Anda di halaman 1dari 14

LAPORAN PENDAHULUAN

REMATIK (OSTEOARTRITIS) PADA LANSIA


A. Konsep Penyakit
1. Definisi
Reumatoid arthritis adalah gangguan autoimun kronik yang menyebabkan
proses inflamasi pada sendi (Lemone & Burke, 2001 12!"#. Reumatik dapat ter$adi
pada semua $en$ang umur dari kanak%kanak sampai usia lan$ut. &amun resiko akan
meningkat dengan meningkatnya umur ('elson dalam Budi Darmo$o, 1(((#.
Rematoid )rtritis merupakan suatu penyakit inflamasi sistemik kronik yang
manifestasi utamanya adalah poliartritis yang progresif, akan tetapi penyakit ini $uga
melibatkan seluruh organ tubuh (*idayat, 200+#.
,steoartritis atau rematik adalah penyakit sendi degeneratif dimana ter$adi
kerusakan tulang ra-an sendi yang berkembang lambat dan berhubungan dengan
usia lan$ut, terutama pada sendi%sendi tangan dan sendi besar yang menanggung
beban.
.e/ara klinis osteoartritis ditandai dengan nyeri, deformitas, pembesaran sendi dan
hambatan gerak pada sendi%sendi tangan dan sendi besar. .eringkali berhubungan
dengan trauma maupun mikrotrauma yang berulang%ulang, obesitas, stress oleh
beban tubuh dan penyakit%penyakit sendi lainnya.
2. 0tiologi
0tiologi penyakit ini tidak diketahui se/ara pasti. &amun ada beberapa faktor resiko
yang diketahui berhubungan dengan penyakit ini, antara lain
a. 1sia lebih dari !0 tahun
Dari semua faktor resiko untuk timbulnya osteoartritis, faktor penuaan adalah
yang terkuat. )kan tetapi perlu diingat bah-a osteoartritis bukan akibat penuaan
sa$a. 2erubahan tulang ra-an sendi pada penuaan berbeda dengan eprubahan
pada osteoartritis.
b. 3enis kelamin -anita lebih sering
4anita lebih sering terkena osteosrtritis lutut dan sendi. .edangkan laki%laki
lebih sering terkena osteoartritis paha, pergelangan tangan dan leher. .e/ara
keseluruhan, diba-ah !5 tahun, frekuensi psteoartritis kurang lebih sama antara
pada laki%laki dan -anita, tetapi diats usia 50 tahunh (setelah menopause#
frekuensi osteoartritis lebih banyak pada -anita daripada pria. *al ini
menun$ukkan adanya peran hormonal pada patogenesis osteoartritis.
/. .uku bangsa
&ampak perbedaan pre6alensi osteoartritis pada masingn%masing suku bangsa.
*al ini mungkin berkaitan dengan perbedaan pola hidup maupun perbedaan pada
frekuensi kelainan kongenital dan pertumbuhan tulang.
d. 7enetik
e. 8egemukan dan penyakit metabolik
Berat badan yang berlebih, nyata berkaitan dengan meningkatnya resiko untuk
timbulnya osteoartritis, baik pada -anita maupun pria. 8egemukan ternyata
tidak hanya berkaitan dengan oateoartritis pada sendi yang menanggung beban
berlebihan, tapi $uga dnegan osteoartritis sendi lain (tangan atau
sternokla6ikula#. ,lehkarena itu disamping faktor mekanis yang berperan
(karena meningkatnya beban mekanis#, diduga terdapat faktor lain (metabolit#
yang berpperan pada timbulnya kaitan tersebut.
f. 9edera sendi, peker$aan dan olahraga
2eker$aan berat maupun dengan pemakaian satu sendi yang terus menerus
berkaitan dengan peningkatan resiko osteoartritis tertentu. ,lahraga yang sering
menimbulkan /edera sendi yang berkaitan dengan resiko osteoartritis yang lebih
tinggi.
g. 8elainan pertumbuhan.
8elainan kongenital dan pertumbuhan paha telah dikaitkan dengan timbulnya
oateoartritis paha pada usia muda.
h. 8epadatan tulang.
:ingginya kepadatan tulang dikatakan dapat meningkatkan resiko timbulnya
osteoartritis. *al ini mungkin timbul karena tulang yang lebih padat (keras# tidak
membantu mengurangi benturan beban yang diterima oleh tulang ra-an sendi.
)kibatnya tulang ra-an sendi men$adi lebih mudah robek.
;. 3enis Reumatik
<enurut )delia, (2011# ada beberapa $enis reumatik yaitu
a. Reumatik .endi ()rtikuler#.
Reumatik yang menyerang sendi dikenal dengan nama reumatik sendi (reumatik
artikuler#. 2enyakit ini ada beberapa ma/am yang paling sering ditemukan yaitu
1# )rtritis Reumatoid.
<erupakan penyakit autoimun dengan proses peradangan menahun yang
tersebar diseluruh tubuh, men/akup keterlibatan sendi dan berbagai organ di
luar persendian. 2eradangan kronis dipersendian menyebabkan kerusakan
struktur sendi yang terkena. 2eradangan sendi biasanya mengenai beberapa
persendian sekaligus. 2eradangan ter$adi akibat proses sino6itis (radang
selaput sendi# serta pembentukan pannus yang mengakibatkan kerusakan
pada ra-an sendi dan tulang di sekitarnya, terutama di persendian tangan dan
kaki yang sifatnya simetris (ter$adi pada kedua sisi#. 2enyebab )rtritis
Rematoid belum diketahui dengan pasti. )da yang mengatakan karena
mikoplasma, 6irus, dan sebagainya. &amun semuanya belum terbukti.
Berbagai faktor termasuk ke/enderungan genetik, bisa mempengaruhi reaksi
autoimun. Bahkan beberapa kasus )rtritis Rematoid telah ditemukan
berhubungan dengan keadaan stres yang berat. 2eradangan kronis membran
sino6ial mengalami pembesaran (*ipertrofi# dan menebal sehingga ter$adi
hambatan aliran darah yang menyebabkan kematian (nekrosis# sel dan respon
peradanganpun berlan$ut. .ino6ial yang menebal kemudian dilapisi oleh
$aringan granular yang disebut panus. 2anus dapat menyebar keseluruh sendi
sehingga semakin merangsang peradangan dan pembentukan $aringan parut.
2roses ini se/ara perlahan akan merusak sendi dan menimbulkan nyeri hebat
serta deformitas (kelainan bentuk#.
2# ,steoatritis.
)dalah sekelompok penyakit yang tumpang tindih dengan penyebab yang
belum diketahui, namun mengakibatkan kelainan biologis, morfologis, dan
keluaran klinis yang sama. 2roses penyakitnya bera-al dari masalah ra-an
sendi (kartilago#, dan akhirnya mengenai seluruh persendian termasuk tulang
subkondrial, ligamentum, kapsul dan $aringan sino6ial, serta $aringan ikat
sekitar persendian (periartikular#. 2ada stadium lan$ut, ra-an sendi
mengalami kerusakan yang ditandai dengan adanya fibrilasi, fisur, dan
ulserasi yang dalam pada permukaan sendi. 0tiologi penyakit ini tidak
diketahui dengan pasti. )da beberapa faktor risiko yang diketahui
berhubungan dengan penyakit ini, yaitu 1sia lebih dari !0 tahun, 3enis
kelamin -anita lebih sering, .uku bangsa, genetik, kegemukan dan penyakit
metabolik, /edera sendi, peker$aan, dan olah raga, kelainan pertumbuhan,
kepadatan tulang, dan lain%lain.
;# )tritis 7out.
2enyakit ini berhubungan dengan tingginya asam urat darah (hiperurisemia#.
Reumatik gout merupakan $enis penyakit yang pengobatannya mudah dan
efektif. &amun bila diabaikan, gout $uga dapat menyebabkan kerusakan sendi.
2enyakit ini timbul akibat kristal monosodium urat di persendian meningkat.
:imbunan kristal ini menimbulkan peradangan $aringan yang memi/u
timbulnya reumatik gout akut. 2ada penyakit gout primer, ((= penyebabnya
belum diketahui (idiopatik#. Diduga berkaitan dengan kombinasi faktor
genetik dan faktor hormonal yang menyebabkan gangguan metabolisme yang
dapat mengakibatkan meningkatnya produksi asam urat atau bisa $uga
diakibatkan karena berkurangnya pengeluaran asam urat dari tubuh. 2enyakit
gout sekunder disebabkan antara lain karena meningkatnya produksi asam
urat karena nutrisi, yaitu mengkonsumsi makanan dengan kadar purin yang
tinggi. 2urin adalah salah satu senya-a basa organik yang menyusun asam
nukleat (asam inti dari sel# dan termasuk dalam kelompok asam amino, unsur
pembentuk protein. 2roduksi asam urat meningkat $uga bisa karena penyakit
darah (penyakit sumsum tulang, polisitemia#, obat%obatan (alkohol, obatobat
kanker, 6itamin B12#. 2enyebab lainnya adalah obesitas (kegemukan#,
penyakit kulit (psoriasis#, kadar trigliserida yang tinggi. 2ada penderita
diabetes yang tidak terkontrol dengan baik biasanya terdapat kadar benda%
benda keton (hasil buangan metabolisme lemak# yang meninggi. Benda%
benda keton yang meninggi akan menyebabkan asam urat $uga ikut meninggi.
b. Reumatik 3aringan Lunak (Non-Artikuler)
<erupakan golongan penyakit reumatik yang mengenai $aringan lunak di luar
sendi (soft tissue rheumatism) sehingga disebut $uga reumatik luar sendi (ekstra
artikuler rheumatism#. 3enis>$enis reumatik yang sering ditemukan yaitu
1# 'ibrosis
<erupakan peradangan di $aringan ikat terutama di batang tubuh dan anggota
gerak. 'ibrosis lebih sering ditemukan oleh perempuan usia lan$ut,
penyebabnya adalah faktor ke$i-aan.
2# :endonitis dan tenosi6itis
:endonitis adalah peradangan pada tendon yang menimbulkan nyeri lokal di
tempat perlekatannya. :enosi6itis adalah peradangan pada sarung
pembungkus tendon.
;# 0ntesopati
)dalah tempat di mana tendon dan ligamen melekat pada tulang. 0ntesis ini
dapat mengalami peradangan yang disebut entesopati. 8e$adian ini bisa
timbul akibat menggunakan lengannya se/ara berlebihan, degenerasi, atau
radang sendi.
!# Bursitis
)dalah peradangan bursa yang ter$adi di tempat perlekatan tendon atau otot
ke tulang. 2eradangan bursa $uga bisa disebabkan oleh reumatik gout dan
pseudogout.
5# Ba/k 2ain
2enyebabnya belum diketahui, tetapi berhubungan dengan proses degenerarif
diskus inter6ertebralis, bertambahnya usia dan peker$aan fisik yang berat,
atau sikap postur tubuh yang salah se-aktu ber$alan, berdiri maupun duduk.
2enyebab lainnya bisa akibat proses peradangan sendi, tumor, kelainan
metabolik dan fraktur.
+# &yeri pinggang
8elainan ini merupakan keluhan umum karena semua orang pernah
mengalaminya. &yeri terdapat kedaerah pinggang keba-ah (lumbosakral dan
sakroiliaka# ?ng dapat men$alar ke tungkai dan kaki.
7) Frozen shoulder syndrome
Ditandai dengan nyeri dan ngilu pada daerah persendian di pangkal lengan
atas yang bisa men$alar ke lengan atas bagian depan, lengan ba-ah dan
belikat, terutama bila lengan diangkat keatas atau digerakkan kesamping.
)kibat pergerakan sendi bahu men$adi terbatas.
!. 2atofisologi
@nflamasi mula%mula mengenai sendi%sendi sino6ial seperti edema, kongesti
6askular, eksudat febrin dan infiltrasi selular. 2eradangan yang berkelan$utan,
sino6ial men$adi menebal, terutama pada sendi artikular kartilago dari sendi. 2ada
persendian ini granulasi membentuk pannus, atau penutup yang menutupi kartilago.
2annus masuk ke tulang sub /hondria. 3aringan granulasi menguat karena radang
menimbulkan gangguan pada nutrisi kartilago artikuer. 8artilago men$adi nekrosis.
:ingkat erosi dari kartilago menentukan tingkat ketidakmampuan sendi. Bila
kerusakan kartilago sangat luas maka ter$adi adhesi diantara permukaan sendi,
karena $aringan fibrosa atau tulang bersatu (ankilosis#. 8erusakan kartilago dan
tulang menyebabkan tendon dan ligamen $adi lemah dan bisa menimbulkan
subluksasi atau dislokasi dari persendian. @n6asi dari tulang sub /hondrial bisa
menyebkan osteoporosis setempat.
Lamanya arthritis rhematoid berbeda dari tiap orang. Ditandai dengan masa
adanya serangan dan tidak adanya serangan. .ementara ada orang yang sembuh dari
serangan pertama dan selan$utnya tidak terserang lagi. ?ang lain, terutama yang
mempunyai faktor rhematoid (seropositif gangguan rhematoid# gangguan akan
men$adi kronis yang progresif.
5. <anifestasi 8linik
7e$ala utama dari osteoartritis adalah adanya nyeri pada sendi yang terkena,
etrutama -aktu bergerak. 1mumnya timbul se/ara perlahan%lahan. <ula%mula terasa
kaku, kemudian timbul rasa nyeri yang berkurang dnegan istirahat. :erdapat
hambatan pada pergerakan sendi, kaku pagi, krepitasi, pembesaran sendi dn
perubahan gaya $alan. Lebih lan$ut lagi terdapat pembesaran sendi dan krepitasi.
:anda%tanda peradangan pada sendi tidak emnon$ol dan timbul belakangan, mungkin
di$umpai karena adanya sino6itis, terdiri dari nyeri tekan, gangguan gerak, rasa
hangat yang merata dan -arna kemerahan, antara lain
a. &yeri sendi
8eluhan ini merupakan keluhan utama. &yeri biasanya bertambah dengan
gerakan dan sedikit berkurang dengan istirahat. Beberapa gerakan tertentu
kadang%kadang menimbulkan rasa nyeri yang lebih dibandingkan gerakan yang
lain.
b. *ambatan gerakan sendi
7angguan ini biasanya semakin bertambah berat dengan pelan%pelan se$alan
dengan bertambahnya rasa nyeri.
/. 8aku pagi
2ada beberapa pasien, nyeri sendi yang timbul setelah immobilisasi, seperti
duduk dari kursi, atau setelah bangun dari tidur.
d. 8repitasi
Rasa gemeretak (kadAang%kadang dapat terdengar# pada sendi yang sakit.
e. 2embesaran sendi (deformitas#
2asien mungkin menun$ukkan bah-a salah satu sendinya (lutut atau tangan yang
paling sering# se/ara perlahan%lahan membesar.
f. 2erubahan gaya ber$alan
*ampir semua pasien osteoartritis pergelangan kaki, tumit, lutut atau panggul
berkembang men$adi pin/ang. 7angguan ber$alan dan gangguan fungsi sendi
yang lain merupakan an/aman yang besar untuk kemandirian pasien yang
umumnya tua (lansia#.
+. 2emeriksaan Diagnotik
a. :es serologi
1# .edimentasi eritrosit meningkat
2# Darah, bisa ter$adi anemia dan leukositosis
;# Rhematoid faktor, ter$adi 50%(0= penderita
b. 2emerikasaan radiologi
1# 2eriartri/ular osteoporosis, permulaan persendian erosi
2# 8elan$utan penyakit ruang sendi menyempit, sub luksasi dan ankilosis
/. )spirasi sendi
9airan sino6ial menun$ukkan adanya proses radang aseptik, /airan dari sendi
dikultur dan bisa diperiksa se/ara makroskopik.
B. 2enatalaksanaan C pera-atan ,steoartriti.
a. <edikamentosa
:idak ada pengobatan medikamentosa yang spesifik, hanya bersifat simtomatik.
,bat antiinflamasi nonsteroid (,)@&.# beker$a hanya sebagai analgesik dan
mengurangi peradangan, tidak mampu menghentikan proses patologis.
b. @stirahatkan sendi yang sakit, dihindari akti6itas yang berlebihan pada sendi yang
sakit.
/. <andi dengan air hangat untuk mengurangi rasa nyeri.
d. Lingkungan yang aman untuk melindungi dari /edera.
e. Dukungan psikososial.
f. 'isioterapi dengan pemakaian panas dan dingin, serta program latihan yang
tepat.
g. Diet untuk menurunkan berat badan dapat mengurangi timbulnya keluhan.
h. Diet rendah purin
:u$uan pemberian diet ini adalah untuk mengurangi pembentukan asam urat dan
menurunkan berat badan, bila terlalu gemuk dan mempertahankannya dalam
batas normal. Bahan makanan yang boleh dan yang tidak boleh diberikan pada
penderita osteoartritis
Golonan !a"an
#akanan
Makanan yan !ole"
$i!e%ikan
Makanan yan ti$ak
!ole" $i!e%ikan
8arbohidrat
2rotein he-ani
2rotein nabati
.emua
Daging atau ayam, ikan
tongkol, bandeng 50
grChari, telur, susu, ke$u
8a/ang%ka/angan kering
25 gr atau tahu, tempe,
on/om
%%
.ardin, kerang, $antung,
hati, usus, limpa, paru%
paru, otak, ekstrak
dagingC kaldu, bebek,
angsa, burung.
%%
Lemak
.ayuran
Buah%buahan
<inuman
Bumbu, dll
<inyak dalam $umlah
terbatas.
.emua sayuran
sekehendak ke/uali
asparagus, ka/ang polong,
ka/ang bun/is, kembang
kol, bayam, $amur
maksimum 50 gr sehari
.emua ma/am buah
:eh, kopi, minuman yang
mengandung soda
.emua ma/am bumbu
%%
)sparagus, ka/ang
polong, ka/ang bun/is,
kembang kol, bayam,
$amur maksimum 50 gr
sehari
%%
)lkohol
Ragi
". 2engka$ian 'okus
a. Ri-ayat kesehatan
b. 2emeriksaan 'isik
1# )kti6itas C istirahat
7e$ala &yeri sendi karena gerakan, nyeri tekan, memburuk dengan stres
pada sendi.
:anda malaise, keterbatasan rentang gerak, kontraktur pada sendi
2# 8ardio6akuler
7e$ala .ianosis kemudian pada $ari sebelum -arna -arna kembali &ormal
;# @ntegritas 0go
7e$ala faktor%faktor stres akut atau kronis misalnya peker$aan
!# <akananC 9airan
7e$ala mual. )noreksia
:anda penurunan berat badan, kekeringan pada membran mukosa
5# *ygiene
7e$ala kesulitan untuk melaksanakan akti6itas pera-atan pribadi
+# &eurosensori
7e$ala semutan pada tangan dan kaki
:anda pembengkakan sendi simetris
B# &yeriC 8eamanan
7e$ala fase akut dan nyeri (pembengkakan $aringan lunak pada sendi#
"# 8eamanan
7e$ala kulit mengkilat, tegang, lesi kulit, demam ringan menetap, kekeringan
pada mata dan membran mukosa
(# @nteraksi .osial
7e$ala kerusakan interaksi keluargaC orang lain, perubahan peran isolasi
(. Diagnosa 8epera-atan
a. &yeri berhubungan dengan distensi $aringan akibat akumulasi /airanCproses
inflamasi, destruksi sendi.
b. 7angguan mobilitas fisik berhubungan dengan deformitas skeletal,
nyeri, penurunan kekuatan otot.
/. Defisit kurang pera-atan diri berhubungan dengan deformitas skeletal,
nyeri, penurunan kekuatan otot.
d. 8urang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi.
10. @nter6ensi 8epera-atan
a. &yeri berhubungan dengan distensi $aringan akibat akumulasi /airanCproses
inflamasi, destruksi sendi.
:u$uan nyeri hilang atau terkontrol.
@nter6ensi
1# 8a$i keluhan nyeri, /atat lokasi dan intensitas.
2# Dorong untuk sering mengubah posisi.
;# )n$urkan pasien untuk mandi air hangat atau mandi pan/uran pada -aktu
bangunC -aktu tidur.
!# Berikan masase yang lembut.
5# Libatkan dalam akti6itas hiburan yang sesuai untuk situasi indi6idu.
b. 7angguan mobilitas fisik berhubungan dengan deformitas skeletal,
nyeri, penurunan kekuatan otot.
:u$uan mempertahankan fungsi tubuh.
@nter6ensi
1# 2antau tingkat inflamasiCrasa sakit pada sendi.
2# 2ertahankan istirahat tirah baringC duduk.
;# Bantu dengan rentang gerak aktif Cpasif.
!# Dorong pasien mempertahankan postur tegak dan duduk tinggi, berdiri dan
ber$alan.
5# Berikan lingkungan yang aman.
/. Defisit kurang pera-atan diri berhubungan dengan deformitas skeletal,
nyeri, penurunan kekuatan otot.
:u$uan meningkatkan akti6itas dalam pera-atan diri.
@nter6ensi
1# Diskusikan tingkat fungsi umum akti6itas.
2# 2ertahankan mobilitas, kontrol terhadap nyeri dan program latihan.
;# 8a$i hambatan terhadap partisipasi dalam pera-atan diri.
d. 8urang pengetahuan tentang penyakit berhubungan dengan kurangnya informasi.
:u$uan 8lien dan keluarga mengetahui tentang penyakitmya dan penanganannya
@nter6ensi
1# 8a$i tingkat pemahaman pasien dan keluarga akan penyakit.
2# Beriak pen$elasan kepada pasien dan keluarga tentang penyakit dan
penanganannya.
;# 3elaskan pentinnya melakukan pergerakan latihan sendi (R,<#.
&. Konsep Dasa% Lansia #en'%'t M'!a%ak (())*).
1. Definisi
Lansia adalah indi6idu yang berusia diatas +0 tahun, pada umumnya memiliki
tanda%tanda ter$adinya penurunan fungsi%fungsi biologis, psikologis, sosial ekonomi.
2. 2embagian Lansia
Departemen 8esehatan R@ membagi lansia sebagai berikut
a. 8elompok men$elang usia lan$ut (!5%5! tahun# sebagai masa vibrilitas.
b. 8elompok usia lan$ut (55%+! tahun# sebagai presenium.
/. 8elompok usia lan$ut (D +5 tahun# sebagai senium.
<enurut organisasi kesehatan dunia (4*,#, lan$ut usia meliputi
a. 1sia pertengahan (middle age# ialah kelompok usia !5 sampai 5( tahun.
b. 1sia lan$ut (elderly# antara +0 sampai B! tahun.
/. 1sia tua (old# antara B5 sampai (0 tahun.
d. 1sia sangat tua (very old# di atas (0 tahun.
;. 2roses <enua
2roses menua dapat men$adikan proses yang ter$adi se/ara alamiah setelah ;
tahap kehidupan yaitu masa anak, masa de-asa dan masa tua yang tidak dapat
dihindari oleh setiap indi6idu. 2ertambahan usia akan menimbulkan perubahan%
perubahan fisik, fungsi organ%organ tubuh psikososial dan mental yang dapat
mengakibatkan kemunduran fisik dan psikis.
!. 'aktor%faktor yang mempengaruhi penuaan
a. *erediterCketurunan.
b. Lingkungan fisik dan sosial.
/. <akanan dan gaya hidup.
d. .tatus kesehatan.
e. 2engalaman hidup dan stress.
5. 2erubahan%perubahan pada lan$ut usia
a. 2erubahan%perubahan fisik.
1# 2ada sel lebih sedikit $umlahnya, lebih besar ukurannya, berkurangnya
$umlah /airan tubuh.
2# .istem persyarafan /epatnya penurunan hubungan persyarafan, lambat dalam
respon dan -aktu bereaksi, menge/ilnya syaraf pan/a indra.
;# .istem pendengaran gangguan pada pendengaran, aterosklerosis, ter$adi
pengumpulan serumen dapat mengeras atau meningkatnya keratin.
!# .istem penglihatan kornea lebih berbentuk sfelis (bola#, kekeruhan pada
lensa, daya adaptasi terhadap kegelapan lebih lambat, hilangnya daya
akomodasi, menurunnya daya membedakan -arna.
5# .istem kardio6askuler katub $antung menebal dan men$adi kaku, kemampuan
$antung memompa darah menurun 1= setiap tahun sesudah usia 20 tahun,
kehilangan elastisitas pembuluh darah, tekanan darah meningkat.
+# .istem pernapasan kehilangan kekuatan otot%otot pernapasan dan men$adi
kaku, hilangnya elastisitas paru%paru, al6eoli ukurannya melebar dari biasa dan
$umlahnya berkurang, oksigen pada arteri menurun men$adi B5 mm*g.
B# .istem gastrointestinal kehilangan gigi, indera penge/ap menurun, esofagus
melebar, rasa lapar menurun, peristaltik lemah, kemampuan absorbsi
menurunan, produksi asam lambung dan sali6a menurun.
"# .istem perkemihan nefron men$adi atropi, fungsi tubulus berkurang, otot
kandung kemih melemah, pembesaran prostat.
(# .istem endokrin produksi dari semua hormon menurun, fungsi dari paratiroid
tidak berubah, pituitary, pertumbuhan hormon ada tetapi lebih rendah,
menurunnya produksi tiroid.
10# .istem integumen akibat kehilangan $aringan lemak kulit men$adi mengkerut,
terdapat bintik%bintik hitam akibat menurunnya aliran darah ke kulit, kuku $ari
tangan dan kaki menebal dan rapuh, rambut menipis dan -arna kelabu serta
fungsi kulit sebagai proteksi menurun.
b. 2erubahan%perubahan mental.
'aktor%faktor yang mempengaruhi perubah mental perubahan fisik,
kesehatan umum, tingkat pendidikan atau pengetahuan, keturunan, lingkungan,
gangguan syaraf pan/a indera dan ganguan konsep diri.
/. 2erubahan%perubahan psikososial.
2erubahan psikososial pada lansia antara lain pensiunan, sadar akan
kematian, perubahan dalam /ara hidup, ekonomi akibat pemberhentian dari
$abatan, penyakit kronis dan ketidakmampuan, kesepian dan $auh dari lingkungan
sosial, hilangnya kekuatan dan ketegangan fisik.
d. 2erubahan kognitif.
2erubahan pada fungsi kognitif antara lain kemunduran dalam
menyelesaikan tugas yang membutuhkan ke/epatan dan memori $angka pendek,
kemampuan intelektual tidak mengalami kemunduran dan kemampuan 6erbal
akan menetap bila tidak ada penyakit.
e. 2erubahan spiritual.
2erubahan spiritual pada lan$ut usia yaitu keper/ayaan semakin
terintegrasi dalam kehidupannya, dalam berfikir dan bertindak memberikan
/ontoh keadilan dan men/intai.