Anda di halaman 1dari 19

MIKROBA PENCERNA PAKAN

Tugas ini untuk memenuhi salah satu mata kuliah Mikrobiologi Perikanan
DISUSUN OLEH
KELOMPOK 8

Stephanie Marcelia 230110120075
Bagus Hadi Prakoso 230110120076
Sugih Barokah 230110120077
M.Taufik Nugraha 230110120078
Ika Rahmadhani 230110120079
Ahmad Tidjani 230110120080
Ganda Manurung 230110120081
Kokoh Trisna Duta 230110120083
Maryono Purba 230110120088
Reno Dwi Putra 230110120089
Dzinnuri Khoirunnisa 230110120091



PROGRAM STUDI PERIKANAN
FAKULTAS PERIKANAN DAN ILMU KELAUTAN
UNIVERSITAS PADJADJARAN
JATINANGOR
2013


MIKROBA PENCERNA PAKAN
Pakan merupakan salah satu faktor utama dalam budidaya ikan. Pakan terdiri dari komponen
bahan baku pakan. Berdasarkan senyawa pembentuknya, bahan baku pakan terdiri dari
karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan mineral. Pakan adalah sumber energi yang dapat
dimanfaatkan oleh ikan untuk aktivitas dan pertumbuhan. Karbohidrat, protein dan lemak
merupakan tiga kompenen bahan baku pakan yang merupakan sumber energi.
Energi dalam pakan dapat dimanfaatkan oleh ikan apabila sudah dirombak menjadi senyawa
lebih sederhana selama proses metabolisme. Metabolisme terdiri dari proses perombakan
(katabolisme) dan pembentukan kembali (anabolisme). Selama proses perombakan
komponen pakan menjadi senyawa yang lebih sederhana, akan terlepas sejumlah energi yang
dapat dimanfaatkan oleh ikan untuk mengatur suhu tubuhnya, osmoregulasi dan aktivitas
pergerakan. Selama proses pembentukan kembali, senyawa hasil proses perombakan akan
diserap oleh usus dan dibentuk kembali menjadi sel somatik dan sel tubuh sehingga ikan
mengalami pertumbuhan.
Hal penting yang harus diperhatikan dalam kegiatan budidaya ikan adalah mengupayakan
agar sebagian besar energi yang terdapat di dalam pakan dapat dimanfaatkan oleh ikan.
Dengan demikian menjadi penting untuk meningkatkan daya tarik ikan terhadap pakan yang
diberikan dan meningkatkan ketercernaan pakan oleh ikan. Tidak semua pakan yang
diberikan akan dikonsumsi oleh ikan. Hanya pakan yang disukai akan dikonsumsi oleh ikan,
sedangkan pakan yang kurang disukai ikan akan menjadi limbah yang mengendap di dasar
wadah budidaya. Ketercernaan pakan akan mengalami peningkatan apabila ikan memiliki
enzim pencerna pakan tersebut dalam jenis dan jumlah memadai. Enzim akan merombak
pakan menjadi komponen yang mudah diserap oleh tubuh, sehingga dapat dimanfaatkan oleh
ikan.
Pertanyaan
a) Setiap kelompok cukup menyerahkan jawaban pertanyaan dalam satu lembar kertas A4
sesuai format terlampir.
b) Pertanyaan no.1 di jawab oleh nomor urut satu, pertanyaan no. 2 dijawab oleh mahasiswa
nomor urut berikutnya.
c) Apabila semua mahasiswa sudah memberikan jawaban, maka pertanyaan berikutnya
kembali ke mahasiswa no. urut 1, 2 dan seterusnya.


1. Jelaskan perombakan yang dialami oleh tiga komponen bahan baku pakan sumber
energi,berapa besar energi yang dihasilkan selama proses perombakan tersebut?
2. Jelaskan proses perombakan yang dialami oleh karbohidrat, protein dan lemak selama
katabolisme dan senyawa apa yang terbentuk selama proses pembentukan
kembali(anabolisme) ?
3. Bagaimana upaya yang Anda lakukan untuk meningkatkan pemanfaatan energi yang
terkandung di dalam pakan oleh ikan?
4. Jelaskan oleh Anda bagaimana mekanisme ikan dapat mencari pakan yang ditebarkan
dimedia budidaya?
5. Jelaskan oleh Anda, bagaimana cara meningkatkan daya tarik pakan agar ikan tertarik
untuk mengkonsumsinya?
6. Jelaskan pula, bagaimana upaya yang akan Anda lakukan agar dapat meningkatkan
keternaan pakan oleh ikan?
7. Jelaskan oleh Anda, apa pengertian dan kaitan antara konversi pakan dengan rasio konversi
pakan?
8. Di Waduk Saguling dan Cirata, ribuan ton ikan dipelihara dalam karamba jaring
apung.Dapatkan Anda menjelaskan bagaimana keterkaitan antara kenaikan rasio konversi
pakan sebesar 0.1 persen dengan keuntungan yang dapat diperoleh.
9. Jelaskan oleh Anda, bagaimana peranan mikroba dalam meningkatkan daya tarik ikan
terhadap pakan yang diberikan.
10. Jelaskan pula oleh Anda, bagaimana peranan mikroba dalam meningkatkan ketercernaan
pakan oleh ikan?
11. Jelaskan bagaimana hubungan antara tingkat ketercernaan pakan dengan kualitas
lingkungan media budidaya?
12. Bagaimana hubungan antara mikroba pencerna pakan dengan kualitas lingkungan media
budidaya ikan?










LEMBAR JAWABAN PERTANYAAN
Kelas : A
Kelompok : 8

No.

Nama Mahasiswa
dan NPM

Pertanyaan Jawaban

1 Stephanie Marcelia
(230110120075)
PEROMBAKAN KARBOHIDRAT, LEMAK,
PROTEIN
Karbohidrat atau sakarida adalah segolongan besar senyawa
organik yang tersusun hanya dari atom karbon, hidrogen,
dan oksigen. Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana
terdiri dari satu molekul gula sederhana. Banyak
karbohidrat yang merupakan polimer yang tersusun dari
molekul gula yang terangkai menjadi rantai yang
panjang serta bercabang-cabang. Kelompok karbohidrat
sederhana (seperti monosakarida dan disakarida) dan
karbohidrat dengan struktur yang kompleks atau
polisakarida (seperti pati,glikogen,selulosa dan
hemiselulosa). Di samping itu, terdapat oligosakarida
(stakiosa,rafinosa, frukto oligosakarida, galakto
oligosakarida) dan dekstrin yang memilikirantai
monosakarida yang lebih pendek dari polisakarida.
Perombakan karbohidrat struktural (selulosa dan
hemiselulosa) oleh bakteri sebagian besar menghasilkan
asam asetat. Bakteri pendegradasi karbohidrat struktural ini
sensitif terhadap kandungan lemak dan tingkat keasaman
dalam rumen. Bahan pakan dengan kandungan lemak yang
tinggi atau kondisi rumen yang terlalu asam dapat menekan
pertumbuhan atau membunuh bakteri pendegradasi
selulosa. Kondisi ini dapat menurunkan kecernaan dan
konsumsi pakan oleh ternak. Karbohidrat struktural yang
keluar dari rumen kecil kemungkinan dapat dipecah dalam
saluran pencernaan selanjutnya.
Perombakan karbohidrat yang dilakukan oleh enzim
amilase dari Aspergillus juga penting bagi pertumbuhan
bakteri dan khamir ketika kedelai mengalami fermentasi
dalam larutan garam. Enzim -amilase dan glukoamilase
merupakan enzim yang memiliki peranan dalam proses
perombakan karbohidrat atau pati.
Lemak berperan sebagai sumber tenaga (kalori) cadangan.
Nilai kalorinya lebih tinggi daripada karbohidrat. 1 gram
lemak menghasilkan 9,3 kalori, sedangkan 1 gram
karbohidrat hanya menghasilkan 4,1 kalori saja. Untuk
detail Bayangan sampai seberapa terbentuknya lemak di
tubuh yang sumbernya dari Glukosa /asam amino /asam
lemak sendiri atau sebaliknya , bagaimana lemak bisa
diproses menghasilkan energi dapat.
Metabolisme lipida adalah proses pembakaran lipid atau
lemak, ataupun proses penguraian atau perombakan lemak
di dalam tubuh. Metabolisme lipid atau lemak dalam tubuh
terjadi dalam hati / hepar. Dilakukan oleh lipase yang
terdapat pd getah usus dan getah pankreas, dengan pH
optimum 7,5 8.

Lipid yang kita peroleh sebagai sumber energi utamanya
adalah dari lipid netral, yaitu trigliserid (ester antara gliserol
dengan 3 asam lemak). Secara ringkas, hasil dari
pencernaan lipid adalah asam lemak dan gliserol, selain itu
ada juga yang masih berupa monogliserid. Karena larut
dalam air, gliserol masuk sirkulasi portal (vena porta)
menuju hati. Asam-asam lemak rantai pendek juga dapat
melalui jalur ini. Secara ringkas, pencernaan lemak berjalan
sebagai berikut:

lipase
Lemak (Trigliserida) --------------> Digliserida + asam
lemak (1)
Cairan empedu
Perombakan Protein
Pembongkaran protein menjadi asam amino memerlukan
bantuan dari enzim-enzim protease dan air untuk
mengadakan proses hidrolisis pada ikatan-ikatan peptida.
Hidrolisis ini juga dapat terjadi, jika protein dipanasi, diberi
basa, atau diberi asam. Dengan cara demikian, kita dapat
mengenal macam-macam asam amino yang tersusun di
dalam suatu protein. Namun, kita tidak dapat mengetahui
urut-urutan susunannya ketika masih berbentuk molekul
protein yang utuh. Di samping itu, asam amino dapat
dikelompokkan menjadi asam amino esensial dan asam
amino nonesensial. Asam amino esensial atau asam amino
utama adalah asam amino yang sangat diperlukan oleh
tubuh dan harus didatangkan dari luar tubuh manusia karena
sel-sel tubuh manusia tidak dapat mensintesis sendiri. Asam
amino esensial hanya dapat disintesis oleh sel-sel
tumbuhan. Contoh asam amino esensial, yaitu leusin, lisin,
histidin, arginin, valin, treonin, fenilalanin, triptofan,
isoleusin,dan metioni.
2 Bagus Hadi Prakoso
(230110120076)
Perombakan Karbohidrat
Pada Proses katabolisme karbohidrat, sering disebut
dengan glikolosis yaitu proses degradasi. Proses degradasi
1 molekul glukosa (C6) menjadi 2 molekul piruvat (C3)
yang terjadi dalam serangkaian reaksi enzimatis
menghasilkan energi bebas dalam bentuk ATP dan NADH
Proses glikolisis terdiri dari 10 langkah reaksi yang terbagi
menjadi 2 Fase, yaitu:
- 5 langkah pertama yang disebut fase preparatory
- 5 langkah terakhir yang disebut fase payoff
Fase I memerlukan 2 ATP dan Fase II menghasilkan 4
ATP dan 2 NADP, sehingga total degradasi Glukosa
menjadi 2 molekul piruvat menghasilkan 2 molekul ATP
dan 2 molekul NADP.
Pada tahap pertama, molekul D-Glukosa diaktifkan bagi
reaksi berikutnya dengan fosforilasi pada posisi 6,
menghasilkan glukosa-6-fosfat dengan memanfaatkan ATP
Reaksi ini bersifat tidak dapat balik. Enzim heksokinase
merupakan katalis dalam reaksi tersebut dibantu oleh ion
Mg2+ sebagai kofaktor.
Reaksi berikutnya ialah isomerasi, yaitu pengubahan
glukosa-6-fosfat, yang merupakan suatu aldosa, menjadi
fruktosa-6-fosfat, yang merupakan suatu ketosa, dengan
enzim fosfoglukoisomerase dan dibantu oleh ion Mg2+.
Tahap selanjutnya adalah fruktosa-6-fosfat diubah menjadi
fruktosa-1,6-difosfat oleh enzim fosoffruktokinase dibantu
oleh ion Mg2+ sebagai kofaktor. Dalam reaksi ini,gugus
fosfat dipindahkan dari ATP ke fruktosa-6-fosfat pada
posisi 1.
Reaksi tahap keempat dalam rangkaian reaksi glikolisis
adalah penguraian molekul fruktosa-1,6-difosfat
membentuk dua molekul triosa fosfat, yaitu dihidroksi
aseton fosfat dan D-gliseraldehid-3-fosfat oleh enzim
aldolase fruktosa difosfat atau enzim aldolase. Hanya satu
di antara dua triosa fosfat yang dibentuk oleh aldolase, yaitu
gliseraldehid-3-fosfat, yang dapat langsung diuraikan pada
tahap reaksi glikolisis berikutnya. Tetapi, dihidroksi aseton
fosfat dapat dengan cepat dan dalam reaksi dapat balik,
berubah menjadi gliseraldehid-3-fosfat oleh enzim
isomerase triosa fosfat.
Tahap selanjutnya adalah reaksi oksidasi gliseraldehid-
3fosfat menjadi asam 1,3 difosfogliserat. Dalam reaksi ini
digunakan koenzim NAD+, sedangkan gugus fosfat
diperoleh dari asam fosfat. Enzim yang mengkatalisis dalam
tahap ini adalah dehidrogenase gliseraldehida fosfat. Pada
tahap ini, enzim kinase fosfogliserat mengubah asam 1,3-
difosfogliserat menjadi asam 3-fosfogliserat. Dalam reaksi
ini terbentuk satu molekul ATP dari ADP dan memerlukan
ion Mg2+ sebagai kofaktor. Pada tahap ini, terjadi
pengubahan asam 3-fosfoliserat menjadi asam 2-
fosfogliserat. Reaksi ini melibatkan pergeseran dapat balik
gugus fosfat dari posisi 3 ke posisi 2. Reaksi ini dikatalisis
oleh enzim fosfogliseril mutase dengan ion Mg2+ sebagai
kofaktor.
Perombakan Protein
Asam-asam amino tidak dapat disimpan oleh tubuh. Jika
jumlah asam amino berlebihan atau terjadi kekurangan
sumber energi lain (karbohidrat dan protein), tubuh akan
menggunakan asam amino sebagai sumber energi. Tidak
seperti karbohidrat dan lipid, asam amino memerlukan
pelepasan gugus amina. Gugus amin ini kemudian dibuang
karena bersifat toksik bagi tubuh.
Terdapat 2 tahap pelepasan gugus amin dari asam amino,
yaitu:
1. Transaminasi : Enzim aminotransferase
memindahkan amin kepada ketoglutarat
menghasilkan glutamat atau kepada oksaloasetat
menghasilkan aspartat
2. Deaminasi oksidatif : Pelepasan amin dari glutamate
menghasilkan ion ammonium Gugus-gugus amin
dilepaskan menjadi ion amonium (NH4+) yang
selanjutnya masuk ke dalam siklus urea di hati.
Dalam siklus ini dihasilkan urea yang selanjutnya
dibuang melalui ginjal berupa urin.
Proses yang terjadi di dalam siklus urea digambarkan terdiri
atas beberapa tahap yaitu:
1. Dengan peran enzim karbamoil fosfat sintase I, ion
amonium bereaksi dengan CO2 menghasilkan
karbamoil fosfat. Dalam raksi ini diperlukan energi
dari ATP
2. Dengan peran enzim ornitin transkarbamoilase,
karbamoil fosfat bereaksi dengan L-ornitin
menghasilkan L-sitrulin dan gugus fosfat
dilepaskan.
3. Dengan peran enzim argininosuksinat sintase, L-
sitrulin bereaksi dengan L-aspartat menghasilkan L-
argininosuksinat. Reaksi ini membutuhkan energi
dari ATP
4. Dengan peran enzim argininosuksinat liase, L-
argininosuksinat dipecah menjadi fumarat dan L-
arginin
5. Dengan peran enzim arginase, penambahan H2O
terhadap L-arginin akan menghasilkan L-ornitin dan
urea.
Perombakan Lemak
Lemak merupakan salah satu sumber energy bagi tubuh,
bahkan kandungan energinya paling tinggi diantara sumber
energy yang lain, yaitu sebesar 9kkal/gram. Energi hasil
pemecahan lemak dimulai saat lemak berada didalam
kebutuhan energi. Pemecahan lemak dimulai saat lemak
berada didalam system pencernaan makanan. Lemak akan
dipecah menjadi asam lemak dan gliserol. Dari kedua
senyawa tersebut, asam lemak sebagian mengandung
sebagian besar energi, yaitu sekitar 95%, sedangkan gliserol
hanya mengandung 5% dari besar energi lemak. Untuk
dapat menghasilkan energi , asam lemak akan mengalami
oksidasi yang terjadi didalm mitokondria, sedangkan
gliserol dirombak secara glikolisis. Gliserol dalam glikolisis
akan diubah kembali menjadi dihidroksi aseton fosfat.
Oksidasi asam lemak juga melalui lintasan akhir yang
dilalui karbohidrat, yaitu siklus krebs.
Setelah berada didalam mitokondria, asam lemak akan
mengalami oksidasi untuk menghasilkan energi. Oksidasi
asam lemak terjadi dalam dua tahap, yaitu oksidasi asam
lemak yang menghasilkan residu asetil KoA dan oksidasi
asetil KoA menjadi karbon dioksida melalui siklus krebs.
Senyawa hasil Anabolisme
Senyawa hasil anabolisme adalah glikogen, lemak, dan
protein berguna sebagai bahan bakar cadangan untuk
katabolisme, serta molekul protein, protein-karbohidrat, dan
protein lipid yang merupakan komponen struktural yang
esensial dari organisme, baik ekstrasel maupun intrasel.
3 Sugih Barokah
(230110120077)
DEFINISI PAKAN
Pakan adalah makanan atau asupan yang diberikan kepada
hewan ternak atau peliharaan. Pakan merupakan sumber
energi dan materi
bagi pertumbuhan dan kehidupan makhluk hidup.
Berdasarkan tingkat kebutuhan dan urgensi pemberiannya,
pakan buatan dalam agribisnis perikanan dibedakan menjadi
tiga kelompok, yaitu: (1) pakan tambahan, (2) pakan
suplemen, dan (3) pakan utama.
Pakan tambahan adalah pakan yang dibuat atau diberikan
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan terhadap tambahan
pakan. Pakan tambahan ini diberikan dengan asumsi bahwa
ikan yang dibudidayakan sudah mendapatkan pakan dari
alam, tetapi jumlahnya belum memenuhi kebutuhan untuk
perkembangan dan pertumbuhan ikan yang lebih baik.
Pakan suplemen adalah pakan yang dibuat dan
diberikan dengan tujuan untuk memenuhi komponen nutrisi
tertentu yang sedikit disediakan atau bahkan tidak bisa
disediakan sama sekali oleh pekan lain. Pakan utama
adalah pakan yang dibuat untuk menggantitikan sebagian
besar atau keseluruhan pakan alami. Pakan utama ini
biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan ikan
terhadap pakan pada sistem budidaya ikan
yang dilakukan secara intensif.
Komponen utama bahan baku pembuatan pakan
ikan dikelompokkan menjadi dua kelompok utama, yaitu
komponen penghasil energi yang terdiri dari protein, lemak,
dan karbohidrat, dan komponen bukan penghasil energi
yang terdiri dari vitamin dan mineral.
FUNGSI PAKAN IKAN
Fungsi utama pakan pada ikan adalah untuk
menghasilkan energi yang digunakan untuk menopang
pertumbuhan dan perkembangan ikan. Pakan tersebut bisa
diperoleh dari pakan alami maupun pakan buatan. Secara
umum, ikan memanfaatkan protein sebagai sumber energi
utama, oleh karena itu, komponen utama yang harus
tersedia saat membuat pakan buatan adalah protein.
Secara umum, ikan memenuhi kebutuhan energinya
dari protein. Dengan kata lain, ikan lebih mudah untuk
mencerna protein untuk mengganti energinya dibanding
dengan mencerna karbohidrat maupun lemak.
Para ahli telah melakukan berbagai upaya penelitian
untuk meningkatkan daya cerna ikan terhadap lemak dan
karbohidrat untuk memenuhi kebutuhan energinya.
Sehingga protein yang diberikan dan harus disediakan
dengan biaya yang mahal dapat digunakan secara optimal
untuk menopang pertumbuhan ikan.
Dari hasil penelitian tersebut, salah satu bahan yang
dapat digunakan untuk meningkatkan kemampuan ikan
dalam mencerna lemak untuk memenuhi kebutuhan
energinya adalah asam bile. Asam bile merupakan cairan
yang dihasilkan oleh hati. Senyawa ini banyak mengandung
garam natrium dan garam kalium. Dalam proses pencernaan
lemak, kedua jenis garam ini akan menurunkan tegangan
permukaan lemak dan mengubah bentuk lemak menjadi
bola-bola kecil (micelle). Lemak berbentuk bola-bola kecil
ini relatif larut dalam air (membentuk emulsi) sehingga
mudah diserap oleh tubuh.
Upaya lain untuk meningkatkan daya cerna ikan
terhadap lemak juga dapat dilakukan dengan penambahan
lesitin. Lesitin merupakan lemak yang mengandung gliserol
dan asam fosfat. Senyawa ini banyak terdapat di otak,
kedelai, biji bunga matahari, jagung, dan kuning telur.
Selain sebagai sumber lemak, lesitin juga berfungsi untuk
menstabilkan lemak dalam saluran pencernaan. Dengan
kandungan gliserol yang tinggi, lesitin mudah dicerna oleh
ikan.
Penambahan mikroba jenis tertentu juga diketahui
dapat meningkatkan kemampuan ikan dalam mencerna
lemak dan karbohidar. Selain menguraikan lemak sehingga
mudah dicerna oleh ikan, mikroba juga dapat membantu
pencernaan karbohidrat dan protein. Beberapa pabrik pakan
telah menggunakan jenis mikroba yang dapat meningkatkan
pencernaan lemak dan karbohidrat dengan
menambahkannya dalam formulasi pakan ikan.

4 M.Taufik Nugraha
(230110120078)
Kebanyakan cara ikan mencari makanan dengan
menggunakan mata. Pembauan dan persentuhan digunakan
juga untuk mencari makanan terutama oleh ikan pemakan
dasar dalam perairan yang kekurangan cahaya atau dalam
peraira keruh. Ikan yang menggunakan mata dalam mencari
makanan akan mengukur apakah makanan itu cocok atau
tidak untuk ukuran mulutnya. Tetapi ikan yang
menggunakan pembauan dan persentuhan tidak melakukan
pengukuran, melainkan kalau makanan sudah masuk mulut
akan diterima atau ditolak.
Untuk larva ikan, mata merupakan indera yang penting
untuk mencari dan menangkap makanannya. Bila larva
menemukan mangsa didepan tubuhnya ia akan beraksi
dengan menggerakkan mata sehingga berposisi simetris
tertuju ke depan. Kemudian ia menggerakkan tubuh berupa
loncatan-loncatan kecil. Bila mangsa sudah dekat yaitu kira-
kira 1 2 mm di depan mulutnya, larva akan mendorong
tubuhnya dari posisi badan berbentuk huruf s kemudian
menangkap mangsa tadi. biasanya mangsa seperti
Copepoda tidak akan tingal diam, tetapi mengadakan reaksi.
Pergerakan larva merupakan perangsang mangsa
mengadakan pergerakan bila mana larva suda mendekat
kira-kiar 2 3 mm mangsa akan meloncat sebelum
ditangkap. Mangsa Diaptomus dapat mengadakan satu kali
loncatan sejauh 5 mm. Mangsa yang sudah meloncat
biasanya masih dalam jarak penglihatan larva. Persentase
sukses pengambilan mangsa oleh larva bergantung pada
kepadatan mangsa yaitu berkisar 20%.
Ikan pemakan dasar pada waktu mencari makanan
mengunakan sungut untuk meraba dasar perairan.
Persentuhan sungut dengan mangsa atau makanannya akan
menggerakkan mulut untuk mengambil mangsa.
Kebanyakan makanan yang diambil terdiri dari invertebrata.
Mulut pemakan dasar ada yang dilengkapi dengan gigi
halus yang memenuhi ruang atas dan bawah, tetapi ada pula
yang tidak dilengkapi dengan gigi seperti yang terdapat
pada ikan. Ikan mas yang sudah tua dan besar akan
merubah kebiasaan makanannya dari pemakan dasar
menjadi pemakan rumput.
Umumnya ikan buas mencari mangsa mengunakan mata.
Ikan buas aktif mencari makanan dengan berenang kian
kemari, tetapi ikan yang tidak aktif akan menunggu mangsa
di suatu tempat yang terlindung. Bila mangsa mendekat
akan disergap. Ikan buas yang suka berkelompok jika telah
dapat melokalisir mangsanya akan mengambil mangsa
tersebut secara intensif dan cepat jika dibandingka dengan
ikan yang terisolir. Tetapi hal ini bergantung pada distribusi
dan konsentrasi makanantadi. Kadang-kadang ikan buas
mengalami kesukaran menghadapi mangsa yang
bergerombol karena mangsa tersebut bergerombolnya
sedemikian rupa sehingga tidak ada satupun yang terlepas.
Kalau kelompok ikan tadi dalam keadaan terpencar maka
ikan predator akan makan secara intensif.

5 Ika Rahmadhani
(230110120079)
Daya tarik bisa merangsang nafsu makan, biasanya aroma
tepung ikan, tepungudang dapat merangsang napsu makan.
Kualitas pakan sangat menentukan tampilan warna sebagai
daya tarik ikan sendiri, sehingga banyak upaya telah
dilakukan dengan menggunakan bahan pakan yang
mengandung zat pigmen seperti karotin (warna jingga),
rutin (kuning) dan astasantin (merah). Zat-zat tersebut
terkandung pada tubuh hewan dan tumbuhan tertentu
seperti wortel mengandung zat karotin; sedangkan
ganggang, chlorella, kubis, cabai hijau mengandung rutin;
spirulina, kepiting, udang mengandung astasantin. Para
pembudidaya saat ini tidak perlu lagi menyiapkan pakan
sendiri karena sudah tersedia di pasaran pakan koi yang
sudah di formulasi sesuai dengan kebutuhan nutrisi dan zat
untuk pembentukan ikan.


6 Ahmad Tidjani
(230110120080
Salah satu yang dapat dilakukan untuk meningkatkan
kecernaan pakan yaitu dengan melalui penambahan bakteri
probiotik.Berdasarkan hasil penelitian Murni (2004)
penambahan bakteri probiotik Bacillus sp. dalam pakan
buatan mampu meningkatkan laju pertumbuhan ikan
gurami, karena aktivitas enzim pencernaan meningkat, yaitu
aktivitas enzim protease meningkat dari 0,55 menjadi 0,86
unit/menit/ml dan aktivitas enzim amylase meningkat dari
663,7 menjadi 851,8 unit/menit/ml. Keberadaan enzim-
enzim ini dapat membantu meningkatkan daya cerna ikan,
sehingga penggunaan pakan lebih efesien.
7 Ganda Manurung
(230110120082)
Konversi Pakan adalah Alat ukur yang paling tepat untuk
rmengukur kehebatan kualitas pakan.
Rasio Konversi Pakan adalah peningkatan bobot ikan
berkaitan dengan kemampuannya dalam memanfaatkan
pakan yang diberikan. Kemampuan ikan dalam mencerna
pakan dapat diketahui dari rasio konversi pakan, yaitu rasio
antara pakan yang dikonsumsi dengan pertambahan bobot
ikan. Semakin rendah nilai konversinya menunjukkan
peningkatan efisien ikan dalam memanfaatkan pakan yang
dikonsumsi untuk pertumbuhan (Mujiman 2006).
8 Kokoh Trisna Duta
(230110120083)



9 Maryono Purba
(230110120087)
Pakan yang biasa kita berikan pada ikan sedikit sekali
mengandung probiotik sehingga pakan yang kita berikan
tidak dapat dicerna secara maksimal. Ini menyebabkan
makanan terbuang secara percuma dan pertumbuhan bakteri
yang menguntungkan didalam usus ikan tidak maksimal.
Penambahan nutrisi yang seimbang dan probiotik yang
seimbang akan menguntungkan di dalam usus ikan rantai
panjang karbohidrat dan protein dapat diolah sebaik
mungkin dengan bantuan bakteri menguntungkan. Prinsip
dasar kerja probiotik adalah pemanfaatan sebagai penambah
mikroba hidup yang memiliki kemampuan mikroorganisme
dalam memecah atau pengaruh menguntungkan bagi
komunitas mikroba menguraikan rantai panjang
karbohidrat, protein dan lingkungan hidupnya.
Pendapat lain oleh Salminen lemak yang menyusun pakan
yang diberikan. et al, (1999) bahwa probiotik merupakan
segala Kemampuan ini diperoleh karena adanya enzim-
bentuk preparasi sel mikroba atau komponen sel enzim
khusus yang dimiliki oleh mikroba untuk mikroba yang
memiliki pengaruh menguntungkan bagi memecah ikatan
tersebut. Enzim tersebut biasanya berpengaruh pada
kesehatan dan kehidupan inangnya. Pada saat memilih
mikroorganisme yang akan digunakan sebagai probiotik
harus memiliki kuantitas dan kualitas dalam jumlah yang
tepat.
10 Reno Dwi Putro
(230110120088)
Ada dua cara penggunaan mikroba untuk meningkatkan
ketercernaan pakan , yaitu
sebagai probiotik untuk menciptakan keseimbangan flora
usus dan sebagai sumber fermen dalam proses fermentasi
(Afrianto , 2009).
Pemberian suplemen pakan yang mengandung
bakteri probiotik, diharapkan mampu meningkatkan
efesiensi pakan karena probiotik merupakan
mikroba hidup yang diberikan sebagai suplemen
sehingga berpengaruh menguntungkan terhadap
kesehatan melalui perbaikan keseimbangan
mikroflora intestinal. Terciptanya keseimbangan
mikroflora intestinal dapat membuat ikan menjadi
lebih baik dalam mencerna nutrisi yang terkandung
dalam pakan serta selanjutnya mampu
meningkatkan pertumbuhan (Kompiang, 2000).
Sebagai penghasil fermen (enzim), mikroba dapat
dimanfaatkan dalam proses fermentasi sebelum
pakan di konsumsi ikan. Proses fermentasi bertujuan
untuk merombak senyawa kompleks dalam pakan
menjadi senyawa lebih sederhana. Perombakan
komponen tersebut akan meningkatkan ketercernaan
pakan, karena ikan tidak membutuhkan energi untuk
melakukan metabolisme pakan.
11 Dzinnuri Khoirunnisa
(230110120091)
Pemberian pakan yang berlebihan dapat menyebabkan
pencemaran perairan. Pemberian pakan yang seminimal
mungkin akan mengurangi biaya investasi pengadaan pakan
yang berarti meningkatkan keuntungan bagi para petani.
Pemberian pakan yang seminimal mungkin juga akan
memperkecil pencemaran perairan yang disebabkan oleh
sisa-sisa pakan dan kotoran ikan.
Konsep pembuatan pakan yang dapat dibuat untuk
pembuatan pakan tersebut adalah konsep protein ideal.
Konsep protein ideal mengatur keseimbangan asam-asam
amino esensial yang diperlukan untuk mencapai
pertumbuhan yang maksimal dan performa yang optimal.
Kandungan asam amino esensial terendah dalam pakan
yang menghasilkan pertumbuhan maksimal merupakan
kebutuhan minimal asam amino esensial.
Pembuatan pakan berdasarkan konsep protein ideal
merupakan suatu cara yang efektif untuk memenuhi
kebutuhan asam amino dengan menggunakan sedikit
protein dalam pakan. Konsep protein ideal mengatur
keseimbangan asam-asam amino esensial yang diperlukan
untuk pertumbuhan maksimal dan performa yang optimal.
12 Kondisi kesehatan dan perkembagan ikan sangat ditentukan
oleh kualitas air yang biasanya diukur dengan mengamati
beberapa parameter utama seperti faktor fisika (pH, O2
terlarut, suhu, Fe, Hg dll) dan faktor kimia (NH3, NO2,
CaCO3 dll). Dalam banyak kasus, kualitas air yang buruk
(tidak mendukung kesehatan ikan) banyak disebabkan oleh
berbagai faktor di antaranya meningkatnya timbunan bahan
organik di dasar kolam yang berasal dari ekskreta ikan, sisa
pakan pabrik, pupuk organik maupun bangkai ikan dan
sampah budidaya lainnya. Fenomena itu akan diperparah
oleh sistem budidaya perikanan yang semakin intensif
(tingkat padat penebaran tinggi) yang memicu peningkatan
stres ikan. Manajemen pengelolaan air yang baik sangat
diperlukan untuk tetap mempertahankan ekosistem yang
mendukung usaha budidaya.
Dalam kaitan dengan memburuknya kualitas air,
belakangan pengertian probiotik juga diperluas dengan
pengertian upaya penambahan mikro organisma ke dalam
kolam atau wadah pemeliharaan ikan lainnya. Probiotik
diaplikasikan untuk memperbaiki kondisi kualitas air
dengan bertindak sebagai agen pengurai yang ditebarkan
secara langsung ke air. Probiotik akan bekerja secara
eksternal yaitu menguraikan senyawa toksik yang terdapat
dalam air kolam seperti NH3, NO3, NO2, juga
menguraikan bahan organik, dan menekan populasi alga
biru hijau. Beberapa jenis mikroba sebagai probiotik
pengurai antara lain nitrosomonas, cellumonas, bacillus
subtilus, dan nitrobacter.
Bakteri gram positip Bacillus spp banyak digunakan
sebagai probiotik untuk memperbaiki kualitas air
dibandingkan dengan jenis bakteri gram negatip. Bacillus
sppp diketahui lebih efisien dalam mengkonversikan
kembali bahan organik menjadi CO2. Sedangkan bakteri
gram negatip mengkonversi karbon organik menjadi biomas
bakteri dalam persentase lebih banyak. Sehingga dengan
mengupayakan populasi bakteri Bacillus tetap dalam jumlah
besar di dalam perairan kolam akan meminimalkan
pembentukan partikulat terlarut karbon organik selama
siklus budidaya. Sekaligus juga akan memacu
perkembangan phytoplankton dengan meningkatnya
produksi CO2.