Anda di halaman 1dari 45

FISIKA KELAS XI

Drs. Pristiadi Utomo, M.Pd.


BAB 1
KINEMATIKA DENGAN ANALISIS VEKTOR
MOBIL BERGERAK DI JALAN RAYA MEMILIKI KECEPATAN YANG
BESARNYA DAPAT DITENTUKAN SEBAGAI KELAJUAN SEDANGKAN
ARAHNYA SELALU BERUBAH-UBAH. SELANG BEBERAPA WAKTU
LAMANYA MOBIL SUDAH BERUBAH POSISINYA. TERKADANG MOBIL
SELAMA PERJALANANNYA HARUS MENAMBAH ATAU MENGURANGI
KECEPATANNYA . PERUBAHAN KECEPATAN TIAP SATUAN WAKTU
DINAMAKAN PERCEPATAN. DALAM KINEMATIKA MEMBAHAS
POSISI, KECEPATAN, MAUPUN PERCEPATAN SUATU BENDA TANPA
MEMPERHATIKAN GAYA-GAYA YANG BEKERJA PADA BENDA.
1
BAB 1
KINEMATIKA
DENGAN ANALISIS VEKTOR
2
Kompetensi Dasar
Dapat menganalisis gerak lurus, gerak
melingkar dan gerak parabola dengan
menggunakan vektor

Pesawat tempur bergerak di angkasa dengan kecepatan 100 km/jam.
Ketika pesawat meluncurkan rudal dengan kecepatan 120 km/jam.
Semua kecepatan diukur terhadap tanah. Berarti kecepatan rudal 20
km/jam terhadap pesawat. Baik rudal maupun pesawat dikatakan
bergerak karena posisinya selalu berubah. amun tidak demikian
dengan kendaraan Buldoser yang tengah meratakan tanah namun
rodanya tidak pernah bergeser. Buldoser tidak dapat disebut
bergerak pada saat itu karena posisinyaselalu tetap. Buldoser
dikatakan bergerak jika sudah bergeser meninggalkan tempat itu.
!pakah kamu yang sedang duduk sambil menulis dikatakan
bergerak" #arilah kita memperdalam pemahaman tentang gerak
atau dalam cabang $isika yang disebut dengan kinematika.
Indikator
Menganali
sis gerak
lurus
menurut
besaran-
besaran
kinematis
nya
mengguna
kan notasi
vektor.
Menganali
sis gerak
parabola
menurut
besaran-
besaran
kinematis
nya
mengguna
kan notasi
vektor.
Menganali
sis gerak
melingkar
menurut
besaran-
besaran
kinematis
nya
mengguna
kan notasi
vektor.
A. Posisi Ke!epatan dan Per!epatan Partike" pada Gerak L#r#s
Amatilah gerakan mobil balap yang sedang
berjalan! Bilakah sebuah mobil dikatakan bergerak
Bagaimana kedudukan mobil terhadap tempat semula
Bagaimana kedudukan mobil terhadap sopirnya
Bagaimana kedudukan sebuah mobil terhadap mobil lain
yang berada di sekitarnya !emua permasalahan tersebut
menuntut adanya penjelasan tentang gerak mobil.
"inematika, sebagai #abang dari $isika, mempelajari gerak suatu benda, tanpa
memperhatikan gaya penyebabnya. Dengan demikian berapa kekuatan atau daya yang
dihasilkan oleh mobil tersebut tidak dibahas dalam kajian kali ini. %ada kajian ini hanya
dipelajari tentang kedudukan benda, perubahan kedudukan benda terhadap suatu titik
a#uan, yang sering disebut dengan perpindahan. &uga pada kajian ini dibahas segala
permasalahan gerak yang dikaitkan dengan notasi vektor.
1. Posisi Partike" pada S#at# Bidan$
%ada bab ini akan dipelajari tentang vektor posisi, perpindahan, ke#epatan dan
per#epatan dari sebuah partikel, atau benda yang memvisualisasikan sebuah partikel yang
bergerak dua dimensi pada suatu bidang. 'leh karena gerak benda dipandang dalam dua
dimensi, karakterisitiknya akan dianalisis melalui vektor satuan i (sumbu )* dan vektor
satuan j (sumbu y*. +ntuk memahami berbagai hal seperti tersebut di atas, dapat
diilustrasikan seperti berikut ini. !uatu ketika ada seorang pelaut sedang berlayar di
tengah laut yang luas. &ika ia berangkat dari kota B menuju kota A, maka langkah
pertama yang dia lakukan adalah menganalisis kedudukan a,al dan kedudukan akhirnya.
-ebih jelasnya adalah sebagai berikut. Mula-mula pelaut itu berada di kota B. +ntuk
men#apai kota A, ia harus berlayar ./ km ke utara, dan dilanjutkan 0/ km ke timur, maka
posisi atau kedudukan dari kota A, telah terde$inisikan dengan jelas terhadap kota B
0
Mobil balap $ormula 1
sebagai titik a#uan. 1anpa kerangka a#uan, atau penentuan posisi a,al yang dijadikan
a#uan, maka pengertian perpindahan akan sulit dipahami.
!aat pilot pesa,at terbang akan mendarat di sebuah pelabuhan udara, tentu ia
akan memberi laporan kepada petugas penjaga menara. %ilot akan mengin$ormasikan
kedudukan pesa,at tersebut terhadap bandara dan ke#epatan pesa,at serta berbagai hal
yang berkaitan dengan persiapan pendaratan. Dengan adanya in$ormasi dari pilot
tersebut, petugas menara akan memberi instruksi teknis tentang pendaratan pesa,at.
Dengan demikian, in$ormasi tentang posisi atau kedudukan dari suatu titik, seperti pada
keadaan ilustrasi tersebut, sangat diperlukan.
%ada umumnya, posisi atau kedudukan suatu titik ditunjukkan dengan sebuah
koordinat. !ebuah koordinat memiliki suatu titik a#uan, atau suatu kerangka a#uan.
Berdasarkan kerangka a#uan tersebut, akan dapat digambarkan kedudukan suatu titik
dalam koordinat tersebut. Data bah,a pesa,at berada pada jarak 2/ km akan tidak
bermakna, jika tidak disertai arah petunjuk dan titik a#uannya. 2amun angka 2/ km akan
menjadi in$ormasi penting jika dikatakan, bah,a pesa,at berada 2/ km sebelah timur
dari menara kontrol. Begitu juga dalam koordinat kartesius, yang umumnya
menempatkan koordinat (/,/* sebagai pusat a#uannya. Misalkan dalam koordinat
kartesius titik A berada pada koordinat (2,.*, dan titik B pada koordinat (-2,0*.
&ika digambarkan titik (/,/* yang dijadikan sebagai titik a#uan, maka titik A dan
B dapat digambarkan sebagai berikut 3
!elain menggunakan gra$ik kartesius, posisi suatu partikel dapat pula ditunjukkan
dengan menggunakan gra$ik koordinat polar (r , 4*. Di mana r adalah jarak suatu titik ke
pusat koordinat, dan 4 adalah sudut dari sumbu ) positi$ dalam koordinat kartesius
menuju titik materi dengan arah berla,anan arah jarum jam. 5ubungan antara koordinat
kartesius dan koordinat polar adalah 3
.
6ambar 2 3
6ra$ik kartesius yang menggambarkan
koordinat A (2,.* dan B (-2,0*
6ambar 13
%esa,at yang akan mendarat selalu melaporkan
posisinya kepada petugas menara
Agar dapat dipandu pendaratannya.
%osisi pesa,at dikontrol pilot melalui sistem navigasi
dalam pesa,at
) 7 r . #os 4 y 7 r . sin 4
r 7
2 2
y x + tan 4 7
x
y
Misalnya, suatu titik berjarak 1/ #m dari titik pusat koordinat dan membentuk
sudut 089 terhadap sumbu ) positi$, maka gambaran posisi titik tersebut dalam koordinat
polar adalah seperti berikut ini.
"edudukan dalam koordinat polar dapat diubah dalam koordinat kartesius. Besar
nilai ) dan y adalah 3
) 7 r . #os 4 y 7 r . sin 4
) 7 1/ . #os 089 y 7 1/ . sin 089
) 7 1/ . /,: y 7 1/ . /,;
) 7 : satuan y 7 ; satuan
"edudukan atau posisi suatu benda dinyatakan dalam vektor satuan. Adapun
persamaan umum vektor posisi dalam dua dimensi adalah 3
r 7 ) i < y j di mana besar vektor satuan i 7 1
dan besar vektor satuan j 7 1
%enulisan suatu vektor satuan dinyatakan dalam %#r#& mirin$. Misalnya vektor
satuan yang searah sumbu ) dinyatakan dengan i. Vektor itu sendiri di,akili dengan
%#r#& te'a", seperti vektor kedudukan atau vektor pisisi suatu titik dalam dua dimensi
adalah r. %rinsip penulisan lambang seperti tersebut tidak baku namun la=im digunakan
se#ara umum. &ika ingin dibuat suatu teknik penulisan yang lain, dan telah disepakati,
maka hal itu dapat dilakukan, seperti penulisan vektor posisi dengan memberi tanda
panah di atas suatu lambang vektor, atau pemberian harga mutlak pada suatu lambang
vektor untuk melambangkan besar dari suatu vektor.
(onto% )
1. "edudukan suatu titik D ditunjukkan oleh koordinat kartesius (0,;*. 2yatakan
koordinat titik tersebut dalam koordinat polar !
&a,ab 3
r 7
2 2
; 0 + 7 0 > dan tan 4 7
0
;
maka 4 7 ;0,.9
>
6ambar 03
6ra$ik polar yang menunjukkan kedudukan
(1/, 089*
&adi koordinat polarnya (0 > ? ;0,.9*
2. "edudukan titik * ditunjukkan oleh koordinat polar (., .>9*. 2yatakan koordinat
tersebut dalam koordinat kartesius !
&a,ab 3
) 7 r . #os 4 y 7 r . sin 4
) 7 . . #os .>9 y 7 . . sin .>9
) 7 . .
2
2
1
y 7 . .
2
2
1
) 7 2 2 y 7 2 2
0. !uatu titik A mempunyai kedudukan yang ditunjukkan koordinat kartesius (2,.*.
1entukan vektor posisi titik tersebut !
&a,ab 3
r
A
7 2 i < . j
.. 1itik + mempunyai kedudukan (., 0/9*. 1entukan vektor posisi titik tersebut !
&a,ab 3
) 7 . . #os 4 y 7 r . sin 4
) 7 . . #os 0/9 y 7 . . sin 0/9
) 7 . .
0
2
1
y 7 . .
2
1
) 7 2 0 y 7 2
jadi vektor posisinya adalah r
+
7 2 0 i < 2 j
T#$as Indi,id#a"
Buatlah gra$ik perpindahan yang kamu lakukan saat kamu berangkat dari rumah menuju
sekolah! 6unakan skesta dan a#uan arah mata angin. &ika perlu, gunakan kertas milimeter
blok, agar lebih teliti!
-. Perpinda%an
%engertian perpindahan perlu dibedakan dengan jarak. !ebagai sebuah ilustrasi,
seandainya ada seorang anak yang berjalan ke timur sejauh1/ m, kemudian kembali ke
arah barat . m, maka dikatakan bah,a perpindahan anak tersebut adalah ; m, namun
jarak yang ditempuhnya sebesar 1. m. Dengan demikian, #oba simpulkan perbedaan
perpindahan dan jarak itu!
Adanya perbedaan pengertian perpindahan dan jarak, akan berimplikasi terhadap
pengertian akan ke#epatan (velocity* dan kelajuan (speed*. %erpindahan yang ditempuh
oleh suatu benda tiap satuan ,aktu akan menunjukkan ke#epatan, dan besarnya jarak
yang ditempuh oleh suatu benda tiap satuan ,aktu disebut dengan kelajuan.
;
!uatu benda dikatakan melakukan perpindahan jika posisi dari benda tersebut
mengalami perubahan terhadap titik a#uan. !eorang kondektur bus - saat meminta kar#is
penumpang dari baris kursi terdepan menuju kursi belakang - dikatakan telah melakukan
perpindahan. 2amun seperti yang telah disebutkan sebelumnya, bah,a perpindahan tidak
sama dengan jarak yang ditempuh. &ika perpindahan sebagai suatu besaran vektor
memperhatikan arah, sedang jarak adalah lintasan total yang dilakukan benda tanpa
memperhatikan arah gerakan benda.
Dalam sistem koordinat kartesius, misalkan suatu titik N, mula-mula saat t 7 /
berada di titik (1,1* m, kemudian saat t 7 . s berada pada titik (.,>* m, maka besaran-
besaran yang berkaitan dengan vektor perpindahan adalah 3
@ektor posisi a,al titik 2 3
r
21
7 1 i < 1 j
r
22
7 . i < > j
@ektor perpindahan titik 2 3
A r
2
7 r
22
B r
21
A r
2
7 (. i < > j* B (1 i < 1 j*
A r
2
7 0 i < . j
"omponen vektor perpindahan titik 2 pada sumbu ) adalah 0
"omponen vektor perpindahan titik 2 pada sumbu y adalah .
Besar vektor perpindahan titik 2 adalah 3
A r
2
=
2 2
. 0 + 7 > m
Arah perpindahan titik 2 adalah 3
tan 4 7
x
y
tan 4 7
0
.
maka 4 7 >0,19 terhadap sumbu ) positi$ dengan arah berla,anan arah jarum jam.
!uatu vektor posisi dapat pula dinyatakan dalam sebuah persamaan yang
mengandung unsur t, seperti vektor posisi T 7 >t i < 2 t
2
j . !ehingga misalkan
ditanyakan vektor posisi titik 1 saat t 7 0 s adalah T 7 > (0* i < 2 (0*
2
j 7 1> i < 1: j.
(onto% )
8
1. 1itik R pada saat t 7 1 s berada pada posisi (2,1* m, dan pada t 7 . s pada posisi
(;,.* m. 1entukan 3
a. vektor perpindahannya
b. komponen vektor perpindahan pada sumbu )
#. komponen vektor perpindahan pada sumbu y
d. besar perpindahannya
e. arah perpindahannya
&a,ab 3
a. .r
C
7 (; i < . j* B (2 i < 1 /* 7 . i < 0 /
b. r
C)
7 . m
#. r
Cy
7 0 m
d. r 7
2 2
0 . + 7 > m
e. tan 4 7
C)
Cy
r
r
7
.
0
maka 4 7 089
2. 1itik I mempunyai vektor posisi r 7 t
2
i < 2 t j. 1entukan 3
a. @ektor posisi a,al (saat t 7 / s*
b. @ektor posisi saat t 7 2 s
#. @ektor posisi saat t 7 . s
d. @ektor perpindahan dari t 7 2 s hingga t 7 . s
e. Besar vektor perpindahannya
&a,ab 3
a. r
(t 7 /s*
7 / i < / j
b. r
(t 72s*
7 2
2
i < 2.2 j 7 . i < . j
#. r
(t7.s*
7 .
2
i < 2.. j 7 1; i < : j
d. .r 7 (1; i < : j* B (. i < . j* 7 12 i < . j
e. .r 7
2 2
. 12 +
7 . 1/ m
T#$as Ke"ompok
Buatlah kelompok minimal terdiri atas 0 orang, maksimal > orang. kemudian diskusikan
tentang berbagai perpindahan yang telah kamu lakukan pada hari ini! Apakah dapat
dikatakan bah,a kamu telah melakukan perpindahan, jika kamu dari kelas pergi ke
belakang, dan kemudian kembali lagi ke kelas
0/i Kompetensi
:
Ker/akan soa"1soa" 'erik#t ini den$an 'enar2
1. 6ambarkan posisi atau kedudukan dari titik-titik berikut ini3
a. 5 (1,.* #. D (>,.>9*
b. A (-0,.* d. D (0, ;/9*
2. +bahlah koordinat polar berikut menjadi koordinat kartesius3
a. E (2, 089* #. 1 (0, 0/9*
b. A (;, >09* d. F (., .>9*
0. +bahlah koordinat kartesius berikut menjadi koordinat polar3
a. " (0,.* d. 1 (1,2*
b. G (-;,-:* e. F (>,->*
#. 2 (:,1/* $. " (-.,>*
.. 1itik F melakukan perpindahan dari koordinat (1,.* menuju (1,:*. 1entukan vektor
perpindahannya!
>. 1itik 2 berpindah dari (-1,1* ke (2,>*. 1entukan3
a. vektor perpindahannya
b. komponen vektor perpindahan pada sumbu )
#. komponen vektor perpindahan pada sumbu y
d. besar vektor perpindahannya
e. arah perpindahannya
;. @ektor posisi dari titik D dinyatakan dalam vektor posisi yang mengandung unsur
,aktu, yaitu3 r 7 2t i < .t
2
j. 1entukan3
a. vektor posisi a,al
b. vektor posisi saat t 7 1 s
#. vektor posisi saat t 7 2 s
d. vektor perpindahan dari t 7 1 s hingga t 7 2 s
e. komponen vektor perpindahan pada sumbu )
$. vektor perpindahan pada sumbu y
g. besar vektor perpindahan
8. @ektor posisi A dinyatakan dalam r 7 (2 < 0t* i < 2t j. 1entukan besar vektor
perpindahannya dari t 7 2 s hingga t 7 8 s!
:. @ektor posisi 5 dinyatakan dalam r 7 t
2
i B 0 j. 1entukan vektor perpindahan dan
arah perpindahannya dari t 7 1 s hingga t 7 > s!
3. Ke!epatan
Bila suatu partikel mengalami perubahan kedudukan dalam suatu selang ,aktu
tertentu maka besar perubahan kedudukan dalam selang ,aktu tesebut disebut kecepatan.
!ebagai misal, jika seorang anak pergi ke arah timur sejauh : m dalam . sekon, maka
dikatakan ke#epatan anak tersebut 2 mHs. 5al ini akan memiliki makna yang berbeda, jika
I
dalam . sekon berikutnya, anak tersebut kembali ke arah barat : m, maka kedudukan
anak tersebut berada di titik semula, sehingga dapay dikatakan anak tersebut tidak
melakukan perpindahan, sehingga ke#epatannya nol.
a. "e#epatan rata-rata
kecepatan rata-rata dinyatakan sebagai hasil bagi perpindahan terhadap selang
,aktu dari perpindahan itu dan dirumuskan3
v 7
At
Ar
7
1 2
1 2
t t
r r

Dengan memperhatikan uraian sebelumnya tentang vektor posisi dari suatu titik,
maka vektor ke#epatan rata-rata dapat ditentukan.
Jontoh3
1itik materi D pada detik t 7 1 s berada pada posisi (2,/* m dan pada t 7 . s berada pada
posisi (:,:* m. 1entukan 3
a. vektor ke#epatan rata-ratanya
b. komponen vektor ke#epatan rata-rata pada sumbu )
#. komponen vektor ke#epatan rata-rata pada sumbu y
d. besar vektor ke#epatan rata-rata
e. arah ke#epatan rata-ratanya
&a,ab 3
a. r
D1
7 2 i < / /
r
D-
7 : i < : /
.r 7 r
D-
B r
D1
7 ; i < : / dan A t 7 t
2
B t
1
7 . s B 1 s 7 0 s
v 7
At
Ar
7
0
: ; j i +
7 ( 2 i < .H0 / * mHs
b.
)
v 7 2 mHs
#. y
v
7 .H0 mHs
d. v 7
2
2
0
.
2

+ 7 2,. mHs
e. tan 4 7
)
y
v
v
7
( )
2
0 H .
7 /,;;; maka 4 7 00,89
b. "e#epatan !esaat
Kecepatan sesaat dide$inisikan sebagai ke#epatan rata-rata untuk selang ,aktu At
yang mendekati nol, yang bila dinyatakan dalam persamaan limit dirumuskan 3
, 7
v
/ t
lim

7
t
)
/ t
lim


1/
&ika perpindahan suatu titik dilambangkan dalam sumbu ), dan ,aktu dalam
sumbu y, maka ke#epatan sesaat pada suatu perpindahan ditunjukkan oleh kemiringan
garis singgung pada titik tersebut. %erhatikan gambar berikut!
Dengan gra$ik berikut, tentukan ke#epatan saat t 7 2 s !
+ntuk menentukan ke#epatan sesaat dari suatu gra$ik ) B t, yang menunjukkan hubungan
antara perpindahan ) terhadap ,aktu t, maka ke#epatan sesaat ditunjukkan dari
kemiringan garis singgung pada titik yang dimaksud. %ada #ontoh soal di atas,
kemiringan garis singgung pada t 7 2 s digambarkan oleh gra$ik sebagai berikut 3
v 7 tan 4 7
0
0
7 1 mHs
&ika dalam suatu penentuan ke#epatan sesaat dari suatu gra$ik bernilai negati$,
berarti arah ke#epatan tersebut berla,anan dengan arah gerakan benda atau arah
perpindahan benda. &uga jika ke#epatan saat itu adalah nol, maka benda dikatakan tidak
berpindah.
!elain ke#epatan sesaat ditentukan dari kemiringan garis singgung di suatu titik,
ke#epatan sesaat juga dapat diturunkan dari sebuah persamaan perpindahan.
Jontoh3
1. 1itik * melakukan perpindahan dengan vektor perpindahan 3 r 7 ( 2 t
2
i < > t j * m.
1entukan 3
a. vektor ke#epatan sesaat
b. komponen sumbu ) vektor ke#epatan
#. komponen sumbu y vektor ke#epatan
d. vektor ke#epatan saat t 7 2 s
e. besar ke#epatan saat t 7 2 s
11
6ambar .3
6ra$ik ) B t yang menjelaskan hubungan antara
perpindahan terhadap ,aktu, yang digunakan untuk
menentukan ke#epatan sesaat
6ambar >3
Menganalisis ke#epatan sesaat dari
kemiringan suatu gra$ik ) - t
&a,ab 3
a. , 7
dt
dr
, 7 ( . t i < > j* mHs
b. ,
4
7 . t mHs
#. ,
5
7 > m
d. !aat t 7 2 s , maka vektor ke#epatan sesaat adalah 3 , 7 ( . (2* i < > j* mHs
, 7 ( : i < > j* mHs
e. , 7
2 2
> : + 7 :I mHs
&ika vektor ke#epatan sesaat dari suatu titik diketahui, maka vektor perpindahan
dapat ditentukan dari kebalikan turunan, yaitu dengan mengintegralkannya. &adi dengan
melakukan integral dari suatu vektor ke#epatan sesaat, maka akan diperoleh vektor posisi
dari suatu titik.
2. 1itik A mempunyai ke#epatan yang dinyatakan dalam vektor 3
,
A
7 ( : t i - 2 t
2
/ * mHs
&ika posisi a,al benda (2i < 0 /* mHs, maka tentukan vektor posisi saat t 7 2 s !
&a,ab 3
r 7 r
o
<

a
v
dt
r 7 (2i < 0 j* <

* 2t (:t
2
j i
dt
r 7 (2i < 0 j* < (. t
2
i -
0
2
t
0
j*
!aat t 7 2 s maka r 7 (2i < 0 j* < (. (2*
2
i -
0
2
(2*
0
j*
r 7 ( 1: i -
0
8
j * mHs
%erbedaan perhitungan perpindahan dan jarak jika diekspresikan dalam sebuah
gra$ik ke#epatan , terhadap ,aktu t, ditunjukkan dari luas daerah di ba,ah kurva. &ika
kurva berada di atas sumbu ) atau sumbu t, maka luas tersebut bernilai positi$, namun
jika di ba,ah sumbu ) atau sumbu t, maka luas daerah tersebut bernilai negati$.
0. Fndah melempar benda dengan persamaan ke#epatan v 7 (0t
2
B 12* mHs.1entukan
perpindahan dan jarak antara t 7 / hingga t 7 0 s!
&a,ab 3
-angkah pertama adalah menginterpretasikan persamaan v 7 (0t
2
B 12* mHs dalam
sebuah gra$ik.
12
%erpindahan 7 luas ba,ah < luas atas
%erpindahan 7


0
/
2
12 0t
dt
%erpindahan 7 [ ]
0
/
0
12t t
%erpindahan 7 K0
0
B 12.0L B K/
0
B 12./L
%erpindahan 7 - I m (tanda (-* berarti arah perpindahan berla,anan
dengan arah ke#epatan
&arak 7 - luas ba,ah < luas atas
&arak 7 -


2
/
2
12 0t
dt <


0
2
2
12 0t dt
&arak 7 - [ ]
2
/
0
12t t < [ ]
0
2
0
12t t
&arak 7 - MK2
0
B 12.2L B K/
0
B 12./LN < MK0
0
B 12.0L B K2
0
B 12.2LN
&arak 7 - MK: B 2.L B K/ B /LN < MK28 B 0;L B K: B 2.LN
&arak 7 - M - 1; N < M8 N
&arak 7 20 m
Jontoh : 3
Oitri mengendarai sepeda dengan ke#epatan seperti gra$ik berikut 3
1entukan 3
10
6ambar 3
Menginterpretasikan sebuah persamaan
ke#epatan dalam sebuah gra$ik, dapat dilakukan
dengan membuat tabel antara t dan v, kemudian
menyusunnya dalam sebuah gambar gra$ik.
6ambar ;3
6ra$ik hubungan v dan t yang
menggambarkan gerakan sepeda
yang dilakukan Oitri.
a. &arak yang ditempuh setelah sepeda Oitri bergerak 2 s.
b. &arak total yang ditempuh Oitri selama : s.
&a,ab 3
a. &arak 7 -uas segitiga 7 - F
&arak 7 P . alas . tinggi
&arak 7 P . 2 . . 7 . m
b. &arak 7 - F < - FF < - FFF
&arak 7 ( P . 2 . . * < ( . . . * < ( P . 2 . . *
&arak 7 . < 1; < . 7 2. m
1ugas "elompok
6ambarlah ruang kelasmu dalam sebuah kertas milimeter blok dan tunjukkan posisi meja
masing-masing temanmu! !elanjutnya, tentukanlah jarak dan perpindahan meja teman-
temanmu dalam satu kelas terhadap meja guru! "umpulkan denah ruang kelasmu pada
guru untuk dinilai. Denah yang terbaik, layak untuk dipasang di dinding.
Peker/aan R#ma%
Amatilah gerakan gereta api pada lintasan rel kereta
api. Apakah gerakannya beraturan atau berubah
beraturan Apakah posisi yang ditempuh memiliki
vektor satuan j dan k
1.Buatlah persamaan posisi sebagai $ungsi ,aktu
dari gerak kereta tersebut!
2.Buatlah persamaan ke#epatan $ungsi ,aktu dari
kereta tersebut!
0. Buatlah persamaan per#epatan $ungsi ,aktu dari
kereta tersebut.
6ambar 83
"ereta api yang bergerak
1.
0/i Kompetensi
&a,ablah soal-soal berikut bersama dengan benar!
1. 1itik N pada t 7 / berada pada posisi (2,>* m, kemudian pada t 7 2 s berada pada
posisi (2,:* m. 1entukan besar vektor ke#epatan rata-ratanya!
2. 1itik A berada dititik (/,/* saat t 7 / s. &ika pada t 7 . s, berada di (0,.* maka
tentukan vektor ke#epatan rata-ratanya!
0. 1itik R melakukan gerak dan digambarkan dalam gra$ik hubungan antara
perpindahan ()* dengan ,aktu (t*. 1entukan besar ke#epatan saat t 7 > s !
.. %artikel 6 melakukan perpindahan sesuai vektor perpindahan3
r 7 ( 0 t
2
i < . t j * m. 1entukan3
a. @ektor ke#epatan sebagai $ungsi ,aktu,
b. Besar vektor ke#epatan saat t 7 2 s.
>. 1itik A melakukan gerakan pada arah mendatar dengan vektor ke#epatan
, 7 ( . t i < 2 j * mHs. &ika posisi a,al titik berada di posisi 0 m, tentukan
vektor posisi titik saat t 7 2 s!
;. &ika benda T bergerak pada suatu arah tertentu dengan persamaan ke#epatan
, 7 (t
2
- 2 * mHs. 1entukan perpindahan dan jarak dari t 7 / s hingga t 7 . s !
8. 1itik materi P melakukan gerak sesuai gra$ik berikut.
1entukan 3
a. &arak yang ditempuh setelah t 7 2 s
b. &arak yang ditempuh setelah t 7 . s
#. &arak yang ditempuh setelah t 7 > s
d. &arak yang ditempuh setelah t 7 ; s
e. &arak yang ditempuh setelah t 7 8 s
1>
6ambar :3
6ra$ik hubungan perpindahan terhadap ,aktu.
6ambar I3
6ra$ik v B t dari gerak titik
materi %
7. Per!epatan
%erubahan ke#epatan tiap satuan ,aktu disebut dengan per#epatan. !ebagai
#ontoh, saat kamu berangkat ke sekolah naik motor, motor yang kamu kendarai tentu
tidak berjalan pada ke#epatan yang tetap. Motor yang kamu naiki kadang bergerak
dengan ke#epatan tinggi, kadang lambat, dan kadang harus berhenti karena terhalang
lampu pengatur lalu lintas.
a. %er#epatan rata-rata
Adapun pengertian per#epatan rata-rata adalah perubahan ke#epatan dalam selang
,aktu tertentu. !emakin besar perubahan ke#epatan yang dilakukan, maka tentu
per#epatan yang dihasilkan semakin besar. Begitu juga jika selang ,aktu yang digunakan
untuk melakukan perubahan semakin sempit, maka besar per#epatan yang dilakukan
semakin besar. Adapun besar dari per#epatan rata-rata dirumuskan 3
a 7
At
Av
7
1 2
1 2
t t
v v

%enguraian besaran-besaran yang berhubungan dengan per#epatan rata-rata


diperoleh dengan proses yang analogi dengan memperoleh ke#epatan rata-rata seperti
diuraikan pada bagian sebelumnya.
Jontoh 3
1. 5a$id= menaiki motor dengan persamaan ke#epatan , 7 ( 2t
2
i < : t j * mHs.
1entukan3
a. vektor per#epatan rata-rata dari t 7 1 s hingga t 7 0 s
b. komponen sumbu ) per#epatan rata-rata dari t 7 1 s hingga t 7 0 s
#. komponen sumbu y per#epatan rata-rata t 7 1 s hingga t 7 0 s
d. besar per#epatan rata-rata dari t 7 1 s hingga t 7 0 s
e. arah per#epatan rata-rata dari t 7 1 s hingga t 7 0 s
&a,ab3
a. a 7
At
Av
7
1 2
1 2
t t
v v

a 7
* 1 0 (
*L 1 . : 1 . 2 ( * 0 . : 0 . 2 K(
2 2

+ + j i j i
7 ( : i < : j * mHs
2
b.
)
a 7 : mHs
2
#. y
a
7 : mHs
2
d. a 7
2 2
: : + 7 : 2 mHs
2
1;
e. tan 4 7
:
:
maka 4 7 .>9
b. %er#epatan sesaat
%er#epatan sebagai perubahan ke#epatan terhadap ,aktu dapat ditentukan dengan
analogi seperti ke#epatan sesaat, maka per#epatan sesaat dapat ditentukan dengan
menentukan kemiringan garis singgung pada kurva v - t.
!elain dengan menentukan kemiringan suatu gra$ik v - t, vektor per#epatan dapat
juga ditentukan dengan menurunkan $ungsi v terhadap t. Dengan demikian terdapat dua
#ara yang dapat digunakan dalam menentukan per#epatan sesaat, yaitu melalui
kemiringan gra$ik, atau dengan #ara menurunkan $ungsi dari ke#epatan sesaat.
Jontoh3
1. 1entukan per#epatan saat t 7 2 s, berdasar gra$ik v - t berikut ini3
&a,ab3
&ika dianalisis, saat t 7 2 s maka kemiringan garis singgungnya adalah3
a 7 tan 4
a 7
1/
I
7 /,I mHs
2
18
6ambar 1/3
6ra$ik v - t untuk menentukan
per#epatan rata-rata.
6ambar 113
Menganalisis gra$ik v-t untuk
menentukan per#epatan rata-rata
melalui kemiringan gra$ik pada suatu
titik.
2. "e#epatan mobil Eatik digambarkan oleh gra$ik berikut3
1entukan per#epatan mobil saat3
a. t 7 1 s
b. t 7 > s
#. t 7 8 s
&a,ab3
a. a 7 tan 4 7
2
.
7 2 mHs
2
(t 7 1 s bagian kemiringan garis t 7 / sampai t 7
2 s*
b. a 7 tan 4 7
.
/
7 / mHs
2

#. a 7 tan 4 7
2
.
7 - 2 mHs
2
0. -uQman menaiki motor dengan ke#epatan , 7 (0 t
2
->* mHs
1entukan per#epatan motor -uQman saat t 7 0 s!
8a9a')
a 7
dt
dv
a 7 ; t mHs
2
saat t 7 0 s, maka a 7 ; .0 7 1: mHs
2
.. %er#epatan motor yang dinaiki 2oval adalah a 7 2t i : 0 t
2
j
&ika ke#epatan a,al motor 2oval adalah nol, tentukan ke#epatan motor 2oval
saat
t 7 2 s!
8a9a' )
, 7 ,
o
<

(2t i : 0 t
2
j* dt
, 7 / < t
2
i : t
0
j
!aat t 7 2 s maka , 7 2
2
i < 2
0
j 7 . i < : j
0. !uatu titik =at bergerak dengan per#epatan $ungsi dari ,aktu yaitu a 7 .t B2, dan
dengan ke#epatan a,al v
o
7 1/ mHs. 1ernyata pada suatu saat ke#epatannya ialah v 7
>/ mHs. Berapa lama titik =at bergerak
t
o
7 / R @
o
7 1/ mHs
1:
6ambar 123
6ra$ik hubungan v - t untuk
menetukan per#epatan sesaat.
t 7 S R @ 7 >/ mHs
a 7 .t B2
dv 7 a dt
]
/ / 2 2 ./
2 2 1/ >/
* 2 . (
2
2
/
=
=
=
=


t t
t t
dt t V V
dt dv
t
o
t
to
t
to
v
Vo
.. !uatu titik =at bergerak pada sumbu ) se#ara 6-BB dengan per#epatan >mHs
2
. %ada
saat bergerak 2 sekon ke#epatannya 2/ mHs. Mulai berangkat kedudukannya di ) 7
-1>m. 1entukan persamaan posisi titik =at tersebut.

1/ >t v
1/ #
# >.2 2/
mHs 2/ v 2 t
# >t v
>t v
adt dv
adt dv
+ =
=
+ =
= =
+ =
=
=
=


1/ >t v
1/ #
# >.2 2/
mHs 2/ v 2 t
/ 1 t
2
>
)
* 1/ (>t )
dt v d)
dt v d)
2
+ =
=
+ =
= =
+ =
+ =
=
=


dt
%ersamaan posisi 3
>. !ebuah partikel bergerak lurus dengan per#epatan a 7 12-0s dengan a dalam mHs
2
dan
s dalam m.
Jari hubungan antara ke#epatan dan perpindahan jika s 7 2 m, v 7 . mHs
2/ 0s 2.s v
2/ 0s 2.s v
1/ s
2
0
12s v
2
1
1/ #
# ; 2. :
# 2
2
0
12.2 ..
2
1
. v 2 s
s
2
0
12s v
2
1
0s*ds (12s v
2
1
ads vdv
2
2
2 2
2 2
2 2
2
=
=
=
=
+ =
+ =
= =
=
=
=


1I
(1M* (M*
.det t >det, t
/ . t @ / > t
/ .* (t >* (t
/ 2/ t t
/ ./ 2t 2t
2
2
= =
= + =
= +
=
=
1>*i 1/t t
2
>
( r
2
+ + =
&ika dalam permasalahan yang ditemui adalah penentuan ke#epatan dari gra$ik a B t atau
penentuan ke#epatan dari $ungsi per#epatan, maka ke#epatan suatu titik, dapat ditentukan
dari integral $ungsi dari per#epatan tersebut. !e#ara matematis, $ungsi integral tersebut
senilai dengan luas daerah di ba,ah gra$ik. Dengan demikian, jika kita mengetahui luas
daerah diba,ah gra$ik per#epatan terhadap ,aktu maka nilai ke#epatan sesaat dapat
ditentukan.
%ersamaan vektor ke#epatan dapat ditentukan dengan mengintralkan persamaan vektor
per#epatan, sehingga persamaan vektor ke#epatan
v 7 v
T
i < v
D
j R v
T
7

,
/T
<

a
T
dt
v
D
7 ,
/D
<

a
D
dt
(onto%)
1. !ebuah mobil bergerak dengan ke#epatan v 7 ( t
2
->t* mHs
1entukan per#epatan mobil saat t 7 . s !
8a9a' )
a 7
dt
dv
a 7 2t - > mHs
2
7 2.. B > 7 0 mHs
2
jadi a 7 0 mHs
2
2. %er#epatan yang dimiliki mobil eko dalah a 7 t
0
i : 0 t
2
/
&ika ke#epatan a,al adalah 2i, tentukan vektor ke#epatan mobil tersebut dan
besarnya ke#epatan ketika t 7 . s !
8a9a' )
, 7 ,
o
<

( t
0
i : 0 t
2
/ * dt
, 7 2 i <
.
1
t
.
i : t
0
/; , 7 (2 <
.
1
.
.
* i : .
0
/; , < ;: i <;. j
@ektor ke#epatan mobil , < ;: i <;. j dan
besarnya v 7
2 2
;. ;: + 7 :82/ 7 I0,. mHs.
Demikian pula penentuan posisi dari gra$ik , B t atau penentuan posisi dari $ungsi
ke#epatan, maka posisi suatu titik, dapat ditentukan dari integral $ungsi dari ke#epatan
tersebut. !e#ara matematis, $ungsi integral tersebut senilai dengan luas daerah di ba,ah
gra$ik. Dengan demikian, jika kita mengetahui luas daerah diba,ah gra$ik ke#epatan
terhadap ,aktu maka nilai posisi dapat ditentukan.
Cumus menentukan posisi dengan mengintegralkan ke#epatan sebagai berikut.
r 7 ) i < y j dimana ) 7 )
/
<

,
4
dt dan y 7 y
/
<

,
5
dt
atau r 7 r
o
<

v
dt
2/
(onto%)
1. !uatu benda dari keadaan diam dan mengalami per#epatan seperti gra$ik berikut ini.
1entukan ke#epatan saat3
a. t 7 1 s
b. t 7 > s
#. t 7 8 s
8a9a')
a. , 7 v
/
< -uas segi tiga dengan alas 1
, 7 / < P . 1 . 0
, 7 1,> mHs
b. , 7 v
/
< -uas segi tiga < -uas persegi panjang
, 7 / < P . 2 . 0 < 0 . 0
, 7 12 mHs
#. , 7 v
/
< -uas segi tiga < -uas persegi panjang < - trapesium
Mengingat saat t 7 8 s, nilai a belum diketahui, maka langkah yang ditempuh
adalah dengan menetukan persamaan garis melalui (;,0* dan (:,/*, yaitu3
y B y
1
7 m () - )
1
* sehingga y 7 -1,> ) < 12,
maka saat t 7 8 diperoleh nilai a 7 -1,> . 8 < 12 7 1,> mHs
2
, 7 / < P . 2 . 0 < . . 0 < (0 < 1,>* . P . 1
, 7 / < 0 < 12 < 2,2> 7 18,2> mHs
2. !uatu %artikel posisi a,alnya berada pada (i < 2 j* bergerak dengan ke#epatan ,

7
( 2 t
2
i 1 t / * mHs, maka tentukan vektor posisi partikel saat t 7 1 s !
&a,ab 3
r 7 r
o
<

a
v
dt
r 7 (i < 2 /* <

* 2 (
2
j t i t
dt
r 7 (i < 2/* < (
0
2
t
0
i -
2
1
t
2
/*
"etika t 7 1 s maka r 7 (i < 2 /* < (
0
2
(1*
0
i -
2
1
(1*
2
/* 7 1
0
2
i - 1
2
1
j
21
6ambar 103
6ra$ik a B t untuk menentukan
ke#epatan sesaat.
r 7 (
0
>
i -
2
0
/ * mHs
0. !ebuah benda bergerak sepanjang sumbu ) dengan per#epatan . U mHs
2
dan
ke#epatan a,al 2/ U mHs
2
. &ika posisi a,al benda itu T
o
7 1/ U meter, tentukan
persamaan benda untuk setiap saat.
&a,ab 3 a 7 . U mHs
2
) 7 S
V
o
7 2/ U mHs
T
o
7 1/ U m

dv 7 a.dt

=
t
to
@
@p
adt dv
@ - @
o
7
[ ]

t
p t
.dt
@ B 2/ 7 .t L
t
o
@ B 2/ 7 .t B /
@ 7 (.t < 2/* U mHs
d) 7 @.dt

=
t
to
)
To
@.dt d)
) - )
o
7

+
t
to
2/*dt (.t
) B 1/ 7 2t
2
< 2/t L
t
o
) B 1/ 7 2t
2
< 2/t B / B /

) 7 (2t
2
< 2/t <1/* U m
.. !uatu titik =at bergerak pada bidang datar pada sumbu #artesius yang
ke#epatannya merupakan $ungsi dari ,aktu dengan persamaan sebagai berikut 3
v
)
7 .t < . (untuk t 7 / R ) 7 1*
v
y
7 . (untuk t 7 / R y 7 2*
1entukan persamaan posisi titik =at tersebut.
1entukan pula posisi pada t 7 1 sekon
&a,ab 3
dt
d)
@) =
.t < . 7
dt
d)
d) 7 ( .t < .* dt
W d) 7 W (.t < .* dt
) 7 2t
2
< .t < #
t 7 / R ) 7 1
1 7 2./
2
< . < 1
J 7 1
Maka ) 72t
2
< .t <m 1
dt
dy
@y =
dt
dy
. =
dy 7 . dt
Wdy 7 W .t < J
t 7 / R y 7 2
27 ../ < J
J 7 2
Maka y 7 .t < 2
r 7 ) U < y j
r 7 (2t
2
< .t < 1* U < (.t <2*j
22
Atau dengan integral batas sebagai berikut 3
t
o
7 / R )
o
7 1

+ =
t
to
)
)o
.*dt (.t d)
)-)
o
7 2t
2
< .t L
t
to / =
)-1 7 2t
2
< .t B (2./
2
< ../*
) 7 2t
2
< .t < 1
t
o
7 / R y
o
7 2

=
t
to
y
yo
.dt dy
y B y
o
7 .t L
t
to / =
y B2 7 .t B ../
y 7 .t < 2
r 7 (2t
2
< .t < 1*U < (.t < 2* j
0/i Kompetensi
Ker/akan soa"1soa" 'erik#t 'ersama ke"ompokm#2
1. Doni mengendarai motor dengan vektor ke#epatan , 7 8 t
2
i B 0 t j. 1entukan3
a. vektor per#epatan rata-rata dari t 7 1 s hingga t 7 0 s
b. besar vektor per#epatan rata-rata dari t 7 1 s hingga t 7 0 s
2. Eitri mengendarai motor dengan ke#epatan seperti gra$ik berikut3
1entukan per#epatan saat3
a. t 7 2 s
b. t 7 : s
#. t 7 12 s
0. Akmal mengendarai mobil dengan vektor ke#epatan , 7 (0 t B 2 * i < . t
2
j
1entukan3
a. vektor per#epatannya
b. komponen sumbu ) vektor per#epatannya
#. komponen sumbu y vektor per#epatannya
d. besar per#epatan saat t 7 2 s
e. arah per#epatan saat t 7 2 s
.. Mobil %ak 1omy mula-mula diam, kemudian selama . s diper#epat dengan
per#epatan a 7 2 t i < 0 t
2
j
1entukan3
20
6ambar 1. 3
6ra$ik v B t untuk menentukan
per#epatan sesaat, dengan
menentukan kemiringan dari gra$ik
pada suatu saat.
a. vektor ke#epatannya
b. komponen sumbu ) vektor ke#epatannya
#. komponen sumbu y vektor ke#epatannya
d. besar ke#epatan mobil %ak 1omy saat t 7 2 s
>. Mobil Ajeng yang mula-mula diam, kemudian bergerak dengan per#epatan seperti
gra$ik berikut ini3
1entukan ke#epatan saat3
a. t 7 > s
b. t 7 1> s
#. t 7 1: s
;. !ebuah titik D melakukan perpindahan yang ditunjukkan dengan vektor
perpindahan sebagai berikut3
r 7 (. t
2
< ; t* i < (: < 2 t
0
* j m
1entukan3
a. vektor ke#epatannya
b. ke#epatan saat t 7 . s
#. vektor per#epatan
d. per#epatan saat t 7 2 s
8. &ika mobil 5usien mula-mula diam dan berada di pusat koordinat, kemudian diberi
per#epatan selama 0 s, maka tentukan besar perpindahannya, jika vektor
per#epatannya adalah3
a 7 0 t i < 2 j
:. Balon gas terbang keatas mula-mula berada pada ke#epatan v
/
7 i < 2 j. "emudian
selama 2 s diper#epat dengan per#epatan a 7 ( t
0
-2t*

i < 0 t
2
/
1entukan 3
a. vektor ke#epatannya sebagai $ungsi ,aktu
b. besarnya ke#epatan ketika t 7 . sekon.
#. @ektor posisi sebagai $ungsi ,aktu jika posisi mula-mula. (2,. * m.
d. 1entukan perpindahan dan jarak yang ditempuh dari t 7 / sampai t 7 . sekon.
2.
6ambar 1>3
6ra$ik a B t untuk menentukan
ke#epatan sesaat dengan menghitung
luas daerah di ba,ah kurva
I. !ebuah titik A melakukan perpindahan dengan vektor perpindahan sebagai berikut 3
r 7 (0 t2 < 0 t* i < (2 < . t0* j m
1entukan 3
a. vektor ke#epatannya sebagai $ungsi ,aktu
b. ke#epatan saat t 7 2 s
#. vektor per#epatan sebagai $ungsi ,aktu
d. per#epatan saat t 7 2 s
1/. !uatu benda bergerak dengan persamaan ke#epatan v 7 (0t
2
B 0t-;* mHs.1entukan
perpindahan dan jarak antara t 7 / hingga t 7 . s !
B. Gerak Para'o"a
6erak parabola merupakan kombinasi dua gerak sekaligus, yaitu gerak mendatar
dengan ke#epatan tetap, artinya tanpa per#epatan, dan gerak vertikal yang merupakan
gerak berubah beraturan, yang artinya mempunyai per#epatan tetap.
6erak parabola dapat diamati pada pertandingan sepak bola. !aat kiper
melakukan tendangan ga,ang, umumnya kiper akan melakukan tendangan yang jauh ke
depan, menuju daerah la,an dengan menggunakan tendangan yang menghasilkan
lintasan berupa gerak parabola atau gerak peluru. %ada sudut berapakah tendangan kiper
tersebut akan men#apai jarak tendangan yang terjauh Diskusikanlah bersama teman
sebangkumu!
Ke$iatan Ke"ompok )
-akukanlah kegiatan kelompok sebagai berikut 3
1. Ambil dua bola ping pong!
2. -etakkan dua bola ping pong tersebut di tepi sebuah meja yang #ukup tinggi!
0. &atuhkan se#ara bersamaan kedua bola tersebut dengan ketentuan sebagai berikut3
a. Bola pertama jatuh bebas dari tepi meja
b. Bola kedua diberi ke#epatan mendatar sejajar meja
.. Jatat ,aktu yang diperlukan bola pertama dan kedua untuk sampai di tanah!
>. Buat perbandingan kesimpulan dari kedua ,aktu tibanya kedua bola di tanah!
;. Analisislah gerakan kedua bola tersebut!
Beberapa asumsi penyederhanaan yang digunakan dalam membahas gerak parabola
dalam kajian ini adalah bah,a hambatan udara dan rotasi bumi tidak mempengaruhi
dalam perhitungan, dan nilai pe#epatan gravitasi bumi dianggap 1/ mHs
2
, ke#uali terdapat
penjelasan dalam soal.
2>
6ambar 1;3 6ra$ik lintasan parabola.
Beberapa persamaan yang berhubungan dengan gerak parabola adalah 3
!umbu T 3
v
o)
7 v
o
. #os 4
v
)
7 v
o
. #os 4
) 7 v
)
. t 7 v
o
. #os 4 . t
!umbu D 3
v
oy
7 v
o
. sin 4
v
y
7 v
o
. sin 4 B g . t
y 7 v
o
. sin 4 . t B P . g . t
2
%ersamaan ke#epatan dan arah gerakan partikel 3
v 7
0 2
y x
v v +

tan X 7
x
y
v
v
"eterangan 3
1. v
o
7 ke#epatan a,al (mHs*
2. v
o)
7 ke#epatan a,al pada sumbu ) (mHs*
0. v
oy
7 ke#epatan a,al pada sumbu y (mHs*
.. v
)
7 ke#epatan pada sumbu ) (mHs*
>. v
y
7 ke#epatan pada sumbu y (mHs*
;. v 7 ke#epatan pada suatu saat (mHs*
8. ) 7 kedudukan atau posisi pada sumbu ) (m*
:. y 7 kedudukan atau posisi pada sumbu y (m*
I. X 7 arah gerakan partikel (9*
1/. 4 7 sudut elevasi (9*
11. g 7 per#epatan gravitasi bumi (mHs
2
*
2;
6ambar 183 berbagai posisi pada lintasan gerak parabola
=
5
Beberapa hal penting berkaitan dengan gerak parabola3
1. %ersamaan yang tersebut pada bagian a,al didasarkan pada gerakan benda yang
mengarah ke atas, sedang arah per#epatan gravitasi bumi ke ba,ah, sehingga
persamaan di atas menggunakan tanda negati$ (-* untuk nilai g. 2amun jika
gerakan dia,ali dengan gerak ke ba,ah, seperti gerakan bom yang dijatuhkan dari
pesa,at, maka arah gerak benda searah dengan per#epatan gravitasi, sehingga
persamaan yang mengandung unsur g yang semula negati$, berubah menjadi positi$,
karena arah gerak benda searah dengan arah per#epatan benda.
2. %ada titik tertinggi nilai v
y
7 / mHs, sehingga nilai v 7 v
o)
7 v
)
0. %ada titik terjauh nilai y 7 /. &ika saat men#ari t dari y 7 /, diperoleh dua nilai t, di
mana salah satu nilainya umumnya nol, maka nilai t yang digunakan adalah yang
besar.
Disk#si Ke"ompok
Buatlah kelompok maksimum > orang untuk berdiskusi se#ara matematis dan
membuktikan persamaan matematis berikut ini 3
a. "oordinat titik pun#ak ()
MAT
, y
MAT
*
dimana )
MAT
7
g
v
2
2 sin
2
/

, y
MAT
7
g
v
2
sin
2 2
/

, X 7 sudut elevasi
g 7 per#epatan gravitasi bumi (mHs
2
*
v
o
7 ke#epatan a,al (mHs*
b. Eaktu untuk men#apai titik tertinggi atau tinggi maksimum t
%
7
g
v sin
/

Eaktu untuk men#apai jarak mendatar terjauh atau jatuh kembali ke tanah t
&
7 2. t
%
#. &arak mendatar terjauh )
&auh
7 2 )
MAT
28
&arak mendatar men#apai maksimum ketika sudut elevasi X 7 .>
/
d. %asangan sudut elevasi (X
1
dan X
2
* akan men#apai jarak mendatar terjauh yang
sama jika
X
1
< X
2
7 I/
/
(onto% )
1. !ebuah panah dilepaskan dari busur dengan ke#epatan a,al 1// mHs dan sudut
elevasi 089 1entukan 3
a. vektor posisi panah saat t 7 1 s
b. vektor posisi ketika panah men#apai titik tertinggi.
#. vektor posisi di titik mendatar terjauh
d. vektor ke#epatan dan besarnya saat t 7 1 s
e. arah ke#epatan saat t 7 1 s
8a9a' )
a. ) 7 v
o
. #os 4 . t 7 1// . #os 089 . 1 7 1// . /,: 7 :/ m
y 7 v
o
. sin 4 . t B P g t
2
7 1// . sin 089 . 1 B P .1/.1
2
7 (1// ./,;B >* 7 >> m
&adi vektor posisi panah setelah 1 s adalah r 7 (:/ i < >> j* m
b. %ada titik tertinggi v
y
7 / sehingga 3
v
y
7 v
o
sin 4 B g . t
/ 7 1// . sin 089 B 1/ . t maka diperoleh nilai t
t 7 ; s
2ilai t tersebut kemudian dimasukkan pada
) 7 v
o
. #os 4 . t 7 1// . #os 089 .; 7 1// . /,: . ; 7 .:/ m
y 7 v
o
. sin 4 . t B P . g . t
2
7 1// . sin 089 ;B P .1/. (;*
2
7 0;/ B 1:/ 71:/ m
&adi vektor posisi panah pada titik tertinggi adalah r 7 (.:/ i < 1:/ j* m
#. %ada titik mendatar terjauh y 7 /, kemudian nilai t tersebut dimasukkan ke )
y 7 v
o
. sin 4 . t B P . g . t
2

/ 7 1// . sin 089 . t B P .1/. t
2
R / 7 ;/ t B > t
2

- ;/ t 7 - > t
2
R t 7 12 sekon
maka ) 7 v
o
. #os 4 . t 7 1// . #os 089 .12 7 82/ m
&adi vektor posisi panah di titik mendatar terjauh adalah r 7 (82/ i < / j* m
d. v
)
7 v
o
. #os 4 7 1// . #os 089 7 1// . /,: 7 :/ mHs
v
y
7 v
o
. sin 4 B g . t 7 1// sin 089 B 1/ . 1 7 (;/ - 1/* 7 >/ mHs
jadi vektor ke#epatan panah v 7 v
T
i < v
D
j 7 :/ i < >/ j
Besarnya v 7
0 2
y x
v v +
7 ( ) ( )
2 2
>/ :/ + 7 2>// ;.//+ 7 I.,00 mHs
2:
e. tan 4 7
x
y
v
v
7
:/
>/
7 /,;2> maka 4 7 029
2. "etika terjadi ben#ana 1sunami, banyak daerah yang membutuhkan bantuan
makanan dan alat-alat kesehatan, akan tetapi lokasi bantuan sulit terjangkau. +ntuk
mengatasinya bahan makanan dan bantuan alat kesehatan tersebut dijatuhkan dari
pesa,at militer. &ika bantuan makanan dijatuhkan pada ketinggian >// dari pesa,at
pengangkut yang bergerak mendatar dengan ke#epatan >/ mHs, maka hitunglah
jarak mendatar dari pesa,at ke lokasi agar bantuan makanan jatuh tepat pada
sasaran
&a,ab 3
) 7 .... y
/
7 >// m y 7 / 4 7 /
/

y 7 y
/
< v
o
. sin 4 . t < P . g . t
2
/ 7 >// < / - P . 1/ . t
2
maka t 7 1/ s
) 7 v
o)
. t 7 v
o
. #os 4 . 1/ . 7 >/ . 1 .1/ 7 >// m
0. !ebuah bola ditendang dengan sudut elevasi .>9 dan ke#epatan a,al 2/ mHs.
1entukan3
a. posisi saat t 7 1 s
b. koordinat titik tertinggi
#. koordinat titik terjauh
d. ke#epatan saat t 7 1 s
e. arah ke#epatan saat t 7 1 s
8a9a' )
a. ) 7 v
o
. #os 4 . t 7 2/ . #os .>9 . 1 7 1/ 2 mHs
y 7 v
o
. sin 4 . t B P . g . t
2
7 2/ . sin .>9 . 1 B P .1/.1
2
7 (1/ 2 B >* mHs
&adi posisi bola setelah 1 s adalah (1/ 2 ? 1/ 2 B >* mHs
b. %ada titik tertinggi v
y
7 / sehingga 3
v
y
7 v
o
. sin 4 B g . t
/ 7 2/ . sin .>9 B 1/ . t maka diperoleh nilai t
t 7 2 s
2ilai t tersebut kemudian dimasukkan pada3
) 7 v
o
. #os 4 . t 7 2/ . #os .>9 . 2 7 2/ mHs
y 7 v
o
. sin 4 . t B P . g . t
2
7 2/.sin .>9 . 2 B P .1/. ( 2 *
2
7 1/ mHs
&adi posisi bola pada titik tertinggi adalah (2/, 1/* mHs.
#. %ada titik terjauh y 7 /, kemudian nilai t tersebut dimasukkan ke )
y 7 v
o
. sin 4 . t B P . g . t
2

/ 7 2/ . sin .>9 . t B P .1/. t
2

maka diperoleh nilai t 7 / atau t 7 2 2 s. 6unakan t 7 2 2 s maka
) 7 v
o
. #os 4 . t 7 2/ . #os .>9 . 2. 2 7 ./ m
2I
&adi posisi bola di titik terjauh adalah (./ , /* m
d. v
)
7 v
o
. #os 4 7 2/ . #os .>9 7 1/ 2 mHs
v
y
7 v
o
. sin 4 B g . t 7 2/ . sin .>9 B 1/ . 1 7 (1/ 2 - 1/* mHs
v 7
0 2
y x
v v +
7 ( ) ( )
2 2
1/ 2 1/ 2 1/ + 7 1/ 2 2 > mHs
e. tan X 7
x
y
v
v
7
2 1/
* 1/ 2 1/ (
7 /,2I0 maka X 7 1;,09
.. Dari pun#ak gedung setinggi 12> m, Arsa melempar bola mendatar dengan
ke#epatan 1/ mHs. 1entukan 3
a. ,aktu yang diperlukan bola untuk men#apai tanah
b. jarak mendatar yang ditempuh bola
8a9a' )
a. v
o)
7 1/ mHs dan v
oy
7 / mHs
y 7 v
o
. sin 4 . t < P . g . t
2
12> 7 / < P . 1/ . t
2
maka t 7 > s
b. ) 7 v
o)
. t 7 1/ . > 7 >/ m
0/i Kompetensi
1. !ebuah anak panah dilepaskan dari busur dengan ke#epatan a,al >/ mHs dan sudut
elevasi ;/9. 1entukan vektor posisi ketika anak panah menyentuh tanah.
2. &ika sebuah rudal kendali dijatuhkan dari pesa,at pada ketinggian 1/// m di atas
permukaan tanah, dengan ke#epatan mendatar 1// mHs, maka tentukan jarak
mendatar yang ditempuh rudal kendali.
0. !ebuah bola ditendang dengan ke#epatan a,al >/ mHs dengan sudut elevasi >09
membentuk lintasan gerak parabola dengan per#epatan gravitasi bumi g 71/ mHs.
1entukan 3
a. vektor posisi bola ketika t 7 2 sekon.
b. vektor posisi dan ke#epatan bola ketika men#apai titik tertinggi.
#. vektor ke#epatan dan besar ke#epatan bola saat t 7 . sekon.
d. arah ke#epatan bola ketika t 7 . sekon.
e. vektor posisi bola ketika men#apai tanah.
$. ,aktu untuk men#apai tanah.
.. Anggun melemparkan bola basket dengan vektor posisi r 7 2 t i < (. t
2
-2* /.
1entukan vektor posisi dan vektor ke#epatan ketika bola men#apai tertinggi.
0/
>. %erhatikan gambar di ba,ah. !ebuah anak panah dilepaskan dengan vektor
ke#epatan vektor v 7 2

i < :t j maka tentukan vektor posisi sebagai $ungsi ,aktu
dan vektor ke#epatan panah ketika tiba ditanah.
Ke$iatan Ke"ompok
Bentuklah sebuah kelompok yang beranggotakan 0 B > orang!
Diskusikan dalam kelompokmu tentang beberapa jenis gerak yang ada di sekitar kita
yang termasuk gerak parabola! Apakah gerakan pesa,at terbang saat naik termasuk
gerak parabola Apakah gerak bom atom saat dijatuhkan dari pesa,at pengebom di
5irosima termasuk gerak parabola Apakah gerakan roket Gksoset saat diarahkan ke
pesa,at tempur merupakan gerak parabola Apakah gerak peluru yang ditembakkan
ke atas merupakan gerak parabola
Peker/aan R#ma%
1. Danti memukul shuttle cock dengan ke#epatan a,al 2/ mHs dan sudut elevasi ;/9.
1entukan jarak terjauh yang ditempuh shuttle #o#k tersebut !
2. !ebuah bom dijatuhkan dari pesa,at di ketinggian 2./// m di atas permukaan
tanah, dengan ke#epatan mendatar 2// mHs. 1entukan jarak mendatar yang
ditempuh bom!
0. !ebuah bola ditendang dengan ke#epatan a,al 1/ mHs sehingga mengenai dinding
setinggi 2/ m dan jarak mendatar ./ m. 1entukan sudut elevasinya !
.. "opral &ono menembakkan peluru dengan sudut elevasi .>9 dan ke#epatan a,al
1// mHs. 1entukan koordinat titik tertingginya!
>. Dimas melempar bola dengan vektor posisi r 7 > t i < (2 t
2
-1* j, tentukan vektor
posisi titik tertinggi yang di#apai bola.
01
6ambar 1:3 Anak panah dilepaskan membentuk lintasan parabola.
1,> m
;. 2ouval melempar batu dengan vektor posisi r 7 2 t
2
i < (. t
2
- :t* j. 1entukan vektor
posisi pada jarak terjauhnya!
(. Posisi S#d#t Ke!epatan S#d#t dan Per!epatan S#d#t pada Gerak Me"in$kar
1. Posisi S#d#t
%osisi sudut akan menggambarkan kedudukan dari suatu sudut dalam gerak
melingkar beraturan. 1entu saja pusat gerak melingkar tersebut akan dijadikan sebagai
pusat titik a#uan. !eperti telah disampaikan terdahulu, bah,a semua gerak tetap
memerlukan suatu titik a#uan.
Besarnya sudut yang ditempuh gerak melingkar tersebut tiap satuan ,aktu disebut
dengan ke#epatan sudut. Dalam hal ini, satuan dari ke#epatan sudut dapat dinyatakan
dalam radHs atau putaran per menit (rpm*. %erubahan kedua satuan tersebut didasarkan
bah,a satu putaran senilai dengan 2 Y radian.
!edangkan per#epatan sudut adalah laju perubahan ke#epatan sudut yang terjadi
tiap satuan ,aktu. !emakin besar perubahan ke#epatan sudut yang terjadi, maka akan
semakin besar pula ke#epatan sudut yang terjadi pada gerak melingkar tersebut.
Demikian juga jika semakin besar pengurangan ke#epatan sudut yang dilakukan gerak
melingkar maka semakin besar nilai perlambatan sudut dari gerak melingkar itu.
-. Ke!epatan S#d#t
&ika kita memperhatikan seorang pesenam di atas lantai es yang li#in saat ia
melakukan gerak melingkar, maka gerakan tubuhnya yang semula bergerak melingkar
beraturan akan berubah menjadi bergerak melingkar berubah beraturan semakin #epat
saat ia mengubah posisi dari tangannya, serta memberikan sejumlah gaya pada dirinya.
a. Ke!epatan s#d#t rata1rata
"e#epatan sudut rata-rata sebagai hasil bagi perpindahan sudut dengan selang
,aktu yang ditempuh dapat dirumuskan3
7
t

'. Ke!epatan s#d#t sesaat


!edang ke#epatan sudut sesaat adalah turunan pertama dari posisi sudut, atau dapat
pula ditentukan dari kemiringan garis singgung gra$ik posisi sudut terhadap ,aktu.
"e#epatan sudut sesaat dirumuskan3
dt
d
=
3. Per!epatan S#d#t
02
a. Per!epatan s#d#t rata1rata
%er#epatan sudut rata-rata adalah hasil bagi ke#epatan sudut dengan selang ,aktu
yang ditempuh. %er#epatan sudut rata-rata dirumuskan3
7
t

'. Per!epatan s#d#t sesaat


%er#epatan sudut sesaat adalah turunan pertama dari ke#epatan sudut, atau dapat
pula ditentukan dari kemiringan garis singgung gra$ik ke#epatan sudut terhadap ,aktu.
%er#epatan sudut sesaat dirumuskan3
dt
d
=
Joba kamu amati gerak roda motor dalam perjalanan menuju ke sekolah! !elama
perjalanan roda tersebut tidak mungkin memiliki ke#epatan sudut yang tetap. Coda itu
kadang berputar pelan, karena harus menghindari rintangan, atau kadang harus berputar
lebih #epat karena mele,ati jalan lurus dan sepi tanpa hambatan. Bahkan roda itu kadang
harus berhenti karena lampu merah pengatur jalan raya menyala. Adanya perubahan
ke#epatan sudut dari roda tersebut akan menunjukkan besar dari per#epatan sudut yang
terjadi pada roda.
(onto% )
1. %osisi sebuah sudut ditentukan oleh persamaan 3
4 7 (0 t
2
< 2* rad, maka tentukan 3
a. posisi sudut saat t 7 / s
b. posisi sudut saat t 7 2 s
#. ke#epatan sudut rata-rata dari t 7 / s hingga t 7 2 s
d. ke#epatan sudut saat t 7 0 s
8a9a' )
a. 4 7 (0 (/*
2
< 2* 7 2 rad
b. 4 7 (0 (2*
2
< 2* 7 1. rad
#. 7
t

7
* / 2 (
* 2 1. (

7 ; radHs
d. Z 7
dt
d
7 (; t * 7 ( ; . 2 * 7 12 radHs
2. %osisi sebuah sudut ditentukan oleh persamaan3
4 7 (2 t
2
< >* rad, maka tentukan 3
a. posisi sudut saat t 7 / s
b. posisi sudut saat t 7 0 s
#. ke#epatan sudut rata-rata dari t 7 / s hingga t 7 0 s
00
d. ke#epatan sudut saat t 7 0 s
8a9a' )
a. 4 7 (2 (/*
2
< >* 7 > rad
b. 4 7 (2 (0*
2
< >* 7 20 rad
#. 7
t

7
* / 0 (
* > 20 (

7 ; radHs
d. Z 7
dt
d
7 (. t * 7 ( . . 0 * 7 12 radHs
0. %osisi sudut sebuah titik yang bergerak melingkar pada tepi sebuah roda adalah3
4 7 (. t
0
< > t
2
< 2 t < ; * rad
1entukan 3
a. "e#epatan sudut rata-rata dari t 7 / hingga t 7 . s
b. %er#epatan sudut rata-rata dari t 7 / hingga t 7 . s
#. "e#epatan sudut saat t 7 2 s
d. %er#epatan sudut saat t 7 2 s
&a,ab 3
4 7 (. t
0
< > t
2
< 2 t < ; * rad
Z 7 (12 t
2
< 1/ t < 2 * radHs
X 7 (2. t < 1/ * radHs
2
a. 4 7 (. t
0
< > t
2
< 2 t < ; * rad
4
1
7 (. ./
0
< > ./
2
< 2 ./ < ; * rad 7 ; rad
4
2
7 (.. .
0
< > ..
2
< 2 .. < ; * rad 7 0>/ rad
7
t

7
* / . (
* ; 0>/ (

7 :; radHs
b. Z 7 (12 t
2
< 1/ t < 2 * radHs
Z
1
7 (12./
2
< 1/./ < 2 * radHs 7 2 radHs
Z
2
7 (12..
2
< 1/.. < 2 * radHs 7 20. radHs
7
t

7
* / . (
* 2 20. (

7 >: radHs
2
#. Z 7 (12 .2
2
< 1/ . 2 < 2 * 7 8/ radHs
d. X 7 (2.. 2 < 1/ * 7 >: radHs
2
0/i Kompetensi
1. %osisi sudut sebuah titik yang berada pada ujung roda sepeda ditentukan oleh
persamaan 3
4 7 (2 t
0
< 2t* rad, maka tentukan 3
a. posisi sudut saat t 7 0 s
b. posisi sudut saat t 7 . s
0.
#. ke#epatan sudut rata-rata dari t 7 0 s hingga t 7 . s
d. ke#epatan sudut saat t 7 2 s
e. persamaan per#epatan sudut sebagai $ungsi ,aktu
2. %osisi sudut sebuah titik yang bergerak melingkar pada terpi sebuah roda adalah3
4 7 ( t
0
< t
2
< t < 1 * rad
1entukan 3
a. "e#epatan sudut rata-rata dari t 7 1 hingga t 7 2 s
b. %er#epatan sudut rata-rata dari t 7 1 hingga t 7 2 s
#. "e#epatan sudut saat t 7 1 s
d. %er#epatan sudut saat t 7 1 s
0. !ebuah roda mobil mula-mula diam, kemudian dalam 0 sekon diper#epat sehingga
menempuh sudut 2 putaran. 1entukan besar ke#epatan sudut setelah 0 sekon dan
ke#epatan sudut rata-ratanya
.. !ebuah roda sepeda mula-mula diam, kemudian dalam 2 sekon diper#epat sehingga
menempuh sudut . putaran. 1entukan besar ke#epatan sudut rata-ratanya!
>. &ika posisi sudut dari suatu gerak melingkar beraturan dirumuskan dalam
persamaan 4 7 (
;
>
t
0
< > t
2
< .* rad, maka tentukan ke#epatan sudut saat t 7 .
sekon!
Peker/aan R#ma%
-akukan pengamatan terhadap beberapa gerak melingkar sebagai berikut bersama
kelompokmu !
1. 6erakan roda sepeda yang berjalan mengelilingi lapangan sekolah.
2. 6erakan kipas angin.
0. Amati juga tiga gerak melingkar lainnya di sekitarmu
.. Buatlah analisis dari gerakan-gerakan tersebut dan buatlah kesimpulannya!
Apakah gerakan-gerakan tersebut memiliki karakteristik gerakan yang sama
Pen$inte$ra"an >#n$si pada Gerak Me"in$kar
%osisi sudut 4 suatu $ungsi dapat juga ditentukan dari pengintegralan persamaan
ke#epatan sudut dengan rumus 3
4 7 4
/
<

dt
%ersamaan ke#epatan sudut dapat ditentukan dengan pengintegral persamaan per#epatan
sudut.
0>

/
<

dt
(onto%)
1. &ika ke#epatan sudut sebuah roda dinyatakan dalam sebuah persamaan 3
Z 7 (0 t
2
< t * radHs, tentukan3
a. ke#epatan sudut saat t 7 1 s
b. ke#epatan sudut saat t 7 . s
#. per#epatan sudut rata-rata dari t 7 1 s hingga t 7 . s
d. per#epatan sudut saat t 7 > s
e. posisi sudut saat t 7 2 s, jika posisi sudut a,al 2 rad
8a9a' )
a. Z 7 (0 (1*
2
< 1 * 7 . radHs
b. Z 7 (0 (.*
2
< . * 7 >2 radHs
#. 7
t

7
* 1 . (
* . >2 (

7 1; radHs
d.
dt
d
=
7 (; t < 1* maka saat t 7 > s besar
e. 4 7 4
o
<

+ dt t t * 0 (
2
4 7 2 < t
0
< P t
2
, saat t 7 2 s, maka diperoleh
4 7 12 rad
2. "e#epatan sudut sebuah roda dinyatakan dalam sebuah persamaan 3
Z 7 (. t
0
< 2t * radHs, maka tentukan 3
a. ke#epatan sudut saat t 7 1 s
b. ke#epatan sudut saat t 7 2 s
#. per#epatan sudut rata-rata dari t 7 1 s hingga t 7 2 s
d. per#epatan sudut saat t 7 2 s
e. posisi sudut saat t 7 2 s, jika posisi sudut a,al > rad
8a9a' )
a. Z 7 (. (1*
0
< 2.1 * 7 ; radHs
b. Z 7 (. (2*
0
< 2.2 * 7 0; radHs
#. 7
t

7
* 1 2 (
* ; 0; (

7 0/ radHs
2
d.
dt
d
=
7 (12 t
2
< 2* maka saat t 7 2 s besar

7 (12 2
2
< 2* 7 >/ radHs
2
e. 4 7 4
o
<

+ dt t t * 2 . (
0
4 7 > < t
.
< t
2
, saat t 7 2 s, maka diperoleh
0;
4 7 2> rad
0/i Kompetensi
1. "e#epatan sudut sebuah roda dinyatakan dalam sebuah persamaan 3
Z 7 ( t0 < 2t <0 * radHs, maka tentukan 3
a. ke#epatan sudut saat t 7 / s
b. ke#epatan sudut saat t 7 . s
#. per#epatan sudut rata-rata dari t 7 / s hingga t 7 . s
d. per#epatan sudut saat t 7 2 s
e. posisi sudut saat t 7 2 s, jika posisi sudut a,al 2 rad
2. %er#epatan sudut sebuah titik yang bergerak melingkar dinyatakan dengan

7 0t < 2.dan ke#epatan sudut a,al 0 radHs sedangkan posisi mula-mula 2


rad
1entukan 3
a. %ersamaan ke#epatan sudut sebagai $ungsi ,aktu
b. %er#epatan sudut rata-rata dari t 7 / hingga t 7 0 s
#. %ersamaan vektor posisi sebagai $ungsi ,aktu.
d. ke#epatan sudut rata-rata dari t 7 / hingga t 7 2 s.
0"an$an BAB 1
Soa"1soa" 0raian
8a9a'"a% soa"1soa" 'erik#t den$an tepat2
1. "edudukan suatu titik D ditunjukkan oleh koordinat kartesius (.,;*. 2yatakan
koordinat titik tersebut dalam koordinat polar!
2. "edudukan titik * ditunjukkan oleh koordinat polar (2, 10>9*. 2yatakan koordinat
tersebut dalam koordinat kartesius!
0. !uatu titik A mempunyai kedudukan yang ditunjukkan koordinat kartesius (2,-.*.
1entukan vektor posisi titik tersebut!
.. 1itik + mempunyai kedudukan (1/, ;/9*. 1entukan vektor posisi titik tersebut!
>. 1itik N pada saat t 7 / s berada pada posisi (2,1* m, dan pada t 7 . s pada posisi
(>,>* m. 1entukan3
a. vektor perpindahannya
b. komponen vektor perpindahan pada sumbu )
#. komponen vektor perpindahan pada sumbu y
d. besar perpindahannya
e. arah perpindahannya
;. 1itik A mempunyai vektor posisi r 7 t
2
i < 2 t /. 1entukan3
08
a. @ektor posisi a,al (saat t 7 / s*
b. @ektor perpindahan dari t 7 2 s hingga t 7 . s
#. Besar vektor perpindahannya
8. @ektor posisi dari titik R dinyatakan dalam vektor posisi yang mengandung unsur
,aktu, yaitu3 r 7 2t i < .t
2
j. 1entukan3
a. vektor perpindahan dari t 7 1 s hingga t 7 2 s
b. besar vektor perpindahan
:. @ektor posisi 6 dinyatakan dalam r 7 (2 < 0t* i < 2t
2
j. 1entukan besar vektor
perpindahannya dari t 7 / s hingga t 7 8 s !
I. @ektor posisi A dinyatakan dalam r 7 t
2
i B 0 j. 1entukan vektor perpindahan dan
arah perpindahannya dari t 7 1 s hingga t 7 > s !
1/. 1itik materi T pada detik t 7 1 s berada pada posisi (2,/* m dan pada t 7 . s berada
pada posisi (:,:* m. 1entukan3
a. vektor ke#epatan rata-ratanya
b. besar vektor ke#epatan rata-rata
11. 1itik I melakukan perpindahan dengan vektor perpindahan3
r 7 ( 2 t
2
i < > t / * m.
1entukan 3
a. vektor ke#epatan saat t 7 2 s
b. besar ke#epatan saat t 7 2 s
12. Fndah melempar benda dengan persamaan ke#epatan v 7 (2t
2
B 12* mHs.1entukan
perpindahan dan jarak antara t 7 / hingga t 7 . s !
10. Oitri mengendarai sepeda dengan ke#epatan seperti gra$ik berikut 3
1entukan 3
a. &arak yang ditempuh setelah sepeda Oitri bergerak 8 s
b. &arak total yang ditempuh Oitri selama : s
1.. %artikel D melakukan perpindahan sesuai vektor perpindahan 3
r 7 ( 2 t
2
i < t / * m. 1entukan 3
a. @ektor ke#epatan sebagai $ungsi ,aktu
b. Besar vektor ke#epatan saat t 7 2 s
0:
6ra$ik hubungan v dan t yang
menggambarkan gerakan sepeda
yang dilakukan Oitri
1>. 1itik materi I melakukan gerak sesuai gra$ik berikut.
1entukan 3
a. &arak yang ditempuh setelah t 7 1 s
b. &arak yang ditempuh setelah t 7 0 s
#. &arak yang ditempuh setelah t 7 >,> s
1;. %ak "arta menaiki motor dengan persamaan ke#epatan
, 7 ( 2t
2
i < : t / * mHs 1entukan3
a. vektor per#epatan rata-rata dari t 7 1 s hingga t 7 0 s
b. besar per#epatan rata-rata dari t 7 1 s hingga t 7 0 s
18. %er#epatan yang dimiliki motor Dydy adalah a 7 t
2
i : 0 t
2
/
&ika ke#epatan a,al motor Dydy adalah nol, tentukan ke#epatan motor Dydy saat
t 7 2 s !
1:. !uatu benda dari keadaan diam dan mengalami per#epatan seperti gra$ik berikut ini.
1entukan ke#epatan saat > s !
1I. !ebuah titik D melakukan perpindahan yang ditunjukkan dengan vektor
perpindahan sebagai berikut3
r 7 (2 t
2
< 0 t* i < (1 < 2 t
0
* / m
1entukan3
a. vektor ke#epatan saat t 7 . s
b. vektor per#epatan saat t 7 2 s
2/. !ebuah bola ditendang Akmal dengan sudut elevasi .>9 dan ke#epatan a,al
./ mHs. 1entukan3
0I
6ra$ik v - t
6ra$ik a B t untuk menentukan
ke#epatan sesaat
a. koordinat titik tertinggi
b. koordinat titik terjauh
21. &ika bola ditendang dengan ke#epatan a,al 2/ mHs sehingga mengenai dinding
setinggi ./ m dan jarak mendatar ./ m, maka tentukan sudut elevasinya!
22. &ika 2ambuhan menembakkan peluru dengan sudut elevasi .>9 dan ke#epatan a,al
2// mHs, maka tentukan koordinat titik terjauhnya!
20. &ika 5a$id= melempar bola dengan vektor posisi r 7 : t i < (2 t
2
-2* /, maka
tentukan vektor posisi titik tertinggi yang di#apai bola.
2.. %osisi sebuah sudut ditentukan oleh persamaan3
4 7 (. t
2
< >* rad, maka tentukan 3
a. posisi sudut saat t 7 / s
b. posisi sudut saat t 7 0 s
#. ke#epatan sudut rata-rata dari t 7 / s hingga t 7 0 s
d. ke#epatan sudut saat t 7 0 s
2>. %osisi sudut sebuah titik yang bergerak melingkar dinyatakan3
4 7 (2 t
0
< 0 t
2
< 2 t < 2 * rad
1entukan 3
a. "e#epatan sudut rata-rata dari t 7 / hingga t 7 . s
b. %er#epatan sudut rata-rata dari t 7 / hingga t 7 . s
#. "e#epatan sudut saat t 7 2 s
d. %er#epatan sudut saat t 7 2 s
Soa" Pi"i%an Ganda
Pi"i%"a% /a9a'an 5an$ 'enar2
1. !eorang anak mengendarai sepeda sejauh 0 km dengan arah 0/9 timur laut. &ika
arah timur dijadikan sumbu ) positi$ maka notasi vektor perpindahannya adalah....
a. A r 7 (1,> 0 i < 1,> /* d. A r 7 (0 0 i < 1,> 0 /*
b. A r 7 (2,> 0 i < 1,> /* e. A r 7 (0 0 i < 0 /*
#. A r 7 (0 0 i < 1,> /*
2. %osisi dari suatu partikel memenuhi persamaan r 7 2t < t
2
dengan r dalam meter dan
t dalam sekon. "e#epatan partikel saat t 7 > sekon adalah ....
a. 0 mHs d. 12 mHs
b. > mHs e. 1> mHs
#. : mHs
0. !ebuah sepeda bergerak dengan ke#epatan 2/ mHs dalam arah 21/9 berla,anan
dengan arah jarum jam terhadap sumbu ) positi$. "omponen vektor ke#epatan
terhadap sumbu ) dan sumbu y adalah ....
a. v
x
7 -1/ mHs v
y
7 - > mHs d. v
x
7 -1/ 0 mHs v
y
7 - : mHs
./
b. v
x
7 -1/ 0 mHs v
y
7 - > mHs e. v
x
7 -1/ 0 mHs v
y
7 - 1/ mHs
#. v
x
7 -12 0 mHs v
y
7 - ; mHs
.. !ebuah sepeda motor bergerak dalam sebuah ke#epatan yang dilukiskan dengan
gra$ik ke#epatan terhadap ,aktu berikut ini3
Besar perpindahan sepeda motor selama 1> sekon adalah ....
a. ./ m d. .// m
b. 1// m e. >// m
#. 1>/ m
>. %osisi ketinggian sebuah balon udara dinyatakan dalam persamaan 3 y 7 2/ t B >t
2
,
dengan y dalam meter dan t dalam sekon. "e#epatan a,al balon adalah ....
a. 2 mHs d. 2/ mHs
b. > mHs e. >/ mHs
#. 1/ mHs
;. !ebuah mobil mainan bergerak dengan persamaan ke#epatan v 7 0t
2
B ;t B I,
dimana v dalam mHs dan t dalam sekon. &arak yang ditempuh mobil mainan antara t
7 1 s hingga t 7 . sekon adalah ....
a. 1/ m d. .> m
b. 2/ m e. .8,> m
#. 20 m
8. !ebuah sepeda motor bergerak dengan
ke#epatan yang digambarkan seperti
gra$ik di samping.
Besar per#epatan saat t 7 12 sekon
adalah ....
a. - 2 mHs
2
b. - > mHs
2
#. - : mHs
2
d. -1/ mHs
2
e. -12 mHs
2
:. !eekor burung terbang dengan persamaan lintasan y 7 28 t B t
0
, di mana y dalam
meter dan t dalam sekon. 1inggi maksimum burung adalah ....
a. 1/: m d. 28 m
b. :1 m e. 0 m
.1
#. >. m
I. !ebuah peluru ditembakkan sehingga mempunyai persamaan perpindahan sebagai
berikut 3 r 7 0/ t i < (0/ 0 t B > t
2
* /, dengan r dalam meter, t dalam sekon, tinggi
maksimum yang di#apai peluru adalah ....
a. 10> m d. 1:/ 0 m
b. 10> 0 m e. 28/ m
#. 1:/ m
1/. !ebuah benda bergerak dengan persamaan ke#epatan v = 2t < > , di mana v dalam
mHs dan t dalam sekon. Bila saat t 7 / benda berada pada ) 7 . m, maka posisi
benda saat t 7 . s adalah ....
a. 2/ m d. 0> m
b. 2> m e. ./ m
#. 0/ m
11. Coda sepeda berputar pada porosnya dengan persamaan posisi sudut 4 7 0 t < 2 t
2
,
di mana 4 dalam radian, dan t dalam sekon. %osisi sudut saat t 7 2 sekon adalah ....
a. 0 rad d. 1. rad
b. > rad e. 1: rad
#. 12 rad
12. &ika roda mobil berputar dengan persamaan posisi sudut 4 7 2 t < 2 t
2
, di mana 4
dalam radian, dan t dalam sekon, maka ke#epatan sudut roda mobil saat t 7 2 sekon
adalah ...
a. . radHs d. 12 radHs
b. 8 radHs e. 1> radHs
#. 1/ radHs
10. &ika persamaan ke#epatan sudut suatu gerak melingkar dinyatakan dalam Z 7 0
t
2
< 2 t < 2, di mana Z dalam radHs dan t dalam sekon, jika posisi sudut a,al gerak
melingkar 2 rad, maka posisi sudut gerak melingkar saat t 7 1 s adalah ....
a. ; rad d. 0 rad
b. > rad e. 2 rad
#. . rad
1.. !ebuah peluru yang ditembakkan dengan ke#epatan a,al vo dan sudut elevasi X
pada saat men#apai tinggi maksimum ...
a. tenaga kinetiknya maksimum
b. tenaga potensialnya maksimum
#. tenaga potensialnya minimum
d. tenaga totalnya maksimum
e. ke#epatannya maksimum
.2
1>. 1erhadap koordinat ) horisontal dan y vertikal, sebuah benda yang bergerak
mengikuti gerak peluru mempunyai komponen-komponen ke#epatan yang ....
a. besarnya tetap pada arah ) dan berubah-ubah pada sumbu y
b. besarnya tetap pada arah y dan berubah-ubah pada arah )
#. besarnya tetap, baik pada arah ) maupun pada arah y
d. besarnya berubah-ubah, baik pada arah ) maupun pada arah y
e. besar dan arah terus-menerus berubah terhadap ,aktu
1;. !ebuah kapal laut sejauh 1/ km dengan arah >09 timur laut. &ika arah timur
dijadikan sumbu ) positi$, maka vektor perpindahannya adalah....
a. A r 7 (/,; i < /,: j* d. A r 7 (;/ i < :/ j*
b. A r 7 (/,: i < /,; j* e. A r 7 (:/ i < ;/ j*
#. A r 7 (; i < : j *
18. %osisi suatu partikel memenuhi persamaan r 7 0t < 2t
2
dengan r dalam meter dan t
dalam sekon."e#epatan partikel saat t 7 > sekon adalah ....
a. 2: mHs d. 1> mHs
b. 2> mHs e. 12 mHs
#. 20 mHs
1:. %osisi ketinggian sebuah balon udara dinyatakan dalam persamaan 3 y 7 >/ t B >t
2
,
dengan y dalam meter dan t dalam sekon. "e#epatan a,al balon adalah ....
a. 2 mHs d. 2/ mHs
b. > mHs e. >/ mHs
#. 1/ mHs
1I. !ebuah anak panah melun#ur dengan persamaan ke#epatan v 7 0t
2
B ;t B I, dimana
v dalam mHs dan t dalam s. &arak yang ditempuh mobil mainan antara t 7 1 s hingga
t 7 . sekon adalah ....
a. 1/ m d. .> m
b. 2/ m e. .8,> m
#. 20 m
2/. !eekor burung terbang dengan persamaan lintasan y 7 2/ t B t
2
, dimana y dalam
meter dan t dalam sekon. 1inggi maksimum burung adalah ....
a. 1// m d. 1; m
b. 2/ m e. 0 m
#. 1I m
21. !ebuah peluru ditembakkan sehingga mempunyai persamaan perpindahan sebagai
berikut 3 r 7 0/ t i < (2/ t B > t
2
* /, dengan r dalam meter, t dalam sekon, tinggi
maksimum yang di#apai peluru adalah ....
a. 10 m d. :/ m
b. 2/ m e. 2// m
.0
#. ;/ m
22. !ebuah benda bergerak dengan persamaan ke#epatan v = 2t < 1/ , dimana v dalam
mHs dan t dalam sekon. Bila saat t 7 / benda berada pada ) 7 ; m, maka posisi
benda saat t 7 2 s adalah ....
a. 2/ m d. 0> m
b. 2> m e. ./ m
#. 0/ m
20. Coda sepeda berputar pada porosnya dengan persamaan posisi sudut 4 7 . t < 2 t
2
,
dimana 4 dalam radian, dan t dalam sekon. %osisi sudut ketika ke#epatan sudut
men#apai maksimum adalah adalah ....
a. 0 rad d. 1. rad
b. ; rad e. 1: rad
#. 12 rad
2. . &ika persamaan ke#epatan sudut suatu gerak melingkar dinyatakan dalam Z 7 0 t
2
<
2, dimana Z dalam radHs dan t dalam sekon, jika posisi sudut a,al gerak melingkar
0 rad, maka posisi sudut gerak melingkar saat t 7 1 s adalah ....
a. ; rad d. 0 rad
b. > rad e. 2 rad
#. . rad
2>. 6erak sebuah benda memiliki persamaan posisi r 7 (:t B . * i < (-0t
2
< ; t *. !emua
besaranmenggunakan satuan dasar !F. Dari pernyataan berikut 3
1. benda bergerak lurus berubah beraturan
2. memiliki koordinat a,al ( -., /*m
0. setelah 1 s perpindahannya > m
.. setelah 1 s ke#epatannya menjadi : mHs.
%ernyataan yang benar adalah 3
a. 1, 2 dan 0 #. 1 dan .
b. 1 dan 0 d. 2 ,0 dan .
e. 2 dan .
2;. %osisi sudut sebuah partikel pada tepi sebuah roda yang sedang berputar dinyatakan
oleh 4 7 . t B 0 t
2
< t
0
, dengan 4 dalam radian dan t dalam sekon. "e#epatan
sudut ratarata antara t 7 / sampai t 7 2 sekon adalah ...radHs
a. 1 b. 2 #.0 d. . e. >
28. !ebuah peluru ditembakan dengan sudut elevasi 08
/
dan ke#epatan a,al >/ mHs.
Maka perbandingan tinggi peluru ketika t7 1s dan t 7 2s adalah .....
a. 1H> b. [ #. 0H. d. 0H> e. >H:
..
2:. !ebuah 2 bola kasti menggelinding masing-masing ke#epatan v
1
dan v
2
dengan arah
mendatar jatuh dari lantai satu h
1
7 2h dan lantai dua h
2
70h. Membentuk lintasan
parabola. Maka perbandingan v1Hv2 adalah ......
a. 2 H 0 . b. 0 H 2 . #. 0 H2 d.2 0 H0 e. 1
2I. !uatu benda dikatakan bergerak melingkar beraturan bila ....
1. perpindahannya konstan
2. ke#epatan sudutnya konstan
0. momentum liniernya konstan
..per#epatan sudutnya konsta
%ernyataan yang benar adalah ...
a. 1, 2 dan 0 b. 1 dan0 #. 2 dan . d. . e. 1, 2 , 0 dan .
0/. !ebuah peluru ditembakkan dengan arah horisontal dan dengan ke#epatan a,al v
dari ketinggian a,al h dari permukaan tanah. &arak horisontal yang ditempuh
peluru tergantung pada ....
1. ke#epatan a,al v
2. ketinggian h
0. per#epatan gravitasi
.. massa peluru
%ernyataan yang benar adalah 3
a. 1, 2 dan 0 b. 1 dan0 #. 2 dan . d. . e. 1, 2 , 0 dan .
.>