Anda di halaman 1dari 2

Buying Signal

Saya pernah membaca dalam beberapa buku dan artikel, bahwa the best closing adalah
prospek yang membeli dari kita, tanpa kita berusaha melakukan closing apapun juga. Dalam
kasus dunia indah buat seorang sales seperti ini, anda sudah sampai pada tahap puncak
kepiawaian seorang sales, dengan membuat seorang prospek yang tergerak dan terdorong
membeli produk anda. Tidak, saya tidak bicara efek mempengaruhi orang melalui kekuatan
pikiran disini. Tapi benar-benar kedisiplinan anda untuk tetap fokus pada prospek, setia dengan
kebutuhan dan keinginan si prospek, dan memberikan hanya solusi yang tepat untuk prospek.

Lantas apa masih perlu kita dengan teknik closing? Masih, dengan sebuah pemikiran sederhana
untuk anda pertimbangkan: jika si prospek itu adalah saudara kandung anda, apakah anda juga
akan melakukan closing yang sama?
Kenapa saya menyelipkan pertanyaan seperti itu untuk anda? Karena teknik closing yang saya
ingin diskusikan di sini adalah beautiful closing. Bagaiamana anda melakukan tahap akhir ini
dengan sangat cantik, sangat nyaman, senyaman anda datang pertama kali berjumpa dengan
prospek anda. Bukankah harus ada konsistensi sejak awal hingga akhir?
Konsep beautiful closing ini sebenarnya sangat sederhana, mari saya bawa anda dalam
langkah-langkah berikut:
Konfirmasikan pada diri anda sendiri, yakinkah anda bahwa produk dan jasa yang anda
jual sudah amat sangat sesuai dengan kebutuhan dan keinginan prospek? Kita bisa melakukan
teknik summarizing yang sederhana dengan menjelaskan sekali lagi pada prospek apa yang
menjadi kebutuhan dan keinginannya, apa saja keberatannya, dan bagaimana produk anda
tepat untuk prospek. Namun yang paling penting adalah perasaan nyaman anda terhadap
hasil diskusi, dan kenyamanan yang sama yang juga dirasakan oleh prospek.
Bukankah kita perlu memahami buying signal disini? Saya akan cenderung mengatakan
buying signal adalah sebuah proses panjang sejak menit pertama anda bertemu dengan
prospek. Anda yang menjaga buying signal itu, bagaimana anda menemukan buying signal
bersedia bertemu tatap muka dengan anda, buying signal meladeni proses connecting anda,
buying signal menjawab pertanyaan-pertanyaan anda secara terbuka dan seterusnya.
Mayoritas literatur yang saya baca, umumnya mengatakan bahwa proses closing ini adalah
proses anda menggunakan teknik untuk membujuk sampai untuk memaksa prospek segera
mengambil keputusan. Terdapat berbagai macam teknik canggih yang sudah sering anda
kenal, mulai dari minor choice yang berfokus pada hal-hal kecil untuk mengarahkan prospek
melupakan pertimbangan utama membeli produk kita hingga teknik standing room yang
memanfaatkan sempitnya waktu untuk mendorong penjualan hanya saat itu. Atau sebutlah
teknik klasik yang memberi pilhan 2 jenis, misalnya ambil kredit untuk 3 tahun atau 4 tahun,
lebih suka hadiah warna merah atau biru, dan lain sebagainya. Beautiful Closing akan
berfokus pada hal yang sangat mendasar dari prospek pada tahapan ini: Is it the right thing for
my prospect?
Melakukan closing dengan nyaman, senyaman anda menyapa selamat pagi apa kabar
terhadap prospek. Tidak ada beban apapun dan merasakan bahwa apa yang anda lakukan
dalam tahap ini adalah tahap sangat penting untuk membantu prospek anda. Uraikan dengan
sangat sederhana kenapa dia seyogyanya (should) mengambil produk anda saat ini, bukan
seharusnya (must) yang kita bungkus dengan berbagai teknik closing canggih yang kita kenal.