Anda di halaman 1dari 25

DIET PENYAKIT KANTUNG

EMPEDU
KUSINDRATI,MCN,MARS
Gambaran Umum Kantung Empedu
Kantung empedu terletak disisi kanan tepat
dibawah hati.
Fungsi utama: Mengentalkan, menyimpan dan
mengeluarkan cairan empedu yang dihasilkan
hati.
Selama proses pengentalan, elektrolit dan air
diserab oleh mukosa kantung empedu.
Konstituen utama yaitu kolesterol, bilirubin dan
garam empedu
Gambaran umum
Bilirubin adalah pigmen utama empedu berasal
dari hemoglobin yang dilepas oleh sel darah
merah yang rusak/hancur. Selanjutnya dibawa
ke hati dan berikatan serta dikeluarkan melalui
empedu.
Garam empedu dibuat oleh hati dari kolesterol,
berguna untuk mencerna dan menyerap lemak,
vitamin larut dalam lemak & beberapa mineral.
Garam empedu masuk ke usus halus melalui
cairan empedu, selanjutnya diserab masuk
sistem portal
Gambaran Umum
Cairan empedu juga mengandung immunoglo-
bulin yg menyokong integritas mukosa usus.
Pada proses pencernaan, begitu makanan
sampai duodenum maka usus mengeluarkan
hormon spt cholesistokinin dan sekretin. Hal ini
merangsang kandung empedu dan pankreas
menyebabkan sphincter Oddi menjadi relaks,
cairan pankreas dan empedu mengalir ke
duodenum untuk mencerna lemak.
Berdasarkan hal ini maka penyakit kantung
empedu, hati & pankreas sering berkaitan.
CHOLELITHIASIS
Patofisiologi
Pembentukan batu empedu tanpa disertai
infeksi disebut cholelitiasis. Batu dari kantung
empedu bila masuk ke duodenum kadang tidak
menimbulkan gejala, tetapi bila ada yang ter-
selip di saluran empedu akan menyumbat
saluran, timbul rasa nyeri dan kramp. Dengan
tidak adanya cairan empedu di duodenum maka
mengakibatkan penyerapan lemak terganggu.
Hal ini juga menyebabkan warna tinja menjadi
pucat.
Patofisiologi Cholelitiasis
Jika hal ini tidak diobati maka menjadi jaundice
dan rusaknya organ hati.
Jenis batu empedu adalah batu kolesterol.
Faktor Risiko terbentuknya batu kolesterol :
a. Perempuan f. Diabetes Melitus
b. Wanita hamil g. Penyakit radang
c. Usia lanjut usus
d. Riwayat keluarga
e. Kegemukan
Cholelitiasis
Pada serangan batu empedu akut, dianjurkan
mkn rendah lemak untuk kontraksi kantung
empedu & mengurangi nyeri.
CHOLESCYSTITIS
Pengertian: Cholescystitis adalah peradangan
kantung empedu karena adanya batu empedu.
Patofisiologi: Peradangan ini dapat bersifat akut
atau kronis. Peradangan ini karena adanya batu
yang menyumbat saluran empedu. Bilirubin
yang berwarna hijau adalah pigmen cairan
empedu. Bilirubin ini untuk elastik jaringan, jadi
saat bilirubin banyak yg masuk ke sirkulasi
darah, maka kulit dan mata terlihat kuning
jaundice.
Cholecystitis
Gejala yang tampak pada pasien Cholecystitis
akut adalah nyeri kwadran keempat abdomen,
mual muntah, demam & panas, jaundice.
Sedangkan yang kronis cholecystitis sangat
sensitif dengan mkn berlemak, nyeri kolik,
belching, flatulence.
Kondisi akut ini dapat diatasi dengan operasi
batu kantung empedu.
Pemberian nutrisi kondisi akut dimulai dari cair
jernih cair kental selama 2-3 hari makan
rendah lemak (30g/hari) hingga mkn dengan
lemak sedang.
Cholcystitis
Untuk kondisi kronis pemberian mkn dengan
lemak sedang, protein 1 g/kgBB dan energi
sesuai kondisi pasien.
TUJUAN DIET
1. Memberikan mkn sesuai kondisi pasien, BB
yg cepat tidak dianjurkan krn dapat memben-
tuk batu kantung empedu.
2. Membatasi asupan mkn untuk menghindari
flatulence
3. Mencegah timbulnya obstruksi saluran
empedu, kanker dan pankreatitis.
Tujuan Diet
4. Jika ada steatorhea, bilam perlu beri tambah-
an vitamin larut lemak .
5. Vitamin C dapat berefek pada katabolisme
kolesterol masuk ke asam empedu dan
selanjutnya membentuk batu.
SYARAT DIET
Pada kondisi akut puasakan (NPO)
Makanan seimbang zat gizi
Diet rendah lemnak diberikan pada akut chole-
cystitis. Hindari sayuran ber gas krn perut
menjadi begah, peristaktik usus dan iritasi.
Untuk kondisi kronik Cholecystitis diberikan diet
seimbang energi dan lemak sedang untuk
mengeluarkan batu empedu tanpa menimbul-
kan rasa nyeri.
Makanan karbohidrat dan serat terutama serat
(pektin) untuk mengikat asam2 empedu.
Syarat Diet
Pasien Cholelitiasis dianjurkan makanan tinggi
serat rendah kalori.
Mungkin perlu vitamin larut lemak sebagai
pengganti yang hilang melalui air.
Tingkatkan asupan vitamin C
Untuk mencegah kanker kantung empedu
sangat bermanfaat bila makanan cukup
asupan selenium,seng dan vitamin E.
Sumber:
1. Mahan,Lk&Marian.T.Arlin (2004). Krauses Food, Nutri-tion & Diet
Therapy. WB Saunders, Philadelphia, p.756-760.
2. Stump,SE.(2007) Nutr. & Diagnosis Related Care 6
th
Ed. P.466-
470

JENIS DIET RENDAH LEMAK
Diet Rendah Lemak 1: makanan tanpa lemak
bahan makanan yang diberikan buah dan
minuman manis.
Diet Rendah Lemak 2: bentuk makanan bisa
cincang, lunak atau biasa tergantung toleransi
pasien.
Diet Rendah Lemak 3: bentuk makanan lunak
atau biasa.



Bahan Makanan Tidak Dianjurkan
Semua makanan dan daging berlemak,
gorengan, dan makanan yang
mengandung gas seperti: ubi, kacang
merah, kol, sawi, lobak, ketimun, durian
dan nangka.


Sumber: Ins.Gizi RSCM & AsDI. (2007) Buku Penuntun Diet
Dewasa. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta, hal. 131-136.
PANKREATITIS
FISIOLOGI & FUNGSI EKSOKRIN PANKREAS
Pankreas adalah kelenjar yang datar dan me-
manjang terletak dibag atas abdomen dibela-
kang lambung. Sel pankreas menghasilkan
glukagon, insulin dan somatostatin berperan
proses penyerapan masuk ke pembuluh darah
(fungsi endokrin) u/ mengatur keseimbangan
kadar gula darah. Sel lain mengeluarkan enzim
dan substansi lain langsung masuk ke usus
yang tugasnya membantu pencernaan protein,
lemak dan karbohidrat (fungsi eksokrin)
Fungsi pankreas
Banyak faktor yang berperan pd sekresi ekso-
krin pankreas. Sistim saraf dan hormonal sangat
berperan, dua hormon yang berperan yaitu
Secretin dan Cholecystokinin.
3(tiga) fase yang mempengaruhi sekresi
eksokrin yaitu:
Cephalic phase: adalah media langsung masuk
ke sistim saraf pencernaan krn melihat,
membaui, merasakan makanan yang diikuti dgn
sekresi bicarbonat dan enzim pankreas.
Fungsi pankreas
Gastric Phase : dengan adanya mkn di lambung
makan merangsang pengeluaran enzim2 di
penkreas.
Intestinal phase : efek yang potensial pada
sekresi enzim pankreas yang di mediasi dg
dilepasnya chlecystokinin.
PATOFISIOLOGI PANKREATITIS
Pankreatitis adalah suatu peradangan pankreas
yang ditandai dgn edema, sel bernanah, dan
nekrosis lemak. Penyakit ini dapat bersidat ringan
hingga berat, dengan adanya autodigestion ,
nekrosis serta perdarahan jaringan pankreas.
Ronson cs mengidentifikasi 11 tanda dalam 48
jam pertama setelah pasien didiagnosa pankrea-
titis.
Pankreatitis dapat bersifat akut dan kronis, akhir-
nya merusak pankreas shg fungsi endokrin &
eksokrin menjadi terganggu, akibatnya terjadi
maldigestion dan timbul diabetes.
Patofisiologi
Tanda-tanda klinis:mual, muntah, perut begah,
steatorrhea. Kondisi berat ada komplikasi hipo-
tensi, oliguria (urin < 400-600 ml/hari), dyspnea.
Pada keadaan ini sering diikuti perdarahan, shock
bahkan kematian.
Pemeriksaan lab: ada kadar lipase dan amilase.
Penyebab :
alkoholisme, peny. saluran empedu,batu empedu,
obat2 tertentu, trauma, hipertrigliseridemia, hiper-
kalsemia,dan infeksi virus. Batu empedu penye-
bab akut pankreatitis.
TUJUAN DIET
1. Mengurangi rasa nyeri
2. Memperbaiki keseimbangan asam basa, mal-
nutrisi, kelebihan asupan makanan. Ggn
kesimbangan asam basa biasa ditemui pada
pasien dg NGT, GGK, mual & muntah.
3. Menghindari komplikasi spt: kardiovaskular,
pulmonary, hamatology, ginjal, neurological
dan metabolik.
SYARAT DIET
1. Energi : sesuai kebutuhan pasien
2. Lemak: rendah sampai sedang (10-20% TE)
3. Protein: bila ada GGK 1 g/kg BB, untuk meng-
ganti jaringan yang rusak bisa diberikan 2 g/
kgBB.
4. Untuk memperbaiki steatorrhea berikan ETPT
dengan rendah lemak.
5. Bisa diberikan MCT
6. Vitamin utamakan antioksidan, vit. C, vit.B
kompleks dan asam folat. Vitamin larut lemak
yang mudah larut air > ditoleransi.

Diet Pemeriksaan Kolesistografi
Diet ini digunakan untuk pemeriksaan kelainan
kantung empedu.
Hari 1 sore diberikan makanan lunak tanpa
lemak. Pk 22.00 diklisma
Hari ke 2: Pagi
a. diklisma
b. Difoto
c. Diberi makanan tinggi lemak
Kasus :
Ibu Indiyah umur 65 th diketahui pernah men-
derita penyakit abses hati 4 thn yl.Selama 4
tahun terakhir pola makan biasa, tapi dirasakan
BB bertambah. Ybs senang makanan tinggi
lemak, seperti gudeg, opor, gulai kambing dan
goreng2an. Asupan sayuran setiap hari dan
buah 2 x sehari terutama pisang dan pepaya.
Sejak 1 minggu yl ada panas, suhu 38C sudah
diberi obat penurun panas.
Setelah makan pepaya yg diberi jeruk nipis
timbul nyeri di sekitar lambung, mual dan
muntah. Ternyata sudah 3 hari warna kencing
seperti teh, ada jaundice.
Kasus
Setelah dibawa ke IGD segera diketahui bahwa ada
peradangan di kantung empedu.
Pemeriksaan klinis: TB: 156 cm, BB 65 kg,
Tensi 140/90 mmHg, suhu 37,8 C, jaundice.
Pemeriksaan lab. Darah: Hb 11,5 g%, SGOT 150 U/I,
SGPT 200 U/I. Bilirubin total : 3,5 mg/dl (N: 0,3-1 mg/dl),
Lipase 800 mg/dl (N: 450-850 mg/dl).
Riwayat Gizi: E: 2000 kkal. P: 60 g, L: 62 g, KH 300 g
TUGAS:
1. Buat kajian SOAP
2. Hitung kebutuhan energi & zat gizi
3. Buat rencana kebutuhan bahan makanan sehari
4. Susun rancangan hidangan sesuai rencana
kebutuhan B.M sehari (no.3)