Anda di halaman 1dari 22

Pendahuluan

  • 1.1. Sistem Koordinat Tegak Lurus Dengan suatu cara tertentu, kita dapat menggunakan bilangan-bilangan untuk menunjukkan letak suatu titik di dalam ruang. Maka dikatakan bahwa suatu sistem koordinat telah kita terapkan di dalam ruang. Sekarang kita akan membicarakan suatu sistem koordinat yang paling sederhana dan paling umum dipergunakan.

“Suatu sistem koordinat tegak lurus (disebut juga sistem koordinat Cartesian) di

dalam ruang ditentukan dengan memilih suatu satuan panjang serta tiga buah garis lurus yang masing-masingnya saling tegak lurus dan berpotongan di satu titik (ketiga garis itu disebut sumbu-sumbu), dan ditentukan pula oleh himpunan semua tripel-tripel terurut dari bilangan-bilangan nyata.” Misalkan X`OX, Z`OZ adalah dua garis lurus yang paling tegak lurus dan menentukan sebuah bidang rata XOZ. Melalui titik potong O, yang disebut titik asal, digambar garis Y`OY yang tegak lurus bidang XOZ. Maka berarti ketiga garis tersebut masing-masingnya saling tegak lurus. Ketiga garis : X`OX, Y`OY, dan Z`OZ disebut sumbu-sumbu koordinat tegak lurus, disingkat sumbu X, Y, dan Z. Ketiga sumbu diambil sepasang-sepasang, menentukan tiga buah bidang XOY, XOZ, dan ZOX atau secara singkat kita tulis bidang XY, YZ, dan ZX, masing-masing disebut bidang-bidang koordinat tegak lurus.

Pendahuluan 1.1. Sistem Koordinat Tegak Lurus Dengan suatu cara tertentu, kita dapat menggunakan bilangan-bilangan untuk menunjukkan

Misalkan, M suatu titik sebarang di dalam ruang. Melalui M, gambar tiga buah bidang rata yang masing-masig sejajar bidang-bidang koordinat (berarti juga memotong tegak lurus sumbu-sumbu koordinat, misalkan memoting dititik A, B, dan C, dimana :

OA = x, OB = y, dan OC = z satuan. Ketiga bilangan x, y, dan z dengan urutan ini disebut koordinat dari titik M. “Didalam ruang, setiap titik dapat diwakili oleh satu dan hanya satu tripel terurut bilangan-bilangan nyata (x,y,z) dan sebaliknya setiap tripel terurut bilangan-bilang nyata (x,y,z) memili satu dan hanya satu titik didalam ruang. Atau dengan perkataan lain, terdapat korespondensi satu-satu antara himpunan titik-titik didalam ruang dengan himpunan semua tripel terurut bilangan-bilangan nyata.” Masing-masing x, y, dan z boleh positif atau negatif, tergantung arah mengukurnya, apakah kearah positif atau kearag negatif dari sumbu-sumbu koordinat. Dalam hal sebaliknya, yaitu diketahui tripel terurut bilangan-bilangan (x,y,z) kita dapat menentukan titik M yang koordinatnya x, y, z. Untuk itu kita kerjakan sebagai berikut :

  • (i) Berturut-turut ukur OA = x, OB = y, OC = z sepanjang sumbu-sumbu X,Y, dan

Z (dengan memperhatikan arah positif dan negatifnya) (ii) Berturut-turut gambar bidang-bidang melalui A, B dan C yang sejajar bidang- bidang koordinat YZ, ZX, XY. Titik potong ketiga bidang tersebut adalah titik M yang dimaksud. Bila titik M berkoordinat x, y, dan z. Kita dapat menuliskannya M (x, y, z) x

disebut absis, y disebut ordinat dan z disebut aplikat dari titik M. Dengan diterapkannya suatu sistem koordinat tegak lurus maka ruang akan terbagi menjadi delapan bagian. Masing-masing bagian disebut oktan dan diberi nomor menurut aturan berikut :

Oktan I berisi titik-titik dengan x > 0, y > 0, z > 0 Oktan II berisi titik-titik dengan x < 0, y > 0, z > 0 Oktan III berisi titik-titik dengan x < 0, y < 0, z > 0 Oktan IV berisi titik-titik dengan x > 0, y < 0, z > 0 Oktan V berisi titik-titik dengan x > 0, y > 0, z < 0 Oktan VI berisi titik-titik dengan x < 0, y > 0, z < 0 Oktan VII berisi titik-titik dengan x < 0, y < 0, z < 0 Oktan VIII berisi titik-titik dengan x > 0, y < 0, z < 0

1.2.Persamaan Bidang dan Sumbu Koordinat Titik-titik yang terletak pada bidang-bidang koordinat mempunyai ciri-ciri khusus. Titik- titik yang terletak pada bidang XOY akan mempunyai aplikat z = 0. Titik yang terletak

pada bidang YOZ akan mempunyai absis x = z = 0. Titik yang terletak pada biang YOZ akan mempunyai absis x = 0 dan titik yang terletak pada bidang ZOX akan mempunyai ordinat y = 0. Kebalikan dari pernyataan-pernyataan diatas adalah benar jadi, titik 0 berkoordinat (0,0,0). Sedangkan titik-titik yang terletak pada sumbu-sumbu koordinat juga mempnyai ciri khusus. Titik-titik yang terletak pada sumbu X (berarti terletak pad abidang XOY dan ZOX) akan mempunyai z = 0 dan y = 0. Titik-titik yang terletak pada sumbu Y mempunyai x = 0 dan z = 0. Titik-titik yang terletak pada sumbu Z mempunyai y = 0 dan x = 0. Kalau kita perhatikan paralel-epipedum ASBO-UMTC pada gambar 1, maka koordinat x, y, dan z dari titik M (harga mutlaknya) tak laim adalah jarak dari titik M ke bidang-bidang koordinat. Maka tempat kedudukan titik-titik yang berabsis sama, yaitu x = a adalah suatu bidang rata yang sejajar bidang YOZ berjarak |a|. Letak bidang tersebut tergantung dari tanda a, disebelah belakang bidang YOZ bila a negatif dan disebelah muka bidang YOZ bila a positif. Dan tempat keduudkan titik-titik yang berordinat sama, y = b, adalah bidang sejajar bidang kooridnat ZOX berjarak |b|, serta tempat kedudukan titik-titik beraplikat sama, z = c adalah bidang sejajar bidang koordinat XOY.

pada bidang YOZ akan mempunyai absis x = z = 0 . Titik yang terletak pada

1.3. Jarak Dua Titik Kita hendak menentukan jarak antara titik P(x 1 , y 1 , z 1 ) dan P(x 2 , y 2 , z 2 ). Perhatikan paralel-epipedum ANBP-LQMC. Maka :

PN = | x 2 - x 1 | AN = | y 2 - y 1 | NQ = | z 2 - z 1 |

pada bidang YOZ akan mempunyai absis x = z = 0 . Titik yang terletak pada

Menurut teorema Phytagoras PN 2 = PA 2 + AN 2 dan karena QN bidang ANBP, berarti QN PN sehingga :

(Phytagoras) PQ 2 = PN 2 + NQ 2 = PA 2 + AN 2 + NQ 2 = | x 2 - x 1 | 2 + | y 2 - y 1 | 2 + | z 2 - z 1 | 2

Atau

PQ

= √(

)

(

)

(

)

Kalau P adalah titik asal O (0,0,0) maka jaraknya ke titik Q (x 2 ,y 2 ,z 2 ).

 

OQ

=

Contoh (1.1) :

 

(i)

Jarak titik P (3,1,4) dan Q(5,0,2) adalah :

 

P

= (

 

)

(

)

(

)

(ii)

Jarak titik asal O (0,0,0) ke titik Q (-6,2,-3) adalah :

OQ = (

)

(

)

(

)

1.4. Koordinat Titik yang Membagi Ruas Garis PQ atas Pebandingan m : n Misalkan P(x 1 ,y 1 ,z 1 ) dan Q(x 2 ,y 2 ,z 2 ). R(x,y,z) membagi garis PQ atas perbandingan m : n Gambarkan PL, QM, RN tegak lurus bidang XOY LNM adalah perpotongan bidang XOY dengan bidang PQRMNL. Tarik HRK//LNM. ∆ HPR sebangun dengan KQR

Menurut teorema Phytagoras PN = PA + AN dan karena QN ﬩ bidang ANBP, berarti QN

Kemudian dengan cara yang sama, menarik garis-garis tegak lurus pada bidang YOZ dan ZOX diperoleh :

Jadi koordinat :

(

)

Koordinat titik tengah :

Kalau R adalah titik tengah ruas garis PQ maka R membagi PQ atas perbandingan m :

n = 1:1

(

)

Secara umum : kita tulis perbandingan m : n = k, dimana k boleh positif ataupun negatif, tergantung apakah R terletak di antara PQ ataukah pada perpanjangannya.

Kalau :

k > 0 maka R terletak diantara P dan Q -1 < k < 0 maka R terletak di perpanjangan QP (pada pihak P) k = -1 menunjukkan suatu titik di tak berhingga k < -1, maka R terletak diperpanjangan PQ (pada pihak Q)

Dalam hal ini koordinat R menjadi :

Dimana k ≠ -1 Contoh 1.2 :

(

)

Misalkan P(-4,5,-6) dan Q(2,-4,3) maka koordinat titik R membagi PQ atas perbandingan -4:1 adalah :

. (

)(

)

(

)(

)

(

)(

)

/

Atau R(4,-7.6) dan koordinat titik S yang membagi PQ atas perbandingan 1:2 adalah

( (

) (

)

(

)(

)

(

)(

)

)

(

)

1.5. Vektor

Dari fisika elementer, kita telah mengenal bahwa beberapa besaran fisika, seperti temperatur, massa ataupun kerapatan disebut besaran skalar. Sedangkan beberapa besaran lain, seperti gaya, kecepatan, percepatan disebut besaran vektor. Setiap besaran skalar dikaitkan dengan suatu bilangan yang merupakan perbandingan besaran tersebut dengan suatu satuan ukuran tertentu yang sesuai, bilangan itu disebut besarnya. Di lain pihak,

suatu besaran vektor tidak cukup ditentukan oleh besarnya saja, tetapi juga oleh arahnya.

“Vektor Ilmu Ukur, sikatnya : Vektor, didefinisikan sebagai ruas garis lurus yang mempunyai arah”

Besar vektor dinyatakan oleh panjang ruas garis, sedangkan arahnya oleh tanda panah. Didalam buku ini, vektor akan digunakan sebagai alat pembantu yang menguntunkan dalam pembicaraan Ilmu Ukur Analitik. Notasi, suatu vektor yang dapat dituliskan dengan dua huruf besar serta suatu strip atau tanda panah diatas huruf-huruf tersebut. Huruf pertama menyatakan titik awal dan huruf kedua menyatakan titik ujungnya.

Sering pula suatu vektor kita beri nama dengan sebuah huruf kecil (yang tercetak tebal, misalnya a, atau ā atau , ataupun a. Besar (panjang vektor dapat ditulis |PQ| atau | ā | Vektor dimana titik awal dan titik ujungnya berimpit disebut. Vektor-vektor yang teletak pada gairs lurus yang sama atau disebut segaris. Definisi dari kesamaan vektor-vektor :

“Vektor-vektor disebut sama jika mereka segaris serta mempunyai panjang dan arah yang sama.” Sebuah vektor yang arahnya berlawanan dengan vektor a tetepi mempunyai panjang yang sama dinyatakan sebagai .

1.5. Vektor Dari fisika elementer, kita telah mengenal bahwa beberapa besaran fisika, seperti temperatur, massa ataupun

Jumlah dari vektor-vektor a dan b sebuah vektor c = a + b, yang diperoleh dengan menempatkan titik awal vektor b berimpit dengan titik ujung vektor a lalu menghubungkan titik awal vektor a dengan titik ujung vektor b. Metode ini disebut metode segitiga dari penjumlahan vektor. Metode lain adalah metode jajaran genjang, yaitu dengan menempatkan titik-titik awal vektor-vektor a dan b berimpit, lalu membentuk

Jumlah dari vektor-vektor a dan b sebuah vektor c = a + b , yang diperoleh

Sebuah jaringan jajaran genjang dengan dua buah sisinya a serta b, a+b adalah diagonal jajaran genjang tersebut, yang bertitik awal pada titik awal a dan b tersesbut.

Jumlah dari vektor-vektor a dan b sebuah vektor c = a + b , yang diperoleh

Selisih dua vektor a-b sama seperti menjumlahkan a dengan lain a b = a (-b).

. Dengan perkataan

Jumlah dari vektor-vektor a dan b sebuah vektor c = a + b , yang diperoleh

Hasil perkalian vektor a dengan skalar k adalah vektor ka yang panjangnya |k| kali panjang a dan arahnya sama dengan arah a bila k positif atau berawanan dengan arah a bila negatif. Kalau k = 0 maka ka adalah vektor nol (0). Beberapa hukum pada operasi vektor : Jika a, b, dan c vektor-vektor, serta m, n skalar-skalar.

  • 1. a + b = b + a (hukum komutatif penjumlahan)

  • 2. a + (b + c) = (a + b) + c (hukum asosiatif penjumlahan)

  • 3. ma = am (hukum komutatif perkalian)

5.

(m + n)a = ma + na (hukum distributif)

  • 6. m(a + b) = ma + mb (hukum distributif)

1.6. Vektor dan Sistem Koordinat Suatu vektor disebut vektor satuan bila panjang satu. Maka bila a vektor dengan panjang |a| ≠ maka a/|a| adalah vektor satuan yang searah dengan a. Pandang sistem koordinat Cartesian berikut :

Kita tentukan vektor-vektor satuan :

5. (m + n)a = ma + na (hukum distributif) 6. m(a + b) = ma
  • i yang titik awalnya titik (0,0,0) dan arahnya searah sumbu X positif

  • i yang titik awalnya titik (0,0,0) dan arahnya searah sumbu Y positif

k yang titik awalnya titik (0,0,0) dan arahnya searah sumbu Z positif

kita tulis :

Dan kita definisikan penulisan di atas menjadi :

[ ] ] ] Pandang sebarang vektor a yang titik awalnya titik (0,0,0) dan titik ujungnya titik (a 1 ,a 2 ,a 3 ). Jelas menurut metode segitiga bahwa :

[

[

a=a 1 i+a 2 j+a 3 k = [a 1 ,a 2 ,a 3 ]

5. (m + n)a = ma + na (hukum distributif) 6. m(a + b) = ma

Bilangan-bilangan a 1 , a 2 , dan a 3 disebut komponen-komponen dari vektor a dan vektor itu (yang titik awalnya titik 0) disebut vektor posisi (radius vektor) dari titik (a 1 ,a 2 ,a 3 ).

Jelas panjang |

|

Bila titik awal bukan titik 0 :

Misalnya vektor p titik awalnya P(p 1 :p 2 :p 3 ) dan titik ujungnya Q(q 1 ,q 2 ,q 3 ). Tarik vektor-vektor u dan v, berturut-turut vektor posisi titik P dan Q maka :

Sedangkan ( ) ( ) ( ) Atau [( ) ( ) ( )] Ringkasan :
Sedangkan
(
)
(
)
(
)
Atau
[(
) (
) (
)]
Ringkasan :
  • a. Vektor-vektor satuan sistem koordinat i = [0,0,0], j = [0,1,0], k=[0,0,1]. Untuk setiap vektor lain berlaku a = [a 1 ,a 2 ,a 3 ] = a 1 i+a 2 j+a 3 k. Harga mutlak komponen-komponen tersebut menyatakan berturut-turut panjang royeksi pada sumbu X, sumbu Y dan sumbu Z.

  • b. Vektor dengan koordinat [a 1 ,a 2 ,a 3 ] mempunyai panjang |a|=√a 1 2 +a 2 2 +a 3

2

  • c. Bila a = [a 1 ,a 2 ,a 3 ], b = [b 1 ,b 2 ,b 3 ] dan k suatu skalar maka a + b = {a 1 +b 1 , a 2 +b 2 , a 3 +b 3 }, dan ka = k[a 1 ,a 2 ,a 3 ] = [ka 1 ,ka 2 ,ka 3 ]

1.7. Dot Product (Perkalian Titik) Bila a dan b vektor-vektor, 0 adalah sudut antara a dan b (0 ≤ 0 ≤ π) maka dot product :

|

||

|

Dengan mudah dapat ditunjukkan :

Bila a dan b vektor-vektor, m skalar.

2.

a.b(b+c) = a.b + a.c

  • 3. m(a.b)=(ma).b = a(mb) = (a.b)m

  • 4. bila a = [a 1 ,a 2 ,a 3 ] . b=[b 1 ,b 2 ,b 3 ]

maka

[

(

(

)

)

5.

6.

(

(

(

]

[

)

)

(

(

)

|

|

)

)

]

(

)

Contoh (1.3) :

(

)

(

)

Maka

|

|

Maka

|

|

1.8.Cross Product Bila a dan b vektor-vektor ϴ = antara a dan v (0 ≤ ϴ ≤ π) maka a X b = {|a||b| sin ϴ } u. Dimana u adalah vektor satuan yang tegak lurus bidang (a,b) serta a,b dan u memenuhi sistem tangan kanan.

2. a.b(b+c) = a.b + a.c 3. m(a.b)=(ma).b = a(mb) = (a.b)m 4. bila a =

Beberapa sifat, bila a, b vektor-vektor, m skalar.

  • a X b = -b X a

  • a X (b + c) = a X b + a X c

  • m (a X b) = ma X b = a X mb = (a X b)m

i

X i = j X J = k X k = 0

  • i X J = k, j X k = i, k X i = j

  • bila

[

]

[

]

*|

|+

*|

|+

*|

|

|+

|

  • panjang dari a X b yaitu |a X b| = |a||b| sin ϴ menyatakan luas jajaran genjang yang dua buah sisinya a dan b.

  • Jika a X b 0 dan a ≠ 0, b ≠ 0, maka a sejajar dengan b Contoh :

 

[

]

 

[

]

*|

|

|

|

|

|+

 

[

]

1.9.Arti Suatu Persamaan Bangun ilmu ukur (tempat kedudukan) sebuah titik yang bergerak, dimana di antara koordinat x, y, z nya terjalin hubungan yang dinyatakan oleh satu persamaan f(x,y,z) = 0 merupakan suatu permukaan (bidang lengkung atau bidang rata). Persamaan yang bebas dari suatu perubah :

  • - Persamaan f(x,y) = 0 menyatakan sebuah permukaan silinder dengan semua garis pelukisnya sejajar sumbu Z

  • - Persamaan f(x,y) = 0 menyatakan sebuah permukaan silinder dengan garis pelukisnya sejajar sumbu Y

  • - Persamaan f(y,z) = 0 menyatakan sebuah permukaan silinder dengan garis pelukisnya sejajar sumbu X

Contoh (1.5) a. Persamaan 2x + 3y + 5z = 30 menyatakan permukaan, yang merupakan sebuah

Contoh (1.5)

  • a. Persamaan 2x + 3y + 5z = 30 menyatakan permukaan, yang merupakan sebuah bidang rata

  • b. Persamaan x 2 + y 2 + z 2 9 = 0 menyatakan suatu permukaan yang merupakan suatu bola

  • c. Persamaan x 3 + 2xy 4 = 0 menyatakan suatu permukaan yang merupakan silinder yang garis-garis pelukisnya sejajar sumbu Z.

  • d. Persamaan x 2 +z 2 = 9 menyatakan suatu permukaan, yang merupakan sebuah silinder sejajar sumbu X

Persamaan hanya mengandung satu perubah :

  • - Persamaan f(x) = 0 menyatakan himpunan bidang rata, yang sejajar bidang YOZ

  • - Persamaan f(y) = 0 menyatakan himpunan bidang rata, yang sejajar bidang XOZ

  • - Persamaan f(z) = 0 menyatakan himpunan bidang rata, yang sejajar bidang XOY Contoh (1.6):

    • a. Persamaan x = 2 menyatakan sebuah bidang rata, yang sejajar bidang YOZ dengan jarak 2 (ke arah sumbu X positif)

    • b. Persamaan z 2 4 = 0 menyatakan dua buah bidang arata z = 2 dan z = -2 yang sejajar bidang XOY berjarak 2.

    • c. Persamaan y 3 2y 2 y = 0 menyatakan tiga buah bidang rata y = 0, y = 4, y = -2 yang sejajar bidang XOZ. Suatu garis lengkung merupakan irisan dari dua buah permukaan yang berpotongan. Karena itu, persamaannya merupakan persamaan dua buah permukaan :

f(x,y,z) = 0 f(x,y,z) = 0 atau dapat ditulis sebagai himpunan {(x,y,z)|f(x,y,z) = 0, g(x,y,z) =

f(x,y,z) = 0 f(x,y,z) = 0

atau dapat ditulis sebagai himpunan

{(x,y,z)|f(x,y,z) = 0, g(x,y,z) = 0} Contoh (1.7) :

  • a. Garis lengkung {(x,y,z)|2x + y + z = 8, x = 2} merupakan perpotongan bidang0bidang rata 2x + y + z = 8 dan x = 2, berarti merupakan sebuah garis lurus.

  • b. Garis {(x,y,z)|x 2 + y 2 + z 2 = 9, z = 0}merupakan perpotongan bola x 2 + y 2 + z 2 = 9 dan biang rata z = 0, berarti merupakan sebuah lingkaran.

f(x,y,z) = 0 f(x,y,z) = 0 atau dapat ditulis sebagai himpunan {(x,y,z)|f(x,y,z) = 0, g(x,y,z) =
  • 1.10. Proyeksi Garis Lengkung pada Bidang Koordinat Kalau proyeksi garis lengkung (lingkaran) perpotongam bola-bola x 2 + y 2 + z 2 = 1, (1) dan x 2 + (y - 1) 2 + (z - 1) 2 = 1, (2) ke bidang XOY. Kita tentukan silinder proyektor dengan mengiliminasi z dari persamaan (1) dan (2). Kurangkan persamaan (1) pada

(2) diperoleh z = 1 y

...

(3) yang kita masukkan lagi persamaan (1) dan (2) didapat

  • x 2 + 2y 2 -2y = 0, merupakan persamaan silinder proyektor.

Jadi proyeksi :

(

)

Yang dapat dijakarkan menjadi : Suatu ellips dengan pusat (0,1/2,0) setengah sumbu 1/2√2 dan ½.

(2) diperoleh z = 1 – y ... (3) yang kita masukkan lagi persamaan (1) dan
  • 1.11. Soal-soal dan Pemecahannya

A. A(3,2,0), B(5,3,2), C(-9,6,-3) adalah titik-titik sudut segitiga ABC. AD adalah garis

bagi sudut BAC, memotong BC di D. Tentukan koordinat titik D. Jawab :

(

)

(

)

(

)

( ( ) ( Menurut dalil garis bagi maka : CD: BD : AC : AB = 13:3 → k = 13/3

)

)

( ⁄ )( )
 

(

)(

)

 

 

(

)(

)

 

 

(

)(

)

 

Jadi

(

)

  • B. Tentukan titik potong garis yang memenuhi : ,(

|

Jawab :

)- dengan bidang YOZ.

Titik potong dengan bidang YOZ → x = 0 atau (3k + 2) / (1 + k)

Substitusikan

koordinat titik potong (0,2,23)

(

)

(

)

  • C. Atas perbandingan berapakah, bidang XOY membagi ruas garis menghubungkan titik A(-3,4,-8) dan B(5,-6,4). Tentukan titik potongnya ! Jawab :

{(

|

)}

Titik potong dengan bidang Jadi terbati atas perbandingan 2 : 1 substitusikan k = 2 ke :

( ⁄ )( ) ⁄ Jadi ( ⁄ ⁄ ⁄ ) B. Tentukan titik potong garis
 

)

Jadi

(

)

  • D. Periksa apakah ketiga titik A (0,0,0), B (2,-3,3) dan C(-2,3,-3) segaris (colinear) tentukan perbandingan AB/BC/BC/CA, CA/AB :

Jawab :

 

(

)

(

)

(

)

(

)

(

)

(

)

 

(

 

)

(

)

(

)

Maka

(

)

(

)

(

)

  • E. Atas perbandingan berapakah, garis yang menghubungkan P(3,2,1) dan Q(1,3,2) dipotong oleh bidang lengkung 3x 2 - 72y 2 + 128z 2 = 3? Jawab : Garis yang meghubungkan (3,2,1) dan (1,3,2) :

{(

 

|

 

)}

 
 

Titik potong dengan 3x 2 72y 2 + 128z 2 = 3 Berarti

 

(

)

(

)

(

)

jadi terbadi atas perbandingan -2 : 1 dan 1 : -2

  • F. Buktikan bahwa garis AB dan CD berpotongan, bila A(4,8,12), B(2,4,6), C(3,5,4) dan D(5,8,5). Jawab :

aris AB

{(

 

|

)}

 

aris CD

{(

|

)}

Misalkan titik E adalah titik potong AB dan CD dimana E membagi AB atas perbandingan k 1 dan membagi CD atas k 2 , berarti :

  • X ............................

(1)

  • X ............................

(2)

  • X ............................

(3)

Kita bagi (1) dengan (2) diperoleh Atau

Dari (1) dan (3) diperoleh :

Ternyata nilai-nilai

memenuhi

 

ketiga

persamaan

di

atas,

jadi

dapat

dibuktikan bahwa E adalah benar-benar titik ptong AB dan CD.

 

G. Buktikan

bahwa

koordinat

titik

berat

segitiga

ABC

dengan

(

)

(

) dan (

)

( ) oordinat D ( ) Membagi CD atas perbandingan 2 : 1 (sifat garis berat)
(
)
oordinat D (
)
Membagi CD atas perbandingan 2 : 1 (sifat garis berat)
Berarti :
(
)
Atau
(
)
Sebagai contoh , bila A(1,3,2), B(2,3,4) C(3,3,6) maka titik berat.
(
)
(
)

H. Bila titik R membagi PQ atas perbandingan k, sedangkan

perbandingan k, dikatakan titik P dan

membagi PQ atas

.... dipisahkan harmonis oleh R dan S. Titik S

.... dikatakan sekawan harmonis (harmonic conjugate) dengan R terhadap P serta Q dan sebaliknya.

Sebaliknya P(1,1,1), Q(2,3,4), R(3,5,7), kita hendak mencari titik S yang sekawan harmonis dengan R terhadap P dan Q.

 

(

)

(

)

Masing-masing persamaan daitas menghasilkan k yang sama yaitu -2 (artinya, benar bahwa R terletak pada PQ) jadi untuk S diambil k = 2 diperoleh :

(

)

(

)

  • I. Buktikan bahwa segi empat yang titik-titik sudutnya adalah tengah-tengah sisi-sisi suatu segi empat sebarang, merupakan suatu jajaran genjang. Jawab : Misalkan ABCD adalah segi empat sebarang, dan P,Q,R, dan S tengah-tengah sisi- sisinya.

I. Buktikan bahwa segi empat yang titik-titik sudutnya adalah tengah-tengah sisi-sisi suatu segi empat sebarang, merupakan

Tetapi AB + CD + DA = 0 Berarti

(

)

(

)

(

)

(

)

 

(

)

 

(

)

Dan

(

)

(

)

Berarti tiap-tiap dua sisi yang berseberangan saling sejajar dan sama panjang. PQRS jajaran genjang

  • J. Buktikan bahwa proyeksi a pada b adalah a.b|b| Jawab : Proyeksi a pada b adalah ruas garis A’B’=AC Jelas AC = |a| cos ϴ

I. Buktikan bahwa segi empat yang titik-titik sudutnya adalah tengah-tengah sisi-sisi suatu segi empat sebarang, merupakan

|

|

|

|

|

|

|

|

  • K. Buktikan bahwa (b+c).a = b.a + c.a Jawab : Proyeksi b+c pada a = proyeksi b pada a + proyeksi c pada a, atau (b+c).a/|a| + c.a/|a| dan bila kedua ruas dikalikan |a| diperoleh : (b+c).a = b.a + c.a

L. Buktikan bahwa segitiga dengan satu sisinya garus tenga lingkaran dan titik yang ketiga sebarang pada
  • L. Buktikan bahwa segitiga dengan satu sisinya garus tenga lingkaran dan titik yang ketiga sebarang pada busur lingkaran adalah segitiga siku-siku Karena masing-masing jari-jari bersifat : MA = MB = MC dan jelas MA = - MB Sedangkan AC = MC MA CB = MB MC

L. Buktikan bahwa segitiga dengan satu sisinya garus tenga lingkaran dan titik yang ketiga sebarang pada

Berarti

(

Berarti (*) :

)

(

)

Jadi terbukti AC tegak lurus CD, atau ABC siku-siku

  • M. Buktikan bahwa nilai

 

[

]

[

] maka :

|

|

[

]

[

]

(

)

(

)

(dengan mengingat i x i = j x j = k x k 1 dan i x j = k.j x k = i.k x i = j)

Diperoleh

(

)

|

(

|

)

(

)

  • N. Carilah vektor yang panjangnya = 1 dan tegak lurus a = [2,1,1] dan b = [0,2,1]

Jawab :

|

|

|

|

|

|

|

|

 

[

]

Bersifat tegak lurus baik a maupun b, demikian juga dengan vektor p = [1,2,-4]. Jadi

yang panjangnya = 1 adalah

 

[

⁄ √

⁄ √

⁄ √

]

[

⁄ √

⁄ √

⁄ √

]

  • 1.12. Soal-soal Latihan

 
  • 1. Tentukan jarak dari titik pusat 0 ke titik P bila :

 

a)

P(4,3,2)

  • f) P(-2,3,6)

 

b)

P(-2,-1.-3)

  • g) P(-6,-6,6)

c)

P(0,2,0)

  • h) P(a,2a,3a)

d)

P(3,0,4)

  • i) P(p,1/2p,p 2 )

e)

P(7,-1,0)

Jawab :

 

a)

  • f) 7

b)

  • g)

c)

  • h)

 

d)

5

  • i)

e)

  • 2. Tentukan jarak dari titik P ke Q bila :

 

a)

P(4,3,2), Q (1,1,1)

 
  • c) P(0,-1,-2), Q (0,-3,-4)

b)

P(2,3,0), Q(3,2,0)

  • d) P(5,5,2), Q(2,0,-5)

 

Jawab :

 

a)

  • c)

b)

  • d)

  • 3. Diketahui segitiga ABC, A(2,3,0), B(6,-9,-3), C(3,5,2) D adalah titik potong garis bagi yang ditarik dari A dengan sisi BC. Tentukan koordinat titik D! Jawab :

(

)

Jawab :

(

)

  • 5. Tunjukkan bahwa ketiga titik berikut segaris :

    • a) (2,5,-4), (1,4,-3), (4,6,-6)

    • b) (5,4,2), (6,2,-1), (8,-2,-7)

  • 6. Tunjukkan bahwa titik (0,7,10) dan (-4,9,6) membentuk sebuah segitiga siku-siku sama kaki.

  • 7. Tentukan titik S yang sekawan harmonis dengan Rterhadap

  • ....

    dan Q bila :

    • a) P(0,2,3), Q(2,0,3), R(3,-1,3)

    • b) P(-3,0,-2), Q(0,-3,-4), R(3,-12,-10)

    • c) P(-2,0,5), Q(-5,-5,-2), R(3, 25/3, 50/3)

    Jawab :

    • a) (3/2, ½, 3),

    • b) (-3/7, -12/7, -22/7)

    • c) (-41/13, -25/13, 30/13)

    • 8. Bila P(x 1 , y 1 , z 1 ), Q(x 2 ,y 2 ,z 2 ), R(x 3 ,y 3 ,z 3 ) dan S(x 4 ,y 4 ,z 4 ). Tentukan koordinat titik berat bidang empat PQRS Jawab : (¼ (x 1 +x 2 +x 3 +x 4 ), ¼(y 1 +y 2 +y 3 +y 4 ), ¼(z 1 +z 2 +z 3 +z 4 ))

    • 9. Buktikan ketiga vektor berikut dapat membentuk sebuah segitiga : [3,1,-2], [-

    1,3,4],[4,-2,-6]. Tentukan panjang garis-garis berat !

    Jawab :

    10. Buktikan dengan menggunakan vektor bahwa ketiga garis tinggi suatu segitiga

    berpotongan di satu titik!

    11. Buktikan dengan menggunakan vektor bahwa diagonal-diagonal suatu belah ketupat

    berpotongan tegak lurus!

    12. Pergunakan vektor untuk membuktikan rumus sinus suatu segitiga!

    13. Buktikan bahwa luas segitiga ABC yang kedua sisi-sisinya vektor-vektor a dan b

    adalah ½ |a x b|. emudian hitung luas ∆ ABC dengan titik-titik sudut (2,3,1), (1,-

    1,2), (3,2,-1)

    Jawab :

    14. Buktikan bahwa isi dari suatu parallelppedum yang tiga buah sisinya (yang tidak

    sejajar) a = [a 1 ,a 2 ,a 3 ], b=[b 1 ,b 2 ,b 3 ], c=[c 1 ,c 2 ,c 3 ] adalah a.(b x c) (harga mutlaknya).

    Atau

    |

    |

    (harga mutlaknya)

    Dan isi bidang empat yang dibatasi oleh a,b, dan c adalah 1/6|a.(b x c)|.

    Hitung isi bidang empat yang titik-titik sudutnya (0,1,2), (3,0,1), (4,3,6), (2,3,2)

    Jawab :

    6

    15. Tentukan proyeksi garis-garis lengkung :

    a)

    b)

     

    Jawab :

    a)

    Lingkaran berpusat (-3, 3/2,0), jari-jari

    b)

    Elips melalui titik (0,0,0) berpusat di ( ⁄

    )