Anda di halaman 1dari 6

BAB 4

PEMBAHASAN
4.1 Apakah Permasalahan yang Terjadi pada Kasus Ini
Pasien merupakan pria, 55 tahun yang memiliki kebiasaan
merokok sejak 40 tahun yang lalu dan pasien juga memiliki berat badan
berlebih (overweight) dengan BM !5,4" #etiga hal tersebut merupakan
$aktor resiko terjadinya sindrom koroner akut" %da empat $aktor resiko
biologis in$ark miokard yang tidak dapat diubah, yaitu usia, jenis kelamin,
ras, dan riwayat keluarga" &esiko aterosklerosis koroner meningkat seiring
bertambahnya usia" Menurut %nand (!00'), wanita mengalami kejadian
in$ark miokard pertama kali ( tahun lebih lama daripada laki)laki" Merokok
akan meningkatkan resiko terkena penyakit jantung kororner sebesar 50*"
+besitas meningkatkan resiko terkena penyakit jantung koroner" ,ekitar
!5)4(* penyakit jantung koroner di negara berkembang berhubungan
dengan peningkatan indeks masa tubuh (M-)" +verweight dide$inisikan
sebagai M- . !5)/0 kg0m
!
dan obesitas dengan M- . /0 kg0m
!
, Biasanya
keadaan ini juga berhubungan dengan kelainan metabolik seperti
peninggian kadar trigliserida, penurunan 123, peningkatan tekanan darah,
in$lamasi sistemik, resistensi insulin dan diabetes melitus tipe (&amrakha,
!004)" %kan tetapi pada pasien ini tidak ada peningkatan tekanan darah,
resistensi insulin dan diabetes mellitus tipe "
Pasien mengeluhkan nyeri dada yang terasa seperti ditusuk
hingga tembus ke punggung, terjadi /0 menit dan dirasakan ! jam sebelum
masuk rumah sakit" 5yeri yang dirasakan disertai dengan keringat dingin"
,esuai denga teori, nyeri dada penderita in$ark miokard serupa dengan
nyeri angina tetapi lebih intensi$ dan berlangsung lama serta tidak
sepenuhnya hilang dengan istirahat ataupun pemberian nitrogliserin
(rmalita, 6((4)" 7ejalanya adalah rasa sakit pada dada sentral atau
retrosentral yang dapat menyebar ke salah satu atau kedua tangan, leher
dan punggung" " &asa nyeri hebat sekali sehingga penderita gelisah, takut,
berkeringat dingin dan lemas" 8aktor pen9etus yang menyebabkan angina
adalah kegiatan $isik, emosi berlebihan dan terkadang sesudah makan"
Pada pasien, nyeri dirasakan saat pasien sedang sarapan" 1al ini karena
kegiatan tersebut men9etuskan peningkatan kebutuhan oksigen" , dan
nyeri ini berkurang saat pasien beristirahat dan menenangkan diri"
,aat masuk &umah ,akit, pasien d :#7 dan dari hasil :#7
didapatkan segmen ,- elevasi pada lead , , a;8, ;!);4 dan < patologis
pada lead , , a;8" 1al ini menunjukkan terdapat in$ark di antero dan
in$erolateral" 2iagnosis ,-:M ditegakkan jika ditemukan angina akut
disertai elevasi segmen ,-" 5ilai elevasi segmen ,- bervariasi, tergantung
kepada usia, jenis kelamin, dan lokasi miokard yang terkena" Bagi pria usia
= 40 tahun, ,-:M ditegakkan jika diperoleh elevasi segmen ,- di ;6);/
= ! mm dan = !,5 mm bagi pasien berusia > 40 tahun (-edjasukmana,
!060)" Pasien mengalami nyeri dada yang serupa hanya lebih ringan sejak
4 hari ,M&, hanya saja memburuk dalam ! hari terakhir, dengan
penjelasan bahwa ,- elevasi terjadi dalam beberapa menit dan dapat
berlangsung hingga lebih dari ! minggu (%ntman, !005)"
2ari hasil laboratorium didapatkan peningkatan nilai -roponin ,
yaitu sebesar 66,(, dimana diketahui bahwai nilai ? 6 berarti negati$ dan = 6
artinya positi$" @ardia9 marker lain yang meningkat yaitu @#MB yaitu 6/0,
dimana nilai normalnya adalah A)!5" @#)5%@ sebesar 6'45" Peningkatan
kadar serum protein)protein ini mengkon$irmasi adanya in$ark miokard
(5igam, !00A)"
2iagnosis n$ark Miokard %kut ditegakkan bila didapatkan dua atau
lebih dari / kriteria sebagai berikut, antara lain B nyeri dada, lebih dari !0
menit, perubahan elektrokardiogra$i yang dilihat dari 6! lead :#7, dan
peningkatan bio9hemi9al marker" Pada pasien, ketiga hal tersebut telah
dipenuhi dengan terdapat nyeri dada yang terjadi sekitar /0 menit, terdapat
perubahan elektrokardiogra$i, yaitu terdapat segmen ,- elevasi di lead ,
, a;8, ;!);4 dan < patologis pada lead , , a;8, serta terdapat
peningkatan bio9hemi9al marker yaitu troponin dan @#MB"
,asaran pengobatan M% pertama adalah menghilangkan rasa
sakit dan 9emas" #edua men9egah dan mengobati sedini mungkin
komplikasi (/0)40*) yang serius seperti payah jantung, aritmia, thrombo)
embolisme, peri9arditis, ruptur m" papillaris, aneurismaventrikel, in$ark
ventrikel kanan, iskemia berulang dan kematian mendadak" #eadaan yang
mungkin memperluas in$ark harus di9egah atau langsung diperbaiki
sepertiB a" -a9hykardia, b" 1ipertensi, 1ipotensi, d"%ritmia dan e"
1ipoCemia" Menghadapi keadaan tersebut diperlukan strategi pengobatan
yaituB
6" Dpaya menurunkan kebutuhan +! myokard dengan 9araB
a" E)blo9ker
b" Menurunkan a$terload penderita dengan hipertensi
9" Membantu sirkulasi dengan %B@
!" Mengurangi iskemia myokard dengan memperbaiki per$usi atau aliran
kolateral ditingkatkan sehingga persediaan +! myokard meningkat"
a" Pengobatan dengan $ibrinolitik streptokinase, tissue plasminogen
activator (%9tylase)"
b" @al9ium antagonist"
9" Peningkatan per$usi koroner dengan %B@"
Penatalaksanaan pada pasien ini (di D72) antara lain diberikan diet 9air 4 C
!00 99 F /00 k9al0hari untuk mengurangi beban jantung dengan
menurunkan aktivitas metaolisme dalam tubuh, +! 60 liter0menit, 5&BM
untuk men9ukupi kebutuhan oksigen jaringan" 3aCadyn juga diberikan
dengan dosis /C/0ml dengan tujuan agar jika pasien buang air besar pasien
tidak menggunakan 9ukup energi untuk mengejan supaya menurunkan
beban kerja jantung"
2rip ,treptokinase 6,5 juta dalam 600 99 5, 0,(* iv, habis dalam 6
jam" -erapi yang diberikan di D72 sangat tepat, sesuai dengan teori bahwa
streptokinase intravena harus diberikan dalam waktu 4 jam sesudah timbul
gejala in$ark" 2osis !50"000 D diikuti dengan in$us dosis antara '50"000
sampai 6"A00"000 D selama 6 jam" ni digunakan sebagai bahan yang
mampu menghambat terjadinya oklusi dengan menyebabkan lisisnya
trombus sebelum terjadi in$ark jantung total"
Pada pasien juga diberikan injeksi ariCtra 6C!,5 mg, hal ini sama
dengan heparin yang diberikan ! jam sesudah streptokinase in$us berakhir"
ni digunakan sebagai bahan yang mampu menghambat terjadinya oklusi
pembuluh darah koroner dengan 9ara mengen9erkan bekuan darah yang
mungkin terdapat dalam pembuluh darah koroner"
%spilet loading dose 6C640 mg @lopidogrel 6CA5 mg sebagai anti
agregasi platelet dimana aspirin berperan sebagai inhibitor sedangkan
9lopidogrel ditambahkan untuk men9egah sumbatan menjadi lebih luas"
,imvastatin juga diberikan pada pasien dengan dosis !0 mg yang ber$ungsi
sebagai pleotropi9 agen dimana ia menyebabkan endotel menjadi tidak
reakti$ sehingga platelet tidak mudah menempel di endothel"
-erapi yang ditambahkan untuk pasien adalah alpraGolam 0,5 mg,
diberikan dengan tujuan agar pasien tidak 9emas dan gelisah serta dapat
istirahat" @aptopril diberikan untuk men9egah remodelling, men9egah
pembesaran jantung"
Keadaan Pasien Saa! Pulang
Pasien dirawat selama 4 hari, selama perawatan tidak pernah mengeluh
nyeri dada, pemberian ariCtra sampai hari ke 5 perawatan karena melihat
keadaan pasien yang stabil" Pasien pulang dan rawat jalan dengan kondisi stabil,
tidak mengeluh nyeri dada, sudah mampu untuk mobilisasi"
#eadaan umum B Baik
7@, 454
-2 B 6600'0
5adi ''C0menit
&& B 6'C0menit
7ambaran :#7 sinus rhytm dengan ,- elevasi anterior eCtensive dan in$erior
wall
Pengobatan rawat jalan B
%spilet 6C'0mg,
@lopidogrel 6CA5mg,
,imvastatin 0)0)!0mg
@aptopril /C4,!5mg
Bisiprolol 6C0,6!5mg
#: B
) Pasien disarankan untuk tidak melakukan aktivitas berat
dan banyak beristirahat"
) Pasien harus rutin kontrol dan meminum obat"