Anda di halaman 1dari 6

KASUS 3 - Ilmu Anak

No. ID dan NamaPeserta : dr. Bagas Satrio


No. ID dan Nama Wahana : RSUD Jombang
Topik : Penurunan Kesadaran ec Post Tenggelam
Tanggal Kasus : 19 Agustus 2013
NamaPasien : An. M.A. No. RM : 207360
Tanggal Presentasi : - Pendamping: dr. Sangidu
Tempat Presentasi : RSUD Jombang
Obyektif Presentasi :
Keilmuan Keterampilan Penyegaran Tinjauan pustaka
Diagnostik Manajemen Masalah Istimewa
Neonatus Bayi Anak Remaja Dewasa Lansia Bumil
Deskripsi : Anak, 3,5 th, kesadaran menurun setelah tenggelam di selokan
Tujuan : Mengetahui managemen pasien demam berdarah dengue
Bahan bahasan TinjauanPustaka Riset Kasus Audit
Cara membahas Diskusi Presentasi &diskusi E-mail Pos

Data Pasien Nama : An. M.A.
Umur : 3,5 tahun
Alamat : Jogoroto
No. Registrasi :
207360
Nama Klinik : RSUD Jombang Telp. Terdaftar sejak :
6 Januari 2014
KELUHAN UTAMA : Kesadaran Menurun
Data Utama untuk bahan diskusi
1. Diagnosis / Gambaran Klinis :
- Pasien datang ke UGD pada tanggal 1 Januari 2014 pukul 12.30 WIB dengan keadaan
lemas, pasien + 2 jam yang lalu terjatuh ke selokan sekolah dan tenggelam kurang lebih
10mnit.
- Pasien mengalami muntah muntah sebanyak 2x setelah tenggelam.
- Kesadaran pasien menurun setelah tenggelam.
- Pasien langsung dibawa ke ugd rsud jombang, tanpa mendapatkan pertolongan
sebelumnya.
2. Riwayat Pengobatan :
- Pasien belum berobat sebelumnya
3. Riwayat Penyakit Dahulu :
- Tidak didapatkan riwayat penyakit sebelumnya.
Pemeriksaan Fisik
Vital Sign:
KU lemah Kesadaran : sde
TD: 100/70 N : 120x/menit, lemah T : 34,2 C RR : 35x/menit
Status Generalis:
BB : 14 kg
Kepala & wajah:
anemis (-/-),ikterus (-/-), cyanosis (-), dyspnea (+)
Leher : pembesaran kelenjar getah bening leher (-)
Thorax :
Cor : S1S2 tunggal, regular, murmur (-)
Pulmo :
pergerakan dada D/S simetris, retraksi (+)
vesikuler / vesikuler, ronchi (+ /+), wheezing (-/-)
vesikuler / vesikuler (+/+) (-/-)
vesikuler / vesikuler (+/+) (-/-)
Abdomen : flat, soefl, BU (+), meteorismus (-).
Hepar: tidak teraba. Lien: tidak teraba.
Extremitas : edema (-),
Akral dingin + +
+ +
St. Neurologis : pupil bulat isokor 3mm/3mm, reflek cahaya +/+
Meningeal sign : - Kaku kuduk (-)
- Brudzinski I/II/III/IV (-/-/-/-)

Hasil Pemeriksaan Laboratorium (1 Januari 2014):
Darah Lengkap
HGB 12,4 (11,4 17,7)
Leu 13.000 (4700-10300)
HCT 37,8 (37 48%)
PLT 267000 (150000-350000)
Analisa Gas Darah
pH 7,34
pCO2 39,6
pO2 47,6
HCO3- 21,3
BE -4,4
O2sat 81,5
Anion gap 20,8
Na 133
K 2,87
X-Ray Thorax
Gambaran fibro-infiltrat di semua lobus paru.
Daftar Pustaka
1. Ikatan Dokter Anak Indonesia. 2012. Panduan Pelayanan Medis Ilmu Kesehatan Anak.
Jakarta : Penerbit IDAI
2. Lehman RK, Mink J. Altered mental status. Pediatric emergency medicine 2008: Jun; 9(2):
68-75
3. Bennete M.J. 2013. Pediatric Pneumonia. http://emedicine.medscape.com/article/967822-
overview.
Hasil Pembelajaran
1. Primary survey pada kondisi kegawatdaruratan dengan penurunan kesadaran
3. Penatalaksanaan kegawatdaruratan pada kondisi penurunan kesadaran pada anak
4. Edukasi keluarga pasien dengan kondisi pasien

SUBYEKTIF :
Pasien datang ke UGD pada tanggal 1 Januari 2014 pukul 12.30 WIB dengan keadaan lemas,
tidak sadarkan diri, nafas sesak. Sebelumnya pasien sekitar + 2 jam yang lalu terjatuh ke selokan
sekolah dan tenggelam kurang lebih 10mnit saat bermain dengan teman teman sekolah. Pasien
juga mengalami muntah muntah sebanyak 2x setelah tenggelam, kesadaran pasien juga semakin
turun saat dibawa ke ugd selama perjalanan. Sebelumnya pasien belum dibawa berobat
kemanapun, dan langsung dibawa menuju ugd rsud jombang.
OBYEKTIF
Dari hasil pemeriksaan tanda-tanda vital didapatkan keadaan umum lemah, kesadaran sde,
tekanan darah 100/70, denyut nadi 120x/menit lemah, pernafasan 35x/menit, temperatur axilla
34,2 C
Dari hasil pemeriksaan fisik, berat badan pasien 14 kg. didapatkan temuan positif yaitu
dyspneu nafas, auskultasi rhonki (+) pada semua area lobus paru paru, akral dingin. Pemeriksaan
fisik lain dalam batas normal.
Dari pemeriksaan laboratorium didapati leukositosis (13.000), pada analisa gas darah
didapatkan asidosis respiratorik, serta pada x-ray thorax juga didapatkan fibro-infiltrat di semua
area lobus paru-paru.
ASESSMENT
Kesadaran merupakan fungsi utama susunan saraf pusat. Interaksi antara hemisfer serebri dan
formatio retikularis yang konstan dan efektif diperlukan untuk mempertahankan fungsi kesadaran.
Tingkat kesadaran adalah ukuran dari kesadaran dan respon seseorang terhadap rangsangan dari
lingkungan, dibedakan menjadi : compos mentis, apatis, delirium, somnolence, stupor, koma.
Adapun beberapa penyebab penurunan kesadaran pada anak, diantaranya trauma, infeksi, vascular,
tumor, hidrosefalus, metabolic, hipertermia.
Pneumonia adalah salah satu penyakit yang menyerang saluran nafas bagian bawah yang
terbanyak kasusnya didapatkan di praktek-praktek dokter atau rumah sakit dan sering
menyebabkan kematian terbesar bagi penyakit saluran nafas bawah yang menyerang anak-anak
dan balita hampir di seluruh dunia. Bronkopneumonia disebut juga pneumonia lobularis yaitu
suatu peradangan pada parenkim paru yang terlokalisir yang biasanya mengenai bronkiolus dan
juga mengenai alveolus disekitarnya, yang sering menimpa anak-anak dan balita, yang disebabkan
oleh bermacam-macam etiologi seperti bakteri, virus, jamur dan benda asing.
Pada pasien pada anamnesa dan pemeriksaan fisik didapatkan :
- Kesadaran menurun
- Dyspneu
- Auskultasi suara paru-paru terdapat rhonki di semua lobus
- Akral dingin
- Leukositosis, X-Ray thorax fibro-infiltrat disemua area
Kesimpulan: Kesadaran menurun ec sepsis suspect bronchopneumonia
PLAN
Plan Diagnosis:
DL, SE, X-Ray Thorax, BGA
Plan Terapi:
- O2 Nasal 2 lpm
- IVFD D5 NS
- Pasang DK
- Pasang NGT
- Konsul dr.Soewarsih Sp,A :
- MRS ICU Central
- Puasa
- Inj. Viccilin 3x500mg
- Bila sewaktu waktu distres nafas Pasang ETT
Plan Edukasi:
- Dijelaskan kepada keluarga tentang diagnosis pasien.
- Dijelaskan kepada keluarga bahwa pasien datang dalam kondisi kritis, dan dapat
memburuk sewaktu-waktu. Kemungkinan terburuk, pasien dapat meninggal dunia.
- Diberikan pengertian tentang pentingnya monitoring ketat kondisi pasien, sehingga pasien
perlu dirawat di ruang intensif, yaitu ICU central untuk anak. keluarga juga diberi
gambaran mengenai kondisi di ICU central dimana tidak ada jam berkunjung karena pasien
perlu istirahat total dan pengawasan ketat mengenai perkembangan kondisinya. Selain itu,
diberikan pula penjelasan mengenai estimasi biaya perawatan intensif yang mungkin akan
dibutuhkan. Apabila keluarga pasien merasa tidak mempu mencukupi biaya tersebut,
disarankan untuk mengurus jaminan kesehatan untuk keluarga tidak mampu.
- Diberikan pengertian bahwa pasien perlu dipasang selang kencing untuk memantau
keseimbangan cairan dalam tubuh pasien dan juga selang lambung untuk memantau
bilamana ada tanda-tanda perdarahan lambung.