  • A. Data Umum

    • 1. Nama KK : Tn.S

    • 2. Umur KK : 57 Tahun

    • 3. Alamat

: Begalon,Rt 03 Rw III Kelurahan Laweyan,Kota Surakarta

  • 4. Pekerjaan : Wiraswasta

5.

Pendidikan

: SD

Susunan Anggota Keluarga :

     

Sex

       

No.

Nama

Umur

(L/P)

Pendidikan

Pekerjaan

Hubungan

1

Ny.S

57 Tahun

P

SD

IRT

Istri

2

Ny.S

36 Tahun

P

SMP

Wiraswasta

Anak ke-1

3

Sdr.J

34 Tahun

L

SMK

 

Wiraswasta

Anak ke-2

4

Ny.S

32

Tahun

P

SMP

Wiraswasta

Anak Ke-3

5

Sdr.S

28 Tahun

L

SMK

Wiraswasta

Anak ke-4

6

Sdr.S

26 Tahun

L

SMA

Wiraswasta

Anak ke-5

 

Genogram

 
   

Keterangan :

   
: Laki-laki
   
: Laki-laki

: Laki-laki

 
: Perempuan

: Perempuan

 
: Meninggal
: Meninggal

: Meninggal

 
: Pasien

: Pasien

 

: Garis Perkawinan : Garis Keturunan

 
: Tinggal serumah

: Tinggal serumah

6.

Tipe Keluarga

Merupakan keluarga Extended Family yang terdiri dari Ayah, Ibu, Anak dan Cucu. Menurut Tn.S Tidak pernah ada masalah pada tipe keluarga ini,anak ketiganya sudah bersuami dan sudah tinggal bersama suaminya.Tn.S dan Ny.S merasa sangat senang karena sudah mempunyai 3 orang cucu,namun Ny.S juga berharap anak yang lainnya dapat segera mendapatkan jodoh,agar segera memberikannya cucu lagi .

  • 7. Suku bangsa Tn. S dan Ny.S sama – sama berasal dari Suku Jawa.Bahasa yang digunakan sehari-hari adalah bahasa jawa.Menurut Tn.S tidak ada factor budaya yang mempengaruhi perilaku Kesehatan keluarga.

  • 8. Agama Seluruh anggota keluarga Tn. S menganut agama Islam.Menurut Tn.S seluruh anggota keluarganya sudah menjalankan sholat lima waktu.Ny.S mengatakan ia dan anak perempuan pertamanya sering mengikuti pengajian ibu-ibu yang ada dilingkungan RT nya,yang diadakan setiap malam rabu dan hari minggu,Tn.S jarang mengikuti pengajian karena kondisinya sekarang,dan anak-anak yang lain tidak mengikuti pengajian karena sibuk bekerja.

  • 9. Status Sosial dan Ekonomi keluarga Menurut Ny.S Penghasilannya sehari-hari tidak mencukupi untuk membeli kebutuhan pokok sehari-hari,Ny.S dan anak perempuan pertamanya membuka warung kecil-kecilan di sebrang jalan dekat rumahnya (yaitu warung makanan ringan/snack anak-anak kecil dan minuman es teh),dan kadang Ny.S mendapatkan pekerjaan sampingan sebagai makelar kos-kosan,penjualan rumah,atau persewaan rumah, jika ada pelanggan cukup membantu menambahi biaya kebutuhan pokok.Tn.S selama tiga tahun ini tidak bekerja karena merasa sering cepat lelah,dulu ia berjualan buku-buku pidato dan sebagai pengrajin janur.Anak laki-laki Tn.S juga bekerja di rumah makan,dan yang lainnya bekerja serabutan dengan gaji yang tidak seberapa.Ny.S mengatakan rata-rata penghasilannya Rp.300.000- Rp.500.000.

10. Aktivitas Rekreasi keluarga

Menurut Tn.S keluarganya jarang pergi ketempat rekreasi bersama.Tn.S mengatakan untuk mengisi luangnya ia memelihara ayam kate 2 ekor dan beberapa burung dara yang ditempatkan didepan rumahnya.Biasanya Tn.S dan keluarga sering memanfaatkan waktu luang untuk menonton televisi bersama keluarga dan berkumpul dengan tetangga disekitar rumahnya

  • B. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga

11. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini adalah Tahap Perkembangan Keluarga dengan anak Dewasa ( Pelepasan ), dengan tugas perkembangan sebagai berikut :

  • a. Memperluas Keluarga Inti Menjadi Keluarga Besar

  • b. Mempertahankan Keintiman Pasangan

  • c. Membantu orang tua suami/Istri yang sedang sakit dan memasuki masa tua

  • d. Membantu anak untuk mandiri di masyarakat

  • e. Penataan kembali peran dan kegiatan Rumah Tangga

12. Tahap Perkembangan keluarga yang belum terpenuhi

  • a. Memperluas keluarga Inti menjadi keluarga Besar Menurut Tn.S dan Ny.S mereka sudah memasuki usia lanjut,mempunyai 5 anak,1 anak sudah menikah dan tinggal bersama suaminya dan ketiga cucunya,1 anak mengalami kegagalan dalam berumah tangga,dan ketiga anak yang lainnya belum menikah,dengan usia anak-anaknya yang sudah cukup umur,Tn.S dan Ny.S berharap mereka segera menemukan jodohnya,namun terkadang Tn.S dan Ny.S merasa kasihan terhadap mereka,mungkin karena belum mapan masalah pekerjaan dan ekonomi.

  • b. Membantu anak mandiri dimasyarakat

Menurut Tn.S anak-anaknya yang belum menikah belum siap secara ekonomi,dan secara mandiri dalam memenuhi kebutuhan dasarnya,kadang mencuci baju juga masih dicucikan kakak perempuannya.

  • c. Penataan Kembali peran dan Rumah Tangga

Menurut

Tn.S

,ia

menyadari

bahwa

yang

seharusnya

mencari

nafkah

adalah

dirinya,Tn.S

juga

merasa

kasihan

terhadap

istrinya

yang

harus

banting

tulang

membiayai

kebutuhan

pokok

keluarganya.Jika

sudah

membaik

Tn.S

juga

akan

berusaha

mencari

pekerjaan

serabutan

untuk

membantu

memenuhi

kebutuhan

hidupnya.

  • 13. Riwayat Keluarga inti Menurut Tn.S dulu dia menikah dengan Ny.S tidak berpacaran sebelumnya melainkan dijodohkan oleh kedua orangtua mereka.Menurut Ny.S mereka sudah hamper 40 tahun hidup bersama,sudah memahami masing-masing karakter,sehingga bila ada percekcokan,mudah dengan segera diselesaikan. sesudah itu mereka menyadari kesalahannya masing – masing.

  • 14. Riwayat Keluarga Sebelumnya Menurut Tn.S orangtuanya dulu adalah seorang Buruh Tani . sedangkan Orangtua dari Ny.S adalah seorang tentara . Bapak Tn.S meninggal karena sakit begitu pula dengan ibu Tn.S juga meninggal karena sakit,Tn.S tidak mengetahui sakit yang diderita Orangtuanya.Sedangkan Bapak Ny.S meninggal ketika Ny.S masih berusia 9 tahun,karena sakit.

C. Lingkungan

  • 15. Karakteristik Rumah Rumah Tn.S berukuran 7 m x 5 m = 35 m 2 rumah permanen milik sendiri,yang dulu ia beli dibantu oleh mertuanya.Rumah terbagi menjadi 3 bagian utama,yang terdiri 1 ruangan tempat tidur bersama,1 ruang tamu lesehan dan ruang keluarga,dan satu lagi ruang dapur dengan kamar mandi. Sumber air yang digunakan oleh keluarga Tn.S adalah sumur yang ( disanyo) terletak di dalam rumah .terdapat 1 pintu utama yang digunakan untuk akses

keluar masuk rumah,terdapat jendela,keadaan rumah tampak kurang rapid an kurang bersih,ubin plesteran semen,dengan kasur tanpa keranjang ,pencahayaan sudah menggunakan listrik.terdapat kandang ayam dan burung didepan rumah . Rumah disapu 2-3 x sehari dan kandang ayam dibersihkan setiap hari,tidak terdapat pagar yang mengelilingi rumah.Pembuangan limbah dibuang didalm selokan,Tn.S dan keluarga tidak memiliki pekarangan rumah.Pembuangan sampah biasanya diambil oleh petugas kebersihan dengan biaya Rp.3.000@bulan.

Denah rumah

Keterangan : a) 1 : Rumah Tetangga b) 2 : Jalan Gang Rumah c) 3 :
Keterangan :
a)
1 : Rumah Tetangga
b)
2 : Jalan Gang Rumah
c)
3 : Kandang Ayam dan Burung
d)
4 :
Jendela
e)
5 : Pintu
f)
6 : Ruang Tamu,Ruang
Keluarga
g)
7 : Tempat Tidur
h)
8 : Dapur
i)
9 : Kamar Mandi
keluar masuk rumah,terdapat jendela,keadaan rumah tampak kurang rapid an kurang bersih,ubin plesteran semen,dengan kasur tanpa keranjang

16.

Karakteristik Tetangga dan Komunitas RW

Rumah keluarga Tn.S termasuk dalam kawasan pemukiman padat penduduk,sehingga didepan rumah hanya terdapat jalan seluas 1,5 m,dan jarak setiap rumah hampir tidak ada celah,tidak ada pekarangan kosong disekitar rumah Tn.S. Tn.S dan keluarga juga sering bercengkrama bersama tetangga saat sore hari sekedar bercerita tentang kegiatan yang mereka lakukan.Ny.S mengatakan ia dan keluarga sudah hamper 30 tahun tinggal didaerah tersebut.Tn.S juga turut serta dalam arisan bulanan RT.dan aktif ketika ada kegiatan kerja bakti.Sarana kesehatan di daerah Tn.S juga sangat memadai,dekat dengn rumah dokter,dan dekat dengan Puskesmas Penumping.Keluarga Tn.S sangat rajin memeriksakan kesehatannya jika terdapat keluahan sakit didalam anggota keluarga.Ny.S juga aktif dalam kegiatan posyandu lansia,dan kadang juga sering periksa ke klinik IPHI dekat rumahnya jika sakit.

  • 17. Mobilitas Geografi Keluarga Keluarga Tn.S sudah hampir 30 tahun tinggal di daerah ini. Mereka tidak mau berpindah tempat lagi dan inggin menetap didaerah tersebut.Keluarga Tn.S hanya memiliki 1 sepeda ontel,yang sering digunakan istrinya bertransportasi,dan jika inggin berpergian jauh menggunakan kendaraan umum.

  • 18. Perkumpulan Keluarga dan Interaksi dengan Masyarakat

Perkumpulan yang sering dihadiri keluarga adalah pengajian dan arisan RT serta posyandu lansia.Tn.S ,Ny.S dan anak pertamanya sering berada dirumah bergantian menjaga warung kecilnya,sedangkan anak kedua bekerja sebagai pelayan toko yang jarang pulang,anak ketiganya tinggal bersama suaminya,namun tempatnya tidak jauh dari rumah Tn.S.sehingga apabila Tn.S sewaktu-waktu inggin bertemu dengan cucunya dapat langsung pergi berjalan kaki kerumah anaknya.Anak keempat bekerja serabutan ,juga jarang dirumah.Anak kelimanya bekerja di sebuah rumah makan berngkat pukul 07.00WIB pulang pukul 17.00WIB,Sehingga jarang bertemu juga.

  • 19. Sistem Pendukung Keluarga Saat ini fasilitas kesehatan yang dimiliki oleh keluarga Tn.S adalah Jamkesmas.Menurut Tn.S ini sangat membantu ia dan kluarganya untuk berobat ketika ada anggota keluargga yang sakit.Ia dan keluarga sering berobat di puskesmas Penumping.Sejak Isterinya

menderita penyakit TB tahun 2007 silam,disusul anak keduanya 1 tahun kemudian,dan anak pertamanaya juga menderita penyakit yang sama pada 2011,.Menurut Ny.S ada tetangga Ny.S yang menderita penyakit yang sama dengan apa yang dialami keluarganya,yang berada 2 rumah dari rumah Tn.S.kemudian Tn.S sendiri,semua pengobatan dijalani dengan fasilitas jamkesmas.

  • D. Struktur Keluarga

    • 20. Pola Komunikasi Keluarga

Setiap anggota keluarga Bp.S selalu ditanamkan sifat keterbukaan dan kejujuran sehingga jika ada masalah yang serius atau mengganggu harus segera diutarakan untuk dicari jalan keluarnya. Anggota keluarga yang paling dominan dalam membuat keputusan ialah Tn. S selaku Kepala Keluarga dan orang yang dituakan di keluarga tersebut. Sehingga setiap keluarga boleh menyatakan pendapat atau usul, namun untuk pengambilan keputusan tetap oleh Tn.S.

  • 21. Struktur Kekuatan Keluarga Tn.S dan Ny.S bersama-sama berusaha mendidik anaknya supaya jadi orang yang selalu sabar,mengerti keadaan orang tua (prihatin),dan berusaha menjadi orangtua yang terbaik untuk putra-putrinya.Ny.S mengatakan sebelum suaminya sakit ia sering menasehati suaminya untuk berhenti merokok.namun suaminya sering membantah isterinya.namun,setelah sakit suaminya akhirnya berhenti merokok.Ny.S Sering menasehati suami,anak dan cucunya serta menantunya agar sealu menjaga kesehatan.Tn.S dan keluaraga belum tahu tentang penularan penyakit TBC dan tidak tahu sanitasi yang bersih dapat mencegah penyakit TBC.

  • 22. Struktur Peran ( Formal dan Informal ) Tn,S mengatakan,seharusnya ia berperan sebagai pencari nafkah namun ia tidak bisa berbuat apa-apa dengan kondisinya saat ini,Ny.S yang mencari nafkah dengan berjualan di warung kecil-kecilan dan dibantu anak pertamanya,kadang juga sebagai makelar kos,rumah,dan persewaan rumah,Ny.S juga berperan sebagai isteri seperti memenuhi kebutuhan suami,menyiapkan makan.Selain itu ia berperan sebagai ibu yang tangguh bersama sang suami membesarkan kelima anaknya.anak pertama beliau juga berusaha membantu,walaupun hanya menjaga warung,mencuci pakaian,dan membersihkan rumah.Anak laki-laki Tn.S mereka juga berusaha membantu memenuhi kebutuhan

keluarga,walaupun hanya sekedar membayar tagihan listrik bulanan.Ny.S mengatakan bersyukur dengan kondisi keluarganya,walau serba kekurangan.

  • 23. Nilai dan Norma Keluarga Keluarga Tn.S menjunjung nilai-nilai dalam agama Islam,melakasanakan sholat dan kewajiban lainnya.Tn.S juga berusaha menasehati anak-anaknya agar rajin sholat lima waktu.Tn.S juga menjalankan norma tata karma orang jawa,mengajarkan pada anaknya bagaimana bertingkah laku dan bertutur kata yang sopan pada orang lain.

  • E. Fungsi Keluarga

    • 24. Fungsi Afektif Keluarga Tn.S sangat menyayangi dan saling mendukung satu sama lain. Menurut Ny.S ia dan keluarga bahagia dengan apa yang keluarga mereka miliki.Saat anak pertamanya harus mengakhiri pernikahannya dengan suami,Tn.S dan keluarga selalu memberi semanagat pada anaknya dan selalu mendoakan anaknya agar diberikan jalan yang terbaik Oleh Allah SWT untuk meneyelesaikan maslah.Tn.S dan keluarga sangat perhatian pada keluarga yang sakit,Ia selalu membawa anggota keluarganya entah kepuskesmas ataupun kedokter yang penting keluarganya dapat hidup sehat.Saat istri dan anaknya mengalami penyakit paru,keluarga juga memotivasi untuk control rutin dan meminum obat secara teratur.

    • 25. Fungsi Sosial Menurut Ny.S selama di Masyarakat, keluarganya tidak pernah melanggar norma yang ada di Masyarakat seperti mencuri, main Judi ataupun melakukan perbuatan onar di desa. Untuk interaksi sendiri, keluarga tidak pernah mengalami kesulitan berinteraksi maupun bersosialisasi dengan warga sekitar.Tn.S dan keluarga merasa senang hidup hidup tenang dan rukun.Kadang jika ada masalah dengan tetangga ,Tn.S dan keluarga lebih memilih diam dan tidak ingin memperpanjang masalah,seperti minta maaf terlebih dulu.

    • 26. Fungsi Perawatan Keluarga

      • a. Kemampuan Keluarga mengenal masalah Tn.S Mengatakan,bahwa dirinya terkena penyakit paru,Tn.S mengatakan bahwa ia belum tahu bagaimana penyakitnya bisa terjadi,bagaimana penyebabnya,bagaimana perawatannya dan menular,Tn.S sering membuang dahak dan meludah

sembarangan.Tn.S juga sering tidur di ubin karena tidak mempunyai ranjang.Saat Mengetahui dirinya sakit adalah ketika dia batuk-batuk dan tidak kunjung sembuh,kemudian ia diminta sang istri untuk memeriksakan kondisinya kepuskesmas penumping karena merasa takut mengalami penyakit yang sama seperti istri dan anaknya.Kemudian setelah diperiksa,menurut perawat Tn.S dianjurkan untuk memeriksakan batuknya dengan tes dahak.Setelah tahu hasilnya Tn.S terkena penyakit TBC (hasil BTA +++) ,ia adalah orang ke empat yang terkena penyakit paru didalam keluarganya.dan mendapat pengobatan dari puskesmas Penumping,dan diharuskan meminum obat secara teratur kurang lebih 6 bulan.

Selama sakit Tn.S merasa dirinya mudah lelah dan mudah capek.Nafsu makan berkurang,Tn.S juga merasa berat badannya menurun.Tn.S juga tidak suka ngemil.Tn.S juga tidak diet makanan tertentu.Ny.S mengatakan bahwa berat badan suaminya tidak bisa naik .Saat ditanya tentang penyakitnya Tn.S masih tampak binggung.

  • b. Kemampuan keluarga mengambil keputusan mengenai tindakan yang tepat Tn.S mengatakan ketika beliau dan keluarganya demam ataupun pusing dan dengan keluhan yang lainnya ,beliau langsung membawa anggota keluarga untuk pergi periksa ke Puskesmas,biasanya dibawa ke Puskesmas Penumping.Apabila ada salah satu dari anggota keluarganya yang batuk-batuk,beliau langsung menyarankan untuk periksa ke Puskesmas.

  • c. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sakit Menurut Ny.T ,ia tahu bahwa suaminya menderita penyakit Paru,dan menyarankan suaminya untuk berhenti merokok,karena suaminya dulu sering merokok (1 hari bisa 2 bungkus rokok).Dan ketika suaminya batuk-batuk dan tidak kunjung sembuh kemudian ia menyarankan suaminya untuk periksa ke puskesmas karena ia takut suaminya mengalami penyakit yang sama seperti dirinya dan kedua anaknya dulu.

  • d. Kemampuan keluarga merawat anggota keluarga yang sehat Keluarga Tn.S berusaha membersihkan rumah setiap hari,dan membersihkan kandang ayam dan burung agar tidak menimbulkan penyakit.Untuk masalah makanan yang bergizi,Tn.S dan keluarga hanya bisa makan seadanya karena dengan penghasilan yang demikian itu hanya cukup untuk membeli mkanan yang sederhana.Ny.S Juga selalu memotivasi suaminya untuk teratur minum obat dan kadang mengingatkan suaminya.

  • e. Kemampuan Keluarga menggunakan fasilitas / Pelayanan kesehatan yang ada di Masyarakat

Fasilitas kesehatan yang dapat dijangkau oleh keluarga Tn.S adalah ke puskesmas Penumping dan dokter dekat rumahnya atau klinik IPHI. KeluargA Tn.S selau rutin kontrol dengan keadaannya dan slalu pergi kepuskesmas sesuai jadual atau jika obatnya sudah mulai habis ..

  • 27. Fungsi Reproduksi Tn.S dan Ny.S memiliki anak 5,yaitu Ny.S(36 tahun),Sdr.J (34 tahun),Ny.S (32 tahun),Sdr.J (28 tahun),dan ketiganya.

Sdr J (26 tahun).dan

sudah dikarunai

3

cucu dari

anak

  • 28. Fungsi Ekonomi Untuk kebutuhan sehari – hari keluarga Tn.S menggantungkan dari hasil berjualan diwarung ,dan apabila ada yang berminat untuk menggunakan jasa istrinya sebagai makelar.Penghasilan yang diperoleh tidak tentu sekitar RP.300.000-Rp.500.000 per bulan. Untuk makan sehari-hari Ny.S mengatakan hanya makan sederhana seperti nasi ,lauk sayur kangkung,sayur bayam ,kadang tahu dan tempe,makan telur dan ayam hanya kadang kala kalau ada rejeki lebih.Ny.S selalu berusaha mencukupkan hasil yang diperolehnya sesuai dengan kebutuhannya.Anak-anak yang bekerja juga membantu Tn.S untuk membayar listrik.

  • F. Stress dan Koping Keluarga

    • 29. Stressor jangka pendek dan Panjang

      • a. Stressor Jangka Pendek

Menurut Tn.S,sekitar satu tahun yang lalu,Anak pertamanaya bercerai dengan suaminya,masalah ini sembat menjadi pikiran Tn.S,sebagai orang tua ia kasihan terhadap anak perempuannya,Namun,ia menyadari bahwa ini memang keputusan yang terbaik,dan memang harus berpisah,karena suami anaknya sering memperlakukan keras anaknya.Dan Tn.S menginginkan agar anak laki-lakinya segera mencari jodoh,dan bekerja secara mapan sehingga dapat memenuhi kebutuhan istrinya kelak.Mengingat usia anaknya sudah cukup matang semua untuk membina rumah tangga.

  • b. Stressor Jangka Panjang Permasalahan yang perlu diselesaikan dalam jangka panjang menurut Tn.S tidak ada.

Jika keluarga Tn.S Mengatakan apabila keluarganya memiliki masalah,biasanya diselesaikan secara kekeluargaan,dan selalu dengan musyawarah keluaraga.Seperti kasus perceraian anak pertamanaya,ia mendiskusikan dengan istri dan anak-anak yang lainnya.Awal ketika Ny.S didiagnosa Peyakit paru,Ny.S sempat kaget,karena dalam keluarganya baru kali ini menderita penyakit seperti itu.Namun,suami dan anak-anaknya memotivasi dan mendukungnya untuk rutin berobat,supaya cepat sembuh.

31. Strategi Koping yang digunakan

Jika ada masalah dalam keluarga biasanya Tn.S dan Ny.S selalu mendiskusikan dengan anak-anaknya,dan selalu bermusyawarah untuk mendapatkan masukan dari semua anggota keluarga sehingga bisa diselesaiakn dengan mudah semua masalah yang muncul dalam keluarga.

32. Strategi adaptasi disfungsional

Menurut Ny.S,Tn. S selalu bersikap sabar terhadap anak-anaknya,sehingga anak-anak mudah dalam memberi nasihat kepada anak-anaknya.Jika yang bersalah Tn.S,maka Istri dan anak-anaknya slalu mengingatkan.Menurut anak pertamanya,Ny.S biasanya kurang sabar dalam menghadapi anak-anaknya,namun biasanya Ny.S hanya bersikap diam,tidak inggin terlalu bermarah-marah.

G. Pemeriksaan Fisik

  • H. Harapan Keluarga terhadap Petugas Kesehatan Harapan keluarga Tn.S agar perawat membantu untuk mengatasi masalah kesehatan dalam keluarganya.Sedangkan Ny.S berharap perawat dapat mengajarinya cara merawat semua anggota keluarganya agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit yang pernah dialami keluarganya (TBC).

  • I. Analisa Data

Data Fokus

 

Diagnosa Keperawatan

 

DS :

 

Tn.S mengatakan bahwa ia sakit

Kurang pengetahuan tentang penyakit yang

 

paru-paru, tapi

tidak

tahu

,

dialami Tn.S b.d Kurang pemahaman

penyebab,pencegahan,

 

Informasi keluarga terhadap penyakit TBC

perawatan,yang

ia tahu

bahwa ia

harus minum obat secara teratur Tn.S mengatakan bahwa ia adalah

orang ke-4 dalam keluarganya yang terkena penyakit paru Tn.S berharapsemoga dikeluarganya tidak ada yang terkena penyakit yang sama lagi seperti dirinya

DO :

Rumah pasien terlihat kurang rapi dan kurang bersih Saat ditanya tentang penaykitnya pasien masih tampak binggung

DS :

Tn.S

mengatakan

Selama

sakit

Pemenuhan Nutrisi kurang dari kebutuhan

 

tubuh

terutama

pada

Tn.S

b.d

dirinya

merasa

mudah

lelah

dan

ketidakmampuan

keluarga

mengenal

 

mudah capek

 

masalah

nutrisi

pada

anggota

keluarga

Tn.S

mengatakan

.Nafsu

makan

yang sakit

berkurang, Tn.S juga mengatakan merasa berat badannya menurun.

Tn.S mengatakan

tidak

suka

 

ngemil.Tn.S

juga

tidak

diet

makanan tertentu

 

Ny.S

mengatakan

berat

badan

suaminya tidak bisa naik

 

DO :

Badan Tn.S terlihat kurus

BB:41 Kg,TB :152 Cm (BBI :46,8

Kg) Mukosa bibir kering

DS :

Resiko penyebaran/Penularan infeksi b.d kurang pengetahuan k dan ketidakmapuan

Tn.S

mengatakan

bahwa

ia

keluarga memodifikasi lingkungan

membuang ludah di selokan, tidak ada tempat khusus.

/berperilaku higienis

Tn. MS mengatakan belum tahu

akibat

bila

tidak

melakukan

tindakan pencegahan pada keluarga.

Ny.S mengatakan kurang mengerti tentang pencegahan TBC

Keluarga tidak tahu

bagaimana

cara penularan

TB

paru

kepada

orang lain dan bagaimana cara pencegahan terhadap anggota keluarga yang lain.

Keluarga

mengatakan

 

tidak

 

mengerti mengenai sanitasi yang sehat yang dapat mencegah penularan TB paru.

 

DO :

Rumah pasien terlihat kurang rapi dan kurang bersih Saat ditanya tentang penaykitnya pasien masih tampak binggung

Pasien terlihat batuk tidak ditutupi

  • J. Prioritas Masalah berdasarkan Skoring

Kurang pengetahuan tentang penyakit yang dialami Tn.S b.d Kurang pemahaman Informasi keluarga terhadap penyakit TBC

No.

Kriteria

Perhitungan

Skor

Pembenaran

  • 1 3/3 x 1

Sifat

Masalah

:

 

1

Keluarga Tn.S tidak memahami

Aktual

tentang penyakit yang dialami

keluarganya

  • 2 1/2 x 2

Kemungkinan

 

1

Pemberian informasi tentang

terhadap masalah yang dialami

Masalah

dapat

penyakit dan kebutuhan

diubah : Sebagian

perawatan akan sulit dipahami

karena kemampuan keluarga menyerap informasi kurang baik,tidak begitu berminat

  • 3 2/3 x 1

Potensi

masalah

 

2/3

Keluarga mempunyai keinginan

untuk

dicegah

:

untuk dapat sembuh dari

Cukup

perasaan

sakit

,membantu

menjelaskan

masalah

pada

anaknya.

Menonjolnya

  • 4 2/2 x 1

 

1

keluarga menyadari

bahwa

masalah

:

harus

mereka kurang paham dan

disadari/ditangani

mereka ingin diberi penjelasan

 

yang lebih rinci

 

Jumlah

3 2/3

Pemenuhan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh terutama pada Tn.S b.d ketidakmampuan keluarga mengenal masalah nutrisi pada anggota keluarga dengan gizi kurang

No.

Kriteria

Perhitungan

Skor

Pembenaran

 
  • 1 3/3 x 1

Sifat

Masalah

:

 

1

Masalah

pemenuhan

nutrisi

Aktual

sudah terjadi untuk itu

perlu

dilakukan

tindakan

keperawatan,sehingga

tidak

berdampak pada masalah

kesehatan lain

 
  • 2 1/2 x 2

Kemungkinan

 

1

Masalah dapat dicegah agar

kesehatan yang membina

Masalah

dapat

tidak parah,dan membutuhkan

dicegah : Sebagian

peranserta keluarga yang amat

besar dalam mengubah perilaku pemenuhan nutrisi,ada tenaga

  • 3 3/3 x 1

Potensi

maslah

 

1

Keluarga tidak mempunyai

untuk

dicegah

:

kemampuan untuk mengetahui

Tinggi

keadaan gizi Tn.S,segera

ditangani agar tidak beresiko

Menonjolnya

  • 4 2/2 x 1

 

1

Tn.S

mengalami

penurunan

masalah

:

harus

nafsu

makan,Keluarga

segera ditangani

menganggap

hal

yang

biasa.keaadaan seperti ini harus

segera ditangani.

 
 

Jumlah

4

Resiko penyebaran/Penularan infeksi b.d kurang pengetahuan k dan ketidakmapuan keluarga memodifikasi lingkungan /berperilaku higienis

No.

Kriteria

Perhitungan

Skor

Pembenaran

 
  • 1 Sifat

Masalah

:

2/3 x 1

2/3

TBC merupakan penyakit yang

tuberculosis.

resiko

dapat terinfeksi kepada orang

lain, dan kebanyakan menyebar melalui saluran pernapasan, dan disebabkan oleh Mycobacterium

  • 2 Kemungkinan

 

1/2 x 2

1

Sumber dan fasilitas kesehatan

Masalah

dapat

yang diperlukan oleh keluarga

diubah : Sebagian

 

untuk memecahkan masalah

 

dapat dijangkau oleh keluarga.

  • 3 Potensi

masalah

3/3 x 1

1

Penularan

dapat

dicegah

bila

untuk

dicegah

:

dilakukan

pengobatan

dengan

Tinggi

tepat

dan

secara

adekuat

terhadap

penderita

dan

pencegahan

penularan

kepada

anggota keluarga

  • 4 Menonjolnya

 

0/2 x 1

0

Keluarga

tidak

menyadari

masalah

:

tidak

bahwa

penyakit

TBC

bisa

dirasakan

menyebabkan menular

Jumlah

2 2/3

K. Diagnosa Keperawatan Keluarga berdasarkan Skoring

  • 1. Pemenuhan Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh terutama pada Tn.S b.d ketidakmampuan keluarga mengenal masalah nutrisi pada anggota keluarga dengan gizi kurang :4

  • 2. Kurang pengetahuan tentang penyakit yang dialami Tn.S b.d Kurang pemahaman Informasi keluarga terhadap penyakit TBC:3 3/2

  • 3. Resiko penyebaran/Penularan infeksi b.d kurang pengetahuan k dan ketidakmapuan keluarga memodifikasi lingkungan /berperilaku higienis :2 2/3

  • L. RENCANA ASUHAN KEPERAWATAN

 

Diagnosa

Tujuan

Evaluasi

No.

Keperawatan

Umum

Khusus

Kriteria

Standar

Intervensi

1

Pemenuhan Nutrisi

Setelah

dilakukan

Setelah pertemuan 2 x

     

kurang

dari

tidakan

45 menit, keluarga

kebutuhan tubuh

keperawatan

mampu:

terutama pada Tn.S

dalam

waktu

1

1.Mengenal

masalah

b.d ketidakmampuan

minggu

keluarga

gizi kurang dengan:

 

keluarga mengenal

mampu

mengenal

1)

Menjelaskan

Respon

Gizi kurang adalah

  • 1. Diskusikan

masalah nutrisi pada

gizi

kurang

dan

pengertian

gizi

Verbal

Kurangnya asupan

dengan

keluarga

anggota keluarga dgn

memenuhi

nutrisi

kurang

zat gizi dalam tubuh

tentang

gizi kurang

sesuai

dengan

 

pengertian

gizi

kebutuhan tubuh

kurang

  • 2. Anjurkan

keluarga

untuk

mengungkapkan

kembali

tentang

pengertian

gizi

kurang

  • 3. Beri

Reinforcement

positif

atas

jawaban

yang

diberikan

oleh

keluarga

  • 1. Diskusikan

dengan

keluarga

penyebab

gizi

             

kurang

2)

Menyebutkan

2.

Anjurkan

penyebab

gizi

Penyebab

gizi

keluarga

untuk

kurang

kurang adalah :

mengungkapkan

 

Respon

1.kurang

makan-

kembali

tentang

Verbal

makanan

yang

penyebab

gizi

bergizi

kurang

2

 

3.

Beri

.mengalami suatu penyakit

Reinforcement

3.Gangguan saluran

positif

atas

jawaban

yang

pencernaan

diberikan

oleh

keluarga

1.

Diskusikan

dengan keluarga

tentang

tanda

dan

gejala

gizi

kurang

2.

Motivasi

keluarga untuk

mengulang

Tanda

dan

gejala

kembali

tanda

3)

Menyebutkan

gizi

kurang

dan

gejala

gizi

tanda dan gejala

kurang

gizi kurang 3. Bersama-sama adalah Respon keluarga :Lemah,Rambut Verbal mengidentifikas mudah dicabut dan i gizi kurang
gizi kurang
3.
Bersama-sama
adalah
Respon
keluarga
:Lemah,Rambut
Verbal
mengidentifikas
mudah
dicabut
dan
i
gizi
kurang
berwarna
yang
dialami
kuning,kulit
anggota
kering,kurus/BB
keluarga
mnurun,kurang
4.
Yakinkan
cepat gerak,
keluarga tentang
tanda-tanda gizi
kurang
dengan
membandingka
nnya
sesuai
standar normal
5.
Beri
Reinforcement
positif
atas
jawaban
yang
diberikan
oleh
keluarga
1)
Diskusikan
dengan
keluarga
tentang akibat kekurangan gizi 2) Anjurkan keluarga untuk mengungkapkan kembali tentang akibat kekurangan gizi 3) Beri
tentang
akibat
kekurangan gizi
2)
Anjurkan
keluarga
untuk
mengungkapkan
kembali
tentang
akibat
kekurangan gizi
3)
Beri
Reinforcement
positif
atas
jawaban
yang
diberikan
oleh
keluarga
Akibat kekurangan
gizi antara lain:
2.Keluarga
mampu
cepat lelah,
daya
memutuskan tindakan
untuk
mengatasi
dan
tahan tubuh rendah,
mudah sakit, kurus.
mencegah
kekurangan
gizi
1) Mampu
menyebutkan
1)Jelaskan
pada
akibat
kekurangan
keluarga
cara
gizi
Verbal
memilih
bahan
makanan
yang
memnuhi/me-miliki
           

nilai gizi cukup 2)Evaluasi pemahaman keluarga

3)Beri

kesempatan

bertanya

pada

keluaraga

1)Jelaskan

jenis

makanan yang perlu

dimakan

sesuai

dengan kebutuhan

tubuh.

2)Beri

motivasi

untuk

menambah

frekuensi

Makanan dengan

 

makan keluarga 3)Evaluasi pemahaman keluarga 4)Beri kesempayan

5)Beri reinforcement

3.Keluarga

mampu

Nilai

gizi

baik,

melakukan perawatan

harga

murah,

tidak

bertanya

untuk

mengatasi

layu

atau

busuk,

masalah

gizi

atau

mudah

didapat

dan

positif

kepada

mencegah kurang gizi

disukai

oleh

keluarga

1) Mampu

memilih

keluarga.

bahan makanan

 
\Verbal dan psikomotor 1)Jelaskan dan yakinkan keluarga untuk menggunakan Menyajikan makanan beraneka ragam tidak harus mahal,
\Verbal dan
psikomotor
1)Jelaskan
dan
yakinkan
keluarga
untuk
menggunakan
Menyajikan
makanan beraneka
ragam tidak harus
mahal, menambah
frekuensi makan
perhari,penyajian
menarik,
menyajikan
makanan dalam
keadaan hangat,
mencampurkan
sayur dengan sedikit
makanan favorit
keluarga sakit.
fasilitas
kesehatan
dalam
mencegah
kurang
gizi
pada
keluarga.
4.Keluarga
mampu
memodifikasi
lingkungan
1) Menyajikan
makanan
kebutuhan
sesuai
1)
Anjurkan
keluarga
untuk
mengunjungi
fasilitas
kesehatan
Verbal dan
pskikomotor
Manfaat kunjungan ke fasilitas pelayanan kesehatan: mendapat pelayanan dan pendidikan kesehatan. Pelayan kesehatan yang dapat digunakan
Manfaat
kunjungan
ke
fasilitas
pelayanan
kesehatan: mendapat
pelayanan
dan
pendidikan
kesehatan.
Pelayan
kesehatan
yang
dapat
digunakan :
5.Keluarga
mampu
Puskesmas,
RS,
mamanfaatkan
fasilitas
Posyandu,
Klinik,
kesehatan.
Praktek Dokter
1) Mampu
,pos Gizi
menyebutkan
kembali
manfaat
fasilitas
pelayanan
kesehatan.
Verbal
2) Mampu
menyebutkan
pelayanan
kesehatan
bisa digunakan
jenis
yang
       

Verbal

   

2

Kurang pengetahuan

Setelah

dilakukan

Setelah pertemuan

     

tentang penyakit yang

tindakan

selama

1x45

dialami Tn.S b.d

keperawatan

 

menit,keluarga mampu :

Kurang pemahaman

selama

1

minggu

1.Mengenal

masalah

Informasi keluarga

diharapkan

TBC dengan:

 

terhadap penyakit

pengetahuan

a.Menjelaskan

     

pasien

dan

pengertian asma

keluarga

Verbal

Tuberkulosis adalah

1)

Diskusikan

meningkat

penyakit

menular

dengan

keluarga

langsung

yang

tentang

disebabkan

oleh

pengertian TBC

mikobakterium

2)

Anjurkan

tuberkulosis

keluarga

untuk

mengungkapkan

kembali

tentang

pengertian TBC

3)

Beri

Reinforcement

positif

atas

jawaban

yang

diberikan

oleh

keluarga

1)

Diskusikan dengan keluarga tentang penyebab TBC

Penyakit

TBC

2)

Anjurkan

adalah

suatu

keluarga untuk

penyakit

infeksi

mengungkapkan

b.menyebutkan

yang

disebabkan

kembali tentang

penyebab asma

oleh

bakteri

pe penyebab TBC

verbal

Mikobakterium

3)

Beri

tuberkulosa

Reinforcement

positif atas jawaban yang diberikan oleh keluarga 1) 2) Diskusikan dengan keluarga tentang tanda dan gejala
positif
atas
jawaban
yang
diberikan
oleh
keluarga
1)
2)
Diskusikan
dengan keluarga
tentang tanda dan
gejala TBC
Anjurkan
Tanda dan gejalanya
:batuk tiga minggu
atau lebih(tanpa atau
disertai darah),nyeri
dada dan sesak
nafas,demam lebih
dari sebulan ,serin
3)
keluarga untuk
mengungkapkan
kembali tentang
tanda dan gejala
TBC
Beri
Reinforcement
positif
atas
c.Menyebutkan tanda
dan gejala TBC
keringat
pada
Verbal
malam hari,nafsu
makan menurun/BB
jawaban yang
diberikan oleh
keluarga
4) Beri kesempatan
keluarga untuk
bertanya
menurun
1)
.Motivasi
keluarga
untuk
memanfaatkan
fasilitas
kesehatan
seoptimal mungkin 2) motivasi keluarga untuk selalumembawa pasien control kefasilitas kesehatan 3) Motivasi pasien untuk minum
seoptimal
mungkin
2)
motivasi
keluarga untuk
selalumembawa
pasien control
kefasilitas
kesehatan
3)
Motivasi pasien
untuk minum
Manfaat
fasilitas
obat
kesehatan: 1.memberi
informasi/cara
perawatan pasien TBC
4)
2.memberi
pengobatan terhadap
TBC yang dialami
keluarga
5)
secara
teratur dan diet
evaluasi
pemanfaatan
fasilitas
kesehatan
keluarga
beri
reinforcement
positif
jika
2.Keluarga
mampu
keluarga telah
memanfaatkan
fasilitas
memanfaatkan
kesehatan
untuk
fasilitas
meningkatkan
status
kesehatan
kesehatan
Verbal
1) Diskusikan dengan keluarga 2) tentang lingkungan sehat Anjurkan keluarga untuk mengungkapkan kembali tentang 3) pengertian
1)
Diskusikan
dengan
keluarga
2)
tentang
lingkungan sehat
Anjurkan
keluarga
untuk
mengungkapkan
kembali
tentang
3)
pengertian
lingkungan sehat
Beri
Reinforcement
positif
atas
jawaban
yang
diberikan
oleh
keluarga
1)
Diskusikan
dengan
keluarga
tentang
pencegahan
Setelah dilakukan penularan TBC tindakan 2) Anjurkan keperawatan keluarga untuk Lingkungan yang selama 1 minggu mengungkapkan
Setelah
dilakukan
penularan TBC
tindakan
2)
Anjurkan
keperawatan
keluarga
untuk
Lingkungan
yang
selama
1
minggu
mengungkapkan
sehat
adalah
Resiko
diharapkan
resiko
kembali
tentang
lingkungan
yang
penyebaran/Penularan
penularan
dapat
pencegahan TBC
terbebas
dari
resiko
infeksi
b.d
kurang
dihindari
3)
Beri
kesempatan
terjadinya
suatu
pengetahuan
dan
keluarga
untuk
ketidakmapuan
keluarga
memodifikasi
lingkungan
/berperilaku higienis
Setelah pertemuan
1
x
bertanya
45
menit,
keluarga
penyakit,dengan
memeberikan
perawatan lingkungan
yang bersih
4)
Beri
mampu:
Reinforcement
1.Memodifikasi
positif
atas
lingkungan
yang
sehat
jawaban
yang
dengan :
diberikan
oleh
a.mengenal lingkungan
yang sehat
keluarga
1)
Jelaskan
cara
membuat
tempat
Verbal
2)
dahak pasien
demonstrasikan
membuat
cara
tempat
dahak
tersebut
Penularan TBC dapat
dihindari dengan
3)
latih
pasien
dan
keluarga
untuk
:imunisasi BCG pada
bayi,istrirahat
mempraktikkan
4)
beri
kesempatan
cukup,makan-
untuk bertanya
makanan
yang
5)
beri
reinforcement bergizi,tidak positif pada membuang dahak keluarga yang sembarangan, telah memisahkan alat mempraktekkean makan pasien,menjaga linkungan
reinforcement
bergizi,tidak
positif
pada
membuang
dahak
keluarga
yang
sembarangan,
telah
memisahkan
alat
mempraktekkean
makan pasien,menjaga
linkungan
sehat
sp
pencahayaan
b.mengenal
pencegahan
,pergantian
sirkulasi
penularan TB
udara
Verbal
Memberikan
tempat
dahak
khusus
pasien
dengan
tambahan
cairan
Lysol,membunuh
bakteri
TBC,dan
perawatannay
     

2.Mendemonstrasikan

     

cara

membuat

tempat

dahak sederhana,agar

tidak

dibuang

sembaranagn

psikomotor

M. CATATAN ASUHAN KEPERAWATAN

M. CATATAN ASUHAN KEPERAWATAN

No.

Diagnosa Keperawatan

Implementasi

Waktu dan Paraf Perawat

1

Pemenuhan

Nutrisi

TUK 1

 

kurang dari

kebutuhan

1. Mendiskusikan dengan keluarga tentang pengertian penyebab, dan tanda

26

/ 02 / 2014

tubuh terutama pada Tn.S

gejala gizi kurang,

 

b.d

ketidakmampuan

(14.30 Wib)

keluarga mengenal

2. Menganjurkan keluarga untuk mengungkapkan kembali tentang pengertian,peneyebab dan tanda gejala gizi kurang

masalah

nutrisi

pada

anggota keluarga dengan

 

gizi kurang

3. Memberikan Reinforcement positif atas jawaban yang diberikan oleh keluarga

 

TUK 2

 
  • 1. Menganjurkan keluarga untuk mencegah kekurangan gizi pada keluarga terutama Tn.S

27

/ 02 / 2014

(14.00Wib)

  • 2. Menjelaskan kepada keluarga mengenai akibat dari kekurangan gizi, yaitu cepat lelah, daya tahan tubuh rendah, mudah sakit dan kurus.

TUK 3

 
  • 1. Menjelaskan kepada keluarga bagaimana memilih bahan makanan yang memiliki

27

/ 02 / 2014

nilai gizi cukup, yaitu nilai gizi baik, harga murah, tidak layu atau busuk, mudah didapat dan disukai oleh keluarga.

(14.10 Wib)

  • 2. Menganjurkan keluarga untuk mengulang kembali mengenai cara memilih bahan makanan yang bernilai gizi cukup.

  • 3. Memberikan kesempatan keluarga untuk bertanya.

TUK 4

  • 1. Menjelaskan kepada keluarga mengenai jenis makanan yang perlu dimakan atau

06/03/2014

cara menyajikan, s yaitu menyajikan makanan beraneka ragam tidak harus mahal, menambah frekuensi makan perhari, penyajian makanan yang menarik, menyajikan makanan dalam keadaan hangat, mencampurkan sayur dengan sedikit makanan favorit pasien.

(10.35WIB)

  • 2. Menganjurkan keluarga untuk mengulangi mengenai jenis makanan dan cara menyajikan makanan.

  • 3. Memberi kesempatan keluarga untuk bertanya

  • N. EVALUASI ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA

No.

Diagnosa Keperawatan

Evaluasi

Waktu dan Paraf Perawat

1

Pemenuhan

Nutrisi

TUK 1

26 / 02 / 2014

kurang dari kebutuhan

tubuh terutama pada Tn.S

Subjektif

(15.30 Wib)

b.d ketidakmampuan ∑ Tn.S dan keluarga mengatakan Sudah mengerti tentang keluarga mengenal pengertian,penyebab,dan tanda gejala Gizi
b.d
ketidakmampuan
Tn.S
dan
keluarga
mengatakan
Sudah
mengerti
tentang
keluarga
mengenal
pengertian,penyebab,dan tanda gejala Gizi Kurang
masalah nutrisi pada
anggota keluarga dengan
gizi kurang
Ny.S mengatakan suaminya memang mengalami penurunan nafsu
makan dan terlihat lebih kurus
Objektif
Tn.S dan keluarga mampu mengulangi materi yang disampaikan
Tn.S dan keluarga tiadak ada pertanyaan
Analisa
Masalah Teratasi
Perencanaan
Pertahankan Intervensi
Evaluasi pengetahuan pasien
Beri reinforcement positif apa yang keluarga sampaikan
TUK 2
Subjektif
27 / 02 / 2014
Tn.S dan keluarga mengatakan mengerti materi yang disampaikan
dan tau bagaimana cara mencegah adan akibat dari gizi kurang
(14.50Wib)
Objektif
Tn.S terlihat memperhatikan
     

Tn.S mampu mengulangi materi yang disampaikan

 

Tn.S tidak ada pertanyaan

Analisis

Masalah Teratasi

 

Perencanaan

Pertahankan Intervensi

Beri reinforcement positif apa yang disampaikan pasien

TUK 3

 

Subjektif

27 / 02 / 2014

 

Ny.S mengatakan berharap segera dapat bantuan pemenuhan Gizi,Karena selama ini hanya makan sederhana,sesekali jika ada rejeki berlebih.

(14.50Wib)

Tn.S mengatakan mengeti apa yang telah disampaikan

Objektif

 

Tn.S dan keluarga tampak antusias memperhatikan

Tn.S dan keluarga mampu mengulangi apa yang disampaikan

Ny.S bertanya tentang cara penyajian yang sederhana dan dapat

Analisis

mengugah selera makan suaminya

Masalah Teratasi sebagian

Perencanaan

Lanjutkan Intervensi

Ajarkan Keluarga menyajikan makanan yang dapat meningkatkan selera

 

makan Tn.S

   

Motivasi keluarga menyediakan makanan yang mengandung gizi

 

TUK 4

 

Subjektif

06/03/2014

 

keluarga mengatakan mengerti apa yang disampaikan dan akan

(11.15WIB)

Objektif

mempraktekken apa yang disampaikan

 

Keluarga dapat menyebutkan kembali materi yang disampaikan

Keluarga tidak ada pertanyaan

Keluarga terlihat memperhatikan

Analisis

 

Masalah Teratasi sebagian

Perencanaan

Pertahankan Intervensi

Motivasi Tn.S dan keluarga untuk menyediakan menu bergizi

berikan reinforcement keluarga tentang apa yang disampaikan

TUK 5

Subjektif

 

keluarga mengatakan tidak pernah absen dalam control ke puskesmas penumping tentang penyakitnya,namun mengatakan tidak pernah periksa ke bagian pojok gizi,dan tidak mengetahui kalau gizi Tn.S kurang

06/03/2014

Tn.S mengatakan beliau rutin berkunjung,dan selalu diingatkan isterinya

(11.45WIB)

Objektif

 

Keluarga tidak ada pertanyaan

∑ Keluarga terlihat memperhatikan Analisis Masalah Teratasi sebagian Perencanaan Pertahankan Intervensi ∑ berikan reinforcement keluarga tentang
Keluarga terlihat memperhatikan
Analisis
Masalah Teratasi sebagian
Perencanaan
Pertahankan Intervensi
berikan reinforcement keluarga tentang apa yang disampaikan
2
Kurang
pengetahuan
TUK 1
26/02/2014
tentang penyakit
yang
(15.30WIB)
Subjektif
dialami Tn.S b.d Kurang
pemahaman Informasi
Tn.S
dan
keluarga
mengatakan
Sudah
mengerti
tentang
keluarga
terhadap
pengertian,penyebab,dan tanda gejala TBC
penyakit
Objektif
Tn.S dan keluarga mampu mengulangi materi yang disampaikan
Tn.S dan keluarga tiadak ada pertanyaan
Analisa
Masalah Teratasi
Perencanaan
Pertahankan Intervensi
Evaluasi pengetahuan pasien
   

Beri reinforcement positif apa yang keluarga sampaikan

 

TUK 2

26/02/2014

Subjektif

 

(15.30WIB)

 

keluarga mengatakan tidak pernah absen dalam control ke puskesmas penumping tentang penyakitnya,namun mengatakan tidak pernah periksa ke bagian pojok gizi,dan tidak mengetahui kalau gizi Tn.S kurang Tn.S mengatakan beliau rutin berkunjung,dan selalu diingatkan isterinya Tn.S mengatakan Ia bosan minum obat,tapi keluarganya slalu memotivasi dan mengingatkan untuk tidak lupa minum obat

Objektif

 
 

Keluarga tidak ada pertanyaan

Keluarga terlihat memperhatikan

Tn.S menunjukkan obat yang diminum

Analisis

Masalah Teratasi

Perencanaan

Pertahankan Intervensi

berikan reinforcement keluarga tentang apa yang disampaikan

motivasi untuk selalu memanfaatkan fasilitas yang tersedia

TUK 1

06/03/2014

Subjektif

 

(11.45WIB)

 

Tn.S dan keluarga mengatakan Sudah mengerti tentang pencegahan

     

penularan TBC

 
 

Tn.S dan keluarga mengatakan sealau membersihakan rumahnya

Objektif

 

Tn.S dan keluarga mampu mengulangi materi yang disampaikan

Tn.S dan keluarga tiadak ada pertanyaan

Ny.S mengatakan cucunya yang baru lahir sudah diimunisasi BCG

Resiko

Analisa

penyebaran/Penularan

infeksi

b.d

kurang

Masalah Teratasi

 

pengetahuan

dan

Perencanaan

ketidakmapuan

keluarga

 

memodifikasi

Pertahankan Intervensi

 

lingkungan

/berperilaku

 

higienis

Evaluasi pengetahuan pasien

Beri reinforcement positif apa yang keluarga sampaikan

Motivasi keluarga untuk slalu menjaga kebersihan lingkungan

TUK 2

Subjektif

 

Tn.S dan keluarga mengatakan tau cara pembuangan dan pembuatan

tempat dahak yang benar ∑ Tn.S mengatakan tidak akan membuang dahak sembarangan lagi ∑ Tn.S mengatakan
tempat dahak yang benar
Tn.S mengatakan tidak akan membuang dahak sembarangan lagi
Tn.S mengatakan
sederhana
mau
mempraktekkan
membuat
tempat
dahak
Objektif
06/03/2014
Tn.S dan keluarga mampu mengulangi materi yang disampaikan
(11.45WIB)
Tn.S mengikuti demonstrasi dengan antusias
Tn.S dan keluarga tiadak ada pertanyaan
Tn.S mengerti cara membuat tempat dahak sederhana
Analisa
Masalah Teratasi
Perencanaan
Pertahankan Intervensi
Evaluasi cara demonstrasi pasien
Beri reinforcement positif apa yang keluarga sampaikan
Memotivasi pasien dan keluarga untuk mempraktekkannya

G.Pemeriksaan Fisik

Komponen

Tn.S (57)

Ny.S (57)

Ny.S(36)

Sdr.J(34)

Sdr.S(28)

Sdr.S(26)

Kepala

Bentuk

kepala

Bentuk

Bentuk

Tidak

Tidak

Tidak

Mesochepal,

Mesocephal,

tidak

Mesocephal,

tidak

Terkaji

Terkaji

Terkaji

Bentuk

wajah

ada

benjolan/luka,

ada

benjolan/luka,

lonjong, Tidak ada

rambut

panjang

rambut

panjang

benjolan/luka,

berwarna

hitam

berwarna

hitam

rambut

pendek

bergelombang

dan

lbergelombang dan

keriting

warna

beruban

sedikit beruban

hitam beruban

Mata

Bentuk simetris, Konjungtiva tidak

Bentuk simetris, Konjungtiva tidak

Bentuk simetris, Konjungtiva tidak

     

anemis,

 

Sklera

anemis,

Sklera

anemis,

Sklera

tidak

ikterik

(-/-),

tidak ikterik

(-/),

tidak

ikterik

(-/-),

tidak

ada

oedema

tidak

ada

oedema

tidak

ada

oedema

palpebra,

 

Pupil

palpebra,

Pupil

palpebra,

Pupil

Isokor (+/+)

 

Isokor (+/),mata kiri cacat

Isokor (+/+)

 

Hidung

Tidak

ada

Tidak

ada

Tidak

ada

     

pernafasan

cuping

pernafasan

cuping

pernafasan

cuping

hidung,

 

tidak

hidung,

tidak

hidung,

tidak

terdapat

 

terdapat

terdapat

benjolan/luka,

 

benjolan/luka,

 

benjolan/luka,

 

fungsi

penciuman

fungsi

penciuman

fungsi

penciuman

normal

normal

normal

Telinga

Simetris, tidak ada serumen, fungsi pendengaran normal

Simetris, tidak ada serumen, fungsi pendengaran normal

Simetris, tidak ada serumen, fungsi pendengaran normal

     

Mulut

Mukosa

 

bibir

Mukosa

bibir

Mukosa

bibir

     

kering,

bibir

lembab,

bibir

lembab,

bibir

berwarna

 

berwarna

merah

,

berwarna

merah

,

kehitaman

,

tidak

tidak

terdapat

tidak

terdapat

terdapat stomatitis,tidak ada caries dentis

stomatitis,tidak ada caries dentis

stomatitis,tidak ada caries dentis

Leher

dan

Tidak

ada

Tidak

ada

Tidak

ada

     

Tenggorokan

peningkatan

 

JVP,

peningkatan

JVP,

peningkatan

JVP,

Tidak

teraba

Tidak

teraba

Tidak

teraba

 

adanya pembesaran kelenjar thyroid.

adanya pembesaran kelenjar thyroid.

adanya pembesaran kelenjar thyroid.

     

Dada

Paru - Paru :

 

Paru - Paru :

 

Paru - Paru :

       

I:

Bentuk

dada

I:

Bentuk

dada

I:

Bentuk

dada

simetris, tidak ada

simetris, tidak ada

simetris, tidak ada

retraksi

otot

retraksi

otot

retraksi

otot

pernafasan

pernafasan

pernafasan

P

:

Tidak

teraba

P

:

Tidak

teraba

P

:

Tidak

teraba

benjolan

maupun

benjolan

maupun

benjolan

maupun

lesi

 

lesi

 

lesi

 

P

:

Suara

paru

P :

Suara

paru

P

:

Suara

paru

sonor

 

sonor

 

sonor

 

A

:

Suara

paru

A

:

Suara

paru

A

:

Suara

paru

vesikuler

vesikuler

vesikuler

 

Jantung:

 

Jantung:

 

Jantung:

Tidak terlihat Ictus

Tidak terlihat Ictus

Tidak terlihat Ictus

Cordis.

 

Ictus

Cordis.

 

Ictus

Cordis.

 

Ictus

Cordis teraba pada ICS 5, Suara jantung reguler S1,

Cordis teraba pada ICS 5, Suara jantung reguler S1,

Cordis teraba pada ICS 5, Suara jantung reguler S1,

S2

S2

S2

Abdomen

I

:

Tidak

terlihat

I

:

Tidak

terlihat

I

:

Tidak

terlihat

     

adanya asites

adanya asites

adanya asites

P : Suara timpani

P : Suara timpani

P : Suara timpani

P

:

Tidak

teraba

P

:

Tidak

teraba

P

:

Tidak

teraba

adanya

benjolan

adanya

benjolan

adanya

benjolan

maupun luka

 

maupun luka

 

maupun luka

 

A

:

Suara

A

:

Suara

A

:

Suara

peristaltik

usus

peristaltik

usus

peristaltik

usus

 

12x/menit

10x/menit

12x/menit

Ektermitas

Tidak ada Oedema pada Ekstremitas

Tidak ada Oedema pada Ekstremitas

Tidak ada Oedema pada Ekstremitas

     

atas

maupun

atas

maupun

atas

maupun

bawah,

tidak

bawah,

tidak

bawah,

tidak

terdapat

lesi

terdapat

lesi

terdapat

lesi

maupun benjolan ,tonus otot baik

maupun benjolan,tonus otot baik

maupun benjolan,tonus otot baik

Kulit

Warna

sawo

Warna

sawo

Warna

sawo

     

matang,Tidak

matang,Tidak

matang,Tidak

terdapat

luka

terdapat

luka

terdapat

luka

maupun jamur,

maupun jamur,

maupun

jamur,

kulit kering, tidak ada sianosis,struktur kulit agak kasar

kulit kering, tidak ada sianosis,struktur kulit agak kasar

kulit kering, tidak ada sianosis,struktur kulit lembut

Kuku

Pendek, bersih, tidak ada Clubbing finger

Pendek, bersih, tidak ada Clubbing finger

Pendek, bersih, tidak ada Clubbing finger

     

Suhu Tubuh

 

36,7C

36,5C

36,5C

     

BB

41 Kg

52 Kg

48 Kg

     

BBI:46,8Kg

Tinggi

152 Cm

154 Cm

150Cm

     

Badan

Tekanan

120/80 mmHg

130/80mmHg

110/70 mmHg

 
Darah
Darah