Anda di halaman 1dari 4

BAB I

PENDAHULUAN
1.1. LatarBelakang
Hotel berasal dari kata hostel, diambil dari bahasa Perancis kuno yang
berarti tempat penampungan untuk para pendatang. Pengertian hotel menurut
surat keputusan menteri perhubungan No.pm.l0/pw.301/phb.77 disebutkan hotel
adalah suatu bentuk akomodasi yang dikelola secara komersial, disediakan bagi
setiap orang untuk memperoleh pelayanan penginapan berikut makan dan minum.
(Sud, 1987)
Di Indonesia, kata hotel selalu dikonotasikan sebagai bangunan penginapan
yang cukup mahal. Umumnya dikenal hotel berbintang, hotel melati yang tarifnya
cukup terjangkau,serta guest house, baik yang dikelola sebagai usaha swasta
(seperti halnya hotel melati) ataupun mess yang dikelola oleh perusahaan-
perusahaan sebagai tempat menginap bagi para tamu yang ada kaitannya dengan
kegiatan atau urusan perusahaan.
Usaha perhotelan sekarang ini merupakan suatu industri hotel yang
memerlukan sumber dana dan sumber daya manusia dalam jumlah besar, dengan
resiko kerugian atau keuntungan yang besar pula. (Surachman, 1987).
Lampung adalah provinsi yang menghubungkan Pulau Jawa dan Pulau
Sumatra. Keberadaan Provinsi Lampung sebagai Serambi Sumatra memberikan
dampak besar terhadap aktivitas kehidupan masyrakat lampung di berbagai
bidang seperti bidang politik, bidang sosial, perekonomian, pariwisata, pertukaran
kebudayaan dan lain lain.
2



Provinsi Lampung dengan Ibukota Bandar Lampung yang merupakan
gabungan dari kota kembar antara Tanjung Karang dan Teluk Betung memiliki
wilayah yang cukup luas. Peranan sebagai Ibu kota menjadikan Bandar Lampung
sebagai pusat perekonomian dan pemerintahan, pusat-pusat perkantoran, pusat
bisnis, kota pendidikan, wilayah sentralisasi pabrik dan industry serta 200 0byek
wisata yang tersebar di seluruh kabupaten/kota yang mendukung aktif
perkembangan kegiatan dan kebutuhan di Bandar Lampung.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi lampung, Lampung
Dalam Angka 2011, Lampung in FiguresJumlah hotel dan akomodasi lainnya di
Provinsi Lampung tahun 2010 mengalami penurunan disbanding tahun 2009 dan
banyaknya permintaan kamar juga mengalami peningkatan disbanding tahun 2010
dan tenaga kerja juga mengalami peningkatan. Dari tahun 2005 hingga 2010
mengalami peningkatan pengunjung/penginap di hotel baik hotel berbintang
maupun hotel melati. Hotel berbintang meningkat dari 192.304 (2005) menjadi
389.208 (2010) dan dari hotel melati meningkat dari 389.452 (2005) menjadi
1.168.879 (2010).
Dari latar belakang tersebut, PT. Sinar Laut Lampung Permai sebagai owner
merespon secara positif dengan menghadirkan Hotel Mercure di sentral keramaian
kota, tepatnya di Jl. Raden Intan No. 88 Tanjung Karang Bandar Lampung. PT.
Sinar Laut Lampung Permai semakin optimis setelah suksesnya pembangunan
Hotel Novotel di Garuntang, Bandar Lampung.

1.2. Tujuan
Ada 2 jenis yang ditinjau berkaitan dengan tujuan, yaitu tujuan proyek dan
tujuan akademik.

1.2.1. TujuanProyek
Proyek Pembangunan Hotel Mercure Lampung bertujuan untuk:
3



1. Memenuhi tingkat kebutuhan masyarakat lokal, nasional dan internasional
terhadap mutu pelayanan perhotelan di Lampung.
2. Meningkatkan mutu pariwisata daerah Lampung.
3. Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Bandar Lampung.
4. Memberi kontribusi dalam hal penyerapan tenaga kerja.
1.2.2. TujuanAkademik
Tujuan akademik adalah landasan dasar penulis melakukan Kerja Praktek.
Tujuan akademik tersebut adalah:
1. Sebagai salah satu syarat akademis yang wajib dilaksanakan S1 Teknik Sipil
Fakultas Teknik Universitas Malahayati.
2. Sebagai penerapan dan perbandingan dari teori yang didapat di perkuliahan
dengan pelaksanaan yang sebenarnya di lapangan.
3. Memberikan pengetahuan dan pengalaman kepada mahasiswa secara praktis
tentang pelaksanaan proyek.

1.3. RumusanMasalah
Rumusan masalah yang penulis ambil disini adalah bagaimana proses dan
teknik di lapangan Proyek Pembangunan Hotel Mercurekhususnya pada
pelaksanaan Pekerjaan Pondasi Secant Pile pada Proyek Pembangunan Hotel
Mercure Lampung.

1.4. Batasan Masalah
Karena terbatasnya waktu pelaksanaan Kerja Praktek, maka pembahasan
dalam laporan ini dibatasi dengan masalah teknis pelaksanaan di lapangan pada
Paket Pekerjaan Pondasi Secant Pile Proyek Pembangunan Hotel Mercure
Lampung.

4



1.5. Tempat dan Waktu Pelaksanaan
Kerja Praktek Lapangan ini dilakukan pada lokasi Proyek Pembangunan
Hotel Mercure di Jl. Raden Intan No. 88, Tanjung Karang, Bandar Lampung. Dan
Kerja Praktek Lapangan dimulai pada tanggal 13 Januari 2014 sampai dengan
tanggal 14 April 2014.

Gambar 1.1 DenahLokasiProyek
LOKASI
PROYEK
HOTEL
MERCURE
Gramedia Toko Buku