Anda di halaman 1dari 4

Naftalena merupakan zat padat hablur yang tak berwarna, berbau kapur barus yang

tajam, titik leleh 80 derajat Celcius. Titik didih 218 derajat Celcius. Menyublim jika
dipanaskan. Tidak larut dalam air, sedikit larut dalam alkohol, larut dalam bensena dan
sangat larut dalam eter, chlorofoam dan karbon disulfida.
http://www.when-who-what.com/2011/03/naftalena.html
Naftalena adalah hidrokarbon kristalin aromatik berbentuk padatan berwarna putih dengan rumus
molekul C10H8 dan berbentuk dua cincin benzena yang bersatu. Senyawa ini bersifat volatil, mudah
menguap walau dalam bentuk padatan. Uap yang dihasilkan bersifat mudah terbakar. Naftalena paling
banyak dihasilkan dari destilasi tar batu bara, dan sedikit dari sisa fraksionasi minyak bumi.

Naftalena digunakan sebagai reaksi intermediet dari berbagai reaksi kimia industri, seperti reaksi
sulfonasi, polimerisasi, dan neutralisasi. Selain itu, naftalena juga berfungsi sebagai fumigan (kamper,
dsb), surfaktan, dsb
http://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20101026061747AAqdknn
Naftalena
06:12 chemisty of unja No comments
Definisi:
Naftalena adalah hidrokarbon kristalin aromatik berbentuk padatan berwarna putih dengan rumus
molekul C10H8 dan berbentuk dua cincin benzena yang bersatu. Senyawa ini bersifat volatil,
mudah menguap walau dalam bentuk padatan. Uap yang dihasilkan bersifat mudah terbakar.
Naftalena paling banyak dihasilkan dari destilasi tar batu bara, dan sedikit dari sisa fraksionasi
minyak bumi.


Senyawa ini bersifat volatil, mudah menguapwalau dalam bentuk padatan. Uap yang
dihasilkan bersifat mudahterbakar. Naftalena paling banyak dihasilkan dari destilasi tar batu
bara, dan sedikit darisisa fraksionasi minyak bumi. Naftalena merupakan suatu bahan keras yang
putih dengan bau tersendiri, dan ditemui secara alami dalam bahan bakar fosil seperti batu bara
danminyak.
Naftalena adalah salah satu komponen yang termasuk benzena aromatik hidrokarbon,
tetapitidak termasuk polisiklik. Naftalena memiliki kemiripan sifat yang
memungkinkannyamenjadi aditif bensin untuk meningkatkan angka oktan. Sifat-sifat tersebut
antara lain: sifat pembakaran yang baik, mudah menguap sehingga tidak meninggalkan getah
padat pada bagian-bagian mesin. Penggunaan Naftalena sebagai aditif memang belum terkenal
karenamasih dalam tahap penelitian. Sampai saat ini memang belum diketahui akibat buruk
penggunaan naftalena terhadap lingkungan dan kesehatan, namun ia relatif aman untuk
digunakan.Satu molekul napthalena merupakan perpaduan dari sepasang cincin benzena.
Naftalenamerupakan salah satu jenishidrokarbon polisiklik aromatik . Ada dua set atom
hidrogensetara: posisi alpha (posisi 1, 4, 5, dan 8), dan posisi beta (posisi 2, 3, 6, dan 7)
padagambar di bawah.
Sesuai dengan ikatan valensinya, napthalena mempunyai tiga struktur resonansi yaitu
:Seperti benzena, naftalena dapat mengalamisubstitusi aromatik elektrofilik . Pada sebagian besar
reaksi substitusi aromatik elektrofilik, naftalena bereaksi dalam kondisi lebih ringandaripada
benzena. Sebagai contoh, benzena ataupun napthalena bila beraksi dengan klorindengan
menggunakan besi klorida atau aluminium klorida sebagai katalis, naftalena danklorin dapat
bereaksi untuk membentuk 1-chloronaphthalena bahkan tanpa menggunakankatalis. Benzena dan
naphthalene juga dapat dialkilasi menggunakanreaksi Friedel-Crafts,naftalena juga dapat
dialkilasi dengan mereaksikannya dengan alkena atau alkohol, menggunakansulfatatauasam
fosfatsebagai katalis.
Sifat Fisik
Massa molar
Kepadatan
Titik lebur
Titik didih
Kelarutan dalam air
128,17052 g
1,14 g / cm
80,26 C, 353 K, 176 F
218 C, 491 K, 424 F
30 mg / L
SUBSTITUSI AROMATIK ELEKTROFILIK
Reaksi substitusi elektrofilik terjadi pada senyawa aromatis, tidak hanya pada senyawa
monosiklik seperti benzena, tetapi juga terjadi pada senyawa aromatis polisiklik seperti naftalena dan
senyawa heteroaromatis seperti furan, pirol, dan tiofena. Reaksi substitusi aromatik elektrofilik pada
benzena sudah sering kali dibahas. Sekarang, bagaimana reaksi ini terjadi pada senyawa aromatis
polisiklik seperti naftalena dan senyawa heteroaromatis seperti furan, pirol, dan tiofena?.
Sistem cincin senyawa aromatik polisiklik mempunyai nama individual. Berbeda dengan
penomoran benzena, yang dimulai pada posisi suatu substituen. Penomoran suatu cincin polisiklik
ditetapkan berdasarkan perjanjian dan tidak berubah bagaimanapun posisi substituennya.
Sistem cincin aromatik polisiklik lebih reaktif terhadap serangan elektrofilik daripada benzena.
Naftalena mengalami reaksi substitusi aromatik elektrofilik terutama pada posisi-1. Mekanisme untuk
substitusi naftalena serupa dengan mekanisme substitusi benzena. Akan kita periksa reaksi brominasi
bertahap untuk mengetahui mengapa substitusi pada posisi1 lebih disukai dan mengapa reaksi ini lebih
mudah terjadi daripada brominasi benzena.

Kegunaan
Naftalena digunakan sebagai reaksi intermediet dari berbagai reaksi kimia industri, seperti reaksi
sulfonasi, polimerisasi, dan neutralisasi. Selain itu, naftalena juga berfungsi sebagai fumigan (kamper,
dsb), surfaktan, dsb

Efek yang mungkin dari naftalena terhadap kesehatan
Eksposur terhadap jumlah besar naftalena dapat mengakibatkan kerusakan pada sel darah,dan
menyebabkan penyakit yang dikenal sebagai haemolytic anaemia. Penyakit ini telahdiperhatikan pada
orang tertentu, terutama anak-anak, setelah termakan kapur barus yangmengandung naftalena. Antara
gejala yang mungkin terjadi setelah eksposur terhadap jumlah besar naftalena adalah lelah, hilang nafsu
makan, mual, muntah dan diare. Kulitmungkin menjadi pucat atau kuning. Bayi yang baru lahir terutama
menghadapi risiko seldarahnya rusak jika terpajan pada naftalena. Kerusakan terhadap sel darahnya
melepaskansuatu produk (bilirubin) yang menyebabkan bayi tersebut menjadi kuning dan dalam kasus
parah, mungkin mengakibatkan kerusakan otak. Ada orang yang lahir dengan penyakitlahir genetis
(G6PD deficiency) yang menjadikannya lebih cenderung menderita akibatdari naftalena, maka gejala
dapat diperhatikan setelah eksposur terhadap jumlah naftalenayang kecil pun.
http://kimia-master.blogspot.com/2011/11/definisi-naftalena-adalah-hidrokarbon.html
Hidrokarbon polisiklik aromatic tertentu ada yang bersifat karsinogenik, artinya ada yang bersifat kanker.
Senyawa ini dapat menghasilkan tumor pada tikus dalam waktu yang sangat singkat meskipun hanya
sedikit yang dioleskan pada kulitnya. Hidrokarbon karsinogenik ini tidak hanya terdapat pada tar batu
bara, melainkan juga pada jelaga dan asap tembakau dan dapat terbentuk dalam daging baker. Efek
biologisnya telah diketahui sejak lama, yaitu sejak 1775, ketika jelaga didefinisikan sebagai penyebab
kanker zakar para pembersih cerobong. Kejadian kanker bibir dan jantung juga dijumpai pada pengisap
rokok.
Cara karsinogen ini menyebabkan kanker sekarang sudah mulai terungkap. Untuk mengeliminasi
hidrokarbon, tubuh mengoksidasinya agar lebih larut dalam air, sehingga lebih mudah diekskresikan.
Produk oksidasi metabolik tampaknya merupakan penyebab utama kanker. Contohnya, salah satu
karsinogen yang paling kuat dari jenis ini adalah benzo[a]pirena. Oksidasi enzimatik mengonversinya
menjadi diol-epoksida seperti ditunjukkan pada gambar di bawah.
Diol-epoksida ini kemudian bereaksi dengan DNA sel, menyebabkan mutasi yang akhirnya mencegah sel
bereproduksi secara normal.
Benzena sangat beracun (toksik) bagi manusia dan dapat menyebabkan kerusakan hati yang parah,
tetapi toluena, meskipun bukannya tidak berbahaya, jauh kurang beracun. Bagimana mungkin dua
senyawa yang serupa ini berperilaku berbeda? Untuk mengeliminasi benzena dari tubuh, cinci aromatik
harus di oksidasi, dan intermediet dari oksidasi ini yang bersifat merusak. Namun rantai samping metil
dari toluena dapat dioksidasi menghasilkan asam benzoat, yang dapat diekskresikan. Intermediet dalam
proses ini tidak dapat menimbulkan masalah kesehatan.
Walaupun beberapa zat kimia dapat menyebabkan kanker, zat lainnya dapat mengubah atau
menyembuhkannya. Banyak zat yang dapat mencegah pertumbuhan kanker, dan pengkajian kemoterapi
kanker telah banyak sumbangnya terhadap kesehatan manusia.
http://id.wikipedia.org/wiki/Hidrokarbon_aromatik_polisiklik