Anda di halaman 1dari 1

Gejala klinis penyakit ISPA

a. Sistem respiratorik: nafas cepat, kadang napas tak teratur, retraksi dinding dada, napas
cuping hidung, sianosis, suara napas lemah, wheezing.
b. Sistem cardial: takikardi, bradikardi, hipertensi, hipotensi dan cardiac arrest.
c. Sistem cerebral : gelisah, sakit kepala, bingung, papil edema, kejang, koma.
d. Sistem integumen : berkeringat banyak.
Tanda-tanda laboratoris ISPA
hipoxemia, asidosis metabolik atau asidosis respiratorik, hiperkapnia
Penularan ISPA
Penularan ISPA terutama melalui droplet (percikan air liur) yang keluar saat penderita bersin,
batuk, udara pernapasan yang mengandung kuman yang terhirup oleh orang sehat. Penularan
juga dapat terjadi melalui kontak atau kontaminasi tangan oleh sekret saluran pernapasan,
hidung, dan mulut penderita.
Penatalaksanaan ISPA
Penatalaksanaan kasus ISPA yang ringan seperti batuk pilek biasa tidak memerlukan antibiotik
karena akan sembuh oleh daya tahan tubuh. Namun khusus untuk anak-anak perlu diwaspadai
pneumonia, karena dapat mengancam jiwa, maka diperlukan pengobatan antibiotik. Pemilihan
dan penggunaan antibiotik juga harus diperhatikan untuk mencegah terjadinya resistensi kuman
terhadap beberapa golongan antibiotik.
Pemilihan obat batuk juga perlu mendapatkan perhatian agar penggunaan obat batuk
disesuaikan dengan jenis batuk apakah batuk kering atau batuk berdahak.
Upaya pencegahan penyakit ISPA
1. Tetap menjaga daya tahan tubuh dengan mengkonsumsi makanan yang bergizi.
2. Pada bayi / anak dilakukan imunisasi
3. Selalu menjaga kebersihan baik kebersihan pribadi maupun lingkungan tempat tinggal
4. Mencegah anak agar tidak berhubungan dengan penderita ISPA
Upaya pengobatan dan perawatan ISPA
1. Jika terserang penyakit ISPA harus banyak istirahat
2. Meningkatkan asupan makanan bergizi
3. Jika demam beri kompres hangat dan banyak minum ( pada bayi ASI tetap diteruskan )
gunakan pakaian yang cukup tipis tidak terlalu ketat, bila perlu diberikan parasetamol.
4. Bila hidung tersumbat karena pilek bersihkan lubang hidung dengan tisu, kemudian tisu
dibuang ke tempat sampah.
5. Jika batuk dianjurkan memberi obat batuk yang aman yaitu ramuan tradisional misalnya :
6. Dengan herbal jeruk nipis, caranya 1 buah jeruk nipis diambil airnya dan tambahkan 2 sendok
makan madu. Kemudian aduk hingga rata. Ramuan ini diminum 2 kali sehari.
7. Dengan herbal belimbing wuluh, caranya 10 buah belimbing wuluh, dicuci, kemudian
dihaluskan. Tambahkan 1 cangkir air masak dan sedikit garam. Peras dan saring. Ramuan ini
diminum 2 kali sehari.#nursingbegin.com*SM