Anda di halaman 1dari 12

CLINICAL SCIENCE SESSION

FISIOLOGI NIFAS DAN INFEKSI NIFAS


Oleh:
Rialta Hamda 1301-1212-0622
Pe!e"t#:
$AGIAN O$S%%E%RI DAN GINEKOLOGI
PROGRA& PENDIDIKAN PROFESI DOK%ER
FAK'L%AS KEDOK%ERAN 'NI(ERSI%AS PAD)AD)ARAN
RS'P DR HASAN SADIKIN
$AND'NG
201*
A+ DEFINISI
Infeksi nifas adalah infeksi bakteri pada traktus genitalia, terjadi sesudah melahirkan,
ditandai kenaikan suhu sampai 38 derajat selsius atau lebih selama 2 hari dalam 10 hari
pertama pasca persalinan dengan mengecualikan 24 jam pertama.
$+ E%IOLOGI , CARA %ER)ADIN-A INFEKSI
Organisme yang menyerang bekas implantasi plasenta atau laserasi akibat persalinan
adalah penghuni nrmal ser!iks dan jalan lahir, mungkin juga dari luar. "iasanya lebih
dari satu spesies. #uman anaerb adalah kkus gram psitif $peptstreptkk, peptkk,
bakterides dan clstridium%. #uman aerb adalah berbagai macam gram psitif dan &.
cli. 'ikplasma dalam lapran terakhir mungkin memegang peran penting sebagai
etilgi infeksi nifas.
Caa i./e0!i+
#emungkinan terbesar ialah bah(a si penlng sendiri memba(a kuman ke dalam
rahim penderita
1. memba(a kuman yang telah ada dalam !agina ke atas, misalnya dengan
pemeriksaan dalam.
2. tangan penlng atau alat)alatnya masuk memba(a kuman dari luar.
3. pasien lain seperti pasien dengan infeksi puerperalis
4. luka perasi yang meradang
*. carcinma uteri
+. ,ari bayi dengan infeksi tali pusat
-. 'ungkin juga infeksi disebabkan citus pada bulan terakhir
C+ FAK%OR PREDISPOSISI
.aktr predispsisi infeksi nifas, yaitu /
1. 0emua keadaan yang dapat menurunkan daya tahan tubuh, seperti perdarahan
yang banyak, pre eklampsia1 juga infeksi lain seperti pneumnia, penyakit jantung,
dsb.
2. 2artus lama, terutama partus dengan ketuban pecah lama.
3. 3indakan bedah !aginal yang menyebabkan perlukaan jalan lahir.
4. 3ertinggalnya sisa plasenta, selaput ketuban dan bekuan darah.
*. trauma persalinan.
+. retenti placentae sebagian atau seluruhnya
-. keadaan umum ibu merupakan faktr yang ikut menentukan, seperti anemia,
malnutrisi sangat melemahkan daya tahan ibu.
D+ &ANIFES%ASI KLINIS
Infeksi nifas dapat dibagi atas 2 glngan, yaitu /
1+ I./e0!i 1a.2 te3ata! "ada "ei.e4m5 64l6a5 6a2i.a5 !e6i0!5 da. e.d#meti4m
a. Infeksi luka perineum.
4uka menjadi nyeri, merah dan bengkak akhirnya luka terbuka dan
mengeluarkan getah bernanah.
b. Infeksi luka cer!i5.
#alau lukanya dalam, sampai ke parametrium dapat menimbulkan parametritis.
4uka perineum, !ul!a, !agina, cer!i5/ perasaan nyeri dan panas timbul pada luka
yang berinfeksi dan kalau terjadi pernanahan dapat disertai dengan suhu tinggi
dan menggigil.
c. &ndmetritis.
0etelah masa inkubasi, kuman)kuman menyerbu ke d a l a m luka endmetrium,
biasanya bekas perlekatan placenta. 6ambaran klinis endmetritis berbeda)
beda tergantung pada !irulensi kuman penyebabnya. "iasanya demam mulai
48 jam pstpartum dan bersifat naik turun $remittens%.
d. 0upraemia $retentin fe!er%
,emam karena retensi gumpalan darah atau selaput janin. ,emam ini turun
setelah darah dan selaput keluar. #eadaan ini dicurigai kalau pasien yang demam
terus merasakan his ryan. #alau penderita demam dan perdarahan agak banyak,
maka mungkin jaringan placenta yang tertinggal.
2+ Pe.1e3aa. dai tem"at-tem"at te!e34t melal4i 6e.a-6e.a5 7ala. lim/e da.
"em40aa. e.d#meti4m+
a+ %h#m3#"hle3iti!+
2enjalaran infeksi melalui !ena sering terjadi dan merupakan sebab yang
terpenting kematian karena infeksi puerperalis. ,ua glngan !ena biasanya
memegang peranan/
) 7ena)!ena dinding rahim dan lig. latum $!ena !arica1 uterina dan
hypgastrica%.
) 7ena)!ena tungkai $!ena femralis, pplitea dan saphena%.
i+ %h#m3#"hle3iti! "el6i8a 9 "ada 6e.a di.di.2 ahim:
"iasanya terjadi dalam minggu ke)2, yang paling sering meradang ialah
!ena !arica karena mengalirkan darah dari luka bekas placenta yaitu daerah
fundus uteri.. #arena radang terjadi thrmbsis yang bermaksud untuk
menghalangi penjalaran kuman)kuman. ,engan prses ini infeksi dapat
sembuh, tapi kalau daya tahan tubuh kurang maka thrmbus menjadi nanah.
"agian)bagian kecil thrmbus terlepas dan terjadilah embli atau sepsis dan
karena emblus ini mengandung nanah disebut juga pyaemia. &mblus

ini
biasanya tersangkut pada paru)paru, ginjal, atau katup jantung, pada paru)
paru dapat menimbulkan infark. #alau daerah yang mengalami infark
besar, maka pasien meninggal dengan mendadak. 2enyulit ialah abses paru,
pleuritis, pneumnia dan abses ginjal. 2enyakit berlangsung antara 1 8 3
bulan dan angka kematian tinggi. #ematian biasanya karena penyulit paru)
paru.
ii+ %h#m3#"hle3iti! /em#ali!+
3erjadi antara hari ke 10)20 ditandai dengan kenaikan suhu dan nyeri pada
tungkai biasanya yang kiri. 3ungkai biasanya tertekuk dan terputar ke luar,
agak sukar digerakkan. #aki yang sakit biasanya lebih panas dari kaki yang
sehat.
,apat terjadi sebagai berikut /
) ,ari thrmbphlebitis !ena saphena, magna atau peradangan !ena
femralis sendiri
) 2enjalaran thrmbphlebitis !ena uterine $!. uterina, !. hypgastrica, !.
iliaca e5terna, !. femralis%.
) 9kibat parametritis
3hrmbphlebitis pada !ena femralis mungkin terjadi karena aliran darah
lambat di daerah lipat paha karena tertekan leh lig. inguinale, kadar
fibringen tinggi dalam masa nifas. terjadi edem tungkai yang mulai pada
jari kaki, dan naik ke kaki, betis dan paha, kalau thrmbphlebitis itu mulai
pada !ena saphena
,
atau !ena femralis1 sebaliknya kalau terjadi
,
sebagai
lanjutan thrmbphlebitis pel!ica, maka edem mulai terjadi pada paha
dan kemudian turun ke betis. Oedem ini lambat sekali hilang. #eadaan
umum pasien tetap batik. #adang terjadi thrmbphlebitis pada kedua
tungkai.3hrmbphlebitis femralis jarang menimbulkan embli. 2enyakit
ini juga terkenal dengan name phiegmasia alba dolens $radang yang putih
dan nyeri%.
3+ Se"!i! "4e"eali!+
3erjadi kalau setelah persalinan ada sumber sepsis dalam badan yang secara
terus menerus atau peridik melepaskan kuman)kuman ke dalam peredaran
darah dan dengan demikian secara mutlak mempengaruhi gambaran penyakit
$yang tadinya hanya dipengaruhi leh prses dalam sumber%.
2ada sepsis dapat dibedakan/
- prte d:entr;e / biasanya bekas insersi placenta
- sarang sepsis primer / thrmbphlebitis pada !ena uterina atau !ena
!arica
- sarang sepsis sekunder $metastasis% misalnya di paru)paru sebagai abses
paru)paru atau pada katup jantung sebagai endcarditis ulcersa septica, di
samping itu dapat terjadi abses di ginjal, hati, lympha, tak dan lain)lain.
8+ Peit#.iti!+
Infeksi nifas melalui jalan lympha dapat menjalar ke peritneum hingga terjadi peritnitis
atau ke parametrium menyebabkan parametritis. #alau peritnitis ini terbatas pada
rngga panggul disebut pel!e peritnitis sedangkan kalau seluruh peritneum meradang
disebut peritnitis umum. 2rgnsa peritnitis umum jauh lebih buruk dari pel!e
peritnitis.
d+ Paametiti! 98ell4liti! "el6i8a:
2arametritis dapat terjadi dengan 3 cara /
- melalui rbekan cer!i5 yang dalam.
- penjalaran endmetritis atau luka cer!i5 yang terinfeksi melalui jalan lymphe.
- sebagai lanjutan thrmbphlebitis pel!ica.
#alau terjadi infeksi parametrium, maka timbullah pembengkakan yang a(alnya lunak
tetapi kemudian menjadi keras sekali.
Infiltrat ini dapat terjadi hanya pada dasar lig. latum tetapi dapat juga bersifat luas
misalnya dapat menempati seluruh parametrium sampai ke dinding panggul dan dinding
perut depan di atas lig. inguinale. #alau infiltrat menjalar ke belakang dapat
menimbulkan pembengkakan di belakang cer!i5. &ksudat ini lambat laun diresrpsi atau
menjadi abses. 9bses dapat pecah di daerah lipat paha di atas lig inguinale atau ke dalarn
ca!um ,uglasi. 2arametritis biasanya unilateral dan karena biasanya sebagai akibat
luka cer!i5, lebih sering terdcpat pada primipara dari pada multi para.
E+ DIAGNOSA
1+ Dia2.#!i! I./e0!i .i/a! :
<ntuk penegakan diagnsa diperlukan pemeriksaan seksama. 2erlu diketahui
apakah infeksi terbatas pada tempat masuknya kuman ke dalam badan atau
menjalar keluar ke tempat lain. 2asien dengan infeksi meluas tampak sakit, suhu
meningkat, kadang)kadang menggigil, nadi cepat dan keluhan lebih banyak. =ika
fasilitas ada, lakukan pembiakan getah !agina sebelah atas dan pada infeksi yang
berat diambil darah untuk maksud yang sama. <saha ini untuk mengetahui
etilgi infeksi dan menentukan pengbatan antibitik yang paling tepat
2+ E.d#metiti!
6ejala yang selalu didapat1
a. >yeri perut bagian ba(ah
b. 4khia yang purulent dan berbau
c. <terus yang tegang dan subin!lusi.
6ejala yang mungkin didapat/
a. 2erdarahan per!aginam
b. 0yk
c. 2eningkatan sel darah putih terutama plimrfnuklear leksit
3+ A3!e! "el6i8
6ejala yang selalu didapat 1
a. >yeri perut bagian ba(ah
b. 2embesaran perut bagian ba(ah
c. ,emam yang terus menerus
6ejala yang mungkin didapat
a. ,engan antibitik tidak membaik
b. 2embengkakan pada adne5a atau ka!um ,uglas
*+ Peit#.iti!
6ejala yang selalu didapat/
a. >yeri perut bagian ba(ah
b. "ising usus tidak ada
6ejala yang mungkin didapat/
a. 2erut yang tegang $rebund tenderness%
b. 9nreksia ? muntah
;+ Se"!i! "4e"eali!
a. 0uhu tinggi $40

atau lebih% biasanya remittens.


b. 'enggigil.
c. #eadaan umum buruk/ nadi kecil dan tinggi $140)1+0 kali per menit atau
lebih%, nafas cepat, gelisah
d. @b menurun karena haernlyse, leuccytse.
e. 0ejak permulaan, pasien sudah sakit dan lemah.
f. 2asien dapat meninggal dalam +)- hari pasca persalinan.
6+ Sel4liti! "ada l40a 9"ei.eal ata4 a3d#mi.al:
6ejala yang selalu didapat/ >yeri pada luka ? irisan dan tegang ? indurasi
6ejala yang mungkin didapat/
a. 4uka ?irisan pada perut dan perineal yang mengeras? indurasi
b. #eluar pus
c. #emerahan
<+ A3!e! = hemat#ma "ada l40a i.!i!i
6ejala yang selalu didapat/
a. 4uka yang mengeras
b. #eluar cairan sersa
c. #emerahan dari luka
d. 3idak ada? sedikit eritema dekat luka insisi
>+ %h#m3#"hle3iti! 9"el6ith#m3#/le3iti! ? /em#ali!:
6ejala yang selalu didapat/
a. ,emam yang tinggi (alau mendapat antibitika
b. 'enggigil
6ejala yang mungkin didapat/
a. ketegangan pada tt kaki
b. kmplikasi pada paru dan ginjal, persendian, mata dan jaringan subkutan
@+ Piemia
a. Airi khasnya adalah berulang)ulang suhu meningkat dengan cepat
b. menggigil lalu diikuti leh turunnya suhu.
c. 4ambat laun timbul gejala abses paru, pneumnia dan pleuritis
d. 3idak lama pasca persalinan, pasien sudaah merasa sakit, perut nyeri dan suhu
agak meningkat.
e. 6ejala infeksi umum dengan suhu tinggi serta menggigil terjadi setelah kuman
dengan embli memasuki peredaran darah umum.
10+ I./e0!i "ei.e4m5 64l6a5 6a2i.a5 da. !e6i0! :
a. 6ejalanya berupa rasa nyeri dan panas pada tempat infeksi, kadang)kadang
perih saat kencing.
b. "ila getah radang bisa keluar, biasanya keadaannya tidak berat, suhu sekitar
38

A dan nadi diba(ah 100 5 per menit. "ila luka yang terinfeksi, tertutup
jahitan dan getah radang tidak dapat keluar, demam bisa naik sampai 3B)40

A.
c. #adang disertai menggigil.
F+ PENCEGAHAN DAN PENA%ALAKSANAAN
I./e0!i Ni/a!
2encegahan infeksi nifas/
1. 9nemia diperbaiki selama kehamilan. "erikan diet yang baik.
2. #itus pada kehamilan tua sebaiknya dilarang.
3. 'embatasi masuknya kuman di jalan lahir selama persalinan.
4. =aga persalinan agar tidak berlarut)larut.
*. 0elesaikan persalinan dengan trauma sesedikit mungkin.
+. Aegah perdarahan banyak dan penularan penyakit dari petugas dalam kamar
bersalin.
-. 9lat)alat persalinan harus steril dan lakukan pemeriksaan hanya bila perlu dan
atas indikasi yang tepat.
8. 0elama nifas, ra(at higiene perlukaan jalan lahir.
B. =angan mera(at pasien dengan tanda)tanda infeksi nifas bersama dengan (anita
sehat yang berada dalam masa nifas.
2enatalaksanaan umum infeksi nifas/
1. 0uhu harus diukur dari mulut sedikitnya 4 kali sehari.
2. "erikan terapi antibitik.
3. 2erhatikan diet.
4. 4akukan transfusi darah bila perlu.
*. @ati)hati bila ada abses, jaga supaya nanah tidak masuk ke dalam rngga
perineum.
E.d#metiti!
1. "erikan transfusi bila dibutuhkan , 2CA
2. 9ntibitika brad spektrum dengan dsis yang tinggi1 9mpisilin 2 g I7 ,
kemudian 1 g setiap + jam ditambah gentamisin * mg ?kg"" I7 dsis tunggal
?hari dan metrnidaDl *00 mg I7 tiap 8 jam, lanjutkan antibitik sampai ibu
tidak panas selama 24 jam.
3. 2ertimbangkan pemberian anti tetanus prfilaksis
4. "ila ada sisa plasenta, dikeluarkan
*. "ila ada pus lakukan drainase
+. "ila tidak ada perbaikan dengan pengbatan knser!atif dan ada tanda peritnitis
generalisata lakukan lapartmi dan keluarkan pus. "ila pada e!aluasi uterus
nekrtik dan septik lakukan histerektmi subttal.
A3!e! Pel6i!
1. "ila abses pel!is ada tanda cairan fluktuasi pada daerah cul)de)sac, lakukan
klptmi atau dengan lapartmi. ibu psisi f(ler.
2. 9ntibitika brad spektrum dengan dsis yang tinggi1 9mpisilin 2 g I7 ,
kemudian 1 g setiap + jam ditambah gentamisin * mg ?kg"" I7 dsis tunggal ?
hari dan metrnidaDl *00 mg I7 tiap 8 jam, lanjutkan antibitik sampai ibu tidak
panas selama 24 jam.
Peit#.iti!
1. 4akukan nasgastric suctin
2. Infus $ >aAl, atau C4%
3. "erikan antibitika sehingga bebas demam selama 24 jam / 9mpisilin 2g I7,
kemudian 1 g setiap + jam ditambah gentamisin * mg ?kgbb I7 dsis tunggal ?hari
dan metrnidaDl *00 mg I7 tiap 8 jam
I./e0!i l40a "ei.eal da. l40a a3d#me.
1. bedakan antara (und abses, (und serma, (und hematma, dan
(und selulitis.
2. Eund abses1 serma1 hematma adalah suatu pengerasan yang tidak
biasa dengan mengeluarkan cairan sersa atau kemerahan dan tidak ada? sedikit
eritema disekitarnya.
3. Eund selulitis didapatkan eritema dan edema meluas mulai dari tempat
insisi dan melebar.
4. "ila ada pus, buka dan keluarkan
*. ,aerah jahitan yang terinfeksi dihilangkan dan dilakukan debridement
+. "ila infeksi relatif superfisial, berikan ampisilin *00 mg perral tiap +jam dan
metrnidaDl *00 mg per ral 3 kali sehari selama * hari
-. "ila infeksi dalam dan melibatkan tt dan menyebabkan nekrsis berikan
penisilin 6 2 juta < setiap 4 jam $ampisilin inj 1 g 45 ? hari% ditambah dengan
gentamisin * mg ?kg bb ? hari I7 sekali ditambah metrnidaDl *00 mg i! setiap 8
jam, sampai bebas panas selama 24 jam. =aringan nekrtik harus dibuang.
4akukan penjahitan sekunder 2)4 minggu setelah infeksi membaik.
Pel6i8 %#m3#/le3iti!
3ujuan terapi pada thrmbphlebitis ialah/
1. mencegah embli paru)paru,
2. mengurangi akibat)akibat thrmbphlebitis $edema kaki yang lama,
perasaan nyeri di tungkai%.
3. 2engbatan dengan anticagulantia $heparin, dieumarl% maksud untuk
mengurangi terjadinya thrmbus dan mengurangi bahaya embli.
2enatalaksanaan.
1. Ca(at inap.
2. 3erapi antibitika dan heparin jika terdapat dugaan terjadinya embli
paru)paru
3. 3erapi peratif/ pengikatan !ena ka!a inferir dan !ena !arika jika
embli septic terus berlangsung sampai mencapai paru)paru, meskipun sedang
dilakukan heparinisasi.
Fem#al t#m3#/le3iti!
1. #aki ditinggikan dan pasien harus tinggal di tempat tidur sampai
seminggu sesudah demam sembuh.
2. 0etelah pasien sembuh, dianjurkan supaya jangan lama)lama berdiri dan
pemakaian kas elastik baik sekali.
3. mengingat kndisi ibu yang sangat jelek sebaiknya jangan menyusui
4. terapi medik berikan antibitika dan analgetika.
G+ PROGNOSIS
2rgnsis baik bila diatasi dengan pengbatan yang sesuai. 'enurut derajatnya,
septikemia merupakan infeksi paling berat dengan mrtalitas tinggi, diikuti peritnitis
umum dan piemia.
H+ KESI&P'LAN
Infeksi >ifas merupakan penyebab penting bagi terjadinya mrtalitas dan
mrbiditas pada kehamilan disamping hipertensi dan perdarahan.. 'enurut
derajatnya, septikemia merupakan infeksi paling berat dengan mrtalitas tinggi,
diikuti peritnitis umum dan piemia karena memiliki ptensi yang lebih
membahayakan. Infeksi nifas ini dapat disebabkan leh berbagai macam faktr yang
berinteraksi dan saling terkait satu sama lainnya. 3erjadinya infeksi nifas dengan
segala kmplikasinya akan mengakibatkan terjadinya gangguan pada fungsi nrmal
dari berbagai macam rgan dan sistem tubuh ibu.
<ntuk mencegah terjadinya infeksi dalam nifas, khususnya, septikemia,
peritnitis umum dan piemia. ,iperlukan pencegahan infeksi nifas/ 9nemia
diperbaiki selama kehamilan. "erikan diet yang baik. #itus pada kehamilan tua
sebaiknya dilarang. 'embatasi masuknya kuman di jalan lahir selama persalinan.
0elesaikan persalinan dengan trauma sesedikit mungkin. Aegah perdarahan banyak
dan penularan penyakit dari petugas dalam kamar bersalin. 9lat)alat persalinan harus
steril dan lakukan pemeriksaan hanya bila perlu dan atas indikasi yang tepat. ,engan
kemajuan ilmu pengetahuan dibidang kedkteran sebenarnya prgnsis baik bila
diatasi dengan pengbatan yang sesuai.
REFERENSI
1. .akultas #edkteran <ni!ersitas 2adjadjaran. 200*/ Obstetri Patologi
Ilmu Kesehatan Reproduksi Edisi 2. &ditr/ 2rf.0ulaiman 0, dr.,0pO6 $#%1
2rf.,C.,jamher ', dr.,'02@,0pO6$#%1 2rf.,C..irman . E, dr.,0pO6$#%.
=akarta/ 2enerbit "uku #edkteran &6A.
2. "uku standar pelayanan medik