Anda di halaman 1dari 17

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang
Kehidupan manusia pada zaman sekarang yang semua serba menggunakan teknologi ini
setiap hal yang kita lakukan tak pernah lepas dari yang dinamakan data. Mulai dari berbelanja di
sebuah supermarket, apa saja yang kita beli, berapa harganya. Contoh lain yang berhubungan
dengan kita sebagai mahasiswa adalah suatu perguruan tinggi menyimpan catatan tentang data
mahasiswa, matakuliah apa yang diambil dan nilainya, besarnya uang kuliah yang dibayarkan
dan tanggal pembayarannya, serta hal lain yang terkait dengan statusnya sebagai mahasiswa.
Kalau kita mempunyai rekening tabungan, maka ada catatan tentang semua kegiatan pemasukan
dan pengambilan uang, pajak, biaya administrasi dan lainnya yang terkait dengan rekening. Itu
semua adalah data yang disimpan untuk keperluan tertentu pada suatu organisasi (supermarket,
perguruan tinggi, bank, dan lainnya).
Data ini nantinya akan diolah menjadi informasi yang berguna bagi pihak dalam
organisasi tersebut. Data yang disimpan harus ada dalam bentuk yang terorganisir sehingga
mudah dan cepat untuk dimanipulasi dan dicari. Penyimpanan, pengorganisasian, manipulasi,
dan pencarian data dilakukan dalam basis data (database).
Dalam masa sekarang, basis data tidak dapat dipisahkan dari komputer, karena hanya
dengan komputer data dalam jumlah yang besar dapat disimpan dan diorganisasikan sedemikian
rupa sehingga pengguna dapat dengan mudah mendapatkan informasi dari data yang disimpan.
Basis data memainkan peranan penting pada hampir semua bidang yang menggunakan
komputer, seperti bisnis, rekayasa, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya
1.2 Rumusan Masalah
Dari paparan latar belakang pada subbab sebelumnya, muncul pertanyaan yang
menyinggung tentang basis data yang penulis rumuskan sebagai berikut:
Apa pengertian basis data?
Bagaimana contoh sederhana dari pembuatan basis data?
1.3 Tujuan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah sebagai berikut:
Menjawab pertanyaan mendasar tentang basis data
Memberikan wawasan kepada pembaca tentang basis data
Sebagai tugas akhir dari mata kuliah basis data

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Basis Data
Basis data mengacu kepada sekumpulan data yang disimpan. Data sendiri adalah fakta
(yang masih mentah) yang bisa dicatat dan disimpan pada suatu media, yang mempunyai arti
tertentu bagi penggunanya. Pengertian mentah adalah fakta tersebut kadang tidak
menunjukkan suatu arti tertentu. Bila data diolah sedemikian rupa sehingga lebih berarti bagi
penggunanya, maka pengguna mendapatkan informasi. Pengolahannya bisa dengan
menambahkan keterangan baru, menstrukturkan ulang, atau menyajikannya dalam bentuk lain
(misalnya dalam bentuk grafik). Akan tetapi kadangkala kedua istilah ini bisa dipertukarkan
karena sifatnya subyektif.
Secara sederhana, basis data adalah sekumpulan data yang saling terkait dan
terorganisasi. Terorganisasi berarti bahwa data tersebut distrukturkan sedemikian rupa sehingga
mudah disimpan, dimanipulasi, dan dicari oleh penggunanya. Terkait berarti ada banyak data
yang bisa direlasikan satu sama lain, misalnya pada suatu basis data akademik pada perguruan
tinggi ada data tentang dosen, pegawai, mahasiswa, matakuliah, nilai, dan sebagainya. Aturan
tentang organisasi dan keterkaitan antar data dikenal sebagai metadata, yaitu data tentang data.
Sistem manajemen basis data (DBMS=Database Management System) adalah
sekumpulan program komputer yang memungkinkan penggunanya untuk membuat, memelihara
(maintain) basis datanya dan mengendalikan akses terhadap data di dalamnya. DBMS
menyediakan lingkungan yang mudah dan efisien untuk menyimpan dan mencari informasi
dalam suatu basis data.
DBMS memfasilitasi proses pendefinisian, penyusunan, dan manipulasi basis data untuk
berbagai aplikasi. Pendefinisian basis data adalah menentukan tipe data, struktur data, dan
aturan (constraint) yang dikenakan terhadap data dalam basis data. Penyusunan basis data
adalah proses penyimpanan data itu sendiri ke dalam berbagai media yang dikendalikan oleh
DBMS. Manipulasi basis data meliputi fungsi-fungsi seperti permintaan (query) ke basis data
untuk mendapatkan data tertentu, pembaharuan (update) data dalam basis data, serta penyajian
informasi dari data yang ada.
Untuk mengimplementasikan basis data dengan menggunakan komputer, dapat dibuat
program dengan bahasa pemrograman tertentu atau dengan memanfaatkan software DBMS
komersial yang ada di pasaran. Suatu basis data dengan software DBMS selanjutnya disebut
sebagai suatu sistem basis data.

2.2 DBMS
Bagian ini akan membahas lebih lanjut mengenai DBMS, mencakup klasifikasi dan
komponen pendukungnya.
2.3.1 Klasifikasi DBMS
Beberapa kriteria dapat digunakan untuk mengklasifikasikan DBMS.
1. Berdasarkan model data. Klasifikasi ini didasarkan pada bagaimana data dimodelkan.
2. Berdasarkan jumlah pengguna yang didukung sistem. Single-user system dan Multiuser
system.
3. Berdasarkan lokasi tersimpannya basis data. DBMS disebut terpusat, dan tersebar.
Federated DBMS adalah DBMS yang saling terlepas dan otonom, tetapi dapat bekerja sama
dengan DBMS lain pada lokasi lain.
4. Berdasar penggunaan perangkat lunak. DBMS homogen dan DBMS heterogen
5. Berdasarkan kegunaannya.
Akan tetapi dari beberapa klasifikasi tersebut, yang diutamakan adalah klasifikasi
berdasarkan model datanya. Kebanyakan basis data yang berskala besar sudah berupa sistem
multiuser, terdistribusi, special-purpose, dan federated.
1.3.1 Fasilitas yang Disediakan DBMS
Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, DBMS memfasilitasi proses pendefinisian,
penyusunan, dan manipulasi basis data untuk berbagai aplikasi. Termasuk ke dalam ketiga
fasilitas tersebut adalah:
1. Manajemen katalog
2. Pengaturan penggunaan data secara bersama (multi-user).
3. Pembatasan akses kepada pengguna yang tidak berhak.
4. Penyediaan antar muka (interface) yang beragam.
5. Penyediaan bahasa untuk pengaksesan data dan pemrograman.
6. Penerapan aturan integritas (integrity constraints)
7. Pengaturan kinerja basis data
8. Menyediakan fasilitas backup dan recovery.
1.3.2 Bahasa untuk DBMS
Suatu DBMS harus menyediakan bahasa yang tepat untuk penggunanya. Ada dua macam
bahasa DBMS yang perlu diketahui yaitu Data Definition Language dan Data Manipulation
Language.
Data Definition Language(DDL) adalah bahasa yang digunakan untuk mendefinisikan
skema konseptual dan internal, serta pemetaan di antara keduanya. Di dalam DBMS terdapat
DDL compiler yang fungsinya untuk memproses pernyataan DDL, mengenali deskripsi skema
dan menyimpannya di dalam kamus data.
Data Manipulation Language (DML) adalah bahasa yang memungkinkan penggunanya
untuk mengakses atau memanipulasi data (termasuk penyisipan, pengambilan, penghapusan, dan
modifikasi data). Ada 2 macam DML yaitu DML nonprosedural dan DML prosedural.
Dalam DML nonprosedural pengguna menentukan data apa yang diperlukan tanpa
menjelaskan bagaimana cara mendapatkannya. Perintah DML jenis ini dapat dimasukkan secara
interaktif dari terminal atau dimasukkan ke dalam bahasa pemrograman tertentu. DML jenis ini
juga disebut dengan declarative DML dan DML Level tinggi (high level DML). Termasuk dalam
DML non prosedural adalah query. (penyataan untuk mengambil informasi). Bahasa query
(query language) adalah bagian dari DML yang berkaitan dengan pengambilan informasi dari
basis data. Contoh query yang banyak digunakan dalam sistem basis data saat ini adalah SQL
(Structured Query Language) dan QBE (Query by Example).
Dalam DML prosedural pengguna menentukan data apa yang diperlukan dan bagaimana
untuk mendapatkannya. Perintahnya harus dimasukkan dalam bahasa pemrograman. DML jenis
ini disebut juga dengan DML level rendah (Low level DML). Contoh DML prosedural adalah
perintah-perintah manipulasi data yang disediakan oleh beberapa bahasa pemrograman.
Bila dilihat dari record yang diproses, maka kedua jenis DML tersebut mempunyai
perbedaan sebagai berikut:
DML prosedural hanya dapat memproses sebuah record pada satu waktu, sehingga disebut
juga sebagai record-at-a-time DML.
DML non prosedural dapat memproses beberapa record sekaligus lewat sebuah perintah
DML, disebut juga sebagai set-at-a-time DML atau set-oriented DML.
DML nonprosedural lebih mudah dipelajari daripada yang prosedural, akan tetapi kode yang
dihasilkan tidak seefisien yang dihasilkan oleh DML prosedural. Pada perintah DML yang
dimasukkan dalam bahasa pemrograman, bahasa pemrogramannya disebut dengan host language
dan DMLnya sebagai host sublanguage.

2.3 Hirarki Data Dalam Basis Data
Suatu data dalam basis data mempunyai hirarki sebagai berikut:
1. Byte
Byte adalah satuan informasi terkecil dalam suatu basis data. Satu byte menyatakan satu
karakter (Di bawah byte sebenarnya masih ada satuan lain yang lebih kecil, yaitu Bit,
tetapi dalam prakteknya pengguna cukup hanya mengetahui sampai Byte ini saja).
2. Field
Beberapa buah byte yang mempunyai jenis dan makna tertentu membentuk suatu Field.
Contohnya adalah field Nama, yang terdiri dari 20 byte (20 karakter). Dalam basis data,
ada beberapa macam jenis field (biasa juga disebut sebagai jenis data), antara lain:
Character, Numeric, Memo, Text, Date, dan lainnya.
3. Record
Beberapa buah field yang saling terkait membentuk suatu record. Sebagai contoh adalah
record yang berisi data pribadi, berisi field: Nama, Alamat, Tempat lahir, dan Tanggal
lahir.
4. Tabel
Suatu tabel adalah kumpulan dari record-record dengan struktur yang sama yang saling
terkait.
5. Basis data
Suatu basis data adalah kumpulan dari beberapa tabel yang saling terkait satu sama lain.
6. Sistem basis data
Suatu basis data ditambah dengan perangkat lunak DBMS membentuk suatu sistem basis
data. Termasuk di dalamnya adalah fasilitas untuk Index, Query, Report, dan sebagainya.
BAB III
STUDY KASUS
3.1 Diagram E-R
Model E-R (Entity-Relationship) merupakan model yang digunakan untuk
menggambarkan hubungan dalam (relationship) antara beberapa entitas (entity) dalam suatu
basis data. Model E-R merupakan model data konseptual yang popular dan banyak digunakan
dalam tahapan perancangan aplikasi basis data. Berikut adalah contoh diagram E-R pada suatu
klinik kesehatan
Entitas Atribut
PASIEN Kode_pasien
Nama_pasien
Alamat
Tempat_lahir
Tanggal_lahir
Nomor_tlp
Kode_penyakitnya
Kode_dokternya
PK
DOKTER Kode_dokter
Nama_dokter
Alamat
Tempat lahir
Tanggal lahir
Nomor_tlp
PK
PENYAKIT Kode_penyakit
Nama_penyakit
Penyebab
Resiko_kematian
PK
KAMAR Kode_kamar
Jumlah_ranjang
Kode_pasien
PK


























PENYAKIT
menginap
KAMAR
DOKTER
PASIEN
Nama_penyakit

Resiko kematian

penyebab

Kode_penyakit

nama_dokter

Kode_dokter

Alamat

Nomor_tlp
Tempat_lahir

Tanggal_lahir
menderita
mengobati
Kode_kamar
Kode_pasien
Jumlah_ranjang
Tanggal_lahir
Kode_dokternya

Alamat

Kode_penyakitnya

Nomor_tlp
Tempat_lahir

Nama_pasien

Kode_pasien
3.2 Pembuatan Database dan table
Tabel PASIEN

Tabel DOKTER







Tabel PENYAKIT














Tabel KAMAR










3.3 Pembuatan Form
Form pasien

Form dokter





Form penyakit

Form kamar


3.4 SQL
3.4.1 cari penyakit yang diderita setiap pasien yang terdaftar dan sebutkan nama penyakitnya
SELECT nama_pasien, nama_penyakit
FROM PASIEN, PENYAKIT
WHERE kode_penyakit=kode_penyakitnya;

3.4.2 cari nama dokter dari setiap pasien dan sebutkan juga penyakit yang diderita pasien
SELECT nama_dokter, nama_pasien, nama_penyakit
FROM DOKTER, PASIEN, PENYAKIT
WHERE kode_dokter=kode_dokternya And kode_penyakit=kode_penyakitnya;












3.5 pembuatan Switcboard











BAB IV
PENUTUP