Anda di halaman 1dari 13

4

A. Laporan Hasil Kegiatan Tahun 2010



1. Kesehatan Keluarga Termasuk Kesehatan Reproduksi
a. Kesehatan Maternal dan Neonatal
Pencapaian kesehatan maternal dan neonatal sebagai berikut :
1) Pelayanan kesehatan bagi bumil sesuai standar untuk
kunjungan lengkap (K4) dengan pencapaian 70,56 %
2) Pelayanan persalinan oleh tenaga kesehatan termasuk
pendampingan persalinan dukun oleh tenaga kesehatan sesuai
standar dengan pencapaian 75,57 %
3) Pelayanan nifas lengkap (ibu dan neonatus) sesuai standar
(KN) dengan pencapaian 89,56 %
b. Upaya Kesehatan Balita dan Anak Pra Sekolah
1) Pelayanan deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang balita
(untuk kontak pertama ) dengan pencapaian 12 %
2) Pelayanan deteksi dan stimulasi dini tumbuh kembang pra
sekolah / apras ( untuk kontak pertama ) tidak terlaksana.
c. Upaya Kesehatan Anak Usia Sekolah dan Remaja
Hanya dua kegiatan yang terlaksana pada bagian ini yakni :
1) Kegiatan penjaringan kesehatan di SD/MI dengan pencapaian
102,25 %,
2) Pembinaan UKS/UKGS Di SD/Mi dengan pencapaian 100 %.
3) Pembinaan UKS/UKGS Di SMA/ Ma dengan pencapaian 100 %.
Terdapat dua kegiatan yang tidak dilaksanakan yakni kegiatan
Penjaringan Kesehatan Di SLTP/MTs, dan Pembinaan UKS/UKGS
Di SMP/Mts Dan SMU / Ma. Kendala tidak terlaksananya kegiatan
ini adalah minimnya tenaga yang bisa diberdayakan pada kegiatan
ini sementara target sasaran yang jumlahnya cukup banyak.



5

2. Upaya Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular
a. TB Paru
Pencapaian pemberantasan TB paru di Puskesmas Tanralili
sebagai berikut:
1) Pengobatan Penderita TB Paru (Dots) BTA Positif dengan
pencapaian 24,49, %
2) Pengobatan Penderita TB Paru (Dots) BTA Negatif. Rontgent
Positif dengan 58,33 %.
Kurangnya pencapaian pemberantasan TB paru terkendala oleh
minimnya tenaga yang tersedia
b. Malaria
1) Pengobatan Penderita Malaria Klinis dengan pencapaian 100 %
2) Pengobatan Penderita Malaria (+) Positif dengan pencapaian
100 %
Tidak terdapat penderita Malaria Berat dengan komplikasi
ditangani/ dirujuk.
c. Kusta
1) Penemuan Tersangka Penderita Kusta dengan pencapaian
53,33 %
2) Pengobatan Penderiat Kusta dengan pencapaian 100 %
3) Pemeriksaan Kontak Penderita dengan pencapaian 100%
d. Pelayanan Imunisasi
1) Imunisasi lengkap pada bayi dengan pencapaian 122,75 %
2) Imunisasi lengkap pada ibu hamil dengan pencapaian 82,80 %
3) Bias DT anak sekolah kelas I SD/Mi dengan pencapaian 84,78
%
4) Bias TT anak sekolah kelas III SD/Mi dengan pencapaian 88,33
%



6


e. Diare
1) Penemuan kasus diare di puskesmas dan kader dengan
pencapaian 100 %
2) Rehidrasi oral dengan oralit pada kasus diare di puskesmas dan
kader dengan pencapaian 100 %
f. Ispa
1) Penemuan kasus pneumonia dan pneumonia berat oleh
puskesmas dan kader dengan pencapaian 100 %
2) Jumlah kasus pneumonia dan pneumonia berat diobati standar
dengan pencapaian atau 100 %
3) Tidak terdapat jumlah kasus pneumonia berat dengan tanda
bahaya ditangani/ dirujuk
g. Demam Berdarah Dengue (DBD)
1) Penemuan Kasus Tersangka DBD dengan pencapaian 100 %
2) Tidak terdapat rujukan kasus tersangka DBD ke rumah sakit
h. Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (PMS/HIV)
1) Tidak ada penemuan/ pengobatan kasus PMS termasuk
kontak, melalui pendekatan syndrom
2) Tidak ada pembinaan berkala pada kelompok sasaran
beresiko
i. Sistem Kewaspadan Dini
1) Melakukan pemantauan dan analisis hasil pelaporan mingguan
penyakit menular dengan target 52 minggu tercapai 52 minggu
atau 100 %
3. Upaya Pencegahan Dan Penanggulangan Penyakit Tidak Menular
a. Perbaikan Gizi
Pada kegiatan ini,terdapat 3 sub kegiatan yang dilaksanakan yakni:
1) Pemberian Vitamin A (Dosis 200.000 SI) pada balita dengan
pencapaian 100 %
7

2) Pemberian Tablet Besi (Fe 90 ) pada ibu hamil dengan
pencapaian 94,29 %
3) PMT penyuluhan pada balita di posyandu dengan pencapaian
68,27 %
Terdapat 3 sub kegiatan yang tidak dilaksanakan yakni pemberian
PMT pemulihan pada balita gizi buruk,pemberian kapsul Iodium
pada ibu hamil, dan pemberian MP-ASI JPS. Kendala kegiatan ini
adalah tidak tersedianya bahan yang dibutuhkan untuk
melaksanakan sub kegiatan ini.
b. Penanggulangan Penyakit Gigi :
1) Pembinaan kesehatan gigi di posyandu dengan pencapaian
69,44%
2) Pembinaan kesehatan gigi pada anak TK dengan pencapaian
75 %
3) Pembinaan dan bimbingan sikat gigi massal pada SD/MI
dengan pencapaian 100 %
4) Perawatan kesehatan gigi pada SD/MI pencapaian 100 %
5) Gigi tetap yang dicabut dengan pencapaian 100 %
6) Gigi tetap yang ditambal permanen dengan pencapaian 100 %
4. Upaya Pengobatan dan Pemulihan
a. Pengobatan Dan Perawatan
1) Kunjungan Rawat Jalan Umum dengan target sasaran 3480
orang, tercapai 13,289 orang atau 209,36 %
2) Kunjungan Rawat Inap dengan pencapaian 36,85 %
b. Pemeriksaan Laboratorium
1) Pemeriksaan Hemoglobin pada ibu hamil dengan
pencapaian,88 %
2) Pemeriksaan Darah Trombosit tersangka DBD dengan
pencapaian 100 %
3) Pemeriksaan Darah Malaria dengan pencapaian 100 %
8

4) Pemeriksaan Tes Kehamilan dengan dengan pencapaian 100
%
5) Pemeriksaan Sputum TB dengan dengan pencapaian 100 %
6) Pemeriksaan Protein Urine Pada Ibu Hamil dengan pencapaian
17,46 %
5. Kesehatan Lingkungan
a. Penyehatan Air
1) Inspeksi Sanitasi Sarana Air Bersih dengan pencapaian 62,82
%
2) Pembinaan Kelompok Masyarakat/ Kelompok Pemakai Air
dengan pencapaian 100 %
b. Hygiene Dan Sanitasi Makanan Dan Minuman
1) Inspeksi Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan dengan
pencapaian 100 %
2) Pembinaan tempat pengelolaan makanan dengan pencapaian
100 %
c. Penyehatan tempat pembuangan sampah dan limbah
1) Inspeksi Sanitasi Tempat Pengelolaan Makanan dengan
pencapaian 44,94 %
2) Pemberdayaan masyarakat dalam upaaya pembuatan,
pemanfaatan dan pengelolaan sarana pembuangan sampah
dan limbah dengan pencapaian 87,5 %
3) Pengawasan Tempat Pembuangan Sampah Sementara dengan
pencapaian 50%
d. Penyehatan Lingkungan Pemukiman Dan Jamban Keluarga
1) Pemeriksaan Penyehatan Lingkungan Pada Perumahan
dengan target 5414 rumah, tercapai 620 rumah atau 11,45 %
2) Pemberdayaan Masyarakat Melalui Penyuluhan Dan
Pembinaan Dalam Upaya Peningkatan Perbaikan Lingkungan
Pemukiman dengan pencapaian sekitar 75 %

9




e. Pengawasan Sanitasi Tempat-Tempat Umum Dan Industri
1) Inspeksi Sanitasi Tempat-Tempat Umum dengan pencapaian
55,56 %
2) Pemantauan Berkala Sanitasi Tempat-Tempat Umum dengan
pencapaian 56,56 %
3) Pengawasan Sanitasi Industri Rumah Tangga dengan
pencapaian 100%
f. Pengaman Tempat Pengelolaan Pestisida
1) Inspeksi Sanitasi Sarana Pengelolaan Pestisida tidak ada
2) Pembinaan Tempat Pengelolaan Pestisida tidak ada
g. Klinik Sanitasi Puskesmas
Terdapat 1 sarana klinik sanitasi di puskesmas yang berfungsi
dengan baik.
h. Pengendalian Vektor
1) Pengawasan Tempat Perindukan Vektor Di Pemukiman
Penduduk Dan Sekitarnya dengan pencapaian 37,50 %
2) Pemberdayaan Sasaran/Kelompok/Pokja Potensial Dalam
Upaya Pemberantasan Tempat Perindukan Vektor Penyakit Di
Pemukiman Penduduk Dan Sekitarnya dengan pencapaian
37,50 %
3) Desa/Lokasi Potensial Yang Mendapat Intervensi
Pemberantsan Penyakit Menular dengan pencapaian 100 %
6. Upaya Pembinaan Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat
a. Kampanye Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Sasaran
Tatanan :
1) Rumah Tangga dengan pencapaian 3,69 %
2) Institusi Pendidikan/Sekolah dengan pencapaian 100 %
3) Institusi Sarana Kesehatan dengan pencapaian 100 %
10

4) Institusi Tempat-Tempat Umum dengan pencapaian 50 %
5) Institusi Tempat Kerja dengan pencapaian 50 %.
b. Perilaku Hidup Bersih Dan Sehat Pada Tatanan Yang Baik
Klasifikasinya
1) Rumah Tangga dengan pencapaian 35 %
2) Institusi Pendidikan/Sekolah dengan pencapaian 100 %
3) Institusi Sarana Kesehatan dengan pencapaian 100 %
4) Institusi Tempat-Tempat Umum dengan pencapaian 25 %
7. Pemberdayaan Masyarakat Dalam Kemandirian Hidup Sehat
a. Mendorong Untuk Terbentuk Dan Berperannya Pemimpin
Masyarakat Yang Berwawasan Kesehatan
1) Tokoh Masyarakat/Adat/Agama dengan pencapaian 100 %
2) Kader Kesehatan Aktif dengan pencapaian,14 %
3) Pramuka SBH dengan pencapaian 100 %
b. Mendorong Terbentuknya Upaya Kesehatan Bersumber Daya
Masyarakat
1) Posyandu Aktif dengan target sasaran 35 posyandu, tercapai 35
posyandu atau 100 %
2) Posyandu Purnama Dan Mandiri dengan target sasaran 34
posyandu tercapai 4 posyandu atau 11 %
Tidak ada kegiatan pembinaan Poskestren dan pembinaan Saka
Bakti Husda. Kendala yang dihadapi adalah minimnya tenga untuk
melaksanakan kegiatn tersebut.
c. Bina Kesehatan Tradisional
Hanya satu kegiatan yang terlaksana pada bagian ini
yakni,Pembinaan Pengobat Tradisional Yang Menggunakan
Metodologi dengan target sasaran 9 orang, tercapai 9 orang atau
100 %. Sementara Pembinaan Toga dan Pemanfaatan pada
Sasaran Masyarakat, Pembinaan Pengobat Tradisional Dengan
Ketrampilan, dan Pembinaan Pengobat Tradisional Supra Natural
tidak dilaksanakan.
11



d. Bina Kesehatan Kerja
1) Pos Ukk Berfungsi Baik dengan pencapaian 100 %
2) Pos Ukk Menuju Simasker dengan pencapaian 100 %
3) Pelayanan Kesehatan Oleh Tenaga Kesehatan Pada Pekerja
Di Pos Ukk dengan pencapaian 100 %.
e. Bina Peran Swasta
Tidak ada kegiatan yang terlaksana pada bagian ini karena
sulitnya membangun jejaring dengan pihak swasta.tetap ada kerja
sama dalam memberikan pelayanan kesehatan di lingkungan
sekitar institusi swasta tetapi terbatas pada pelayanan kesehatan
pada saat itu saja, sementara kegiatan pembinaan belum
terlaksana.
f. Mendorong Kepesertaan Masyarakat Dalam Salah Satu Bentuk
JPKM
1) Kepesertaan Masyarakat Dalam Jpkm dengan pencapaian 100
%
2) Kunjungan Peserta JPKM dengan pencapaian,89 %
8. Pelayanan Penduduk Miskin Dan Kelompok Masyarakat Khusus
a. Pelayanan Pada Keluarga Miskin (Gakin)
1) Pemberian Kartu Jpkm/Jps-Bk Untuk Gakin dengan pencapaian
50 %.
2) Kunjungan Pelayanan Kartu Jpkm/Jps-Bk Gakin Di Puskesmas
dengan pencapaian 62,32 %.
b. Pelayanan Kesehatan Pada Kelompok Masyarakat Khusus
Beberapa sub kegiatan seperti pembinaan kesehatan ke daerah
terpencil, komunitas adat terpencil, dan unit pemukiman
transmigrasi, kunjungan pelayanan ke lokasi daerah terpencil,
pembinaan kesehatan di lokasi kumuh perkotaan tidak terlaksana.
12

Hal ini disebabkan oleh komunitas yang dimaksud tidak ditemukan
di wilayah kerja puskesmas.

9. Pengembangan Program Inovatif Di Puskesmas
a. Rawat Inap
1) Bor Puskesmas Tempat Tidur dengan target sasaran 61,3 %,
tercapai 22 %
2) Hari Rata-Rata (Alos) Di Puskesmas Tempat Tidur dengan
target sasaran 3.15 hari
3) Asuhan Keperawatan Individu Pada Pasien Rawat Inap dengan
target sasaran100 %
b. Upaya Kesehatan Usia Lanjut
1) Pembinaan kelompok usia lanjut sesuai standar dengan
pencapaian 100 %.
2) Pemantauan kesehatan pada anggota kelompok usia lanjut
yang sesuai standar dengan pencapaian 100 %
c. Upaya Kesehatan Mata/ Pencegahan Kebutaan
1) Penemuan kasus di masyarakat dan di puskesmas melalui
pemeriksaan visus/refraksi dengan pencapaian 100 %
2) Penemuan kasus mata di puskesmas dengan pencapaian 100
%
Tidak ditemukan kasus buta katarak pada usia kurang dari 45
tahun, dan tidak ada kegiatan pelayanan operasi katarak di
puskesmas
d. Upaya Kesehatan Telinga/Pencegahan Gangguan Pendengaran
Pada kegiatan ini, penemuan kasus dan rujukan spesialis di
puskesmas melalui pemeriksaan fungsi pendengaran,
pelayanan/tindakan operatif oleh spesialis di puskesmas, serta
kejadian komplikasi operasi tidak ditemukan kasus.
e. Kesehatan Jiwa
13

1) Penanganan kasus kesehatan jiwa melalui rujukan ke rs
spesialis dengan pencapaian 100 %.
2) Deteksi dan penanganan kasus jiwa (gangguan perilaku,
gangguan jiwa, gangguan psikosomatik, masalah napza, dll)
yang datang berobat di puskesmas dengan pencapaian 100 %.
Sementara itu kegiatan pemberdayaan kelompok masyarakat
khusus dalam upaya penemuan dini dan rujukan kasus kesehatan
jiwa, dan penemuan dan penanganan kasus gangguan perilaku,
gangguan jiwa, masalah narkoba/napza, dll dan rujukan kader dan
masyarakat tidak terlaksana. Kendalanya adalah kekurangan
sumber daya manusia yang dapat melaksanakan kegiatan ini. Di
Puskesmas Carangki kesehatan jiwa berada di bawah tanggung
jawab tenaga perawat yang juga harus melaksanakan kegiatan
pokok lainnya.
f. Kesehatan Olahraga
Hanya satu kegiatan yang terlaksana pada bagian ini yakni
pembinaan kelompok potensial/ klub dalam kesehatan olahraga
dengan target sasaaran 5 kelompok, tercapai 5 kelompok atau
100 %. Sementara kegiatan pemberdayaan masyarakat melalui
pelatihan kader, pemeriksaan kesehatan jasmani anak sekolah,
dan permeriksaan kesegaran jasmani pada atlit tidak terlaksana.
g. Kecelakaan Dan Ruda Paksa Di Rumah Tangga, Lalu Lintas Dan
Tempat Kerja
Pada bagian ini, sub kegiatan pelatihan keterampilan P3K dan
rujukan pada sasaran langsung, dan pelatihan keterampilan P3K
dan rujukan pada sasaran antara tidak terlaksana. Hanya satu
kegiatan yang terlaksana, yakni terbentuknya pos P3K yang
berfungsi pada lokasi yang direncanakan dengan target sasaran
22 lokasi, tercapai 22 lokasi atau 100 %.
h. Hipertensi, Penyakit Jantung Dan Pembuluh Darah (PJP)
14

1) Penjaringan kasus dengan pemeriksaan fisik dan penunjang
pada pasien yang datang dengan keluhan dengan pencapaian
100 %.
2) Penjaringan kasus dengan pemeriksaan fisik dan penunjang
dan kunjungan kelompok potensial lebih dari 40 tahun dengan
pencapaian 100 %.
i. Penyakit Kencing Manis (Diabetes Melitus/DM)
1) Penjaringan kasus dengan pemeriksaan fisik dan penunjang
pada pasien yang datang dengan keluhan dengan pencapaian
100 %.
2) Penjaringan kasus dengan pemeriksaan fisik dan penunjang
dan kunjungan kelompok potensial yang berkunjung tidak
terlaksana.
j. Neoplasma
Pada bagian ini, tidak terlaksana sub kegiatan penjaringan/
deteksi dini kasus melalui pemeriksaan fisik dan atau rujukan
pada wanita usia lebih dari 35 tahun, penjaringan/deteksi dini
kasus melalui pemeriksaan fisik dan atau rujukan pada akseptos
KB, penjaringan/deteksi dini kasus melalui pemeriksaan fisik dan
atau rujukan pada kelompok rawan lainnya.
10. Manajemen operasional puskesmas
Pada bagian ini, umumnya sub kegiatan dilaksanakan dengan baik
antara lain :
a. membuat data pencapaian/ cakupan kegiatan pokok tahun 2009
b. menyusun rencana usulan kegiatan (RUK) untuk setiap pokok
kegiatan dengan analisa dan perumusan masalah berdasarkan
prioritas
c. menyusun rencana usulan prelaksanaan kegiatan (RPK) secara
terperinci dan lengkap
d. melaksanakan mini lokakarya bulanan di puskesmas
15

Sementara itu, sub kegiatan yang tidak terlaksana dengan baik adalah
melaksanakan mini lokakarya lintas sektoral triwulan, kegiatan ini
hanya dilaksanakan sebanyak 2 kali. Sub kegiatan membuat dan
mengirimkan laporan bulanan ke kabupaten/ kota masih tidak
terlaksana tepat waktu karena sulitnya mendapatkan rekap laporan
dari pustu dan desa secara tepat waktu. Sub kegiatan lainnya,
membuat data 10 penyakit terbesar setiap bulannya tidak terlaksana.
Kendalanya adalah masih kurangnya sosialisasi kepada petugas
SP2TP untuk membuat data 10 penyakit terbesar, sehingga data
tersebur hanya tersedia pada saat pembuatan profil saja di akhir
tahun.
11. Manajemen alat/obat
Pada bagian manajemen alat/ obat, kegiatan yang dilaksanakan
dengan baik adalah membuat kartu inventaris dan menempatkan
pada masing-masing ruangan dan membuat updating daftar inventaris
/alat, mencatat penerimaan dan pengeluaran obat, bahan di setiap
ruangan/unit pelayanan, dan membuat kartu stok setiap obat/bahan di
gudang secara rutin
12. Manajemen uang
Puskesmas Carangki telah membuat catatan bulanan uang masuk
dan keluar di dalam buku kas serta melaksanakan pemeriksaan
keuangan oleh kepala puskesmas secara berkala.
13. Manajemen tenaga
Puskesmas Carangki telah membuat daftar/catatan kepegawaian bagi
petugas, membuat uraian tugas dan tanggung jawab setiap petugas ,
dan membuat laporan bulanan bagi setiap petugas.
Sementara kegiatan yang tidak dilaksanakan dengan baik adalah
membuat rencana kerja bulanan bagi setiap petugas sesuai dengan
tugas, hak, wewenang dan tanggung jawab. Masih ada beberapa
petugas yang belum memahami manfaat membuat rencana kerja
16

bulanan. Sedangkan membuat penilaian obyektif (DP3) bagi setiap
petugas belum terlaksana dengan tepat waktu.