Anda di halaman 1dari 3

1

KAWAT TANAH
Ruliana Puspita Sari (2211100012), Elyza Nofi Prefitasari (2211100020), Novia Ayu Irmawati
(2211100023)
Jurusan Teknik Elektro - Fakultas Teknologi Industri
Institut Teknologi Sepuluh November
Surabaya

ABSTRACT
In the electrical system, it is frequently encountered term lightning surge. Lightning is
natural phenomenon that happen caused by separated of positive charge and negative charge on the
cloud so that occurs stepping electrical charge. If lightning spark struck on electrical transmission
system, it could cause failure of electrical transmission system. Therefore, surge arrester protection
system is made by using overhead ground wire.
Keyword Overhead ground wire, power transmission system, lightning.

ABSTRAK
Dalam sistem kelistrikan, sering dijumpai istilah surja petir. Petir merupakan fenomena alam yang
terjadi karena terpisahnya muatan positif dan muatan negatif pada awan sehingga terjadi loncatan muatan
listrik. Jika sambaran petir mengenai sistem transmisi tenaga listrik maka dapat menimbulkan kegagalan
dalam sistem transmisi tenaga listrik. Oleh karena itu dibuatlah sistem penangkal surja petir dalam sistem
transmisi tenaga listrik, yakni dengan menggunakan kawat tanah.
Kata Kunci Kawat Tanah, Sistem Transmisi Tenaga Listrik, Petir,


I. PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebutuhan tenaga listrik semakin
meningkat sejalan dengan peningkatan
pertumbuhan di berbagai sektor yakni sector
industry, komersial maupun perumahan.
Dengan peningkatan kebutuhan ini diperlukan
suatu sistem transmisi yang handal untuk
menjaga kontinuitas pelayanan tenaga listrik.
Petir merupakan salah satu fenomena
kelistrikan yang membahayakan sistem
tenaga listrik apabila sambarannya mengenai
kawat fasa langsung. Sambaran ini dapat
menghasilkan tegangan yang sangat tinggi
sehingga dapat merusak peralatan dan
komponen komponen dalam sistem tenaga
listrik jika tegangannya melebihi kemampuan
isolasi kawat fasa.
Kawat tanah (overhead ground wire)
adalah kawat yang berfungsi melindungi
kawat fasa dari sambaran petir. Kawat tanah
pada saluran transmisi ditempatkan di atas
kawat kawat fasa. Dengan pemasangan kawat
tanag diharapkan saluran transmisi dapat
terlindungi dari sambaran petir sehingga
kontinuitas pelayanan terjamin.

1.2 Rumusan Masalah
Rumusan masalah yang akan dibahas pada uraian
paper kali ini adalah sebagai berikut :
a. Prinsip kerja kawat tanah sebagai penangkal
sambaran petir
b. Pemasangan kawat tanah pada sistem
transmisi sebagai pelindung kawat fasa
c. Pentahanan sambaran petir oleh kawat tanah
1.3 Tujuan
Tujuan penulisan paper mengenai kawat tanah ini
adalah untuk mengetahui konsep dasar kawat
tanah, prinsip kerja kawat tanah, mekanisme
pemasangan kawat tanah, dan pentanahan
sambaran petir oleh kawat tanah.

II. PEMBAHASAN
2.1 Prinsip Kerja Kawat Tanah
Kawat tanah adalah media pelindung kawat
fasa dari sambaran petir. Pada umumnya kawat
tanah terbuat dari kawat baja(steel wire) dengan
kekuatan St 35 atau St 50, tergantung spesifikasi
yang digunakan. Dalam melindungi kawat fasa
tersebut, daerah proteksi kawat tanah dapat
digambarkan sebagai berikut:
2


Gambar 1: Daerah proteksi dengan
menggunakan 1 buah kawat tanah

Dari gambar diatas,misalkan kawat tanah
diletakkan setinggi h meter dari tanah. Dengan
menggunakan nilai-nilai yang terdapat pada
gambar tersebut, titik b dapat ditentukan sebesar
2/3 h.Sedangkan Zona Proteksi kawat tanah
terletak dalam daerah yang diarsir. Didalam zona
tersebut, diharapkan tidak terjadi sambara petri
langsung sehingga didaerah tersebut pula kawat
phasa dibentangkan.
Apabila h, merupakan tinggi kawat phasa
yang harus dilindungi, maka lebar b, dapat
ditentukan dalam kondisi, yaitu:
Untuk h
x
> 2/3h, b= 0,6 h(1-h
x
/h)
Untuk h
x
< 2/3h, b= 1,2 h(1-h
x
/0,8h)
Untuk meningkatkan performa perlindungannya,
maka jumlah kawat tanah harus ditambah.
Misalnya menggunakan 2 kawat tanah :

Gambar 2: Zona perlindungan dari penggunaan 2
kawat tanah
Dari gambar diatas, 2 buah kawat tanah
dengan tinggi h dari tanah dan tepisah sejauh s.
dan ho adalah tinggi titik dari tanah di tengah-
tengah kedua kawat tanah yang terlindungi dari
sambaran petir . Sedangkan daerah antar dua
kawat tanah tersebut dibatasi oleh busur
lingkaran dengan jari-jari 5/4 s dengan sumbu di
tengah-tengah jarak kedua kawat tanah.
Makin tinggi kawat tanah dan sudut
perlindungan yang besar, akan mengakibatkan
probabilitas sambaran petir pada kawat tanah
meningkat.
2.2 Pemasangan Kawat Tanah pada Sistem
Transmisi
Kawat ini dipasang diatas kawat fasa dengan
sudut perlindungan sekecil mungkin, karena
dianggap petir menyambar diatas kawat.

Gambar 3: gambar pemasangan kawat tanah
Perlindungan hantaran udara dengan
menggunakan kawat tanah merupakan metoda
yang paling efektif. Namun ada beberapa hal yang
harus diperhatikan dalam pemasangan kawat
tanah :
1. Dalam pemilihan kawat tanah factor
mekanisnya harus lebih diperhatikan
daripada factor elektrisnya. Kawat tanah
harus mempunyai ketahanan tarik yang
tinggi dan tidak gampang berkarat
2. Dari hasil penelitian yang telah ada
menunjukkan sudut perlindungan yang
baik adalah proteksi sambaran 0.1% atau
sudut perlindungan maksimum 30
3. Tahanan pentanahan, isolasi dan jarak
bebas antara kawat tanah dengan kawat
phasa adalah hal-hal yang penting dalam
perencanaan transmisi dengan kawat
tanah. Jika suatu tiang transmisi
disambar petir pada kawat tanahnya,
maka arus akan mengalir pada menara
dan kawat tanah
4. Jika jarak bebas antara kawat
tanah/menara ke kawat phasa terlalu
kecil atau sambaran petir cukup besar
maka akan terjadi tembus (flashover)
antara kawat tanah ke kawat phasa yang
biasa disebut back flasover.

2.3 Pentahanan sambaran petir oleh kawat
tanah
3

Untuk meningkatkan keandalan sistem,
diperlukan pentahanan yang baik pada setiap
menara listrik. Jika petir menyambar pada
groundwire di dekat menara listrik, maka
arus petir akan terbagi menjadi dua bagian.
Sebagian besar arus tersebut mengalir ke
tanah melalui pentanahan pada menara
tersebut. Sedangkan sebagian kecil mengalir
melalui groundwire dan akhirnya menuju ke
tanah melalui pentanahan pada menara listrik
berikutnya. Lain halnya jika petir menyambar
pada tengah-tengah groundwire antara 2
menara listrik. Gelombang petir ini akan
mengalir ke menara-menara listrik yang
dekat dengan tempat sambaran tersebut.
Tahanan bumi maksimum untuk system ini
adalah 5 ohm. Untuk menghindari kerusakan
benda-benda akibat muatan listrik dari petir
yang menuju tanah maka coaxial kabel
dibungkus pipa isolasi. Metode tahanan
langsung dari muatan listrik petir ke dalam
tanah menyebabkan seluruh unit mempunyai
potensial yang sama dengan bumi. Sehingga
benda-benda yang berada di sekitar sistem
akan aman.

III. KESIMPULAN
Pemakaian overhead groundwire dalam
saluran transmisi tenaga listrik mempunyai
harapan agar sambaran petir tidak mengenai
kawat phasa. Luas zona/daerah perlindungan
groundwire tergantung dari ketinggian
groundwire itu sendiri.
Probabilitas kegagalan dalam perlindungan
akan naik dengan makin
tingginya groundwire dan besarnya sudut
perlindungan. Untuk itu diperlukan pemilihan
ketinggian serta sudut perlindungan yang sesuai
untuk mendapatkan perlindungan yang baik.
Peningkatan performa perlindungan transmisi
tenaga listrik dari sambaran petir yang paling
mudah dilakukan dengan menambah
jumlah groundwire.
Kombinasi pemakaian groundwire dengan
peralatan-peralatan lainnya sangat diharapkan
untuk memperoleh performa perlindungan yang
lebih tinggi di antaranya dengan pemakaian
arester yang merupakan alat pelindung modern.

DAFTAR PUSTAKA
[1] http://www.docstoc.com/docs/43185297
/kawat-tanah
[2] http://digilib.its.ac.id/public/ITS-
Undergraduate-21177-Chapter1-
214814.pdf
[3] http://repository.usu.ac.id/bitstream/123
123456/22097/4/Chapter%20II.pdf
[4] http://www.elektroindonesia.com/elektre
/energi12a.html