Anda di halaman 1dari 3

INTERPRETASI HASIL PEMERIKSAAN

1. Kesadaran GCS 15
Pasien compos mentis. Tidak ada cedera kepala. Namun apabila disertai amnesia/pingsan sesaat
dapat digolongkan sebagai cedera otak ringan.
2. Nafas cepat dan dangkal
Menunjukkan adanya sesak nafas. Karena paru-paru mengalami kompresi akibat pneumothorak
ventil sehingga sulit berkembang, selain itu bisa disebabkan karena pleura mengalami kerusakan
yang menyebabkan timbulnya nyeri dada, nyeri bertambah saat bernafas dalam karena pleura
bergerak, sehingga pasien secara fisiologis bernafas dangkal untuk mengurangi nyeri dan dengan
frekwensi yang lebih cepat untuk mengkompensasi kebutuhan oksigennya.
3. Tidak didapatkan suara tambahan
a. Gurgling (-) : tidak ada sumbatan cairan pada saluran nafas
b. Snoring (-) : tidak ada sumbatan benda padat pada saluran nafas
4. Vital sign:
a. Nadi 110x/menit : takikardi
b. Tekanan darah 100/70 mmHg : hipotensi
c. Suhu 37oC : normal
d. RR 30x/menit : takipneu
Adanya takikardi dan hipotensi menunjukkan bahwa pasien mengalami syok.
5. Jejas pada hemithorax kanan
Adanya jejas pada hemithorax kanan menunjukkan perlunya kewaspadaan adanya trauma organ
dalam pada regio tersebut, meliputi pulmo dan pleura.
6. Auskultasi vesikuler menurun
Auskultasi vesikuler menurun disebabkan karena adanya udara, cairan atau massa pada daerah
lapang paru yang dilakukan pemeriksaan
7. Emfisema subcutis (+)
Terdapat udara yang terkumpul pada daerah subkutis, disebabkan karena trauma.
8. Pemeriksaan femur
Ditemukannya luka terbuka sepanjang 3 cm, perdarahan aktif, fat globule, oedem, deformitas,
angulasi, nyeri tekan dan krepitasi menunjukkan adanya fraktur femur terbuka.


ANATOMI

a. Thorax

Thorax merupakan bagian dari truncus yang terletak di antara collum dan abdomen. Thorax
bagian luarnya dibatasi oleh dinding thorax, dan di dalamnya terdapat rongga yang disebut
cavitas thoracis. Dinding thorax terdiri atas susunan tulang yang disebut skeleton thoracis
atau compages thoracis beserta otot-otot, fascia, dan kutis yang melekat padanya.
Skeleton thoracis tersusun atas sternum, costae dengan cartilagines costales, serta
vertebrae thoracicae dengan disci intervertebrales. Sternum terdiri atas manubrium sterni,
corpus sterni, dan proc. Xiphoideus. Costae berjumlah 12 pasang, yang melengkung dari
vertebrae thoracica. Costae letaknya semakin miring dari costa I-IX. Costae juga semakin
memanjang dari costa I-VII lalu memendek sampai costa XII. Vertebra thoracicae berjumlah
12 buah yang satu sama lain dihubungkan oleh discus intervertebralis.
Musculi dinding thorax tersusun ke dalam lamina externa, lamina medialis, dan lamina
interna. Lamina eksterna terdiri dari M. intercostalis externus dan M. levator costae. Lamina
medialis terdiri dari M. intercostalis internus. Dan lamina interna tersiri dari M. intercostalis
intimus, M. Subcostalis, dan M. transversus thoracis atau m. Sternocostalis.
Diafragma memisahkan cavitas thoracis dengan cavitas abdominis. Ia terdiri atas 2 bagian
utama, yaitu pars muscularis di perifer dan centrum tendineum di central.
Pada cavitas thoracis terdapat pulmo yang dibungkus oleh pleura. Pleura terdiri dari 2 lapis
yaitu pleura parietalis yang menempel di dinding thorax dan pleura visceralis yang
menempel pada pulmo. Pulmo terdiri dari 2 bagian yaitu pulmo dexter et sinister. Pulmo
decter terdiri dari 3 lobus, dan pulmo sinister terdiri dari 2 lobus.


b. Extremitas inferior
Ekstremitas inferior terdiri atas cingulum membri inferioris et pars libera. Cingulum membri
inferioris yaitu tulang-tulang yang membentuk cincin dan tidak dapat bergerak. Pada
ekstremitas inferior bangunan ini dibentuk oleh Os. Pelvis yang terdiri dari Os. Coxae
dan Os. Sacrum(masuk di vertebrae). Os coxae tersusun dari 3 tulang yaitu os ilium,
ischium dan os pubis. Ketiga tulang ini bersatu membentuk articulatio yang
dihubungkan oleh tulang (synostosis) sehingga tidak dapat bergerak. Ketiga tulang tersebut
akan bersatu di acetabulum.
Pars libera membri inferioris terdiri dari regio femur, regio patella, regio cruris, et regio
pedis. Regio femur terdiri dari os femur, otot, dll. Os femur termasuk dalam golongan
tulang dengan tipe tulang panjang (os longus). Setiap os longus memiliki ephyphisis
proximalis, metafisis, diaphisis dan ephyphisis distalis. Regio patella terdiri dari os
patella, dari bentuknya termasuk ossa sesamoidea (tidak beraturan). Os patella
berbentuk segitiga dengan apex (puncak) berada di distal dan basis( dasar) berada di
proximal. Disebelah posterior terdapat facies articularis lateralis(lebih besar) dan facies
articularis medialis yang akan bersendi dengan facies patellaris ossis femur yang akan
membentuk articulatio femoropatellaris. Pada regio curis terdiri dari os tibia dan os fibulae
yang semuanya termasuk os longus. Dan pada regio pedis terdiri dari 3 komponen yaitu ossa
tarsalia, ossa metatarsalia, dan phalanges.
Musculus pada ekstermitas inferior dibagi menjadi empat regio, regio gluteus, regio
femur, regio cruris, dan regio pedis et digitotum pedis. Pada regio gluteus bentuknya
ditentukan terutama oleh m.gluteus maximus dan paniculus adiposus. Otot-otot di regio
glutea ditutupi oleh fascia glutea, dimana pada sebelah cranial melekat pada crista iliaca
dan di sebelah medial dorsal melekat pada os sacrum. Ke arah depan fascia ini menjadi
aponeurosis glutealis, dan di caudal mengalami penebalan dan terbentuk sulcus glutealis.
Antara tepi medial caudal kedua n.gluteus maximus serta paniculus adiposus terdapat
suatu sulcus, yaitu crenaani.
Regio femoris tersusun dari m. Quadriceps femoris, m.sartorius , m.iliacus , m.psoas major,
m.pectineus, m.graciliis, m.adductor longus, brevis et magnus, m.obturatorius, m biceps
femoris, m.semitendinosus, et m.semimembranosus. Pada regio femoris terdapat fascia lata,
yang disebelah ventral terdapat 2 laminae, superficialis dan profunda dimana keduanya
membungkus n.sartorius. di sebelah medial, fascia lata ini juga membungkus m.gracillis.
tempat perlekatan fascia lata ini adalah labium mediale dan labium laterale linea aspera. Di
lamina suiperficialis fascia lata, setinggi fossa iliopectinea terdapat lubang yang disebut
fossa ovalis dan tepi lateral dari fossa ini menebal dan menyerupai sebilah sabit sehingga
disebut margo falciormis. Fossa ovalis ditutup oleh fascia yang berlubang-lubang oleh
karena ditembus oleh arteria, vena, nervus, dan vasa lumphatica dan fascia tersebut
disebut fascia cribrosa.
Fascial cruris yang terdapat di regio cruris dapat dianggap sebagai lanjutan ke caudal dari
fascia lata. Fascia ini menutupi otot-otot yang ada di regio cruris. Di bagian posterior
lamina profunda menutupi n.tibialis posterior, m.flexor hallucis longus dan m.flexor
digitorum longus. Sedangkan lamina superficialis akan menutupi m. triseps surae dan
m.plantaris. fascia cruris ke medial melekat di tibia dan ke lateral mekelat di fibula. Mm.
Peronei dipisahkan dari mm.extensores oleh septum intermusculare anterius dan dari
mm.flexores oleh septum intermusculare posterior.