Anda di halaman 1dari 22

ASKEP PADA GAGAL GINJAL

AKUT DAN KRONIK


Oleh :
Ellysa
M. Fikri
Suryanita
Gagal ginjal ..
Gagal ginjal atau Acute renal failure (ARF)
dapat diartikan sebagai penurunan
cepat/tiba-tiba atau parah pada fungsi
filtrasi ginjal. Kondisi ini biasanya ditandai
oleh peningkatan konsentrasi kreatinin
serum atau azotemia (peningkatan
konsentrasi BUN [Blood Urea Nitrogen]
Gagal ginjal dibagi menjadi 2:
1. Gagal ginjal akut
2. Gagal ginjal kronik

Gagal ginjal akut..
Gagal Ginjal Akut adalah kemunduran
yang cepat dari kemampuan ginjal dalam
membersihkan darah dari bahan-bahan
racun, yang menyebabkan penimbunan
limbah metabolik di dalam darah (misalnya
urea).

Etiologi..
Tiga kategori utama kondisi penyebab
Gagal Ginjal Akut adalah :

1. Pra renal
2. Intra renal
3. Pasca renal
Tanda dan gejala..
Bengkak mata, kaki
Nyeri pinggang hebat
(kolik)
kencing sakit, sedikit
kadang timbul
merah/darah bahkan
sering kencing
Demam
Kelainan Urin:
Berkurangnya rasa,
terutama di tangan
atau kakig
Perubahan mental
atau suasana hati
Kejang
Tremor tangan
Mual, muntah

Patofisiologi..
Terdapat empat tahapan klinik dari gagal
ginjal akut sebagai berikut :

Periode Awal
Periode Diuresis
Periode Penyembuha

*pathway
Pemeriksaan diagnostik..
Urine
Darah
KUB Foto
Pielografi retrograd
Arteriogram
Sistouretrogram
berkemih
Ultrasono ginjal
Biopsi
Endoskopi ginjal
nefroskopi
EKG

Penatalaksaan..
Dialisis
Penanganan hiperkalemia
Mempertahankan keseimbangan cairan

Asuhan keperawatan..
Pengkajian

Identitas
Keluhan utama
Riwayat Kesehatan
Sekarang ( PQRST )



Riwayat Psikososial
Lingkungan dan
tempat tinggal
Riwayat Penyakit
Dahulu
Riwayat Kesehatan
Keluarga


Pemfis..
Keadaan umum dan
TTV
Sistem Pernafasan
Sistem Hematologi
System
Neuromuskular
Sistem
Kardiovaskuler

Sistem Endokrin
Sistem Perkemihan
Sistem pencernaan
Sistem
Muskuloskeletal


Diagnosa keperawatan..
Peningkatan volume cairan tubuh
berhubungan dengan penurunan fungsi
ginjal
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan anoreksia, vomitus,
nausea.
Aktivity intolerans berhubungan
dengan kelemahan.

Intervensi..
Diagnosa : Peningkatan volume cairan
tubuh berhubungan dengan penurunan
fungsiGinjal
Kaji keadaan udema
Kontrol intake danout put per 24 jam
Timbang berat badan tiap hari
Beritahu keluarga agar klien dapat
membatasi minum

Lanjutan..
Penatalaksanaan pemberian obat anti
diuretik.
Kolaborasi pemeriksaan laboratorium
fungsi ginjal.

Gagal ginjal kronik..
Gagal ginjal kronis adalah kegagalan
fungsi ginjal untuk mempertahankan
metabolisme serta keseimbangan cairan
dan elektrolit akibat destruksi struktur
ginjal yang progresif dengan manifestasi
penumpukan sisa metabolit ( toksik uremik
) di dalam darah. (Arif Muttaqin,2011; 166)

Etiologi..
Penyakit dari ginjal :

penyakit pada saringan
(glomerulus) :
glomerulonefritis
infeksi kuman :
pyelonefritis, ureteritis
batu ginjal : nefrolitiasis
kista di ginjal : polcystis
kidney




Penyakit umum di luar
ginjal :
penyakit sistemik :
diabetes mellitus,
hipertensi, kolesterol
tinggi
dyslipidemia
infeksi di badan : tbc
paru, sifilis, malaria,
hepatitis
preeklamsi

* pathway
Manifestasi klinis ..
Manifestasi klinik antara lain (Long, 1996 :
369):
Gejala dini : lethargi, sakit kepala, kelelahan fisik dan
mental, berat badan berkurang, mudah tersinggung,
depresi
Gejala yang lebih lanjut : anoreksia, mual disertai
muntah, nafas dangkal atau sesak nafas baik waktui ada
kegiatan atau tidak, udem yang disertai lekukan, pruritis
mungkin tidak ada tapi mungkin juga sangat parah.

Penatalaksanaan medis..
Dialisis
Koreksi hiperkalemi
Koreksi anemia
Koreksi asidosis
Pengendalian hipertensi
Transplantasi ginjal

Diagnosa kep..
Kelebihan volume cairan berhubungan dengan penurunan keluaran
urine, diet berlebih dan retensi cairan dan natrium
Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan
dengan anoreksia, mual, muntah, pembatasan diet dan perubahan
membrane mukosa mulut.
Gangguan integritas kulit berhubungan dengan gangguan status
metabolic, sirkulasi,sensasi, penurunan turgor kulit, penurunan
aktivitas, akumulasi ureum dalam kulit.
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan keletihan, anemia, retensi
produk sampah dan prosedur
Gangguan konsep diri ( gambaran diri ) berhubungan dengan
penurunan fungsi tubuh, tindakan dialysis, koping maladaptif
Kurangnya pengetahuan tentang kondisi , prognosis, dan kebutuhan
pengobatan berhubungan dengan kurangnya informasi.

* intervensi
Sekian.
Terimakasih