Anda di halaman 1dari 20

TEORI AKUNTANSI KEUANGAN

Bab 7: Aset
Kelompok 5:
Ade Bimi Malidianti
Ester Griffine Meliani
Pungky Agusta Harahap
Himmahati !ahara Gani
Addina Mahardhika
"isanti #ita Pertii
$akultas Ekonomi %ni&ersitas 'ndonesia
()*+
STATEMENT OF AUTHORSHIP
,Kami yang bertandatangan dibaah ini menyatakan baha makalah-tugas terlampir adalah
murni hasil peker.aan kami sendiri/ 0idak ada peker.aan orang lain yang kami gunakan tanpa
menyebutkan sumbernya/
Materi ini tidak-belum pernah disa.ikan-digunakan sebagai bahan untuk makalah-tugas pada
mata a.aran lain ke1uali kami menyatakan dengan .elas baha kami menggunakannya/
Kami memahami baha tugas yang kami kumpulkan ini dapat diperbanyak dan atau
dikomunikasikan untuk tu.uan mendeteksi adanya plagiarisme/2
Mata A.aran : 0eori Akuntansi Keuangan
3udul Makalah-0ugas : Bab 7 Aset
0anggal : *4 Maret ()*+
#osen : Puratiningsih
Nama NPM Tanda Tangan
Ade Bimi Malidianti
Ester Griffine Meliani
Pungky Agusta Harahap
Himmahati !ahara Gani
Addina Mahardhika
"isanti #ita Pertii
#alam akuntansi5 1ara mengklasifikasikan instrumen keuangan men.adi aset5 liabilitas5 dan
ekuitas sangat krusial/ Kesalahan klasifikasi transaksi bisa sa.a menghasilkan salah sa.i yang
material dalam proses interpretasi laporan keuangan5 sehingga menyulitkan pengambilan
keputusan/ 6ontohnya5 tanah bisa diklasifikasikan sebagai aset5 tapi ketika tanah terkontaminasi
sehingga tidak bisa digunakan dan sedang diperkarakan di pengadilan5 maka bukankah itu
termasuk pro&isi 7liabilitas yang belum pasti .umlah dan aktunya89 Maka5 proses klasifikasi
akan mempengaruhi persepsi terhadap risiko dan sol&abilitas dari suatu perusahaan/ Berikut akan
di.elaskan bagaimana proses pengklasifikasian aset5 proses pengakuan dan pengukuran5 serta
berbagai isu terkait perspektif atas pengukuran dan pengakuan aset/
LO 1: ASSETS DEFINED
Aset belum men.adi sub.ek standar akuntansi5 sebelum dibuat 1on1eptual frameork pada tahun
*:;)<an mengenai definisi utama tentang term ,aset2/ Menurut 'A=B 7para 4:85 aset
didefinisikan sebagai :
,Aset adalah manfaat ekonomi di masa mendatang yang 1ukup pasti diperoleh atau
dikuasai-dikendalikan oleh suatu entitas sebagai akibat dari transaksi atau ke.adian masa lalu2
Maka5 definisi aset berkaitan erat dengan karakteristik berikut:
- Manfaat ekonomi di masa mendatang 7Future economic benefits)
- #ikuasai-dikendalikan entitas 7Control by an entity)
- Akibat transaksi-ke.adian masa lalu 7Past events)
- Exchangeability 7masih men.adi perdebatan8
Berikut akan di.elaskan satu per satu:
Future Economic Benefits
'A=B framework memaparkan esensi aset sebagai future economic benefits/ >aitu5 yang
berpotensi 7se1ara langsung-tidak langsung8 memberi kontribusi bagi aliran kas perusahaan/ 3ika
dikaitkan dengan perusahaan profit dan non<profit5 agar bisa dikualifikasikan sebagai aset5 maka
future e1onomi1 benefit ini harus dapat membantu perusahaan men1apai tu.uannya5 apapun itu/
Bagi perusahan pen1ari profit5 misalnya berbentuk penghematan biaya produksi5 atau akti&itas
operasional yang menghasilkan tambahan re&enue perusahaan/
$uture e1onomi1 benefits berkaitan dengan e1onomi1 resour1es/ Ada dua karateristik e1onomi1
resour1es : Kelangkaan 7s1ar1ity8 dan utilitas 7utility8/ Apabila resour1e tidak langka5 maka
resour1e tidak ,e1onomi12/ Karateristik kedua yaitu utilitas5 berhubungan dengan future benefits
yang dibahas sebelumnya5 yaitu kemampuan komoditas memenuhi kebutuhan manusia/ 3adi5
suatu resour1e disebut memiliki nilai ekonomis apabila tidak 1ukup tersedia dan ternyata diminta
atau dibutuhkan manusia/
Peirson kemudian memberi 1ontoh terkait konsep aset yang memberikan future ser&i1e/
Misalnya5 motor yang dimiliki perusahaan disebut aset5 bukan karena berbentuk ob.ek fisik5
namun karena menyediakan .asa di masa depan berupa transportasi/ 3asa ini timbul dari
pemakaian barang atau akibat pen.ualan/ Mesin disebut aset karena menyediakan .asa di masa
depan dari hasil pemakaiannya/ 'n&entory .uga aset karena menghasilkan manfaat ekonomi di
masa depan dari pen.ualannya5 yaitu re&enue tambahan/
Berdasarkan pendapat di atas5 perlu diingat baha aset adalah yang bentuknya eksis saat ini dan
mampu menghasilkan manfaat atau .asa5 baik sekarang atau kelak/ Bentuk eksis misalnya
sebagai properti5 atau hak atas properti/ #efinisi frameork tidak menekankan pada keberadaan
sesuatu yang riil saat ini ketika aset disetarakan dengan future benefit/
0idak semua ob.ek disebut dengan aset/ Gedung disebut aset karena bisa memberikan ,spa1e
ser&i1e25 sedangkan mesin rusak yang tidak bisa dipakai5 tidak memberikan future e1onomi1
benefit sehingga bukan termasuk aset/ Material gedung seperti batu bata dan semen .uga tidak
termasuk aset5 tetapi setelah digabung men.adi sebuah gedung5 maka baru bisa dikategorikan
sebagai aset/
3adi5 inti dari suatu aset adalah yang bisa menghasilkan future e1onomi1 benefit/
Control by An Entity
Agar dapat dikualifikasikan sebagai aset5 manfaat ekonomi harus bisa dikontrol oleh entitas5
yaitu membatasi akses pihak lain untuk memperoleh manfaat ekonomis itu/ '.iro menyatakan:
,Akuntansi memandang aset sebagai sumber ekonomi yang berada di baah penguasaan -
pengendalian unit tertentu2
Pertanyaannya5 apakah aset harus berstatus dimiliki sebelum bisa dikategorikan sebagai aset9
Menurut =prague5 ,kepemilikian dari suatu benda tidak lebih dari hak untuk menggunakan dan
mengontrolnya/2 Artinya5 konsep onership yang dimaksud ialah sebatas memiliki hak untuk
memakai atau mengontrol/ Kontrol entitas terhadap terhadap suatu properti tidak absolute5
melainkan terbatas/ Paton men.elaskan baha 1akupan kepentingan pribadi .uga dipengaruhi
oleh hak negara dan undang<undang/ Misalnya5 suatu area tanah bisa sa.a dipakai milik pribadi5
seperti membangun rumah5 tapi pemerintah berhak menggusurnya untuk kepentingan bersama
seperti pelebaran .alan/ 3adi5 hak menggunakan tanah itu tidak absolute akan selalu dimiliki
se1ara pribadi/
Kepemilikan seringkali se.alan dengan kontrol5 namun bukan karakteristik yang penting bagi
aset/ Misalnya5 toko Abadi men.ual barang konsinyasi dari Pak "udi/ Barang tersebut bukan aset
toko Abadi5 tetapi toko itu memiliki possesion dan kontrol/ 6ontoh lainnya ialah rental lease
agreement5 yaitu perusahaan 7lessee8 bisa mendapatkan benefit atas mobil seaan dari lessor5
tetapi status kepemilikan mobil tersebut masih ada di lessor/ 3adi5 tidak harus memiliki untuk
bisa mengontrol suatu aset/
'stilah title .uga bisa membingungkan/ Misalnya5 perusahaan transport membeli truk seharga
?+))5))) se1ara 1i1ilan/ @alaupun perusahaan tidak memiliki dokumen kepemilikan legal yang
disebut title sampai truk tersebut dibayar sepenuhnya5 perusahaan memiliki hak legal untuk
menggunakannya/ Maka5 dalam akuntansi5 truk tersebut aset perusahaan/ =e1ara teknis5 aset
riilnya adalah hak guna atas truk tersebut5 bukan truk se1ara fisik/ 3adi5 perusahaan berhak untuk
mendapatkan kegunaan dari truk dan kontrol atas truk tersebut/
Akuntansi lebih memusatkan pada substansi ekonomi suatu transaksi yang mempengaruhi posisi
keuangan perusahaan5 daripada status legal/ #apat disimpulkan5 definisi 1ontrol by an entity
yang dimaksud adalah bukan memiliki suatu aset riil se1ara fisik se1ara absolute5 tetapi hak guna
atas aset tersebut sehingga perusahaan berhak mendapatkan kegunaan dan kontrol dari aset itu/
Past Events
Kualifikasi aset selan.utnya ialah berdasarkan hasil transaksi lalu5 sehingga entitas memiliki hak
atau pengendalian terhadap manfaat aset itu/ Maka5 mesin yang masih ren1ana dibeli bukan
termasuk aset5 karena belum ter.adi ,e&ent2 yaitu transaksi pembeliannya/
Aamun5 interpretasi ,e&ent2 ini bisa berbeda/ Apakah perusahaan menandatangani kontrak
dengan perusahaan konstruksi untuk membangun gedung kantor dengan harga tertentu baru
dikualifikasikan sebagai event9 Hal ini biasanya disebut dengan wholly executor contract5
yaitu kontrak dimana masing<masing pihak harus melakukan persentase kea.iban sesuai
kesepakatan/
Kontrak eksekutori 7eBe1utory 1ontra1t8 ialah kontrak yang telah dipenuhi oleh suatu pihak5
tetapi belum dipenuhi oleh pihak lain yang terlibat/ Menurut AA=B5 kontrak eksekutori seperti
forard eB1hange 1ontra1t5 akan meningkatkan aset dan liabilitas dan harus dilaporkan/ Aamun5
ada yang berpendapat baha pelaporan kontrak ini hanya menambah le&erage5 tetapi se1ara
nyata5 tidak ada perubahan pada status hutang perusahaan/ Akhirnya '.iri menyimpulkan baha
setelah hak kontrak memenuhi definisi aset 7first test85 maka harus memenuhi .uga beberapa
kriteria pengakuan5 seperti ,usefulness2 dan ,firmness25 sebelum bisa dilaporkan/
=aat ini eBe1utory 1ontra1ts diakui sebagai aset5 tergantung persyaratan standar akuntansi/
6ontohnya5 berdasarkan 'A= *7-AA=B **7 finance lease memberikan peningkatan terhadap aset
dan kea.iban/ Perbedaan antara finance dan operating lease tidak didasarkan prinsip teoretis5
melainkan pada kondisi apakah lease mentransfer risiko se1ara substansial dan reard dari
kepemilikan atas suatu aset/
Exchangeability
=aat ini5 ada perdebatan baha apakah kualifikasi aset harus .uga memenuhi kriteria dapat
ditukarkan atau diper.ualbelikan 7eB1hangeability8/ Konsep ini berarti item keuangan bisa
dipisahkan dari suatu entitas dan nilai sisanya terpisah dari nilai entitas/
Pada tahun *:7:5 Ma1Aeal menyatakan:
,Barang yang tingkat exchangeability nya rendah5 pasti economic value nya .uga rendah karena
tidak mungkin ter.adi proses .ual<beli5 maka dari itu tidak akan pernah ada harga pasar untuk
barang tersebut/2
Bagaimana dengan goodill5 apakah termasuk aset9 Goodill ialah bentuk intangible yang
men1erminkan kelebihan penilaian perusahaan atas aset dibandingkan harga pasar/ Karena itu5
goodill tidak bisa dipisahkan atau di.ual/
Maka 6hambers berpendapat baha goodill tidak bisa termasuk aset berdasarkan karateristik
,eB1hangeability2/ Menurutnya5 nilai goodill hanya berdasarkan e&aluasi5 bukan pengukuran/
Keseluruhan pembanding saat e&aluasi goodill hanya berdasarkan hipotesis5 bukan memang
kebenaran/ Maksudnya5 perusahaan menerka harga beli aset berdasarkan hipotesa dan performa
lalu5 dan ketika ternyata harga beli lebih tinggi daripada harga pasar5 maka selisihnya
dikategorikan sebagai nilai goodill/
Kritik lain terkait konsep ini ialah nilai ekonomis suatu aset bergantung pada karateristik
kelangkaan dan utilitas5 bukan eB1hangeability/ =elain itu5 goodill dikategorikan sebagai aset
karena bukan untuk menilai bisnis se1ara keseluruhan5 tetapi sebagai identifikasi dan menilai
se1ara ekonomis sumber daya tertentu5 sehingga memenuhi kualifikasi aset/
Exchangeability ialah karateristik yang mendukung keberadaan suatu aset5 tetapi bukan yang
utama/ 6ontohnya goodill5 meskipun tidak bisa dipertukarkan se1ara terpisah5 goodill tetap
disebut sebagai aset karena memenuhi kriteria utama aset yang lain/
LO 2: ASSET RECOGNITION
Pengakuan suatu aset dalam nera1a keuangan biasanya melibatkan Cre1ognition rulesD atau
peraturan pengakuan/ Peraturan ini dibuat untuk memastikan baha aset yang bersangkutan
benar<benar ada dan pen1atatan yang dilakukan pada balan1e sheet menghasilkan informasi yang
rele&an dan terper1aya/ "e1ognition "ules dapat dinyatakan se1ara informal melalui kon&ensi
7hukum tidak tertulis8/ 6ontohnya5 piutang akan di1atat sebagai aset apabila pen.ualan se1ara
kredit ter.adi/ #apat pula dinyatakan se1ara formal yang ditun.ukkan melalui pernyataan
otoritatif5 1ontohnya panduan dalam pengakuan finan1e lease sebagai aset seperti yang ter1antum
dalam paragraf *) 'A=*7-AA=B **7/
"e1ognition rules yang digunakan untuk mengidentifikasi aset tertentu dapat dikelompokkan
men.adi beberapa kriteria/ 0erdapat perbedaan antara re1ognition rules dengan re1ognition
1riteria/ "e1ognition rules merupakan peraturan spesifik untuk mengidentifikasi suatu aset5
sedangkan re1ognition 1riteria merupakan panduan umum dalam membuat suatu re1ognation
rules serta panduan dalam pengakuan aset yang menyediakan bantuan dibandingkan dengan
peraturan spesifik/
Kerangka kriteria pengakuan menggabungkan pertimbangan antara kemungkinan manfaat
ekonomi yang akan datang serta untuk memenuhi syarat pengakuan5 suatu aset harus dapat
diukur se1ara andal/ 0idak semua kriteria ini terdapat dalam frameork5 dan beberapa hanya
memiliki sedikit dasar teoritis/ Berikut ialah kriteria yang tidak ditu.ukan untuk diselesaikan dan
tidak mutually eB1lusi&e:
Reliance on the Law
Pengakuan aset banyak yang bergantung pada konsep hukum aset tersebut/ 6ontohnya5
pen1atatan piutang karena ter.adinya pen.ualan persediaan/ 'ni berhubungan dengan kriteria
rele&an1e dan reliability/ =edangkan kontrol digunakan untuk menentukan keberadaan dari suatu
aset/ Meskipun hak kepemilikan se1ara hukum dan kontrol atas manfaat properti sering
digunakan sebagai kriteria re1ognition5 namun yang lebih utama ialah substansi ekonomi dari
aset tersebut/
Berdasarkan frameork paragraf +55 hak se1ara legal merupakan sebuah indikator namun bukan
merupakan suatu kriteria bagi asset re1ognition/
Determination of the economic substance of the transaction or event
Memastikan substansi ekonomi transaksi berhubungan dengan ob.e1ti&e pelaporan yang rele&an
dan reliable/ Material .uga merupakan salah satu faktor5 .ika suatu ke.adian sangat signifikan
se1ara ekonomi maka penting untuk di1atat dan dilaporkan/
0erkadang5 kriteria e1onomi1 substan1e berlaanan dengan hukum/ 6ontohnya5 finan1e lease
diakui oleh pemin.am pada saat pemin.am telah memperoleh5 se1ara substansial5 hak dan
kea.iban dari kepemilikan serta memiliki kontrol terhadap aset yang dipin.am/ 0erdapat
perbedaan manfaat substansial antara finan1e dan operating lease/ $inan1e lease membaa
kepemilikan in<substan1e 7.enis hak serta kea.iban8 sedangkan pada operating lease hanya
berupa pemin.aman .angka pendek sehingga tidak disertai hak dan kea.iban/ $rameork tidak
memberlakukan finan1e lease berbeda dengan operating lease pada asset definition namun
standar memberlakukannya se1ara berbeda untuk tu.uan asset re1ognition/
Use of the conservatism !ru"ence !rinci!le#
Berdasarkan frameork par +75 Prinsip pruden1e 7kehati<hatian8 ketika membuat laporan
keuangan bertu.uan agar aset-in1ome tidak o&erstated dan liabilities-eBpense tidak understated/
6onser&atism menun.ukkan baha kea.iban dapat di1atat lebih dahulu5 namun aset tidak/
Prinsipnya5 agar eBpense tidak understated5 kemungkinan kerugian harus segera diakui/ Aamun5
pendapatan baru diakui sampai benar<benar terealisasi/ 6ontohnya konstruksi proyek .angka
pan.ang5 kerugian telah diantisipasi dan dilakukan pen1atatan bahkan sebelum proyek tersebut
selesai5 namun apabila diekspektasi menghasilkan profit maka tidak ada keuntungan yang di1atat
hingga proyek tersebut selesai/
Pendekatan ini tidak sesuai dengan konsep neutrality5 yaitu informasi bebas dari bias dan tidak
dipilih dalam keadaan yang mempengaruhi penilaian untuk men1apai hasil yang telah
ditentukan/ =tandar 'A= +;-AA=B *+; .uga melarang adanya pengakuan asset yang dihasilkan
se1ara internal berdasarkan resear1h serta goodill karena bukan sumber daya yang dapat
diidentifikasi/ Pengakuan .uga dilarang karena terdapat kesulitan dalam mengidentifikasi apakah
aset tidak beru.ud tersebut akan menghasilkan manfaat ekonomi di masa depan/
LO 3: ASSET MEASUREMENT
=etelah mengetahui kriteria kapan suatu aset diakui5 langkah selan.utnya ialah 1ara mengukur
nilai aset tersebut/ $rameork di 'A=B telah men1antumkan karateristik kualitatif informasi
finansial/ Aamun5 masih diperdebatkan 1on1eptual guidan1e pengukuran aset yang sebaiknya
digunakan5 agar karateristik tersebut dapat dipenuhi/ 3ika aset diukur sesuai a1Euisition 1ost5
maka lebih ob.ektif dan bisa menyediakan informasi yang &erifiable dan reliable/ 0api5
menggunakan pengukuran se1ara fair &alue 7nilai a.ar8 dapat memberikan informasi yang lebih
rele&an dengan keadaan sekarang/
6ara pengukuran aset saat ini ber&ariasi5 serta merefleksikan insentif manager dan praktik
akuntansi masa sebelumnya/ Aamun5 kita dapat mempela.ari pemilihan metode pengukuran5
dengan mempertimbangkan pengukuran yang berlaku bagi tangible5 intangible5 serta finan1ial
instrument asset/ Metode pengukuran yang terkait ialah ketika akuisisi aset dan periode
selan.utnya saat aset telah dimiliki/ =etelah diukur5 informasi tentang nilai aset bisa diakui di
laporan keuangan5 atau bisa .uga di1antumkan di notes dis1losure/
$angible Asset
Pendekatan tradisional telah digunakan untuk mengukur aset pada biaya historis 7histori1al 1ost8/
Biaya historis telah tertanam dalam %= GAAP melalui posisi =E6/ !eff mengomentari baha
,=e.ak ditemukan5 =E6 menolak berbagai de&iasi dari akuntansi yang berdasarkan histori1al 1ost
dalam tubuh laporan keuangan/2
=E6 memegang posisi ini sampai dengan tahun *:7;5 sampai ketika di1anangkan 1adangan
minyak dan gas harus dire&aluasi se1ara periodik5 serta perubahan &alue tersebut untuk
dimasukkan ke dalam Faporan Faba "ugi/ =ama halnya dengan %= GAAP5 =tandar 'A=B .uga
dibangun dengan asumsi pendekatan pengukuran utamanya adalah model biaya atau modifikasi
biaya/ 6ontohnya 'A= *G dan 'A= 4) yang mengharuskan property5 plant and eEuipment serta
properti in&estasi untuk diukur berdasarkan biayanya5 termasuk .uga di dalamnya biaya
transaksi/
Beberapa GAAP suatu negara seperti Peran1is dan 3erman menyukai penggunaan biaya historis/
Model biaya 5merefleksikan pendekatan konser&atif dalam pengukuran aset/ Pengukuran
berdasarkan biaya historis berarti aset yang diukur pada biaya akuisisi dikurangi akumulasi
depresiasi serta penurunan biaya/ Pendukung model ini mengargumentasikan baha biaya
akuisisi menyediakan ob.ektif dan bukti yang dapat di&erifikasi atas biaya aset serta aplikasi
depresiasi dan penurunan yang meyakinkan baha nilai sebenarnya merefleksikan laporan posisi
keuangan/ Konsisten dengan pendekatan konser&atif untuk pengukuran5 kerugian dalam nilai
aset dimun1ulkan dalam laporan keuangan tetapi kelebihannya 7gain8 tidak/
Aamun =tandar 'A=B membolehkan pengukuran kembali 7remeasurement8 atas tangible assets/
Hpsinya di1akup dalam 'A= *G Property5 Plant dan EEuipment serta 'A= 4) 'n&estment Property
yang merefleksikan praktik yang telah lama berdiri di %K GAAP yang diadopsi dalam standar
'A=6 atau 'A=B/ =tandar tersebut mengiIinkan tetapi tidak mengharuskan penggunaan model
pengukuran 1urrent &alue/ terkait dengan 'A= *G5 mana.er dibolehkan untuk meggunakan model
re&aluasi dalam pengukuran 7para +*8/ Pengukuran bisa didasarkan pada market &alue yang
disediakan oleh appraisal yang memiliki kualifikasi profesional 7para +(8 atau dengan
mengestimasi entitas berdasarkan pada in1ome or depre1iated repla1ement 1ost 7para +48/ =ama
halnya dengan 'A= 4) di mana mana.er dapat memilih menggunakan model biaya atau model
nilai a.ar 7fair &alue8 untuk pengukuran setelah pengakuan/
Pertanyaannya5 Mengapa pembuat laporan keuangan 7preparers8 dapat memilih antara * model
pengukuran atau yang lainnya9
Model re&aluasi aset dianggap memberikan informasi rele&an pada pengguna laporan keuangan/
"e&aluasi dapat menyediakan informasi mengenai nilai saat ini dibanding histori1al 1ost/
Aamun5 argumen ini kurang persuasif apabila asetnya baru sa.a dibeli atau tidak tunduk pada
harga pasar yang fluktuatif/ Mana.er dapat menilai kembali tanah ketika sedang adanya
kenaikan harga5 untuk meyakinkan baha aset tersebut tidak understated dalam laporan posisi
keuangan/ 6urrent &alue dalam laporan posisi keuangan 1ukup rele&an dalam pengambilan
keputusan5 lebih disenangi untuk menghitung rasio keuangan atau men1egah perusahaan dari
target pengambilalihan/
#i %K atau di Australia5 se.ak beberapa tahun silam5 telah menggunakan nilai daripada biaya
historis untuk tangible asset/ Aboody5 Barth dan KasInik menun.ukkan baha di %K5 4+J
perusahaan men1atat 1adangan re&aluasi aset se.ak tahun *:;+<*::5 sedangkan di Australia5
Barth dan 6lin1h melaporkan 45J dari perusahaan Australia mere&aluasi property5 plant dan
eEuipment se.ak tahun *::*<*::5/ Penggunaan re&aluasi aset di Australia telah di.elaskan dalam
rangka 1ontra1ting theory dan biaya politik/ Fin dan Peasnell menemukan pen.elasan yang sama
yang rele&an dengan yang diterapkan di %K5 namun lebih spesifik lagi karena faktor nasional
yaitu deplesi ekuitas yang dihasilkan dari penghapusan goodill yang mempengaruhi keputusan
re&aluasi/ Moti&asi lain dari re&aluasi aset adalah untuk mengkomunikasikan ekspektasi mana.er
atas perusahaannya/
=ebelum adaptasi 'A=-'$"= di tahun ())55 perusahaan<perusahaan baik di %K atau di Australia
telah diobser&asi untuk menggunakan sedikit model re&aluasi dibandingkan dengan periode<
periode sebelumnya/ Alasan yang memungkinkan adalah lingkungan inflasi yang rendah yang
mengurangi permintaan informasi nilai saat ini serta pengenalan standar akuntansi baru di akhir
tahun *::) yang mengharuskan nilai dari aset yang dire&aluasi tidak berbeda se1ara material
terhadap 1arrying amount pada balan1e date/ 6ontoh tersebut menun.ukkan banyak faktor dapat
mempengaruhi pilihan perusahaan atas model pengukuran/ Perbedaan dalam praktik dapat
mempersulit 'A=B untuk mempromosikan suatu model pengukuran meskipun dean dapat
menyetu.ui suatu model preferen/
=alah satu argumen atas model pengukuran saat ini 71urrent measurement model8 adalah
pengukuran tersebut tidak dapat dihandalkan dan sub.ektif/ Pihak yang berlaanan menganggap
tidak dapat dihandalkan karena fair &alue diestimasi bukan diobser&asi/ 6ontohnya saat fair
&alue sto1k options ditentukan dengan menggunakan suatu model5 bukan dengan harga pasar/
=edangkan pengukuran men.adi sub.ektif ketika menyangkut &aluasi input yang diperoleh
mana.emen/ Mana.emen bisa sa.a bersikap egois atas pilihan model &aluasi input/ Pandangan
!eff setelah mengamati perilaku perusahaan menyatakan:
,Perusahaan tidak dapat diper1aya untuk menggunakan kebi.aksanaannya membuat
pertimbangan yang seimbang atau dengan pemikiran yang adil dalam memperlakukan akuntansi
ketika diberikan fleksibilitas untuk melakukannya/2
=elain kebi.aksanaan mana.eman dalam pengukuran aset5 Barth dan 6lin1h melaporkan .uga
baha re&aluasi aset adalah nilai yang rele&an/ Hal tersebut membuat in&estor untuk
menggunakan informasi mana.er mengenai nilai aset/ Horton .uga melaporkan baha Aon<
GAAP mengukur nilai aset dan kea.iban perusahaan asuransi %K Fife 'nsuran1e rele&an
terhadap pasar/ Hasil pembela.aran ini membuktikan baha fair &alue mengukur aset dapat
dengan potensial menyediakan informasi yang berguna untuk pengambilan keputusan keuangan/
Hal tersebut mendukung pembuat standar ingin memperkenalkan pengukuran fair &alue dalam
standar akuntansi/
Penambahan 7gain8 atas pengukuran aset kembali dihasilkan dari penggunaan model re&aluasi
7'A= *G para +*8 se1ara tradisional di1akup se1ara langsung dalam ekuitas/ Aset meningkat
7debit aset8 yang kemudian meningkatkan aset dalam laporan posisi keuangan dan
mengkreditkan se1ara langsung re&aluasi aset pada 1adangan ekuitas 7kredit 1adangan re&aluasi
aset8/ =ehingga kenaikan nilai aset ditun.ukkan tanpa adanya dampak pada laba atau rugi/
Aamun surplus pada pendapatan telah dilanggar 7di mana pendapatan harus men1akup seluruh
item pendapatan5 beban5 gain dan loss8 dan kenaikan aset yang tidak disadari ketika
mengkomunikasikan pada pengguna laporan keuangan tidak mempengaruhi pendapatan
sehingga figur pendapatan konser&atif disampaikan/ Penambahan dalam aset disadari ketika
di.ual/ Perlakuan dari unrealiIed gain dan losses mun1ul dari model pengukuran 1urrent &alue
adalah satu isu yang paling kontro&ersial dalam akuntansi hari ini/
%ntangible Asset
=aat ini5 banyak aset perusahaan yang bernilai tinggi berbentuk intangible5 yaitu yang se1ara
fisik tidak berbentuk/ 6ontohnya5 brand 6o1a 6ola5 serta lambang Fouis Kuitonn/ Karena masih
tergolong sebagai aset5 maka harus dilakukan measurement/ Falu bagaimana 1ara mengukur nilai
intangible asset9 Apakah bisa .uga menggunakan metode 1ost dan fair &alue 7re&aluation8 yang
sebelumnya telah diterapkan pada tangible asset9
Kenyataannya5 standar akuntansi terkait intangible asset tergolong konser&atif/ Menurut standar
'A= +;5 intangible asset harus diukur berdasarkan biaya akuisisi saat itu/ =ebenarnya5 model
re&aluasi boleh digunakan5 tetapi fair &alue aset ditentukan berdasarkan referensi dari pasar aktif5
yaitu yang sering diperdagangkan/ =edangkan5 hampir seluruh intangible asset tidak terlalu
banyak diper.ualbelikan se1ara aktif/ Maka itulah5 metode pengukuran nilai intangible asset
dilakukan berdasarkan biaya akuisisi 7setelah dikurangi akumulasi amortisasi dan impairment8/
'A= +; .uga melarang diakuinya intangible asset yang dihasilkan internal perusahaan/
6ontohnya ialah biaya resear1h and de&elopment 7"L#8 saat meran1ang suatu aset/ @alaupun
pengeluaran tersebut dapat meningkatkan manfaat mendatang5 tetapi tidak bisa menghasilkan
asset terpisah yang bisa teridentifikasi/ =ehingga5 sulit diklasifikasikan termasuk .enis aset apa/
6ara satu<satunya agar biaya tersebut bisa ter1antum di balan1e sheet ialah dikapitalisasi sebagai
biaya de&elopment/
Kaluasi intangible asset sering diperdebatkan karena ada estimasi yang sub.ektif terkait $air
&alue aset/
Financial %nstruments
3enis aset yang lain ialah instrumen finansial5 seperti instrumen deri&atif dan saham/ 'A= +:
membuat kategori terpisah finan1ial instrument atas aset dan liabilitas5 serta 1ara pengukuran
terkait/ Aamun5 apakah 1ara pengukuran tangible dan intangible asset bisa .uga diterapkan pada
finan1ial instruments9
Model pengukuran yang dominan digunakan selama ini ialah histori1al 1ost/ 0etapi untuk
finan1ial instrument5 model tersebut tidak 1o1ok digunakan/ =ebab5 nilai finan1ial instrument
bisa berubah dramatis seaktu<aktu5 sedangkan sesuai 1ost model5 perubahan ini tidak dapat
di1antumkan di laporan keuangan/ =ehingga5 kerugian atas perubahan nilai tersebut tidak bisa
diketahui/ Apakah perubahan ini harus dimasukkan ke balan1e sheet untuk merefleksikan nilai
entitas9 Apakah gain-loss bisa dimasukkan sebagai in1ome periode tersebut9 #an .ika tidak
diakui5 bagaimana in&estor dapat menilai resiko finan1ial instrument tersebut9
$A=B dan 'A=B menyimpulkan baha deri&atif harus diukur sesuai fair &alue 7nilai a.ar85
bukan 1ost/
=esuai P=AK *)5 nilai a.ar ialah suatu .umlah yang dapat digunakan sebagai dasar pertukaran
akti&a atau penyelesaian kea.iban antara pihak yang paham 7knoledgeable8 dan berkeinginan
untuk melakukan transaksi a.ar/
Menurut para penyusun standar tersebut5 1ara pengukuran dengan nilai a.ar dapat menyediakan
informasi yang lebih rele&an/ Ailai a.ar dapat ditentukan melalui Euoted market pri1e 7sesuai
harga pasar .ika diperdagangkan bebas85 serta sesuai estimasi mana.emen 7berdasarkan harga
pasar atau PK 1ash flo aset8/ Meski begitu5 banyak yang berpendapat baha kriteria reliability
laporan keuangan .adi berkurang5 sebab tidak .elasnya metode measurement nilai a.ar yang
seharusnya digunakan/ Faporan .uga kurang understandable dan 1omparable5 misalnya aset
mesin di perusahaan A dinilai berdasarkan estimasi sekitar 5)) .uta5 sedangkan mesin yang sama
diestimasi oleh perusahan B sekitar 45) .uta/ Para pembuat standar .uga masih berargumen
tentang gain and losses finan1ial instruments5 menurut mereka sebaiknya diakui agar laporan
keuangan lebih transparan serta mengurangi kompleksitas aturan akuntansi yang berlaku/
Pengukuran finan1ial instruments memang kompleks5 terlihat dari ada beberapa metode
pengukuran berbeda yang digunakan sesuai .enis instrumen/ Ketika pengakuan aal5 semua
finan1ial instrument diukur sesuai a1Euisition 1ost5 yang pada saat itu sama dengan fair &alue<
nya/ %ntuk pengakuan selan.utnya5 perusahaan dapat memilih pengukuran sesuai fair &alue5
dengan perubahannya diakui sebagai in1ome 7fair &alue through profit and loss8/ Alternatif lain5
perusahaan dapat mengklasifikasikan aset men.adi kategori lainnya5 dan melakukan metode
pengukuran yang sesuai/ Berikut 1ontoh kategori klasifikasi finan1ial instrument dan
pengukurannya :
CLASIFICATION AND MEASUREMENT of
FINANCIALINSTRUMENTS
MEASUREMENT METHOD
Hriginated loans and re1ei&ables Amortised 1ost/ Aset tidak terpengaruh oleh
keinginan men.ual atau hold to maturity
Held<to<maturity in&estments Amortised 1ost5 sub.e1t to re&ie for impairment
in &alue
A&ailable<for<sale se1urities $air &alue5 ith gain-losses from remeasurement
re1ognised in eEuity
$inan1ial assets held for trading 7$K0PF8 $air &alue5 ith gain-losses arising on
remeasurement taken to profit and loss
LO 4: CHALLENGES FOR STANDARD SETTERS
a Mod!" #!ng$%$&an 'ang mana(
$A=B dan 'A=B membahas isu mengenai pengukuran pada Phase 6 dalam proyek
1on1eptual frameork5 yaitu:
Past entry atau eBit pri1es
Modified past amount
6urrent Entry
EBit atau eEuilibrium pri1e
Kalue in use atau future entry atau eBit pri1e
=elain itu5 mereka .uga mempertimbangkan konsep5 prinsip5 dan terms pengukuran/
Mereka akan menge&aluasi dan mengurutkan metode pengukuran berdasarkan se.auh mana
masing<masing metode memenuhi karakteristik kualitatif informasi keuangan yang disyaratkan/
Proyek 1on1eptual frameork mengindikasi baha para pengatur standar terbuka untuk
mempertimbangkan berbagai model pengukuran/ Beberapa pendapat menyatakan baha
standard 'A=B memperkenalkan pengukuran fair &alue dengan penggunaan yang luas5 alaupun
hal ini ditentang se1ara kuat oleh 6airns/
'a menyatakan baha '$"= telah memperkenalkan pengukuran fair &alue untuk deri&atif
pada setiap balan1e date serta untuk beberapa asset dan liabilitas finansial lainnya 7pada 'A= +:85
begitu pula dengan persyaratan untuk mengukur share<based payments kepada karyaan pada
fair &alue 7 '$"= (8/
Kemudian5 6airns .uga berpendapat baha ada ketidak.elasan yang perlu diperhatikan
mengenai se.auh mana penggunaan fair &alue berdasarkan '$"=/ $air &alue digunakan untuk
mengukur asset pada initial re1ognition5 1ontohnya pada
'A= *G mengenai Property5 Plant and EEuipment
'A= *7 mengenai Feases
'A= +: mengenai $inan1ial 'nsrtuments: "e1ognition and Measurement
#ia berpendapat baha pengukuran fair &alue lebih lan.ut atau selain yang disebutkan
diatas .arang ter.adi/ Hal ini mungkin a.ib untuk beberapa asset finansial seperti yang
disebutkan pada 'A= +: 7deri&ati&e5 held<for<trading finan1ial assets and liabilities5 dan yang
diklasifisikan sebagai fair &alue melalui profit dan loss8/ Begitu pula dengan pension assets and
liabilities pada 'A= *:/ Aamun dalam beberapa standar lain5 pengukuran fair &alue tidaklah
a.ib namun merupakan sebuah pilihan5 seperti yang terlah di.elaskan diatas terkait 'A= *G dan
'A= 4)/
6airns berpendapat baha penggunaan pengukuran fair &alue se1ara luas berdasarkan
'$"= lebih berupa persepsi daripada kenyataan/ @alaupun begitu5 dukungan dari 'A=B dan
$A=B untuk penggunaan pengukuran fair &alue yang lebih baik5 1ontohnya untuk semua
instrument keuangan5 adalah fo1us dari 1on1ern yang dikonsiderasikan dalam beberapa bagian
komunitas keuangan/
) *aga+mana ,a&a m!ng-+.$ng #!ng$%$&an fa+& /a"$!(
Pengatur standar telah memberikan panduan untuk mengukur fair &alue/ Pada =$A= *57
mengenai fair &alue measurement5 $A=B memberikan 1ontoh teknik &aluasi untuk
mengestimasi fair &alue5 men1akup:
Market approa1h: penggunaan obser&able pri1es dan informasi dari transaksi
a1tual untuk aset-liabilitas yang identi15 mirip5 atau dapat diperbandingkan/
'n1ome approa1h: kon&ersi .umlah di masa depan 7seperti 1ash flo atau
earnings8 men.adi single dis1ounted present amount
6ost approa1h: .umlah yang saat ini diperlukan untuk mengganti kapasitas
.asanya
@alaupun begitu $A=B menyatakan baha terlepas dari pendekatan mana yang
digunakan5 &aluasi harus menekankan market inputs5 yaitu asumsi dan data yang
digunakan oleh partisipan pasar dalam mengukur fair &alue/
Pernyataan $A=B .uga diikuti dengan ,fair &alue hierar1hy2/ Hierarki ini
menominasikan + kategori-tingkat input yang digunakan untuk mengestimasikan fair
&alue/ 0ingkatannya sebagai berikut:
Fe&el *: menggunakan Euoted pri1es untuk asset dan liabilitas yang identik di
referensi pasar aktif kapanpun informasinya tersedia/ Muoted pri1es tidak boleh
disesuaikan/
Fe&el (: .ika Euoted pri1es untuk asset dan liabilitas yang identik di referensi
pasar aktif tidak tersedia5 fair &alue diestimasi berdasarkan Euoted pri1es untuk
asset dan liabilitas yang serupa di pasar aktif5 disesuaikan berdasarkan perbedaan
yang ada/
Fe&el +: .ika Euoted pri1es untuk asset dan liabilitas yang identi1 atau serupa di
referensi pasar aktif tidak tersedia5 atau .ika perbedaan antara asset dan liabilitas
yang serupa tidak dapat ditentukan se1ara ob.ektif5 maka fair &alue diestimasi
menggunakan teknik multiple &aluation yang konsisten dengan market5 in1ome5
dan 1ost approa1h/
LO 0: ISSUES FOR AUDITORS
Audit nilai a.ar 1ukup meyulitkan auditor karena harus menggunakan suatu model &aluasi yang
seringkali membutuhkan ahli &aluasi dari luar/ 6EH dari kantor audit Grant 0hornton FFP
menyebutkan baha pengauditan nilai a.ar merupakan salah satu dari *) topik yang harus
diteliti lebih lan.ut/ 'a mengatakan baha ker.a auditor sedari dulu selalu berdasarkan pada bukti
sebanyak<banyak yang dapat ter&erifikasi/ #alam penilaian nilai a.ar pun5 auditor harus dapat
mengumpulkan bukti<bukti untuk penilaian tersebut/ Aamun .angkauan bukti untuk penetapan
nilai a.ar sangat luas5 sehingga auditor butuh bantuan ahli penetapan nilai a.ar agar seluruh
bukti yang ada dapat dikonsiderasi/
Martin5 "i1h5 dan @ilks berpendapat baha alaupun menggunakan tenaga ahli dalam
penetapan nilai a.ar5 tetap sa.a auditor perlu mengetahui model &aluasi dan proses mana.emen
yang menentukan apa sa.a input yang dipakai/ Agar pendekatan audit efektif5 auditor harus
mengerti proses dan kontrol<kontrol terkait pemberian nilai a.ar aset<aset perusahaan klien/
Barulah setelah auditor mengetahui hal tersebut5 ia bisa menilai apakah penilaian a.ar aset
perusahaan tersebut sudah sesuai atau belum/
Martin et al/ .uga mengatakan baha auditor harus tahu baha selalu ada potensi mana.emen
perusahaan menetapkan nilai a.ar asetnya dengan bias dan eror dalam mem&aluasinya/ Apabila
mana.er mendapatkan insentif dalam meng<o&erstate nilai suatu aset5 maka auditor harus
aspada dengan komponen<komponen yang gampang untuk diubah<ubah nilainya/
Menggunakan nilai a.ar dalam penetapan nilai aset men.adi sangat atraktif untuk mana.emen
dan lebih tidak berisiko untuk auditor pada periode dimana nilai aset sedang naik tinggi/ Aamun
hal ini .uga dapat men.adi berlebihan dan beru.ung pada bubble/ Pada tahun ());<()): ketika
krisis ekonomi di Amerika =erikat merebak5 dikatakan baha salah satu penyebabnya adalah
penilaian nilai a.ar yang naik terlalu berlebihan/