Anda di halaman 1dari 7

MAKALAH

MIKROBIOLOGI AGROINDUSTRI
ISOLASI, SELEKSI, DAN PEMELIHARAAN JAMUR PENGHASIL
PIGMEN
Disusun oleh:
Danari Pur!anin"ru# $%
Her&' Mar#ianor' (u)o $*++,*%
Sri De&i Mirani $*+-+,%
Dosen Pen"a#.u:
Ir/ Sri 0e)hasri, M/ S/
1AKULTAS PERTANIAN
UNI2ERSITAS GADJAH MADA
(OG(AKARTA
+3*4
I/ PENDAHULUAN
A/ Laar Bela5an"
Jamur merupakan jasad eukariotik heterotrof yang mencerna makanan di luar tubuh dan
menyerap molekul nutrisi ke dalam sel-selnya. Kerajaan jamur dibagi menjadi beberapa divisi
yaitu Chytridiomycota, Deuteromycota, Zygomycota, Glomeromycota, Ascomycota, dan
Basidiomycota. Jamur memiliki kenampakan yang berbeda pada setiap pergiliran keturunannya
sehingga sulit dikenali. Perbanyakan jamur dapat secara seksual dan aseksual. Perbanyakan
seksual melalui peleburan dua hifa dari jamur berbeda membentuk zigot yang akan tumbuh
menjadi badan buah. Perbanyakan aseksual melalui pembentukan spora, bertunas, atau
fragmentasi hifa. Spora jamur terdapat didalam kotak spora yang disebut sporangium. contoh
jamur yang membentuk spora yaitu Rhizopus. ifa jamur dapat terputus menjadi beberapa
fragmen, dimana setiap fragmen tersebut dapat tumbuh menjadi badan buah.
!solasi merupakan salah satu tahapan seleksi mikrobia yang sangat potensial untuk
dikembangkan dalam skala industri. !solat mikrobia bersifat unggul dapat digunakan untuk
memproduksi senya"a yang bersifat komersial. Setelah dilakukan isolasi, umumnya koloni yang
diperoleh perlu diseleksi untuk mengurangi biaya pera"atan atau pemeliharaan. Seleksi yang
dilakukan berdasarkan parameter yang dapat menunjang keberhasilan tujuan dilakukannya
isolasi. Setelah diperoleh jasad yang paling unggul dari isolat murni yang ada, jasad tersebut
dipelihara sesuai dengan kondisi optimum untuk pertumbuhannya. Pemeliharaan jasad dilakukan
dengan melakukan modifikasi lingkungan sehingga kondisinya tidak jauh berbeda dengan
habitat asli.
Pada umumnya isolasi jasad memiliki tujuan yang berbeda, mulai dari pemanfaatan
biomassa untuk langsung diaplikasi pada lingkungan atau pemanfaatan produk yang dihasilkan
untuk menunjang proses produksi. Salah satu produk yang dihasilkan mikroorganisme yaitu
pigmen. Pigmen
B/ Tu6uan
II/ ISOLASI, SELEKSI, DAN PEMELIHARAAN JAMUR PENGHASIL PIGMEN
A/ Isolasi 6a#ur .en"hasil .i"#en
Salah satu jenis jamur yang mampu menghasilkan pigmen alami adalah Monascus
purpureus. Monascus purpureus tidak banyak ditemukan di alam, sebagian besar ditemukan
pada produk makanan. #i $sia, jamur ini telah digunakan sebagai pe"arna makanan dan
minuman. #i Jepang dan %ina, salah satu pe"arna makanan yang sering digunakan adalah
angkak yang diperoleh dari hasil pertumbuhan jamur Monascus pada butiran beras &Juzlova et
al.,'(()*. +ashmi dan Padmavathi &,-'.* mengisolasi strain "ildtype Monascus dari delima
&Punica granatum*.
/ntuk isolasi dari biji-bijian, sebanyak -,' gram sampel biji-bijian dihancurkan, lalu
disuspensikan dalam 0 ml a1uades steril. !nokulasikan -,' ml suspensi keatas media P#$ yang
telah ditambahkan kloramfenikol. !nkubasi pada suhu ,2
o
% selama 0-3 hari. Koloni jamur yang
tumbuh dipilih berdasarkan morfologi dan fenotipnya. Koloni tersebut diambil dengan ose
kemudian digoreskan keatas media P#$ baru, lalu !nkubasi pada suhu ,2
o
% selama 0-3 hari.
Jika telah mendapatkan hasil yang sesuai, koloni dipindahkan ke tabung stok kultur.
!solasi jamur menggunakan media P#$ dengan penambahan kloramfenikol sebanyak '--
mg per liter. Penambahan kloramfenikol ini dimaksudkan untuk menghambat pertumbuhan
bakteri kontaminan. Pengenceran suspensi sampel dimaksudkan agar pertumbuhan tidak terlalu
padat ataupun terlalu jarang sehingga proses selanjutnya lebih mudah. Setelah 0 hari inkubasi,
koloni jamur yang tumbuh diambil dengan ose dan digoreskan pada permukaan media P#$
&streak plate method* untuk mengisolasi koloni kapang sehingga didapat isolat murni. !solat
murni ini lalu dipindahkan kedalam tabung untuk stok kultur, diinkubasi selama 0 hari agar
tumbuh miselium dan askospora yang cukup.
B/ Sele5si 6a#ur .en"hasil .i"#en
Setelah diisolasi dalam medium dan menggunakan teknik yang sesuai, jamur penghasil
pigmen diseleksi sesuai dengan parameter yang dikehendaki. Pada umumnya, hal-hal yang
perlu diperhatikan yaitu asal jasad, parameter seleksi, dan tujuan. Jasad yang digunakan
sebaiknya mudah diperoleh, habitat jasad tidak membahayakan bagi manusia, dan tidak bersifat
patogen. Parameter seleksi yang digunakan umumnya terkait dengan medium yang digunakan,
kemampuan jasad dalam menghasilkan senya"a yang diinginkan, proses pemeliharaan, maupun
tingkat pertumbuhan mikroorganisme tertentu. 4eberapa parameter tersebut terkadang tidak
dapat dipenuhi oleh suatu jasad, sehingga seleksi yang dilakukan harus sesuai dengan
kebutuhan. 5ujuan proses seleksi juga merupakan hal penting yang harus diperhatikan. Pada
umunya, tujuan proses seleksi antara lain mencari aktivitas mikroorganisme yang tinggi,
pertumbuhan cepat, medium yang digunakan murah atau sederhana, maupun hanya digunakan
sebagai koleksi.
Pada tingkat industri, karakter yang digunakan dalam proses seleksi jasad antara lain harus
menghasilkan produk yang diinginkan, mempunyai tingkat pertumbuhan dan produktivitas
tinggi, substrat yang digunakan efektif, genetik jasad stabil dan mudah dimanipulasi, aman bagi
makhluk hidup dan lingkungan, produk yang dihasilkan toleran. 6amun sebagian besar jasad
tidak memiliki semua karakteristik tersebut, sehingga perlu diprioritaskan karakteristik mana
yang paling berpengaruh untuk mencapai tujuan isolasi jasad.
Pigmen yang dihasilkan jasad sangat beragam sehingga pemanfaatannya juga untuk
bermacam-macam kebutuhan. Salah satu pigmen yang dihasilkan oleh jamur yaitu
Penelitian yang dilakukan Kasim dkk. &,--0*, '( isolat Monascus purpureus diseleksi
berdasarkan kemampuan menghasilkan kadar pigmen dan senya"a lovastatin tertinggi. !solat
Monascus purpureus Jmb$ menghasilkan kadar lovastatin tertinggi, sedangkan yang terendah
dihasilkan oleh isolat 7lg$. asil penelitian tersebut merekomendasikan Monascus purpureus
Jmb$ untuk uji hayati fungsi lovastatin.
Kasim, 8., S. $stuti dan 6. 6urhidayat. ,--0. Karakterisasi pigmen dan kadar lovastatin
beberapa isolat Monascus purpureus. Jurnal 4iodiversitas ) &9* : ,90-,93.
ipi''-93, &'*
,'('--200-,-)(
7/ Pe#eliharaan 6a#ur .en"hasil .i"#en
Pembentukan pigmen oleh jamur pada umumnya dipengaruhi oleh berbagai faktor: misalnya
cahaya, suhu, dan komposisi medium. Kondisi optimal untuk proses pembentukan pigmen
adalah pada p 0 ; ), suhu .--%, dan kelembaban 0-<. Pigmen 7onascus relatif stabil pada
p ) ; 2. #egradasi pigmen merah lebih cepat terjadi pada p di atas 2 atau di ba"ah p 9
&Kaur et al., ,--(*. Kandungan nutrien organik, logam dan mineral di dalam medium sangat
berpengaruh terhadap pertumbuhan dan pembentukan pigmen oleh Monascus. Kandungan fosfat
yang tinggi &=3- m7* dapat menghambat pertumbuhan Monascus dan pembentukan pigmennya,
sedangkan konsentrasi yang tinggi dari 7gS>
9
&') m7* akan memacu pertumbuhan Monascus
tetapi akan menghambat pertumbuhan pigmennya. Pembentukan pigmen ini dapat meningkat
dengan penambahan logam-logam berat, khususnya ?n.
!on ?n
,@
merupakan salah satu nutrien yang palaing penting bagi kehidupan organisme
karena berperan dalam aktivitas beberapa enzim, antara lain sebagai kofaktor enzim karbonat
anhidrase. Kofaktor adalah zat non protein tambahan pada enzim yang berupa ion logamAmetal.
!on logam ini berfungsi untuk mengikat substrat, dan sebagai stabilisator supaya enzim tetap
aktif &5imotius, '(2,*. #isamping berperan dalam aktivetas enzim, ?n
,@
dalam jumlah yang
cukup akan mendukung perumbuahan organisme. Karena dibutuhkan oleh organisme dalam
jumlah yang relatif rendah, maka ?n
,@
dikelompokkan dalam mikronutrien &Bottschalk, '(2)*.
Konsentrasi inokulum juga dapat mempengaruhi produksi pigmen, hal ini berkaitan
dengan ketersediaan nutrisi di dalam medium untuk produksi pigmen. Seperti yang diungkapkan
!rda"ati &,-'-* menyatakan bah"a apabila jumlah starter yang diberikan pada media kurang
akan menyebabkan produksi pigmen tidak maksimum karena jumlah mikroba yang ada dalam
medium tidak mencukupi dalam menghasilkan pigmen tersebut. Sebaliknya, apabila jumlah
starter yang ditambahkan ke dalam media lebih atau terlalu banyak juga akan menyebabkan
produksi pigmen tidak maksimum karena dengan banyaknya starter menyebabkan mikroba yang
terdapat dalam media semakin banyak dan akan terjadi perebutan nutrisi dalam medium tersebut.
jumlah starter yang tepat akan memberikan hasil yang baik dalam proses fermentasi.
4eras merupakan substrat terbaik untuk produksi pigmen. Keunggulan ini terutama karena
komposisinya yang kompleks dan struktur mikroskopisnya yang baik untuk penetrasi hifa atau
difusi pigmen karena dapat memproduksi pigmen merah secara optimum Kandungan protein
beras umumnya berkisar antara )-'-<. 4eras juga mengandung vitamin 4, fosfat, kalium, asam
amino dan garam zinc. Kandungan senya"a-senya"a ini dapat mempengaruhi produksi pigmen
&5imotius, ,--9*
KESIMPULAN
DA1TAR PUSTAKA
Bottschalk, B. '(2). Bacterial Metabolism. 6e" Cork: Springer-Derlag.
!ndra"ati tety. &,-'-*. engaruh !uhu Dan Cahaya "erhadap !tabilitas Angkak #asil
$ermentasi Monascus purpureus %&'& ada Beras. Program Studi Earmasi, E7!P$-
!S56.
Juslova,P., F. 7artinkova dan D. Kren. '((). !econdary Metabolites o( the $ungus Monascus)
a re*ie+. J. !ndustri 7icrobiol.'):').-')3.
Kaur, 4.G #. %hakrabortyG and K. arbinder. &,--(*. Production and 8valuation of
Physicochemical Properties of +ed Pigment from 7onascus purpureus 75%% 9'-. 5he
!nternet Journal of 7icrobiologyH !SS6: '(.3-2,2(
+ashmi, # dan 5allapragada P. ,-'.. ,-ploring Monascus sanguineus as a potential natural
source (or pigment production. !nternational +esearch Journal of 4iological Sciences ,
&0*: 0(-)3.
5imotius. &,--9*. roduksi igmen Angkak .leh Monascus. Jurnal. 5eknol. dan !ndustri
Pangan, Dol. ID.