Anda di halaman 1dari 16

KULIAH 7

ISLAM DAN BUDAYA LOKAL



UIN SUNAN KALIJAGA
MATERI KULIAH
MATERI POKOK: Pluralitas dan
Pluralisme Agama di Indonesia
Sub Materi:
1. Pluralitas agama di Indonesia
2. Pluralisme agama di Indonesia
BAGIAN I
PLURALITAS AGAMA DI INDONESIA
PENGERTIAN
Pluralitas agama : kondisi atau fakta akan
adanya keanekaragaman agama
Pluralisme agama : sikap mau menerima,
menjaga, dan menghormati perbedaan dan
keanekaragaman agama sebagai benar
secara unik bagi pemeluknya.

PLURALITAS AGAMA DI INDONESIA
(UU NOMOR 5 TAHUN 1969)
ISLAM
KRISTEN
KATOLIK
HINDU
BUDDHA
KONGHUCU
ALIRAN KEPERCAYAAN
JUMLAH PEMELUK AGAMA DI
INDONESIA, DATA SENSUS 2010
Penduduk Indonesia: 240.271.522.
Islam : 85,1%
Protestan : 9,2%
Katolik : 3,5%
Hindu : 1,8%
Buddha : 0,4%
ISLAM DAN PLURALISME INTERNAL
DI INDONESIA BERBASIS ORGANISASI
KEAGAMAAN
MUHAMMADIYAH
NAHDLATUL ULAMA
AL-WASHLIYAH
NAHDLATUL WATHON
PERSATUAN ISLAM
AL-IRSYAD
AHMADIYAH
FRONT PEMBELA ISLAM
LASYKAR JIHAD
HISBUT TAHRIR INDONESIA
DLL
PLURALITAS ISLAM INDONESIA
DALAM ANALISIS CLIFFORD
GEERTZ
ISLAM ABANGAN : Penganut Islam yang bertalian
dengan keyakinan di dalam animisme dan
dinamisme.
ISLAM PRIYAYI : Penganut Islam yang masih
bertalian dengan keyakinan di dalam agama Hindu
dan Buddha.
ISLAM SANTRI : Penganut Islam yang berusaha
menjalankan Islam secara murni sesuai dengan
doktrin di dalam kitab suci
PLURALITAS ISLAM SANTRI
SANTRI TRADISIONAL : Menekankan pendekatan
akulturatif terhadap budaya lokal (Budaya).
Menjadikan NKRI sebagai pilihan final bangsa
Indonesia (Politik)
SANTRI MODERNIS : Menekankan pendekatan
purifikasi terhadap budaya lokal (Budaya).
Menjadikan NKRI sebagai pilihan final bangsa
Indonesia (Politik).
SANTRI ULTRA NASIONAL : Menekankan
pendekatan purifikasi terhadap budaya lokal
(Budaya). NKRI bukan pilihan final (Politik).
BAGIAN II
PLURALISME AGAMA DI INDONESIA
BEBERAPA TOKOH-TOKOH
PLURALISME DI INDONESIA
Abdurrahman Wahid
Nurcholis Madjid
M. Dawam Rahardjo
Djohan Effendi
M. Amin Abdullah
Abdul Munir Mulkhan
Said Aqiel Sieraj
Komaruddin Hidayat
Ulik Abshar Abdalla
Abdul Moqsith Ghozali
PENDIRIAN-PENDIRIAN
PLURALISME
Kesetiaan pada pluralitas agama
Mendorong kebebasan beragama
Membangun toleransi antar agama
Pluralisme memiliki akar di dalam agama
Mengakui keselamatan di dalam agama-
agama
BEBERAPA TOKOH ANTI-
PLURALISME DI INDONESIA
Anis Malik Thaha
Adian Husaini
Hartono Ahmad Jaiz
Amidan

PANDANGAN ANTI-PLURALISME
Pluralisme merupakan agama baru
Pluralisme menyamakan agama dan
meleburkan agama-agama
Pluralisme dianggap menafikan kebenaran
eksklusif sebuah agama
Pluralisme dianggap sebagai pemaksaan
nilai-nilai dari Barat
Pluralisme bila dikembangkan di negara
mayoritas muslim dianggap sebagai proses
de-islamisasi

TANGGAPAN
KELOMPOK PLURALISME
Pluralisme bukan menyamakan agama
(relativisme) atau meleburkan agama
(sinkretisme), tetapi menghargai keunikan
agama-agama dengan tetap menghargai titik
temu agama-agama.
Pluralisme memiliki akarnya di dalam agama,
walaupun secara historis mulai berkembang
pertama di kalangan intelektual Barat.
Pluralisme diperlukan untuk membangun
hubungan antar pemeluk agama secara dialogis
dan setara