Anda di halaman 1dari 11

Clinical Science Session

MASA NIFAS
DEFINISI
Masa nifas atau yang juga dikenal sebagai masa puerperium adalah masa
sesudah persalinan yang diperlukan untuk pulihnya kembali alat kandungan yang
lamanya 6 minggu. Periode 6 minggu pasca persalinan, disebut juga masa involusi
(periode di mana sistem reproduksi wanita postpartum kembali kepada
keadaannya seperti sebelum hamil). i masyarakat !ndonesia, masa nifas
(puerperium) berlangsung kurang lebih selama "# hari.
PERUBAHAN-PERUBAHAN DARI ALAT-ALAT BADAN
!nvolusi $terus
%ontraksi uterus meningkat setelah bayi keluar.
&al ini menyebabkan iskemia pada lokasi perlekatan plasenta (placental site)
sehingga jaringan perlekatan antara plasenta dan dinding uterus nekrosis dan
lepas. 'etelah placenta lahir, uterus merupakan alat keras karena kontraksi dan
retraksi otot(ototnya.
Pada awal setelah placenta keluar, ukuran uterus sekitar ) * jari di bawah
pusat. 'elama + hari berikutnya, besarnya tidak seberapa berkurang, tetapi
sesudah + hari, uterus mengecil dengan cepat sehingga pada hari ke(,# tidak
teraba lagi dari luar. 'etelah 6 minggu tercapai lagi ukurannya yang normal.
'esudah placenta lahir beratnya rahim ,### gr, seminggu kemudian -##
gr, + minggu postpartum *.- gr, dan pada akhir nifas -# gr. !nvolusi terjadi
karena masing(masing sel menjadi lebih kecil sehingga terjadi pengeluaran
sitoplasma yang berlebihan. !nvolusi disebabkan oleh proses autolisis pada yaitu
dipecah dan diabsorpsinya /at protein pada dinding rahim, kemudian dibuang
lawat urin. 'ebagai bukti dapat ditemukan adanya kadar nitrogen dalam urine
yang meningkat.
Pelepasan placenta dan selaput janin dari dinding rahim terjadi pada
stratum spongiosum bagian atas. 'etelah +(* hari tampak bahwa lapisan atas dari
stratum spongiosum yang tinggal menjadi nekrotis, sedangkan lapisan yang
bawahnya yang berhubungan dengan lapisan otot terpelihara dengan baik. 0agian
yang nekrotis dikeluarkan dengan lochia, sedangkan lapisan yang tetap sehat
menghasilkan endometrium yang baru. 1pitel baru terbentuk dengan proliferasi
sel(sel kelenjar, sedangkan stroma baru dibentuk dari jaringan ikat di antara
kelenjar(kelenjar. 1pitelisasi siap dalam ,# hari, kecuali pada tempat placenta di
mana epitelisasi memakan waktu tiga minggu.
!nvolusi 2empat Placenta
'etelah persalinan, tempat placenta merupakan tempat dengan permukaan
kasar, tidak rata, dan kira(kira sebesar telapak tangan. engan cepat luka ini
mengecil, pada akhir minggu ke(+ hanya sebesar *(" cm dan pada akhir nifas ,(+
cm.
Penyembuhan luka placenta khas sekali. Pada permulaan nifas bekas
placenta mengandung banyak pembuluh darah besar yang tersumbat oleh
trombus. 0iasanya luka yang demikian sembuh menjadi jaringan parut, tetapi luka
bekas placenta tidak meninggalkan parut. &al ini disebabkan karena luka ini
sembuh dengan cara yang luar biasa, ialah dilepaskan dari dasarnya dengan
pertumbuhan endometrium baru di bawah permukaan luka. 1ndometrium ini
tumbuh dari pinggir luka dan juga dari sisa(sisa kelenjar pada dasar luka.
Perubahan Pembuluh arah 3ahim
alam kehamilan, uterus mempunyai banyak pembuluh(pembuluh darah
yang besar, tetapi karena setelah persalinan tidak diperlukan lagi peredaran darah
yang banyak, maka arteri harus mengecil lagi dalam nifas. 4rang menduga bahwa
pembuluh(pembuluh yang besar tersumbat karena perubahan(perubahan pada
dindingnya dan diganti oleh pembuluh(pembuluh yang lebih kecil.
Perubahan Pada 5ervi6 dan 7agina
0eberapa hari setelah persalinan, ostium e6ternum dapat dilalui oleh + jari,
pinggir(pinggirnya tidak rata tetapi retak(retak karena robekan dalam persalinan.
Pada akhir minggu pertama hanya dapat dilalui oleh , jari saja, dan lingkaran
retraksi berhubungan dengan bagian atas dari canalis cervicalis.
Pada cervi6 terbentuk sel(sel otot baru, karena hiperplasi dan retraksi dari
cervi6, robekan cervi6 menjadi sembuh. 8alaupun begitu, setelah involusi selesai,
ostium e6ternum tidak serupa dengan keadaannya sebelum hamil. Pada umumnya
ostium e6ternum lebih besar dan tetap ada retak(retak dan robekan(robekan pada
pinggirnya, terutama pinggir sampingnya. 4leh robekan ke samping ini, terbentuk
bibir depan dan bibir belakang cervi6.
7agina yang sangat diregang waktu persalinan, lambat laun mencapai
ukuran yang normal. Pada minggu ke(* postpartum, rugae mulai tampak kembali.
inding Perut dan Peritoneum
'etelah persalinan dinding perut longgar karena diregang begitu lama,
tetapi biasanya pulih kembali dalam 6 minggu. %adang(kadang pada wanita yang
asthenis(kekurangan atau kehilangan energi) terjadi diastasis dari otot(otot rectus
abdominis sehingga sebagian dari dinding perut di garis tengah hanya terdiri dari
peritoneum, fascia tipis, dan kulit. 2empat yang lemah ini menonjol kalau berdiri
atau mengejan.
'aluran %encing
inding kandung kencing memperlihatkan edema dan hiperemia. %adang(
kadang edema dari trigonum menimbulkan obstruksi dari uretra sehingga terjadi
retensio urine. %andung kencing dalam puerperium kurang sensitif dan
kapasitasnya bertambah, sehingga kandung kencing penuh atau sesudahnya
masih tinggal urine residual. 'isa urine ini dan trauma pada dinding kandung
kencing waktu persalinan memudahkan terjadinya infeksi. ilatasi ureter dan
pyelum, normal kembali dalam waktu + minggu.
9aktasi
Masing(masing buah dada terdiri dari ,-(+" lobi yang terletak radier dan
terpisah satu sama lain oleh jaringan lemak. 2iap lobus terdiri dari lobuli yang
terdiri pula dari acini. :cini ini menghasilkan air susu. 2iap lobulus mempunyai
saluran halus untuk mengalirkan air susu. 'aluran(saluran halus ini bersatu
menjadi satu saluran untuk tiap lobus. 'aluran ini disebut ductus lactiferosus yang
memusat menuju ke puting susu di mana masing(masing bermuara.
%eadaan buah dada pada + hari pertama nifas sama dengan keadaan dalam
kehamilan. Pada waktu ini buah dada belum mengandung susu, melainkan
colostrum yang dapat dikeluarkan dengan memijat areola mammae. 5olostrum
adalah cairan kuning dengan berat jenis ,,#*#(,,#*- dan reaksinya alkalis. %alau
dilihat di bawah mikroskop tampak benda(benda halus yang melayang(layang
ialah sel(sel epitel yang telah mengalami degenerasi lemak. 5airan colostrum
terdiri dari albumin, yang membeku kalau dipanaskan.
ibandingkan dengan air susu, colostrum lebih banyak mengandung
protein dan garam, gulanya sama tetapi lemaknya kurang. 5olostrum tidak ada
artinya sebagai makanan tetapi mempunyai sifat sebagai laksatif(pencahar). :da
juga yang mengemukakan bahwa dalam colostrum terdapat euglobulin yang
mengandung antibodi, maka colostrum ini mungkin menambah kekebalan anak
terhadap penyakit.
KLINIK NIFAS
%adang(kadang ibu menggigil setelah persalinan selesai, tetapi sekarang
jarang kita lihat lagi, mungkin karena teknik aseptik yang lebih baik. %ita anggap
nifas terganggu kalau ada demam lebih dari *;
o
5 pada + hari berturut(turut pada
,# hari yang pertama postpartum, kecuali hari pertama. 'uhu harus diambil
sekurang(kurangnya "6 sehari. emam ini biasanya disebabkan infeksi nifas.
<adi yang cepat terdapat pada ibu yang gelisah, yang banyak kehilangan darah,
atau mengalami persalinan yang sulit.
&is pengiring (royan) terutama terasa oleh multipara, karena rahimnya
berkontraksi dan berelaksasi, yang menimbulkan perasaan nyeri. &is pengiring
terutama terasa waktu menyusukan anaknya. 0iasanya setelah "; jam postpartum
tidak seberapa mengganggu lagi. Primipara kurang diganggu oleh his pengiring,
karena uterusnya dalam kontraksi dan retraksi yang tonis(terus menerus).
LOCHIA
Pada bagian pertama masa nifas biasanya keluar cairan dari vagina yang
dinamakan lochia. 9ochia tidak lain dari pada sekret luka yang berasal dari luka
dalam rahim terutama luka placenta. Maka sifat lochia berubah seperti sekret luka
menurut tingkat penyembuhan luka. Pada + hari pertama lochia berupa darah dan
disebut lochia rubra, setelah *(" hari merupakan darah encer, yang disebut lochia
serosa, dan pada hari ke(,# menjadi cairan putih atau kekuning(kuningan yang
disebut lochia alba. 8arna ini disebabkan karena banyak leukosit terdapat di
dalamnya. 9ochia berbau amis dan lochia yang berbau busuk menandakan infeksi.
%alau lochia tetap berwarna merah setelah + minggu ada kemungkinan
tertinggalnya sisa placenta atau karena involusi yang kurang sempurna yang
sering disebabkan retrofleksio uteri.
$rine biasanya berlebihan (poliuri) antara hari ke(+ dan ke(-. hal ini
disebabkan karena kelebihan cairan sebagai akibat retensi air dalam kehamilan
dan sekarang dikeluarkan. iuresis mencapai * liter sehari. %adang(kadang
reduksi positif, bukan karena adanya glukosa tetapi oleh laktosa, yaitu gula air
susu yang rupa(rupanya diabsorpsi dalam kelenjar susu. Mungkin juga terdapat
asetonuria, terutama setelah persalinan yang sulit dan lama, disebabkan karena
pemecahan karbohidrat yang hebat sekali akibat kegiatan otot(otot rahim dan
akibat kelaparan.
arah dalan nifas uga memperlihatkan kelainan(kelainan, misalnya
leukosit bertambah pada hari pertama nifas, kadang(kadang sampai *#.###=mm
*
yang kemudian berangsur(angsur berkurang hingga normal kembali kira(kira
pada akhir minggu pertama. 'ering kali terdapat anemia dalam nifas.
0erat badan tentu saja berkurang karena isi rahim sudah dilahirkan. :kan
tetapi berat badan biasanya turun sebanyak +,- kg.
PERAWATAN DALAM NIFAS
Pengawasan kala !7 meliputi>
Pemeriksaan plasenta, agar tidak ada bagian(bagian plasenta yang
tertinggal.
Pengawasan tingginya fundus uteri.
Pengawasan pendarahan dari vagina
Pengawasan konsistensi rahim
Pengawasan keadaan umum ibu
?ika plasenta ternyata tidak lengkap, cavum uteri harus dieksplorasi dan
sisa plasenta dikeluarkan.
?ika kontraksi rahim kurang baik, dilakukan masase dan diberi ,# $
oksitosin dan #,+ mg ergometrin intramuskuler. ?ika perlu dilanjutkan dengan
pemberian dengan pemberian #,+ mg ergometrin intravena dan infus oksitosin,
yaitu pemberian infus glukosa -@ -## cc yang telah dicampur dengan -(+# $
oksitosin.
?ika pasien masih berdarah juga sedangkan kontraksi rahim baik, harus
dilakukan pemeriksaan spekulum. %arena perdarahan bisa terjadi karena
robeknya jalan lahir terutama serviks. 9uka yang berdarah harus dilakukan
penjahitan.
?ika kontraksi baik maka tetap harus dilakukan pengawasan hingga , jam
pascaalin, tetapi jika buruk maka diawasi beberapa jam sampai kita yakin keadaan
baik.
'etelah kala * selesai dan perineum dijahit, biasanya penderita dibersihkan
dan diberi 2 verband dengan maksud supaya fundus uteri tidak naik, sehingga jika
terdapat pendarahan, akan tampak keluar dari vagina. 7ulva biasanya ditutup
dengan kain haid yang steril.
'etelah semuanya selesai penting untuk ibu istirahat karena akan
memulihkan kekuatan fisik dan mentalnya juga mempercepat penyembuhan.
Pada umumnya dari sudut kedokteran tidak dianggap perlu memakai
gurita, tetapi karena banyak penderita merasa lebih enak memakainya, maka kita
tidak melarangnya. Aurita hanya perlu dipakai bila >
Penderita yang perutnya sangat longgar.
Pada penderita yang tekanan intraabdominalnya sangat menurun setelah
persalinan, misalnya pada hidramnion dan kehamilan kembar.
Penderita dengan vitium cordis.
alam hal ini pemakaian gurita adalah untuk mencegah shock. Penggunaan gurita
tak perlu lama, kira(kira seminggu sudah cukup.
:mbulasi dini
Bang dimaksud ambulasi dini adalah kebijaksanaan untuk secepat
mungkin membimbing penderita keluar dari tempat tidurnya dan mebimbingnya
secepat mungkin berjalan. Pernderita sudah boleh diperbolehkan bangun dari
tempat tidur dalam +"("; jam postpartum.
%euntungan dari ambulasi dini >
Penderita merasa lebih sehat dan lebih kuat.
Caal usus dan kandung kencing lebih baik.
Memungkinkan kita mengajar ibu memelihara anak, mamandikan,
mengganti pakaian, memberi makanan, dan lain(lain selama ibu
masih di rumah sakit.
9ebih sesuai dengan keadaan !ndonesia (sosial ekonomi).
1arly ambulation tidak dibenarkan pada penderita >
:nemia, penyakit jantung, penyakit paru(paru, demam, dan lain(
lain.
iet
iet harus sangat mendapat perhatian dalam nifas karena makanan yang
baik mempercepat penyembuhan ibu, lagi pula makanan ibu sangat
mempengaruhi susunan air susu.
'uhu
&arus diawasi terutama dalam minggu pertama dari masa nifas karena
kenaikan suhu adalah tanda pertama infeksi.
Miksi
2iap penderita disuruh kencing 6 jam postpartum. %alau dalam ; jam
postpartum belum dapat kencing atau sekali kencing belum melebihi ,## cc, maka
dilakukan kateterisasi, akan tetapi kalau ternyata bahwa kandung kencing penuh,
tidak usah menunggu sampai ; jam untuk kateterisasi. ?ika penderita sesudahnya
belum dapat kencing atau banyaknya kencing belum memuaskan kateterisasi
dilakukan setiap ; jam.
'ebab(sebab retensio urine postpartum >
2ekanan intra abdominal berkurang.
4tot(otot perut masih lemah.
1dema dari uretra.
inding kandung kencing kurang sensitif.
efekasi
?ika penderita hari ketiga belum juga buang air besar, maka diberi klisma
air sabun atau glycerine.
Puting 'usu
Puting susu harus diperhatikan kebersihannya dan rhagade (luka pecah)
harus segera diobati, karena kerusakan puting susu merupakan pintu masuk
kuman dan dapat menimbulkan mastitis. :ir susu yang menjadi kering merupakan
kerak dan dapat merangsang kulit sehingga timbul ec/ema, maka sebaiknya
puting susu dibersihkan dengan air yang telah dimasak, tiap kali sebelum dan
sesudah menyusukan bayi. 3hagade diobati dengan salep penicillin, lanolin, dan
lain(lain.
atangnya haid kembali
&aid datang lebih cepat pada ibu yang tidak menyusui yakni ; minggu setelah
persalinan. ?ika ibu menyusui haid akan datang setelah bulan ke(".
Collow $p
1nam minggu setelah persalinan ibu hendaknya memeriksakan diri
kembali. %eadaan umum, tensi, air kencing, keadaan dinding perut, dan buah dada
diperiksa dan kemudian dilakukan pemeriksaan dalam yang teliti. %alau ada
kelainan, segera diobati.
%eluarga 0erencana
Masa postpartum merupakan saat yang paling baik untuk menawarkan
kontrasepsi, oleh karena pada saat ini motivasi paling tinggi. 4leh karena pil dapat
mempengaruhi sekresi air susu biasanya ditawarkan !$, injeksi, atau sterilisasi.
SUMBER : OBSTETRI FISIOLOGI ilmu kesehatan reproduksi FAULTAS
E!OTERAN UN"A!