Anda di halaman 1dari 27

TEKNI K

PERMESI NAN
PFGT
l/TDC.
M A L A N C
&r
'-t+
F t
.*-
t
MODUT
PRArS
zlrAt{JUTI
E
s
t
F,. -
Fi :
\
\
PUSAT PENGEMBANGAN DAN PENATARAN GURU TEKNOLOGI
VOCATIONAL EDUCATION DEVELOPMENT CENTER
( PPPGT / VEDC MALANG
)
Jl. Teluk Mandar, Arjosari. T'romol Pos 5 Malan g, 65102
Tel p. (0341) 491239,495849, Fax. (0341) 491342, Tel ex : 31226
pppcT
l A
[
,'.','
i.''
$ i .
\ s;
.:,*SS]*
.F-
DAFTAR ISI
- a
Bentuk-Bentuk Kl em Mesi n L
: i i
' Ul engefrai s
Roda Gi gi Lurus ............. l l
Dendahuhl an
. . . . . . . . . . . . I
Pengefraisan Roda Gigi .........
Denggunaan
kepala Pembagi I
i . . '
t
--..
r
}
Roda Gi gi Mi ri n9. . . . . . . . . . . . . .
. . . , . . . . ri . . e. . . t,
u
Kepal a Pembagi
....:......... , : '
Cara Pengerjaan
Pengefraisan Batang Bergigi
Data Untuk Membubut
Frais Bentuk Ekor Burung
Pendahul uan . . . . . . . . . . . .
D : ltlodulil.ruis Lanjilt,,2003
' l
':.-*S
"*'
FRAIS BENTUK EKOR BURUNG
..-a ::ffflloL,'l,l'., adatah bentuuprorit yang dihasitkan dari bentuk pisau rraisnya.
Bentuk ini digunakan untuk 2 bagian yang bergerak meluncur dan hal ini butuh kepresisian ;
-' r
dalam meluncur. Atau digunakan sebagai pasangan yang bisa dirakit, tidak lepas, dan
kuat. Dalam pengerjaan pada benda kerja, untuk pembagian sudut digunakan meja putar.
Jadi dipasang di meja putar dan diatur sudut yang sesuai pada gambar.
r .
Kompentensi
a. Cara mengefrais bentuk ekor burung.
b. Cara setting pada meja putar
c. Cara pengefraisan dengan memakai meja putar
[perhitungan
gerak].
Benda kerja
Bahan : ST 37 0125 tebal 22 mm.
Gambar
;
Judul frais bentuk ekor burung.
Waktu
;
8
jam.
Alat-alat
1. Mesin frais dan kelengkapannya
2. Meja putar
3. Jangka sorong
4. Klem bertingkat
'
5. Pisau ekor burun g 60 x @ 20
6. Endmill @ 12mm
7. Bor center
8. Bor @ 4,2
;
$. Tap M5 X 0,8
.
,0. Universal tuster
D : ModullF.rais Lanjuu2(M3
:5* =
Keselamatan kerJa
:
'
<F
Pakailah kacamata pengaman.
G'
Hati-hati waktu setting kedalam pemahaman benda kerja.
<7
Kalau pakai pisau ekor burung harus diawali dengan pisau endmill dulu sebesar
' :
alurnya.
!
-t
Langkah keria
Proses bubut:
1. Menjepit benda kerja dichuck pada mesin bubut.
2. facing sampai permukaan rata.
3. membalik benda kerja.
4. Menjepit kembali. dalam penjepitan, belakang di set pakai parallels agar rata.
5. Facing sampai rata. Tebal 20 mm.
6. Di bor sampai A 22
7. Bubut dalam hingga 6 40 dalam 10,5.
8. Melepas benda kerja dan memasang dengan madril.
9. Menjepit nnadril di mesin bubut. Sebaiknya ditahan dengan senter.
10. Membubut sampai di @ 120 mm.
lroses
frais :
11. Memasang mej a putar.
12. Mencarititik nol dengan universaltuster.
13. Memasang benda kerja, mencari titik nol.
14. Memasang t ool 612.
15. Menggeser posisi X dan siap pengefraisan.
/
16. Pengefraisan dari luar ke titik pusat.
)
17. Putar mej a putar 120*.
18. Lakukan sampai 3 al ur.
19. Lepas endmill A 4,2 dan pasang bor senter.
24. Bor senter posisi lubang seperti gambar
[geser
arah Y 10 mmJ.
21. Putar 120* dan lakukan 3x.
22. Bor 0 4,2, sama dengan bor center.
23. Tap3XM5.
24. Lepas bor64,2dan pasang pi sau
ekorburungO20,60*
25. Lakukan seperti pengefraisan dengan endmill 0 12.
26. Kontrol semua ukuran apakah sesuai dengan gambar.
D : lt4oduUFrais Lanjut/2il)j 2
'rr3
Petunjuk-Petunjuk ,
1. Bentuk endmill atau pisau
ekor burung. Pisau ini bersudut
;
45', 60* dan 70*.
2. Meia putar. Penggerak roda gigi
cacing otomatis mungkin pengeftaisan
busur,
l engkungan.
3. Ganial beftingkat. Ganjal ini dapat disetel dengan cepat pada berbagai ketinggian.
D : Modul/Frais Lanjut/2N)3
BENTUK-BENTUK KLEi,I I' ESIN
Klem Mesin garpu dengan Hklung
Klem Mesin ditekuk Sederhana
Klem ttlsin ditekuk
Klem lvlesin garpu dengan tonjolan cekam bulat
ruem Mesn uarpu serpong
Baut Pengencang
D : .llodul/F-rais l.anjut/2003
a:
in
MENGEFRAIS RODA GIGI LURUS
Tujuan Khusus Pembelafaran :
Pengguna modul dapat:
.
Menjelaskan pengertian
roda gigi lurus dengan kata-katanya sendiri.
.
Menyebutkan bagian-bagian roda gigi lurus dengan benar.
.
Menghitung ukuran-ukuran roda gigi lurus menggunakan rumus yang telah ada.
.
Memilih nomor pisau ftais berdasarkan perhitungan yang telah dilaksanakan.
.
Menjelaskan cara pengesetan pisau frais.
PENDAHULUAN
Untuk mentransmisikan daya btfsar dan putaran
tanpa selip, maka digunakan roda gigi.
Untuk memindahkan daya poros-poros yang sejajar bisa digunakan roda gigi lurus
(dengan bentuk gigi). BentuUlajur gigi ini sejajar dengan sumbunya.
Nama bSgian
"-' ' "' Eagian-bagian
roda gigi diberi nama dan symbol. Secara lebih
jelas
hal itu dapat dilihat.' -."'
dari gambar
beri kut .
rregrtr
filrr
rtrl $31
.ff
rI lltl
D : Modul/Frais l.aniut/2M)3
Ukunn roda gigi
Keterangan berikut menyangkut roda-roda gigi evolvente dan dengan sudut tekan a
=
2O.
Roda gigijenis ini tidak peka terhadap
jarak
hati.
Bila pada
sebuah roda gigi lurus z
= jumlah gigi, d
=
diameter lingkaran tusuk, t
=
tusuk,
maka kefifing lingkaran tusuk
=
d.n
=
z.t
Bi l ad. n
=21. mak a
o=
! =r ! -
N E
t
Faktor
-
disebut modulus m dari gigi-giginya, sering modul
JL
Bi l a m= 1 , ma k a d = z . m
lf
Dengan memilih bilangan bulat untuk m, bagi diameter-diameter lingkaran tusuk, diperoleh
ukuran-ukuran bulat.
Penyebutan modul harus diikuti dengan satuannya, misal suatu roda gigi mempunyai 3
satuannya mm,
j adi
m
=
3 mm.
Beikut ditunjukkan modul-modul yang sering dipakai (menurut DIN 780).
*::'
6
D : lt lodu l/ h-rai s l.a nj u t/2O0 3
1
2
3
4
5
6
7
8
I
1 0
1 1
12
1 3
14
1 5
1 6
1 7
1 8
19
20
0, 3
0,4
0, 5
0, 6
0, 7
0, 8
0, 9
I
I
1, 25
1, 5
1, 75
2
2, 25
2, 5
2,75
3
3, 25
3, 5
3,75
4
21
22
23
24
25
26
27
28
29
30
31
32
33
34
35
36
37
38
39
40
4, 5
5
5,5
6
6, 5
7
I
I
10
1 1
12
1 3
14
1 5
1 5
1 7
18
20
22
41
42
43
44
45
46
47
48
49
50
51
52
53
u
24
27
30
33
36
39
42
45
50
55
60
55
70
75
D : tuldul/Frais l-aniu0il)3
No. Nama Simbol Rumus
1 Modulus/modul
m
t d, dk,
f f l = - = - =
lt Zt Z, +2
dk,
-d,
2a
2 Zr +2 ,
2 Tusuk
t
.
d , . n d k , . n
t
=
m. E
=- - - J- = -
Zt Zr +2
3 Jumlah gigi
z . 7
_
d r - f r d k r - 2 m
t - *
-2a . , . ,
n2
=
- - -
L 2
=
L 2 . -
m n r
1 Diameter lingkaran tusuk d
d,
=
Zr . m
=
dh
- 2m
=t *' l L: =2o_dz
Zr + 2
5 Diarneter lingharan tusuk
(penggerak)
d1 ,
2 . a
d r = -
'
l + i
.
nt Z', d,
n2 Zt dl
i- perbandingan
perpindahan
Tanda 1 menyangkut
roda gigi pengerak.
Tanda 2 menyangkut
roda gi gi yang
digerakkan
6 Diameter lingkaran tusuk (di
gerakkan)
dz ,
2 ' a ' i
d ,
= - -
-
I +- i
7 Tinggi kepala gigi
hk
h k
= l . m
8 Diameter lingkaran kepala dk
dk,
=
cl , +2' m+ m( 2, +2)
9 Ti nggi kaki gi gi hf
hf
=l,l66m
(menurut DIN 780)
1 0 Ti nggi gi gi
h
h
=
hk + hf + Z. ! . *
=
2, 166. m
" 6
(menurut
DIN 780)
1 1 Diameter lingkaran kaki df
df,
=
d,
-Z
=
*(2,
-
Z)
(menurut
DIN 780)
Sedangkan mengenai ukuran-ukuran bagian roda gigi hilung menunrt tabel di bawah ini:
D : Modul/Frais Laniut/2(M3
,:;::i61'
s
12 Jarak roda-roda gigi yang
berpasangan
a
"=lryl=-lu?]
=*.t,1+]=^
t,l$l
1 3 Lebar gigi
i-,
!
. i
I
b
Roda gigi
t uangan
dan peno-
pang
tidak
baik
B
=
6-8.m
Roda gigi
yang
dikerjakan &
ditopang
normal
B
=
10- 15
Roda gigi
yang
dikerjakan
sangat
baik
B = 1 5 -
30. m
1 4 Tebal pelek
k
k
>
1, 6. m
Contoh I :
Pasangan roda gigi,
zt
=
32 buah, 22= $4' buah, modul 1.5 mm. Hitunglah ukuran_ukuran
pada gambar
kerja untuk pembuatan
kedua roda gigi lurus dengan gigi lurus itu
menggunakan
mesin frais universal.
Jawab:
Roda oiqi |
(kecil)
.
21
=
32, m
=1, S
mm
.
d r
= Z t x m= 3 2 x 1 , 5 = 4 8 mm
.
d k r
= m( z t + 2 ) = 1 , 5 ( 3 2 + 2 ) = 5 1
mm
r
h
=2 , 1 6 6 . m =2 , 1 6 6 x
1 , 5 =3 , 2 4 9 mm
Roda oi oi l l
(besar)
,
.
Z 2 = 6 4 , m= 1 , 5 mm
-
.
d z =2 2 . m=6 4 . 1 , S=9 6 mm
; .
dkz= t n(zz+ 2)
=
1, 5(64 +
2)
=
99 mm
.
h
=
2, 166. m
=2, 166. 1, 5 =
3, 249 mm
.
a
=
m
(
t r: t r\ =
, , u
(v
+ eq)=
72 mm
\ 2 ) \ 2 ) -
D : Modul/Frais Lanjut/2N)3
I
!{
PENGEFRAISAN
RODA GIGI
Kedua roda gigi itu kita frais pada
mesin frais unifersal dengan bantuan kepala pembagi,
menurut pembagian
tidak langsung.
Lihat gambar
berikut :
Pada pengefraisan
ini kita pakai pisau
frais modul. Tengah-tengah pisau
frais harus tepat
berada diatas garis
hati benda kerja. Lihat gambar
beikut:
D : ltlodul/l"rais
t.onjut/2003
1 0
Nomor pisau frais harus dipilih yang sesuai. Biasanya pada pisau itu telah tertulis nomor untuk
jumlah-jumlah
yang bisa dibuat. Berikut table nomor pisau frais untuk modul sampai 10 mm.
Nomor pisau frais Untuk roda gigi bergigi antara
1
2
3
4
5
6
7
8
12
-
13 gi gi
14
-
16 gi gi
17
-20
gigi
21
-25
gigi
26
-
34 gigi
35
-
54 gigi
55
-
134 gigi
135
-
batanq
qiqi
Jadi untuk pengefnisan
rcda gigiyang mempunyaigigisi Xita menggunakan pisau frais no. 5.
PENGGUNAAN KEPALA PEMBAGI
Seperti telah dijelaskan di atas untuk pengefraisan digunakan kepala pembagi yang
bagian dalamnya seperti gambar berikut :
Karena memakai sistem pembagian
tidak langsung, maka rumusnya adalah :
i.,
f l " t = ,
I r
f,
iv
-
perbandingan ppindahan kepala pembagi
na
= jumlah putaran engkol tiap bagian
Tr
= jumlah
bagian yang harus membagi keliling engkol
D ; .llodul/Frais Lanjut/2(Mj 1 1
' :-' ?F F+'
Untuk roda gigi kecil, zt
=
32
!-
Jadi, handel kepala pembagi (untuk tiap gigi) harus diputar 1 kali, ditambah empat celah
pada pi ri ngan yang berl ubang 16.
::ff::nu pemutaran handte kepata pembasi, pena jangan
sampai kelewatan,
.iir"
terjadi demikian harus diulangi (engkol diputar mundur agak
jauh).
Dan sebaliknya ujung
pena masuk pada lubang bagian tirus (pada piring pembagi) selanjutnya diberi tekanan,
sehingga pena akan tepat masuk pada lubang dan gigi yang dihasilkannya bisa presisi.
n" r
=l !
n" *
=' *
40
n* =
32
. 8
n"t
=
132
t,
f l " r =7
r k
1 2 D : Modul/Frais l.anjut/2003
RODA GIGI MIRING
Jenis roda gigi miring
dengan
p (Beta).
adalah bentuk gigi lurus tetapi bersudut. Sudut itu di identifikasi
Fungsi dari sudut kemiringan ini adalah unfuk kekuatan dari roda gigi itu sendiri karena
dalam satu garis
ada lebih dari satu gigi yang bersentuhan.
Perhitunqan untuk roda
qiqi
mirinq sama denoan roda oioi lurus
a. Di ameter l uar (A kepal a
)
=
dk
d k = m ( z + 2 )
m
=
modul
2
= j uml ah gi gi
b. Ti nggi gi gi ( h
)
h = 2 , 6 6 . m
h = 2 . m + c
c
=
cteareance ( 0,1 + 0,3
)
mm.
c. Diameter tusuk ( d
)
d = m . z
D : tuldul/Fmis Lanjut/2ffi3 1 3
KEPALA PEMBAGI
Rasio kepala pembagi adalah 40 : 1, maksudnya adalah kalau
diputar 40 kali, maka kepala spindel pada benda kerja perputar 1
berpengaruh pada perhitungan kepala pembagi.
engkol piring pembagi
kali. Hal ini yang akan
N:
Putaran engkol piring pembagi adalah
4 0
40
=
rasio kepala pembagi
z
= jumlah gigi
Jumlah lubang yang ada pada piring pembagiadalah
Pi r i ngan |
=
17, 19, 21, 24, 29, 33, 39, 43, 49
l l
=
15, 18, 20, 23, 27, 31, 37, 41, 47
Contoh :
Mi sal kan roda gi gi z
=
30. m
=
2
40 l 0 I
- - l - _ + l _
3 0
- 3 0 " 3
l 9
Angka 1; sam?-Sama di kal i kan 9 maka 1
_
.
- 3 2 7
Berarti poros
engkol diputar 1 putaran
ditambah 9 lubang, pada jumlah piring pembagi 27
l ubang.
Bubut
d k = m ( z + 2 \
= 2 ( 3 O + 2
=
64
jadi
benda kerja dibub utA fuar 64 mm.
Frais
h
=
2, 66. m
=
2 , 6 6 . 2
=
4.33mm j adi pi sau roda gi gi masuk sedal am 4,33 mm.
D : Modul/Frais Lanjut/2W3
mh
::+
1 4
CARA PENGERJAAN
'
Cara mengerjakan roda gigi miring pada
dasamya sama seperti pembuatan
roda gigi
payung, yaitu
chuck kepala pembagi
dimiringkan sebesar
p".
t
. ' r f r j
j :
:*:
tr
l-angkah Keria:
1. Miringkan kepala chuck sebesar
p' keatas
dan kencangkan.
2. Pasang benda kerja pada kepala chuck.
3. Pasang pisau
roda gigi dengan modul yang diinginkan, pada
arbor, pasang
sekalian
pada
mesi n.
4. Setting tinggi rendah tool dengan benda kerja. Posisi tool roda gigi ada disamping
benda (ki ri ).
os
Dalam sefting ini tinggi rendah tool hatus tepat pada
tengah benda, kalau tidak, maka
akan terjadi pemakanan/posisi gigi yang
tidak tepat pada
center atau titik pusat
sumbunya.
5. Atur putaran
roda gigi <r 200 RPM.
6. Mendekatkan tool ke benda kerja.
7. Memutar pi sau / hi dupkan spi ndl e.
8. Sentuhkan ke benda kerja. Setting sebagaititik nol.
D : Modul/Frais Lanjut/2N)3
1 5
14.
15.
16.
9. Geser pada
sisi bebas (searah sumb'u Y).
10. Makankan benda kerja (majukan X). Untuk pertama mencoba digesekkan (asal gores)
saja.
11. Bebaskan tooldari benda kerja (sumbu y
).
12. Lepas pengunci
kepala pembagi,
dan putar engkol kepala pembagi
sesuai dengan
perhitungan pembagian gigi.
13. Lakukan sampai semua benda kerja tersayat. Kemudian kontrol apakah semLra
ukuran giginya sama.
Sayat hingga kedalaman gigi sesuaidengan perhitungan.
Sebelum dilepas, kontrol iagi tinggi giginya dan
jumlah.
Lepas bendanya dan finising dengan kikir.
Pasanganrrya
Untuk gigi yang
berpasangan, maka ada syaratnya :
I Arah gigi harus berbeda, maksudnya arah miring kiri dan miring kanan.
I Kalau pasangannya
lurus, maka
p' harus
sama.
r Modul harus sama.
Gara pembuatan:
1. Setting posisi
tooldisamping benda (samping kanan)
Benda
D : Modul/Frais Laniut/2N)3
' t6
l.
2. Kalau hal ini tidak memungkinkan, lnaka posisi
dari kepala pembagi
harus dipindah
posi si .
3. Untuk posisi
initooltetap (sebelah kiri benda). Hanya membalik posisi kepala pembagi
saja. Kemudian lakukan pemakanan
seperti pada roda gigi miring satunya.
I{hing kiri
Hhing kanan
Kita lihat Segitiga ABC,
D : Modul/Frais Lanjut/2(M3
112 tebal roda gigi
1 7
:-:#.
#"
AB= 112 tebal gigi +
tebal ring
*
tebal muf + panjang baut (di luat mur).
MisalAB
=
ll2tebat gigi +
tebal ring
+
tebat mur
+ panjang baut (di luar mur).
= 1 2 1 2 + l + l l + g
=24mm
<
B
(< ABc)
=
2oo
AC/AB
=
sin 20
=
24 x0.342
=
8. 208 mm
D : Modul/ F ra i s Lanj u t/200 3 1 8
.:::dF.:
r*
PENGEFRAISAN
PENGEFRAISAN RODA GIGI
PENGEFRAISAN BATANG BERGIGI (RACK GEAR}
Tujuan Instruksional khusus :
Setelah melaksanakan praktek petataaar harus dapat:
-
Menghitung batang bergigi.
-
Mengefrais batang bergigi.
Benda Keria:
Bahan
Gambar
Waktu
Alat-alat
ST37 1" x 1" x 67mm.
l i hat hal aman 4.
8
j am
-
Mesin frais horizontal
-
Pisau frais roda gigi
-
Ragum
-
Dial Indikator
-
Palu plastik
-
Jangka Sorong
-
Kikir sedang
-
Kacamata bening
Keselamatan keria
., 1. Pakailah kacamata bening untuk melindungi mata dari serpihan tatal pada waktu
mengefrais
i '
2. Pilihlah putaran
rnesin sesuai dengan diameter pisau.
3. Pakailah air pendingin / coolant pada waktu mengefrais.
D : Modul/Frais Lanjut/2(il3 1 9
Langkah keria :
.
Jepit benda kerja pada ragum sehingga permukaan benda rata.
'
Sentuhkan benda kerja pada pisau frais (gambar 1), skala nonius dinolkan.
.
Turunkan meja sampaipisau frais sedikit diatas benda kerja.
.
Geser meja sebesar lebar pisau frais (gambar 2).
'
Letakkan sesobek kertas yang dibasahi dengan oli di
permukaan
benda kerja tepat
dibawah pisau frais.
.
Naikkan meia sampai benda kerja menyentuh pisau frais (spindef
dafam
berputar, skala nonius dinolkan (gambar 3).
.
Geserkan meja hingga benda kerja terbebas dari pisau frais. .
.
Naikkan meja mesin sebesar tinggi gigi.
'
Geser meja sebesar setengah lebar pisau hingga hanya setengah pisau yang akan
menyayat benda kerja (gambar 4).
.
Lakukan pengefraisan
hingga sedikit melewati lebar benda kerja.
'
Kembalikan posisi pisau frais seperti sebelum mulai pengefraisan,
kemudian geserkan
ke posisi gigi berikutnya sampai selesai.
'
Periksa hasil pengefraisan,
bila hasilnya sudah sesuai dengan yang diminta lepas
benda kerja dan bersihkan sisi-sisiyang tajam dengan kikir.
Gambar 1 Gambar2 Gambar3 Gambar 4
t<onOisi
Pi s au{ Cut t er l
/
Eenda Ker j a
D : Modul/Frais Lanjut/2(M3
20
p
S
c[
n
z
d
vf
Gara kerja / petunjuk
'
1
Dengan menggunakan pasangan batang bergigi (rack gear) dehgan roda gigi, kita dapat
merubah gerak putar menjadi gerakan lurus.
Keterangan:
m : modul
: pitch
: langkah dari batang bergigi
: sudut putaran roda gigi
:jumlah putaran roda gigi
:jumlah gigi dari roda gigi
: diameter pitch roda gigi
: kecepatan gerang batang bergigi
Pitch untuk roda gigi dan batang bergigi adalah sama p
=
n. m untuk harga a
=
360o b
atau roda gigi berputar penuh maka panjang langkah s
=
z . p
=
n . d
Bi f a a
<
360' , maka l angkah s= z. p. m .
=+
360u
Kecepatan gerak batang bergigi dapat dihitung dengan rumus :
v f = n . d . n
= [ ? t . m . z . n
= p . 2 . f l
D : Modul/Frais Lanjur/2M3 21
.:.;$iS-'.
:,ff
a a
cr)
N
3
Cj
{
\
\

- E
0
! o
U C
E
a
E
< :
!
c o
t q
U E
e
q
G
-
=
-
-
=
tll
-l
-l
lll
rl
:<
F
F
CE
lrl
>
-
l-
F
-
CJ
vi,
- E
' E
-
-
n
ai
2
EI
-
-
CJ
v)
=
-
r
e
ct
-
E
G
ct
-
e,
-
-
o
v)
-
g
g
=
-
-
c
a
-
-
-
M-
-
-
E
-
c
+
z
1;>:
i J
J -
b:
{al |lt0'r ftil
Jr0r$Es
I E F z
-
+ a
* f f i o
= -
:alE*l-fmEo
ex r - J
t c - l
/ 5 0
\_7 ;
!
@
o
o
A
g
E
-
E
E
=
EI
-l
-l
lrl
EI
F
t-
CE
lrl
-
t-
E
=
CJ
ct)
' U
> T
]
F '
z
t -
9 =
; -
-
e
<
.l
:J
c
e
I
o
3
e
F
G
E

-
s
(\l
n
H
t ;
l ' *
I
l , '
| : :
t ; ;
I
E l
. . . '
d t : r
a t : a
E l
"
- | , ' . . "
d l ! . " :
F t . ,
:
l i
q
. . t
,
o l o
U
,-l-
3
;
2t
o.
To
f :
6
o
;
-+,
o l
t( I 3
@
o i -
3l 8
o:'o
t s t o
o l o
66'
o l
.{-.
pl 8
E I E
--j-
9 t 3
{ -
J
o | o
+
o t o
It,
o i o
E
F
8
;
o
f;
;
ais
l i t
- , i
o t
c
8 t 8
r J
lgTB
: l
l 8 I
I
'o1
o
o
s
I
3
;
--
i6
I,
3 l -
J-
+-
8 t 8
@ l
t
:
5 , d
- i
p l .
' 1
l
-:i
8 r B
o
l 6
fii
I
;
;
s
.l ' . l
j
c
-
a o
::
a
=
. < z ,
l i
' s f ,
J ' c i
e,
g
6
u
E
-
U
!!
a
@
3.l8
I
- r
=
l4l
-l
-t
lJ.l
CEI
F
t-
CE
3J-J
=
F
t-
=,
CJ
cta
. =
2 { -
f r 3
6
;>
- - i ; :
; : > - e
G
U
a
e
CJ
6
e
g
a
G
F
<
a
e
e
e
-
O
a
E
-
=
trJ
-l
lrl
EI
F
t-
EE
t!
t
=
CJ
(J)
cr
{
S
\
o
io
c{
=

E
-
j
,.:
l:
: I
- 1
= i
I
-
q
E
o
@
E
I
a t
F
5
ts
E
e
-
-
:!
< -
i s=
-=
==
=,
tr,J
-l
-f
lrl
ct
t-
e,
rrl
=
t-
l-
=,
CJ
cta
L
=
c
e
;
G
-
o
&
-
e
6
z,
lrt
-l
lrl
CEI
l-
t-
CE
lrl
-
t-
t-
=
c.)
U:'
a
.F
{
.t
S

;
.tii
si
t
DATA UNTUK MEMBUBUT
st 37
st 50- st 60
st 70
9 S Mn P b 2 8 k
ck 15
14 Ni Cr 14 ( ECN 35)
ck 45
34 Cr Ni Mo 6 (VCN 45)
X 12 Cr Mo So 17 (Antinit)
c 1 1 0 w 1
100 Mn Cr W4
X2 5 Cr WMo V1 2 1
GG2O
GG3O
GS 45
GTS 35
GTW 45
CuZn 40 Pb 3
G - C u S n 1 2
Cu ETP
Al
gg,gg
A l Mg S i l
GAI Si 12
Mg Mn 2
Kunstoff
Hartpapier
Mildsteel
Baja keras
Baja perkabas
Baja automatis
Carbon Steel
VEL, KNC
Baja dikeraskan
VCN
Stainlees
Amutit S
Hochleg. Werkzeugstahl
Besituang
Besi tuang
Baja tuang
Kuningan
Perunggu
Tembaga
Alluminium Dural
Anticorodal
Alluminium tuang
Magnesia tuang
Plastik
Kertas keras/harboard
370450
500-600
700-850
470-720
500-700
900-1200
600-900
800-1300
700-850
550-650
650-750
700-850
200
300
450
350
450
370-600
;,;,
100420
170-250
200
3042
25-35
18-25
35-45
25-35
15-22
22-30
18-25
2G.30
15-20
12-16
10-14
18-25
15-20
15-22
18,25
18-25
50-70
2040
30-60
250-350
150-200
40-100
300450
100-400
30-80
D: Modultf rais Laniur/2N)3
26