Anda di halaman 1dari 23

EDGE DETECTION

Kuliah ke 10
5/8/2014 11:55 AM 1 TambaTJ Inc
Defenisi Edge ( Tepi )
Yang dimaksud dengan tepi (edge) adalah perubahan
nilai intensitas derajat keabuan yang mendadak
(besar) dalam jarak yang singkat.
Perbedaan intensitas inilah yang menampakkan
rincian pada gambar.
Tepi biasanya terdapat pada batas antara dua daerah
berbeda pada suatu citra.
Tepi dapat diorientasikan dengan suatu arah, dan
arah ini berbeda-beda bergantung pada perubahan
intensitas.
Yang dimaksud dengan tepi (edge) adalah perubahan
nilai intensitas derajat keabuan yang mendadak
(besar) dalam jarak yang singkat.
Perbedaan intensitas inilah yang menampakkan
rincian pada gambar.
Tepi biasanya terdapat pada batas antara dua daerah
berbeda pada suatu citra.
Tepi dapat diorientasikan dengan suatu arah, dan
arah ini berbeda-beda bergantung pada perubahan
intensitas.
5/8/2014 11:55 AM 2 TambaTJ Inc
5/8/2014 11:55 AM 3 TambaTJ Inc
Jenis Edge ada 3:
1. Tepi curam
Tepi dengan perubahan intensitas yang tajam' Arah tepi
berkisar 90
o
'
2. Tepi landai
Disebut juga tepi lebar,yaitu tepi dengan sudut arah yang
kecil. Tepi landai dapar dianggap terdiri dari sejumlah
tepi-tepi lokal yang lokasinya berdekatan
3. Tepi yang mengandung derau (noise)
Umumnya tepi yang terdapat pada aplikasi komputer
vision mengandung derau
1. Tepi curam
Tepi dengan perubahan intensitas yang tajam' Arah tepi
berkisar 90
o
'
2. Tepi landai
Disebut juga tepi lebar,yaitu tepi dengan sudut arah yang
kecil. Tepi landai dapar dianggap terdiri dari sejumlah
tepi-tepi lokal yang lokasinya berdekatan
3. Tepi yang mengandung derau (noise)
Umumnya tepi yang terdapat pada aplikasi komputer
vision mengandung derau
5/8/2014 11:55 AM 4 TambaTJ Inc
Contoh Edge dalam gambar
5/8/2014 11:55 AM 5 TambaTJ Inc
Tujuan Pendeteksian Tepi
Pendeteksian tepi merupakan langkah pertama untuk
melingkupi informasi di dalam citra.
Tepi mencirikan batas-batas objek dan karena itu
tepi berguna untuk proses segmentasi dan
identifikasi objek di dalam citra.
Tujuan operasi pendeteksian tepi adalah untuk
meningkatkan penampakan garis batas suatu daerah
atau objek di dalam citra. Karena tepi termasuk
kedalam komponen berfrekuensi tinggi, maka
pendeteksian tepi dapat dilakukan dengan penapis
lolos-tinggi.
Pendeteksian tepi merupakan langkah pertama untuk
melingkupi informasi di dalam citra.
Tepi mencirikan batas-batas objek dan karena itu
tepi berguna untuk proses segmentasi dan
identifikasi objek di dalam citra.
Tujuan operasi pendeteksian tepi adalah untuk
meningkatkan penampakan garis batas suatu daerah
atau objek di dalam citra. Karena tepi termasuk
kedalam komponen berfrekuensi tinggi, maka
pendeteksian tepi dapat dilakukan dengan penapis
lolos-tinggi.
5/8/2014 11:55 AM 6 TambaTJ Inc
Teknik teknik Pendeteksian Edge:
Terdapat beberapa teknik yang digunakan
untuk mendeteksi tepi, antara lain:
1. Operator gradien pertama (differential
gradient)
2. Operator turunan kedua (Laplacian)
3. Operator kompas (compass operator)
Terdapat beberapa teknik yang digunakan
untuk mendeteksi tepi, antara lain:
1. Operator gradien pertama (differential
gradient)
2. Operator turunan kedua (Laplacian)
3. Operator kompas (compass operator)
5/8/2014 11:55 AM 7 TambaTJ Inc
Pendeteksian Tepi dengan operator Gradien
Pertama
Perubahan intensitas.yang besar dalam jarak yang
singkat dipandang sebagai fungsi yang memiliki
kemiringan yang besar.Kemiringgan fungsi biasanya
dilakukan dengan menghitung turunan pertama
(gradien).
Kareni citra f(x,y) adalah fungsi dwimatra dalam
bentuk diskrit, maka turunan pertamanya adalah
secara parsial, masing-masing dalam arah-.x dan
dalam arah-y, sebagai berikut:
Perubahan intensitas.yang besar dalam jarak yang
singkat dipandang sebagai fungsi yang memiliki
kemiringan yang besar.Kemiringgan fungsi biasanya
dilakukan dengan menghitung turunan pertama
(gradien).
Kareni citra f(x,y) adalah fungsi dwimatra dalam
bentuk diskrit, maka turunan pertamanya adalah
secara parsial, masing-masing dalam arah-.x dan
dalam arah-y, sebagai berikut:
5/8/2014 11:55 AM 8 TambaTJ Inc
5/8/2014 11:55 AM 9 TambaTJ Inc
5/8/2014 11:55 AM 10 TambaTJ Inc
Karena menghitung akar adalah persoalan rumit
dan menghasilkan nilai riel, maka dalam praktek
kekuatan edge disederhanakan perhitungannya
dengan menggunakan salah satu alternatif rumus
berikut :
1. G[f(x,y)] = |G
x
2
| + | G
y
2
|, atau
2. G[f(x,y)] = |G
x
|+ |G
y
|, atau
3. G[f(x,y)] = max{|G
x
2
| + | G
y
2
|}, atau
4. G[f(x,y)] = max{|G
x
|+ |G
y
|}
Dalam praktek, persamaan 2 dan 4 yang paling
umum digunakan.
Karena menghitung akar adalah persoalan rumit
dan menghasilkan nilai riel, maka dalam praktek
kekuatan edge disederhanakan perhitungannya
dengan menggunakan salah satu alternatif rumus
berikut :
1. G[f(x,y)] = |G
x
2
| + | G
y
2
|, atau
2. G[f(x,y)] = |G
x
|+ |G
y
|, atau
3. G[f(x,y)] = max{|G
x
2
| + | G
y
2
|}, atau
4. G[f(x,y)] = max{|G
x
|+ |G
y
|}
Dalam praktek, persamaan 2 dan 4 yang paling
umum digunakan.
5/8/2014 11:55 AM 11 TambaTJ Inc
Hasil pendeteksian edge adalah citra edge g(x,y)
yang nilai setiap pixelnya menyatakan kekuatan edge.
g(x,y) =G[f(x,y)]
Keputusan apakah suatu pixel merupakan tepi atau
bukan tepi dinyatakan dengan operasi pengambang
berikut:
g(x,y) ={
Hasil pendeteksian edge adalah citra edge g(x,y)
yang nilai setiap pixelnya menyatakan kekuatan edge.
g(x,y) =G[f(x,y)]
Keputusan apakah suatu pixel merupakan tepi atau
bukan tepi dinyatakan dengan operasi pengambang
berikut:
g(x,y) ={
1, jika G[f(x,y)]>= T
0, Lainnya
Yang dalam hal ini T adalah nilai ambang, pixel tepi
dinyatakan putih, bukan tepi hitam
5/8/2014 11:55 AM 12 TambaTJ Inc
Selain operator gradien pertama diatas, masih ada operator
gradien pertama yang lain yaitu:
1. Operator Sobel
-1 0 1
-2 0 2
-1 0 1
a0 a1 a2
a7 (x,y) a3
a6 a5 a4
S
x
=
-1 0 1
1 2 1
0 0 0
-1 -2 -1
a6 a5 a4
S
y
=
Sx = (a2+ca3+a4)- (a0+ca7+a6)
Sy = (a0+ca1+a2)- (a6+ca5+a4)
M = SQR(S
x
2
+S
y
2
)
Dengan c adalah konstanta dengan
nilai 2
5/8/2014 11:55 AM 13 TambaTJ Inc
2. Operator Prewitt
Operator Prewitt sama dengan operator Sobel dengan c
= 1
P
x
=
-1 0 1
-1 0 1
-1 0 1
P
y
=
1 1 1
0 0 0
-1 -1 -1 -1 0 1 -1 -1 -1
3. Operator Robert
Sering disebut Operator Silang
Rx = f(x+1,y+1) f(x,y)
Ry = f(x,y+1) f(x+1,y)
1 0
0 -1
0 1
-1 0
Ry
Rx
5/8/2014 11:55 AM 14 TambaTJ Inc
2. Edge detection dengan operator
Turunan kedua.
Operator turunan kedua disebut juga operator
Laplace. Operator Laplace mendeteksi lokasi tepi
lebih akurat khususnya pada tepi yang curam. Pada
tepi yang curam, turunan keduanya mempunyai
persilangan nol (zero-crossing), yaitu titik di mana
terdapat pergantian tanda nilai turunan kedua
seperti Gambar. Sedangkan pada tepi yang landai
tidak terdapat persilangan nol. Persilangan nol
merupakan lokasi tepi yang akurat.
Turunan kedua fungsi dengan dua peubah adalah :
Operator turunan kedua disebut juga operator
Laplace. Operator Laplace mendeteksi lokasi tepi
lebih akurat khususnya pada tepi yang curam. Pada
tepi yang curam, turunan keduanya mempunyai
persilangan nol (zero-crossing), yaitu titik di mana
terdapat pergantian tanda nilai turunan kedua
seperti Gambar. Sedangkan pada tepi yang landai
tidak terdapat persilangan nol. Persilangan nol
merupakan lokasi tepi yang akurat.
Turunan kedua fungsi dengan dua peubah adalah : 5/8/2014 11:55 AM 15 TambaTJ Inc
5/8/2014 11:55 AM 16 TambaTJ Inc
Dengan menggunakan definisi hampiran selisih-mundur (backward
difference approximation :
Maka
5/8/2014 11:55 AM 17 TambaTJ Inc
5/8/2014 11:55 AM 18 TambaTJ Inc
5/8/2014 11:55 AM 19 TambaTJ Inc
Konsep Zero-Crossing Konsep Zero-Crossing
1-D image 1
st
derivative 2
nd
derivative
20
Sumber: MSU
Frekwensi rendah dan frekwensi tinggi.
(a) Perubahan intensitas; (b) Mempunyai peak; (c) Steep zero-crossing.
5/8/2014 11:55 AM TambaTJ Inc
1
st
derivative and 2
nd
derivative 1
st
derivative and 2
nd
derivative
Contoh image:
Hasil 1
st
derivative (outlining):
Hasil 2
nd
derivative (retaining original image):
21
Contoh image:
Hasil 1
st
derivative (outlining):
Hasil 2
nd
derivative (retaining original image):
(lihat contoh pada
bahasan konvolusi)
5/8/2014 11:55 AM TambaTJ Inc
3. Operator Kompas (1) 3. Operator Kompas (1)
Baxter: directional edge detection
Utara U-T Timur S-T
1 1 1 1 1 1 -1 1 1 -1 -1 1
1 -2 1 -1 -2 1 -1 -2 1 -1 -2 1
-1 -1 -1 -1 -1 1 -1 1 1 1 1 1
Selatan S-B Barat U-B
-1 -1 -1 1 -1 -1 1 1 -1 1 1 1
1 -2 1 1 -2 -1 1 -2 -1 1 -2 -1
1 1 1 1 1 1 1 1 -1 1 -1 -1
22
Baxter: directional edge detection
Utara U-T Timur S-T
1 1 1 1 1 1 -1 1 1 -1 -1 1
1 -2 1 -1 -2 1 -1 -2 1 -1 -2 1
-1 -1 -1 -1 -1 1 -1 1 1 1 1 1
Selatan S-B Barat U-B
-1 -1 -1 1 -1 -1 1 1 -1 1 1 1
1 -2 1 1 -2 -1 1 -2 -1 1 -2 -1
1 1 1 1 1 1 1 1 -1 1 -1 -1
5/8/2014 11:55 AM TambaTJ Inc
3. Operator Kompas (2) 3. Operator Kompas (2)
Gerald K. Moore: directional edge detection
E-W N-S NW-SE NE-SW
-1 -2 -1 -1 2 -1 2 -1 -2 -2 -1 2
2 4 2 -2 4 -2 -1 4 -1 -1 4 -1
-1 -2 -1 -1 2 -1 -2 -1 2 2 -1 -2
WNW-ESE NNW-SSE ENE-WSW NNE-SSW
1 -2 -2 1 1 -2 -2 -2 1 -2 1 1
1 4 1 -2 4 -2 1 4 1 -2 4 -2
-2 -2 1 -2 1 1 1 -2 -2 1 1 -2
23
Gerald K. Moore: directional edge detection
E-W N-S NW-SE NE-SW
-1 -2 -1 -1 2 -1 2 -1 -2 -2 -1 2
2 4 2 -2 4 -2 -1 4 -1 -1 4 -1
-1 -2 -1 -1 2 -1 -2 -1 2 2 -1 -2
WNW-ESE NNW-SSE ENE-WSW NNE-SSW
1 -2 -2 1 1 -2 -2 -2 1 -2 1 1
1 4 1 -2 4 -2 1 4 1 -2 4 -2
-2 -2 1 -2 1 1 1 -2 -2 1 1 -2
5/8/2014 11:55 AM TambaTJ Inc