Anda di halaman 1dari 2

Seperti Air

Publikasi: 01/05/2003 13:13 WIB


eramuslim - Tuangkan air ke dalam gelas, maka ia akan berbentuk menyerupai gelas. Jika air itu
dimasukkan ke dalam bak, iapun akan mengikuti bentuk bak tersebut, entah bundar ataupun
persegi. Segala bentuk, semua sudut yang ditawarkan, air selalu bisa mengisi, memenuhi dan tak
pernah membiarkan sisi-sisi wadah tak tersentuh olehnya. Namun air tetap air, meski harus
berbentuk persegi atau bundar, tempat kecil atau besar, ia tetap berbentuk cair. Seperti air,
dimanapun berada hendaknya kita bisa beradaptasi dengan lingkungan dan ketentuan yang
berlaku. Tapi tidak berarti harus tenggelam dalam kungkungan dan batas-batas ketentuan yang
tak normal, bukan juga larut bersama putaran kehidupan yang tak semestinya, apalagi hanyut
terbawa arus gelombang realita yang seringkali menggiurkan namun menyesatkan. Seperti air,
keberadaan manusia di muka bumi hendaknya bisa menyentuh setiap waktu, setiap tempat yang
disinggahinya, bukan tanpa makna.
Air senantiasa bergerak, dimanapun ada celah dan ruang, sudut dan sisi ia pasti menemukan
jalan. Air cenderung bergerak kebawah, dua hal yang menjadikannya keatas, oleh ajakan awan
yang kemudian menjadikannya hujan dan akhirnya kembali jatuh ke bawah (bumi, dan satu lagi,
oleh mesin buatan manusia untuk pelbagai keperluan, namun yang pasti ujungnya selalu ke
bawah. Air yang berdiam diri, terjebak dalam kubangan tak berpembuangan, akan mengering,
berwarna yang tak lagi bening dan akhirnya tak berguna sama sekali, bahkan bisa menjadi
sumber penyakit akibat dihinggapi bermacam bakteri. !ang demikian, tak lagi bersih dan suci,
hingga tak layak untuk segala keperluan manusia. Seperti air, tak pernah diam, selalu beranjak
setiap saat, begitulah semestinya manusia. Ada dua manusia yang tak bergerak, malas atau mati.
"ereka yang tak bergerak, berdiam diri dan tak melakukan akti#itas yang berman#aat, maka tak
ubahnya ia seperti makhluk tak bernyawa. $eberadaannya tak bedanya dengan ketiadaannya.
$eberadaannya tak dirasa man#aatnya, ketiadaannya tak dirisaukan. "anusia yang tak memiliki
akti#itas, tak bekerja dan menggunakan potensi dan kelebihannya, adalah manusia yang tak
berguna. Seperti air, jikapun harus terus bergerak, hendaknya manusia tak pernah lupa bahwa ia
punya tempat kembali. "anusia bermula dari bawah akan kembali jatuh ke bawah. "engawali
hidup tanpa apapun, juga tanpa apapun saat mengakhirinya. $ita berasal dari tanah akan kembali
ke tanah.
Air tak pernah bisa dibendung, dan terbendung. Tertutup satu jalan di depan, ia akan berusaha
mencari jalan lain dan terus mencari sampai jalan itu benar-benar didapatinya. %oba perhatikan,
air tak pernah menyia-nyiakan lubang bocor di ember atau bak, ia akan mengalir dengan deras
menuju kebebasan bergerak dan keberhasilan. Seperti air, tidak seharusnya manusia menyerah
pasrah dan putus asa setiap kali membentur halangan dalam berupaya meraih cita-cita. &erpikir
cepat, ino'ati#, kreati# mencari celah menuju cita-cita, harus menjadi bagian dari si#at diri. (an
satu hal lagi, jangan pernah mengabaikan sekecil apapun kesempatan yang terbuka untuk secepat
kilat menerobosnya, karena bisa jadi, itu jalan satu-satunya meraih kesuksesan.
Saat panas menyengat, membuat tenggorokan terasa kering, airlah tumpuan kita untuk
melepaskan dahaga. Tubuh yang kotor, oleh peluh dan debu, air menjadi satu harapan untuk bisa
membersihkannya. &ahkan untuk menyegarkan diri, tentu air pula yang dicari, baik sekedar cuci
muka, mandi ataupun berenang. "anusia tak pernah bisa membayangkan hidup tanpa air, seperti
halnya manusia tak juga bisa membayangkan hidup tanpa bumi tempat berpijak. Seperti air,
sebagai makhluk yang diciptakan dengan bentuk yang lebih sempurna ketimbang makhluk
lainnya, seharusnya setiap kita memiliki si#at aserti#, senantiasa hadir saat manusia lain
membutuhkannya, selalu memberikan yang terbaik tanpa terlebih dulu diminta. Sehingga pada
masanya, kapanpun, dimanapun dan dalam kondisi seperti apapun, kita selalu dicari, dibutuhkan
dan dipentingkan. Sungguh merugi manusia yang kehadirannya tak pernah diperhitungkan.
Air bisa dibuat panas mendidih hingga )** derajat, bisa juga dibuat dingin dan membeku hingga
titik dibawah nol. Namun air tetap bening tak berwarna, dalam keadaan panas atau beku. +a tetap
bernama air jika tetap bening tak berwarna, jika sudah berubah warna menjadi kuning atau
merah, mungkin saja namanya sirup, jika ia hitam, hampir pasti orang menyebutkan kopi. Atau
ketika berwarna kecoklatan, mungkin kehitaman, meski masih bernama air, tapi terdapat embel-
embel, air kotor, air kali atau juga air got. Seperti air, panas atau dingin tetap melegakan,
sebaiknya manusia, dalam keadaan apapun tetap bisa menyenangkan manusia lainnya. Sehingga
manusia lain tetap betah bertetangga, hidup bersama dan berdekatan. Seperti air, untuk menjadi
diri sendiri, setiap manusia harus mempertahankan warna #itrahnya. ,itrah manusia pada
kesucian dan kebenaran, dan sudah barang tentu, manusia yang tak lagi pada #itrahnya itu
mungkin saja tak layak lagi menyandang predikat manusia. Atau sekiranya masih berwujud
manusia, namun hakikatnya tak lagi manusia. "isalnya, manusia yang mengambil barang orang
lain, biasanya digelari maling, pencuri, copet, jambret atau lainnya. "anusia yang menggunakan
harta perusahaan untuk kepentingan pribadi, orang mengenalnya sebagai koruptor. "anusia yang
gila kekuasaan, sering dicap diktator. &ahkan ada manusia yang perilakunya seperti hewan, entah
sebutan apa yang pantas untuk yang semacam ini. (an masih banyak lagi sebutan-sebutan yang
dilatar belakangi oleh perilaku manusia itu sendiri.
Air tak pernah menyatu dengan minyak. $ita semua tahu itu. Air dan minyak, bisa dijadikan
simbol ketidakmungkinan dua -at berbeda untuk bersatu. &isa juga sebagai simbol penolakan
kebathilan oleh kebenaran. Seperi hitam dan putih yang tak pernah sama, jika dipadukan ia akan
menjadi abu-abu. Seperti air, wajib menolak setiap hal yang bertentangan dengan kebenaran.
.ntuk diketahui, kita memiliki daya resistensi untuk menentang kebathilan yang sungguh-
sungguh bukan #itrah manusia. Namun jika resistensi itu tak digunakan, bukan tidak mungkin
banyak manusia yang menjadi abu-abu, alias muna#ik, terkadang terlihat seperti putih padahal ia
hitam.
"aka, mengalirlah seperti air .... /allahu 0a1lam bishshowaab (&ayu 2autama, thanks 2od, #or
!our 3resent