Anda di halaman 1dari 15

0

PENGEMBANGAN SISTEM INFORMASI




Oleh:
Rizqi Ulil Albab(201153090)



PROGRAM STUDI SISTEM INFORMASI
FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS MURIA KUDUS
2014



1

DAFTAR ISI


Daftar Isi .. 1
Abstrak .... 2
Bab I Pendahuluan .. 3
1.1 Latar Belakang ...3
1.2 Rumusan Masalah .. 4
1.3 Tujuan . 4
1.4 Metode Penulisan Makalah .... 4
1.5 Sistematika Penulisan Makalah .... 5
Bab II Pembahasan .. 6
2.1 Teknologi Informasi dan Perannya . 6
2.2 Pengembangan Sistem Informasi ...8
2.3 Pendekatan Pengembagan Sistem .......9
2.4 Teknik dan Alat Bantu Pengembangan Sistem Informasi 10
2.5 Analisis Sistem ... 12
2.5.1 Analisis Biaya Manfaat ..... 13
2.5.2 Analisis Kebutuhan 12
Bab III Penutup ... 13
Daftar Pustaka . 14


2

ABSTRAK

Pengembangan sistem merupakan penyusunan suatu sistem yang baru untuk
menggantikan sistem yang lama secara keseluruhan atau memperbaiki sistem yang telah ada.
Perkembangan teknologi informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan, dari kehidupan
dimulai sampai dengan berakhir. Penerapan teknologi informasi telah begitu pesat. Banyak
hal yang menguntungkan pengguna namun juga sering membawa dampak tidak
menyenangkan. Kehadiran teknologi internet yang semakin canggih telah merubah gaya
hidup manusia dan tuntutan pada kompetensi manusia. Kini kehidupan manusia semakin
tergantung pada komputer.

Kata kunci : Informasi, pengembangan sistem informasi, dan teknologi informasi.














3

BAB I
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Teknologi Informasi adalah suatu teknologi yang digunakan untuk mengolah data,
termasuk memproses, mendapatkan, menyusun, menyimpan, memanipulasi data dalam
berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang
relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan
pemerintahan dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data, sistem jaringan
untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lainnya sesuai dengan
kebutuhan, dan teknologi telekomunikasi digunakan agar data dapat disebar dan diakses
secara global. Peran yang dapat diberikan oleh aplikasi teknologi informasi ini adalah
mendapatkan informasi untuk kehidupan pribadi seperti informasi tentang kesehatan,
hobi, rekreasi, dan rohani. Kemudian untuk profesi seperti sains, teknologi, perdagangan,
berita bisnis, dan asosiasi profesi. Sarana kerjasama antara pribadi atau kelompok yang
satu dengan pribadi atau kelompok yang lainnya tanpa mengenal batas jarak dan waktu,
negara, ras, kelas ekonomi, ideologi atau faktor lainnya yang dapat menghambat bertukar
pikiran.
Perkembangan Teknologi Informasi memacu suatu cara baru dalam kehidupan,
dari kehidupan dimulai sampai dengan berakhir, kehidupan seperti ini dikenal dengan e-
life, artinya kehidupan ini sudah dipengaruhi oleh berbagai kebutuhan secara elektronik.
Dan sekarang ini sedang semarak dengan berbagai huruf yang dimulai dengan awalan e
seperti e-commerce, e-government, e-education, e-library, e-journal, e-medicine,
elaboratory, e-biodiversitiy, dan yang lainnya lagi yang berbasis elektronika. Penerapan
teknologi informasi telah begitu pesat. Banyak hal yang menguntungkan pengguna
namun juga sering membawa dampak tidak menyenangkan. Sopan santun berkomunikasi
melalui teknologi seperti telepon seluler (ponsel), dan email cenderung terabaikan.
Penggunaan teknologi sering tidak memperhatikan etika berkomunikasi. Kemajuan
teknologi perlu perlindungan menyeluruh akan informasi jati diri kita agar tidak
disalahgunakan untuk keperluan-keperluan yang mengganggu. Seiring perkembangan TI
di masyarakat muncul pula visi dan budaya dalam menggunakan TI. Dari sini potensi
4

salah kaprah atau hal negatif karena kurang perhatian terhadap konsep awal penyerapan
TI.

1.2 Rumusan Masalah
Untuk mengkaji dan mengulas tentang pengembangan sistem informasi, maka
diperlukan sub-pokok bahasan yang saling berhubungan, sehingga penulis membuat
rumusan masalah sebagai berikut :
1. Apa teknologi informasi dan perannya ?
2. Apa definisi pengembangan system informasi ?
3. Apa pendekatan pengembangan sistem ?
4. Apa saja teknik dan alat bantu pengembangan sistem ?
5. Apa analisis sistem ?

1.3 Tujuan
Tujuan disusunnya makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah
Pengembangan Konsep Sistem Informasi dan menjawab pertanyaan yang ada pada
rumusan masalah. Manfaat dari penulisan makalah ini adalah untuk meningkatkan
pengetahuan baik baik penulis maupun bagi pembaca tentang pengembangan system
informasi dan mampu menjelaskan serta sebisa mungkin mempraktekkan tentang
pengembangan system informasi berupa teknik dan analisanya serta aplikasi juga
pengembangannya di dunia nyata (masyarakat).

1.4 Metode Penulisan Masalah
Referensi makalah ini bersumber tidak hanya dari buku, tetapi juga dari media
media lain seperti web, blog, dan perangkat media massa yang diambil dari internet.









5

1.5 Sistematika Penulisan Makalah
Makalah ini disusun menjadi tiga bab, yaitu bab pendahuluan, bab pembahasan,
dan bab penutup. Adapun bab pendahuluan terbagi atas : latar belakang, rumusan
makalah, tujuan dan manfaat penulisan, metode penulisan, dan sistematika penulisan.
Sedangkan bab pembahasan dibagi berdasarkan sub-bab yang berkaitan dengan
pengembangan sistem informasi. Terakhir, bab penutup terdiri atas kesimpulan.
























6

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Teknologi Informasi dan Perannya
Teknologi Informasi dilihat dari kata penyusunnya adalah teknologi dan
informasi. Secara mudahnya teknologi informasi adalah hasil rekayasa manusia terhadap
proses penyampaian informasi dari bagian pengirim ke penerima sehingga pengiriman
informasi tersebut akan:
lebih cepat
lebih luas sebarannya, dan
lebih lama penyimpanannya.
Dalam kehidupan kita dimasa mendatang, sektor teknologi informasi dan
telekomunikasi merupakan sektor yang paling dominan. Siapa saja yang menguasai
teknologi ini, maka dia akan menjadi pemimpin dalam dunianya. Teknologi informasi
banyak berperan dalam bidang-bidang antara lain :
Bidang Pendidikan(e-education).
Globalisasi telah memicu kecenderungan pergeseran dalam dunia pendidikan
dari pendidikan tatap muka yang konvensional ke arah pendidikan yang lebih terbuka.
Sebagai contoh kita melihat di Perancis proyek Flexible Learning ?. Hal ini
mengingatkan pada ramalan Ivan Illich awal tahun 70-an tentang Pendidikan tanpa
sekolah (Deschooling Socieiy) yang secara ekstrimnya guru tidak lagi diperlukan.

Dalam Bidang Pemerintahan (e-government).
E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh
pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai
kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Bisa
merupakan suatu proses transaksi bisnis antara publik dengan pemerintah melalui
sistem otomasi dan jaringan internet, lebih umum lagi dikenal sebagai world wide
web. Pada intinya egovernment adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat
meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. penggunaan
teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C
7

(Governmet to Citizen), G2B Government to Business), dan G2G (Government to
Government). Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain:
(1) Pelayanan servis yang lebih baik kepada masyarakat.
(2) Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum.
(3) Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh.
(4) Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien.

Bidang Keuangan dan Perbankan
Saat ini telah banyak para pelaku ekonomi, khususnya di kota-kota besar yang
tidak lagi menggunakan uang tunai dalam transaksi pembayarannya, tetapi telah
memanfaatkan layanan perbankan modern. Layanan perbankan modern yang hanya
ada di kota-kota besar ini dapat dimaklumi karena pertumbuhan ekonomi saat ini yang
masih terpusat di kota-kota besar saja, yang menyebabkan perputaran uang juga
terpusat di kota-kota besar. Sehingga sekto perbankan pun agak lamban dalam
ekspansinya ke daerah-daerah. Hal ini sedikit banyak disebabkan oleh kondisi
infrastruktur saat ini selain aspek geografis Indonesia yang unik dan luas.
Untuk menunjang keberhasilan operasional sebuah lembaga
keuangan/perbankan seperti bank, sudah pasti diperlukan sistem informasi yang
handal yang dapat diakses dengan mudah oleh nasabahnya, yang pada akhirnya akan
bergantung pada teknologi informasi online, sebagai contoh, seorang nasabah dapat
menarik uang dimanapun dia berada selama masih ada layanan ATM dari bank
tersebut, atau seorang nasabah dapat mengecek saldo dan mentransfer uang tersebut
ke rekening yang lain hanya dalam hitungan menit saja, semua transaksi dapat
dilakukan.
Pengembangan teknologi dan infrastruktur telematika di Indonesia akan sangat
membantu pengembangan industri di sektor keuangan ini, seperti perluasan cakupan
usaha dengan membuka cabang-cabang di daerah, serta pertukaran informasi antara
sesama perusahaan asuransi, broker, industri perbankan, serta lembaga pembiayaan
lainnya. Institusi perbankan dan keuangan telah dipengaruhi dengan kuat oleh
pengembangan produk dalam teknologi informasi, bahkan mereka tidak dapat
beroperasi lagi tanpa adanya teknologi informasi tersebut. Sektor ini memerlukan
pengembangan produk dalam teknologi informasi untuk memberikan jasa-jasa mereka
kepada pelanggan mereka.

8

2.2 Pengembangan Sistem Informasi
Pengembangan sistem informasi adalah kumpulan kegiatan para analis sistem,
perancang, dan pemakai yang mengembangkan dan mengimplementasikan sistem
informasi. Pengambangan sistem informasi merupakan tahapan kegiatan yang dilakukan
selama pembangunan sistem informasi. Cakupan aktivitas pengembangan sistem
informasi meliputi :
1. Pembangunan perangkat lunak aplikasi
2. Pembangunan basis data
3. Penentuan konfigurasi, pengadaan, pemasangan, dan instalasi perangkat keras
4. Pembuatan prosedur, aturan, dan petunjuk pemakaian sistem
5. Penentuan, pengadaan, dan pelatihan personal pelaksana
Bentuk-bentuk pengembangan sistem informasi antara lain :
1. Transformasi sistem lama yang masih manual ke sistem baru yang berbasiskan
komputer
2. Migrasi sistem lama ke lingkungan yang baru dengan platform berbeda
3. Memperbaiki dan melengkapi kekurangan sistem lama (upgrade).
4. System reengineering
Model proses pengembangan sistem informasi antara lain :
1. System Development Life Cycle (SDLC): survey, analisis, desain, implementasi,
operasional, dan perawatan
2. Prototype model : Identifikasi kebutuhan, quick desain, implementasi
3. Rapid Application Development (RAD) : sama dengan SDLC tetapi secara cepat
4. Incremental model : sama dengan prototype secara bottom-up
5. Itterative model : sama dengan prototype secara berulang (ver 1, ver 2, dst)
6. Spiral model : kombinasi 3, 4, dan 5
7. Metode lainnya
2.3 Pendekatan Pengembangan Sistem
Dilakukan dengan menggunakan metodologi (suatu proses standar yang diikuti
oleh organisasi untuk melaksanakan seluruh langkah yang diperlukan untuk menganalisa,
merancang, mengimplementasikan, dan memelihara sistem informasi). Metodologi klasik
yang digunakan dikenal dengan istilah SDLC (System Development Life Cycle).
9

Pendekatan Konvensional
1. Pemahaman masalah didasarka pada pelaksanaan prosedur kerja
2. Pelaksanaan pengembangan kerja diawali dengan melihat alur dokumen dari satu
bagian organisasi ke bagian organisasi lainnya, selanjutnya ditentukan proses-
proses pengolahan datanya
3. Secara historis, digunakan untuk mengembangkan sistem pengolaha transaksi
yang ada di sistem fisik

Pendekatan Fungsional
1. Dekomposisi permasalahan dilakukan berdasarkan fungsi atau proses secara
hirarki, mulai dari konteks sampai proses-proses paling kecil (top down)
2. Pengembangan dilaksanakan denga melihat fungsi atau proses yang harus
dilaksanakan oleh sistem, data yang menjadi masukan atau keluaran, sumber dan
tujuan data, serta tempat penyimpanan data

Pendekatan Struktur Data
1. Sudut pandang pengembangan adalah struktur data dari dokumen
masukan/keluaran yang digunakan dalam sistem
2. Struktur tersebut kemudian dinyatakan secara hirarki dengan menggunakan
konstruksi sequence, selection, dan repetition sampai terlihat proses
pembentukannya

Information Engineering
1. Sistem dibangun berdasarkan kebutuhan informasi enterprise
2. Pelaksanaan pengembangan perlu diawali dengan proses perencanaan strategis
informasi dan wilayah bisnis
3. Cakupan pengembangan adalah seluruh enterprise (enterprise-wide basis)
4. Mengaplikasikan teknik terstruktur dan automated tools

Pendekatan Objek
1. Sudut pandang pengembangan sistem dilakukan berdasarkan objek-objek yang
ada dalam sistem
2. Sistem dipandang sebagai kumpulan objek yang mempunyai atribut (data) dan
operasi (layanan) yang saling berinteraksi satu dengan yang lainnya
10

3. Setiap objek dalam sistem dapat menerima pewarisan (inheritance) dari objek
lainnya
4. Setiap objek dapat mempunyai kemampuan poliforisme

2.4 Teknik dan Alat Bantu Pengembangan Sistem Informasi
Teknik merupakan kumpulan aturan yang harus diikuti untuk menyelesaikan suatu
pekerjaan. Teknik mempunyai tahap-tahap pelaksanaa tertentu berdasarkan pendekatan
yang digunakan pada saat menyelesaikan pekerjaan tersebut. Alat bantu adalah kumpulan
notasi tertentu untuk memodelkan dan menggambarkan sesuatu sehingga menjadi lebih
jelas dan mudah bagi yang membacanya. Jenis alat bantu yaitu manual tools dan
automated tools (CASE).
Pendekatan Konvesional
a. Teknik : analisis metode dan prosedur
b. Alat bantu :
1. Diagram sistem prosedur (flowmap)
2. Diagram alir sistem (sistem flowchart)
3. Diagram alir program (program flowchart)

Pendekatan Fungsional
a. Teknik :
1. Structured / modern system analysis approach
2. Structured system analysis dan Design Method (SSADM)
b. Alat bantu :
1. Statement of purpose, context diagram, event list
2. DFD, data dictionary, E-R diagram
3. Structure chart, pseudo-code

Pendekatan Struktur Data
a. Teknik :
1. Jackson System Development (JSD)
2. Warnier-orr-method
3. Structured Analysis and Design Technique (SADT)
b. Alat bantu :
1. Structure diagram, system specification diagram
2. Warnier-orr-diagram
11

3. SADT diagram

Pendekatan Engineering
a. Teknik :
1. Business System Planning (BSP)
2. Teknik terstruktur
b. Alat bantu :
1. Enterprise model
2. Process model
3. Data model

Pendekatan Objek
a. Teknik :
1. Coad and Yourdon
2. Object Modelling Technique (OMT)
3. Booch method
b. Alat bantu :
1. Diagram objek
2. Diagram model hubungan objek
3. Unified Modelling Language (UML)
2.5 Analisis Sistem
Tahapan analisis sistem dimulai karena adanya permintaan terhadap sistem
baru. Proyek baru ditangani dalam bentuk tim, yang melibatkan pemakai, analis sistem,
dan para spesialis sistem informasi yang lain, serta barangkali juga auditor internal.
Tujuan utama analisis sistem adalah untuk menentukan hal-hal detil tentang yang akan
dikerjakan oleh sistem yang diusulkan (dan bukan bagaimana caranya. Analisis sistem
mencakup studi kelayakan dan analisis kebutuhan. Studi kelayakan menentukan
kemungkinan keberhasilan solusi yang diusulkan dan berguna untuk memastikan bahwa
solusi yang diusulkan tersebut benar-benar dapat dicapai dengan sumber daya dan dengan
memperhatikan kendala yang terdapat pada perusahaan serta dampak terhadap
lingkungan sekeliling.


12

2.5.1 Analisis Biaya Manfaat
Analisis biaya manfaat adalah kerangka dasar yang digunakan untuk studi
kelayakan adalah penganggaran modal (capital budgeting). Penganggaran modal
adalah keseluruhan proses dalam menganalisa proyek-proyek dan memutuskan
proyek yang akan didanai. Berbagai metode dapat digunakan dalam penentuan
penganggaran modal, yaitu Payback Period, Net Present Value (NPV), Internal
Rate of Return (IRR), dan Modified Internal Rate of Return (MIRR).

2.5.2 Analisis Kebutuhan
Analisis kebutuhan dilakukan untuk menghasilkan spesifikasi kebutuhan
(disebut juga spesifikasi fungsional). Spesifikasi kebutuhan adalah spesifikasi
yang rinci tentang hal-hal yang akan dilakukan sistem ketika diimplementasikan.
Spesifikasi ini sekaligus dipakai untuk membuat kesepahaman antara pengembang
sistem, pemakai yang kelak menggunakan sistem, manajemen, dan mitra kerja
yang lain (misalnya auditor internal).












13

BAB III
KESIMPULAN

Perkembangan teknologi informasi Indonesia sangat dipengaruhi oleh kemampuan
sumber daya manusia dalam memahami komponen teknologi informasi, seperti perangkat
keras dan perangkat lunak komputer; sistem jaringan baik berupa LAN ataupun WAN dan
sistem telekomunikasi yang akan digunakan untuk mentransfer data. Kebutuhan akan tenaga
yang berbasis teknologi informasi masih terus meningkat. Hal ini bisa terlihat dengan
banyaknya jenis pekerjaan yang memerlukan kemampuan di bidang teknologi informasi di
berbagai bidang serta jumlah SDM berkemampuan di bidang teknologi informasi masih
sedikit, jika dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia. Keberadaan bisnis yang
tersebar di banyak tempat dengan berbagai ragam perangkat keras dan lunak mulai menyadari
tentang betapa pentingnya untuk mempercayakan dukungan bagi keberhasilan pengolahan
data komputernya kepada satu sumber yang dapat dipercaya.












14

DAFTAR PUSTAKA

Management Information Systems, James A. OBrien, Irwin Times Mirror, 1996
http://santirianingrum.dosen.narotama.ac.id/bahan-ajar/sistem-informasi/