Anda di halaman 1dari 12

BAB II

STUDI LITERATUR
A. Pemahaman Relasional
Cara terbaik untuk belajar adalah dengan memahami konsep, arti,
dan hubungan melalui intuitif untuk selanjutnya sampai pada kesimpulan.
Pemahaman berasal dari kata dasar paham. Dalam kamus besar bahasa
Indonesia paham memiliki arti mengerti benar, tahu benar (Depdiknas,
22!.
Penguasaan atau pemahaman konsep dapat diartikan sebagai
kemampuan sis"a untuk memahami makna matematika se#ara ilmiah,
baik konsep se#ara teori maupun penerapannya dalam kehidupan sehari$
hari (Dahar, %&&'!. (ehingga dapat disimpulkan bah"a sis"a dengan
tingkat pemahaman konsep yang baik akan dapat mengerjakan soal$soal
dalam bentuk apapun dengan konsep yang sama.
)enurut *enjamin (. *loom (dalam +ahyudi, untuk dapat
men#apai tahap pemahaman terhadap suatu konsep jenjang kognitif tahap
pemahaman meliputi, (%! Pemahaman konsep, (2! pemahaman prinsip
aturan dan generalisasi, (-! pemahaman terhadap struktur, (.! kemampuan
untuk membuat transformasi, (/! kemampuan untuk mengikuti pola
berpikir dan kemampuan untuk memba#a dan menginterpretasi data.
9
10
(kemp (dalam (umarmo, %&01, 2.! membedakan tingkatan
pemahaman sis"a terhadap matematika menjadi dua tingkatan.
Pemahaman instrumental yaitu kemampuan seseorang menggunakan suatu
prosedur matematik untuk menyelesaikan masalah tanpa mengetahui
mengapa prosedur itu boleh digunakan untuk menyelesaikan masalah
(rules without reasons! dan pemahaman instrumental lebih menekankan
pada kemampuan seseorang untuk melaksanakan prosedur yang berkaitan
dengan suatu masalah matematik. *agaimanapun, (kemp (+ahyudi,
21! telah menegaskan bah"a, pemahaman instrumental tidak boleh
dianggap sebagai suatu pemahaman yang sebenarnya.
(edangkan pemahaman relasional (kemp ((umarmo, %&01, 2.!
menjabarkannya sebagai kemampuan seseorang menggunakan suatu
prosedur matematis yang berasal dari hasil menghubungkan berbagai
konsep matematis yang rele2an dalam menyelesaikan suatu masalah dan
mengetahui mengapa prosedur tersebut dapat dipergunakan (knowing what
to do and why!. Pemahaman relasional dapat mengaitkan sesuatu dengan
hal lainnya se#ara benar dan menyadari proses yang dilakukan. (is"a yang
berusaha memahami se#ara relasional akan men#oba mengaitkan konsep
baru dengan konsep$konsep yang dipahami untuk dikaitkan dan kemudian
merefleksi keserupaan dan perbedaan antara konsep baru dengan
pemahaman sebelumnya. Pemahaman relasional penting untuk belajar
matematika se#ara bermakna, karena tentunya para guru mengharapkan
11
pemahaman yang di#apai para sis"a tidak terbatas pada pemahaman yang
bersifat pada menghubungkan saja.
Pemahaman relasional juga melibatkan kemampuan seseorang
merumuskan aturan atau prosedur khusus yaitu keterkaitan matematik
yang umum (knowing what to do and why!. 3eterkaitan matematik yang
terlihat dalam setiap prosedur dapat dijelaskan dengan baik, misalnya
bagaimana suatu hukum matematik itu boleh berlaku serta kaitannya
dengan prosedur yang perlu dilaksanakan untuk menyelesaikan sesuatu
masalah matematik. (elinger (dalam 4uspiani, 2, 2.! mengatakan
bah"a pengertian relasional dapat dikembangkan untuk membantu sis"a
membuat koneksi dan juga dapat digunakan untuk membantu mengerti
konsep.
Pemahaman relasional sifat pemakaiannya lebih bermakna, termuat
suatu skema atau struktur yang dapat digunakan untuk menyelesaikan
masalah yang lebih luas. (is"a yang berusaha memahami se#ara relasional
akan men#oba mengaitkan konsep baru dengan konsep$konsep yang
dipahami untuk dikaitkan dan kemudian merefleksi keserupaan dan
perbedaan antara konsep baru dengan pemahaman sebelumnya.
Dari segi kegiatan pembelajaran, )i#hener ((umarmo, %&01, 2.!
memberikan suatu gambaran bah"a untuk memahami suatu objek se#ara
mendalam, seseorang harus mengetahui, %! 5bjek itu sendiri, 2! 4elasinya
dengan objek lainnya sejenis, -! 4elasinya dengan objek lain yang tidak
12
sejenis, .! 4elasi dual dengan objek lainnya yang sejenis, /! 4elasi dengan
objek dalam teori lainnya. )i#hener (dalah +ahyudi, 21! mengaitkan
pemahaman relasional dengan akti2itas semantik (semantic! seperti
men#ari sebab, membuat induksi, membuat deduksi, men#ari prosedur
alternatif, membuat anggaran ja"aban, memikirkan tentang logik atau
rasionalnya sesuatu ja"aban yang diperoleh dan sebagainya.
Indikator dari pemahaman relasional menurut (kemp, menga#u
pada indikator pemahaman konsep menurut 3ilpatri#k dan 6indell (Dasari,
22, 1%!, yaitu,
%. 3emampuan menyatakan ulang konsep yang telah dipelajari.
2. 3emampuan mengklarifikasi objek$objek berdasarkan dipenuhi atau
tidaknya persyaratan yang membentuk konsep tersebut.
-. 3emampuan menerapkan konsep se#ara algoritma.
.. 3emampuan memberikan #ontoh dan counter example dari konsep
yang dipelajari.
/. 3emampuan menyajikan konsep dalam berbagai ma#am bentuk
representasi matematika.
'. 3emampuan mengaitkan berbagai konsep (internal dan eksternal
matematika!.
1. 3emampuan mengembangkan syarat perlu dan syarat #ukup suatu
konsep.
*erdasarkan penjelasan yang telah diuraikan di atas, dapat
disimpulkan bah"a pemahaman yang diteliti adalah berdasarkan gagasan
13
dari (kemp, yaitu pemahaman relasional adalah menghubungkan satu
konsep dengan konsep lainnya, membuktikan kebenaran, dan men#ari
sebab tentang logik atau rasionalnya sesuatu ja"aban yang diperoleh.
B. Model Course Review Horay
)odel Course Review Horay (C47! merupakan model
pembelajaran yang dapat men#iptakan suasana kelas menjadi meriah dan
menyenangkan. )odel C47 merupakan suatu model pembelajaran dengan
permainan yang menggunakan kotak yang diisi dengan soal dan diberi nomor
untuk menuliskan ja"abannya. (is"a yang paling dahulu mendapatkan tanda
benar langsung berteriak 8horay9 atau yel$yel lainnya. C47 adalah salah satu
model pembelajaran yang dapat mendorong sis"a untuk ikut aktif dalam
belajar matematika. )elalui pembelajaran C47 diharapkan dapat melatih
sis"a dalam menyelesaikan masalah dengan pembentukkan kelompok ke#il.
)enurut :rna"ati (2&, 2! model C47 merupakan salah satu model
pembelajaran kooperatif yaitu kegiatan belajar mengajar dengan #ara
pengelompokkan sis"a ke dalam kelompok$kelompok ke#il. (elain itu, C47
menjadi salah satu alternatif pembelajaran yang mengarah pada pemahaman
konsep.
)odel pembelajaran ini merupakan #ara belajar$mengajar yang lebih
menekankan pada pemahaman materi yang diajarkan guru dengan
menyelesaikan soal$soal. Dalam aplikasinya model pembelajaran C47 tidak
14
hanya menginginkan sis"a untuk belajar keterampilan dan isi akademik.
Pembelajaran dengan C47 juga melatih sis"a untuk men#apai tujuan$tujuan
hubungan sosial yang pada akhirnya mempengaruhi prestasi akademik sis"a.
Pembelajaran melalui C47 di#irikan oleh struktur tugas, tujuan, dan
penghargaan kooperatif yang melahirkan sikap ketergantungan yang positif di
antara sesama sis"a, penerimaan terhadap perbedaan indi2idu dan
mengembangkan keterampilan bekerjasama antar kelompok. 3ondisi seperti
ini akan memberikan kontribusi yang #ukup berarti untuk membantu sis"a
yang kesulitan dalam mempelajari konsep$konsep pada matematika, pada
akhirnya setiap sis"a dalam kelas dapat men#apai hasil belajar yang
maksimal.
Pada pembelajaran C47 aktifitas belajar lebih banyak berpusat pada
sis"a. Dalam hal ini pada proses pembelajaran guru hanya bertindak sebagai
penyampai informasi, fasilitator dan pembimbing. (uasana belajar dan
interaksi yang menyenangkan membuat sis"a tidak mudah bosan untuk
belajar. 7al ini dapat memupuk minat dan perhatian sis"a dalam mempelajari
matematika, yang pada akhirnya dapat berpengaruh baik terhadap prestasi
belajar sis"a.
3irana"ati (21! menjabarkan langkah$langkah dalam penerapan
pembelajaran C47, yaitu sebagai berikut,
%. ;uru menyampaikan kompetensi yang ingin di#apai
15
2. <ntuk memulai model pembelajaran ini, sis"a disuruh membuat kotak
berjumlah & atau %' atau 2/ buah sesuai dengan kebutuhan dan tiap kotak
diisi angka sesuai dengan selera masing$masing.
-. ;uru memba#a soal se#ara a#ak dan sis"a menulis ja"aban di dalam
kotak yang nomornya disebutkan guru langsung di diskusikan, kalau benar
diisi tanda benar (=! dan salah diisi tanda silang (>!.
.. (is"a yang sudah mendapat tanda (=! 2ertikal atau horisontal, atau
diagonal harus segera berteriak 8horay9 atau yel$yel lainnya.
/. ?ilai sis"a dihitung dari ja"aban benar dan jumlah 8horay9 yang
diperoleh.
'. Penutup
*erdasarkan penjelasan yang telah diuraikan di atas, penulis dapat
menarik kesimpulan bah"a C47 merupakan suatu model pembelajaran
menggunakan permainan dengan berkelompok, di mana sis"a dapat
meluapkan ekspresi kegembiraanya dalam menyelesaikan soal$soal yang
diberikan. 7al ini dapat memi#u sis"a lain untuk berusaha lebih keras dalam
mengerjakan soal sehingga mereka dapat merasakan kepuasan yang sama.
Dalam penelitian kali ini, terdapat modifikasi dalam #ara penentuan
kelompok yang menang. )odifikasi dilakukan untuk lebih mengefisienkan
"aktu jam pelajaran yang singkat dan soal yang digunakan, sehingga setiap
kelompok dapat mengerjakan setiap soal yang diberikan dan seluruh sis"a
16
memperoleh pengalaman yang sama. )odifikasi tersebut (@nggara, 2%, %0!
adalah sebagai berikut,
%. (etiap kelompok akan memperoleh empat sampai dengan lima soal yang
sama. (oal$soal tersebut bersifat peme#ahan masalah.
2. (etiap kelompok yang menyelesaikan satu soal, se#epatnya
memeriksakannya pada guru.
-. ;uru memeriksa hasil pekerjaan tersebut dan memberikan skor untuk soal
tersebut.
.. 3elompok yang men#apai total skor yang telah ditetapkan sebelumnya
dari keseluruhan soal adalah yang menjadi pemenang dan harus segera
berteriak 8horay9 atau yel$yel lainnya.
Pada akhirnya pembelajaran matematika dengan C47 diharapkan
dapat menimbulkan sikap positif dengan prestasi belajar matematika,
sehingga dapat meningkatkan hasil belajar matematika sis"a se#ara optimal.
Dengan demikian, selain dapat meningkatkan hasil belajar matematika ranah
kognitif (prestasi belajar matematika sis"a!, pembelajaran matematika
dengan C47 juga dapat meningkatkan hasil belajar matematika sis"a pada
ranah afektif (sikap sis"a terhadap matematika!.
C. Metode Ekspositori
17
)etode ekspositori adalah metode pembelajaran yang digunakan
dengan memberikan keterangan terlebih dahulu definisi, prinsip dan konsep
materi pelajaran serta memberikan #ontoh$#ontoh latihan peme#ahan masalah
dalam bentuk #eramah, demonstrasi, tanya ja"ab dan penugasan. Penggunaan
metode ekspositori merupakan metode pembelajaran mengarah kepada
tersampaikannya isi pelajaran kepada sis"a se#ara langsung.
Penggunaan metode ini sis"a tidak perlu men#ari dan menemukan
sendiri fakta$fakta, konsep dan prinsip karena telah disajikan se#ara jelas oleh
guru. 3egiatan pembelajaran dengan menggunakan metode ekspositori
#enderung berpusat pada guru. ;uru aktif memberikan penjelasan atau
informasi pembelajaran se#ara terperin#i tentang materi pembelajaran.
)etode ekspositori sering dianalogikan dengan metode #eramah, karena
sifatnya sama$sama memberikan informasi. Pada umumnya guru lebih suka
menggunakan metode #eramah dikombinasikan dengan metode tanya ja"ab.
)etode #eramah banyak dipilih karena mudah dilaksanakan dengan persiapan
sederhana, hemat "aktu dan tenaga, dengan satu langkah langsung bisa
menjangkau semua sis"a dan dapat dilakukan #ukup di dalam kelas.
(uherman, dkk (2-, --! menjelaskan kesamaan metode #eramah
dengan ekspositori yaitu terletak pada terpusatnya kegiatan kepada guru
sebagai informasi (bahan pelajaran!. Pada metode ini sis"a masih #enderung
menggunakan informasi terhadap guru tetapi guru tidak terlalu mendominasi
seperti pada metode #eramah. Pada metode ini, guru memberikan informasi
hanya pada saat$saat atau bagian$bagian yang diperlukan. )isalnya, pada
18
a"al pembelajaran, pada saat memulai topik baru, pemberian #ontoh soal dan
sebagainya. (edangkan pada metode #eramah, guru benar$benar menerangkan
konsep dan sis"a sebagai pendengar. )enurut 7adoyo (4usmiati, 2%, %'!,
strategi ekspositori meliputi gabungan metode #eramah, metode tanya ja"ab,
metode penemuan, dan metode peragaan. Pada metode ekspositori, sis"a
sedikit terlihat atau aktif dalam kegiatan pembelajaran. Contohnya, sis"a
yang mengerjakan latihan dalam suatu pembelajaran dari gurunya, berarti
guru tersebut telah menggunakan metode ekspositori. Aadi kegiatan guru yang
utama adalah menerangkan dan sis"a mendengarkan atau men#atat apa yang
disampaikan guru.
)enurut 4ussefendi (2', 2&!, ada beberapa tahapan$tahapan dalam
metode ekspositori, antara lain,
a. ;uru menjelaskan konsep pada a"al pengajaran
b. (is"a diberi kesempatan untuk bertanya
#. ;uru memberikan soal$soal aplikasi konsep tersebut dan meminta sis"a
untuk menyelesaikan soal$soal tersebut di papan tulis atau di mejanya
d. (is"a bekerja indi2idual atau bekerja sama dengan teman sebangkunya
dalam menyelesaikan soal$soal latihan dan sedikit melaksanakan tanya
ja"ab.
e. 3egiatan terakhir adalah sis"a men#atat materi yang telah dijelaskan, yang
sering kali dilengkapi dengan soal$soal pekerjaan rumah.
Aadi tidak berarti bah"a metode ekpositori ini merupakan satu$satunya
metode baik, banyak metode lain yang baik. (etiap metode mengajar akan
19
menjadi metode mengajar yang lebih baik bila ditepatgunakan (4ussefendi,
2', 2&2!.
D. SIKAP
(alah satu aspek yang diinginkan dalam pelaksanaan kurikulum 3B(P
adalah ranah afektif. 3arateristik afektif yang penting meliputi . tipe yaitu,
sikap, minat, konsep diri dan nilai. @spek afektif yang penting untuk
dikembangkan adalah minat dan sikap. (ikap sis"a merupakan bagian dari
ranah afektif yang die2aluasi untuk mengukur sejauh mana pembelajaran
benar$benar memiliki makna dan berpengaruh terhadap perilaku sis"a.
)enurut (yah (Cunita, 2&, -! dalam arti sempit, sikap adalah
pandangan atau ke#enderungan mental. Dengan demikian, pada prinsipnya
sikap itu bisa kita anggap suatu ke#enderungan sis"a untuk bertindak dengan
#ara tertentu. ;ordon +. @l Port (7erma"ati, 2&! mendefinisikan sikap
sebagai kesiapan untuk bereaksi terhadap objek dengan #ara tertentu. Aika
dikaitkan dengan pendidikan, objek yang berpengaruh terhadap sikap sis"a
adalah pembelajaran yang dijalaninya. (elain itu menurut 4useffendi (%&&%,
2-.! sikap seseorang terhadap sesuatu itu erat kaitannya dengan minat. Aika
seorang sis"a berminat pada matematika, maka sis"a tersebut akan bersikap
positif terhadap pelajaran matematika.
(ikap dapat kita lihat dari perilaku yang ditunjukkan sis"a pada saat
pembelajaran baik berupa tanggapan pada saat menerima pelajaran maupun
20
dalam mengerjakan tugas$tugas yang diberikan dan tingkah laku selama belajar
dalam kelas.
<ntuk mengetahui sikap sis"a terhadap matematika terdapat tiga faktor
yang perlu diperhatikan (4ussefendi 2', /1%!, ada$tidaknya minat, arahnya
(bila ada, apa arahnya positif atau negatif!, dan besarnya. ;uru yang mampu
membentuk suasana pendukung aspek kognitif sis"a dapat membangkitkan
sikap positif dari sis"anya. (elain memperoleh pengetahuan, di dalam diri
sis"a juga akan terbentuk sikap yang berkaitan dengan pengetahuan yang
diperolehnya.
(ikap dapat memberikan pengaruh terhadap pembelajaran dan hasil
belajar. 5leh sebab itu, guru harus memberi rasa nyaman kepada sis"a untuk
belajar supaya sis"a bersikap positif terhadap pelajaran yang diberikan.
Dengan begitu sis"a merasa senang dengan pelajaran yang guru berikan, sis"a
tidak akan terbebani dengan tugas$tugas yang diberikan. Aika seorang sis"a
mempunyai pikiran yang negatif terhadap pelajaran matematika, maka ia tidak
akan menguasai pelajaran matematika dengan baik, "alaupun ia mempunyai
kemampuan yang tinggi.