Anda di halaman 1dari 4

PRAKTIKUM POMPA KALOR (HEAT PUMP) DTM FT UI

MATA KULIAH KONVERSI DAN KONSERVASI ENERGI Tugas Tambahan



TUGAS TAMBAHAN REVIEW JURNAL

Heat Transfer of Nanouids in a Shell and Tube Heat Exchanger
B. Farajollahi, S.Gh. Etemad *, M. Hojjat
Department of Chemical Engineering, Isfahan University of Technology, Isfahan 84156-83111, Iran

Pengantar
Beberapa dekade kebelakang, keterbatasan bahan bakar didunia, membuat optimai
energi diberbagai industri proses menjadi suatu hal yang terus dikembangkan. Pada proses
kimia,salah satu alat yang sangat penting terkait dengan energi dan perpindahaan kalor adalah
alat penukar kalor. Dalam beberapa dekade, kegiatan untuk membuat alat penukar kalor lebih
efisien dan lebih baik perfomanya telah dilakukan dan berlanjut hingga sekarang. Perbaikan-
perbaikan yang dilakukan telah meliputi memperkaya perpindahan panas, mengurangi ukuran
alat penukar kalor tersebut ke arah yang lebih praktis dan sekarang adalah meningkatkan
efisiensi melalui efektifitas dari konsumsi bahan bakar. Salah satu keterbatasan dalam
meningkatkan konduktifitas termal dari alat penukar kalor adalah nilai dari konduktifitas
termal fluida kerja konvensional dari alat penukar kalor tersebut sendiri seperti air, mineral
oil dan ethlyne glicol.
Semenjak diketahui bahwa ternyata partikel padat misalkan logam mempunyai nilai
konduktifitas termal yang tingi dibanding dengan partikel cair, usaha-usaha menggabngkan
partikel padat kedalam cairan sulit terus dilakukan. Mengingat bahwa dalam fenomena
perpindahan panas konduktifitas termal mempunyai pengaruh yang terbesar untuk
meningkatkan efisiensi termal.
Penemuan-penemuan di dalam rekayas perpindahan panas hingga kini telah berhasil
menghasilkan berbagai penemuan dengan tujuan untuk meningkatkan efisiensi dalam
perpindahan panas tersebut. Salah satunya dengan nano fluida. Nano fluida merupakan fluida
yang didalamnya telah digabungkan partikel-partikel padat berukuran nano yang memiliki
konduktifitas termal yang tinggi. Tujuannya adalah untuk membuat suatu bentuk fluida kerja
yang memilki konduktifitas termal tinggi. Berbagai macam partikel telah diujicobakan
untukmembuat nano fluida. Partikel-partikel seperti Al
2
O
3,
CuO atupun TiO
2
merupakan nano
fluida yang relatifsering digunakan. Adapun dalam jurnal ini ingin dikaji karakteristik
PRAKTIKUM POMPA KALOR (HEAT PUMP) DTM FT UI

MATA KULIAH KONVERSI DAN KONSERVASI ENERGI Tugas Tambahan

perpindahan panas dari penggunaan nano fluida Al
2
O
3
/ air dan TiO
2
/ air pada Alat penukar
kalor jenis shell and tube horizontal berbahan stainless steel.
Set Up Percobaan
Pada gambar diatas ditunjukan bentukpercobaan yang dilakukan oleh penulis. Adapun
komponen-komponen yang digunakan dalam percobaan ini antara lain: alat penukar kalor
jenis sheeland tube, temperatur indikator, heating tank, flow meter, reflux line, nanofluid
reservoir tank, cooling system, pompa, drain. Untuk mengukur temperatur digunakan
termokopel jenis K. Termokopel yang digunakan sebanyak 4 buah.

Data Processing
Beberapa persamaan digunakan untuk memperoses data yang dihasilkan dari
percobaan ini. Persamaan persamaan tersebut antara lain :
1.
2.
PRAKTIKUM POMPA KALOR (HEAT PUMP) DTM FT UI

MATA KULIAH KONVERSI DAN KONSERVASI ENERGI Tugas Tambahan

3.
4.
5.
Hasil dan Pembahasan
1. Convective Heat Transfer dari Nanofluida


PRAKTIKUM POMPA KALOR (HEAT PUMP) DTM FT UI

MATA KULIAH KONVERSI DAN KONSERVASI ENERGI Tugas Tambahan


Kesimpulan
Telah dilakukan investigasi mengenai penggunaan nanoluida jenis Al2O3 dan juga
jenis TiO2 sebagai fluida kerja dari alat penukar kalor jenis shell and tube. Penyelidian
dilakukan dengan range yang lebar untuk Peclets Number ,volume dari nano particle,dan
juga konsentrasi. Percobaan ini menghasilkan peningkatan yang siginifikan dari
karakteristik perpindahan panas nanofluida. Penambahan kedua jenis nano fluida tersebut
membuat koefisien perpindahan kalor dari fluida dasar bertambah sangat signifikan.