Anda di halaman 1dari 3

1. Jelaskan penyebaran crustacea di lamun!

Kelompok crustacea yang terdapat pada padang lamun terbagi atas beberapa tingkat/taksa
yaitu Amphipoda, Decapoda, dan Stomatopoda. Amphipoda merupakan salah satu jenis
crustacean pada lamun yang termasuk dalam suku Gammaridae yang memakan detritus
atau busukan organisme pada lamun termasuk daun lamun dan bagian lain dari lamun.
Selain itu, amphipoda juga meman epifit algae yang menmpel pada daun lamun. Contoh
dari amphipoda yaitu Amphithoe, Grubia, Dexamine, Ericthonius, Microdeutopus.
Decapoda terdiri dari hewan pemakan segala tapi lebih condong ke arah karnivora atau
pemakan daging contohnya kepiting dan udang. Kepiting biasanya berada pada tempat
yang memiliki dasar yang keras dan biasanya terdapat pada karang atau batuan yang
berada di padang lamun atau seagrass. Contoh dari kepeting yang terdapat di lamun
antara lain Portunus Pelagicus, Thalamita spp, Calappa spp, Camposcia, Miccipa,
Tiarinia, Liomera dan Pilodous. Sedangkan udang (subordo macrura) biasanya terdapat
pada lubang batuan yang terdapat di padang lamun diantaranya Palaemon, Athanas,
Acanthepyrra, Ogyrides, Acetes, Pontonides, Hyppolite dan sebagainya.
Stomatopoda merupakan taksa terakhir yang terdiri atas predator yang selalu aktif
mencari makanannya. Contohnya ikan, gurita, dan cumi cumi. Biasanya ketiga hewan
ini terdapat di sekitar lamun.

2. Jelaskan manfaat crustacea di lamun secara ekonomi!
Manfaatnya memiliki nilai ekonomis yaitu bisa dijual secara langsung yang memiliki nilai
tinggi. Contohnya sepert kepiting Portunus Pelagicus merupakan salah satu jenis kepiting
rajungan yang terdapat dilamun yang sangat diminati oleh banyak orang di dunia.
Dikarenakan kandungan gizi dalam kepiting rajungan ini sangat dan juga tinggi protein dan
rendah lemak sehingga tidak tinggi kolestro dan aman di konsumsi bagi. Oleh karena hal ini
lah harga dari kepiting rajugan ini mahal dan di cari oleh banyak orang. Selain
itu,pemanfaatan limbah dari Portunus Pelagicus juga bernilai ekonomis seperti banyak
penelitian yang telah memanfaatkan limbah dari kepiting rajungan ini untuk pembuatan
bumbu-bumbu atau perisa makanan, selain perisa makanan ada pula penelitian lain yang
memanfaatkkan limbah kepiting rajugan ini untuk pembuatan tepung terigu. Nah, jika limbah
dari crustacean dilamun seperti Portunus Pelagicus ini sudah di ubah menjadi obat obatan,
kosmetik, bumbu-bumbuan, perisa makanan, dan tepung terigu, maka hasil dari olahan ini
juga memiliki nilai jual (ekonomis) yang cukup tinggi dipasaran.

3. Sebutkan jenis crustacea di lamun yang digunakan sebagai obat obatan!

Jenis crustacea di lamun yang dapat digunakan sebagai bahan obat-obatan yaitu dari berbagai
jenis udang dan kepiting. Udang dan kepiting memiliki cangkang yang banyak mengandung kitin,
dimana kitin akan diproses sehingga menjadi kitosan, kitosan ini yang memiliki banyak manfaat
sebagai bahan obat dan suplemen (nutraceutical) seperti antimikroba (pengawet), antipenuaan,
antitumor/antikanker, antikolesterol, mempercepat penyembuhan luka, penurun berat badan dan
sebagai bahan kosmetik (tabir surya, pewarna alami).


Portunus Pelagicus Thalamita Crenata


Calappa Hepatica Palaemon


Podophthalmus vigil Charybdis cruciata



Sumber
http://ejournal.undip.ac.id/index.php/ijms/article/download/1419/1200
http://www.coremap.or.id/downloads/1995.pdf
http://laskarpetani.blogspot.com/2010/05/produk-chitosan-dari-limbah-perikanan.html
http://unlimited4sedoyo.wordpress.com/2011/06/18/rajungan-ternyata-mempunyai-kadar-lemak-
rendah/
http://www.oseanografi.lipi.go.id/sites/default/files/oseana_xxxiii(1)1-9.pdf
http://pertanian.trunojoyo.ac.id/wp-content/uploads/2013/02/JURNAL-4-Pemanfaatan-Limbah-
Cangkang-Rajungan-Portunus-Pelagicus-sebagai.pdf

Beri Nilai