Anda di halaman 1dari 65

Dengue

Oleh : dr. Afiyas Rayyan


Presentasi Kasus
Identitas Pasien
Nama : Dwi Andika
Umur : 5 tahun 8 bulan
Jenis Kelamin : laki-laki
Alamat : cibitung
Agama : Islam
Status : belum kawin
Pekerjaan : dibawah umur
Bangsa : Indonesia
Tanggal Masuk RS : 16 oktober 2012
Tanggal Keluar RS : 21 oktober 2012

Anamnesis
Keluhan Utama : panas badan

Anamnesis Khusus
Sejak 4 hari SMRS, penderita mengeluh
panas badan yang dirasakan terus-menerus
sepanjang hari. Panas badan tidak dirasakan
semakin bertambah di sore atau malam hari.
Penderita merasa menjadi sangat. Panas
badan disertai dengan sakit kepala seperti
ditekan di daerah dahi dan sekitar mata,
yang timbul bersamaan dengan panas
badan.. Penderita juga merasakan pegal-
pegal, dan nyeri perut.

Riwayat gusi berdarah saat sikat gigi
tidak diakui. Riwayat bintik atau bercak
kemerahan di kulit disangkal. Riwayat
sesak nafas disangkal. Riwayat batuk lama,
penurunan berat badan, keringat malam
disangkal. BAB normal. BAK normal.
Riwayat mimisan disangkal. penderita
belum mengobati penyakitnya ini.


Riwayat fogging dan abatisasi di rumah
penderita disangkal. Riwayat keluhan
serupa pada keluarga disangkal
Pemeriksaan Fisik
Keadaan umum : compos mentis,
tampak sakit sedang
Tensi : 90/60 mmHg
Nadi : 120 x/menit, REIC
Pernafasan : 22 x/menit
Suhu : 37,8 C


Kepala
Mata : Konjungtiva tidak anemis
Sklera tidak ikterik
Hidung : Keluar cairan - / -
PCH
Mulut : bibir kering
Oral hygiene sedang, gusi tidak
hiperemis
Lidah kotor -, tremor
Tonsil T1/T1, hiperemis -

Thoraks :
Inspeksi : Bentuk gerak simetris
Palpasi : Vokal Fremitus kanan = kiri
Ictus Cordis teraba di ICS V LMCS
Pengembangan dada simetris
Perkusi : Paru kanan : sonor
Paru kiri : sonor
BPH : ICS V kanan, peranjakan 2 cm
Auskultasi : Paru-paru : VBS kanan = kiri
Ronkhi -/-, Wheezing -/-
Jantung : bunyi jantung normal, reguler
S1 dan S2 normal ; S3/S4 -/-
Murmur (-)


Abdomen :
Inspeksi : Bentuk datar
Auskultasi : Bising usus (+) normal
Perkusi : Timpani, pekak samping -, pekak pindah -,
Palpasi : Lembut, defense muscular (-), nyeri
tekan/nyeri lepas -/-
H/L tidak teraba
Ekstremitas : Akral dingin, capillary refill < 2 detik
Edema -/- , Sianosis -/-, ptekiae -/-

Hasil pemeriksaan laboratorium
darah
Hb : 15.4
Leukosit : 3800
LED : 10
Basofil : 0
Batang : 1
eosinofil : 1
segmen : 50

limfosit : 45
monosit : 3
eritrosit : 5.3
hematokrit: 46
trombosit : 30
GDS : 60
Widal : -

Diagnosis : Dengue shock syndrome

Terapi
Loading RL 250cc/ 1/2 jam
TTV / 10 menit
Syok teratasi setelah kolf ke 2 akral hangat,
TD : !00/70, Nadi : 100, R : 30x/mnt
Konsul dr natalina SpA
IVFD RL 16 gtt/mnt
Ranitidine IV 2x amp
H2TL / 8 jam

Tanggal keluhan Lab/pemeriksaan Terapi
17/10/2012 09.00
Demam, sesak
T: 100/60
S: 38.5
N : 110
Rr : 54
Th : wh +/+, rh +/+
Riwayat asma +

21.50
T: 130/100 N : 100 R:60 S: 37.5
Pagi :
Hb: 12.6
L : 4700
Ht: 37.8
Tr : 36.000
Sore:
Hb: 11.4
L: 4500
Ht : 34.2
Tr : 42.000
Ro thorax : efusi pleura kanan
O2 1 L/mnt
Inhalasi combivent
Th lain lanjut
Awasi tanda vital (syok)
Pro ro/ thorax
Dr natalina SpA:
IVFD 6 tpm makro
H2TL/8 jam
Lasix 2x10 mg
O2 2L/mnt
18/10/2012 Kel: demam, sesak, lemas Pagi:
Hb : 9.9
L: 5200
Ht : 29.1
Tr : 73.000
Th lanjut
19/10/2012 Kel : lemas, sesak Hb : 9.2
L: 4800
Ht : 23.5
Tr : 70.000
Lasix 2x15 mg
Th lain lanjut
20/1/2012 Kel : - Hb : 9.9
L: 4800
Ht : 29.1
Tr : 102.000
Th lanjut
21/1/2012 Kel : - Hb : 9.6
L: 5500
Ht : 49.1
Tr : 160.000
Th lanjut
Prognosis
Quo ad vitam : ad bonam
Quo ad functionam : ad bonam

Dengue
Epidemiology
World Distribution of Dengue 1999
Areas infested with Aedes aegypti
Areas with Aedes aegypti and recent epidemic dengue
Mean Annual Number of DHF Cases
Thailand, Indonesia and Vietnam, by Decade
* Provisional data through 1998
0
20
40
60
80
100
120
140
160
180
200
R
e
p
o
r
t
e
d

C
a
s
e
s

(
T
h
o
u
s
a
n
d
s
)
1950s 1960s 1970s 1980s 1990s*
Virus, Vektor dan Transmisi
Dengue Virus
menyebabkan dengue dan dengue
hemorrhagic fever
merupakan arbovirus
Transmisi oleh nyamuk
single-stranded RNA
punya 4 serotypes (DEN-1, 2, 3, 4)
Dengue Viruses
Each serotype provides specific lifetime
immunity, and short-term cross-immunity
All serotypes can cause severe and fatal
disease
Genetic variation within serotypes
Some genetic variants within each serotype
appear to be more virulent or have greater
epidemic potential
Transmisi Dengue Virus
oleh Aedes aegypti
Viremia Viremia
Extrinsic
incubation
period
DAYS
0 5 8 12 16 20 24 28
Human #1 Human #2
Illness
Mosquito feeds /
acquires virus
Mosquito refeeds /
transmits virus
Intrinsic
incubation
period
Illness
Replication and Transmission
of Dengue Virus (Part 1)
1. Virus
ditrnasmisikan melalui
saliva nyamuk
2. Virus bereplikasi di
target organ
3. Virus menginfeksi
wbc dan limfatik
4. Virus dilepaskan dan
sirkulasi di darah
3
4
1
2
Replication and Transmission
of Dengue Virus (Part 2)
5. Second mosquito
ingests virus with blood
6. Virus replicates
in mosquito midgut
and other organs,
infects salivary
glands
7. Virus replicates
in salivary glands
6
7
5
Aedes aegypti Mosquito
Aedes aegypti
Dengue ditransmisikan oleh nyamuk betina
Niasanya pada siang hari
Bertelur dan keluar larva biasanya pada
wadah terbuka
Manifestasi klinis Dengue dan Dengue
Hemorrhagic Fever
CENTERS FOR DISEASE CONTROL
AND PREVENTION
Diagnosa Banding
Demam 2 7 hari
Anamnesa

Menggigil Panas naik turun Petekhie Ikterus Nyeri sendi Kesadaran
Endemis malaria Konstipasi Perdarahan ? Ruam Perdarahan

Pemeriksaan Fisik
Anemis,H/L Lidah kotor Hepatomegali Conj.suff. Parese KK

Pemeriksaan Penunjang

ADT Gall Hematokrit >20% MAT HI test
Widal Trombositopeni<100rb Elisa

Malaria Demam tifoid Susp.DD/DBD Leptospirosis Chik. JE/Hantaan
Meningokok
DD DBD DSS


Dengue Clinical Syndromes
Undifferentiated fever
Classic dengue fever
Dengue hemorrhagic fever
Dengue shock syndrome
Undifferentiated Fever
Manisfestasi klinis dengue paling banyak
ditemukan
Penelitian menunjukan bahwa 87% murid
terinfeksi dapat asimptomatik atau
simtomatik ringan
DS Burke, et al. A prospective study of dengue infections
in Bangkok. Am J Trop Med Hyg 1988; 38:172-80.
tanda klinis Dengue Fever
Demam
Nyeri kepala
Nyeri sendi dan otot
Mual muntah
ruam
Dengue Hemorrhagic Fever
Demam akut
Manifestasi perdarahan
Platelet rendah (100,000/mm
3
atau kurang)
Terdapat kebocoran kapiler :
peningkatan hematocrit (20% atau lebih)
Albumin rendah
Efusi pleura atau yg lain
4 kriteria:
Manifestasi perdarahan Dengue
Kulit : petechiae, purpura, ecchymoses
Perdarahan Gingival
Perdarahan Nasal
Perdarahan Gastro-intestinal:
hematemesis, melena, hematochezia
Hematuria
Peningkatan darah menstruasi
Definisi Dengue Shock
Syndrome
4 kriteria DHF
tandacirculatory failure , dengan manifestasi
Nadi cepat dan lemah
Narrow pulse pressure beda sistolik dan
diastolik ( 20 mm Hg) atau hypotension for
age
Kulit dingin dan gangguan fungsi mental
4 grade DHF
Grade 1
Demam dan simtom dengue klasik
Positive tourniquet test
Grade 2
Grade 1 manifestations + spontaneous bleeding
Grade 3
Tanda circulatory failure (rapid/weak pulse, narrow pulse
pressure, hypotension, cold/clammy skin)
Grade 4
Profound shock (undetectable pulse and BP)
Tanda bahaya pada
Dengue Hemorrhagic Fever
Nyeri abdominal terus menerus dan
bertambah
Perubahan mendadak dari demam ke
hipotermia, serta keringat
Gelisah atau somnolence
Martnez Torres E. Salud Pblica Mex 37 (supl):29-44, 1995.
Warning Signs for Dengue Shock
When Patients Develop DSS:
3 to 6 days after onset of
symptoms
Initial Warning Signals:
Disappearance of fever
Drop in platelets
Increase in hematocrit
Alarm Signals:
Severe abdominal pain
Prolonged vomiting
Abrupt change from fever
to hypothermia
Change in level of
consciousness (irritability
or somnolence)
Four Criteria for DHF:
Fever
Hemorrhagic manifestations
Excessive capillary permeability
100,000/mm
3
platelets
Time of fever defervescence : Demam Berdarah Dengue

Hari sakit
emp
Fase syok Fase demam Fase konvalesen
Time of fever defervescence
Trombosit
Hematokrit
Pathogenesis
Faktor resiko DHF
Virus strain
Pre-existing anti-dengue antibody
Infeksi sebelumnya
maternal antibodies pada bayi
Genetik host
usia
Hypothesis Pathogenesis
DHF (Part 1)
Orang yg sudah pernah terinfeksi dengue
membentuk serum antibodi yg dapat
mentralisir virus dengue dengan serotipe yg
sama (homolog)
Neutralizing antibody to Dengue 1 virus
Dengue 1 virus
Homologous Antibodies Form
Non-infectious Complexes
Non-neutralizing antibody
Complex formed by neutralizing antibody and virus
Hypothesis Pathogenesis
DHF (Part 2)
Pada infeksi kedua, terdapat antibodi
heterolog dan membentuk kompleks dengan
serotipe infeksi yg baru, namun tidak dapat
ternetralisir
Non-neutralizing antibody to Dengue 1 virus
Dengue 2 virus
Heterologous Antibodies Form
Infectious Complexes
Complex formed by non-neutralizing antibody
and virus
Hypothesis Pathogenesis
DHF (Part 3)
Antibody-dependent enhancement
merupakan proses dimana kompleks
antibodi-virus dapat memasuki lebih
banyak sel mononuklear
meningkatkan produksi virus
Heterologous Complexes Enter More
Monocytes, Where Virus Replicates
Non-neutralizing antibody
Dengue 2 virus
Complex formed by non-neutralizing
antibody and Dengue 2 virus
Hypothesis Pathogenesis
DHF (Part 4)
Monosit terinfeksi mengeluarkan mediator,
menyebabkan peningkat permeabilitas
vaskuler dan manisfestasi perdarahan
Viral Risk Factors
Virus strain (genotype)
Potensi epidemic: viremia level, infectivity
Virus serotype
Resiko meningkat pada DEN-2, diikuti DEN-3,
DEN-4 and DEN-1
TATALAKSANA

Indikasi rawat

Perdarahan spontan
muntah
Peningkatan HCT> 20%
Peningkatan ht walaupun sudah diberika rehidrasi
Platelet < 100 000/u
Tanda shock atau impending shock




Transfusi trombosit
Ditujukan untuk life saving, bukan untuk
menjadikan jumlah trombosit normal.
Tidak direkomendasikan, transfusi
trombosit untuk profilaksis.
Diberikan pada keadaan perdarahan masif
nyata, dengan trombosit <20.000/ul dan
pada DIC
Transfusi komponen darah
Terindikasi bila terdapat perdarahan yang
nyata terutama hematemesis melena.
Persisten syok dengan penurunan yang
cepat nilai Ht meskipun mendapat adequate
volume replacement.
Pada keadaan sulit memperkirakan dan
mengenali derajat perdarahan internal
dengan keadaan hemokonsentrasi.
Kriteria Pemulangan Penderita DBD/DSS
Ke-enam kriteria ini harus dipenuhi sebelum memulangkan penderita :
- Demam, bebas demam selama 24 jam, tanpa antipi-
retik serta pulihnya selera makan.

- Tampak kemajuan keadaan klinis.

- Hematokrit, stabil.

- Tiga hari setelah syok teratasi.

- Hitung trombosit 50.000/mm.

- Tidak ada distres respirasi, karena efusi pleura/asites


TERIMA KASIH