Anda di halaman 1dari 10

ISSN 1858-2419

Vol. 2 No. 1









Agustus 2006
J
JJU
UUR
RRN
NNA
AAL
LL T
TTE
EEK
KKN
NNO
OOL
LLO
OOG
GGI
II P
PPE
EER
RRT
TTA
AAN
NNI
IIA
AAN
NN
UNIVERSITAS MULAWARMAN


Penelitian
Pengaruh Konsentrasi Bahan Pengekstrak (Asam Sitrat) dan Waktu Ekstraksi terhadap
Kemurnian Gum Tamarin (Effect of Extracting Agent (Citric Acids) Concentration and
Extraction Time on the Purity of Tamarind Gum) Sukmiyati Agustin
Kandungan Mineral Protein Krim Kelapa (Blondo) yang Diperoleh dari
Pengendapan Menggunakan Kalsium Sulfat (Mineral Content in Protein
Precipitated from Coconut Cream Using Calcium Sulfate) Yuliani
Mikroenkapsulasi -Karoten Buah Labu Kuning dengan Enkapsulan Whey dan
Karbohidrat (Microencapsulation of -Carotene Extract from Winter Squash Fruit
Using Whey and Carbohydrate as Encapsulant) Murdijati-Gardjito, Agnes-
Murdiati, dan Nur Aini
Pengaruh Substitusi Tapioka untuk Tepung Beras Ketan terhadap Perbaikan Kualitas
Wingko (Effect of Tapioca Substitution for Waxy Rice Flour on Quality of Wingko)
Hadi Suprapto
Proses Degumming CPO (Crude Palm Oil) Menggunakan Membran Ultrafiltrasi
(Degumming Process of CPO (Crude Palm Oil) by Ultrafiltration Membrane)
Deny Sumarna
Aplikasi Bioteknologi Endomikoriza terhadap Efisiensi Penggunaan Air dan
Penyerapan Fosfor oleh Tanaman Kedelai pada Tanah Ultisol (Biotechnology
Application of Endomycorrhizae on Water Use Efficiency and Phosphor Absorption by
Soybean Planted in Ultisols) Arham

JTP
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN
PENERBIT
Program Studi Teknologi HasilPertanian
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultas Pertanian
Universitas Mulawarman
Jl.Tanah Grogot Kampus Gunung Kelua
Samarinda
PELINDUNG
Juremi Gani
PENANGGUNG JAWAB
Alexander Mirza
KETUA EDITOR
Krishna Purnawan Candra (THP-UNMUL Samarinda)
EDITOR
Dahrulsyah (TPG-IPB Bogor)
Meika Syahbana Roesli (TIN-IPB Bogor)
Muhammad Nurroufiq (BPTP-Samarinda)
Neni Suswatini (THP-UNMUL Samarinda)
Sulistyo Prabowo (THP-UNMUL Samarinda)
Hudaida Syahrumsyah (THP-UNMUL Samarinda
EDITOR PELAKSANA
Hadi Suprapto
Sukmiyati Agustin, Anton Rahmadi
ALAMAT REDAKSI
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian
Fakultas Pertanian
Universitas Mulawarman
Jalan Tanah Grogot Kampus Gunung Kelua
Samarinda 75123
Telp 0541-749159
e-mail: JTP_unmul@yahoo.com
J
JJU
UUR
RRN
NNA
AAL
LL T
TTE
EEK
KKN
NNO
OOL
LLO
OOG
GGI
II P
PPE
EER
RRT
TTA
AAN
NNI
IIA
AAN
NN
UNIVERSITAS MULAWARMAN
Volume 2 Nomor 1
Agustus 2006
Halaman
Penelitian
Pengaruh Konsentrasi Bahan Pengekstrak (Asam Sitrat) dan Waktu Ekstraksi
terhadap Kemurnian Gum Tamarin (Effect of Extracting Agent (Citric Acids)
Concentration and Extraction Time on the Purity of Tamarind Gum)
Sukmiyati Agustin ............................................................................................ 1
Kandungan Mineral Protein Krim Kelapa (Blondo) yang Diperoleh dari
Pengendapan Menggunakan Kalsium Sulfat (Mineral Content in Protein
Precipitated from Coconut Cream Using Calcium Sulfate) Yuliani ................. 7
Mikroenkapsulasi -Karoten Buah Labu Kuning dengan Enkapsulan Whey
dan Karbohidrat (Microencapsulation of -Carotene Extract from Winter
Squash Fruit Using Whey and Carbohydrate as Encapsulant) Murdijati-
Gardjito, Agnes-Murdiati, dan Nur Aini ....................................................... 13
Pengaruh Substitusi Tapioka untuk Tepung Beras Ketan terhadap Perbaikan
Kualitas Wingko (Effect of Tapioca Substitution for Waxy Rice Flour on
Quality of Wingko) Hadi Suprapto ................................................................... 19
Proses Degumming CPO (Crude Palm Oil) Menggunakan Membran
Ultrafiltrasi (Degumming Process of CPO (Crude Palm Oil) by Ultrafiltration
Membrane) Deny Sumarna .............................................................................. 24
Aplikasi Bioteknologi Endomikoriza terhadap Efisiensi Penggunaan Air dan
Penyerapan Fosfor oleh Tanaman Kedelai Pada Tanah Ultisol (Biotechnology
Application of Endomycorrhizae on Water Use Efficiency and Phosphor
Absorption by Soybean Planted in Ultisols) Arham ......................................... 31

Yuliani Mineral Content in Protein Precipitated from Coconut Cream Using Calcium Sulfate
7
KANDUNGAN MINERAL PROTEIN KRIM KELAPA (BLONDO)
YANG DIPEROLEH DARI PENGENDAPAN MENGGUNAKAN
KALSIUM SULFAT
Mineral Content in Protein Precipitated from Coconut Cream
using Calcium Sulfate
Yuliani
Chemistry and Biochemistry Laboratory of Agricultural Product Technology Study Program, Faculty of
Agriculture, Mulawarman University, Jl.Tanah Grogot, Kampus Gunung Kelua, Samarinda 75123
Received 4 February 2006 Accepted 28 June 2006
ABSTRACT
Mineral content of protein of coconut cream was studied by analyzing the protein
following precipitation using calcium sulfate dihydrate as emulsion destructor. Calcium,
sodium, potassium, total iron, magnesium, manganese, and lead were analyzed by atomic
absorption spectrophotometric method. Aluminum and phosphor were analyzed by
spectrophotometric method as complex of aluminum alizarin sulphonate and yellowish
molibdo vanado phosphoric acid, respectively, while sulphur was analyzed by turbidimetric
method following its changing to sulfate by bomb calorimeter. Result showed that volume
variations of saturated calcium dihydrate solution mixed into coconut cream gave the same
mass of precipitated protein. Content of sodium, potassium, total iron, magnesium,
manganese, sulphur, lead, aluminum, and phosphor in protein of coconut cream are 0.005,
0.028, 0.005, 0.014, 0.005, 0,253, 0.006, 0.018, and 0.051 %, respectively.
Key words: coconut cream, mineral content, calcium sulfate
PENDAHULUAN
Daging buah kelapa (Cocos nucifera)
mengandung air, minyak, protein, karbo-
hidrat, dan abu berturut-turut 52; 34; 3; 1,5;
dan 1 % (Soedijanto dan Sianipar, 1985).
Hasil utama yang diperoleh dari kelapa
ini adalah minyak yang dihasilkan dengan
beberapa cara seperti perebusan/pemanasan
(rendering), pengepresan (pressing), pelarut
non polar yang mudah menguap (solvent
extraction), dan fermentasi (Che Man et al.,
1992).
Pada ekstraksi minyak kelapa yang
dilakukan dengan metode wet rendering
dihasilkan hasil samping berupa endapan
protein yang disebut blondo. Protein pada
santan kelapa merupakan agen penstabil
emulsi minyak-air. Blondo diduga mengan-
dung mineral penting untuk fortifikasi gizi
yang dapat digunakan pada produk-produk
pangan.
Protein dapat rusak (terkoagulasi)
karena beberapa sebab seperti panas, pH,
logam berat, alkohol, atau senyawa ionik
(Johannes, 1974). Kalsium merupakan salah
satu senyawa ionik yang mempunyai potensi
merusak konformasi protein karena muatan-
nya yang divalen. Hal ini menarik untuk
diteliti dalam proses pemecahan emulsi
minyak-air melalui perusakan agen penstabil
emulsinya yaitu protein.
Penggunaan kalsium sulfat sebagai
agen pengendap protein dari santan kelapa
diharapkan dapat menjadi metode alternatif
ekstraksi minyak dari santan kelapa (wet
rendering) yang lebih hemat waktu sekaligus
dapat diperoleh blondo segar (belum terkena
pemanasan) sebagai hasil sampingnya agar
dapat dimanfaatakan sebagai sumber mineral
potensial dalam berbagai produk pangan.
Pada laporan ini ditunjukkan kandungan
mineral dari blondo yang diperoleh dengan
cara pengendapan menggunakan kalsium
sulfat.
METODE PENELITIAN
Bahan dan Alat
Bahan yang digunakan pada penelitian
ini adalah daging kelapa segar. Bahan kimia
Jurnal Teknologi Pertanian 2(1): 7-12, Agustus 2006 ISSN 1858-2419
8
yang digunakan adalah CaSO
4
.2H
2
O, etanol
teknis, CaCO
3
, KNO
3
, NaNO
3
, HNO
3
,
MnSO
4
.H
2
O, K
2
SO
4
, MgSO
4
.7H
2
O, BaCl
2
,

Pb(NO
3
)
2
, NaOH, Al
2
O
3
, CaCl
2
-HONH
2
HCl,
P
2
O
5
, NaCl, HCl, HNO
3
. Alat yang diguna-
kan adalah parutan kelapa, saringan, corong
pemisah, erlenmeyer, gelas piala, labu ukur,
pipet ukur, pipet volume, neraca digital,
pemanas listrik dan penangas air, turbidi-
meter OSK 6573, Spectrophotometer
HITACHI model 100-20, dan Atomic
Absorption & Flame Spectrophotometer tipe
AA-782, kalorimeter bom oksigen model
Parr 1341.
Prosedur penelitian
Pengendapan protein dari santan kelapa
dengan kalsium sulfat
Daging kelapa segar dari kelapa tua
yang telah dihilangkan kulit arinya diparut
dan dicampur aquades, kemudian diperas
hingga santan yang keluar tidak begitu kental
lagi. Santan yang diperoleh dimasukkan
kedalam corong pemisah dan didiamkan
sehingga terbentuk 3 lapisan (air, skim, dan
krim). Lapisan paling atas (krim) diambil dan
dimasukkan kedalam gelas piala 250 mL
sebanyak 100 mL. Percobaan pengendapan
protein dari krim kelapa dilakukan dengan
menambahkan larutan jenuh kalsium sulfat
sebanyak 25, 50, 75, dan 100 mL kedalam
100 mL krim. Masing-masing taraf perlakuan
dilakukan dengan 3 ulangan.
Masing-masing campuran diaduk
dengan pengaduk magnet selama 10 menit,
kemudian dibiarkan semalam dalam corong
pemisah pada suhu ruang. Dari tahap ini
kembali diperoleh 3 lapisan. Lapisan paling
atas adalah minyak, lapisan ditengah adalah
blondo, dan lapisan paling bawah adalah air.
Setelah air dibuang (kadar kalsium dalam air
dianalisis), blondo dan minyak dipisahkan
menggunakan sentrifus pada 1000 g selama
10 menit.
Analisis kandungan mineral dalam blondo
Sebelum dianalisis, blondo dibersih-
kan dari minyak dengan mencucinya meng-
gunakan etanol teknis, sedangkan kelebihan
sulfat dicuci dengan aquadest. Setelah itu
blondo dikeringkan dengan oven pada suhu
60
o
C sampai massanya konstan.
Analisis kandungan S dilakukan
dengan turbidimeter (Parr Instrument Com-
pany, 1960; Ogawa Seiki, 1960; Sandell,
1959; Jeffery et al., 1989), sedangkan Na,
Ca, K, Fe (total), Mn, Mg, Pb dilakukan
dengan menggunakan AAS (Maxwell, 1968).
Fosfor dan Al dianalisis dengan menggu-
nakan spektrofotometer sebagai P
2
O
5
dan
Al
2
O
3
(Jeffery et al., 1989).
Penentuan sulfur
Satu gram blondo dibakar dalam kalo-
rimeter bom oksigen model Parr 1341 yang
dialiri oksigen bertekanan 30 atm, dengan
sumber tegangan arus 23 volt. Sulfat yang
dihasilkan diencerkan menjadi 50 mL,
sehingga diperoleh sampel dengan konsen-
trasi 2x10
4
ppm. Dibuat satu seri larutan
standar sulfat (K
2
SO
4
)

dengan konsentrasi
0,1; 0,2; 1,0; 2,0; 3,0; 4,0x10
-4
M sebanyak
100 mL dan masing-masing telah ditambah-
kan 10 mL larutan NaCl-HCl, 20 mL larutan
gliserol-alkohol (1:2) dan 0,3 gram BaCl
2
.
Selanjutnya kekeruhannya dilihat dengan
turbidimeter dan dibuat kurva standar.
Sampel dianalisis dengan cara yang sama.
Kedalam labu ukur 100 mL, dimasukkan 2
mL sampel dan ditambahkan pula 10 mL
larutan NaCl-HCl, 20 mL larutan gliserol-
alkohol (1:2) dan 0,3 gram BaCl
2
, dan
diencerkan menjadi 100 mL. Kekeruhannya
diukur dan diperoleh konsentrasi SO
4
2-
dari
sampel. Selanjutnya % S dihitung mengguna-
kan rumus:

% 100 x
(ppm) sampel i konsentras
(ppm) SO i konsentras x
SO BM
S BA
S %
2
4 2
4


Penentuan kalsium, natrium, kalium, besi
(total), mangan, magnesium, dan timah hitam
Larutan sampel dibuat dengan cara
melarutkan 1 g blondo dalam HNO
3
pekat
sedikit demi sedikit sampai seluruh blondo
larut, kemudian diencerkan dengan aquabi-
des menjadi 500 mL (konsentrasi sampel
2x10
3
ppm), selanjutnya dilakukan analisis
masing-masing unsur dengan menggunakan
standar adisi. Sampel yang ditambahkan pada
setiap seri larutan adisi adalah 5 mL dengan
volume akhir 25 mL, kecuali Pb adalah 20
mL dengan volume akhir 25 mL. Larutan
Yuliani Mineral Content in Protein Precipitated from Coconut Cream Using Calcium Sulfate
9
bakur yang ditambahkan ke dalam seri
larutan standar adisi untuk masing-masing
unsur adalah 100 ppm untuk Ca, dan 1000
ppm untuk K, Na, Fe, Mn, Mg, danPb.
Kondisi AAS yang digunakan adalah:

Panjang gelombang optimum: Ca = 422,67 nm
Na = 589,00 nm
K = 766,20 nm
Fe = 348,33 nm
Mn = 279,50 nm
Mg = 285,10 nm
Pb = 217,00 nm
Arus lampu katoda masing-masing 10 mA
Gas bakar udara-asetilen
Kecepatan asetilen 0,5 L menit
-1
Kecepatan udara 6 L menit
-1
Tekanan asetilen 0,4 kg cm
-2

Tekanan udara 1,5 kg cm
-2


Persentase unsur dihitung dengan
menggunakan rumus:

% 100 x
(ppm) sampel i konsentras
(ppm) mineral i konsentras
Mineral %

Penentuan aluminium
Ke dalam dua buah krus yang telah
dicuci bersih dengan HCl (1:1) dan dibilas
dengan aquades, masing-masing dimasukkan
10 mL larutan 15 % (b/v) NaOH. Larutan
NaOH dalam krus tersebut kemudian diuap-
kan sampai kering dengan penangas pasir,
selanjutnya disimpan dalam desikator. Satu
krus diisi dengan 50 mg standar Al
2
O
3
dan
krus yang lain diisi dengan 50 mg sampel.
Campuran bahan dalam kedua krus tersebut
kemudian dilebur dalam tanur pada suhu 500
o
C selama 5 menit. Setelah dingin, ke dalam
masing-masing krus ditambahkan 30 mL
aquades dan dibiarkan selama semalam. Isi
krus masing-masing dituangkan ke dalam
gelas piala 500 mL yang sebelumnya telah
diisi dengan 300 mL aquades dan 10 mL HCl
12 N. Bila perlu, larutan ini dipanaskan
untuk mendapatkan larutan yang jernih.
Setelah dingin larutan Al
2
O
3
diencerkan
menjadi 1 L, kemudian di simpan dalam
botol plastik. Untuk larutan sampel, setelah
dingin disaring secara kuantitatif dengan
kertas saring Wathman No. 40. Filtratnya
ditampung dalam labu ukur 1 L. Sampel
yang tidak larut kemudian dicuci dengan 10
mL HCl (1:1) dan ditampung dalam gelas
piala, kemudian dipanaskan hingga semua
sampel larut dengan sempurna. Kedalam
gelas piala ditambahkan 50 mL aquades.
Larutan sampel ini selanjutnya dipindahkan
kedalam labu ukur 1 L yang telah berisi
filtrat sampel dan diencerkan sampai tanda
tera. Larutan ini kemudian disimpan dalam
botol plastik untuk penentuan kandungan
Al
2
O
3
yang dilakukan dengan cara berikut.
Ke dalam 5 buah labu ukur 100 mL,
masing-masing diisi dengan 15 mL larutan
sampel, kemudian berturut-turut ditambah-
kan 0,0; 0,2; 0,4; 0,6; dan 0,8 mL larutan
standar Al
2
O
3
(50 ppm Al
2
O
3
). Kedalam
setiap labu ukur di atas ditambahkan 25 mL
larutan CaCl
2
-HONH
2
HCl, dan dikocok sam-
pai larutan menjadi homogen, setelah itu
ditambahkan 25 mL larutan kalium ferisia-
nida. Larutan dikocok sampai homogen dan
dibiarkan selama 10 menit. Selanjutnya
ditambahkan 10 mL larutan bufer, dikocok
hingga homogen dan dibiarkan lagi selama
10 menit. Terakhir kedalam setiap labu ukur
dimasukkan 25 mL larutan alizarin red-S,
dikocok dan dibiarkan selama 1,5 jam.
Absorbansi larutan standar adisi diukur pada
panjang gelombang 475 nm. Kandungan Al
dalam sampel dihitung dengan rumus:

(ppm) O Al i konsentras x
O Al BM. x 2
Al BA.
Al i Konsentras
3 2
3 2


Sedangkan persentase Al dalam sampel
dihitung menggunakan rumus:

% 100 x
(ppm) sampel i konsentras
(ppm) Al i konsentras
Al %

Penentuan fosfor
Setengah gram sampel dimasukkan
kedalam piala teflon kemudian dibasahi
dengan air dan ditambah 10 mL HF pekat
sedikit demi sedikit, serta 3 mL asam sulfat
pekat. Piala teflon ditutup dan dibiarkan
selama semalam. Selanjutnya piala teflon dan
isinya dipanaskan dalam penangas pasir.
Pada waktu volume larutan kira-kira tinggal
3 mL, kedalamnya ditambahkan asam nitrat
pekat dengan hati-hati sebanyak 1 mL.
Jurnal Teknologi Pertanian 2(1): 7-12, Agustus 2006 ISSN 1858-2419
10
Pemanasan dihentikan setelah timbul asap
putih (SO
3
) yang cukup banyak, dan dibiar-
kan sampai dingin. Jika larutan yang terjadi
berwarna, penambahan asam nitrat pekat dan
pemanasan dilanjutkan sampai larutan ham-
pir kering. Isi piala teflon dipindahkan
kedalam gelas piala, kemudian diencerkan
menjadi 100 mL dan dididihkan sampai
larutan menjadi jernih. Setelah dingin larutan
diencerkan menjadi 250 mL dan dikocok
hingga homogen. Larutran ini kemudian
digunakan untuk penentuan kandungan P
2
O
5

yang dilakukan dengan cara berikut.
Kedalam 8 buah labu ukur 100 mL,
masing-masing diisi dengan 10 mL larutan
sampel. Kemudian berturut-turut ditambah-
kan 0,0; 0,8; 1,6; 2,4; 3,2; 4,0; 4,8; dan 5,6
mL larutan standar P
2
O
5
(1.000 ppm).
Kemudian kedalam setiap labu ukur tersebut
ditambahkan berturut-turut 5 mL HNO
3

pekat, 12 mL larutan ammonium vanadat
0,25 % dan 25 mL larutan ammonium
molibdat 5 %. Setelah diencerkan menjadi
100 mL dan dikocok, kemudian dibiarkan
selama 60 menit. Absorbansi setiap larutan
diamati pada panjang gelombang 430 nm.
Kandungan fosfor pada sampel dihitung
dengan rumus:

(ppm)
5
O
2
P i konsentras x
5
O
2
P BM. x 2
P BA.
P i Konsentras

Sedangkan persentase Al dalam sampel
dihitung menggunakan rumus:

% 100 x
(ppm) sampel i konsentras
(ppm) P i konsentras
P %


HASIL DAN PEMBAHASAN
Pengendapan protein (blondo) dari santan
kelapa
Jumlah blondo yang diendapkan
melalui penambahan berbagai volume larutan
jenuh kalsium sulfat pada krim kelapa tidak
berbeda (Tabel 1.). Jumlah kalsium yang
ditemukan pada fase polar (air) setelah
pengendapan blondo selama semalam (data
tidak ditampilkan) relatif sama dengan
jumlah kalsium yang diperoleh melalui
perhitungan (selisih) antara banyaknya kalsi-
um yang ditambahkan dengan banyaknya
kalsium yang ditemukan dalam blondo. Hal
ini menunjukkan bahwa untuk mengendap-
kan protein dalam 100 mL krim santan,
cukup dengan 25 mL Ca-sulfat jenuh (25 %
v/v). Pengendapan protein terjadi karena
emulsi minyak dalam (M/A) dalam krim
santan yang distabilkan oleh protein diubah
menjadi emulsi air dalam minyak (A/M)
dengan penambahan logam bervalensi lebih
besar dari satu, seperti kalsium (Ca)
(Morrison dan Boyd, 1976). Dengan CaSO
4

jenuh pembalikan hanya berada antara
emulsi jenis M/A dan emulsi A/M sehingga
pada keadaan ini tidak terbentuk emulsi,
melainkan pemisahan antara air, minyak, dan
zat pensatabil (protein).
Dari data tersebut menarik untuk dila-
kukan penelitian penambahan volume larutan
jenuh kalsium sulfat yang lebih kecil dari 25
mL, sehingga dapat diketahui dengan pasti
kadar kalsium optimum yang diperlukan
untuk memecah emulsi minyak-air pada
santan kelapa melalui pengendapan protein
oleh kalsium.
Table 1. Mass of precipitated protein produced
by addition of saturated solution of
calcium sulfate
Saturated
sol. of
CaSO4.2H2O
(mL)
Calcium
added**
(mg)
Protein
(blondo)
(g)
Calcium in blondo
Mass***
(mg)
Mass*
(%)
0 0 **** - -
25 14.01 2.54151 7.07 0.278
50 28.02 2.54222 10.29 0.408
75 42.03 2.55115 16.15 0.633
100 56.05 2.54421 22.01 0.865
*) analyzed by AAS
**) calculated from the volume of saturated solution of
CaSO4.2H2O
***) calculated based on mass of blondo produced
****) protein was not cogulated
Kandungan mineral blondo
Blondo yang dianalisis kandungan
mineralnya adalah blondo yang dihasilkan
menggunakan sampel dengan penambahan
100 mL larutan jenuh kalsium sulfat dihidrat
(Tabel 2.).
Yuliani Mineral Content in Protein Precipitated from Coconut Cream Using Calcium Sulfate
11
Table 2. Mineral content in 100 grams
precipitated protein of coconut cream.
Unsure Mass (mg)
Sulphur (S)
1)

253
Ca (Calcium) 865
K (Potassium) 28
Na (Sodium) 5
Fe (Iron, total) 5
Mg (Magnesium) 14
Mn (Manganese) 5
Pb (Lead) 6
P (Phosphor)
2)
51
Al (Aluminum)
2)
18
Note: all of minerals were analyzed by AAS except
(1) by turbidimetric, and (2) by spectrophoto-
metric as P
2
O
5
and Al
2
O
3
for phosphor and
aluminum, respectively.
Kebutuhan tubuh manusia per hari
akan mineral makro ( 100 mg) seperti
kalsium dan fosfor adalah 500-800 mg,
natrium adalah 500-2400 mg, kalium adalah
2000 mg, magnesium 250-280 mg, sedang-
kan kebutuhan akan mineral mikro (< 100
mg) seperti besi adalah 13-26 mg, dan
mangan adalah 2,5-5,0 mg (Almatsier, 2002).
Komposisi mineral blondo seperti terlihat
pada Tabel 2. menunjukkan bahwa blondo
mempunyai potensi untuk digunakan sebagai
sumber mineral pada bahan pangan tambah-
an untuk produk-produk pangan olahan.
Sebagai perbandingan, kandungan mineral
dalam susu untuk fosfor, kalsium, dan
magnesium masing-masing adalah 93, 115-
118, dan 10-13 mg 100 g
-1
(Linder, 1992)
KESIMPULAN
Penambahan 25 mL larutan jenuh
kalsium sulfat dapat menginisiasi pemecahan
emulsi minyak-air pada santan kelapa
melalui proses koagulasi protein yang
diperoleh dalam bentuk blondo. Peningkatan
volume larutan jenuh kalsium sulfat yang
ditambahkan tidak menambah massa blondo
yang diperoleh.
Kandungan mineral dari blondo krim
santan kelapa dengan perbandingan volime
krim santan kelapa dengan kalsium sulfat
jenuh 1:1 adalah Na = 0,005 %,
Ca = 0,865 %, K = 0,028 %, Fe (total) =
0,005, Mg = 0,014 %, Mn = 0,005 %, S =
0,253 %, Pb = 0,006 %, Al = 0,018 %, dan P
= 0,051 %. Ditinjau dari kandungan
mineralnya, maka blondo hasil pemecahan
emulsi krim santan kelapa menggunakan
garam kalsium sulfat dapat dimanfaatkan
sebagai bahan fortifikasi mineral pada
produk-produk pangan.
UCAPAN TERIMA KASIH
Penulis mengucapkan terima kasih atas
bantuan dan saran yang diterima dari banyak
pihak selama mengerjakan penelitian ini di
Laboratorium Kimia Fisika, Jurusan Kimia,
FMIPA Universias Gadjah Mada.
DAFTAR PUSTAKA
Almatsier S (2002) Prinsip Dasar Ilmu Gizi.
Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.
Che Man Y, Suhardiyono, Ali A, Azudin
MN (1992) Acetic acid treatment of
coconut cream in coconut oil
extraxtion. ASEAN Food Journal 7(1):
38-42.
Jeffery GH, Basset J, Mendham J, Denney
RC (1989) Vogels Textbook of
Quantitative Chemichal Analysis.
Edisi ke-5. Longman Scientific &
Technical, Harlow Essex.
Linder, MC (1992) Nutrisi dan metabolisme
makromineral. Dalam: Biokimia
Nutrisi dan Metabolisme. Linder MC
(ed). Penerjemah: Parakkasi A.
Penerbit Universitas Indonesia,
Jakarta.
Maxwell JA (1968) Rock and Mineral
Analysis. Interscience Publishers, New
York.
Morrison RT dan Boyd RN (1976) Organic
Chemistry. Edisi ke-3. Allyn and
Bacon Inc.
Soedijanto dan Sianipar RRM (1985) Kelapa.
Edisi ke-5. CV Yasaguna, Jakarta.
Parr Instrument Company (1960) Instruction
for the 1341 Plain Jacket Oxygen
Bomb Calorimeter. Parr Instrument
Co, Philadelphia.
Jurnal Teknologi Pertanian 2(1): 7-12, Agustus 2006 ISSN 1858-2419
12
Ogawa Seiki (1960) Instruction Manual for
Turbidimeter OSK 6573. Ogawa Seiki
Co Ltd, Tokyo.
Johannes H (1974) Pengantar Kimia Koloid
dan Kimia Permukaan. Universitas
Gadjah Mada, Yogyakarta.
Sandell EB (1959) Colorimetric
Determination of Traces of Metals.
Edisi ke-3. Interscience Publishers Inc,
New York.
Maxwell JA (1968) Rock and Mineral
Analysis. Interscience Publishers, New
York.


PEDOMAN PENULISAN
Jurnal Teknologi Pertanian
Universitas Mulawarman

Pengiriman
Jurnal Teknologi Pertanian Universitas
Mulawarman menerima naskah berupa artikel hasil
penelitian dan ulas balik (review) yang belum
pernah dipublikasikan pada majalah/jurnal lain.
Penulis diminta mengirimkan tiga eksemplar
naskah asli beserta softcopy dalam disket yang
ditulis dengan program Microsoft Word. Naskah
dan disket dikirimkan kepada:

Editor Jurnal Teknologi Pertanian
d. a. Program Studi Teknologi Hasil Pertanian
Jurusan Budidaya Pertanian Fakultasd Pertanian
Universitas Mulawarman
Jalan Pasir Belengkong
Samarinda 75123

Format
Umum. Naskah diketik dua spasi pada kertas
A4 dengan tepi atas dan kiri 3 centimeter, kanan
dan bawah 2 centimeter menggunakan huruf
Times New Roman 12 point, maksimum 12
halaman. Setiap halaman diberi nomor secara
berururtan. Ulas balik ditulis sebagai naskah
sinambung tanpa subjudul Bahan dan Metode,
Hasil dan Pembahasan. Selanjutnya susunan
naskah dibuat sebagai berikut :
Judul. Pada halaman judul tuliskan judul,
nama setiap penulis, nama dan alamat institusi
masing-masing penulis, dan catatan kaki yang
berisi nama, alamat, nomor telepon dan faks
serta alamat E-mail jika ada dari corresponding
author. Jika naskah ditulis dalam bahasa
Indonesia tuliskan judul dalam bahasa Indonesia
diikuti judul dalam bahasa Inggris.
Abstrak. Abstrak ditulis dalam bahasa
Inggris dengan judul
"
ABSTRACT" maksimum
250 kata. Kata kunci dengan judul "Key word"
ditulis dalam bahasa Inggris di bawah abstrak.
Pendahuluan. Berisi latar belakang dan
tujuan.
Bahan dan Metode. Berisi informasi teknis
sehingga percobaan dapat diulangi dengan teknik
yang dikemukakan. Metode diuraikan secara
lengkap jika metode yang digunakan adalah
metode baru.
Hasil. Berisi hanya hasil-hasil penelitian baik
yang disajikan dalam bentuk tubuh tulisan, tabel,
maupun gambar. Foto dicetak hitam-putih pada
kertas licin berukuran setengah kartu pos.
Pembahasan. Berisi interpretasi dari hasil
penelitian yang diperoleh dan dikaitkan dengan
hasil-hasil penelitian yang pernah dilaporkan
(publikasi).
Ucapan Terima Kasih. Digunakan untuk
menyebut-kan sumber dana penelitian dan untuk
memberikan penghargaan kepada beberapa
institusi atau orang yang membantu dalam
pelaksanaan penelitian dan atau penulisan
laporan.
Daftar Pustaka. Daftar Pustaka ditulis
memakai sistem nama tahun dan disusun secara
abjad. Beberapa contoh penulisan sumber acuan:
Jurnal
Wang SS, Chiang WC, Zhao BL, Zheng X, Kim
IH (1991) Experimental analysis and
computer simulation of starch-water
interaction. J Food Sci 56: 121-129.
Buku
Charley H, Weaver C (1998) Food a Scientific
Approach. Prentice-Hall Inc USA
Bab dalam Buku
Gordon J, Davis E (1998) Water migration and food
storage stability. Dalam: Food Storage
Stability. Taub I, Singh R. (eds.), CRC
Press LLC.
Abstrak
Rusmana I, Hadioetomo RS (1991) Bacillus
thuringiensis Berl. dari peternakan ulat
sutra dan toksisitasnya. Abstrak
Pertemuan Ilmiah Tahunan Perhimpunan
Mikrobiologi Indonesia. Bogor 2-3 Des 1991
h A-26.
Prosiding
Prabowo S, Zuheid N, Haryadi (2002) Aroma nasi:
Perubahan setelah disimpan dalam wadah
dengan suhu terkendali. Dalam: Prosiding
Seminar Nasional PATPI. Malang 30-31
Juli 2002 h A48.
Skripsi/Tesis/Disertasi
Meliana B (1985) Pengaruh rasio udang dan tapioka
terhadap sifat-sifat kerupuk udang. Skripsi
Fakultas Teknologi Pertanian UGM
Yogyakarta.
Informasi dari Internet
Hansen L (1999) Non-target effects of Bt corn
pollen on the Monarch butterfly
(Lepidoptera: Danaidae).
http://www.ent.iastate.edu/entsoc/ncb99/pr
og/abs/D81.html [21 Agu 1999].
Bagi yang naskahnya dimuat, penulis dikenakan
biaya Rp 75.000,00 (tujuh puluh lima ribu
rupiah).
Hal lain yang belum termasuk dalam petunjuk
penulisan ini dapat ditanyakan langsung kepada
REDAKSI JTP