Anda di halaman 1dari 20

- Fitz Gerald (1978):

Investasi adalah aktivitas yang berkaitan


dengan usaha penarikan sumber-sumber
yang dipakai untuk mengadakan modal
barang pada saat sekarang ini. Barang
modal tersebut akan menghasilkan aliran
produk baru di masa yang akan datang.

D e f i n i s i
- James C. Van Horn (1981):
Investasi merupakan kegiatan yang
dilangsungkan dengan memanfaatkan
kas pada masa sekarang ini, dengan
tujuan untuk menghasilkan barang di
masa yang akan datang.


- Menurut KBBI:
Investasi adalah penanaman unag atau
modal dalam suatu perusahaan atau
proyek untuk tujuan memperoleh
keuntungan.
Investasi
Menurut wujudnya
Investasi
Riil
Investasi
Finansial
Investasi
Finansial
Menurut lama investasinya
Investasi
di Pasar
Uang
Investasi
di Pasar
Modal
Investasi di Pasar Uang:
Bersifat jangka pendek ( 5 tahun)
Resiko lebih rendah atau kecil
Hasil yang diperoleh relatif kecil
Deposito dan Surat Berharga
Investasi di Pasar Modal:
Bersifat jangka panjang ( 5 tahun)
Resiko relatif lebih besar
Hasil yang diperoleh relatif besar
Obligasi dan Saham
Obligasi Ritel Indonesia (disingkat
sebagai ORI) merupakan obligasi
negara yang merupakan bagian dari
Surat Utang Negara.
Surat Utang Negara adalah surat
berharga berupa surat pengakuan
utang dalam mata uang Rupiah
maupun valuta asing yang dijamin
pembayaran bunga dan pokoknya oleh
Negara Republik Indonesia, sesuai masa
berlakunya.

Surat Pembendaharaan Negara
(SPN)Surat Perbendaharaan Negara (SPN), yaitu
SUN berjangka waktu sampai dengan 12 bulan
dengan pembayaran bunga secara diskonto
Obligasi Negara (ON)
Obligasi Negara (ON), yaitu SUN berjangka waktu
lebih dari 12 bulan baik dengan kupon atau tanpa
kupon
1. Undang-Undang No. 24 Tahun 2002 tentang Surat
Utang Negara

2. Peraturan Menteri Keuangan No. 36/PMK.06/2006
tentang Penjualan Obligasi Negara Ritel di Pasar
Perdana

3. Peraturan Menteri Keuangan No. 10/PMK.08/2007
tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri
Keuangan No. 36/PMK.06/2006 tentang Penjualan
Obligasi Negara Ritel di Pasar Perdana

Nomor Nama Produk Tingkat Bunga (%) Tanggal Terbit Jatuh Tempo
1 ORI001 12,05 9 Agustus 2006 9 Agustus 2009
2 ORI002 9,28 28 Maret 2007 28 Maret 2010
3 ORI003 9,40 12 September 2007 12 September 2011
4 ORI004 9,50 12 Maret 2008 12 Maret 2012
5 ORI005 11,45 3 September 2008 15 September 2013
6 ORI006 9,35 24 Juli 2009 16 Agustus 2012
7 ORI007 7,95 3 Agustus 2010 15 Agustus 2013
8 ORI008 7,3 26 Oktober 2011 15 Oktober 2014
9 ORI009 6,25 15 November 2012 15 Oktober 2015
Untuk membiayai anggaran negara
Diversifikasi sumber pembiayaan
Mengelola portofolio utang negara
Memperluas basis investor.

Tiap obligasi ORI bernilai 1 juta rupiah
Minimum pembelian adalah 5 lembar dan
hanya berlaku kelipatan
Proses pembelian terdiri atas tiga tahap :
1. Pendaftaran
Membuka rekening di bank sebagai sarana transaksi
2. Pemrosesan
Pengisian formulir oleh investor kepada pihak agen
Pembayaran
Pemrosesan formulir oleh pihak agen kepada
pemerintah
3. Pemberitahuan
Apabila permohonan tidak diterima, uang
pembayaran akan dikembalikan 100%
Saham Deposito Reksadana ORI
Jatuh Tempo Tidak Ada Ada Ada Ada
Kupon/Bunga Tidak Ada Ada Tidak Ada
Ada (jumlahnya
tetap)
Deviden Tidak Ada Ada Tidak Ada Tidak Ada
Potensi Capital Gain Ada Tidak Ada Ada Ada
Jaminan Pemerintah Tidak Ada
Ada (sampai
jumlah tertentu)
Tidak Ada Ada
Perdagangan di Pasar
Sekunder
Ada Tidak Ada Tidak Ada Ada
Stand-by User Tidak Ada Tidak Ada Tidak Ada Ada
1. Pembayaran kupon dan pembayaran
pokok sampai dengan tanggal jatuh
tempo sudah dijamin dalam Undang-
Undang Surat Utang Negara (SUN).
2. Saat diterbitkan di pasar perdana, kupon
yang ditawarkan lebih tinggi
dibandingkan rata-rata tingkat bunga
deposito bank BUMN.
3. Kupon yang dibayarkan tiap bulan berada
pada tingkat bunga yang tetap sampai
dengan jatuh tempo.
4. Berpotensi menghasilkan capital gain.

5. Dapat dijadikan jaminan atau
dipinjamkan ke pihak lain.
6. Dapat diperdagangkan di pasar
sekunder dengan mekanisme bursa
efek atau transaksi di luar bursa efek
(over the counter).
7. Masyarakat ikut ambil andil langsung
dalam pembiayaan pembangunan
nasional.
8. Bunganya tinggi.
9. Resiko lebih rendah dibandingkan
saham.

Resiko Pasar
Resiko pasar merupakan kondisi yang harus
dihadapi oleh suatu perusahaan yang
diakibatkan oleh berubahnya kondisi dan
situasi pasar yang di luar kendali
perusahaan.
Resiko pasar pada investasi ORI ini adalah
potensi kerugian bagi investor karena
adanya kecenderungan penurunan harga
ORI di pasar sekunder akibat kenaikan
tingkat bunga, seperti Sertifikat Bank
Indonesia (SBI).

Resiko Likuiditas
Resiko likuiditas merupakan resiko terjadinya
kerugian yang disebabkan oleh adanya
kesenjangan antara sumber pendanaan
yang biasanya bersifat jangka pendek
dengan aktiva yang biasanya bersifat
jangka panjang.
Resiko likuiditas pada investasi ORI ini adalah
potensi kerugian jika sebelum jatuh tempo
investor pemilik ORI yang memerlukan dana
tunai mengalami kesulitan dalam penjualan
ORI di pasar sekunder.
Menurut Depkeu (2006) dan Wuri (2007)
terdapat beberapa biaya dan pajak yang
harus ditanggung oleh investor, yaitu
Biaya pemesanan Obligasi Ritel Indonesia di pasar
perdana
Biaya penyimpanan surat berharga
Biaya penyimpanan rekening surat berharga
Biaya transfer bunga
Biaya transaksi di pasar sekunder
Biaya transaksi Obligasi Ritel Indonesia di pasar
sekunder
Pajak untuk kupon obligasi (sebesar 20%)
Pajak untuk capital gain (sebesar 20%)
Kesimpulan
ORI merupakan investasi yang
menguntungkan karena minim resiko (telah
dijamin oleh pemerintah)
ORI dapat menjadi sarana untuk
membangun perekonomian nasional

Saran
Instrumen keuangan seperti ORI harus
ditingkatkan sosialisasinya

Frensidy, Budi. 2010. Matematika Keuangan. Jakarta: Salemba Empat
Undang-Undang Pasar Modal No. 8 tahun 1995 tentang Pasar Modal
Wuri, Josephine. 2007. Obligasi Ritel Indonesia (ORI): Salah Satu Alternatif Pilihan
Investasi. Yogyakarta: Universitas Sanata Dharma
http://abhymujahidmuda.blogspot.com/2012/05/risiko-pasar-dan-risiko-likuiditas.html
(waktu akses 30 Mei 2013 pukul 13.55 WIB)
http://businesslounge.co/?p=8537 (waktu akses 30 Mei 2013 pukul 20.00 WIB)
http://duniainvestasikita.blogspot.com/2012/12/mengenal-jenis-jenis-investasi-dan.html
(waktu akses 31 Mei 2013 pukul 22.30 WIB)
http://id.wikipedia.org/wiki/Obligasi_Negara_Ritel (waktu akses 30 Mei 2013 pukul 19.20
WIB)
http://id.wikipedia.org/wiki/Pasar_modal (waktu akses 30 Mei 2013 pukul 19.17 WIB)
http://menixnews.wordpress.com/untungkah-investasi-di-ori/ (waktu akses 1 Juni 2013
pukul 10.15 WIB)
http://siadevelopment.blogspot.com/2012/12/obligasi-ritel-indonesia-ori-lebih.html
(waktu akses 27 Mei 2013 pukul 12.15 WIB)
http://tipsorangsukses.blogspot.com/2013/03/pasar-perdana-vs-pasar-sekunder.html
(waktu akses 1 Juni 2013 pukul 10.00 WIB)
http://www.anneahira.com/obligasi-ritel-indonesia.htm (waktu akses 31 Mei 2013 pukul
23.05 WIB)
https://www.danamonline.com/onlinebanking/include/id/popups/obligasi_retail_indon
esia2.html (waktu akses 25 Mei 2013 pukul 14.08 WIB)