Anda di halaman 1dari 68

1

KUMPULAN SOAL TRY OUT KOMPETENSI DOKTER INDONESIA


FK-UNSYIAH BANDA ACEH TANGGAL 2 APRIL 2011





NEUROLOGI


Laki-laki 18 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan sesak
sejak 3 jam yang lalu. Sebelumnya pasien mengalami
kesemutan dan kebas pada kedua tangan dan kaki.
Keluhan ini disertai dengan kelemahan tungkai yang
menjalar ke tangan sejak 3 hari yang lalu. 2 minggu yang
lalu pasien mengalami infeksi saluran pernapasan. Dari
pemeriksaan tidak dijumpai kelainan. Pernapasan 32
x/menit. Dari pemeriksaan motorik dijumpai kelumpuhan
keempat anggota gerak tanpa disertai kelainan reflek.
1. Apa diagnosa paling mungkin:
a. SGB
b. Pielomielitis
c. Myastenia gravis
d. Distrofi muscular duchenne
e. Neuropati

Pembahasan:
SGB:
o GK: kelemahan (weakness), akut, progresif,
dimulai dr ekstremitas bawah atas;
o tetraparese LMN; ggn sensorik (kesemutan)
yg general, simetris, pada bag distal & proks
(stocking & glove sensory loss); didahului
ISPA.
o Lesi radiks post (sensorik) dan ant (motorik).
o Th/: steroid, plasmaparesis
Pielomielitis: infx virus merusak motoneuron
medspin. Akut. Lumpuh LMN, tungkai lbh
sering, lbh sering monoplegi. Nyeri otot nyata
Myastenia gravis: autoimun, GK: ptosis &
strabismus, kdg2 meluas, ophtalmoplegia, cacat
pada 1 atau kedua mata, diplopia, ggn otot faring
laring ditandai suara parau, disfonia & disfagia;
usia 20-30 thn, : = 2:1, berhub erat dg
tirotoksikosis, DM & timoma, ada faktor
herediter. Krisis miastenia: kelemahan otot
menyeluruh disertai paralisis otot pernapasan.
Th/: derivat asetilkolin esterase
Distrofi muscular duchenne: herediter (ggn
resesif terkait X). Sering pada anak2 tu laki2 (3-5



th). GK: anak laki2 sering x jatuh.. serum
kreatinin kinase pada 1-10 th, lalu turun lagi.\
Neuropati: bisa akut/kronis,

2. Apa mikroorganisme yang paling sering menjadi
pemicu:
a. Helicobacteri pilori
b. Campylobacter jejuni (kalo bakteri: paling sering)
c. Mikobakterium tuberkulosa
d. Epstein barr virus
e. Streptococcus aureus


3. Laki-laki 58 tahun dibawa ke IGD RS pada jam 08.00.
riwayat pada 06.00 tiba-tiba terjatuh dan diam saja.
Pada pemeriksaan dijumpai kesadaran sulit dinilai,
tekanan darah 190/110 mmHg, nadi 88 x/I, RR 32 x/I.
kesan dijumpai hemiparese kanan dan pasien tidak
dapat diajak bicara sama sekali. Dari alloanamnesa
didapatkan bahwa pasien hipertensi 10 tahun tidak
terkontrol, merokok 1 bungkus sehari. Apa penanganan
awal pada pasien ini: dx. Stroke hemoragik (ICH)
a. pemasangan orofaringeal tube
b. pemasangan kanul intravena
c. CT scan kepala
d. injeksi piracetam 2 gr IV
e. pemberian antihipertensi



2

4. Wanita 60 tahun, datang dengan keluhan nyeri
pinggang sejak 2 bulan lalu. Pekerjaan pasien
mengangkat benda berat sambil membungkuk, tes
laseque < 70. Pemeriksaan awal radiologi apa yang
disarankan :

a. CT scan lumbal
b. MRI lumbal (gold standard)
c. Foto lumbo-sacral
d. Foto thorac-abdomen
e. Foto mielografi lumbal

Pembahasan:
dx: HNP (tes laseqeu (+) (= konfirmasi ischialgia
akibat HNP) klo ischialgia bangkit sblm tungkai
mencapai kecuraman 70
0


5. Pasien wanita 50 tahun dibawa ke igd dengan
penurunan kesadaran. Sebelumnya pasien bertengkar
dengan tetangganya dan setelah itu pasien mual,
muntah, nyeri kepala hingga tak sadarkan diri. Pada
pemeriksaan fisik dijumpai: GCS:6, TD:160/100
mmHg dan hemiparese ektremitas dextra. Dari hasil
CT-Scan dijumpai pergeseran midline. Diagnosanya:
a. Perdarahan epidural
b. Perdarahan subdural
c. Perdarahan intraserebral
d. Perdarahan subarachnoid
e. Perdarahan intracereberal

Pembahasan:
Beda stroke:
Perban
dingan
Stroke Iskemik Stroke hemoragik
Trombosis emboli ICH SAH
Frek 80-85% 15-20% 80-85% 15-20%
KU Baik
Kesadaran


TD 140-160 N/ >200 N/
Usia >60 th >40 th 60 30-40
Onset
Pagi hari
(bangun
tidur)
aktivitas Aktivitas aktivitas
Nyeri
kepala
- +++ ++++ ++++
Ref. Pat - + + -
Kaku
kuduk
- - -/+ +
Ct scan Hipodens hipodens hiperdens hiperdens
Kel.
Jantung
N +++ - -
Muntah - + + +

EDH: antara tabula interna dg dura. CT: gbrn
bikonveks. Sumber perdarahan: a.meningea
media, sinus duramatis, diploe. GK: lucid
interval, pupil anisokor. Jarang pada > 60 th.
SDH: antara arakhnoid dg dura. Ok laserasi a/v
cortical. CT: gbrn bikonkaf (bulan sabit). GK:
defisit neurologis, pupil anisokor.
o Hiperakut: < 24 jam
o Akut: 1-7 hari post trauma
o Subakut: 8-30 hari post trauma
o Kronis: > 30 ari post trauma
SAH: di daerah arakhnoid.CT: lesi hiperdens
mengikuti arah girus. Gak perlu op. Rangsang
meningeal (+).
ICH: di intraparenkim otak. CT: gbrn hiperdens
homogen batas tegas.

6. Pasien laki-laki 32 tahun dengan kejang-kejang.Dosis
diazepam untuk pasien:
a. 10 mg
b. 20 mg
c. 30 mg
d. 40 mg
e. 50 mg

7. Seorang wanita berumur 17 tahun datang ke IGD
dengan keluhan susah menggerakkan lututnya,
ekstensinya normal namun fleksinya sulit. Saraf
apakah yang mungkin menyebabkan kelainan ini:
a. N. Tibialis: m.gastrognomeus & m.flexor
digitorum longus
b. N. Femoralis: m. Quadriceps femoris
c. N. Ischiadikus: m. Semitendineus, m.biseps
femoralis, m.semimembraneus
d. N. fibularis
e. N. Vagus
8. Seorang laki-laki berumur 50 tahun, menderita stroke
sejak 1 tahun yang lalu dan dirawat di rumah tirah
baring. Pada pemeriksaan fisik didapatkan kelemahan
tungkai bawah unilateral, pada perabaan hangat dan
kemerahan serta bengkak. Apakah diagnosa yang
paling mendekati:
a. Trombosis vena profunda
b.
c. Phlebitis
d. Selulitis
e.

Pembahasan:
Trombosis vena profunda (=DVT):
o trombus terbentuk pada vena dalam tu
tungkai bawah & inguinal, yg dapat
menghambat darah dari tungkai kembali ke
jantung.
3

o Pat: (trias virchows: cedera vaskuler, statis
vena, aktivasi koagulasi darah)
o Komp: emboli paru
o Th/: heparin, warfarin
Selulitis: subkutan. eti: streptococcus gr A,
staphilococcus aureus. Didahului lesi sebelumnya
(ulkus/luka tusuk). GK: malaise, demam,
menggigil. Daerah yg terkena mrpkn infiltrat
edematous teraba panas, merah, luas. Tepi tidak
menimbul/berbatas tegas. Th/; tirah baring
tinggiin tungkai, AB.
Phlebitis: infx PD. Biasa ec pemasangan infus

9. Seorang laki-laki 36 tahun mengeluhkan sakit pada
punggungnya. Dia bekerja sebagai seorang buruh di
pelabuhan. Nyeri bertambah saat aktivitas dan
berkurang saat istirahat. Apakah diagnosa yang paling
mendekati
a. Hernia nucleus pulposus

Pembahasan:
Def: keluarnya nucleus pulposus dari discus
melalui robekan annulus fibrosus -> menekan
medspin/saraf spinal
Anam: nyeri pinggang bawah -> tungkai bawah.
Nyeri bila mengejan, batuk, angkat barang
berat, bangkit dari tidur. Membaik jika
berbaring.
Laki2 lbh banyak
Sebagian besar pada L4-5, dan L5-S1.
Gold standard: MRI
Th/: NSAIDS, steroid, fisioterapi, op.
10. Wanita 17 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala
sebelah yang dirasakan 4 bulan yll. Keluhan
dirasakan berdenyut selama kurang lebih 4 jam.
Sebelum timbul serangan pasien melihat kilauan di
pandangannya selama kurang lebih 20 menit. Selain
itu keluhan disertai mual dan muntah. Riwayat
keluarga disangkal. Diagnosanya adalah:
a. migraine klasik
b. migraine basiler
c. migraine tanpa aura
d. migraine hemiplegic
e. migraine ophtalmoplegik

Pembahasan:
Migraine klasik: nyeri kepala didahului dg aura
(gejala neurologis yg sifatnya sesaat). Aura yg
paling umum: ggn visual & ggn pendengaran
(pd pasien ini ada kilauan di pandangan)
Migraine tanpa aura: gak ada gejala neurologis
sesaat
Th/: ergotamin, sumatriptan
Beda dg headache: kalo headache nyeri kepala
tertekan

11. seorang pria datang dengan keluhan saat bangun pagi
pusing seperti berputar, mual, muntah, keringat
dingin, menolak untuk menoleh ke kanan, karena
merasa bertambah berat. Pemeriksaan apa yg
dilakukan:
a.
b.
c. tes kalori
d.
e. tes laseque

Pembahasan: tes u vertigo: manuver nylen-
Barany/manuver Hallpike, tes kalori.

12. Laki-laki, 53 tahun, datang dengan keluhan
kelemahan anggota gerak sebelah kanan, mendadak
setelah bangun tidur. Pemeriksaan fisik kekuatan
extremitas superior dan inferior 0. Refleks patologis
babinsky (+) kanan. Setelah diberi terapi
medikamentosa, pasien segera mendapat fisioterapi
awal setelah masuk bangsal, untuk tujuan :
a. mencegah pneumonia (pneumoni ortostatik)
b. mencegah herniasi
c. mencegah kontraktur
d. mencegah dekubitus
e. mencegah edema serebri

13. Perempuan, 61 tahun, datang dengan keluhan lemah
badan 2 jam yang lalu. Keluhan disertai mengantuk.
Sakit kepala (-), muntah (-). Pemeriksaan fisik:
Compos Mentis, membuka mata dengan perintah (3),
dapat menjawab pertanyaan sederhana (4), dapat
bergerak bebas (6). Berapa GCS :
a. 11
b. 12
c. 13
d. 14
e. 15

14. Perempuan 25 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan pusing sejak 3 hari yang lalu. Keluhan
disertai perasaan berputar yang berlangsung kurang 1
menit. 1 minggu sebelumnya pasien terjatuh dari
sepeda motor tetapi tidak berobat ke dokter, pada
4

pemeriksaan fisik didapatkan adanya nistagmus
rotatoar, (-) penurunan pendengaran. Diagnosis:
a. Menier disease
b. Cerebellar disfungtion
c. Acute vestibular
d. Perilabirinitis neironitis
e. Benign paroksimal posisional vertigo

Pembahasan:
Menier disease: trias: tinitus, vertigao, ggn
pendengaran
BPPV:


15. Laki-laki 25 tahun ke praktek dokter umum dengan
keluhan mulut mencong ke kanan, tidak dapat
menutup mata kiri sejak 2 hari yang lalu dan
dirasakan makin berat, mulut meringis dan keluar air
dari sudut mulut kiri. Kelainan saraf: dx. Bells palsy
a. Nervus trigeminus
b. Nervus abducens
c. Nervus facialis
d. Nervus optikus
e. Nervus vestibulococlearis

Pembahasan:
Bells palsy:
o Def: kelainan saraf wajah kelemahan /
kelumpuhan tiba2 otot satu sisi wajah
o Etio: ??, virus
o Sentral: 2/3 bawah (hanya di mulut saja).
Kontralateral. Ex stroke
o Perifer: 2/3 atas atau semuanya. Ipsilateral
o Th/: prednison 60 mg/hari + asiklovir 5x800
mg
Neuralgia trigeminal:
o keluhan serangan nyeri wajah satu sisi yang
berulang ok terganggunya fungsi
N.trigeminal sesuai dengan daerah distribusi
persarafan salah satu cabang N.trigeminal
yang diakibatkan oleh berbagai penyebab.
o Trigger faktor: makan, berbicara, mambasuh
wajah, menggosok gigi, mencukur kumis
o Serangan dapat berlangsung dalam beberapa
detik sampai semenit. Beberapa orang
merasakan sakit ringan, kadang terasa
seperti ditusuk. Sementara yang lain
merasakan nyeri yang cukup kerap, berat,
seperti nyeri saat kena setrum listrik.
o Th/: karbamazepin, op.
16. Wanita, 40 tahun, wajah mencong setelah naik motor,
sudut mata tertarik ke kanan, mata kiri tak menutup,
dahi tak mengkerut. Diagnosis: dx. Bells palsy
a. paresis n. trigeminus dextra perifer
b. paresis n. trigeminus sinistra sentral (kena bibir)
c. paresis n. facial dextra perifer
d. paresis n. facial sinistra perifer
e. paresis n. facial sinistra sentral

17. Laki 50 tahun. Tumor pankreas dengan keluhan nyeri
perut hebat walau telah dapat NSAID intravena. Obat
penghilang nyeri yang cocok :
a. codein oral
b. fentanyl patch
c. morfin intravena
d. NSAID suposituria
e. morphin oral sustained realese

18. Pasien wanita umur 55 tahun datang ke ugd diantar
keluarganya dengan keluhan penurunan kesadaran.
Dari anamnesa pasien terjatuh di kamar mandi. Dari
pemeriksaan fisik dilakukan rangsangan nyeri pada
mata tidak membuka (1), tidak ada jawaban (tidak
bersuara) (1), ekstensi (2). Berapa GCS pasien:
a. 3
b. 4
c. 5
d. 6
e. 7

19. Wanita, 28 tahun datang dengan keluhan nyeri kepala
sebelah kiri disertai mual dan muntah. Terkadang
bila mendengar suara keras semakin memperberat
keluhan hingga keadaan ini bertahan selama 4 jam.
Penatalaksaan awal yang paling tepat adalah ; dx.
Migraine klasik (migraine with aura)
a. oksigen
b. sumatriptan: derivat serotonin (1x100mg)
c. diazepam
d. amitriptilin
e. asam palproat

20. Laki-laki 18 tahun mengalami kejang selama 1 jam.
Lama kejang 30 menit kemudian kejang lagi. Pasien
tidak sadar antara dua kejang. Pasien memiliki
riwayat kejang 2 tahun dan 1 bulan berhenti makan
obat anti kejang karena ketidaksediaan biaya. GCS:
11, TD: 140/90 mmHg, HR: 82x/menit, RR:
28x/menit, leukosit: 11.500/ul, KGDS: 210 mg/dl.
Terapi apa yang pertama diberikan: dx. St.
epileptikus
5

a. Antikonvulsan
b. Antibiotic
c. Prednisone
d. Antihipertensi
e. Antidiabetik
Diazepam dg Dosis dewasa 5-10 mg/kali, Anak 0,2-0,3
mg/kgBB/hari
21. Pria 30 tahun, dibawa ke ugd dengan kondisi
gelisah. Setelah dilakukan pemeriksaan fisik didapat
kondisi umum gelisah, kesadaran somnolen, reflek
cahaya +/+, reflek cornea +/+, rx meningeal +,
gangguan n.carnialis (n vii&xii umn), rx fisiologis
meningkat, reflek patologis (babinsky +) pada
tungkai kanan, berapa gcs????
a. GCS 2 2 2
b. GCS 1 2 3
c. GCS 1 2 2
d. GCS 1 1 1
e.

Somnolen:9
Sopor:8-7
Koma; 6-3

22. Laki-laki 24 tahun datang ke ugd mengalami
kelemahan anggota gerak sebelah kanan setelah
sesaat bermain futsal. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan keadaan umum dalam batas normal. Pada
saat dilakukan pemeriksaan penjuluran lidah, terlihat:
kontralateral
a. lidahnya berdeviasi kekiri
b. atrofi lidah kekanan
c. lidah berdeviasi kekanan
d. atrofi lidah kekiri
e. atrofi lidah dikedua sisi

pembahasan: pada stroke, semuanya kontralateral,
kecuali mata (ipsilateral)
pada pasien ini, parese di kanan, berarti lesi di kiri
otak. Lidah kanan lumpuh. Jadi pas dijulurkan lidah -
> lidah mencong ke kiri

23. Laki-laki 40 tahun buruh pelabuhan mengangkat beban
berat dan mengalami nyeri di belakang punggung
kanan. Nyeri dirasakan menjalar sampai ke paha ke
bagian medial, kadang-kadang terasa kram dan
kebas. Keluhan dirasakan memberat sudah 1 bulan.
Nyeri memberat pada saat batuk dan mengejan.
Pemeriksaan neurologi apa yang dapat membantu
menegakkan diagnosa: dx. HNP
a. kernig sign
b.
c. Laseque sign (+ jika < 70%)

24. Perempuan 30 tahun datang dengan keluhan tidak
dapat memejamkan matanya sebelah kanan. Riwayat
trauma (-), demam (-), mual muntah (-). Dari
pemeriksaan fisik dalam batas normal. Tetapi dua
hari yang lalu pasien dibonceng mengendarai sepeda
motor pada malam hari. Terlihat sulkus nasolabialis
di kanan. Diagnosa yang mungkin adalah?
a. thick face
b.
c. palsy bells, th/ prednison 60 mg/hari +
asiklovir 5x800 mg
d. lagoftalmus

25. Perempuan 50 tahun, keluhan nyeri pinggang bawah,
sering mengangkat berat. Laseq <70 %. Pemeriksaan
awal yang dilakukan adalah: dx HNP
a. MRI Lumbal
b. CT scan lumbal
c. Foto lumbosacral
d. Miliotorakal
e.

26. Seorang laki-laki berusia 55 tahun dibawa ke UGD
dengan keluhan gangguan menelan sejak 1 hari
keluhan disertai kelumpuhan badan sebelah kanan
dengan tidak bisa kencing. Dari Pemeriksaan fisik
didapatkan TD 170/100 mmHg, dan terdapat
kelumpuhan UVULA dextra serta reflek muntah
menghilang dan plegi dextra. Saraf kranial yang
paling mungkin mengalami gangguan: saraf otonom
a. N. Vagus
b. N. Trigeminus: sensorik wajah
c. N. Fasialis- motorik wajah
d. N. Abducen: mata
e. N. Okulomotorius: mata

27. Seorang laki-laki ditemukan dalam keadaan tidak
sadar. Dari hasil pemeriksaan didapatkan E3V3M3.
Motorik yang dijumpai adalah:
a. Tidak bergerak sama sekali (1)
b. Extensi abnormal (2)
c. Flexi abnormal (3)
d. Melokalisir nyeri (4)
e. Mengikuti perintah (6)




6

28. Seorang perempuan usia 17 tahun dibawa ke UGD
dengan keluhan kejang berulang sekitar 1 jam yang
lalu, diantara kejang pasien tidak sadar. Pasien
adalah pasien epilepsi sejak 1 bulan yang lalu, pasien
sering tidak makan obat secara teratur. Dari
pemeriksaan fisik sulit dinilai. Diagnosa yang paling
cocok:
a. Epilepsi Refrakter
b. Reaksi Konversi
c. Status Epileptikus
d. Epilepsi katamenial
e. Epilepsi Umum Skunder

Pembahasan:
Status epileptikus: terjadinya dua atau lebih
rangkaian kejang tanpa adanya pemulihan
kesadaran diantara kejang atau aktivitas
kejang yang berlangsung lebih dari 30
menit







PSIKIATRI


29. Laki-laki 23 tahun dibawa keluarga ke tempat praktek
dokter umum karena merasa akan menjadi gila.
Pasien merasa disekitarnya tidak nyata dan merasa
bahwa hidupnya tidak di dalam dimensi waktu.
Pasien menyangkal dirinya berhalusinasi. Pasien
tampak santai dan konjungtiva tampak merah. Dari
alloanamnesa didapatkan bahwa pasien sering ke
diskotik. Apa pemeriksaan untuk menegakkan
diagnose:
a. pemeriksaan fisik
b. pemeriksaan status mental
c. pemeriksaan toksikologi urine
d. pemeriksaan fungsi hati
e. pemeriksaan EEG

30. Perempuan usia 28 tahun dibawa IGD RS karena
mengamuk dan menyerang orang di sekitar. Dari
alloanamnesa pasien sering berkata kotor dan ingin
bunuh diri jika melihat mobil jenazah karena teringat
kematian anaknya 3 tahun yang lalu. Dari
autoanamnesa pasien tidak ingat kejadian tadi, tidur
pasien baik, merasa dikejar roh jahat, mendengar
bisikan menyuruh bunuh diri. Apa gejala yang
muncul: dx: Skizofrenia paranoid th: haloperidol
a. ilusi
b. halusinasi
c. idea of reference
d. depersonalisasi
e. derealisasi
Pembahasan:
ilusi kambing terlhat sapi



halusinasi gak ada kambing tp terlihat
kambing
idea of reference pasien merasa org lain, surat
kabar or televesi membicarakan dirinya
depersonalisasi pasien merasa bagian
tubuhnya bukanlah punyanya
derealisasi pasien merasa dunia
disekelilingnya seperti tdk dlm kenyataannya,,
pasien merasa klo org2 disekitarnya dalam
sandiwara
31. Seorang wanita umur 41 tahun datang ke praktek
dokter umum dengan keluhan nyeri dada. Dia
menduga kalau dia menderita sakit jantung. Dari
pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang tidak
ditemukan adanya kelainan. Diagnosa yang tepat
untuk pasien ini:
a. Gangguan jantung tersembunyi
b. Gangguan nyeri psikis
c. Gangguan panic
d. Gangguan somatisasi
e. Hipocondriosis

Pembahasan:
Gangguan nyeri psikis : ditandai oleh gejala
nyeri yg semata-mata bhubungan dengan fator
psikologis atau secara bermakna diekserbasi oleh
factor psikologis
Gangguan panic : serangan panic 3 x atau lebih
dalam 3 minggu, serangan panic tsrb tdk
dipresipitasi oleh ketakutan, ggn fisik, dan
merupakan gabungan dgn sedikita 4 gjl yg
meyertai yaitu : dyspneu, palpitasi, nyeri dada,
7

rasa terbekap (smouthring) dan rasa tcekik
(chouking), dizziness, rasa tak nyata, parastesia,
rasa panas atau dingin, berkeringat, menggigil
atau tguncang
Gangguan somatisasi: bnyk keluhan fisik tanpa
dasar sedikitnya 2 thn, tdk menerima nasehat,
terdapat disabilitas dlm masyarakat
Hipocondriosis: keyakinan yg menetap
sekurang2nya 1 penyakit fisik, tdk mau
menerima sehat. Preokupasi menetap.

32. Pasien datang dibawa oleh keluarga karena ketakutan.
Pasien merasa ada sindikat yang akan
mencelakainya. Maka dari itu Pasien merasa orang-
orang di sekitarnya membicarakannya dan berniat
menyakitinya. Terapi yg diberikan: (dx : skizofrenia
paranoid)
a. Diazepam 2x2 mg (anti anxietas)
b. Haloperidol 2x1,5 mg (anti psikotik)
c. Carbamazepin 2x200 mg ( anti mania) or
Imipramin
d. THF 2x2 mg
e. Amitriptylin 2x25 mg (anti depresan)

Pembahasan:
CPZ: anti psikosis
Lithium carbonat: anti mania
Fenobarbital: antiinsomnia
Clomipramin: anti obsesi konvulsif
Sindrom Psikosis
Gejala Positif Gejala Negatif
Inkoheren Afek tumpul
Waham Menarik diri
Halusinasi Pasif
Gg perasaan Apatis
Perilaku yang aneh Lambat
Tidak ada inisiatif
Cenderung
menyendiri (abulya)
Th/ anti psikologi
atipikal: CPZ,
haloperidol
Atipikal : resperidone

Ggn psikotik akut dan sementara: suatu perubahan
dari keadaan tanpa gejala psikotik ke keadaan
psikotik dalam peiode 2 minggu atau kurang tanpa
dikeahui brp lama ggn ini akan berlangsung.

33. Seorang siswa usia 16 tahun sedang mengikuti UN.
Tiba-tiba ia berteriak-teriak, meronta-ronta.
Kemudian ia kemasukan. Suaranya berubah menjadi
seperti suara lelaki tua yang mengaku sebagai
penunggu sekolah itu. Dan ia mulai menceritakan
tentang sekolah itu. Anak tersebut tidak ada riwayat
gangguan jiwa. Namun anak tersebut termasuk anak
yang pendiam dan mudah cemas. Apakah
diagnosanya:
a. Amnesia dissosiasi
b. Fugue dissosiasi
c. Trans dissosias (kesurupan)
d. Konversi hysteria
e. Depersonalisa

Pembahasan:
Amnesia dissosiasi : hilang daya ingat
Fugue dissosiasi : mengambil identitas baru pada
amnesia identitas lama, sering berkelana ke
lingkungan baru
Trans dissosias (kesurupan): gangguan yang
menunjukkan adanya kehilangan sementara
penghayatan akan identitas diri dan kesadaran thd
lingkungannya, mis: dikuasai oleh kekuatan gaib
atau malaikat.
Konversi hysteria :
Depersonalisa : pasien merasa bagian tubuhnya
bukanlah punyanya
Paramnesia : pemalsuan ingatan
Supor disosiatif : hilang gerakan2 volunter
Motorik disosiatif : ketidakmampuan
menggerakkan sebagian atau slrh anggota gerak.

34. Seorang anak perempuan usia 18 tahun mengalami
bicara kacau. 7 hari yang lalu mengalami demam dan
mengeluh nyeri kepala dan muntah. 2 hari yang lalu
ia mulai bingung dan bicara kacau. Pada pemeriksaan
GCS 9, kaku kuduk (+), meningeal sign (+).
Diagnosanya:
a. Skizofrenia
b. Amnesia
c. Stres akut
d. Delirium
e. Demensia

Pembahasan:
Skizofrenia: GK:
through echo ( isi pikiran dirinya sendiri yg
berulang/bergema dalam kepalanya),
through insertion ( isi pikiran lain masuk ke
pkirannya),
8

through withdrawel (isi pikiran asing masuk
kedalam pikirannya atau isi pikitannya diambil
keluar o sesuatu dr luar dirinya),
through broadcasting (isi pikirannya tersiar ke
luar shg org lain/umum mengetahuinya),
delusion of control (waham ttg dirinya
dikendalikan o suatu kekuatan tt dr luar),
delusion of influence (waham ttg dirinya
dipengaruhi o suatu ekuatan ttt dari luar),
delusion of passivity (waham ttg drinya tdk
berdaya dan pasrah thd suatu kekuatan dr luar),
delusion perseption (pengalaman indrawi tak
wajar yg bermakna sgt khas bagi dirinya,
bersifat mitik/mukjizat),
halusinasi auditorik,
waham2 menetap jenis lainnya

35. Seorang perempuan usia 17 tahun mengeluh bahwa ia
takut melihat darah, walaupun itu hanya berupa
gambar. Ia ingin sekali menghilangkan rasa takutnya
terhadap darah. Maka dari itu ia memutuskan untuk
masuk FK dan merasa bahwa darah itu tidak perlu
ditakuti. Terapi untuk pasien tersebut :
a. Aktifitas kelompok
b. Desensitisasi
c. Aktifitas kognitif
d. Aktifitas Gestalt
e. Farmakoterapi

36. Seorang pasien berumur 24 tahun dibawa keluarganya
karena mengamuk. Ia juga sering mengurung diri,
merasa takut, seperti ada yang mengejar dan akan
membunuhnya. Ia juga sering mendengar bisikan-
bisikan suara tanpa wujud dan menjadi kehilangan
kontrol. Diagnosa :
a. Psikotik akut:
b. Skizofrenia
c. Waham menetap
d. Skizoafektif
e. Stress akut

Pembahasan:
Psikotik akut: onset akut (2 mgu/<),
mengganggu sedikitnya pekerjaan sehari, sind
polimorfik (beragam2 dan berubah cepat),
skizofrenia-like, tidak diketahu berapa lama ggn
akan berlangsung, tdk ada gnn
eps.manik/depresif, tdk ada penyebab organic &
intoksikasi alkohol
Waham menetap: 3bulan, bersifat khas pribadi
(bukan budaya setempat), gejala depresif,
halusinansi auditorik (-)/kadang2/sementara,
riwayat skizofren (-)
Skizoafektif: gjl skizofrenia & ggn afektif
muncul menonjol secara bersamaan

37. Seorang laki-laki mempunyai kebiasaan mencuci
tangan berulang-ulang. ia merasa akan tercekik
apabila makan jika tangannya belum benar-benar
bersih. Hal ini dialaminya 3 bulan belakangan ini.
Diagnosa :
a. Gangguan afektif
b. Gangguan cemas menyeluruh
c. Gangguan obsesif kompulsi
d. Gangguan waham menetap
e. Stress pasca trauma

Pembahasan:
Gangguan afektif: perubahan suasan/mood/afek
biasanya ke arah depresi (dg/tanpa ansietas yg
menyertai) atau ke arah elasi (suasana perasaan
yg meningkat)
Gangguan obsesif kompulsi: harus ada hampir
setiap hari selama sedikitnya 2 mgu berturut2.
Mengganggu aktivitas
Ggn cemas menyeluruh: ps menunjukkan
ansietas sbg gjl primer setiap hari smp bbrp
bulan yg tdk terbatas, atau hanya menonjl pada
keadaan situasi khusus ttt saja. GK: kecemasan,
ketegangan motorik (elisah, sakit kepala,
gemetar, gak bisa santai, over aktivitas
otonomik (kpl ringan,jantung berdebar,
berkeringat, sesak napas, keluhan
lambung,pusing kepala,mulut kering)

38. Wanita, 4 tahun, acuh dipanggil, tak mau menatap
orang, menarik diri, tak pandai bicara, bahasa aneh.
Diagnosis:
a. Autisme
b. delayed maturation
c. retardasi mental
d. gangguan bicara ekspresif
e. gangguan bicara represif

Pembahasan:
RM: keadaan perkembangan jiwa terhenti/tdk
lengkap tu ditandai o hendaya, keterampilan
selama masa perkembangan, shg bpengaruh pd
tingkat kecerdasan menyeluruh, mis kemampuan
9

kognitif, bahasa, motorik, social. Ringan: IQ 50-
69. Sedang: IQ 35-49, berat: IQ 20-34. Sangat
berat: IQ<20.
Autism: kelainan perkembangan muncul sblm
usia 3 th. trias: gangguan komunikasi,
preokupasi (mengulang2), hiperaktif
Ggn berbicara ekspresif: ggn perkembangan
kemampuan anak dlm mengekspresikan bahasa
dg bericara, jelas dibawah rata2 anak dlm usia
mentalnya, tetapi pengertian bahasa dbN,
dg/tanpa ggn artikulasi. Muncul usia 2 th. Tdk
ada kata2 yg muncul pd 2 th, gak mampu ngert
kata majemuk sederhana pd 3 th.
Ggn berbicara represif: ggl merespon nama yg
familiar (1 th), gak mampu identifikasi objek
sederhana (18 bl), gagal ikuti instruksi seerhana
(2 th)

39. Wanita, 28 tahun, otot tegang, sering bangun malam,
gelisah terhadap masa depan anak, biaya, dan
ekonomi, sejak 6 bulan lalu. Pasien mempunyai Anak
berusia 1 tahun, suami pengusaha sukses. Pada
Pemeriksaan tidak ada kelainan. Diagnosis:
a. gangguan panik
b. gangguan penyesuaian
c. gangguan insomnia
d. gangguan ansietas
e. gangguan stress

Pembahasan:
Ggn panic: bila ditemukan ggn ansietas fobik,
serangan ansietas berat dlm 1 bl.
Ansietas: ex. Perasaan takut akan adanya penyakit
(nosofobia), takut berubah bentuk badan
(dismorfofobia)

40. Wanita, 23 tahun, mudah marah sejak 3 bulan, cepat
tersinggung, banyak bicara, gembira. Sering keluar
rumah dengan dandanan menor, dan menjumpai
banyak lelaki. Merasa dirinya orang hebat,dan ada
yang berbisik. 2 tahun lalu berobat dengan keluhan
yang sama. Diagnosis:
a. gangguan skizofrenia
b. gangguan waham
c. gangguan bipolar
d. gangguan manik
e. gangguan psikotik akut



Pembahasan:
Bipolar: bersifat berulang (sekurangnya 2
episode), tdd peningkatan afek & aktivitas
(maniac) dan penurunan afek disertai
pengurangan energy dan aktiftas (depresi). Ada
penyembuhan diantara 2 episode.
41. Laki-laki 25 tahun datang ke rumah sakit dengan
keluhan bicara kacau, berlebihan, dan dengan kondisi
gaduh gelisah. Hal ini baru dialami pasien sejak dua
hari ini. Dari amnanesa dari keluarga pasien,
sebelumnya pasien tidak pernah seperti ini.
Perawatan diri masih baik, dan tidak ada masalah
dengan keluarga dan tetangganya. Riwayat
penggunaan obat-obatan disangkal. Apakah diagnosa
pasien tersebut:
a. Skizofrenia
b. Psykomatik akut
c. Psykomatik adiktif
d. Epilepsi
e.
42. Laki-laki tersebut di atas diberikan terapi apa untuk
menenangkannya, jika tekanan darahnya 90/60
mmHg:
a. Injeksi diazepam 10 mg im
b. Injeksi diazepam 10 mg iv
c. Injeksi cpz 100 mg im: efek samping- hipotensi
ortostatikb
d. Injeksi haloperidol 5 mg im: ki-
e. Injeksi haloperidol 10 mg im

43. Pasien datang dengan keluhan meracau, marah-
marah.... sebelumnya pasien usahanya bangkrut, dua
bulan sebelum masuk rumah sakit pasien curiga
usahanya diguna-guna oleh tetangganya, kemudian
pasien ke dukun... pasien juga merasa seperti ada
orang yang hendak membunuhnya. Diagnosisnya:
a. episodemanik dan gejala psikotic
b. ggn afektif bipolar
c. ggn panik
d. neurosis
e. skizoprenia

44. Seorang wanita 35 th datang ke PKM dg keluhan
sering nyeri punggung, dari pemeriksaan tidak
ditemukan kelainan. Pasien mempunyai keluhan
psikiatri yaitu memiliki beban pikiran yg
ditanggungnya sendiri. Terapi pada pasien ini yg
paling tepat:
10

a. ventilasi
b. terapi kerja berkelompok
c. anti depresan
d. anti analgesi local

45. Seorang laki-laki umur 35 tahun datang ke puskesmas
dengan keluhan batuk. pasien adalah penderita TB yang
menjalani terapi selama 1 tahun ini. selama seminggu ini
pasien berhenti minum obat, pasien malas bekerja dan
mengurung diri karena pasien merasa putus asa akibat
telah 1 tahun minum obat tetapi tidak sembuh. Terapi
untuk problem psikiatri pasien ini:
a. Anti depressan
b. Anti psikotik
c. Ventilasi
d. Terapi kerja berkelompok
e. Sosialisasi dengan penderita TB lain





PEDIATRIK



46. Anak perempuan 10 tahun dibawa ibunya ke RS
dengan keluhan utama sering pingsan disertai kejang
yang sudah berjalan 1 tahun. Kejang bersifat kaku
tidak bergerak, berapa saat kemudian kaku tapi
bergerak-gerak. Sudah dibawa ke dokter dan diberi
obat dan membaik. Tidak kontrol teratur. Dari
anamnesa didapatkan bahwa kakak dari ayah pasien
menderita penyakit yang sama. Diagnosa yang
mungkin:
a. primery generalized tonix klonix seizure
b. secondery generalized convulsive seizure
c. primery generalized tonix seizure
d. primery generalized klonix seizure
e. ... non epileptic seizure (lupa pertamanya)

Pembahasan:
Primer: idiopatik, ada riw. Keluarga
Sekunder: ada faktor penyebab
General: ada penurunan kesadaran
Lokal: tdk ada penurunan kesadaran



47. Seorang anak laki-laki 2 tahun dibawa ibunya ke IGD
RS dengan keluhan demam 3 hr, mencret 6-8x/hari,
rewel, air mata masih ada, turgor kembali lambat.
Pemeriksaan epitel 3/LP,.... penanganan yang paling
tepat: dx: dehidrasi ringan sedang
a. Anti diare oral
b. Natrium oral
c. Kalium oral
d. Natrium IV
e. Kalium IV dalam NaCl 0,9%

Pembahasan: Na harus diberikan bersamaan dg
glukosa agar terdistribusi.
48. Seorang anak laki-laki dibawa ibunya dengan keluhan
BAK bercampur darah. Dari pemeriksaan urin
berwarna kuning kecoklatan, protein 3+, epitel (-),
mata sedikit udema, hipertensi. Diagnosa yang paling
tepat:
a. sistisis
b. nefritis
c. polisitis
d. glomerulonefritis
e. sindrom nefrotik

Pembahasan:
glomerulonefritis: gross hematuri tanpa rasa sakit,
udem, oliguri/anuri/HT, bisa kejang, n penurunan
kesadaran, tnd gagal ggl jntg kong.
Sindrom nefrotik:
o Proteinuria masif (40mg/m
2
/jam),
hipoalbuminemia (2,5 g/dl), udem,
11

hiperkolesterolemi. Kadang hematuri, HT,
fs ginjal
o Anam: bengkak kelopak mata, tungkai,
skrotum/labia mayor, perut
o BAK , kadang campur darah
o Th ; diet protein, prednison

49. Neonatus laki-laki gestasi 32 minggu, dengan BB 1600
gram, ibu KPD 5 hari yang lalu dengan cairan
ketuban berbau busuk, demam (+). Anak lahir
dengan A/S: 9/10, sesak (+). Apa diagnosa yang
paling tepat:
a. NKB-SMK + sepsis
b. NCB-SMK + sepsis
c. NCB+ aspirasi mekonium
d. NKB-SMK + penyakit membrane hialin
e. NCB-KMK + penyakit membrane hialin

Pembahasan:
Sepsis: prematur, KPD > 18 jam,
HMD: resiko menurun apabila KPD dan stress
intrauterin

50. Pasien laki-laki umur 3 tahun diantar ibunya ke
pukesmas dengan keluhan sesak nafas dan batuk
merongrong. 2 hari Sebelumnya pasien batuk pilek.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan nafas bunyi saat
inspirasi dan retraksi dinding dada. Terapi yang tepat
pada pasien ini adalah: dx:bronkhitis
a. Antibiotik
b. Antivirus
c. Anti histamine
d. Anti inflamasi steroid
e. Anti tusif

51. Anak laki-laki 2 tahun datang dengan keluhan
penurunan kesadaran. Sebelumnya anak tersebut
mengalami BAB >10 x/hari sejak 3 hari yang lalu.
Muntah 5x/hari, demam (+). Pemeriksaan vital sign:
TD: 70/50 mmHg, N: 162 x/menit, RR: 45 x/menit,
T:37
0
C, ekstremitas pucat dan dingin, kondisi lemah.
Diagnosa yang mungkin:
a. syok septic
b. Syok hipovolemik
c. Syok cardiogenik
d. Syok dissosiatif/septik
e.

52. Seorang bayi dilahirkan dari ibu 38 tahun, G1P0A0,
gravida 38 minggu, KPD 18 jam dan fetal distress.
Bayi dilahirkan tidak menangis. Setelah resusitasi
tahap awal diperoleh penilaian bayi: tidak bernapas,
biru, lemah, DJ 90 x/i. Tindakan yg dilakukan...
a. Rangsangan taktil
b. Resusitasi jantung
c. Ventilasi tekanan positif
d. Injeksi Na bikarbonat IM
e. Injeksi Epinefrin IV

Pembahasan:
Resusitasi BBL: apneu/DJ <100 & sianosis: VTP I
jika DJ <60 VTP II + kompresi dada jika < 60
inj epinefrin
53. Seorang anak bayi menangis bila buang air kecil.
Ibunya mencebokkan dia dari belakang ke depan.Suhu
38,5
0
c. penyebabnya: dx: ISK
a. E. coli
b. Proteus sp.
c. klebsiella sp.
d. neisseria gonorrhea
e. pseudomonas aeroginosa

54. Seorang anak perempuan 5 tahun dibawa keluarga ke
puskesmas karena sering menabrak meja saat senja
terutama bila ia baru bermain di luar. Dokter ingin
memberi pengobatan dengan vitamin A. Bagaimana
regimen yang paling tepat:
a. kapsul merah saat pertama kunjungan
b. kapsul merah pada hari 1, 2, dan 15
c. kapsul biru saat pertama kunjungan
d. kapsul biru pada hari 1, 2 dan 15
e. kapsul merah 3x50.000 SI

Pembahasan:
6-11 bln: biru (100.000)
>1: merah (200.000)

55. Anak perempuan 8 tahun dibawa ibu ke puskesmas
dengan keluhan sesak nafas. Serangan sesak ini
sudah berulang-ulang terutama pada saat perubahan
cuaca. KU lemah, Nadi 92 x/I, RR 32x/I, t;37 C.
Auskultasi thorak terdengar wheezing, ekspirasi lebih
panjang dari inspirasi. Apa diagnosa yang mungkin:
a. Bronkitis (batuk sesak
b. Bronkopneumonia
c. Asma Bronkiale
d. TBC Paru
e. Bronkiolitis

Pembahasan:
12

Asma: batuk/mengi berulang biasa malam hari,
reversibel, riw atopi (+).
Bronkiolitis: < 2 th (tertinggi usia 6 bl), eti: RSV.
GK: didahului ISPA, subfebris, dispneu, wh (+),
expirasi memanjang, retraksi, NCH. Hipersonor,
Rh (+), batuk
BP: pneumonia lobaris. < 2 th. Trias: demam,
NCH, Rh (+). PF: perkusi pekak, ronki nyaring,
nafas bronkial. Ro: air bronkogram

56. Seorang anak laki-laki, usia 2 tahun mengalami diare
sejak 2 hari yang lalu dengan frekuensi 6-10 x/hari.
Pada pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran kompos
mentis, anak rewel, air mata masih ada, abdomen
cembung, peristaltik 20x/menit, hipertimpani, dan
turgor menurun. Penyebab hipertimpani pada kasus di
atas adalah:
a. Hiponatremia:
b. Hipernatremia: haus, kejang
c. Hipokalemia
d. Hiperkalemia
e. Dehidrasi
57. Anak laki-laki umur 13 tahun mengeluh batuk dan
sesak, pasien sering mengalami hal tersebut namun
mereda tanpa pengobatan. Ayah pasien seorang
perokok berat, ibu pasien rhinitis alergi. Pasien sering
sesak pada malam hari. Diagnosa pasien tersebut:
a. Penyakit paru obstruksi menahun
b.
c. Asma
d. Pneumonia
e. Rhinitis alergi (bersin2 pagi hari)

58. Bayi berumur 3 hari dengan keluhan kuning di seluruh
tubuh, Hb 16, Ht 49%, leukosit 15.000, trombosit
350.000. Tindakan yg dilakukan: dx: ikterus fisiologis
a. Fototerapi
b. antibiotik intravena
c. pemberian cairan sepsis
d. penanganan sepsis
e.

Pembahasan: < 24 jam: ikterus patologis

59. Pria 2 tahun, keluhan mencret 2 hari yll, kompos
mentis, rewel masih ada air mata, perut cembung,
turgor kembali lambat, hipertimpani. Penanganan
untuk hipertimpani: hipokalemi
a. Antasida
b. kalium oral (dehidrasi ringan sedang -> th/ oral)
c. natrium oral
d. natrium intravena
e. kalium intravena dalam NaCl 0,9%

60. Pasien anak laki-laki 11 bulan datang dibawa ibunya
dengan keluhan sesak. Pasien juga panas dan batuk
pilek 4 hari sebelum sesak. Pada pemeriksaan
didapatkan pernafasan 56x/menit, cuping hidung,
ditemukan crackle di seluruh lapang paru dan retraksi
interkostal dan epigastrium. Untuk mendiagnosa
yang sesuai WHO dan telah diadopsi Departemen
kesehatan RI adalah ditemukannya: dx:
bronkhopneumonia
a. Demam,sesak
b. Demam,batuk pilek
c. Sesak,crackle/ronkhi
d. Sesak,retraksi interkostal
e. Sesak, nafas cuping hidung

61. Bayi lahir tidak segera menangis, fleksi sedikit, bila
dirangsang batuk, badan kemerahan dengan
ekstremitas biru, denyut jantung 90 x/i. Apa yang
dilakukan berikutnya pada bayi tersebut:
a. Memotong tali pusat
b. Membersihkan lendir dari mulut dan hidung
c. Memberikan nafas bantuan
d. Injeksi Na.bikarbonat 7,5% dan D 40%
e. Memasukkan bayi tersebut ke inkubator

62. Anak 10 tahun datang dengan keluhan utama sakit
tenggorokan sejak 2 hari yll. Pasien juga mengeluh
demam, nyeri menelan dan susah menelan sejak 2
hari yll. PF: anak lemah, takikardi, tampak membran
keabu-abuan menutupi faring dan bull neck. Menurut
ibu pasien, riwayat imunisasi tidak lengkap. Apa
penyebab penyakit yang diderita anak tersebut?
a. N.gonorrhoe
b. Treponema pallidum
c. Haemofilus influenza
d. Streptococcus pneumonia
e. Corynebacterium diphteria

63. Laki-laki 6 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan
nyeri otot yang dirasakan sejak 1 minggu yang lalu.
Sudah 1 bulan terakhir ibunya memberikan telur
setengah matang. Pada pemeriksaan fisik dijumpai
kulit kering, rambut jarang dan mudah rontok.
Kekurangan vitamin apa yang diderita anak tersebut:
a. Tiamin
b. Niasin
c. Piridoksin (B6):
13

d. Riboflavin
e. Biotin

Pembahasan:
Def B1 : ggn SSP (memori /hilang, nistagmus,
optalmoplegia, dan ataksia). Ggn SSTepi
(neuropati perifer). kelemahan, kehilangan
fungsi sensorik, motorik dan reflek kaki. beri-
beri jantung (jantung membesar, aritma,
hipertensi, odema, gagal jantung)
Def Niasin (B3); peny. Piegra, riwayat
pemberian susu, makanan pokok jagung Gjl:
dermatitis
Def vit B2(riboplavin): mata merah, fotofobi,
peradangan mulut, bibir pecah-pecah. keriput,
kuku pecah. Bila parah: anemia, gangguan
saraf, pembengkakan lidah. sering pada pecandu
alkohol.
Biotin: mengantuk penurunan BB, dermatitis,
cemas, mialgia, lelah, insomnia, rambut rontok

64. Seorang bayi perempuan usia 11 bulan dibawa oleh
ibunya ke puskesmas karena diare 3 hari. Konsistensi
lembek cair, usia 2 bulan diberi nasi lembek 2x/hari.
Usia 4 bulan tidak minum ASI, imunisasi dilakukan 3
bulan terakhir, BB 6 Kg. Pemeriksaan laboratorium
tinja di jumpai mikroba, penyebab penurunan BB
Yaitu:
a. Menderita diare 3 hari
b. Belum mendapat imunisasi
c. Sudah tidak Asi lagi usia 4 bulan
d. Anak diberi makanan pengganti asi usia 4 bulan
e. asupan dari nasi tim < 100 kalori/KgBB

Pembahasan:
BB ideal:
<1 th= (n+9)/2
1-6 th = 2N+8
6-12 th = (7N-5)/2
>12 th = (TB-100)-10%

65. Seorang anak laki-laki 2 tahun mengalami ISPA dan
diare sejak usia 11-12 bulan. Pasien sampai sekarang
masih mengkonsumsi ASI. Usia 1 bulan pasien
mengkonsumsi pisang lumat, usia 4 bulan diberi nasi
bubur, usia 7 bulan diberi nasi tim, usia 10 bulan
diberi nasi lengkap dewasa. Apa yang paling efektif
pada pemberian makanan di atas:
a. Pemberian nasi pelengkap tidak tepat waktu
b. Pemberian asi eksklusif tepat waktu
c. Pemberian makanan dewasa tidak sesuai umur
d. Pemberian MT-ASI tidak tepat
e. ..

66. Laki-laki berumur 4 tahun datang ke rumah sakit
diantar orang tuanya dengan keluhan timbul bercak
merah pada tubuh. 2 minggu sebelumnya demam,
awalnya didiagnosa dengan infeksi virus. Ptechie (+)
pada tubuh dan ekstremitas. Pemeriksaan lab
dijumpai: leukosit (dbn), Hb (dbn), hitung jenis
leukosit (dbn), tidak ada pembesaran hepar,
limfadenopati dan splenomegali (-). Trombosit:
15.000. Kemungkinan diagnosa:
a. von willeberant
b. leukemia akut
c. Anemia aplastik
d. ITP
e. TTP (trombotik trombositopeni purpura)

Pembahasan:
von willeberant: kekurangan factor pembekuan
VIII
leukemia akut: leukosit , yg lainnya
Anemia aplastik: pansitopenia (semuanya turun)
TTP (trombotik trombositopeni purpura)
terbentuk bekuan-bekuan darah kecil di seluruh
tubuh, yang menyebabkan penurunan tajam
jumlah trombosit dan sel-sel darah merah, demam
dan kerusakan berbagai organ

67. Bayi laki-laki berumur 1 tahun datang ke praktek
dokter umum dengan keluhan tidak BAB disertai
perut kembung dan muntah. Pemeriksaan fisik:
letargi, T: 40 C, RR: 32 x/menit, BB: 10 kg, urine: 12
ml/ 3 jam kuning pekat, Hb: 10 gr/dl, albumin: +2, K
+

: 2 meq (N 3,5-4,5), trombosit: 50.000. terapi cairan
yang tepat pada kasus di atas adalah:
a. Dextrose 5%
b. RL
c. NaCl 0,9% (tidak mengandung K)
d. Asam amino
e. Plasma

68. Wanita, 7 tahun, mudah lelah. PF: sakit ringan, TD:
90/60 mmHg, Nadi: 100 x/menit, RR: 20 x/menit,.
Konjungtiva pucat (+), Hb: 10 gr/dl. Diagnosa:
(hipokrom mikositer)
a. Anemia pernisiosa: def:Vit B12,: makrositik
b. Anemia def. besi (mikrositik hipokrom)
c. Anemia hemolitik (normositik normokrom)
d. Anemia megaloblastik def: B12: makrositik
e. Anemia aplastik hipokrokrom normo/makrositik
14


69. Balita perempuan, 3 tahun, pucat, lesu, mudah lelah
sejak 1 bulan yang lalu, susah makan dan minum
susu sejak disapih. PF: kes: CM, pucat, Vital sign :
N, BB: 10 kg, TB: 90 cm, konjungtiva dan mukosa
mulut pucat: (+), ikterus (-), Hb: 8 gr/dl. MCV: 76,
MCHC: 30, MCH: 25, RDW: 15, trombosit: 200.000.
Dx anemia mikrositik hipokrom
a. Sianokobalamin
b. Asam folat
c. Besi
d.
e. Kalsium

Pembahasan:
Nilai normal :
MCV 80-100: MIKROSITIK
NORMOSITIKMAKROSITIK
MCHC 32-36:HIPOKROM NORMOKROM HIPERKROM
MCH 27-32:

70. Seorang bayi laki-laki yang baru lahir pada usia
kehamilan 6 bulan setelah 6 jam kemudian bayi tadi
mengalami sesak nafas. Pada pemeriksaan fisik
didapatkan takikardi, takipneu, sianosis serta retraksi
dinding dada. Pada pemeriksaan laboratorium
ditemukan hipoksia, pada pemeriksaan radiografi
thorak ditemukan gambaran ground grass
appearance(+). Diagnosis: air bronkogram (+)
a. Hyaline membrane disease
b. Aspiration pneumonia
c. Bronchopulmonary dysplasia
d. Sepsis
e. Apneu of prematurity

71. Seorang bayi lahir di puskesmas dengan BB: 3150
gram, PB: 49 cm, lahir dengan tidak segera
menangis. Apa tindakan yang akan dilakukan:
a. Memberikan air hangat ke tubuh bayi
b. Memercikkan air dingin ke tubuh bayi
c. Membalikkan tubuh bayi dengan kepala ke
bawah
d. Menggosok badan bayi sambil dikeringkan
e. Menberikan O2

72. Anak 1 tahun dibawa ibu dengan keluhan batuk sejak 2
minggu yll, ibu sedang dalam pengobatan DOTS.
Pemeriksaan fisik pembesaran KGB (+) rhonki basah
(+), BB/usia (-1 XB). Pemeriksaan apa yang
dilakukan selanjutnya pada anak tersebut:
a. Tuberkulin test
b. Pewarnaan gram
c. Foto thorak
d. Pewarnaan ZN (pewarnaan BTA)
e. LED

Pembahasan:
Anak dg imunisasi BCG: + bila diameter indurasi >
15cm
Anak dg kontak TB: + bila diameterindurasi > 5 cm
5-9 cm: meragukan
73. Laki-laki 13 tahun, dengan keluhan panas yang
dirasakan sejak 6 hari yang lalu, mula-mula panas
dirasakan pada malam hari namun di hari ke 7 panas
dirasakan di malam hari maupun pagi hari, tidak
BAB sejak 7 hari yang lalu, jajan sembarangan,
pasien juga mengeluhkan nyeri kepala, nyeri perut,
mual, muntah, nafsu makan berkurang. Apa
diagnosanya:
a. Demam dengue
b. Malaria
c. Bronchitis
d. Tifoid
e. Tuberculosis

Seorang anak dibawa ibunya karena mengalami
perdarahan dari hidungnya yang dialami sejak tadi malam.
Anak ini mengalami demam sejak 3 hari yang lalu. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan HR: 150 x/menit, TD :
6o/palpasi dan dijumpai bintik- bintik merah di lengannya.
Hasil lab menunjukkan : Hb: 15 g/dl, Ht: 47 %, trombosit
25.000, leukosit 3000.
74. Diagnosa :
a. Demam dengue
b. DHF grade 1
c. DHF grade 2
d. DHF grade 3, tek nadi sempit, nadi terukur
e. DHF grade 4, Syok

75. Penatalaksanaan :
a. KRISTALOID 2100cc/24jam
b.
c. kristalod 210 cc90---
d.

Pembahasan:
15



dss: 10-20 cc/kg/jam selama 30 -> perbaikan ->
10cc/kg/jam. Jika tdk teratasi: 15-20 cc/kg/jam.

76. Gambaran yang dapat terlihat pada parunya adalah
a. atelektasis
b. Lung edema
c. Bronkopneumonia
d.
e. lupa

77. Bayi lahir di kamar bersalin, 32 minggu dengan suhu
lahir 20 C, diletakkan di lantai. yang mungkin terjadi:
a. peningkatan frekuensi pernafasan
b. wajah kemerahan
c. Menggigil
d. hipertensi
e. alkalosis metabolik

78. Wanita, 3 tahun, ke igd, sulit menelan 3 hari, tak bisa
tidur, suhu 38 C, wajah kaku, rahang rapat, tangan
ekstensi dan dikepal, kaki ekstensi, opistotonus,
riwayat terinjak paku. Penyebab:
a. streptokokus
b. clostridium tetani
c. bordetella pertusis
d. b. buldorferi
e. hemophilus influenza

79. Anak perempuan 9 tahun didiagnosa faringitis akut
tanpa diberikan antibiotik, 3 minggu kemudian
kembali dengan sendi bengkak. pemeriksaan fisik
ada nodul pada kulit, gerakan khorea dan bising
jantung auskultasi dada.: Dx: PJR
a. streptococcus B hemoliticus grup A
b. Cytomegalo virus
c. Neisseria meningitidis
d. candida albican
e. eipsten bars virus

80. Seorang anak laki-laki, 5 tahun, mengeluhkan lemas
sejak 1 minggu yang lalu. Demam. Batuk sejak 1
tahun yang lalu. Anak pucat, lemas, konjungtiva
anemis. Hb 7 gr/dl, Leukosit 11.000/mm
3
.
Pemeriksaan darah tampak eritrosit hipokrom
mikrositer. Diagnosa yang tepat adalah:
a. Anemia hemolitik (px. Comb tes. Normositik
normokrom)
b. Anemia aplastik
c. Anemia defisiensi asam folat
d. anemia defisiensi besi
e. Anemia defisiensi piridoksin

81. Seorang anak laki-laki,7 tahun dibawa orang tuanya
karena BAB encer tidak berlendir dan berdarah.
Dari hapusan feces ditemukan bakteri negatif, dan
terdapat gambaran berbentuk sayap. Mikroorganisme
yang mungkin adalah :
a. E coli
b. H pylori
c. Campilo jejuni
d. B. fragilis
e. salmonella typii
82. Seorang anak kecil dibawa ibunya ke puskesmas
dengan keluhan sering gatal-gatal di daerah anusnya.
Menurut pengakuan ibu pasien akhir-akhir ini anak
tersebut sering terlihat lemah dan penurunan nafsu
makan. Dari pemeriksaan fisik ditemukan: luka bekas
garukan di sekitar anus. Apakah parasit yang
menginfeksi:
a. Necator americanus
b. Ancylostoma duodenale
c. Tricuris tricura
d. O. vermicularis
e.
83. Seorang ibu membawa anak laki-laki berumur 6 tahun
ke rumah sakit dengan keluhan sering melamun sejak
5 bulan belakangan ini. Anak ini juga sering tidak
sadarkan diri, walaupun tidak sampai jatuh. Pasien
sering melamun dengan tatapan mata kosong dan
16

pucat. Jika tidak sadarkan diri matanya sering
terpejam-pejam dan hanya berlangsung beberapa
menit. Lalu pasien melanjutkan aktifitasnya kembali.
Apakah diagnosanya:
a. Epilepsy fisikomotor
b. Epilepsy Granma
c. Epilepsy Lena
d. Epilepsy

Pembahasan: Epilepsy Lena: (absence/petit mal) ->
GK ; kegiatan yg sedang dkerjakan terhenti, muka
bengong, bola mata memutar ke atas, tidak bereaksi
jika diajak bicara, blgsg -1/2 menit

84. Pasien 2 tahun, wheezing, stridor, batuk hebat,
mengeluarkan sekret kental, demam tinggi.
a. Asma bronkial
b. Bronkopneumonia
c. Bronkitis
d.
e.

85. Anak-anak usia 8 tahun datang diantar ibunya
mengalami BAB cair sehari 10 kali, 1 kali sebanyak
1gelas, dari pemeriksaan didapatkan HR: 132x/menit
RR: 20x/menit. Anak terlihat lemah, mata cekung,
turgor kembali lebih dari 2 detik. Tindakan awal
yang dilakukan : dx. Dehidrasi berat
a. rehidrasi oral
b. rehidrasi intravena.
c.
d. Rujuk ICU

Pembahasan:
Dehidrasi berat: GK: letargi (penurunan
kesadaran), mata cekung, tdk bs atau malas
minum, turgor sangat lambat 2 dtk
Dehidrasi ringan sedang : GK: gelisah, mata
cekung, kehausan, turgor kembali lambat
Penatalaksanaan Dehidrasi berat:
<12 bl:
o Jam 1: 30 cc/kg/jam
o Selanjutnya:70 cc/kg/jam selama 5 jam
> 12 bln:
o 30cc/kg/jam selama 30 menit
o 70cc/kg/jam selama 2,5 jam

86. Seorang anak laki-laki 9 tahun dibawa ibunya dalam
keadaan tidak sadar. 3 jam SMRS pasien mengalami
kejang. Pasien juga mengalami demam tinggi disertai
mengigil sejak 10 hari yll. Hasil pemeriksaan
didapatkan Berat badan 40kg, TD 90/60mmHg, Nadi
100x/i. pada pemeriksaan retina ditemukan papil
edema, kaku kuduk tidak dijumpai. Penyebab:
a. Toxoplasmosis
b. TB serebral
c. Meningeal aseptic
d. Malaria serebral
e. Neurosifilis

87. Seorang bayi berusia 3 bulan dibawa ke PKM dgn
keluhan menangis setiap kali buang air kecil sejak 5
hari yg lalu, keluhan disertai dengan warna air
kencing kuning bening, ibu mengaku mencebok bayi
dari belakang ke depan, pada pemeriksaan fisik
didapatkan suhu 38,5 C, pemeriksaan lain dalam
batas normal
a. E.coli
b. proteus sp
c. klebsiella sp
d. neisseria gonorhoe
e. pseudomonas aerugisiosa

88. Bayi perempuan pada menit pertama kelahirannya
tidak segera menangis, extremitas sedikit flexi, saat
dirangsang bayi batuk, warna tubuhnya kemerahan
namun exteremitas biru dengan HR 90 x/menit.
Apgar skornya yang paling tepat adalah:
a. 0-2
b. 3-4
c. 5-6
d. 7-8
e. 9-10

89. Pasien bayi berumur 11 bulan, dibawa orang tuanya
ke Poliklinik mengeluh sakit diare I hari. Konsistensi
air dan ampas positif. Awalnya tidak pernah
mengalami sakit seperti ini. Riwayat imunisasi tidak
ada. Berhenti memberikan ASI sejak usia bayi 4
bulan. Nasehat apa yang dapat diberikan kepada ibu
tersebut:
a. Menjaga kebersihan badan dan lingkungan
serta menjaga kebersihan sebelum makan
dan minum.
b. Memberikan imunisasi lengkap
c. Memberikan makanan yang sesuai selera anak




17




OBSTETRI & GENEKOLOGI



90. Wanita 22 tahun datang ke dokter dengan penurunan
kesadaran. Pasien baru saja melahirkan ditolong oleh
bidan 2 jam yang lalu. Dari hasil pemeriksaan :
kesadaran somnolen, TD : 90 mmHg, nadi 120
x/menit , lambat dan lemah, akral dingin. Bagaimana
penatalaksanaan awal pasien tersebut :
a. Bersihkan jalan nafas
b. Resusitasi cairan intravena
c. Posisi trendelenberg
d. Tranfusi darah
e. Terapi uterotonika

Pembahasan:
Dx : syok hemoragik e.c. early PPH
Perdarahan post partum:
Early : < 24 jam ; etio : atonia uteri, reensi
pasenta, laserasi jalan lahir
Late : > 24 jam ; etio : plasenta rest

91. Wanita 28 tahun GP0A0 datang ke dokter untuk
memeriksakan kehamilannya. Dari pemeriksaan
diperoleh : TD 150/90 mmHg, proteinuria +2, edema
tungkai +/+. Saat ini pasien hamil 8 bulan. Saran apa
yang dapat diberikan ke pasien : dx. PER
a. Rawat inap untuk diobservasi
b. Rawat jalan dengan obat antihipertensi
c. Rawat jalan dengan magnesium sulfat
d. Pertahankan kehamilan
b. Dexametason untuk pematangan paru

Pembahasan:
Dx : PER
Penatalaksanaan PER : rawat jalan dengan obat
antihipertensi
Indikasi rawat inap :
- TD sistole 140 atau lebih, diastole 90 atau lebih
- penambahan udem secara berlebihan secara tiba-tiba
- proteinuria +1 atau lebih
- tidak ada perbaikan dg th/ konservatif

92. Wanita 60 tahun datang ke dokter praktek umum
dengan keluhan benjolan di perut bagian bawah sejak
1 tahun yang lalu. Haid dalam batas normal,
terkadang jumlahnya banyak dan lamanya lebih dari
1 minggu. Pasien telah memiliki seorang anak
perempuan berusia 18 tahun. Pasien tidak pernah
menggunakan alat KB. Dari pemeriksaan fisik
diperoleh : masa supra simpisis, tidak nyeri tekan.
Menurut anda diagnosa pasien ini :
a. Abortus
b. Kista ovarium
c. Mioma uteri
d. Molahidatidosa
e. Tumor hipofisa

Pembahasan:
mioma uteri: Perdarahan abnormal (hipermenore,
menoragia/metroragia), Nyeri, gejala dan tanda
penekanan sesuai tempat.
Mola: kelainan pertumbuhan trofobls plasenta/
calon plasenta disertai degenerasi kistik vili dan
perubahan hidrofik, Gjl: gjl kehamilan, hiperemis
gravidarum, preeklamsi trimester I, tanda2
tirotoksikosis, kista lutein uni/bilateral, uterus >
kehamilan.
Kista ovarium: jarang bergejala
Tumor Hipofisa: usia 20-50 tahun. Gejala: nyeri
kepala, ggn lapang pandang, kelumpuhan N III,
IV, V (1 dan 2), VI, amenore. Gejala PUD

93. Wanita 31 tahun, G1P0A0 dengan keluhan
perdarahan dari kemaluan dengan sedikit jaringan.
Pasien sudah terlambat haid selama 2 bulan. Pada
pemeriksaan fisik ditemukan: OUE terbuka.
Penanganan apa yang paling tepat : dx. Ab. inkomplit
a. Pertahankan kehamilan
b. Rawat untuk diobservasi
c. Rujuk untuk dilakukan operasi
d.
e. Kuretase
94. Wanita 37 tahun P
1
A
2
post partum spontan lahir hidup
dengan BBL 3400 gram, terdapat perdarahan aktif
pervaginam, TFU setinggi pusat, kontraksi uterus
baik, luka episiotomy dalam keadaan baik. Pada
pemeriksaan dalam: portio tampak perdarahan aktif,
tampak jaringan, laserasi dinding vagina (-).
Penyebabnya adalah:
a. Koagulopati dan atonia: perdarahan, kontraksi
bagus, laserasi (-), plasenta lengkap curiga
koagulopati
18

b. Sisa jaringan plasenta
c. Retensi plasenta
d. Atonia uteri
e. Rupture uteri

Pembahasan:
Dx : plasenta rest
TFU : Bayi lahir : setinggi pusat
Plasenta lahir : 2 jari dibawah pusat
Retensia plasenta : plasenta tidak lahir setelah 30
menit dilakukan PTT
Atonia uteri : uterus lembek dan membesar, tonus
otot (-)
Ruptur uteri : Sakit perut mendadak, perdarahan
pervaginam, syok yang cenderung tidak sesuai
dengan perdarahan, ada penyulit operasi pada
rahim , bisa cuping hidung, teraba bagian janin
langsung dibawah kulit dinding perut disertai
tanda sakit, bunyi jantung bayi tidak terdengar.

95. Wanita 40 tahun perdarahan post partum 2 jam yang
lalu, TD: 70/50 mmHg, N: 112 x/menit, ekstremitas
dingin. Penanganan selanjutnya adalah:
a. Transfusi
b. Resusitasi
c. Kompresi bimanual
d. Tampon intravaginal
e. Oksitosin IM

96. Perempuan 24 tahun datang dengan keluhan nyeri
kepala, wajah sembab, ditemukan udema pada
kakinya, TD 180/95 mmHg, proteinuria 0,6.
Diagnosanya adalah:
a. Preeklamsia
b. Eklamsia
c. Glomerulonefrotik akut
d. Impending eklampsi

Pembahasan:
Preeklamsi:
o PER: Hipertensi (140/90) + proteinuri 0,3
g/l /24jam atau +2dan atau udem setelah
kehamilan 20 minggu atau segera setelah
persalinan.
o PEB: hipertensi 160/110 , proteinuria +3,
dan atau edem
Eklampsia : Gejala PEB + kejang
Impending eklamsia :PEB + /nyeri kepala berat ,
mual muntah,gangguan visus, nyeri epigastrium,
peningkatan TD progresi
GNA: hematuri tiba-tba, edem,dan hipertensi pada
penderita yang sebelumnya tampak sehat, oliguri-
anuri, nyeri kepala n visus mundur
Proteinutia: +1: 0,3-0,45 g/l
+2: 0,45-1 g/l
+3: 1-3 g/l
+4: > 3 g/dl
97. Seorang wanita 40 tahun datang dengan nyeri
pinggang hebat. Pasien mempunyai riwayat kanker
rahim stadium lanjut. Pasien tidak mempan dengan
obat nyeri tunggal. Kombinasi obatnya adalah ;
a. Paracetamol, Kodein, Bisacodyl
b. Paracetamol, tramadol, Morphyn
c. Ketorolac (perifer), tramadol (sentral),
bisacodyl
d. paracetamol, morphyn, bisacodyl
e. paracetamol, ketorolac, morphyn

Pembahasan:

Termasuk dalam analgesik murni adalah obat -obatan
Non Opioid (Aspirin, Paracetamol,
NSAID), Weak Opioid (Codeine, Dihydrocodeine,
Dextropropoxyphene), dan Strong Opioid
(Morphine, Diamorphine, Phenazocine, Oxycodone,
Fentanyl).
98. Seorang wanita 49 tahun datang dengan keluhan tidak
haid 12 Bulan, P3A0. Dari USG didapatkan
pembesaran Uterus seperti kehamilan 6-8 minggu.
Tindakan: dx. Mioma uteri
19

a. Observasi (setiap 3-6 bln, jika tidak ada
keluhan, uterus tdk lbh besar dr usia khmln 10-12
mgg).
b. Miomektomi
c. Terapi Hormon (GnRH agonis slm 16 minggu)
d. Histerektomi Total
e. Anti Oksidan Oral

Pembahasan:
Indikasi op: ukuran tumor > 12-14mgg, pertumbuhan
progresif, mioma subserosa n torsi, hiperminore pd
mioma submukosa, gejala peneknan.
Miom bisa lisut sendiri saat menopause
99. Seorang perempuan, 27 tahun mengalami perdarahan
pervaginam sejak 1 minggu yang lalu. Tidak
mengalami haid sejak 4 bulan ini. Mual dan muntah
hebat. Hamil +. TD 90/60 mmHg, Nadi 100x/i, T
Afebris. Fundus uteri terletak antara umbilikus dan
processus xiphoideus. Diagnosa yang tepat adalah:
a. Abortus inkomplit
b. Hiperplasia endometrium
c. Molahidatidosa
d. Blighted ovum
e. Missed abortion
Pembahasan:
Blighted ovum: kantong amnion kosong/yampak
didalamnya benda kecil dgn bntk yg tdk jelas
Missed abort: kematian janin tanpa pengeluaran >
8 mgg

100. Seorang perempuan, 25 tahun. G3P2A0 mengalami
perdarahan pervaginam sedikit-sedikit sejak 2 hari
yang lalu. Nyeri perut sebelah bawah. Terlambat haid
1 bulan. TD 90/60 mmHg, Nadi 100x/i. Pada
pemeriksaan didapatkan nyeri goyang portio.
Diagnosa yang tepat adalah:
a. Abortus komplit
b. Abortus inkomplit
c. Missed Abortion
d. Kehamilan Ektopik Terganggu
e. Blighted Ovum
Pembahasan:
Gejala KET: tanda2 syok, abdomen akut, servik
lunak, nyeri tekan, nyeri goyang, cavum doglas
menonjol, cavum uteri N/sedikit membesar

101. Pasien perempuan usia 29 tahun, P2A0 datang ke
puskesmas dengan keluhan benjolan di payudara
kanan yang semakin membesar. Keluhan disertai
dengan nyeri hebat dan badan panas. Pasien sedang
menyusui, dengan usia anak 7 bulan. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan suhu 39C. diagnosis
yang mungkin adalah:
a. Tumor ganas
b. Tumor jinak
c. Infeksi
d. Bendungan air susu
e. Perdarahan
102. Wanita 33 tahun mengeluh sering keputihan banyak
dan pendarahan ketika bersenggama. haid terakhir 2
minggu yg lalu. Menikah usia 15 tahun dan sering
berganti pasangan. Pemeriksaan vital sign DBN,
pemeriksaan fisik vulva normal, servik licin, adneksa
DBN. Pemeriksaan yang dianjurkan: dx. Ca cervix
a. Biopsi
b. Pap smear
c. Kolposkopi
d. DNA HPV
e. Sitoskopi

Pembahasan:
Urutan pemeriksaan: papsmear - kolposkopi (untuk
melihat alat kelamin luar, diporsio dpt melihat batas
dysplasia, untk melihat jaringan Ca) biopsi

103. Wanita 25 tahun tidak haid sejak 2 bulan yang lalu,
keluhan nyeri perut yang hebat dialami pasien. untuk
menegakan diagnosa kehamilan ektopik dilakukan
pemeriksaan:
a. Urin acak
b. Urin pancaran tengah
c. Urin tampung
d. Urin malam hari
e. Urin pagi hari

104. Seorang perempuan 30 tahun, P3A1, post partum
spontan di puskesmas 2 jam yang lalu dan bayi lahir
hidup dengan berat 3700 gram, APGAR SCORE 8-9.
Pada observasi post partum didapatkan pembalut
basah oleh darah dan bergumpal-gumpal, perdarahan
aktif, kondisi lemah, akral lembab, jumlah perdarahan
500 cc, fundus uteri 2 jari di atas simfisis, kontraksi
dan tonus lemah. Penyebab perdarahan yang paling
mungkin pada kasus di atas adalah:
a. Inversio uteri
b. Sisa plasenta
c. Laserasi uteri
d. Atonia uteri
20

e. Prolaps uteri

Pembahasan:
Inversio uteri: fundus uteri masuk ke cavum uteri
sehingga fundus nonjol ke cavum/dlm vagina/
keluar vagina, Gjl: nyeri, perdarahan, syok,
fundus tdk teraba dibwh pusat, ada mass lembek
yg keluar di vagina
Prolaps uteri:
o Gr I: Uterus sedikit turun tapi serviks masih
dalam vagina
o Gr II: Uterus turun serviks menonjol keluar
vulva bila mengedan
o Gr III : seluruh uterus berada diluar vuva
disertai dengan inversion
105. Seorang perempuan, P0A0, usia 21 tahun, belum
menikah, mengaku telah berhubungan seksual 1 hari
yang lalu. Hubungan dilakukan pada hari ke-12 dari
siklus haid. Pasien tidak menghendaki kehamilan.
Kontrasepsi yang tepat adalah:
a. Kontrasepsi darurat dengan pemasangan IUD (>
3 hari berhub)
b. Kontrasepsi darurat dengan pil progestin
c. Kontrasepsi darurat dengan spermisida (sebelum
coitus)
d. Kontrasepsi darurat kuretase
e. Kontrasepsi darurat dengan implant

106. Seorang perempuan, sudah menikah, usia 27 tahun,
anak 2 orang, datang dalam keadaan bingung. Ia
mengeluhkan lupa minum pil KB selama 2 hari
berturut-turut pada hari ke 17 dan 18. Apa saran yang
tepat untuk pasien ini:
a. Segera mulai minum 1 pil dan minum pil jatah
jari itu
b. Segera mulai minum 2 pil dan minum pil jatah
hari itu
c. Segera minum 2 pil, keesokan harinya minum
2 pil lagi
d. Minum 2 pil dan pakai kontrasepsi cadangan
selama 7 hari
e. Mulai bungkus baru dan kontrasepsi cadangan 7
hari
107. Seorang perempuan 32 tahun, G4P1A2, dibawa ke
rumah sakit dengan keluhan keluar darah dari jalan
lahir. Keluhan disertai terasa tegang dan sedikit rasa
sakit. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tekanan
darah 120/80 mmHg, nadi 80 x /menit, suhu 37C.
pemeriksaan janin, berusia 17-18 minggu, tidak
bergerak, denyut jantung janin (-). Pemeriksaan
ginekologis, orifisium uteri eksterna tertutup, adneksa
teraba, fluksus (+). Diagnosis yang tepat adalah:
a. Abortus imminens
b. Abortus inkomplit
c. Missed abortus
d. Abortus komplit
e. Abortus septik

Pembahasan:
No D/ GK Penatalaksanaan
1. Abortus
imminen
- Amenore
- Tanda-tanda
hamil muda
- Perdarahan
pervaginam
sedikit
- Nyeri/mulas
- Osteum uteri
internum
tertutup
- USG: kantung
gestasi utuh
- Tirah baring 2x24
jam
- Fenobarbital 3x30
mg/hari jika perlu
2. Abortus
insipient
- Perdarahan
pervaginam
- Nyeri/mulas
lebih sering
(lebih kuat)
- Osteum uteri
membuka,
ketuban
menonjol
- Hasil konsepsi
masih utuh
dalam uterus
- Kehamilan 12
minggu bila komplet
diterapi sesuai
abortus komplet,
bila inkomplet
sesuai abortus
inkomplet
- Kehamilan < 12
minggu minggu bila
komplet diterapi
sesuai abortus
komplet, bila
inkomplet sesuai
abortus inkomplet
3. Abortus
komplet
- Perdarahan
pervaginam
sedikit
- Hasil konsepsi
sudah keluar
seluruhnya
- Uterus
mengecil
- Osteum uteri
tertutup
- Methyl ergometrin
3x1/hari
- Hematinik

4. Abortus
inkomplet
- Perdarahan
pervaginam
banyak
- Nyeri, kadang
disertai syok
- Osteum uteri
terbuka
- USG: kantung
gestasi tidak
utuh, sisa hasil
konsepsi
- Perbaiki keadaan
umum
- Kosongkan uterus
dengan kuretase
- Amoxicillin 3x500
mg/oral/hari selama
5-7 hari
- Methyl ergometrin
oral 3x1 selama 5
hari
- Hematinik
5. Missed
abortion
- Perdarahan
- Keluhan
kehamilan
- Periksa CT, BT,
trombosit,
fibrinogen, Hb, dan
21

hilang
- Tinggi fundus
uteri menetap,
bahkan
mengecil
- Tes kehamilan
(-)
- Kadang
disertai fluor
warna coklat
- USG: janin
mati
leukosit, transfusi
darah
- Dilatasi serviks
- Bila kehamilan < 12
minggu lakukan
kuretase
- Bila kehamilan > 12
minggu diberikan
tetesan oksitosin 20-
30 IU dalam 500cc
dekstrose 5%
6. Abortus
habitualis
- Terjadi 3 kali
berturut-turut
atau lebih
- Pada inkompetensi
serviks dapat
dilakukan operasi
- Th/ dg hormon
progesteron dan
tiroid bila
kekurangan hormon
ini
- Toksoplasmosis
diterapi dengan
spiramisin 50-100
mg/kgBB/.hari
7. Abortus
infeksiosa
- Adanya tanda-
tanda infeksi
genitalia
seperti panas,
takikardia,
perdarahan
pervaginam
yang berbau,
uterus besar
lunak, nyeri
tekan dan
leukositosis
- Procaine penicillin
G 1 juta unit/6 jam
(IM)
- Streptomisin 0,5
gr/12 jam (IM)
- Bila tidak syok,
kuret 24 jam
kemudian
- Bila syok, infus RL
dilanjutkan kuretase
- Bila ada tanda-tanda
resistensi PP,
dilakukan biakan
darah dan tes
kepekaan
8. Abortus
septik
- Gejala seperti
abortus
infeksiosa
hanya lebih
berat, demam
lebih tinggi,
peritonitis,
nadi lebih
cepat, tensi
lebih rendah
bahkan syok
- Periksa biakan darah
dan tes kepekaan
- Procaine penicillin
G 10 juta unit/6 jam
(IM)
- Streptomisin 0,5
gr/12 jam (IM)
- Metronidazol 0,5
gr/infus dilanjutkan
dengan 1 gr oral
kemudian 3x500 mg
selama 5 hari
- Bila perdarahan
terus segera kuretase
- Bila tidak berdarah,
kuret 6 jam setelah
pemberian obat
- Dilakukan
histerektomi bila
kuretase gagal,
infeksi oleh
Cl.welchii, ada
tanda-tanda
perforasi uterus,
kerusakan alat
abdomen
108. Wanita 32 tahun datang bersama suaminya ke
puskesmas dengan demam tinggi, pasien 2 hari yang
lalu melahirkan di dukun, pasien mengeluh demam
dan sering kencing sedikit-sedikit dan nyeri, T = 39
0
C. Apa diagnosa pasien tersebut:
a.
b. ISK
c. Endometriosis
d. Mastitis
e. Sepsis

Pembahasan:
Endometriasis : Jaringan endomentrium diluar
cavum uteri .GK: Dismenorhea, infrtilitas
Adenomiosis: jaringan endometrium di dalam
miometrium
Mastitis: putting susu lecet, kulit memerah , tanda
tanda radang ,terapi AB

109. Wanita, 28 tahun, G1P0A0, hamil 30 minggu, demam
7 hari, naik turun tanpa obat, sakit kepala, mual,
muntah, sulit (ntah tdk BAK) selama 3 hari. Widal,
Titer O 1/320, vital sign normal. antibiotik yang
tepat: dx. tifoid
a. kloramfenikol (KI pada trimester 3,
menyebabkan baby grey synd)
b. tiamfenikol
c. kotrimoksazol
d. amoxicillin
e. fluorokuinolon

110. Seorang wanita 24 tahun G1P0A0 hamil 8 bulan
datang ke RS untuk kontrol kehamilan rutin. TD
140/90mmHg, letak findus setinggi Processus
xipoideus, DJJ ditemukan baik, Edema kaki (-),
protein urin (-). Obat paling tepat mencegah PE:
(dx. HT kronik)
a. Furosemid
b. Captopril
c. Vit E
d. Diltiazem
e. Magnesium Sulfat

111. Perempuan, 20 tahun, melahirkan di bidan, dirujuk
ke IGD dengan keluhan perdarahan setelah
melahirkan. Melahirkan 2 jam lalu. Setelah plasenta
lahir, keluar benjolan merah dari vagina dan terjadi
banyak perdarahan. Pemeriksaan TD 70/50 mmHg,
nadi 136 x/menit lemah, RR 28 x/menit. Inspeksi:
tampak permukaan kasar merah pada benjolan yang
keluar dari vagina. Diagnosanya :
22

a. inversio uteri
b. ruptur uteri
c. ruptur vagina
d. mioma uteri
e. plasenta dupleks
Pembahasan:
Gejala dan tanda yang selalu ada:
Uterus tidak teraba
Lumen vagina terisi massa
Tampak tali pusat (jika plasenta belum lahir)
Perdarahan segera
Nyeri sedikit atau berat
Gejala dan tanda yang kadang-kadang ada:
Syok neurogenik
Pucat dan limbung6

112. Seorang perempuan G8P7A0, 43 tahun merasa hamil
9 bulan, datang diantar bidan dengan perdarahan
pervaginam membasahi pembalut, sebelumnya saat
meneran ibu merasa nyeri tiba-tiba yang hebat. Saat
kehamilan 9 bulan dari pemeriksaan kehamilan
diketahui TFU 42 cm dengan letak kepala selain itu
pernah dilakukan USG di RS dengan hasil letak
kepala TBBJ 4300 gr. Pada pemeriksaan umum
diketahui keadaan umum ibu tampak sakit berat,
kesakitan dan pucat, TD: 90/60 mmHg, N: 104
x/mnt, terdapat nyeri tekan uterus di daerah
suprapubik, bunyi jantung anak sulit ditentukan,
diagnosa yang paling mungkin:
a. Inversio uteri
b. Rupture uteri
c. Plasenta previa
d. Solusio plasenta
e. Inersia uteri hipotonik

Pembahasan:
N0 Klinis
Plasenta
Previa
Solutio
Plasenta
1 Perdarahan dg
nyeri
- +
2 Perdarahan
berulang
+ -
3 Warna darah Merah segar Merah coklat
4 Anemia Sesuai darah yg
keluar
Tidak sesuai
5 Timbulnya Perlahan2 Tiba2
6 Terjadinya
Sewaktu hamil
Sewaktu hamil
& inpartu
7 HIS - +
8 Palpasi biasa Tegang
9 DJJ Ada Biasa -
10 Px dalam
vagina
Jaringan
plasenta
Ketuban tegang
11 Penurunan Tidak masuk
PAP
Dapat terjadi
12 Presentasi Mungkin abN Tdk ada hub

Inersia uteri: kontraksi uterus tidak
adekuat/ireguler/jarang. Pada primigravida fase
aktif, sedasi berlebih, gemeli, polihidramnion,
disensi uterus.
a. Hipotonus: kontraksi uterus N, frek < 2x/10
menit, persalinan berlangsung lama, nyeri
tdk seberapa, dilatasi servix lambat. Th/
amniotomi (jika dilatasi 3 cm), oksitosin 5
IU dalam 500 cc lar NS
b. Hipertonus: kontraksi uterus berubah sifat.
Tonus otot diluar kontraksi >>, tdk ada
sinkronisasi antara bag otot yg bkontraksi
shg kontraksi tdk efisien dlm menimbulkan
pbukaan servix. Nyeri >> dan lama ->
hipoksia janin. Th/ analgetik &
antispasmodik (petidin 50 mg IM / anestesi
epidural). Jika gagal -> SC

113. Seorang perempuan berusia 30 tahun G3P2A0 hamil
40 minggu datang ke puskesmas karena merasa akan
melahirkan. Pada pemeriksaan obstetrik ditemukan
janin tunggal, presentasi kepala, kepala masuk
panggul dan terlihat pada introitus vagina. Diagnosa
yang paling memungkinkan
a. G3P2A0 gravida 40 minggu kala I fase laten
b. G3P2A0 gravida 40 minggu kala I fase aktif
c. G3P2A0 gravida 40 minggu kala II
d. G3P2A0 gravida 40 minggu kala III
e. G3P2A0 gravida 40 minggu kala IV

Pembahasan:
Kala I: pembukaan servix (primi: 13-14 j), (multi: 6-7 j)
Laten: pmbukaan lambat (1-3 cm) -> 6-7 jam
Aktif: akselerasi: 3-4 cm
dilatasi max: 4-9 cm 6 jam
deselerasi: 10 cm (masing2 fase 2 j)
Kala II: pengeluaran janin (primi 1,5-2 j< multi 0,5-1 j)
- His adekuat, teratur dan > cepat, 2-3 menit
sekali
- Kepala udah masuk PAP
- Mengedan >>
Kala III: pengeluaran plasenta (primi: 0,5 jam, multi 15
menit)
Kala IV: observasi 2 jam
- Kontraksi uterus baik
- Kandung kemih kosong
23

- Plasenta telah keluar semua
- Perdarahan (-)
- Luka perineum telah dijahit
- Ibu baik
- Anak baik

114. Seorang perempuan berusia 24 tahun G3P2A0 usia
kehamilan 16 minggu datang ke UGD RS dengan
keluhan nyeri perut bawah disertai dengan keluarnya
darah dari vagina, dia bukan seorang perokok,
peminum alkohol/ pemakai narkoba. Pada
pemeriksaan abdomen normal, dan pemeriksaan
pelvis didapat servik masih menutup. Diagnosa yang
mungkin tepat:
a. Abortus komplit
b. Abortus inkomplit
c. Ancaman abortus (iminen)
d. Abortus yang sedang berlangsung (insipient)
e. Missed abortus

115. Seorang perempuan berusia 38 tahun P6A0, post SC
dengan spinal anestesi 2 jam yang lalu atas indikasi
gagal drip oksitosin, anak lahir hidup 4200 gr. Post
partum terjadi perdarahan masif sampai ibu jatuh syok
dengan tekanan darah 80/40 mmHg. Dokter menduga
pasien menderita HPP dini. Diagnosis:
a. Atonia uteri
b. Laserasi jalan lahir
c. Rentensi jaringan plasenta
d. Kelainan pembekuan darah
e. Ruptur uteri

Pembahasan:
Predisposisi atonia uteri :
o Grandemultipara
o Uterus yang terlalu regang (hidramnion,
hamil ganda, anak besar (BB > 4000 gr)
o Kelainan uterus (uterus bicornis, mioma
uteri, bekas operasi)
o Plasenta previa dan solutio plasenta
(perdarahan anteparturn)
o Partus lama (exhausted mother)
o Partus precipitatus
o Hipertensi dalam kehamilan (Gestosis)
o Infeksi uterus
o Anemi berat
o Penggunaan oksitosin yang berlebihan
dalam persalinan (induksi partus)
o Riwayat perdarahan pascapersalinan
sebelumnya atau riwayat plasenta manual
o Pimpinan kala III salah, dengan memijit-
mijit dan mendorong-dorong uterus sebelum
plasenta terlepas
o IUFD yang sudah lama, penyakit hati,
emboli air ketuban (koagulopati)
o Tindakan operatif dengan anestesi umum
yang terlalu dalam.
Laserasi jalan lahir
Tk I: robek selaput lendir vagina dg/tanpa kena
kulit perineum
Tk II: robek selaput lendir vagina & otot perinei
transversa, tdk kena sfingter ani
Tk III: robek seluruh perineum & otot sfingter ani
IIIA: kena <50% m.sfingter ani
IIIB: kena >50% m.sfingter ani
Tk IV: robek sampai mukosa rekti

116. Perempuan 24 tahun datang ke praktek dokter umum
dengan keputihan yang banyak, berbau disertai gatal
sejak 2 minggu yang lalu. Pemeriksaan fisik
ditemukan eritema pada vulva dan vagina, adanya
duh tubuh vagina berwarna abu-abu, homogen,
berbau. Pengobatan yang paling tepat diberikan:
a. Antifungi
b. Antibiotic (metronidazol)
c. Antiinflamasi
d. Antihistamin
e. Antiviral

Pembahasan:
Dx: Vaginosis bakterialis: ada clue cell
Candida: duh tubuh putih,encer dan berbintik
banyak,bau apek, pseudohifa
Trichomonas: kuning kehijauan, busa, merah
sangat banyak, berbau busuk,

117. Pasien wanita 28 tahun datang ke puskesmas dengan
perdarahan jalan lahir sejak 1 minggu yg lalu
perdarahan berwarna merah kecoklatan yang
bergumpal-gumpal. Riwayat HPHT 12 minggu yang
lalu dari px obstetric TFU: 20 cm, Ballotemen (-), px
ginekologi cavum doglas tidak menonjol servik
terbuka 1 cm, dari px HCG (+) apa diagnosa:
a. KET
b. Abortus inkomplit
c. Abortus Imminen
d. Abortus Insipient
e. Mola Hidatidosa
118. Perempuan 24 tahun, keluhan demam tinggi sejak 8
hari yang lalu, BAB terakhir sejak 4 hari yang lalu,
24

pasien sedang hamil 5 bulan, temperature 39C, Nadi
96 x/menit, lidah kotor dengan tepi hiperemis,
splenomegali (+). Apa antibiotik yang paling tepat
diberikan: dx. Demam tifoid
a. Amoxiciliin
b. Ciprofloxacin
c. Tetrasiclin
d. Kloramfenikol
e. Kotrimoxazol

119. Wanita G1P0A0, hamil 7 bulan, edema anasarka,
TD:160/110, protein urin: +2, Ur:30, Cr:1,1,
trombosit:110.000. Dokter melakukan tindakan
konservatif. Sampai kapan dokter melakukan
tindakan konservatif? (dx. PEB)
a. Ibu demam
b. Ketuban pecah
c. TD stabil
d. Trombositopeni
e. TD mencapai 140/90

Pembahasan:
Tatalaksana PEB:
Aktif (terminasi), indikasi:
- kehamilan > 37 mgu
- impending eklampsi
- gagal konservatif (setelah 6 jam terapi)
- ada tanda2 IUGR
- hasil fetal assesment jelek
- HELLP synd (hemolisis, fungsi hepar >>,
trombositopenia)
Konservatif:
- Hamil < 37 mgu
-Tanpa ada tanda2 impending eklamsi

120. Wanita 28 tahun dengan G2P1A0 hamil 38 minggu
datang dengan keluhan nyeri ulu hati dan sakit kepala
dari px ditemukan TD: 160/110 mmHg, Edema
tungkai (+). Pada pemeriksaan lab dijumpai protein
(+3), diagnosa:
a. Preemklamsia ringan
b. Preemklamsia Sedang
c. Preemklamsia Berat
d. Eklamsia
e. Hipertensi pada kehamilan

121. Wanita 30 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan nyeri perut kanan bawah kemudian dijumpai
mual muntah (+) haid terakhir 6 minggu yang lalu. Px
TD: 80/60 mmHg, N: 100 x/mnt, RR: 18x/mnt, dari
px. fisik dijumpai masa di suprapubik, perdarahan
pervaginam (+) berwarna merah kecoklatan, servik
berdilatasi. Cavum douglas menonjol dan nyeri
goyang servik (+), pemeriksaan HCG (+). Tindakan
awal apa yang kita lakukan: (dx. KET)
a. pemasangan infuse RL
b. tampone pervaginam
c. laparotomi
d. transfusi
e. salpingektomi
122. Pasangan suami istri datang ke Puskesmas dengan
keluhan belum mempunyai anak walaupun sudah
menikah selama 7 tahun. Menurut pengakuan istri
haidnya teratur, keputihan tidak ada dan setelah
diperiksa HCG hasilnya dalam keadaan baik. Apakah
pemeriksaan anjurannya:
a. Darah rutin
b. Urin rutin
c. Sperma analisa
d. Hormon HCG
e.

123. Perempuan, 30 tahun, G4A2P1 datang ke UGD
perdarahan pervaginam di jalan lahir tiba-tiba
membasahi dua pembalut tanpa nyeri. Hasil
laboratorium Hb = 6,9/dl, leukosit 4500. Hasil USG
plasenta previa di posterior. Tindakan yang harus
dilakukan :
a. cukupkan Hb > 10 gr/dl
b. berikan induksi oxitosin
c. pecahkan ketuban
d. pemeriksaan double test (px u pastiin letak PP)
e. rawat hingga kehamilan 36 minggu

124. Wanita 25 thn G1P0A0, hamil 9 bulan mengalami
mual dan muntah hebat. Pemeriksaan fisik didapat
TD:100/70, HR:100x/i, RR: 28x/i, turgor kulit
kembali agak lambat, kulit kering. Cairan apa yang
harus diberi sebagai terapi awal:
a. RL
b. Dex 20%
c. Natrium bikarbonat
d. Glukosa 40%
e. NaCl 0,9%

Pembahasan: mual muntah menyebabkna
hiponatremi dan hipokloremia

125. Perempuan, 28 tahun mempunyai anak yang berumur
9 bulan dan sedang menyusui. Mengalami haid
terlambat sudah 2 minggu, hasil plano test (+).
25

Diagnosis apa yang dilakukan untuk memastikan
kehamilan :
a. CTG
b. B HCG
c. inspekulo
d. amniosintesis
e. USG

126. Perempuan, 35 tahun, G3P1A2, kehamilan 16
minggu, mengeluhkan nyeri perut dan keluar bercak
darah di celana. Pada hasil USG dinyatakan hamil,
plano test (+), dan sudah telat haid 2 minggu. Pada
pemeriksaan fisik terjadi syok hipoglikemia dan
pemeriksaan colok dubur terdapat benjolan pada
cavum douglas. Kemungkinan yang terjadi pada
pasien ini adalah :
a. abortus komplit
b. abortus inkomplit
c. KET
d. PUD
e. inflamasi pada rahim

Pembahasan:
PUD: tejadi di dalam/diluar siklus haid tanpa
kelainan organic dan hematologi, kelainan poros
hipotalamus/hipofisis/ovarium.
Px penunjang: biopsy bila (-) KI, USG,
hematologi, hormone reproduksi.
Th/ progesteron (hari 16-25 siklus haid selama 3
bulan)

127. Permpuan, 33 tahun datang dengan keluhan keputihan
setelah senggama yang dirasakan 4 hari yang lalu
dan dirasakan nyeri perut. Riwayat nikah umur 15
tahun, beranak 2 dan riwayat gonta ganti pasangan.
Pada pemeriksaan fisik ditemukan servik licin,
uterus dan adneksa dalam batas normal. Pada kasus
ini pemeriksaan apa yang dilakukan untuk
mendiagnosis :
a. Biopsi
b. Kolposkopi
c. Sistoskopi
d. Pap smear
e. DNA HPV

Pembahasan: Urutan PAPSmear -> kolposkopi ->
biopsi

128. Pasien perempuan, 35 tahun, G2P1A0 melakukan
control kehamilan dengan TD 150/90 mmHg, tidak
ditemukan edema pada ekstremitas, dan tidak
dijumpai proteinuria. Diagnosis pada pasien ini
adalah :
a. Hipertensi kronis
b. Hipertensi Gestasional
c. Hipertensi essensial
d. Pre eklamsi
e. Susperimprose preeklamsi

Pembahasan:
HT kronis: < 20 mgu tdk menghilang setelah 12
mgu post partum
HT gestasional: HT saat hamil, mhilang setelah
12 mgu post partum, proteinuri (-)
HT esensial: gejala HT tok
Superimposed preeklamsi: HT konis +
proteinuri
129. Perempuan, umur 49 thn, P3A0 tidak haid 12 bulan,
pada pemeriksaan fisik tidak dijumpai kelainan, pada
pemeriksaan ginekologi kehamilan 6-8 mgg, hasil
USG menunjukkan sesuai dgn gambaran mioma
uteri. Apakah rencana penanganan yg paling tepat
dilakukan untuk saai ini:
a. observasi
b. miomektomi
c. terapi hormon
d. histerektomi total
e. pemberian anti oksidan










PENYAKIT DALAM



130. Seorang pria dibawa oleh keluarganya ke IGD dengan
keluhan nyeri di seluruh tubuh. Keluhan ini disertai
dengan mual dan terkadang sampai muntah. Mata
berair (+), dll (gak ingat lagi). TD 80mmHg, nadi
120x/menit, akral dingin. Pemeriksaan urin : heroin
26

(+), marijuana (-), MDMA (-). Apa penatalaksanaan
pertama :
a.
b. bebaskan jalan nafas, rehidrasi, injeksi
antimuntah dan analgesik, rawat
c. bebaskan jalan nafas, rehidrasi, injeksi
antimuntah dan analgesik, rujuk
d.
e.

131. Pasien umur 39 thn datang dengan keluhan berdebar-
debar dan berkeringat dengan tensi 140/90mmhg,
nadi 90 x/i, RR 36x/i , L:.... hasil pemeriksaan
didapatkan pembesaran kelenjar leher 8x6cm tetapi
tidak berarti, DIBAWAHNYA ADA EKG. apa
pemeriksaan penunjang yang mendukung: dx:
hipertiroid
a. biopsi tiroid
b. T3-FTH TsHS, (px. Kadar TSHs, T3 total, free
T4, T4 total)
Th/: PTU
c. Solid tiroid
d. CT Scan Tiroid
e. USG tirod

132. Pasien laki-laki 52 thn datang ke IGD dengan
penurunan kesadaran. Sebelumnya pasien mengalami
sakit kepala dan muntah. Riwayat HT (+) dgn TD:
180/110 mmHg namun pasien tidak minum obat
teratur. obat yang paling tepat menurunkan TD
pasien adalah:
a. captopril personde
b. clonidine personde
c. furosemide perintravena
d. methyldopa personde: HT gestasional
e. B antagonis personde, KI pd sesak

Pembahasan:
Ca canel blocker: utk krisis HT nifedipin 5-10mg
diulang/15 menit (sekarang nifedipijn gak dipake
lagi)
Captopril: CAE I, batuk
Clonidin: pd Ht ringan-sedang,bgs utk HT dgn
peny.ginjal, krisis HT dosis: 75-150 mcg/ 1jam
Metildopa: utk Ht dgn insufisiensi ginjal

133. Pasien laki-laki 20 thn datang ke poliklinik dengan
keluhan BB menurun 6 kg selama 1 bulan ini. Pasien
mengeluh sering BAK, sering lapar dan cepat haus
dalam 1 tahun terakhir ini. Ibu os penderita DM
namun sudah meninggal 15 thn yang lalu. Dari
pemeriksaan fisik dan laboratorium darah rutin dalam
batas normal. Urinalisa puasa ++, urinalisa 2 jam PP
+++, KGDP: 256 mg/dl, KGD 2 jam PP 367 mg/dl.
Komplikasi yang dapat terjadi jika terjadi infeksi
adalah:
a. Gangguan makrovaskular
b. Neuropati diabetic
c. Ketoasidosis diabetic
d. Stroke iskhemik
e. Hipoglikemi

Pembahasan:
KAD:
Trias:hiperglikemi, asidosis, ketosis;
etio: infeksi, MCI, pancreatitis akut, obat steroid,
menghentikan/mengurangi insulin
GK: kusmaul, dehidrasi,bs syok hipovolemia, bau
aseton
Th: cairan: 1-2 liter NaCl,0,9% pd 1 jam I, jam ke
II 1liter

KAD HHNK
KGD 240 >600
PH arteri < 7,35 >7,30
Keton diurin + -
Osmolaritas Bervariasi >320
Kesadaran Sadar-koma Stupor- koma

134. Pasien laki-laki 50 tahun datang dengan keluhan nyeri
pada sendi lutut dan pergelangan kaki, memberat bila
bergerak. Sebelumnya pasien mengeluh kaku pada
sendi. Dari PF: tdk dijumpai pembengkakan pada
sendi, LED meningkat, Ro: penyempitan pada celah
sendi. Diagnosa pasien ini adalah:
a. Artritis Gout
b. Osteoarthritis
c. Remathoidartritis
d. Spondilitis TB
e. Spondilosis ankilosis

Pembahasan:
OA: degenerative > 40 thn, sering wanita, gemuk,
GK: nyeri pd sendi terutama saat bergerak, kaku
pagi lbh cepat hilang, krepitasi pembesaran sendi,
prdileksi: karpometakarpal I, metatarsofalangeal
I, tlg blkg, ltut n paha pd Ro:penyempitan rongga
sendi, bs ada deformitas, osteofit n
kista.Th;OAINS
Spondilosis ankilosis/becterev: usia akir remaja,
awal dws muda, srg pd pria,, sering kena vertebre,
panggul n bahu, GK: nyeri pinggang,
27

RA: kaku pagi, simetris, nodul rematoid, Ro: erosi
n dekalsifikasi tulang, Th: OAINS.. Penunjang:
anri rematoid serum
Arthritis Gout: LED meningkat, hiperuresemi,
tofus, Th; kolkisin, oains,korticosteroid

135. Pasien laki-laki 20 tahun diantar keluarganya ke
rumah sakit dalam keadaan tidak sadar. Pasien 3 hari
tidak makan dan obat insulin habis. Pasien dari kecil
menderita diabetes melitus. Dari hasil laboratorium
didapat hasil gula darah 400 mg/dl. Kemungkinan
pada pasien ini terjadi :
a. Asidosis laktat
b. Syok hiperglikemia
c. Krisis hiperglikemia
d. Koma ketoasidosis (GDS >250)
e. HHS (hiperosmolar hiperglikemia state)
136. Seorang wanita 47 tahun, mempunyai riwayat DM
sejak 5 tahun yang lalu, tapi sudah 1 tahun ini tidak
pernah kontrol. Pada pemeriksaan darah, kolesterol
205 mg/dl, trigliserida 300 mg/dl, Hb1Ac 8,7% (N <
6). Diet yang dianjurkan adalah:
a. sumber karbohidrat terutama serat larut
b. sumber protein terutama hewani
c. bahan makan dengan indeks glikemi dibawah 70
d. bahan makanan dengan serat terutama selulosa
e. bahan makanan dengan glukosa 240 gram/hari
137. Laki-laki 70 tahun datang dengan keluhan penurunan
berat badan. 10 tahun lalu dia gemuk tapi 2 tahun ini
berat badan tidak naik walaupun makan banyak.
Reduksi urin positif 3, KGD puasa 250mg/dl KGD 2
jam puasa 450 mg/dl. penyebabnya adalah :
a. meningkatnya Lipolisis Adiposit
b. Terhambatnya penumpukan Glikogen
c. Meningkatnya Katabolisme Protein
d. Berkurangnya cairan intraseluler
e. Meningkatnya Ekskresi Glukosa

Pembahasan:
Glukoneogenesis: pembentukan glukosa di hati
Glikolisis: glikogen jd glukosa

138. Seorang laki-laki, 25 tahun, datang ke UGD RS
dalam keadaan tidak sadar sejak 2 jam yang lalu.
Pasien panas tinggi yang hilang timbul sejak 3 hari,
menggigil, berkeringat dingin. TD 120/70 mmHg,
Nadi 80x/i, RR 24x/i, T 38C. Kulit pucat,
konjungtiva pucat. Hb 9 gr/dl, Leukosit 13.000/mm
3
.
Pada pemeriksaan hapusan darah tampak gambaran
plasmodium saussage shape. Diagnosa yang tepat
adalah:
a. Malaria falciparum
b. Malaria ovale: oval
c. Malaria vivax: granul Schuffner
d. Malaria quartana:
e. Malaria malariae

139. Seorang perempuan, 26 tahun, datang ke UGD RS
dengan keluhan demam sejak 1 hari yang lalu,
menggigil, berkeringat. Badan sangat lemah, mual,
muntah, pusing. TD 120/70 mmHg, Nadi 80x/i, RR 24
x/i, T 38C. Konjungtiva anemis, sklera ikterik,
terdapat hepatomegali dan splenomegali. Hb 7 gr/dl,
Leukosit 11.000/mm
3
, plasmodium falciparum ++.
Akan di infus kina. Cairan infus apa yang tepat
diberikan:
a. Ringer Lactat
b. NaCl
c. Dextrose 5%
d. MgSO
4

e. Plasma

140. Pasien dengan DM dengan TD 160/90 mmHg,
pemeriksaan urin: proteinuria (+). Pemilihan obat
hipertensi yang tepat:
a.
b.
c.
d.
e. ACE inhibitor
Pembahasan:
obat anti HT pada DM: ACE inhibitor , ca blocker
obat anti HT pada asma: CCB, ARB. KI:B bloker

141. Wanita 42 tahun datang ke UGD dengan keluhan
nyeri pada perut kanan atas sejak 1 jam yang lalu.
Nyeri hilang timbul, terasa tajam, tidak tertahan
hingga badan terasa lemas dan keluar keringat
dingin. Pasien juga mual dan muntah. Nyeri muncul
setelah 1 jam makan ayam goreng. Apa diagnosa
yang paling mungkin:
a. Ulkus ventrikuli
b. ulkus duodenum
c. kolelitiasis
d. pancreatitis
e. hepatitis akut

Pembahasan;
Ulkus ventrikuli/ulkus peptik: sakit setelah
makan, nyeri disebelah kiri
28

ulkus duodenum: sakit saat lapar, hlg setelah
mkn, sakit di kanan, epigastrium, sprt terbakar.
Gak kolik.
kolelitiasis: nyeri kolik (organ berongga/hilang
timbul), nyeri kanan atas, demam, ikterus
pancreatitis: nyeri tiba2, progresif, nyeri
epigastrium, bs menjalar ke punggung

142. laki-laki 20 tahun diantar ke poliklinik dengan
keluhan demam sejak 7 hari yang lalu. Demam
terutama sore hari. Nafsu makan menurun. Sejak 3
hari yang lalu pasien diare dan sakit perut.
Sebelumnya 10 hari yang lalu pasien makan di
warung dekat kampus. Dari pemeriksaan KU lemah,
TD 110/80, Nadi 72x/i, suhu 38,5 C. Apa
pemeriksaan untuk menegakkan diagnosa:
a. widal test ( minggu I)
b. kultur feses (akhir minggu I-awal minggu II)
c. kultur urin (akhir minggu II-awal III)
d. kultur darah ( Gold standar) minggu I
e. foto polos abdomen

Pembahasan:
Masa inkubasi tifoid 7-14 hari.
Gejala awal : Demam, malaise,anoreksia, nyeri
kepala ato perut, minggu pertama diare ato
konstipasi, minggu ke2 lidah kotor, delirium,
bradikardi relative. Hepatosplenomegali
Th/: Khloramphenicol, tiamphenicol,
trimetrophin (klotrimoxazole) Klo resistenn:
sefalosporin III, florokuinolon (cipro)
Titer O: >1/160, H: > 1/320

143. Seorang wanita 41 tahun mengaku dalam 3 bulan ini
mengalami penurunan berat badan sebanyak 5 kg. dia
mengaku tidak dalam program diet atau perubahan
aktivitas. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 110
x/i, TD 140/90 mmHg, suhu 36,9
0
C. kulit terasa
hangat dan kering, mata melotot. diagnosa apakah
yang cocok untuk penyakit ini:
a. Penyakit graves (hipertiroid)
th: PTU loading dose 100-150mg/6jam, 4-8
minggu 50-200mg/1-2x
b. Tiroiditis Hashimoto
(peradangan kel.tiroid sering menyebabkan
hipotiroid), bisa pada sindr.turner. gejala: tiroid
membesar, tidak nyeri tanpa rasa penuh dileher,
diturunkan.
c.

144. Wanita 55 tahun penurunan kesadaran jam yll.
Riwayat DM 7 tahun. Konsumsi obat glibenklamid.
Kesadaran koma. Nadi 100x/mnt, TD:150/90
mmHg, RR: 22x/mnt, afebris. Ulkus di kaki kanan.
Hb: 9, L: 1300, Ht: 34%, LED: 30, KGDS: 50
gr/dl. Diagnosa:
a. syok hipoglikemi
b. syok neurogenik
c. syok hipovolemik
d. koma hepatikum
e. koma diabetic
145. Seorang wanita berumur 20 tahun dengan riwayat
DM datang ke IGD dengan penurunan kesadaran dan
meracau sejak 2 jam yang lalu. Riwayat pemakaian
obat hipoglikemia selama 3 bulan dan berhenti
selama 2 hari. Pada pemeriksaan fisik vital sign
stabil, turgor menurun, delirium, nafas kussmaul.
Apa yang menyebabkan wanita tersebut menjadi
tidak sadar: dx. KAD
a. Hipoksia
b. Hipotensi
c. Dehidrasi
d. Hipoglikemia
e. Hiperglikemia
146. Laki laki 50 tahun datang dengan keluhan nyeri
kepala. pasien mempunyai riwayat DM tipe 2 sejak
15 tahun. TD 170/100 mmhg, pada pemeriksaan
laboratorium fungsi ginjal didapatkan peningkatan
BUN dan kreatinin. Obat hipertensi yang cocok
untuk kasus diatas ialah:
a. HCT
b. Captropil (ACE I)
c. Furosemid
d. Propanolol
e. reserpin

147. Laki laki 50 tahun datang memeriksa kesehatan
rutin, pasien tidak mempunyai keluhan apa apa, dari
hasil pemariksaan laboratorium didapat Hbs Ag (+),
SGOT 20 ui, SGPT 22UI. Diagnosa pasien tersebut
ialah: Normalnya SGOT:0-31, SGPT :0-37
a. Hepatitis B Kronis (pernah ada riwayat fase
akut)
b. Hepatitis B Kronis Aktif (HbeAg +,
pemeriksaan USG)
c. Hepatitis B carrier sehat (HbsAg +, tanpa
keluhan sebelumnya)
d. hepatitis B dormant
e. Serosis hepatis
29

Pembahasan:
Hepatitis B akut: HbsAg (+),HbcAg (+), HbeAg
(+), IgM anti HBe
HbsAb (+): setelah vaksin
IgM anti-HAv : fase akut, 3-6bln sesudahnya
Anti HAv (+) : infeksi lampau

148. Pasien laki laki 58 tahun datang ke praktik dokter
umum dengan keluhan pucat dan cepat lelah. dari
hasil pemeriksaan laboratorium didapat Hb 6 mg/dl,
leukosit 120.000/UI, trombosit 70.000/UI.
Morfologi darah didominasi sel blast seri meiloid.
Diagnosa pasien tersebut adalah:
b. Reaksi leukomiod
b. Leukemia meiloid akut
c. Leukemia meiloid kronis
d. Multiple meiloma
e. Meilodiasis

Pembahasan:
Leukemia meiloid akut: morfologi:sel blas
(darah putih muda) terlihat, pada org tua.
Leukemia mieloid kronis: pada anak2.
Leukemia akut: Hb , trombo, leu .
Leukemia kronis:Px DR:semua N,hanya Leu
Multiple meiloma: ca sel plasma, usia>40
th
,
nyeri tulang blkg dan rusuk, tulang mudah
patah, anemi, gagal ginjal, ro:osteoporosis,
biopsy sstl: sel plasma tersusun abnormal.

149. , 35 tahun, pekerjaan sopir bus, datang dengan
keluhan nyeri punggung kanan yang menjalar hingga
ke perut bawah dan selangkangan. Nyeri hilang
timbul sejak 1 bulan yll dan memberat sejak 5 jam
yll. Mual dikeluhkan, demam dan menggigil kadang-
kadang. Pernah kencing darah selama 1 atau 2 hari
yang dialami pada 1 minggu yll. Apa penanganan
awal yang paling tepat:dx nefrolithiasis(krn ada nyeri
menjalar) dx. nefrolitiasis
a. Terapi simptomatik (analgetik, anti piretik,
anti perdarahan)
b. Menganjurkan latihan fisik untuk mengurangi
nyeri
c. Px laboratorium
d. Px radiologi (USG abdomen)
e. Melakukan pemeriksaan fisik

150. Wanita, 20 tahun berobat ke poli dengan keluhan
kedua kaki bengkak sejak 5 hari yll. keluhan
disertai kencing merah dan sejak 3 hari yang lalu
frekuensi BAK dan jumlah berkurang. Keluhan
tidak disertai demam maupun rasa nyeri saat
berkemih. TD ; 160/90, piting edema pada kedua
tungkai. Hasil lab urin : silinder eritrosit 2-3/lpk.
Darah = ureum serum 150 mgdl. kreatinin serum
3,8 mg/dl. Diagnosa:
a. Nefrolitiasis
b. pielonefritis akut
c. sindrom nefrotik
d. glomerulonefritis akut
e. acute tubulo interstitial nepritis

Pembahasan:
Nefrolitiasis: kolik,nyeri menjalar
pielonefritis akut: demam, menggigil, nyeri
punggung bawah, mual, muntah,sering
berkemih, nyeri berkemih
sindrom nefrotik: proteinuria+,edema
anasarka, sering pada anak
GNA: hematuria, edema periorbita,
hipertensi,proteinuri+,eritrosit ++,albumin+,
kadang ureum kreatinin meningkat
acute tubulo interstitial nepritis:

151. , 25 tahun datang dengan keluhan utama nyeri
pinggang kanan. TD: normal, RR normal, nyeri
ketok costo vertebra kanan (+). Hb: 12,6 gr/dl,
Leukosit: 12.400/mm
3
, Trombosit: 276.000/mm
3
,
Ureum: 34 mg/dl, Creatinin: 1,4 mg/dl. Albumin
urin (+1), silinder, leukosit 10-12/lpb. Apa diagnosa
dari pasien tersebut:
a. Divertikulitis (nyeri perut kiri)
b. Appendisitis
c. Sistitis (sering kencing,vesica terasa penuh)
d. Vesikulolitiasis
e. Pielonefritis

152. Pria 40 tahun datang ke IGD dengan keluhan kejang.
Kejang dirasakan kurang lebih 15 menit. Nyeri
dirasakan saat kejang. Os pernah mengalami
pembesaran tiroid, dan telah menjalani operasi 1
bulan yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
grimace (meringis) dan spasme otot general terutama
daerah karpopedal (daerah pergelangan tangan, kaki,
jari). Pemeriksaan lanjutan yang diperlukan untuk
menunjang diagnosa:
a. protein total
b. KGDS
c. Elektrolit
d. T3 dan T4
e.

30

153. Seorang laki laki berumur 58 tahun datang dengan
keluhan penurunan berat badan > 6kg yang dialami
sejak 1 tahun lalu. Sebelumnya os mengalami gejal
gejala seperti banyak makan, banyak minum,
banyak kencing. Vital sign dalam batas normal.
Hasil pemeriksaan menunjukkan KGD puasa 297
mg/dl, KGD 2 jam pp 356, glukosa urine puasa + +,
glukosa urine 2 jam pp +++. Terapi yang tepat
adalah:
a. Sulfonilurea
b. Metformin (biguanid)
c. Akarbosa
d. Insulin

Pembahasan:
Sulfonilurea: terapi awal DM terutama dgn KGD
tinggi, ES: hipoglikemi
Metformin(biguanid) KI; hati2 pd org tua, sakit
ginjal, ggn fgsi hati n gagal jantung, ES: asidoasis
laktat
Insulin (pada DM dgn BB menurun cepat,
Ketoasidosis, koma hiperosmolar)

154. Wanita, 55 thn, tb:160 cm, bb: 80 kg. nyeri lutut sejak
2 bln (ntah 2 thn yg lalu), saat bangun pagi,
kakunya 20 menit, dan setelah duduk selama 5 mnt,
sulit berjalan, pembesaran sendi lutut, krepitasi,
foto didapatkan kista subkondral, diagnosa:
a. arthritis rheumatoid
b. arthritis gout
c. pseudogout
d. osteoarthritis
e. sinovitis bakteri

155. Laki-laki, muda, nyeri perut kanan, tidak bisa
berjalan tegak, nyeri perut, awalnya dari ulu hati,
nyeri di Mc Burney (+), rovsing sign (+), tdk nafsu
makan, mual, muntah. Hb: 14, Ht: 40, trombo:
250.000, luko:13.000, eritrosit : 4jt. Diagnosa:
a. appendicitis
b. colitis uretra
c. colitis ginjal
d. amoebiasis
e. perforasi ulkus duodenum

156. laki-laki, muda, demam 10 hari, suhu 38, sakit kepala,
perut kembung, mencret, 4-5x/hari, pemeriksaan:
a. barium enema
b. colonoscopy
c. endoscopy
d. USG abdomen
e. foto thorax

157. laki-laki, 45 thn, datang dengan keluhan nyeri dada
dan sesak. Tiba-tiba tidak sadar saat dianamnesa.
Nadi carotis dan radialis tidak teraba. Suara jantung
(-), nafas (-), yang pertama harus dilakukan:
a. resusitasi cairan
b. resusitasi kardiopulmoner
c.
d.

158. laki-laki, 58 tahun, penurunan kesadaran , DM, diare
2 hari, frekuensi 10 x / hari, vol 1-1 gelas,
somnolen, kussmaul, kenapa:
a. ketoasidosis
b. asidosis metabolic
c. alkalosis metabolic
d. asidosis respiratorik
e. alkalosis respiratorik

Pembahasan:
asidosis metabolic: bikarbonat dalam darah
kurang, biasa pd ggl ginjal, KAD, asidosis laktat,
bahan beracun,diare, DM. GK: mual muntah,
lelah
alkalosis metabolic: darah dalam basa,gk: kejang
otot,irritabilitas, spasme
asidosis respiratorik: CO2 dlm darah meningkat,
penyebabnya :emfisema, edema pulmonal, asma,
bronchitis kronik, GK: sakit kepala,
mengantuk,stupor,koma
alkalosis respiratorik: biasanya pada rasa nyeri,
sirosis,demam,overdosis aspirin, kadar oksigen
darah rendah, GK: cemas, gatal dibibir dan
wajah, bisa kejang otot) srg pd pnyakit asma,
kehamilan, sepsis

NB:
pH darah N: 7,35-7,45
PaCO
2
: 35-45 mmHg
(CO
3
)
2-
: 22-26 mEq/L
PaO
2
: 80-100 mmHg
Metabolik: perubahan (CO
3
)
2-
perubahan pH
Respiratorik: Perubahan PaCO
2
berbanding
terbalik dg perubahan pH

159. Perempuan 25 tahun, BAB 5 kali disertai
demam, tiap kali BAB perut nyeri, feses berlendir dan
berdarah, dari pemeriksaan darah didapatkan L
15.000/Ul, pemeriksaan feses tidak ditemukan
tropozoid. Tipe diare apa:
31

a. Osmotic
b. Sekretorik
c. Eksudatif
d. Hipermotilitas
e. Disentri (etio: shigella, salmonela)

Pembahasan:
Diare osmotik: krn malabsorbsi mknan, plg sering
lemak, krn obat2n
Diare sekretorik: krn infeksi, hormonal, tumor.
vol tinja banyak, biasa tetap berlangsung waktu
puasa mkn dn minum, tanpa nyeri, krn fx
psikososial, srg disbt diare fungsional

160. Pasien perempuan 45 tahun datang dengan keluhan
pucat, sulit konsentrasi, kurang nafsu makan, muntah,
BAB seperti TER (-), Nadi: 100 x/menit, konjungtiva
anemis, pembesaran lien (-). Hb: 9 gr/dl, Ht: 35,
eritrosit. Diagnosa:
a. Anemia pernisiosa: def:Vit B12,: makrositik
b. Anemia hemolitik: normositik normokrom
c. Anemia megaloblastik def: B12: makrositik
d. Anemia defesiensi besi: mikrositik hipokrom
e. Anemia aplastik; hipokrokrom normo/
makrositik
f. Anemia Sideroblas: mikrositik hipokrom, etio:
herediter, leukemia myeloid, myeloma, alcohol,
OAT(INH), timah hitam

->Megaloblast: B12, as folat

161. Wanita 22 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan
demam yang disertai mual muntah dan badan terasa
lemas. Keluhan ini dirasakan sejak 4 hari yang lalu.
Dari anamnesis didapatkan . Mengalami keluhan
yang sama, pada pemeriksaan tanda vital
didapatkan suhu badan 39 C, konjungtiva ikterus.
Diagnosa yang paling mungkin:
a. Hepatitis viral
b. Hepatitis bakteri
c. Leptospirosis
d. Amoebiasis
e. Iskemik hepatitis

Pembahasan:
Hepatitis viral : didahului gejala prodormal:
malaise, anoreksia, mual munta, laryngitis,
batuk, coriza, fotobobia, skt kpl mialgia, hilang
saat tmbl ikterik kecuali malaise, mialgia.
Leptospirosis: etio: leptospiraceae GK: demam
tinggi, menggigil, skt kpl, nyeri otot, nyeri
M.gastroknemius, mual munta, diare, ikterik,
komplikasi: GNA,TH: penisilin G 4x1,5 juta U
Amoebiasis: etio: E.histolitika, GK: ggn GIT,
demam, Th: metronidazol 4x500mg
Iskemik hepatitis: syok hepar dgn
aminotransferase > 1000 & LDH meningkat
162. Laki-laki 46 tahun kerja di bagian keuangan sebuah
perusahaan,datang ke praktek dokter dengan keluhan
nyeri perut yang dirasakan hilang timbul, tidak hilang
dengan terapi yang diberikan dokter kontrolnya,
dokter menyarankan untuk kolonoskopi, hasil
kolonoskopi dalam batas normal, apa diagnosanya:
a. Irritable bowel sindrom
b. Inflamatori bowel desease
c. Ulkus duodenum
d. Ulkus gaster
e. Duodenitis
Pembahasan:
Irritable bowel sindrom: nyeri perut, diare,
konstipasi. Bersifat psikologis
Inflamatori bowel desease: diare kronis, tdd
colitis (rectum-sigmoid-colon) & crohn disease
( seluruh GIT, cobles stone)
Ulkus duodenum: nyeri saat lapar
Ulkus gaster: nyeri sesuda mkn
Duodenitis: etio: infeksi bakteri H.pilory, GER,
virus, NSAID
163. Laki-laki 58 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan sering lemas yang dirasakan sejak 1 bulan
yang lalu, urine berwarna gelap, sejak usia 30 tahun
pasien sudah mengkonsumsi alcohol, badan kurus,
mata kuning, kelopak mata tidak sembab, perut
buncit, spider nevy (+), nyeri ketok pinggang (-). Apa
diagnosanya:
a. Sindrom nefrotik
b. Koledokolitiasis
c. Abses hati
d. Sirosis hepatis
e. Tumor pancreas
Pembahasan:
Sindrom nefrotik: biasa pada anak2
Koledokolitiasis (batu di saluran ductus): nyeri
kolik bilier, bil direct meningkat cos ikterik
pasca hepatik
Sirosis hepatis, komplikasi: pecah varises
esophagus, koma hepatikum
32

Tumor pancreas: nyeri hingga punggung, diare
steatore.

164. Wanita, 40 tahun datang dengan keluhan rasa
tercekik setelah injeksi antibiotic intra vena 1 jam
yang lalu. Tindakan yang dilakukan: dx: anafilaktik
syok
a. Epinefrin IM (dosis 0,3-05 cc 1:1.000)
IV 1:10.000, anestesi lokal 1:100000
b. Steroid IM
c. Anti Histamin IM
d. Salbutamol,inhalasi
e. Dopamin infuse

165. Seorang wanita berusia 28 taahun datang dengan
keluhan nyeri pada pergelangan tangan dan bengkak
pada sendi yang telah dirasakan sejak beberapa hari
yang lalu. Pemeriksaan fisik : merah, udem, nyeri
tekan (+) metalophalangeal II, III, dan sendi
pergelangan tangan bilateral. Pemeriksaan penunjang
apa yang paling tepat dilakukan:Dx Rematoid artritis
a. Foto manus
b. LED
c. Hitung jenis leukosit
d. Rheumatoid factor
e. Anti nuclear antibody (SLE)
166.Seorang wanita 18 tahun kecelakaan lalu lintas, lalu
dibawa ke rumah sakit. Dari pemeriksaan fisik
didapatkan: tekanan darah 90/70, nadi 80 kali, RR:20
kali, Hb 10,8. Anti a positif, anti b positif, anti resus
positif. Apakah golongan darah pasien ini:
a. A ( antigen A +, antibody B +)
b. B (antigen B +, antibody A +)
c. O (antigen A&B -, Antibodi A&B +)
d. AB (antigen A&B +, Antibodi A&B -)
e. Tidak dapat ditentukan
167. Seorang wanita 32 tahun riwayat DM tipe 2 sejak satu
tahun lalu, pasien juga menderita gagal ginjal
progesif sejak dua tahun, belum dilalukan dialysis.
Saat ini pasien mengeluhkan lemah dan pucat. Dari
hasil pemeriksaan fisik tidak didapatkan
abnormalitas. HB: 9 gr/dl, leukosit 9800/ul,
trombosit 152000. Menurut anda apakah penyebab
pendarahan pasien ini:
a. Leukemia akut
b. Anemia sideroblastik
c. Defisiensi eritopointin (kalo pertanyaannya
penyebab Hb rendah)
d. Defisiensi enzim eritrosit
e.

168. pasien wanita umur 30 tahun datang ke poliklinik
dengan keluhan batuk kering dan pusing. Ia tidak
cocok bekerja di tempat ia bekerja. Ia mengalami
keluhan seperti ini sejak 1 tahun yang lalu. Ia juga
sudah pindah ke unit kerja yang baru sejak 1 tahun
yang lalu. Ia juga tidak dapat bekerja dengan teman
barunya. Setelah semua penatalaksanaan dilakukan,
apakah upaya yang tepat yang harus dilakukan:
a. Pengendalian segera ditempat kerja
b. Mengganti pekerjaan sesuai kondisi kerja
c. Berhenti bekerja sesuai kondisi kerja
d. Evaluasi kembali kerja
e. Mencoba lebih terbuka dengan teman baru

169. Pasien laki-laki umur 47 tahun datang ke UGD
dengan keluhan tidak keluar kencing, kedua kaki
bengkak, dan mual dan muntah. Sejak 15 tahun
yang lalu pasien sudah mengalami kencing batu
tetapi pasien tidak berobat karena tidak mempunyai
biaya. Dari pemeriksaan fisik didapatkan Tinggi
badan 168 cm, berat badan 60 kg, pemeriksaan
laboratorium didapatkan ureum 113 mg/dl, creatinin
5,6 mg/dl, gula darah sementara 167 mg/dl.
Apakah yang menyebabkan mual dan muntah pada
pasien:
a. sindrom uremi
b. sindrom metabolic
c. batu saluran kencing
d. infeksi saluran kencing
e. gula darah tidak terkontrol

Pembahasan:
sindrom uremi, GK: asidosis metabolic, nafas
kusmaul, pruritus, anemia, nafas bau ammonia,
mual muntah

170. Pasien laki-laki umur 47 tahun datang kepoliklinik
untuk melakukan pemeriksaan rutin. Dari hasil
pemeriksaan fisik didapatkan tinggi badan 170 cm,
berat badan 60 kg. indek massa tubuh pasien
termasuk kategori ?
a. underweight
b. normal
c. overwigt
d. obese I
e. obese II

Pembahasan:
IMT=BB/TB (m)
2
60/(1,7)
2
= 20,76
33

BB kurang : < 18,5
BB N : 18,5-22,9
BB lebih : 23,0
Dgn resiko : 23-24,9
Obes I : 25, 29,9
Obes II : > 30,0

171. Empat puluh karyawan mengalami mual, muntah, dan
kram perut 3 jam setelah makan makanan.
Penyebabnya:
a. Stappilococus aureus
b. Clostridium Perfringens
c. Salmonela Thypirimium
d. E.coli GK
e. Clostridium botulinum

Pembahasan:
Stappilococus aureus: paling sering, inkubasi 1-
6jam, GK: muntah, diare, kejang otot perut, skt
kpl, TD turun
Clostridium Perfringens: diare, kram
abdominal, inkubasi: 8-22 jam
Salmonela Thypirimium: inkubasi: 6-72 jam,
GK:demam, nyeri abdomen, mual muntah, diare
berdarah,diare inflamatorik
E.coli : diare cair, inkubasi > 16 jam
Clostridium botulinum; mknan kaleng, 12-36
jm, GK; lesu, skt kpl, pusing

172. Seorang laki-laki, 50 thn datang ke dokter
mengkonsultasikan hasil lab HbsAg (+) dan
HbeAg(+). Apa hasil kesimpulan dari hasil lab
tersebut:
a. pernah menderita hepatitis
b. pernah mendapat imunisasi hepatitis
c. menderita hepatitis B dan hepatitis E secara
bersamaan
d.
e. sedang menderita hepatitis B dan sangat
infeksius

173. Laki-laki 25 thn luka digigit ular ukuran luka 30 cm
disertai edema, bercak perdarahan, eritema, dan
nyeri yang sangat disertai muntah 5x. terapi segera
yang diberikan adalah:
a. Serum antibisa ular (polivalen; 2 vial @ 5ml
IV dalm 500cc NaCl 0,9%/ dex 5% dg kec
40-80 tts /mnt
b. Serum anti tetanus
c. Antibiotic
d. Adrenalin
e. Tetanus toksoid

174. Laki2 58 thn keluhan bengkak seluruh tubuh. PF:
edema anasarka dengan pitting edema. Pemeriksaan
untuk menunjang diagnosa adalah: dx. Sindrom
nefrotis
a. pH dan ketonuria
b. glukosuria dan hematuria (DM/GNA)
c. protein dan silinderuria
d. leukosituria dan nitrituria (ISK)
e. BJ dan kristal
175. Soal cerita dari no Tata laksana awal yang paling
tepat: anak rewel, turgor kembali lambat, air mata masi
ada, dx: dehidrasi ringan sedang
a. Beri cairan lebih banyak dari biasanya
b. Rehidrasi oral dan pantau 4-6 jam selama 4 jam
pertama
c. Beri tablet zinc 10-14 hari
d. Beri cairan normal salin 30 ml/kg BB dalam 1
jam
e. Beri oralit 500 ml sedikit2 dan setelah 4 jam
nilai ulang derajat dehidrasi

176. Seorang wanita 35 thn datang ke puskesmas dengan
keluhan badan terasa lemas dan sering buang air
kecil. Dari hasil pemeriksaan kadar gula darah
sewaktu didapatkan nilai 300 gr/dl. Keluhan ini
disebabkan oleh :
a. Tiroksin (tiroid)
b. Insulin
c. Aldosteron (cushing synd)
d. Kalsitonin (def vit D)
e. Vasopresin (

177. Seorang laki-laki 37 thn datang dengan keluhan kaki
kanan bengkak sejak 3 hari yll disertai nyeri di
lipatan paha kanan. Sebelumnya pasien mengalami
demam tinggi selama 1minggu. Tetangga pasien
juga ada yang mengalami hal yang sama. Dari hasil
pemeriksaan didapatkan pitting udema di tungkai
kanan. Pemeriksaan darah tepi ditemukan parasit
berbentuk silindris, berselubung dengan inti teratur.
Penyebab penyakit yang diderita laki-laki ini adlh :
a. Brugia Malayi: sering ditungkai bawah
b. Wuchereria Bancrofti: sering dialat kelamin
c. Onchocerca Volvus
d. Mansonela Pertans
e. Loa Loa (lalat tsetse)

34

178. Seorang wanita 20 thn dibawa warga dalam keadaan
tidak sadar setelah minum obat. Sisa obat juga ada
dibawa. Pasien tidak dapat dibangunkan baik
dengan rangsangan suara ataupun rangsangan fisik.
Dari hasil pemeriksaan didapatkan Nafas lemah,
TD: 120/80 mmHg, Nadi 70x/i. Kira-kira obat apa
yang telah dikonsumsi pasien tersebut:
a. Digoxin
b. Diazepam
c. Morfin
d. Extasi
e. Fenilpropanolamin

Pembahasan:
Digoxin:agitasi, diare, sakit kepala
Diazepam: dilatasi pupil, nafas turun, takikardi,
diare
Morfin: depresi napas, hipotensi, bradikardi,
sianosis, pupil pin point
Intoksikasi opiate aloanamnesa, riwayat
pemakaian obat, bekas suntik, pmrksaan urin
trias intoksikasi: depresi nafas < 12x/mnt, pupil
pin point, kesadaran menurun penanganan:
bebaskan jln nfs, O2, infuse dex 5%/ NaCl
0,9%, antidotum nalokson
Extasi: agitasi, HT, takikardi
Fenilpropanolamin : syok hemoragik

179. Seorang laki-laki 20 tahun, dibawa ke UGD RS
karena usaha bunuh diri dengan cara minum racun
pembasmi serangga. Pemeriksaan Fisik kesadaran
gelisah, miosis, hipersaliva. Untuk pengobatan
antidotum yang dapat diberikan:
a. Kalsium glukonas (antidot MgSO
4
)
b. Sulfas atropin
c. Asetil kolin
d. Epinefrin (syok anafilaktik)
e. Nalakson (antidot morfin)

180. Seorang laki-laki usia 32 tahun datang ke poliklinik
dengan keluhan pusing-pusing. Dari pemeriksaan
fisik didapatkan TD 120/80. Diagnosa apa yang
tepat:
a. Hipotensi
b. Normotensi <120/80
c. Prehipertensi 120-139/80-89
d. HT gr I 140-149/90-99
e. HT gr II > 160/100
f. HT gr III 180/110
181. Pria 41 tahun, keluhan nyeri ulu hati, mual, muntah,
serta perut kembung. Riwayat penggunaan obat anti
inflamasi. Diagnosa yang paling mungkin:
a. Dispepsia tipe dismolity
b. Dispepsia tipe like ulcer
c. Dispepsia tipe mixed
d. Tukak duodenum
e. Gangguan gastroesofageal reflux

Pembahasan:
Dispepsia tipe dismolity: kembung, mual, cpt
kenyang
Dispepsia tipe like ulcer: nyeri epigastrium
dominan, nyeri pd malam hari
Tukak duodenum: nyeri epigastrium saat lapar

182. Pria 50 tahun, nyeri sendi ibu jari kaki kiri merah dan
bengkak lebih 1 hari serangan dan 1 sendi saja yang
terserang. Terapi pencegahan: dx. Gout
a. Kolkisin, kompres dingin, atrosioksin, stop
rokok dan es krim
b. Kolkisin, artrosintesin, stop olah raga dan rokok
c. NSAID, kompres dingin, artrosintesin dan
jangan makan es krim
d. NSAID, kompres dingin, kolkisin,
atrosintesin dan mengubah gaya hidup
e. NSAID, kolkisin, artrosintesin, harus pakai AC

183. Pria 40 tahun, keluhan nyeri perut, darm steifum (+),
defans muskuler (+), suara tympani. Apa
pemerikasan penunjang yang awal dilakukan:
dx:peritonitis
a. BNO (foto polos abn AP)
b. BNO-IVP (fs ginjal)
c. Polos abdomen: air fluid level (AP, lat, LLD:
left Lat Decubitus)
d. Barium enema
e. CT Abdomen

184. Pria 41 tahun, sakit perut melilit, buang air besar
berdarah dan berlendir. Diagnosa apa yang paling
tepat: dx. disentri
a. Diare Sekretorik
b. Diare Osmotik
c.
d.
e. Gastroentritis

Pembahasan:
Diare Sekretorik: biasa karena infeksi, hormone,
tumor.
35

Diare Osmotik : malabsorbsi makanan

185. Pria 69 tahun dengan penurunan kesadaran 14 hari,
diare 5x muntah 7x, TD 90/60 mmhg, HB 10, GDS
395, Na 138 (135-145), K 3,9 (N:3,5-4,5), ph 7,5,
Diagnosa yang paling mungkin adalah :
a. Koma Asidosis
b. Koma Ketiasidosis
c. Koma Hiperglikemi
d. Koma Hipoglikemi
e. Koma Ketorespiratorik

186. Pasien laki-laki umur 30 tahun datang ke dokter
deengan keluhan sering kaku pada pagi hari, terjadi
bengkak pada jari tangan pemeriksaan rheumatoid
test (+). Bagaimana penatalaksanaan awalnya DX:
AR
a. OAINS
b. Kortikosteroid
c. Methothrexate
d. Dexamethasone
e.
NB: NSAID yg aman untuk OA & RA: celecoxib

187.Seorang laki-laki umur 20 thn datang ke IGD RS
karena penurunan kesadaran.dari pemeriksaan fisik
didapatkan nadi lambat, TD 110/70 mmhg, nadi 80
x/I penuh, nafas lemah, didapatkan luka bekas
suntikan lama dan baru di area lengan dan pupil
mengecil kemudian melebar. Obat penurunan
kesadaran yang digunakan adalah:
a. Pencyclidine
b. Dietyleter
c. Pentothal
d. Ekstasi
e. Morfin
Jenis opiate: kodein, dmp, loperamil, meperidin,
heroin, morfin

188. Pasien umur 38 tahun. datang dengan keluhan nyeri
pada kaki. dari pemeriksaan vital sign dalam batas
normal. pada kaki pasien didapati bengkak. pasien
diperkirakan mengalami defisiensi vitamin:
a. Tiamin (B1)
b. Riboflavin (B2)
c. Niasin (vit B3)
d. asam pantotenat
e. biotin

Pembahasan:
Def B1 : ggn SSP (memori /hilang, nistagmus,
optalmoplegia, dan ataksia). Ggn SSTepi
(neuropati perifer). kelemahan, kehilangan
fungsi sensorik, motorik dan reflek kaki. beri-
beri jantung (jantung membesar, aritma,
hipertensi, odema, gagal jantung)
Def Niasin (B3); peny. Pelagra. Dermatitis,
biasa pd yg makan jagung
Def vit B2 (riboflavin): mata merah, fotofobi,
peradangan mulut, bibir pecah-pecah. keriput,
kuku pecah. Bila parah: anemia, gangguan
saraf, pembengkakan lidah. sering pada pecandu
alkohol.
Def asam pantotenat :kekejangan dan mati
rasa.Pada kondisi ringan: sakit kepala,
insomnia, gangguan pencernaan. Biasa pada
pecandu alkohol dan manula. Hal ini
disebabkan oleh menurunnya daya cerna
makanan sehingga banyak nutrisi yang tidak
diserap tubuh dan segera hilang

189. Seorang pasien datang dengan keluhan tinja encer
bercampur darah... pemeriksaan apa yang harus
dilakukan:
a. kolonoskopi
b. kultur tinja
c. segmoidiskopi
d. foto polos abdomen
e. tinja lengkap

190. Pasien datang dengan keluhan demam sudah 4 hari,
dari pemeriksaan didapatkan ptechie di seputaran
lipatan kedua tangan, diagnosa pasien ini adalah:
a. demam dengue:
b. demam berdarah dengue grade I
c. demam berdarah dengue grade II
d. demam berdarah dengue grade III
e. demam berdarah dengue grade IV

Pembahasan;
DD: demam + sakit kepala, nyeri retroorbita,
mialgia, artalgia
DHF gr I: DD + rumpled test (+)
DHF gr II: DHF I + perdarahan spontan
DHF gr III: DHF II + ggl sirkulasi
DHF gr IV: DSS

191. Seorang wanita datang dengan keluhan sering lapar
dan dahaga akhir-akhir ini, tetapi berat badan turun 3
kg dst. diagnosa yang paling tepat :
36

a. tirotoksikosis
b. sindrom nefrotik
c. infeksi saluran kemih
d. diabetes meletus
e. hipertensi

192. Pasien laki laki 20 tahun datang dengan gangguan
kesadaran. pasien dibawa sekalian dengan obat yang
diminumnya. setelah dibangunkan dengan
rangsangan suara dan rangsangan nyeri pasien tidak
ada respon. tekanan darah 120/80 mmHg. HR 100
kali. RR 18 kali. apa penyebab pasien tidak sadarkan
diri :
a. penylethilamin
b. Ektasi (lupa singkatannya)
c. Diazepam
d. Morphine
e.

193. Pasien datang dengan dengan tidak sadar, laki laki
umur 20 tahun. dibangunkan dengan rangsangan
nyeri pasien tidak bangun. dari pemeriksaan fisik
didapati adanya bekas suntikan. Tekanan darah
110/70 mmHg. HR 96 kali. RR 24 kali. apa yang
dikonsumsi sehingga pasien tidak sadar :
a. ektasi
b. diazepam
c. morpin
d. ethyleter
e.






OPHTALMOLOGY



194.Pasien umur 40 thn datang dengan keluhan mengalami
penglihatan berkurang dengan tekanan darah 180/110.
Pemeriksaan fundus dalam batas normal papil tidak
edema. Apa yg menyebabkan pasien kebutaan
tersebut
a. Papilitis: radang pada papil saraf optik,
b. papil edem
c. losichiam
d. gloucoma absolut
e. stroke oksipital: kena lobus carcarina

195. Seorang anak umur 1 thn dibawa ibunya ke
puskesmas dengan keluhan mata merah sudah 5 hari
yang lalu gatal silau dan serasa seperti berpasir,
keluhan ini sering dirasakan bila anak ke luar rumah.
Apa diagnosanya:
a. konjungtivitis vernal: ok alergi
b.
c. konjungtivitis folikulitis
d.

196. Pasien umur 39 thn dengan keluhan mata merah,
berair dan seperti berpasir dari pemeriksaan kornea
didapatkan sel dendritik. Apa pemeriksaan awal yang
akan dilakukan: dx: keratitis viral (herpes)
a. Perimetri: px lapang pandang
b. Tonometri: u glaukoma (TIO)
c. funduskopi
d. kapimetri : lapang pandang
e. refraksi

197. Pasien umur 39 thn datang dengan visus ODS 6/15
setelah dites pinhol (+) maju menjadi 6/6. Apa
diagnosanya:
a. Presbiop
b. Hipermetrop
c. Miop
d. Astigmatismus
e. An isometropia

Pembahasan:
Presbiop: rabun dekat pd org tua
Hipermetrop: sinar dibiaskan diblkng retina,
rabun dekat, th/: S +
Miop: sinar dibiaskan didpn retina, lbh jls liat
dekt, rabun jauh th/: S -
Astigmatismus: sinar dibiaskan tidak pd 1 titik.
Th/: silindris
Anisometropia: terdapat perbedaan kelainan
refraksi antara kedua mata

198. Pasien dengan umur 40 thn dengan mata merah, gatal,
berair, terasa berpasir OD visus 5/15 OS 6/60
palpebra spasme (ciri inf virus). Apa penyebabnya:
dx. Keratitis (visus turun)
37

a. infeksi bakteri: sekret lebih dominan
b. infeksi jamur: sel satelit, abu2
c. infeksi virus
d.
e.

199. Wanita 30 thn visus menurun, jika membaca lama
sering pusing, VOD 5/20, VOS 5/30, segmen anterior
tenang. Pemeriksaan yang dilakukan:
a. Siklopegik dan refraksi ulang
b. Refraksi
c. IOP
d. Pinhole
e. Funduskopi

200. Seorang laki-laki 12 tahun, datang dengan keluhan
mata gatal dan berair dan terasa berpasir. Dari
pemeriksaan didapatkan mata merah merata, visus
normal, adanya cobles stone di konjungtiva tarsalis
superior. Terapi apa yang diberikan: dx. Konj. vernal
a. Antihistamin oral
b. Steroid oral
c. Antibiotik oral
d. Analgesik oral
e. AINS oral

Pembahasan: seharusnya Th/ konj. Vernal: sembuh
sendiri, steroid lokal/sistemik

201. Seorang laki-laki 19 thn datang ke praktek dokter
umum untuk mendapatkan surat keterangan sehat.
Dari pemeriksaan pasien menyandang buta warna.
Dari riwayat keluarga orang tua pasien bapak dan ibu
pasien tidak menderita buta warna. Berapa persenkah
faktor resiko buta warna pada anak laki-laki ini:
a. 0
b. 25 klo laki2 diantara semua anak
c. 50 klo hanya diantara anak laki-laki
d. 75
e. 100

202. , 24 tahun datang dengan keluhan utama benjolan di
kelopak mata kanan atas sejak 1 minggu yll.
Benjolan keras, tidak nyeri, tidak hiperemis,
pseudoptosis. Apa penyebab benjolan tersebut: dx:
kalazion
a. Hiperplasia epitel kelenjar Zeis
b. Hiperproliferasi epitel kelenjar Moll:
c. Peradangan supuratif kelenjar Meibom
d. Sebukan radang palpebra oleh S. Aureus
e. Peradangan granulomatosa kronis kelenjar
Meibom

203. Wanita, 17 tahun ke puskesmas dengan keluhan
benjolan timbul sejak 3 hari sebelumnya disertai rasa
nyeri. Pada PF: benjolan setampat seukuran kepala
jarum pentul. Warna kemerahan mengilat dan nyeri
tekan. Diagnosa :
a. kalazion
b. hordeolum
c. dakroadenitis
d. abses palpebra
e. moluskum kontangiosum

Pembahasan:
kalazion: radang lipogranuloma kronis kelenjar
meibon
hordeolum: radang supuratif pd klpk mata, etio:
staphy, Gjl: bengkak, rasa sakit, nyeri tekan
horedolum interna: Peradangan supuratif
kelenjar Meibom
hordeolum eksterna: peradangan supuratif
kelenjar Moll dan Zeis
dakroadenitis: rdg pd sakus lakrimalis gjl:
epifora, merah, bengkak di medial klpk mata
bawah

204. Laki-laki, 18 tahun mata merah sejak 3 hari yang lalu
gatal, secret kental, px fisik: konjungtiva hiperemis,
tidak ada penurunan penglihatan, pemeriksaan
optalmoskopi gambaran cobble stone appearance pada
konjungtiva. Diagnosis:
a. Konjungtivits bacterialis
b. Konjungtivitis viral
c. Konjungtivitis vernal
d. Konjungtivitis jamur
e. Konjungtivitis inklusi
Pembahasan:
Conjunctivitis viral: sel dendritik
Conjunctivitis bacterial
Conjunctivitis jamur: sel satelit
Konjungtivitis alergi,
Konj. Vernal :hipersensitivitas tipe I (ada
cobble stone, trantas dot)
K. Flikenularis, hipersentivitas tipe IV,
biasanya krn kurang gizi/radang sal.
Pernapasan)
K.kataralis: ada cairan seromusinosa
38

K. Folikuler kronik, benjolan kecil merah pada
lipatan retrotarsal. Rx thd virus & alergen toxic
(iododioxiuridin, fisostigmen, klamidia)
K. Gonorhoe. akut, disertai sekret purulen

205. Perempuan 40 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan nyeri mata kanan hebat, keluhan disertai
penurunan penglihatan mendadak dan tampak adanya
lingkaran seperti pelangi. Pasien juga merasakan
nyeri kepala, mual dan muntah. Pada pemeriksaan
mata dextra didapatkan konjungtiva hiperemis pada
perabaan bola mata dektra terasa lebih keras.
Diagnosis:
a. Glaucoma akut
b. Panoptalmitis
c. Endoptalmitis
d. Uveitis akut
e. Ulkus kornea

Pembahasan:
Endofthalmitis: radang purulen pd all
jar.intraokular, abses bdn kaca (+)
Gjl: demam,mata sakit, merah, kelopak bengkak,
edema kornea, keratik presipitat, hipopion, visus
sgt menurun
Glukoma terbuka. Th: pilocarpin n epinefrin
(melancarkan outflow)
Glukoma tertutup. Th: asetazolamid oral
(mengurangi humour aquous)
Uveitis: fotofobi, nyeri, mata merah, visus ,
lakrimasi, inj.perikorneal, keratik presipitat, nodul
iris, sel2 aqueous, flare, sinekia post, sel2 vitreus
ant.
Etio: berhub dg peny.sistemik, inf virus, jamur,
bakteri, cacing, protozoa.
Th/: midriatikum (siklopegik), steroid, obat2
sitotoksik, siklosporin
Ulkus kornea:

206. Wanita 10 thn, visus mata kanan 6/60 kiri 6/12,
dengan pinhole kanan tetap, kiri 6/6, koreksi kanan
dengan +4 tetap, kiri dengan +1 jadi 6/6. Diagnosis:
a. Ambliopia
b. strabismus
c. astigmatisma
d. astenopia: mata lelah
e. malingering: dibuat2

Pembahasan:
ambliopia: mata malas, ggn visus tanpa kelainan
fundus. Visusnya tidak bisa lagi N.
stabismus: ketidakseimbangan otot penggerak
bola mata
o Ekstropia: juling ke luar
o Esotropia: juling ke dalam
o Heterotropia: membakat juling
o Eksoforia: cenderung juling ke luar
o Esoforia: cenderung juling ke dalam

207. Perempuan 50 tahun datang dengan keluhan mata
kanan merah, kabur, dengan visus 1/60, konjungtiva
hiperemis, flouresense kornea defect infiltritat abu-
abu dan satelit positif. tepi tak teratur. bilik mata
depan terdpat hipopion (pus di dalam CoA),
Penyebab paling mungkin: dx. Ulkus kornea
a. jamur
b. virus
c. stafilokokus
d. pneumokokus
e. streptokokus: wrn hijau/kuning

208. Pasien laki-laki umur 30 tahun datang ke poliklinik
dengan keluhan penglihatan kedua mata buram.
Sebelumnya pasien memakai kacamata silindris,
setelah 3 bulan ini pasien tidak memakai kaca mata
lagi karena penglihatannya tetap buram. Dari hasil
pemeriksaan oftalmologi VOD: 5/20, VOS: 5/15.
Hasil koreksi kaca mata kanan S-1,00 C +0,50 X 120
dan mata kiri S-1,50. Berapakah hasil transposisi
koreksi mata kanan pasien:
a. S+0,50 C-0.50 X 30
b. S-0,50 C+0,50 X 30
c. S-0,50 C-0,50 X 30
d. S+1,0 C-0,50 X 30
e. S-1,0 C+0.50 X 30

209. Pasien 30 tahun datang funduskopi : perdarahan
subkonjungtival, tepi papil mengalami perdarahan
.VOD :5/5, VOS :5/5. Bintik buta membesar.
a. Neuritis retrobulbar
b. Acute iskemik optik neuropati
c. Atropi papil
d. Papil edem

Pembahasan:
Neuritis retrobulbar: fudus N, tjm penglihatan
turun berat, atropi desenden, papil pucat, batas
tegas, nyeri saat mt bergerk
Acute iskemik optik neuropati: pembengkakan n
pucat diskus disertai menghilangnya
penglihatan, ada 1-2 perdarahan
39

Papil edem: lapang pandang bs N, pmbesaran
bntk buta

210. Anak 3 tahun mengalami mata juling sejak 3 bulan.
Ibunya berkata sejak bayi pada anaknya sering
didapatkan cahaya kuning pada tengah kedua
matanya. PF: bola mata lebih keras dari normal.
Funduskopi: didapatkan reflek kuning pada kedua
mata. Diagnosa:
a. Glioma
b. Ateroma
c. Katarak
d. Glaucoma
e. Retinoblastoma

211. Seorang laki-laki, 30 tahun matanya terciprat HCl
dimatanya dan dibawa ke IGD dan tindakan awal
yang harus dillakukan adalah:
a. bebat tekan
b. kompres dingin agar tidak nyeri
c. Irigasi dan cuci bersih selama 15-30 menit
(kalo asam pake aqua/cairan fisiologis). Kalo
basa irigasi lebih lama
d. beri AB agar tidak terjadi infeksi
e. berikan analgetik

Pembahasan:
irigasi pakai aqua/cairan fisiologis.
Kalo basa irigasi lebih lama.

212. Laki-laki, 40 thn mengeluhkan mata kirinya tiba-tiba
nyeri saat membaca Koran dan disertai nyeri kepala
sebelah kiri. Dari pemeriksaan fisik didapatkan mata
merah, konj palpebra bengkak. Apa Dx yang
mungkin:
a. iritis akut: = uveitis ant. mata sakit, merah,
fotofobia.
b. konjunjtivitis akutdakrioadenitis akut
c. uveitis akut
d. glukoma sudut tertutup (akut), -> th/
asetazolamid

Pembahasan:
inj. Silier (dari sentral ke perif) pada uveitis,
keratitis,glaukoma Inj. Lebih gelap.
inj konjungtiva (dari perif ke sentral), lbh
hiperemis. Pada konjungtivitis

213. Wanita 14 tahun datang ke praktek dokter untuk
kontrol kaca mata. Dari pemeriksaan VOD: 5/15
koreksi S-0,50 menghasilkan 5/7, koreksi S-1,00
menghasilkan 5/5, koreksi S-1,25 menghasilkan 5/6,
koreksi S-0,75 menghasilkan 5/5, koreksi S-1,50
menghasilkan 5/7. Manakah koreksi yang paling
benar:dx: miopi, th: memberikan kaca mata S(-)
terkecil yg mmberikan ketajaman penglihatan
maksimal
a. S-0,50
b. S-0,75
c. S-1,00
d. S-1,25
e. S-1,50

Pembahasan:
Miop:lensa (-) terkecil yg menghasilkan visus 5/5
Hipermetrop: lensa (+) terbesar yg menghasilkan
visus 5/5

214. Seorang laki-laki 50 tahun datang ke UGD dengan
keluhan mata kiri buram 3 hari yang lalu setelah
terkena pentalan kock saat bermain badminton. Dari
pemeriksaan VOS 1/300 palpebra hematom (+),
terlihat hifema. Penyebab penurunan penglihatan
mata pasien:
a. Katarak
b. Hifema (darah di dalam CoA)
c. Atropi N optikus
d.



NB:
Nervus occulomotorius: ke arah nasal
(m.rectus medius, m. Rectus superior, m.
Rectus inf, m.obliq inf, )
Nervus abducens: ke arah temporal
(m.,rectus lateralis)
Nervus throclearis (m. Obliq sup) ; depresi,
abduksi,













40

CARDIOLOGY

215. Pasien batuk sejak 2 bulan dan pasien juga
mendapatkan obat hipertensi. Obat hipertensi apa
yang menyebabkan pasien batuk? -> captopril.
-> u yg batuk: kasi ARB I (valsartan) atau ca
channel blocker
-> diuretik: TD diatas 100
216. Pasien datang terdengat suara jantung seperti
derap kuda
a.
b.
c.
d. Gallop -> gagal jantung

217.Pasien datang dengan sesak. sesak saat tidur
pemeriksaan TVJ tidak membesar, hepatomegali(-),
S1,S2,S4(+), dijumpai ronki basah halus di kedua
lap paru, edema tungkai (-). Penyebab sesak nafas:

a. Pneumonia lobaris
b. Gagal jantung kanan
c. Gagal jantung kiri
d.
e.

Pembahasan:
Gagal jantung kanan: sesak nafas, cpt lelah,
TVJ, udem perifer, hepatomegali, asites
Gagal jantung kiri: dyspnue deffort, batuk,
fatigue, ortopneu (sesak saat berbaring),
paroxysmal nocturnal dyspneu, pembesaran jntg
kea rah kiri bwh, ronki, irama gallop, congestive
v.pulmonal
Pada ortu biasanya yg duluan gagal jantung kiri
Kongenital biasanya gagal jantung kanan

218. Pria 57 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri
dada yang dirasakan 1 bulan yang lalu. Nyeri kurang
lebih 15 menit dan hilang dengan istirahat.
Pemeriksaan lanjutan untuk menunjang diagnosis:
dx: Angina pectoris stabil

a. tes uji latih jantung u angina stabil dan <70 th
b. rontgen thoraks anteroposterior
c. EKG ST depresi
d. thalium scan u mengetahui lokasi infark
e. enzyme jantung pd Infark

Pembahasan:
angina pectoris stabil: lokasi: substernal,
retrosternal, precordial, sifat nyeri: rasa sakit spt
ditekan, terbakar/dirusuk lengan, penjalaran:
lengan kiri, leher, dan perut, nyeri hilang dgn
istirahat / obat nitrat, etio: latihan fisik dan emosi.
Dg ISDN berkurang.
EKG : depresi segmen ST pada 50% pasien
Px Khusus lainnya :
1. uji latih jantung dengan beban
dianjurkan pd angina stabil
2. Skintigrafi Thalium
Utk penderita dgn sakit dada yg tdk khas
dgn arteri coroner yg normal
3. Angiografi koroner
Pd angina stabil kronik atau sbg persiapan
operasi pintas koroner dan angioplasty
Th/ :
o nitrat (dilatasi vena kapitans dan
menurunkan beban awal)
o penghambat beta adrenergic (mengurangi
HR, TD dan kontraktilitas miokard)
o antagonis kalsium (menurunkan afterload)
o vasoaktif (nitrat dan antagonis kalsium) utk
mengatasi spasme koroner
angina pectoris non stable: saat istirahat, angina
memberat, angina baru yg menyebabkan aktivitas
dlm 2 bln. Kurang respon dg ISDN
angina prinsmetal:
kelas I: aktivitas sehari normal, timbuln saat
aktivitas berat
kelas II: aktivitas sehari agk terbatas, tmbl saat
jalan cepat, naik tangga cepat
kelas III: aktivitas berat sangat terbatas, timbul
100-200 m / naik tangga setinggi 1 lantai
Kelas IV: tidak dpt melakukan aktvts, timbul ssat
istirahat

219. Wanita 48 tahun datang dengan keluhan sesak nafas
sejak 4 bulan yang lalu, disertai jantung berdebar.
Sebelumnya pasien mempunyai riwayat penyakit
demam, nyeri sendi dan ruam di kulit. Pemeriksaan
fisik didapatkan TD 140/90 mmHg, ruam dikulit,
pada auskultasi didapatkan opening snap dan murmur
diastolic. Pada foto thoraks didapatkan pembesaran
atrium kiri. Diagnosanya adalah:
a. penyakit jantung rematik
41

b. penyakit jantung kongestif
c. infark miokard akut
d. atrial septal defect
e. mitral stenosis

Pembahasan:
gagal jantung kongestif
o criteria mayor: dispnea nokturna, TVJ ,
Ronki basah, cardiomegali, edema paru,
irama derap S3, peningkatan tek,vena>16
cmH
2
O, refluk hepatojugular
o criteria minor: edema tungkai, batuk malam
hari, dyspneu deffort, hepatumegali,efusi,
kapasitasvital berkurang 1/3 mak, takikardi>
120x/menit
o Th; diuretic, ACE inhibitor/ARB, digitalis
(pd aritmia supraventrikular or fibrilasi
atrium or gak mempaan ma obat2 diatas

Mitral stenosis
Reumatik 90%, nonrematik 10%
GK: takikardi, dispneu, takipneu, ortopneu,
DJ tdk teratur. bisa gagal jantung, batuk
darah
PF: bising mid diastol, BJ I
EKG: P mitral berupa takik gel P dg QRS N
Th/ hanya jika ada tanda2 gagal jantung

ASD
o Bising sistolik
o BJ I mengeras
o BJ II terpisah dan tidak mengikuti
pernapasan

220. Pria 20 tahun datang dengan keluhan demam disertai
dengan nyeri sendi dan timbul ruam di kulit.
Pemeriksaan fisik didapatkan eritema, nodul
subkutan. Hasil laboratorium didapatkan leukositosis,
pada EKG didapatkan perpanjangan interval PR.
Bakteri penyebab adalah: dx: penyakit jantung
reumatik
a. staphylococcus aureus
b. streptococcus viridians endocarditis
c. streptococcus pyogenes
d. streptococcus alfa hemoliticus
e. streptococcus beta hemoliticus

Pembahasan:
penyakit jantung reumatik:
etio: pasca infeksi strep B hemo group A sprt
tonsillitis, faringitis n otitis media
Diagnosa: 2 kriteria mayor or 1 mayor+satu
minor
criteria mayor: karditis, eritema marginatum,
nodul subkutan, korea Sydenham, arthritis
criteria minor: demam, poliartalgia, PR interval
memanjang, LED, didahului inf strep.B hemo,
riwayat DR
penunjang: ASTO (+)
TH: penisilin benzatin : > 30 kg: 1,2 juta, < 30
kg: 600-900 rb, anti inflamasi

221. Laki-laki, 62 tahun ke ugd dengan keluhan sesak
napas yang bertambah berat sejak 2 hari yang lalu.
Awalnya sesak napas timbul saat aktivitas dan
berkurang saat istirahat. sejak 2 hari yang lalu sesak
dirasakan terus menerus. Sesak berkurang bila posisi
setengah duduk. Pasien perokok dan terdapat riwayat
darah tinggi dan penyakit jantung koroner, namun
tidak berobat teratur. Sejak 3 tahun yang lalu mudah
lelah jika aktivitas berat. pemeriksaan fisik: TD
160/90, RR = 32x/i, nadi 112x/i, JVP = 5+4, ronki
basah halus, jantung gallop (+), abdomen:
hepatomegali teraba 3 jari di bawah arcus costae, 4
jari di bawah proc.xipoideus pada EKG : apakah
diagnosisnya:
a. AHF
b. CHF fungsional kelas
c. CHF fungsional kelas 2
d. CHF fungsional kelas 3
e. CHF fungsional kelas 4

Pembahasan:
CHF fungsional kelas 1: pasien dpt melakukan
aktivitas apapun, aktivatas sehari tdk
menimbulkan keluhan
CHF fungsional kelas 2: tdapat btsan aktivitas
ringan, tdk ada keluhan ssat istirahat, aktvts
sehari menimbulkan kelelahan, palpitasi / sesak
CHF fungsional kelas 3: trdpt batasan aktivitas
bermakna, tdk terdpt keluhan saat istirahat tp
aktivitas ringan uda nimbul kelelahan
CHF fungsional kelas 4 : tdk dpt melakukan
aktivitas fisik tnp keluhan, terdpt gjl saat istirht,
meningkat saat aktivitas
Th/: diuretik u udem, digoksin

222. Wanita 35 tahun cepat lelah jika bekerja, TD 130/90
RR ; 24x, auskultasi jantung didapat S1 dan
komponen pulmonal mengeras (P2). Terdengar
murmur diastolik dan sistolik di apeks dimana
42

intensitas murmur sistolik tidak dipengaruhi oleh
pernapasan. Diagnosa:
a. stenosis dan regurgitasi katup mitral
b. stenosis katup mitral dan hipertensi
pulmonal
c. regurgitasi katup mitral dan hipertensi
pulmonal
d. stenosis dan regurgitasi katup mitral disertai
hipertensi pulmonal

Pembahasan:
hipertensi pulmonal : klompk penyakit yg
ditandai dgn peningkatan resistensi PD
pulmoner yg makibatkan gagal jantung kanan
dan kematian prematur.
GK: sesak nafas tanpa ditemukan kelainan
primer pd janung dan paru2, atau tdapat
kelainan paru, namun berata persentasi klinis
HPA (hipertensi pulmonal arterial) tdk dpt
djelaskan dgn adaa peny paru tsb, rasa cepat
lelah, lemah, angina, sinkop, atau distensi
abdomen.
PF : parasternal lift, bunyi jantung komponen
pulmonal yg mengers, pansistolik murmur,
akibat reguirtasi tricuspid, murmur diastolik
akibat PR, S3 gallop ventrikel kanan

Regurgitasi katup mitral :
o Katup tdk menutup sempurna waktu sistol
o GK: sesak nafas, cepat lelah secara bangsur
mjd ortopneu, PND, edema perifer.
o PF: auskultasi : bising pansistolik yg bsifat
meniup diapek (blowing) mjalar ke axilla
mengeras saat ekspirasi. BJ 1 melemah, S3
(+) diikuti diastolic flow murmur
o EKG : aksis bergeser ke kiri dgn gamb
hipertropi ventrikel kiri.
o Ro : pembesaran atrium dan ventrikel kiri,
tanda2 bendungan paru.

Stenosis katup mitral :
o GK : takikardi, sesak nafas, fatig, dyspneu,
takipneu, ortopneu
o PF : auskultasi : opening snap dan bising
mid diastolik kasar, BJ 1 mengeras dg bising
sistolik. Bising diastolik katup pulmonal. P2
menunjukan adaa hipertensi pulmonal. Fase
lanjut: Rh basah dan Wh
o EKG: P mitral berupa notching, perubahan
aksis frontal yg bergeser ke kanan dan
terlihat gamb RS pada prekordial kanan.
o Ro : pembesaran atrium kiri, pelebaran arteri
pulmonal, aorta relative kecil, pembesaran
ventrikel kanan.
o Th/: Bedah, nonbedah ( valvulotomi dan
dilatasi balon), farmakologis (antikoagulan)

223. Pria 30 tahun keluhan sesak nafas kurang lebih 3
bulan yll. TD 90/60 mmHg, denyut nadi kecil,
nafas., batas iga kanan di garis parasternal kanan,
batas jantung kiri 1 jari lateral midclavicula sinistra,
suara jantung 1 dan 2 melemah. Diagnosa:
a. hipertrofi ventrikel kanan
b. hipertrofi ventrikel kiri
c. hipertrofi atrium kiri
d. kardiomiopati
e. efusi perikarditis

Pembahasan:
kardiomiopati: dilatasi ventrikel kanan &/
ventrikel kiri, disfungsi kontraktilitas1or ke 2
ventrikel, aritmia, emboli, tnd2 ggl jntg kongestif;
etio: alcohol, kehamilan, peny tiroid, kokain
efusi perikarditis: nadi lemah, EKG: kompleks
QRS mengecil. Komp: tamponade jantung. Th/:

224. laki-laki, 45 thn, keluhan nyeri dada dan sesak,
keringat dingin, ST elevasi, Q patologis, T inverted,
diagnosa:
a. peritonitis
b. miokarditits
c. infark miokard akut
d. angina pectoris stabil EKG: ST depresi > 1mm
e. angina pectoris tdk stabil

Pembahasan: I nfark miokard akut
Nyeri dada spt angina tp lebih intensif dan
menetap (>30 menit), tdk sepenuhnya hilang dg
istirahat dan nitroglisrein, nausea, berkeringat,
pucat, takikardi, BJ III.
Px :TD menurun, pulsasi apeks sulit diraba, S1
S2 lemah, bising pansistolik di apeks, demam
dlm 24 jam pertama.
EKG: ST elevasi -> inversi gel T -> gel Q.
Gambaran EKG pd akut STEMI :
o T Hiperakut : 30 mnt
o ST elevasi : 1 jam
o Q patologis : beberapa jam kemudian
o T inverted : 2-4 minggu
Lab : leukosit dan LED
Enzim: CK 6 jam stlh infark ( Nl stlh 72 jam)
43

SGOT 12 jam (normal pd hr ke 3 atau 5)
LDH 24-48 jam, dan menetap dlm 1-3 mgg.
Dx : 2 dari 3 kriteria :
1. nyeri dada khas infark
2. peningkatan serum enzim > 1 kali
normal
3. evolusi EKG khas infark
DD : emboli paru, perikarditis akut
Th/ :
o analgetik dan penenang ( morfin atau
petidin)
o Infus dex 5% atau NaCl
o nitrat sublingual
o Trombolitik (streptokinase, urokinase, r-
TPA dan ASPAC)
Indikasi pemberian trombolitik :
o penderita < 70 thn
o sakit dada dlm 12 jam sejak dimulai
o elevasi ST > 1mm pd sekurang2nya 2
sadapan
225. Seorang laki-laki 57 thn datang ke dokter umum
dengan keluhan utama nyeri dada kiri 30 menit saat
lari pagi, nyeri terasa seperti terbakar menjalar ke
bahu kiri leher, hingga permukaan dalam tangan
selama 3-5 menit. Nyeri berkurang setelah istirahat.
Pernah mengalami gejala serupa 3 bulan yang lalu.
Riwayat trauma (-), dan asma (-). Pasien perokok
berat > 10 batang /hari. Dari pemeriksan fisik TD :
110/90 mmHg, Nadi 96x/menit, RR 16 x/menit. Apa
terapi awal yang baik diberikan saat serangan: dx:
angina pectoris stabil
a. Captopril
b. Propanolol
c. Nitrogliserid, KI; TD < 90
d. Verapamil (ACEi)
e. Diltiazem
226. Laki-laki 40 tahun mengalami nyeri dada menjalar ke
rahang dan lengan kiri. Nyeri dirasakan 20 menit,
keluhan muncul saat aktivitas dan berkurang saat
istirahat. Pada EKG ditemukan Q patologis dan
elevasi ST di I, avL, V4-V6. Dimanakah lokasi
MCI:
a. Inferior
b. Anteroseptal
c. Lateral
d. Anterolateral
e. Posterior: st elevasi di V7-V9
Anterior: st elevasi di lead V1-V5 atau V6

Pembahasan:
Korelasi gamabaran EKG dengan anatomi koroner
Lokasi
infark
EKG A.coroner
Cabang A.
coroner
Anterior
ekstensif
I, aVL,
v1-V6
Kiri, LM LAD, LCX
Anterosep
tal
V1-V3 Kiri LAD
Inferior
II, III,
aVF
80% kanan,
20% kiri
PDA
Anterolate
ral
I, aVL,
V4-V6
Kiri LCX
Posterior
murni
V1-V2
Variabel kiri
Kanan
LCX
PL
Lateral
I, aVL,
V5, V6

227. Laki-laki 55 thn keluhan nyeri dada hebat, mual dan
muntah. TD: 210/140. Diagnosa:
a. Hipertensi emergensi: udah kena target organ
b. Hipertensi urgensi
c. Hipertensi tanpa komplikasi
d. Transient hipertensi (tjd dlm masa kehamilan
atau 24 jam I stlh melahirkan tanpa gejala PE &
HT kronis)
e. Hipertensi kronis
228. Laki-laki 41 thn keluhan nyeri dada hebat meningkat
dengan aktivitas. Berkurang dengan istirahat.
Perokok berat dan jarang olah raga. EKG ST elevasi
II, III, avF. Infark terjadi pada:
a. Inferior
b. Anteroseptal
c. Lateral
d. Anterolateral
e. Posterior

229. Gambar EKG.. (ada ST elevasi, Q patologis).
Diagnosis penunjang?? Dx. IM
a. CK MB
b. ck
c. I
d.
e.

230. Seorang laki-laki datang dengan keluhan nyeri dada
yang menjalar ke belakang pundak,nyeri seperti
terbakar dst. pemeriksaan apa yang dilakukan
pada pasien ini:
a. EKG
b. poto thorak AP
c. USG
d. Ekokardiografi
e. CT scan
44










PULMONOLOGY



231. Seorang pria 61 thn datang dengan keluhan sesak
yang diikuti batuk 1 bulan, memberat dalam 1
minggu ini. Riwayat hipertensi (+). dari pemeriksaan
T:37,0
o
C, TD 160/100, N 110, RR 28 x/i,
pemeriksaan fisik gerak tertinggal pada paru kiri,
perkusi redup, suara vesikuler menurun. foto thorax
berdiri tampak selubung opak dengan sinus
costofrenicus tumpul. Opaisasi bergerak sesuai
dengan perpindahan posisi. Diagnosa paling tepat:
a. pneumonia
b. pneumothorax snistra
c. hernia diafragma
d. efusi pleura sinistra
e. .... (BERKAITAN DG JANTUNG)

Pembahasan:
Pneumonia: radang parenkim paru
(infiltrat/konsolidasi) pd alveoli/jar.interstisial).
PF: perkusi pekak, ronki nyaring, nafas bronkial.
Ro: air bronkogram. Th/: AB empiris
Pneumothorax: udara dlm rongga pleura. GK:
sesak, nyeri dada, batuk, kadang2 silent. PF:
fremitus , perkusi hipersonor, vesikuler ,
takikardi, hipotensi. Px penunjang: AGDA
o Tertutup: defek (-), tek.udara rongga pleura
> tek. pleura
o Terbuka: luka (+), inspirasi mediastinum N,
ekspirasi mediastinum bergeser ke sisi yg
sakit
o Tension: saat inspirasi udara masuk rongga
thorax, saat ekspirasi udara rongga thoraks
gak bisa kluar. TVJ meningkat
Th/: observasi, O
2,
aspirasi jarum & tube
torakostomi, WSD
Hernia diafragma: pnonjolan organ perut ke
rongga dada mll lubang pd diafragma. GK: ggn
napas berat, sianosis, takipneu, takikardi, dinding
dada asimetris. PF: suara napas (-) pd sisi hernia,
bising usus pada dada, perut kosong

232. Pasien laki-laki umur 45 tahun dan dengan keluhan
demam tinggi sejak 4 hari, pertama pasien
mengeluhkan batuk kering kemudian berdahak
berwarna hijau kekuning-kuningan. Sekarang
pasien mengeluhkan nyeri dada saat batuk dan
berdahak kecoklatan. Pemeriksaan fisik TD =
130/80 mmHg, N 120 x/i, RR = 32 x/i, T = 39
o
C.
penyebab penyakit pasien ini adalah : dx.
pneumonia
a. Metycilin resisten S.aureus
b. Psedomonas aeuruginosa : inf nosokomial (ec
ventilator)
c. Strepkokus pneumonia
d. E.coli
e. L. pnemophila
f. S. Aureus ( ec selang infus)

233. Pasien perempuan 60 tahun datang ke rumah sakit
dengan keluhan batuk dalam 1 bulan ini dan sekarang
batuk disertai dengan keluar darah segar. Demam
hilang timbul, nafsu makan berkurang, dan
berkeringat. Pemeriksaan foto thorak didapatkan ada
infiltrate di bagian apek paru. Penyebab penyakit
pasien ini adalah : dx. TB paru
a. Basidiomycetes
b. M. tuberculosis
c. H.Fucuatra
d. S.Pneumonia
e. B. Pertusis

234. Wanita, 33 thn, datang ke Puskesmas untuk
melanjutkan pengobatan TB. Sudah menjalani
pengobatan 2 bulan. Keluhan batuk, mudah lelah,
keringat malam sudah berkurang. Nafsu makan dan
BB meningkat. Dari px sputum diperoleh +2.
Pengobatan lanjutan:
a. sisipan 1RHZE
b. sisipan 1RHZS
c. sisipan 1RHSEZ
d. 4RH
e. 5RH

Pembahasan:
Tipe penderita ditentukan berdasarkan riwayat
pengobatan sebelumnya:
45

1. Kasus baru
penderita yang belum pernah diobati dengan
OAT atau sudah pernah menelan OAT kurang
dari satu bulan (30 dosis harian)
2. Kambuh (relaps)
penderita TB yang sebelumnya pernah
mendapatkan terapi TB dan etlah dinyatakan
sembuh atau pengobatan lengkap, kemudian
kembali lagi berobat dengan hasil pemeriksaan
dahak BTA positif
3. Pindahan (transfer in)
penderita TB yang sedang mendapatkan
pengobatan disuatu kabupaten lain dan kemudian
pindah berobat ke kabupaten ini. Penderita
tersebut harus membawa surat rujukan/pindahan
4. Kasus berobat setelah lalai (pengobatan setelah
default/drop-out)
penderita TB yang kembali berobat dengan hasil
pemeriksaan dahak BTA + setelah putus berobat
2 bulan atau lebih.
5. Gagal
penderita BTA + yang masih tetap + atau kembali
menjadi + pada akhir bulan ke-5 atau lebih.
penderita BTA -, rontgen + yang menjadi BTA +
pada akhir bulan ke-2 pengobatan.
6. Lain-lain
Semua penderita lain yang tidak memenuhi
persyaratan tersebut diatas. Termasuk kasus
kronik (penderita yang masih BTA + setelah
menyelesaikan pengobatan ulang dengan kategori
2)
Regimen th/ TB terbaru

Kate
gori
Pasien TB
Regimen
Intensif Lanjutan
1 TB BTA (+) baru,
TB berat, TB
ekstra paru berat,
TB BTA (-)
2 HRZE
2 HRZE
2 HRZE
4 H
3
R
3
4 HR
6 HE
2 Relaps, gagal th/,
kembali ke default
2HRZES/ HRZE
2HRZES/ HRZE
5 H
3
R
3

5 HR
3 Tb BTA (-), Ro
sakit ringan, Tb
ekstra pulmonal
ringan
2 HRZ
2 HRZ
2 HRZ
4 H
3
R
3
4 HR
6 HE

OAT sisipan (HRZE): Bila pada akhir tahap
intensif pengobatan penderita baru BTA (+) dg
kategori 1 atau penderita BTA (+) pengobatan
ulang dengan kategori 2, hasil pemeriksaan dahak
masih BTA positif, diberikan obat sisipan
(HRZE) setiap hari selama 1 bulan.

235. Pasien laki-laki usia 60 tahun datang ke UGD dengan
keluhan sesak nafas disertai batuk yang dialami sejak
1 bulan yang lalu, dan 1 minggu terakhir dirasakan
semakin memberat. Pasien memiliki riwayat
hipertensi. Pada pemeriksaan fisik didapatkan, suhu
37C, nadi 110x/menit, pernafasan 28 x/menit,
tekanan darah 160/110 mmHg. Pada hemithoraks kiri
ditemukan ketinggalan gerak, perkusi redup dan suara
vesikuler menurun. Dari roentgen dada posisi tegak
didapatkan perselubungan opak dengan sinus
kostofrenikus menumpul. Gambaran opasitas
mengikuti perubahan posisi. Terapi paling awal yang
tepat pada kasus ini adalah: dx. Efusi pleura
a. Pungsi pleura
b. WSD
c. Pemberian antibiotik per oral
d. Pemberian inhalasi B2-agonis
e. Pemberian furosemide

236. Seorang pria 35 tahun datang ke pratek dokter dengan
keluhan timbul jerawat yang gatal di dahi dan pipi,
sebelumnya penderita punya riwayat TBC dan
mengkomsumsi obat anti tuberkulosis. Obat apa
tersering yg menimbulkan keluhan seperti di atas:
a. Rifamfisin
b. Isoniazid
c. Ethambutol
d. Ofloksasin
e. Streptomicin

237. Seorang laki-laki 43 tahun datang ke puskesmas
dengan keluhan batuk sejak 1 bulan yang lalu. Nafsu
makan menurun, badan lemah dan berat badan
menurun. Pasien juga memiliki riwayat bengkak
sendi yang hilang timbul 1 tahun yang lalu. Sendi
bengkak dan terasa nyeri terutama setelah makan
emping melinjo. Pemeriksaan BTA +++. OAT yang
harus dihindari karena bisa memperberat nyeri
adalah:
a. Streptomisin
b. Etambutol
c. Pirazinamid (menghasilkan asam pirazinoid ->
gout)
d. Rifampisin
e. INH

238. Laki-laki 40 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan batuk berdahak lebih 3 bulan. Kadang dahak
disertai bercak darah. Pasien kadang juga merasa
demam. Nafsu makan menurun, berat badan
menurun, lemas dan sering berkeringat malam. TD
46

120/80, N 70x/I, RR 24x/I, t: 37,8 C. Apa
mikroorganisme mungkin penyebab:
a. Candida albican
b. Klebsiella pneumonia
c. Streptococcus pmeumonia
d. micobacterium tuberculosa
e. aspergilus niger
TB: vesikuler meningkat, redup,

239. Efek samping dari obat-obat TB
Pembahasan:
INH
Neuropati perifer (cegah dg vit B6),
hepatotoksik
Rifampisin Sindr. Flu, hepatotoksik
Streptomisin Nefrotoksik, ggn N.VIII
etambutol Neuritis optik, nefrotoksik,
dermatitis (skin rash), gout
pirazinamid
Nyeri, Pirai (gout) ok asam
pirazinoid, hepatotoksik
PAS Hepatotoksik, ggn cerna
Cycloserin Seizure/kejang, depresi, psikosis

240. Anak , usia 8 tahun, datang dengan keluhan sesak.
Sesaknya berulang, terutama saat perubahan cuaca.
Denyut nadi = 92 x/i, RR = 32x/i, T = 37
o
C.
Auskultasi thorax, wheezing, ekspirasi lebih panjang
daripada inspirasi. Apa diagnosa yang paling
mungkin:
a. Bronkkhitis
b. Bronkhopneumonia
c. TB paru
d. Asma bronchial, kerusakan bronkos reversibel
e. Bronkhiolitis

Pembahasan:
Bronkhitis: Rh (+), biasa pada perokok. Corak
paru meningkat
BP: pneumonia lobaris. Trias: demam, NCH, Rh.
PF: perkusi pekak, ronki nyaring, nafas bronkial.
Ro: air bronkogram
Bronkiolitis: sering pada anak <2th (biasanya 6
bln). Etio: RSV. GK: tanpa demam/subfebris,
sesak, wh, NCH, sianosis. PF: retraksi, ves ,
ekspirasi memanjang, wh (+), ronki basah halus
tersebar

241. , 20 tahun datang dengan keluhan utama batuk-
batuk sejak 3 minggu yll. Demam tidak terlalu tinggi,
nafsu makan berkurang, badan lemah, berat badan
berkurang dan berkeringat malam. Px penunjang apa
yang diperlukan untuk menegakkan diagnosa:
a. Throat swab dan bronkhoskopi
b. Darah rutin dan uji fungsi paru
c. Sputum dan foto thorax
d. Spirometri dan peak flow meter
e. Darah tepi dan kadar gula darah

242. Pasien wanita 34 tahun sedang hamil, G2P1A0,
datang dengan keluhan batuk sejak 3 minggu yang
lalu, batuk berdahak, demam dan penurunan nafsu
makan, hasil pemeriksaan apusan dahak BTA positif.
Regimen yang aman untuk pasien tersebut adalah:
semua OAT aman u bumil kecuali streptomisin &
kanamisin
a. rifampisin
b. isoniazid
c. etambutol
d. Streptomisin
e. pirazinamid

243. Laki laki 35 tahun datang ke UGD dengan keluhan
sesak nafas, pasien mempunyai riwayat asma 10
tahun yang lalu. Pada pemeriksaan fisik didapatkan
pasien dalam keadaan gelisah, lebih memilih posisi
duduk, HR 110 x/i, RR 32 x/i, pada auskultasi
didapat suara wheezing. Terapi yang dianjurkan pada
pasien ini ialah:
a. Inhalasi agonis B2
b. Inhalasi kortikosteroid
c. injeksi kortikosteroid
d. Injeksi methilsantin
e. oral broncholator

Pembahasan: Th/ asma: O
2,

2
agonis (salbutamol,
terbutalin, metaproterenol), antikolinergik
(ipratropium bromida), kortikosteroid, metilsantin
(teofilin).

244. Pria 45 tahun keluhan batuk berdahak 3 bulan yll,
keluhan batuk berdahak kadang-kadang bercak
darah dan demam, penurunan BB, nafsu makan
berkurang, keringat pada malam hari.
Mikroorganisme:
a. candida albican: pneumonia fungi
b. klebsiella; pneumonia nosokomoial
c. streptococcus albican
d. micobacterium tuberculosis
e. aspergillus albine; pneumonia fungi

245. Pria 20 tahun batuk berdahak kurang lebih 3 minggu
yll. penurunan BB, nafsu makan berkurang,
keringat malam, yang lain DBN, TD:DBN,
47

RR:DBN, N:DBN. Pemeriksaan penunjang untuk
menegakkan diagnosa:
a. darah rutin dan fungsi paru
b. urin rutin dan SGOT, SGPT
c. sputum dan foto thoraks
d. spirometri dan flow..
e. bronkoskopi dan apus tenggorokan

246. Pria 60 tahun sesak nafas selama 1 bulan, 1 minggu
ini memberat, Riwayat HT(+). Suhu 37 C,
N:110x/mnt, TD:160/110 mmHg. Gerakan
hemithoraks sinistra tertinggal, perkusi redup,
hipersonor. Ro: opasitas, sudut menumpul.
Opasitas berubah sesuai posisi tubuh. Diagnosa:
a. Timoma: batuk, sesak napas, nyeri dada,
gangguan menelan, suara serak, benjolan di
leher atau di sekitar sternum. Foto toraks
PA/lat: massa daerah mediastinal tepi licin dan
kadang tampak klasifikasi
b. Pneumonia
c. pneumothoraks sinistra
d. efusi pleura sinistra
e. hernia diafragmatika

247. Laki-laki, 34 tahun, batuk berdarah 1 hari, batuk
sudah 2 bln, BTA (-), foto thorax; efusi pleura,
terapi:
a. kategori I, 2RHZE + 4RH
b. kategori I, 2 RHZE + 4R
3
H
3

a. kategori II
c. kategori II
d. kategori III

248. Seorang perempuan berumur 23 tahun datang ke
puskesmas, sesak nafas yang bersifat kambuh-
kambuhan dan dapat menghilang setelah makan obat
tertentu. Keluhan ini disertai batuk pada malam hari
dan pagi hari. Dari pemeriksaan fisik TD: 120/80
mmHg, N: 92 x/mnt, RR: 35 x/mnt, nafas vesikuler,
wh +/+, Rh -/-, pada foto thorak tidak dijumpai
kelainan. Diagnosis yang mungkin:
a. Laryngitis
b. Asma
c. Bronchitis akut
d. Bronchiolitis
e. Efusi pleura

249. Laki-laki 25 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan batuk-batuk selama 3 minggu yang lalu,
batuk disertai berdahak, demam, nafsu makan
menurun, pilek (-), sesak (-) px fisik tidak tampak
apa-apa. Awal pemeriksaan apa yang kita lakukan:
a. KADAR Ig E
b. LED
c. BTA
d. Spirometri
e. Tuberculin test
250. Laki-laki 53 tahun, batuk berdarah 1 hari yang lalu,
sebelumnya didahului dengan batuk hilang timbul
sejak 4 bulan yang lalu, akhir-akhir ini pasien
merasakan dadanya nyeri seperti ditusuk-tusuk, berat
badan menurun drastis, dari pemeriksaan radiologi
dalam batas normal, pemeriksaan sputum didapatkan
gambaran sel atipik. Pemeriksaan anjuran:
a. Bronkoskopi
b. CT Scan thorak
c. Transluminal biopsy
d. Penanda tumor
e. Trans bronco biopsy

Pembahasan: dx. Peny paru ec Micobacterium atipik

251. Laki 24 tahun ke ugd dengan luka tusuk di dada.
Temuan secepatnya pada pemeriksaan fisik adalah:
DD. Open pneumotoraks, hematotoraks
a. suara nafas yg menurun (auskultasi)
b. perkusi yang hipersonor
c. ketinggalan gerakan nafas (inspeksi)
d. suara yg menghisap
e. Perkusi redup

NB:
Vesikuler menurun: efusi, pneumotoraks, tumor)
Vesikuler meningkat: pneumoni, TB (jika ada
ronki)
Perkusi redup: efusi, hematotoraks
Perkusi pekak: tumor,

252. Laki-laki 50 tahun mengalami penurunan
pendengaran sejak 1 bulan lalu. Telinga terasa
berdengung dan didapat nyeri kepala. Pasien sedang
menjalani terapi OAT dan hipertensi. Obat apa yang
menyebabkan kejadian di atas:
a. Rifamfisin
b. IsoniZId
c. Streptomisin
d. HCT
e. Kaptopril
48

253. Laki-laki 40 thn mengeluhkan sesak napas dan batuk-
batuk sejak 1 minggu ini. Sebelumnya sering seperti
ini tapi tidak pernah seberat ini. Os bekerja di
pabrik marmer sejak 15 thn lalu. Tindakan yang
sebaiknya dilakukan sebagai pencegahan primer:
Dx.
a. Pemeriksaan berkala untuk pekerja
b. Pemeriksaan kesehatan untuki calon pekerja
c. Penyuluhan kesehatan
d. Pengobatan terhadap pekerja lain yang memiliki
penyakit serupa
e. Pekerja yang memiliki openyakit serupa
dipindahkan ke bagian administrasi

Pembahasan:
Silikosis: pemotong batu, pabrik keramik,
tambang batu kapur
Asbestosis: pekerja yg terpapar asbes
Coal worker pneumoconiosis, black lung:
pekerja batu bara
Beryliosis: pekerja logam, industri lampu &
nuklir

254. Pria dewasa dengan keluhan mata ikterik, pucat,
sudah mengkonsumsi OAT selama 1 bulan, SGOT
725, SGPT 1170, Bil Total 6, Bil direct 3,9 Bil
Indirect 2,1 dengan suhu 36,5 C. Diagnosa yang
paling tepat adalah:
a. Hepatitis Akut
b. Hepatitis Kronik
c. Hepatitis Fulminan
d. Hepatitis Autoimun
e. Hepatitis Imbas Obat

255. Laki-laki umur 67 tahun datang ke praktek umum
dengan keluhan sesak nafas, batuk +, dahak kuning,
keluhan ini sudah dirasakan sejak 2 minggu yang
lalu, memberat dalam 4 hari ini. pasien merokok 2
bungkus sehari sejak umur 20 tahun, dari
pemeriksaan didapat dx. PPOK

Pembahasan:
PPOK Terbagi 2:
Bronkhitis kronik
emfisema
Anams: Trias (batuk, sputum mukoid,
purulen/mukopurulen, sesak progresif)
PF: barrel chest, ekspirasi memanjang, perkusi
hipersonor, vesikuler menurun, wh,
Px penunjang: spirometri, EKG,
Th/ cegah (rokok,infexi, polusi udara), O
2,
AB (jika
eksaserbasi akut), bronkodilator ( antikolinergik &
B adrenergik)

256. Pasien laki-laki umur 67 tahun datang dengan
keluhan batuk, dari pemeriksaan penunjang
ditemukan cavitas multiple seperti sarang burung
dgn .., pada bagian inferior kedua paru.
Diagnose pasien ini:
a. Bronchiectasis
b. Bronchopneumonia
c.
d.
e.

Pembahasan:
Pelebaran bronkus abN & menetap ok
kerusakan komponen elastis dan muskular
dinding bronkus
Eti: H.influenza, P.aeruginosa
GK: batuk terus-menerus, sputum banyak (3
lapis), demam, BB turun, nyeri pleura,
hemoptis, jari tabuh, sianosis
PF: ronki basah, pekusi redup & ves turun (jika
komplikasi empiema)
Komplikasi: cor pulmonal
Px penunjang:
o sputum 3 lapis (atas: busa, tengah: serous,
bawah:pus&sel2 rusak), sputum bau busuk
o Rad: cavitas sarang tawon
o Gold standar: bronkografi&patologi
Th/: ekspektoran, nebul

257. Seorang laki-laki datang dengan keluhan sesak, pada
pemeriksaan didapatkan paru sebelah kiri tertinggal,
pada perkusi .. diagnosisnya :
a. efusi pleura: Ro: opasitas, yg bergerak jika
berubah posisi
b. tumor paru kanan: Ro: massa
c. atelektasis paru kanan: Ro: lusent, trakea
terdorong ke arah yg sakit
d.
e. Tuberculosis: konsolidasi, cavitas,





49

SURGERY


258. Seorang pria umur 40 thn datang ke IGD RS dengan
keluhan nyeri perut. Nyeri dirasakan sekitar pinggang
kanan atas. bersifat hilang timbul. Dari pemeriksaan
lab darah ureum 51,3 mg/dl, creatinin 4,39 mg/dl.
sedimen urin kristal oksalat 2+, protein (-), epitel 2-
4/LP, eritrosit pucat 3-4/LP. Foto ... gambaran seperti
tanduk rusa. Setinggi VL 2-3. diagnosanya:
a. nefrolithiasis
b. urolithiasis
c. k...
d. spondiloureteritis ....
e. teratoma

Pembahasan:
Gambaran tanduk rusa (Staghorn): pielolitiasis
Referred pain pd ureterolithiasis

259.Seorang pria 20 thn dibawa ke IGD RS dengan
keluhan sulit BAK. Pasien baru saja mengalami
kecelakaan. Dari pemeriksaan didapatkan hematom
di penis dan perineum. Kesan vesica urinaria penuh.
Bagaimana cara mengatasi keluhan tersebut:
a. Kateterisasi
b. Puncsi supra pubic
c. Diuretik
d. Analgetik
e. Antibiotic

Pembahasan:
Ruptur uretra post: hematuri, retensio urin,
floating prostat pada solok dubur
Ruptur uretra ant (straddle injury: di pars
bulbosa): hematuri, hematom pada penis
(butterfly hematom)
260. Laki-laki 24 thn dibawa ke IGD akibat korban tabrak
lari. Dari pemeriksaan fisik didapatkan GCS 10, TD:
80/palpasi, luka lesi berdiameter 1 cm, perdarahan
intra femur, didapatkan fraktur femur obliq, leukosit:
10.000. yang terjadi adalah:
a. Syok cardiogenik
b. Syok anafilaktik
c. Syok septic
d. Syok neurogenik
e. Syok hipovolemik

Pembahasan:
Syok cardiogenik: ketidakmampuan jantung
mengalirkan cukup darah utk memenuhi
kebutuhan
Syok anafilaktik: hipersensitivitas tipe I, biasanya
karena obat
Syok septic: disebabkan oleh infeksi yg menyebar
luas
Syok neurogenik: syok spinal yg tjd akbt
kegagalan pusat vasomotor krn hilangnya tonus
P.D secara mendadak shg tjd hipotensi. N & TD
Taksiran perdarahan dalam: (De Jong)
Humerus : 0,5 L
Intra thorak : 2-3 L
Intra abdomen: 2-3 L
Pelvis : 5 L
Femur : 1,5-2 L
Ante brachii : 250 cc
Cruris : 1 L
Urutan perdarahan paling banyak: pelvis thoraks
femur abdomen robekan retroperitoneal
261. Laki-laki 50 tahun dibawa ke IGD dengan luka bakar.
Pasien mengeluh sangat nyeri karena luka bakar yang
dideritanya cukup luas. Terdapat perdarahn pada
kedua ekstremitas superiornya. Dari pemeriksaan
fisik didapatkan TD 90/50 mmHg, N: 130x/menit,
RR: 32 x/menit T: 39
0
C. pasien dahulu memiliki
riwayat HT dengan TD rata-rata 160/90 mmHg.
Yang terjadi pada pasien adalah:
a. Syok cardiogenik
b. Syok anafilaktik
c. Syok septic
d. Syok neurogenik (TD & Nadi turun)
e. Syok hipovolemik (TD turun, nadi naik)
50


262. Jika anda sedang berjalan-jalan dan bertemu dengan
seorang yang dalam keadaan tidak sadar, apa yang
pertama kali anda lakukan:
a. Cek respon pasien
b. Minta pertolongan
c. Dekompresi dada
d. Berikan ventilasi positif
e. Berikan nafas bantuan dari mulut ke mulut
263. Pasien perempuan 4 tahun diantar ibunya ke IGD
rumah sakit dengan keluhan perut kembung dan BAB
tidak lancar. Pasien juga mengeluhkan muntah apabila
perut sangat kembung. Riwayat BAB pertama kali
saat lahir agak lambat. Pemeriksaan fisik perut
kembung, tidak nyeri tekan dan peristaltic normal.
Loop-loop kolon berdilatasi dan masih terdapat udara
di bagian distal. Diagnosa pasien ini adalah :
a. Invaginasi
b. Malrotasi
c. Stenosis ani
d. Vulvulus midgut
e. Penyakit Hisprung

Pembahasan:
Invaginasi
o Trias invaginasi: kolik abdomen, banana
sign, BAB berdarah (red cullen jelly)
o Def : masuknya segmen usus proksimal
(intussuseptum) ke distal (intusipien)
o Kel : bayi rewel diam- rewel, muntah
o USG : donat sign atau target sign
o Gold standard : colon in loop
Malrotasi
o Usus tengah mengalami ggn perputaran thd
sumbu A. Messenterica sup shg dpt tjd syok.
Sll bersamaan dg gastroskiziz, omfalokel,
hiscprung, intususepsi, atresia yeyunum,
duodenum, esophagus.
o GK : perut kampong, muntah warna hijau
gelap, teraba benjolan atau massa di perut,
sakit perut hilang timbul, gagal tumbuh.
Stenosis ani : hirschprung dg segmen pendek
Vulvulus midgut
o Terpuntirnya A. Messenterica sup
o GK : Muntah hijau, nyeri kolik, darah pd
rectum, gagal tumbuh kembang
o Feses hasil + pd px Guaiac
Hisprung
o Def: kelainan bawaan penyebab ggn
passsase tersering pd neonates. Tjd akbt
aganglionosis Meissner dan Aurbach dlm
lap dinding usus shg usus sll dlm keadaan
spastic dan peistaltik di daerah tsb tdk
mempunyai daya dorong.
o GK :
1. obstruksi total saat lahir: muntah,
distensi abdomen, mekonium
2. obstruksi periodic yg membaik scr
spontan maupun dgn enema. Gejala :
konstipasi, muntah dan dehidrasi.
3. Gejala ringan berupa konstipasi diikuti
dgn obstruksi usus
4. Konstipasi ringan, diare berbau busuk,
distensi abdomen dan demam
5. Hanya konstipasi ringan
o Khas : feses yg menyemprot pd RT
o Trias Megakolon Hirscprung:
- Mekonium keluar terlambat (>24 jam)
- Perut buncit (distended)
- Bila dilakukan RT saat jari ditarik,
akan menyemprot
Px :
- foto polos abdomen : terlihat tanda
obstruksi usus letak rendah
- barium enema : lumen rectosigmoid
kecil, bg prox terlihat daerah insisi dan
kemudian melebar
- biopsy : tidak dijumpai sel ganglion
Meissner
Th/ :
1. Konservatif pemasangan sonde
lambung
2. bedah sementara kolostomi
3. bedah definitive membuat
anastomosis.
264. Seorang laki-laki, 25 tahun datang dengan keluhan
nyeri scrotum tiba-tiba sewaktu bangun pagi. Pada
pemeriksaan didapatkan scrotum hiperemis dan nyeri
pada palpasi. Vital sign dalam batas normal. Diagnosa
yang tepat:
a. Torsio testis
b. Orkhitis
c. Varikokel
d. Epididimitis
e. Testis....
Pembahasan:
Torsio testis: terpuntir funikulus spermatikus
ggn alrn drh testis, GK: nyeri hbt pd testis,akut,
sering pd pagi hari, udem testis, nyeri dpt
51

menjalar ke inguinal/ perut bwh; utk
menyinkirkan DD pakai stetoskop dopler, USg
Doppler. French test (+). Cremaster test (-). Angel
test (+)
Orchitis : pembengkakan seluruh testis, nyeri (-),
konsistensi agak kenyal spt karet dan berhub dgn
kulit depan shg membtk fistel.
Varikokel : dilatasi abnormal vena pd pleksus
pampiniformis cos ggn aliran balik v.spermatika
int. Permukaan testis normal licin tanpa tonjolan
dgn konsistensi elastic. Anam: infertil.
Ada 3 std :
Std 1 : dpt dipalpasi saat valsava maneuver
Std 2 : dpt dipalpasi tanpa valsava maneuver
Std 3 : dpt dilihat tanpa valsava maneuver
Epididimitis : radang epididmis, akut/kronik. Etio:
< 35 thn, chlamidia tracomatis/GO, E.Coli (pd
anak2/org tua). GK mirip torsio, bs demam,
malaise, nyeri hingga ke pinggang, cremaster test
(+). Nyeri disertai kenaikan suhu. Ada riwayat
coitus atau pemasangan kateter. Cremaster test
(+)

265. Laki-laki, 28 thn, datang diantar keluarga ke
IGD dgn keluhan luka pada tungkai bawah, post
KLL 1 hari yll. Dari luka, tampak tulang menonjol
dan terasa sangat nyeri. Demam (+). Dari px. Fisik:
tampak luka robek dengan fragmen fraktur, jaringan
nekrosis, sekret berbau, edema, krepitasi pada otot
dan subkutis. Organisme penyebab: Dx:
Osteomielitis
a. Streptococcus hemoliticus
b. Staphylococcus aureus
c. Bacillus cereus
d. Pseudomonas aeruginosa
e. Clostridium perfringens
f. H. Influenza (dibawah 4 th)
266. Seorang laki-laki berumur 18 tahun datang ke IGD
dengan luka sobek terkena pisau di ketiak, dokter
bedah mengisyaratkan bahwa mungkin terkena
pleksus brachialis bagian bawah. Saraf manakah
yang mungkin terkena:
a. N. Brachialis
b. N. Axillaris
c. N. Radialis
d. N. Ulnaris
e. N. Vagus

NB: Pitcher: n. Medianus
Drop hand: n. Radialis
Claw hand: n. Ulnaris
Saturday night paralisis: n. radialis
267. Seorang laki-laki umur 16 tahun datang ke IGD
dengan keluhan tertusuk paku di kaki sejak 2 jam
yang lalu. Apa yang seharusnya dilakukan pada
pasien ini:
a. Debridement
b. Wound toilet
c. ATS 15000 UI (dosis dewasa 1500 UI, anak2
750 UI, < 24 jam, imun aktif
d. TT (> 24 jam, dosis, imun pasif)
e. Terapi aminoglikoside

268. Seorang wanita berumur 35 tahun sejak 1 tahun ini
mengeluhkan benjolan di payudara sebelah kiri, nyeri
dirasakan pada saat haid, batas tidak tegas,
konsistensi lunak, nyeri tekan positif. Apakah
diagnosa yang paling tepat:
a. CA Mammae
b. Fibro adenoma mammae
c. Fibro kistik disease (giant mamary displasia)
d. Disease
e. Papillary

Pembahasan:
FAM: muda, bulat/berbenjol, kenyal, bts tega,
mobile, tdk nyeri. Th/: ekstirpasi
Fibrokistik disease:
o Gamb patologik yaitu kista multiple,
proliferasi epitel dan fibrosis.
o bts tdk tegas, padat, kenyal, kistik, nyeri
dan bilateral, kdg2 nyeri hebat terutama
saat haid krn tarikan kel.payudara yg
hipertropi, trjd fluktuasi dan hilang timbul,
biasa bilateral
o Th/ : simptomatis
269. Seorang wanita berumur 22 tahun sejak 6 bulan ini
mengeluhkan benjolan di payudara sebelah kanan
yang sebesar kelereng, berbatas tegas, konsistensi
kenyal, ukuran 1x1 cm, nyeri tekan negatif. Apakah
diagnosa yang paling tepat:
a. CA Mammae
b. Fibro adenoma mammae
c. Fibro kistik disease
d. Disease
e. Papillary Intraductal

Pembahasan:
52

Papillary Intraduktal: berasal dr duktus
laktiferus, gejala berupa sekresi cairan berdarah
dr putting susu

270. Pria 28 tahun datang dengan keluhan kecelakaan lalu
lintas 1 jam yang lalu, pasien menderita fraktur 1/3
humerus dextra. Pasien tidak bisa mengekstensikan
ibu jari, telunjuk dan pergelangan tangan. Nervus
yang terkena adalah:
a. n. ulnaris ( gak mampu abduksi, adduksi)
b. n. medianus (gak mampu fleksi)
c. n. posterior intraoseus
d. n. axillaris
e. n. radialis (gak mampu ekstensi)

Pembahasan:
komplikasi fraktur humerus yg tersering : lesi N.
radialis. Klinis: ketidakmampuan ekstensi
pergelangan tangan, fleksi jari2 tidak efektif, tidak
mampu menggenggam.
271. Wanita 35 tahun datang memeriksa payudaranya ke
dokter dengan keluhan ada benjolan di payudara
kiri sejak 1 tahun yang lalu. benjolan nyeri
menjelang haid, pada pemeriksaan fisik didapat
massa pada payudara kiri dengan konsistensi
kenyal, berbatas tidak tegas, dapat digerakkan, nyeri
tekan tidak didapat ulkus. Diagnosa pasien ini ialah:
a. Karsinoma mammae
b. Fibroadenoma mammae
c. penyakit fibrokistik
d. tumor Phyloides
e. Papiloma Intraduktal
272. Seorang laki laki 27 tahun datang dengan keluhan
nyeri perut yang dirasakan 1,5 jam yang lalu.
Sebelumnya pasien mengalami kecelakaan dan
perut kirinya terbentur trotoar. Dari pemeriksaan
fisik abdomen didapatkan hematom ukuran 10x10
cm, nyeri tekan abdomen (+), Bising usus (-) dan
perkusi redup. Bagian dari organ mana yang sering
mengalami hal tersebut :
a. Usus 12 jari
b. Lambung
c. Pancreas
d. Limpa
e. Pembuluh darah besar

Pembahasan: Trauma yg paling sering : hati,
limpa, ginjal (organ tak berongga)
273. Seorang lakilaki datang setelah mengalami
kebakaran yang mengenai wajah, torak, punggung,
dan seluruh ekstremitas atas. BB klo gak slah 60 kg.
Resusitasi yang tepat adalah Luas luka bakar :
Pembahasan:
Rule of Nine:
Kepala : 9%
Masing2 lengan : 9 %
Dada : 9%
Perut : 9%
Punggung : 9%
Pinggang : 9%
Masing2 Paha: 9%
Masing2 Betis : 9%
Genitalia :1%

Anak2:
Bayi:

Luas luka bakar : wajah + torak + punggung +
ekstremitas atas = 4,5+9+9+18 = 40,5% x 4 x 60 =
9720 cc
8 jam pertama : 4860 cc
16 jam kemudian : 4860 cc
274. Laki-laki, 30 thn, sudah 2 tahun menikah tidak punya
anak. Keluhan (-). Kerja di pabrik pestisida,
hubungan suami-istri rutin. Pemeriksaan sperma di
bilik hitung 10 juta/ml, morfologi : 80 %, motilitas
a : 45 %, b : 20 %, c : 25 %, d : 10 %. Kesimpulan
untuk pasien ini :
a. Normozoospermia
b. Oligozoospermia
c. Oligoastenozoospermia
d. Oligoteratozoospermia
e. Oligoteratoastenozoospermia
Pembahasan:
Normozoospermia :
o total sperma > 50 juta/ml, atau
konsentrasinya > 20 juta/ml
o vol ejakulat : 1,5-5 ml
o motilitas gerakan > 50%
o morfologi sperma > 60%
Oligozoospermia : < 20 juta/ml
astenozoospermia: penurunan vitalitas
spermatozoa, motilitas < 50%
teratozoospermia : morfologi N < 40%

275. Seorang laki-laki 23 tahun k ugd, nyeri kepala setelah
tabrakan motor. sadar, tidak ada pnurunan kesadaran,
53

keluar darah di telinga kiri, batle sign +, tes kertas
saring hallo +. Tulang paling memungkinkan fraktur
adalah: Dx : fraktur basis Cranii fossa media
a. os temporal (fossa media)
b. os sfenoidal (fossa media)
c. os etmoidal (fossa ant)
d. os zygomatikum
e. os parietal
Pembahasan:
Fr. basis cranii anterior: racoon eyes, rinorhea
(double ring/halo), anosmia
Fr. basis cranii fossa media: ekimosis mastoid
(battle sign), otorhea, hemotimpani, paresis N.
7&8
276. Pasien laki-laki umur 19 tahun datang ke ugd dengan
keluhan luka robek pada lengan kiri. Dari
pemeriksaan fisik didapatkan panjang luka 6 cm.
dalam 0,5 cm. rencana yang akan dilakukan jahitan
primer menggunakan anestesi local dengan
adrenalin. Berapa dosis maximal diberikan untuk
infiltrasi?
a. 12 mg/kgbb
b. 7 mg/kgbb
c. 6 mg/kgbb
d. 4 mg/kgbb, max 200 mg
e. 2 mg/kgbb
277. Anak laki-laki usia 12 tahun datang diantar ibunya
setelah terjatuh dari pohon dengan ketinggian 3m,
dan bagian lengan kanan yang menyentuh tanah.
Dari pemeriksaan didapatkan GCS 13, TD : 110/80
mmHg. Nadi 80 x/menit, terlihat pasien memegang
lengan atas yang terasa sakit. Nyeri tekan (+),
deformitas (+). Tindakan awal yang harus dilakukan
adalah?
a. penjahitan luka
b. debridement
c. pembersihan luka
d. resusitasi
e. reposisi-imobilisasi
278. Laki-laki 60 tahun datang ke ugd dengan keluhan
nyeri perut, mual muntah dan perut kembung. Dari
pemeriksaan didapatkan pembengkakan di scrotum,
nyeri tekan abdomen (+), metallic sound (+). Apa
diagnosa yamg mungkin:
a. ileus paralitik : silent abdomen
b. ileus obstruksi
anamnesa : flatus (-), defekasi (-), muntah2,
darm contour dan darm steifung (+)
palpasi : distensi abdomen
auskultasi : timpani, metalic sound
c. hernia femoralis
d. hernia inguinalis lateralis
e. hernia inguinalis medialis
279. Seorang laki-laki 50 thn ditemukan tidak sadarkan
diri oleh warga. Dari hasil pemeriksaan didapatkan
E2V3M5. Tidak dijumpai lateralisasi maupun
gangguan meningeal. Kemungkinan yang terjadi
pada pasien ini adalah :
a. Tromboemboli pada pembuluh darah otak
b. Perdarahan spasium subaracnoid
c. Perdarahan intraserebral
d. Infeksi meningeal
e. Gangguan elektrolit
280. Pria 25 tahun, post KLL, PF: kes CM, TD 100/60, N
100x/menit, pulse lemah, RR 30x/menit, tidak bisa
jalan sendiri, mengerang, hematom di tungkai atas
kanan, NT, akral dingin dan pucat. Pemeriksaan
foto rontgen femur yang paling tepat untuk
diagnosa adalah:
a. Lateral
b. 1 posisi
c. 2 posisi (AP/Lat)
d. Anterior
e. Posterior
281. Pasien seorang laki-laki 17 tahun datang ke IGD krn
kecelakaan lalu lintas, pemeriksaan fisik didapatkan
tanda vital dalam batas normal, pasien terdapat luka
robek di kaki kanan sampai tampak ke tulang,
tindakan yang dilakukan:
a. ligasi
b. jahit otot
c. bebat tekan
d. jahit kulit luar
e.
dislokasi sendi panggul:
posterior (dashboard injury): kaput femur ke
belakang asetabulum. Fleksi, adduksi, rotasi int.
Disertai fr. Pinggir asetabulum
anterior: jatuh dari ketinggian, atau trauma dr blkg
pada saat jongkok, atau abduksi yg dipaksakan.
Sedikit fleksi, abduksi, rotasi ekst
sentral: mekanisme trauma = ant. Terjatuh dlm
keadaan abduksi. Kakinya ngangkang. Posisi N,
hanyaKeterbatasan gerakan sendi panggul dan nyeri
daerah trokanter
54



FORENSIK


282. Laki-laki usia 18 thn dirawat di RS dengan diagnosa
Pneumonia. Pasien meninggal setelah diinjeksikan
Antibiotik. Setelah diinvestigasi diketahui
pengenceran AB dilakukan dengan kalium bukan
dengan aquabidest. Hal ini terjadi karena kesalahan
pengambilan kalium dgn aquabidest yang terletak
dalam satu rak yang sama. Kesalahan di atas
termasuk..
a. Kelalaian
b. Kecerobohan
c. Efek samping
d. Kesalahan algoritma
e. Efek yang tidak diinginkan

Pembahasan:
Yuridis malpraktik terbagi 3:
1. Kriminal malpraktik, 3 contoh diatas.
Pertanggungjawaban hukumnya bersifat
individual/personal
Kelalaian (negligence): Tdk melakukan
sesuatu yg seharusnya dilakukan atau
melakukan sesutu tindakan yyg seharusnya
tdk dilakukan. Kurang hati2 yg
mengakibatkan luka, cacat, meninggal
o Dr. Memberi cuti sakit berulang2 pd
tahanan pdhl org tsb mampu mhadiri
sidang pengadilan
o Penundaan op shg pasien meninggal
o Op -> komplikasi -> dr. Tinggalin op
Kecerobohan (recklessness): mengerjakan
sesuatu dg tergesa2. Melakukan tindakan
medis tanpa IC
Intencional (kesengajaan):melakukan
eutanasia, membuka rahasia jabatan,
membuat surat keterangan palsu, aborsi
tanpa indikasi medis
2. Civil malpraktis: tidak melakukan apa yg
menurut kesepakatan wajib dilakukan, melakukan
tapi terlambat/tdk sempurna, melakukan tdk
berdasar kesepakatan.
3. Administratif malpraktik: melanggar persyaratan
profesi, ex. Gak ada STR

283. Pasien perempuan 70 tahun datang ke dokter dengan
keluhan sakit kepala, pasien tidak ingat kapan keluhan
pertama kali dirasakan. Pada anamnesis pasien ada
penurunan daya ingat. Kemudian dokter memberikan
obat aspirin 500 mg 3 kali. Dokter menyarankan agar
datang selanjutnya bersama keluarga. Aspek inform
consent apa yang belum ditentukan :
a. Penjelasan tentang penyakit
b. Penjelasan tentang penanganan
c. Bebas memilih
d. Persetujuan
e. Kompetensi pasien

Pembahasan:
Presumed consent: bila pasien dlm keadaan sadar
dianggap akan menyetujui tindakan dr.
Implied consent: persetujuan diberikan pasien
secra tersirat ( tanpa pernyataan tegas). Ex:
pengambilan darah di lab, penjahitan luka.
Expressed consent: persetujuan diberikan secara
lisan/tulisan

284. Dijumpai mayat di pinggir sungai dengan tangan
terikat, ada luka di bagian kepala, dijumpai
gelembung-gelembung udara di hidung yang mudah
pecah, dijumpai lumpur dan air pada saluran nafas.
penyebab asfiksia:
a. CO
b. tenggelam
c. Lumpur dan air
d.
e.

Pembahasan:
Kematian akibat CO: lebam mayat merah terang,
melepuh, cherry red. Mati lemas

285. Pria 23 tahun nyeri perut, diagnosa appendicitis akut,
kesadaran kompos mentis, rencana appendektomi
cito tanpa inform consent keluarga. Pasien tidak
terima ingin menuntut dokter ke IDI. Sanksi apa:
a. penjara
b. kurungan
c. sanksi etik
d. pencabutan izin dokter
e. ganti rugi

55

Pembahasan:
Pelanggaran etik murni:
menarik imbalan tdk wajar dr keluarga sejawat
mengambil alih ps TS
memuji diri sendiri di depan pasien
tdk pernah mengikuti pendidikan
berkesinambungan
mengabaikan kesehatan diri sendiri

pelanggaran etikolegal:
pelayanan di bawah standar
menerbitkan surat keterangan palsu
membuka rahasia jabatan
abortus provokatus
pelecehan seksual

286. Pasien laki-laki 40 Thn korban kecelakaan lalu lintas
dibawa oleh polisi ke UGD RS dalam keadaan tidak
sadar. Dari pemeriksaan dokter pasien harus segera
dioperasi. Dokter melakukan operasi tanpa izin
pasien maupun keluarga pasien. Tindakan dokter
tersebut merupakan kaidah bioetik kedokteran
adalah:
a. Benefecience
b. Non Maleficence
c. Autonomy
d. justice
e. Non Beneficence

Pembahasan:
Kaidah bioetik kedokteran:
Benefecience: melakukan tindakan semata2 untuk
kebaikan,kepuasan,kesembuhan,dan kemanfaatan
untuk pasien dan selalu mendahulukan
kepentingan pasien dari pd kepentingan pribadi.
Autonomy: Dokter harus senantiasa menghormati
hak-hak pasien, menghormati HAM & harkat
martabatnya sbgi mahluk biopsikososiokultural
yg utuh. (udah nikah / >18 tahun)
Non maleficience: Dokter harus senantiasa berniat
teguh dalam hatinya akan memberikan kasih
sayang, empati, menyelamatkan jiwa pasien,
menerapkan prinsip keselamatan pasien adalah
yang utama. Tidak melakukan perbuatan yg
memperburuk pasien.
Justice: dokter harus selalu berlaku jujur dan adil
untuk siapa saja,tidak diskriminatif, tidak
membuat stigmatisasi dan klasifikasi pasien. (usia
ps 18 th)
287. Pasien laki-laki 20 thn, tenaga medis di suatu RS,
korban kecelakaan lalu lintas akibat mabuk-
mabukan datang dengan keluhan luka-luka robek di
kaki setelah menabrak trotoar pembatas jalan.
Setelah pasien sadar, pasien mengaku mabuk-
mabukan karena patah hati. Pasien takut karirnya
terpengaruh akibat kejadian tersebut, maka pasien
meminta kepada dokter agar tidak membuat
kejadian yang sebenarnya pada hasil pemeriksaan.
Dan dokter mengabulkan permintaan pasien
tersebut. Tindakan dokter ini melanggar kaidah
kedokteran adalah:
a. Beneficence
b. Non Maleficence
c. Justice
d. Autonomus
e. Respect for patient

288. Seorang dokter yang buka praktek di samping
puskesmas tempat dia bertugas. Praktek setiap hari,
bahkan hari libur. Dokter tersebut juga menerima
pasien di luar jam prakteknya. Dan bila ada
panggilan darurat dia segera datang. Tindakan
dokter tersebut berdasarkan azas bio etika apa:
a. Altruisme
b. Beneficience
c. Justice
d. Non maleficience
e. Confidental

Pembahasan:
Bioetika: tdk hanya memperhatikan masalah sekarang tapi
juga memperhitungkan kemumngkinan yg akan
terjadi di masa datang.
Altruisme: pengabdian profesi
Confidental:

289. Laki-laki, 24 tahun, mata kanan dipukul oleh
temannya. Dia minta dibuatkan Visum et Repertum.
Dari pemeriksaan : luka 5x7 cm, warna merah
kebiruan, batas tegas, teraba panas. Kesimpulan
Visum et Repertum yang kita buat :
a. Luka memar akibat dipukul
b. Luka memar karena kekerasan tumpul
c. Luka memar karena dipukul benda tumpul
d. Luka memar akibat pukulan tumpul oleh
tersangka
e. Luka memar karena kontak benda tumpul oleh
tersangka

56

290. Perempuan 30 tahun meninggal di kamar mandi
kereta api, ditemukan lebam mayat warna merah
gelap dan kaku mayat lengkap. Hasil otopsi : paru
berwarna merah gelap dengan krepitasi di semua
bagian paru. pada jantung kiri ditemukan warna
putih ukuran 2x3 cm. hepar berwarna merah gelap
dengan konsistensi padat kenyal. Organ dalam lain
dan otak dalam batas normal. Penyebab kematian:
a. Infark miokard
b. Aterosklerosis:
c. tamponade jantung:
d. trombus pada jantung:
e. hipertrofi ventrikel kanan:

Wanita 35 thn ditemukan tewas tergantung oleh polisi
dirumahnya. Dijumpai tanda jeratan di leher dengan jejas
jerat 4 cm, jejas serong dari depan dan naik ke atas
belakang, edema, bengkak dan jejas warna kecoklatan,
kulit dan mukosa sianosis, sklera hiperemis. Bendungan
pada organ dalam.

291. Penyebab kematian :
a. Hambatan jalan napas akibat jeratan
b. Sianosis pada kulit dan mukosa
c. Bendungan dalam organ
d. Kerusakan organ leher
e. Mati lemas

292. Interpertasi edema pada kasus di atas:
a. Meninggal sebelum digantung
b. Sebelum gantung dia masih hidup
c. Tanda sianosis
d. Tanda perlawanan
e. Tanda kekerasan

293. Penyidik meminta dokter melakukan VER jam 12.00-
15.00 senin. Ditemukan kaku mayat pada semua
sendi kecuali sendi lutut. Lebam mayat merah biru
tidak hilang pada penekanan di bagian terbawah
ekstremitas atas. Bagian kanan bawah abdomen
hijau. Perkiraan waktu kematian:
a. Senin 00-04
b. Senin 04
c. Senin 04-08
d. Minggu 12-00
e. Minggu 00-12

Pembahasan:
lebam mayat (livor mortis): mulai tampak 20-30
menit setelah mati. Menetap setelah 8-12 jam.
Sebelumnya lebam masih dapat hilang dg
penekanan dan perubahan posisi.
Pembusukan (dekomposisi) >24 jam pasca mati.
Kaku mayat (rigor mortis): 2-3 jam setelah mati.
Menghilang kembali 24-36 jam. Yg mula2
kaku: otot2 kecil (mata, wajah, rahang, leher,
dada, tungkai atas, otot2 perut, pinggang,
tungkai bawah). Menghilangnya sesuai dg
urutan juga.
Kalo udah ada larva: 36-48 jam


294. Wanita 30 thn dengan kelemahan anggota gerak
datang berobat ke dokter dan mendapat resep. 30
menit kemudian pasien diberi obat oleh apotik.
Selanjutnya diketahui bahwa apotik salah
memberikan obat dan tertukar dengan pasien
lainnya. Jenis kesalahan apotik adalah:
a. Experimental reasoning
b. Intensional reasoning
c. Accidental reasoning
d. Deliberate reasoning
e. Iatrogenik reasoning

Pembahasan:
Experimental reasoning: coba2
Intensional reasoning: kesengajaan
Accidental reasoning: tidak sengaja
Deliberate reasoning:
Iatrogenik reasoning: ES tindakan medis




KESMAS


Hasil
Skrining
Status Penyakit Total
+ -
+ 132 (a) 985 (b) 1117
- 47 (c) 62295(d) 62342
Total 179 63280 63459
57


295. Spesifik skrening Ca servix adalah:
a. 132/179 : sensitivitas
b. 47/62342
c. 132/1117
d. 62295/62342
e. 62295/63280

Pembahasan:
Sensitivitas mengukur orang yang betul-betul sakit dari
yang sakit
Sensitivitas = [a/(a+c)] ->132/179 x 100 %

Spesifisitas mengukur orang yang betul-betul sehat dari
orang yang sehat
Spesifisitas = [d/(b+d)] -> 62.295/63.280 x 100%

od ratio






296. Nilai prediktif positif Skrining Ca servix adalah:
a. 132/179
b. 47/62342
c. 132/1117
d. 62295/62342
e. 62295/63459

Pembahasan:
Prediktif positif: a/(a+b)
Prediktif negatif: d/(c+d)
297. Suatu Desa A beberapa penduduk yang mengalami
pembesaran pada tungkai bawah mulai dari pangkal
paha sampai jari bawah tungkai. Jika ingin dilakukan
penelitian, maka kapan dokter dapat mengambil darah
pada penderita: dx. filariasis
a. Pagi
b. siang
c. Sore
d. Malam
e. Sewaktu

298. Pada suatu penelitian terjadinya kanker paru,
dilakukan penelitian terjadinya kanker paru pada
orang yang merokok dengan orang yang tidak
merokok. Penelitian desain jenis apa yang dilakukan:
a. Uji Klinik
b. Potong Lintang
c. Kohort (prospektif)
d. Eksploratif
e. Kasus Kontrol (retrospective study)

Pembahasan:
Case control (retrospective study): berusaha
melihat ke belakang, pengumpulan data dimulai
dari efek/akibat yg telah terjadi -> lalu telusuri
penyebabnya.
Kohort (prospektif): melihat ke depan,
pengumbulan data dimulai dari sebab -> akibat

299. Pada suatu posyandu dalam 1 bulan dilakukan pada
70 balita, 49 balita yang mempunyai KMS, 35 balita
yang ditimbang, 28 balita yang mengalami kenaikan
berat badan. Berapa persen tingkat keberhasilan
peserta:
a. 40 %
b. 50 %
c. 57 %
d. 71 %
e. 80 %
300. Seorang dokter melakukan penelitian case control
untuk melihat hubungan asfiksia dengan gangguan
belajar, data tidak ada, hanya dari ingatan ibu:
a. Surveillance bias
b. Recall bias
c. Reporting bias
d. Diagnostic bias
e.

301. Kasus diare yang meningkat pada musim hujan
kasus di atas termasuk:
a. Pandemic
b. Endemic
c. Wabah
d. Disaster
e. Epidemic

Pembahasan:
Epidemic: keadaan dimana masalah kes
ditemukan dlm suatu daerah ttt dlm wkt singkat &
dlm frek yg meningkat, ex: diare, kolera,
keracunan makanan
Wabah: berjangkitnya pnykt menular yg
meningkat secara nyata melebihi keadaan lazim
pada wkt ttt dan menimbulkan suatu bencana
Pandemic: suatu masalah kes, frek dlm wkt
singkat memperlihatkanpeningkatan yg amat
tinggi pada suatu wilayah yg sangat luas
58

Disaster:
Endemic: mslh kes, frek dlm suatu wilayah ttt
menetap dlm wkt yg lama

302. Seorang dokter ingin mengetahui prevalensi disfungsi
ereksi pada laki-laki menikah dalam rentang usia
produktif. Penelitian akan dilakukan di seluruh
kabupaten di Jateng. Karena banyaknya populasi dan
keterbatasan waktu dan tenaga, maka akan digunakan
teknik pengambilan sampel. Teknik pengambilan
sampel yang sesuai:
a. Sistematic Random Sampling
b. Cluster Random Sampling
c. Simple Random Sampling
d. Snowball Sampling
e. Quota Sampling

Pembahasan:
Simple random sampling: setiap anggota dari unit
populasi memiliki kesempatan yg sama u
diseleksi sbg sampel
Sistematic random sampling: modif dr simple
random sampling. Membagi jumlah/anggota
populasi dg perkiraan jumlah sampel yug
diinginkan
Cluster random sampling: sample bukan tdd unit
individu tapi tdd kelompok/gugusan (tdd unit
geografis{desa, kec, kab, dsb)
Quota sampling: menetapkan sejumlah anggota
sampel secara quontum atau jatah

303. Pasien laki-laki 18 thn datang ke praktek dokter
umum dengan keluhan lemas dan tidak
bersemangat.Dari pemeriksaan laboratorium tidak
ditemukan kelainan. Dokter menyatakan bahwa
pasien dalam kondisi tidak bugar dan menyarankan
agar pasien olah raga yang teratur. Tindakan dokter
ini merupakan:
a. Promosi kesehatan: dari sehat menjadi lebih
sehat
b. Pengobatan spesifik
c. Deteksi dini
d. Kuratif
e. Rehabilitasi fisik

304. Pasien laki-laki 60 thn datang ke praktek dokter
keluarga dengan keluhan influenza disertai demam
tinggi. Pasien mengaku baru pindah dari kota lain
dan baru sekali berobat. Pasien mengaku alergi
dengan aspirin. Untuk pengobatan kedokteran
keluarga secara kontinyu diperlukan?
a. Segera dibuat genogram (family tree)
b. Dimintai mencari ringkasan medic yang
lama
c. Pemeriksaan jasmani secara lengkap
d. Diminta pemeriksaan ulang dalam 3 hari
e.

305. Hasil survey KMS yang dilakukan puskesmas di
suatu wilayah kerja menemukan jumlah semua
balita : 2450 balita yang memiliki KMS (K) :
1540, balita teratur 1x bulan di timbang (G) di
posyandu : 1150 balita. Balita yang terakir naik
BB 740. Apakah rasio yang paling tepat Luas
cakupan Gizi Di puskesmas:
a. Jumlah semua balita terhadap K
b. K terhadap semua balita
c. Balita yang ditimbang semua balita
d. Balita yang naik BB terhadap semua balita
e. Balita yang naik BB terhadap jumlah balita
yang ditimbang

306. Sebuah Posyandu mempunyai kader 6 orang dengan
cakupan KIA 65, KB 82, imunisasi 80, gizi
60% dana sehat 40% dan program tambahan. Upaya
yang dilakukan posyandu dengan mencapai tingkat
perkembangan posyandu adalah:
a. Menambah jumlah kader
b. Meningkatkan cakupan gizi
c. Program tambahan
d. Tinggi program dana sehat
e. Bertambah jumlah frekuensi timbangan

307. Penelitian 100 sampel : 35 orang menderita Difteri (
20 orang belum diimunisasi, 15 orang sudah
diimunisasi), 65 orang tidak menderita Difteri (30
orang belum diimunisasi, 35 orang sudah
diimunisasi). Berapa rasio prevalence nya :
a. 0,73
b. 1,33
c. 1,73
d. 2,33
e. 3,33

Pembahasan:
Prevalence: proporsi populasi yg sakit pada suatu
saat ttt (satus penyakit= kasus lama+kasus baru.
NB: lihat kasusnya, bukan orangnya)
Insidence: perpindahan proporsi populasi dr
kategori sehat ke kategori sakit (kejadian
penyakit=kasus baru)
59

Kumulative insidence: proporsi individu yg pada
awal pengamatan berada dlm kategori tidak sakit
yg berpindah ke kategori sakit selama periode
pengamatan.












Imunisasi
Sakit
Total
+ -
+ 15 35 50
- 20 30 50
Total 35 65 100

Prevalence= a+c/(a+b+c+d) = 35/100

308. Pada tahun 2008 desa Cigambung Bogor
mengadakan penelitian. Tentang banyaknya pasien
menderita sakit pusing. Hal ini dinilai dari berbagai
jenis umur dan keterbatasan waktu. Dari hal ini
peneliti ingin mengetahui sebab-akibat antara sakit
pusing dengan kaitannya makan yang mengandung
formalin. Motode penelitian yang dapat digunakan:
a. Cohort
b. Cross secsional
c. Deskritif
d. Case control
e. Clinical Trial

Pembahasan:
Cohort: lihat ke depan. Dari sebab -> akibat
Cross secsional: sebab dan akibat
diukur/dikumpulkan secara simultan.
Bertujuan mendeskripsikan prevalens
penyakit ttt. Hub sebab-akibat hanya
merupakan perkiraan saja. Merupakan
penelitian pendahuluan dari penelitian
analisis.
Deskritif: mendeskripsikan/menguraikan suatu
keadaan di dlm komunitas/masy. Ex.
Distribusi frek
Case control: Lihat ke belakang. Dari akibat -
> sebab
Clinical Trial: uji klinis dilakukan thd
sekelompok individu ttt o peneliti, dilakukan
secra aktif dan terencana kemudian hasilnya
dibandingkan dg kelompok lain yg tdk
menerima perlakuan sbg pembanding.

309. Puskesmas Bogor melakukan penelitian tentang
diare dengan jumlah penduduk 400 orang. Data
sebagi berikut:
Dusun
Jmlh
penduduk
Nama
Desa
Yang
sakit
Yang
Dirawat
Yang

Desa 1 100 Mata air 25 - -
Desa 2 150 Mata hati 38 5 1
Desa 3 100 Mata kaki 12 - -
Desa 4 50 Mata Sapi 10 6 2
Dari data di atas Case Fortality yang tertinggi adalah:
a. Dusun 1 :
b. Dusun 2 : 1/38
c. Dusun 3
d. Dusun 4: 2/10
e. Dusun 2 dan 4

Pembahasan:















310. Sebuah desa ada penduduknya yang terkena DHF,
sebagai kepala puskesmas apa langkah awal yang
anda lakukan :
a. Melalukan fogging di 100 rumah yang terdekat
dengan rumah pasien yang terkena dhf dan
program 3 m
b. Epidemiologi dahulu, jika terdapat 10 yang
positif baru lakukan fogging
c. Jentik dahulu, jika terdapat 3 yang positip baru
di fogging
d. Memanfaatkan kader untuk penyulahn dan 3 m
e. Membuat lapooran, kirim ke instansi terkaiat,
jika ditanggapi baru dilakukan fogging


60


KULKEL


311. Seorang wanita 23 tahun datang dengan keluhan
gatal-gatal terutama di malam hari di sela jari,
suaminya mengalami hal yang sama. Dari
pemeriksaan adanya ekskoriasi di sela-sela jari,
bokong, perut dan ketiak. Obat yang paling aman
adalah:
a. Benzil Benzoat 25 %
b. Krim prematin 5 %
c. Solutio Gameksan 1 %
d. krim klometrion 10 %
e. Sulfur . 6 %

Pembahasan:
Scabies : penyakit kulit yang disebabkan oleh
investasi dan sensitisasi terhadap Sarcoptes
scabiei var dan produknya.
GK : pruritus nokturna, menyerang manusia
secara berkelompok, adanya terowongan
berwarna putih keabu2an, ditemukan tungau.ag.
depan, areola mamae, umbilicus, bokong,
genitalia eksterna (pria), perut bag bawah. Pada
bayi d telapak tangan dan kaki.
Predileksi : sela jari tangan, pergelangan tangan,
siku bagian luar, lipat ketiak b
Th/ :
o Sulfur precipitatum tdk efektif utk std.
telur, berbau, kadang2 menimbulkan
iritasi, utk bayi < 2thn or bumil, dipakai
tdk boleh > 3hr, untuk bumil
o benzyl benzoas efektif utk smw std,
sulit d dapat, kdg2 iritasi
o gameksan efektif utk smw std, toksis
thdp SSP
o Krotamiton 10% harus dijauhkan dari
mata, mulut dan uretra.
o Permetrin 5% krg toksik, efektivitanya
sama dgn gameksan.
312. Wanita 62 tahun datang dengan keluhan gatal dan
bercak merah di kedua lipat payudara, kondisi pasien
obesitas. Di infra mammae tampak lsi eritema,
ukuran plakat dengan lesi satelit. Pemeriksaan yang
dianjurkan adalah: dx: candidiasis intertriginosa
a. Biopsi PA
b. Tzank (u inf virus -> cairan vesikel)
c. KOH (pseudohifa)
d. Giemsa
e. Woodlamp

Pembahasan:
Dx : candidosis intertriginosa
Def : lesi di daerah lipatan kulit, ketiak, lipat
paha, payudara, antara jari, glans penis dan
umbilicus berupa bercak yang berbatas tegas,
basah dan eritematosa.
Lesi dikelilingi satelit berupa vesikel2 dan
pustul2 kecil yang bila pecah meninggalkan
daerah erosive dengan pinggir yang kasar.
Px :
1. LAngsung : kerokan kulit dengan KOH 10%
atau dengan pewarnaan gram
2. Biakan : dlm agar dextrose glukosa
Sabouraud yg dibubuhi antibiotic
Th/ :
1. hindari pencetus
2. topical : ungu gentian, nistatin, amfoterisin
B, grup azol
3. Sisitemik : nistatin, ketokonazol 2x200 mg,
itraconazole, fluconazole

313. Wanita 40 tahun ditemukan pada pemeriksaan fisik
macula eritematous batas tegas di pipi kanan dan
preaurikuler, tidak gatal, tertutup skuama, pada
palpasi tidak teraba hangat. Diagnosanya:
a. Erisepelas
b. Tinea facialis
c. Dermatopitosis
d. Dermatitis seboroik
e. Psoriasis

Pembahasan:
Erisepelas: infeksi akut, etio: streptococcus B
hemolitikus,ada rwyt trauma, lesi eritem bts
tegas, pinggir meninggi, ada edem, vesikel or
bula, prodromal: malaise, mialgia, demam, skt
kepala, predileksi tungkai bwh n wjh, Th: AB
Dermatitis seboroik: di daerah berambut
Psoriasis: autoimun, kronik, residif, bercak
eritem bts tegas, skuama kasar berlapis
transparan fenomena tetesan lilin
auspitz,kobner, predileksisiku,punggung, tumit
lutut kulit kepala, Th sistemik: kortikosteroid,
61

sitostatik, levodopa, dds (diaminodifenil
sulfon), as,retinoan, siklosporin, topical: ter,
kortikosteroid, ditranol, sinar UV

314. Seorang wanita, 25 tahun, datang ke Puskesmas
dengan keluhan gatal-gatal pada selangkangan yang
dirasakan sejak 2 minggu yll. Gatal menjalar hingga
ke perut bagian bawah. Gatal meningkat terutama
saat beraktivitas dan berkeringat. Dari pemeriksaan
fisik: tampak lesi berbatas tegas, peradangan pada
inguinal dextra dan sinistra, makula eritema,
hiperpigmentosa, lesi aktif di tepi. Hasil yang
mungkin ditunjukkan pada pemeriksaan kerokan
kulit: dx: Tinea cruris
a. hifa pada pemeriksaan KOH
b. pseudohifa pada pemeriksaan KOH n basil gram
(+) = candidiasis
c. basil gram (-) pada pengecetan gram
d. kokus gram (+) pada pengecetan gram
e. kokus gram (-) pada pengecetan gram = GO

Pembahasan:
Def : dermatofitosis pada lipat paha, perineum dan
sekitar anus dapat meluas ke gluteus, perut bagian
bawah.
Lesi batas tegas, tepi lebih aktif.
Px KOH :
- pada sediaan kulit dan kuku terlihat hifa.
- Pada sediaan rambut : spora (makrospora atau
mikrospora)
315. Seorang laki-laki 20 tahun datang dengan keluhan
nyeri ketika buang air kecil dan mengeluarkan nanah
sejak 1 minggu yang lalu. Pada pemeriksaan urine di
temukan Leukosit dan Neutrofil. Diplokokus gram
negatif tidak ditemukan. Diagnosa:
a. gonokokus uretritis
b. non gonokokus uretritis,
c. sistitis interstitialis
d. prostatitis akut
e. sistitis akut

Pembahasan: th/ tetrasikilin atau eritromisin 4x500
mg selama 1 mgu, atau doksisklin 2x100 mg serlama
7 hari

316.Anak mengeluh gatal di kaki, pasien tinggal di
asrama. Teman-teman pasien juga mengeluhkan hal
sama. diagnosanya: scabies

317. Seorang wanita 30 tahun datang ke pratek dokter
dengan keluhan timbul bintik-bintik putih bernanah,
dan kadang-kadang gatal dan nyeri yang terjadi di
seluruh wajah. Sebelumnya penderita sudah
mendapatkan terapi kulit yang dikeluhkan tersebut
dari dokter. Apakah tindakan paling tepat:dx: Acne
vulgaris
a. Membersihkan dan memijat wajah
b. Menganjurkan membersihkankan muka secara
teratur
c. Membuat daftar makanan yg pantang
d. Konsul dokter jiwa
e. Mencari riwayat di dalam keluarga yang
menderita penyakit sama

318. Seorang laki-laki umur 35 tahun datang dengan
keluhan papul eritema yang terkadang panas dirasakan
pada kedua pipi dan bila makan pedas dan terik
matahari. Diagnosa yang mungkin:
a. Milia rubra
b. Akne vulgaris
c. Rosasea
d. Folikulitis
e. Kutaneus lupus

Pembahasan:
Rosasea: di pipi, dagu, dahi, glabella. GK:
eritem, talengektasis, Papul, pustule dan udem.
Eti: makanan, psikis, farmakologi, infeksi,
iklim, imunologi
Folikulitis; radang bag distal folikel rambut

319. Perempuan 25 tahun timbul benjolan di kemaluan
yang semakin bertambah banyak beberapa bulan,
tidak gatal atau nyeri. Tumor kemerahan lentikular
dan numular seperti jenger ayam dan bertangkai di
labia mayor dan minor. Apa penyebabnya: dx:
condiloma akuminata
a. Virus pox
b. Teponema palidum
c. Chlamydia trachonalis
d. HPV
e. Herpes simplex virus tipe2

Pembahasan:
Virus pox: moluscum contangiosum : ada dele.
Th/ elektrokauterisasi / crysurgery
Teponema palidum: sipilis/condilomanata
(sipilis skunder). Th/ penisilin, tetrasiklin,
Chlamydia trachonalis: Limfogranuloma
venerium: akut lesi vesikel kecil tdk nyeri,
62

sindrom ingunal,nyeri unilateral, infiltran pd
uretra post, fish mouth app. Th/ kotrimoksazol.
Tidak boleh diinsisi
Kondiloma akuminata
Def : Vegetasi oleh HPV tipe tertentu,
bertangkai dan permukaannya berjonjot.
GK : vegetasi yang bertangkai dan warna
kemerahan kalau masih baru, jika sudah lama
agak kehitaman. Permukaannya berjonjot.
Th/ :
1. Kemoterapi (Podofilin, As. Trikloroasetat,
5-fluorourasil)
2. Cauterisasi
3. Bedah beku
4. Bedah scalpel
5. Laser CO2
6. Interferon (IM atau topical)
7. Imunoterapi

Flour: GO, candidiasis, trikomoniasis, bacterial
vaginosis
Ulkus: sipilis (ulkus durum) = gak nyeri, ulkus
mole= nyeri, herpes simplek, LGV
Pertumbuhan: condiloma n moluskum

320. Laki-laki 25 tahun datang ke praktek dokter dengan
keluhan timbul bisul-bisul yang nyeri di ketiak 2
bulan hilang timbul serta bernanah, lesi multiple
konfuens, nodul berbonjol-bonjol dan sinus-sinus di
permukaan terdapat krusta dan skar hipertopi.
Diagnosa:
a. Abses
b. Karbunkel
c. Kista epidermal terinfeksi
d. Hidradenitis supurativa
e. Limfadenitis tuberculosis

Pembahasan:
Karbunkel: gak da komedo, ada core n
mata..etio: stapylo
Hidradenitis supurativa: infeksi kel.apokrin
oleh Stap.aureus, ada rwyt trauma, ada demam,
malaise, ruam nodus dgn ke 5 tnd rsg akut, bias
jd abses n pecah jd fistel, plg byk diketiak
Limfadenitis tuberculosis: tnp radang akut,
kronis, skin bridge

321. Bayi 4 bulan timbul bintil-bintil (papula) berwarna
kemerahan di lipatan leher dan dada, punggung pasien
sering berkeringat dan memakai baju berlapis-lapis.
Lesi multiple berupa vesikel milier. Diagnosa:
a. Foliculitis
b. Milia
c. Miliaria
d. Stetokistoma
e. Trikoepitelioma

Pembahasan:
Milia: papul2 putih mirip jerawat di bawah mata
Miliaria
o Def : kelainan kulit akibat retensi keringat,
ditandai dengan adanya vesikel milier.
o Vesikel 1-2 mm terutama di badan setelah
banyak berkeringat. Vesikel bergerombol
tanpa tanda radang pada bagian badan yang
tertutup pakaian.
o Th/ : gunakan pakaian tipis dan menyerap
keringat, hindari panas berlebihan.
Stetokistoma: ditandai kista dermis multiple yg
berisi sebum dibtsi epitel yg berisisfolikel
sebasea, pd usia pubertas n dws, laki2, lesi di
sternum, aksila dan skrotum
Trikoepitelioma: tumor jinak kulit pd folikel
rambut bias soliter or multiple, sering pd muka
dan badan, pd wanita, pd anak2

322. Pria 55 tahun ke puskesmas dengan keluhan nyeri di
punggung bawah, terdapat vesikel unilateral
sepanjang dermatom mulai dari punggung sampai
garis tengah tubuh edematosa. Diagnosa:
a. Herpes simplek I biasa dibibir, mulut, n jari tgn,
II : genetalia
b. Herpes zoster
c. Moluskum kontangiosum ada dele, papul, milier
lentikuler, bulat putih sprt lilin
d. Rubella
e. Varicella: central tubuh

323. Seorang wanita 35 tahun, sudah menikah,
sejak. Pada pemeriksaan ginekologi
didapatkan sekret pada liang vagina, mukosa dinding
vagina hiperemis, bengkak, plak putih pada dinding
vagina. Pada pewarnaan gram didapatkan basil gram
positif berbentuk lonjong. Bakteri apakah yang
menyebabkan kelainan tersebut: dx candidosis
vaginal
a. GO
b.
c. Candida albicans
d. HS
e.

63

324. Seorang anak perempuan berumur 5 tahun datang ke
poliklinik dengan keluhan lepuh-lepuh pada leher dan
dada sebelah kanan sejak 4 hari yang lalu. Pada
pemeriksaan fisik didapatkan bulla hipopion dan
kolerat. Apakah diagnosa dari pasien tersebut :
a. Impetigo bulosa (badan)
b. Impetigo krustosa( hidung, wajah)
c. Ersipelas: selulitis superfisialis kulit, etio:
trauma, krg gizi, di dahului malaise , mialgia
d. Epidermolisis Bulosa: herediter, timbul spontan
or krn goresan
e. Herpes zoster: mengikuti dermatom

325. Seorang laki-laki berumur 25 tahun datang dengan
keluhan gatal-gatal pada lipat paha sejak 2 minggu
yang lalu. Keluhan dirasakan di daerah scrotum dan
lipat paha. Dari status dermatologis didapatkan
vesikel vesikel kecil dengan kemerahan di
pinggirnya. Penyebab yang paling mungkin :
a. Piedra hortai (black pierdra) , daerah kepala,
janggut, kumis, gak ada keluhan
b. Trichosporon beigeii (white piedra)
c. Microsporum Canis : rambut, kulit
d. Trichopyton Sp: rambut, kulit, kuku
e. Epidermophyton: menyerang kulit, jarang kuku

326. Pasien perempuan berumur 25 tahun datang ke
poliklinik dengan keluhan telapak tangan kemerahan,
kering dan pecah-pecah. Pasien merupakan ibu
rumah tangga yang mencuci baju dengan tangan
menggunakan sabun detergent. Dari status
dermatologi didapatkan macula eritema, squama dan
fissura di telapak tangan. Pemeriksaan penunjang
yang dapat dilakukan : dx: dermatitis kontak iritan
kronis
a. Pemeriksaan jumlah leukosit
b. Pemeriksaan jumlah eosinophil
c. Pemeriksaan patch
d. Pemeriksaan kerokan kulit
e. Pemeriksaan mikrobiologi

327. Seorang laki-laki berumur 30 tahun datang ke praktek
umum dengan keluhan gatal-gatal dan bengkak pada
seluruh tubuh yang dirasakan tiap pagi sejak 2
minggu yang lalu. Bengkak pada wajah tidak
ditemukan. Dari status dermatologis didapatkan
macula eritema, edema, dan plak numular.
Pemeriksaan penunjang yang dapat dilakukan :
a. Prick test : alergi
b. Tzank test: inf virus (vesikel)
c. Ice cube test: urtikaria karena dingin
d. Cholinergic test: urtikaria karena
demam/peningkatan suhu
e. Scratch test: MH

328. Pasien laki laki 44 tahun datang dengan keluhan
gatal di telapak kaki sejak 2 minggu yang lalu,
pasien bekerja sebagai tukang cuci mobil. pada
pemeriksaaan fisik didapat wujud kelainan di kaki
berupa lesi eritem, vesikel, bula dan pustula.
Pemeriksaan yang tepat untuk kasus di atas ialah:
dx: tinea pedis
a. pemeriksaan lampu wood
b. test kulit antigen Crythophiton
c. pemeriksaan sediaan langsung dengan KOH
10 % hifa
d. Pemeriksaan uji kultur jamur dengan media
SDA
e. Test Trazk cairan vesikel

329. Seorang pasien perempuan umur 50 tahun datang ke
poliklinik dengan keluhan bintil-bintil yang berisi
cairan pada pinggang kiri sejak 3 hari yang lalu.
Keluhan ini juga disertai dengan nyeri pada daerah
tersebut. Dari pemeriksaan fisik didapatkan vesikel
berkelompok dengan makula eritema pada sisi kiri
setinggi thorakal X. Apakah terapi yang paling tepat
diberikan: dx. Herpes zoster
a. Ketokenazole 1 x 200 mg
b. Aciclovir 5 x 800 mg
c. Prednisone 3 x 5 mg
d. Ampicillin 3 x 500 mg
e. Dexametason 3 x 0,5 mg

330. Komplikasi yang paling sering terjadi pada kasus di
atas:
a. Gastritis
b. Endocarditis
c. Selulitis
d. Glomerulonephritis
e. Neuralgia pasca herpetika. Th/ karbamazepin

331. Wanita 25 tahun mengeluh gatal-gatal di
selangkangan yang sudah dirasakan 4 bulan yll,
memberat saat berkeringat dan beraktivitas.
Pemeriksaan fisik didapatkan lesi berbatas tegas
dengan tanda peradangan di inguinal dextra dan
sinistra. Dijumpai eritema, skuama dan papul. Lesi
aktif di pinggir. Apa yang ditemukan pada kerokan
kulit: T. cruris
a. pseudohifa pada KOH
b. hifa pada KOH
64

c. basil positif pada pewarnaan gram
d. kokus positif pada pewarnaan gram
e. kokus negative pada pewarnaan gram

332. Pasien wanita 55 tahun datang dengan keluhan
keputihan yang berbau disertai darah. pasien sudah
menikah 35 tahun dan mempunyai 6 orang anak,
hasil inspekulo didapat fluor putih kekuningan
berbau di liang vagina, terdapat flek, terdapat massa
berbentuk bunga kol di mulut rahim,uji dengan ...
mulut rahim berwarna keputihan. Penyebab
keputihan pada pasien ini: dx: condiloma akuminata
a. HSV tipe 1
b. HPV
c. HIV
d. HSV tipe 2
e. EBV

333. Pasien perempuan 28 thn, hamil 7 bulan datang
dengan keluhan tumbuh pruntil-pruntil (vesikel)
kemaluannya sejak 1 hari yang lalu. Pasien
mengatakan baru pertama sakit seperti ini. Dari
pemeriksaan ditemukan vesikel, erosi dan krusta di
labia mayor, labia minor dan dinding vagina sinistra.
Dari pemeriksaan Tzanck pada vesikel didapatkan
banyak sel datia. Pengobatan yang tepat adalah: Dx
herpes simplek tipe II
a. Antibiotik oral
b. Anti jamur oral
c. Anti virus oral
d. Anti septic Lokal
e. Anti

334. Laki-laki, 50 thn, datang dengan kulit terkelupas dan
menebal sejak 6 tahun lalu di punggung, perut, dan
kulit kepala. Pemeriksaan dermatologis : makula dan
plak kemerahan dengan ukuran bervariasi, ditutupi
skuama putih tebal. Obat yang tepat diberikan : dx.
psoriasis
a. Gel
b. Krim : subakut
c. Salep: untuk kronik
d. Bedak
e. Obat kocok: superficial yg luas

335. Laki-laki, muda, bintil merah, di wajah, lengan atas
kanan dan kiri, papul hiperemis, komedo, diagnosa:
a. acne vulgaris
b. milia
c. miliria
d. rosasea
e.

336. Laki-laki, muda, kulit kemerahan, sisik tebal, sering
hilang timbul sejak 2 tahun ini, kalau berobat,
keluhan hilang, di daerah yang berambut, siku,
lutut, satu lagi lupa dimana. Diagnose:
a. keratosis seboroik: tumor jinak. Papul coklat-
hitam, perabaan kenyal. Asalk dari hiperplasi
epidermis
b. dermatitis seboroik
c. psoriasis
d. ptiriasis rosea: fenomena pohon cemara/baju
renang (herald patch)
e. eritroderma

Pembahasan:
keratosis seboroik: tumor jinak bersal dari
hiperplasi epidermis. Papul coklat-hitam,
perabaan kenyal.
Eritroderma: eritem dis eluruh tubuh, skauma
(+). Etio: sistemik, alergi obat
ptiriasis rosea: fenomena pohon cemara/baju
renang (herald patch)

337. Laki-laki 53 tahun mengeluhkan gatal-gatal di
punggung kaki sejak 5 tahun yll dan memberat dalam
2 bulan ini. Dia seorang bankir yang sedang
mengalami masalah dalam pekerjaannya. Diagnosa:
a. Dermatitis numularis
b. Dermatitis atopi
c. Dermatitis seborrhoik
d. Dermatitis kronik
e. Neurodermatitis = liken simplek

338. Seorang laki-laki usia 25 tahun, ditemukan makula
hipopigmentasi, bersisik, tidak gatal dan tidak kebas
di tubuh. Diagnosa:
a. Vitiligo: gatal, di jari2
b. Ptiriasis alba: panas, gatal, di wajah
c. Morbus Hansen, anestesi
d. Ptiriasis versikolor
e. Hipopigmentasi post inflamasi

339. Seorang anak laki-laki usia 8 tahun terdapat krusta di
kedua kaki. Anak ini senang bermain bola di
lapangan. Di bawah krusta tersebut terdapat luka
bernanah. Diagnosa:
a. Ektima: etio streptococcus. Ec trauma
b. Impetigo bullosa
c. Impetigo Buchart = folikulitis superfisialis
d. Impetigo vesikobullosa
65

e.

340. Pasien laki-laki mengeluh timbul bintik-bintik putih
dan kemerahan di seluruh wajah, sebagian di
antaranya bernanah. Terdapat papul eritem, komedo,
dan pustul > 30 buah. Apa tindakan paling tepat:
a. Ektirpasi komedo
b. Pantang makanan
c. Cuci muka sesering mungkin
d. Isotretinoin oral dan topikal
e. Konsul ke spesialis kulit

341. Seorang wanita mengeluh bibirnya tiba-tiba bengkak.
Pasien sering mengalami sakit kepala dan minum
obat warung. Pasien sering mengalami keluhan
seperti ini setelah minum obat tersebut. Diagnosa:
a. kelosis
b. fixed drugs eruption (dd/ agioedema)
c. herpes simplek
d. P.... dermatitis
e. stomatitis
342. Wanita 35 thn mengeluhkan gatal-gatal pada kaki
yang berulang sejak 1 thn lalu. Pasien juga
mengatakan mudah lelah dlm beberapa bulan ini.
Os bekerja sebagai pemetik kopi. PF dlm batas
normal, konjungtiva anemis. DR Hb: 8 mg/dl,
eosinofil meningkat. Pada pemeriksaan feses rutin
ditemukan telur berbentuk oval berisi sel telur. Obat
yang paling tepat diberikan: ancilostomiosis( cacing
tambang)
a. Prazikuantel
b. Niklozomid
c. Mebendazol 1x 500 mg
d. Dietilkarbamazin
e. Metronodazol

343. Pasien datang dengan luka di kaki yang menghitam
dengan anestesi, hipopigmentesi. Bakteri
penyebabnya adalah:
a. M.Leprae
b. M.Tuberculosis
c. N.Geneseiria
d. Treponema Pallidum
e.

344. Pria 25 tahun, bercak kemerahan bersisik tebal sejak
2 tahun yang lalu, sering hilang timbul. Keluhan
timbul pada wajah; kulit kepala berambut, bokong,
siku dan lutut. Keluhan membaik jika diobati tapi
kemudian timbul kembali. Obat apa yang paling
tepat (topikal): dermatitis seboroik
a. Anti bakteri
b. Anti virus
c. Anti inflamasi
d. Anti jamur
e. Anti histamin

345. Seorang anak laki-laki usia 13 tahun dibawa ke
dokter dengan keluhan gatal-gatal pada hampir
seluruh tubuhnya sejak 2 minggu yang lalu, gatal
dirasakan terutama di sela jari, pergelangan tangan,
dan daerah pusat. gatal dirasakan terutama pada
malam hari, adek pasien juga mengalami keluhan
yang sama. status dermatologis didapatkan rash
eritema, terowongan, papul dan vesikel di ujung
terowongan dan ekskoriasis. Apa organisme
penyebab paling mungkin:
a. phsirus pubis
b. dermatophagiodes
c. demodextoliculorum
d. sarcoptei scabies
e. pediculus capitis

346. Seorang laki-laki umur 28 tahun datang ke puskesmas
dengan keluhan keluar nanah dari alat vitalnya dan
juga mengeluhkan nyeri saat kemih yang dirasakan
sejak 1 minggu yang lalu. Dari pemeriksaan fisik
ditemukan eritema orificium urethra. Dari
pemeriksaan lab ditemukan diplococcus gram
negatif. Bagaimanakah pengobatannya: dx. GO
a. Amoxicillin
b. Eritromisin
c. Ampicillin
d. Tiamfenikol
e. Ciprofloksasin

347. Seorang anak berusia 13 tahun diantar ibunya ke
puskesmas dengan keluhan gatal pada bokong dan
sela jari sejak 2 minggu yang lalu. Keluhan dirasakan
sering pada malam hari. Teman di asrama juga
merasakan keluhan yang sama. Pada pemeriksaan
fisik dijumpai eritematous, papula dan fistula.
Diagnosis yang tepat:
a. Scabies
b. Dermatitis alergi
c. Myositis
d. Dermatitis kontak iritan
e. Pyoderma

66

348. Seorang wanita 40 tahun datang ke RS dengan
keluhan gatal pada kedua lipat paha dan kemerahan
selama 10 hari. Dari pemeriksaan fisik didapatkan
eritema batas tegas, tepi lebih aktif dari tengah. Obat
topical yang diberikan adalah: T. cruris
a. Asam benzonat
b. Asam salisilat
c. Mikonazole
d. Nistatin
e. Natamisin





THT


349. Laki-laki, 21 thn, datang ke Puskesmas dgn keluhan
nyeri menelan sejak 2 hari yll. Demam, sakit saat
membuka mulut, mulut bau, suara sengau. Dari px.
fisik: trismus 2 cm, pembesaran tonsil kiri T4,
kanan T2, detritus (+) pada tonsil. Uvula udema dan
terdorong ke kanan. Diagnosis:
a. Difteri
b. Tonsilitis akut
c. Tonsilitis kronis
d. Abses retrofaring
e. Abses peritonsil

Pembahasan:
Difteri: ada pseudomembran
Tonsilitis kronis: ada kripta
Abses retrofaring: anak < 5thn, Gjl: nyeri n
susah nelan, demam, bs sesak nafas
Abses peritonsil: quinsi
o GK: sm sprt tnda tonsillitis akut,
odinofagia, otalgia, muntah, foeter ex ore,
hipersalivasi, rinolalia, trismus,
pembengkakan kel.submandibula n nyeri
tekan
o PF: palatum mole bengkak, nonjol ke
depan, fluktuasi (+), uvula bengkak,
terdorong ke kontralateral, tonsil bengkak,
hiperemis n detritus (+)

350. Wanita 17 tahun, kesulitan bernafas karena tersedak
makan bakso, pasien sadar dan sulit bicara. Sudah
dicoba untuk mengeluarkan bakso namun gagal.
Penanganan selanjutnya:
a. menelepon Rs terdekat
b. membawa ke IGD
c. member nafas mouth to mouth
d. melakukan trakeostomi
e. melakukan torakotomi

351. Pasien umur 19 tahun datang ke puskesmas dengan
keluhan hidung tersumbat sejak 4 bulan yang lalu.
Keluhan timbul setiap hari dan semakin memberat.
Kadang-kadang keluar cairan tidak berwarna dan
tidak berbau. Dari pemeriksaan rinoskopi anterior
dijumpai massa putih mengkilap dari meatus media.
Diagnosa adalah:
a. polip nasi
b. abses nasi
c. rhinitis allergika
d. rhinitis vasomotor
e. sinusitis maxillaries akut

352. Seorang pasien wanita 50 tahun datang dengan
pembesaran di bagian leher, semula kecil dan
kemudian membesar secara cepat. dari hasil
pemeriksaan ternyata suatu keganasan. Keganasan
yang paling sering dijumpai adalah:
a. Adenoma folikularis, sering usia 40-50 thn
b. Adenokarsinoma papilaris
c. Adenokarsinoma medularis
d. Keganasan anaplastik
e. Penyakit hasimoto, plg sering pd anak2

353. Laki-laki, muda, keluar cairan dari telinga kiri,
berbau, sejak 5 thn, selama 2 bulan (ntah 2 mmg).
keluhan semakin memberat, mata kiri tdk bisa
menutup, penatalaksaannya:dx: OMSK tipe maligna
a. jangan mengorek2 telinga
b. ear toilet
c. mastoidektomi
d. miringotomi
e. kasih AB

354. Seorang bayi laki-laki berusia 2 bulan dibawa ibunya
ke poliklinik karena keluhan tersedak selalu waktu
minum yang dirasakan sejak lahir. Dan pada saat tidur
dijumpai adanya stidor inspiratoir, dan menghilang
67

dengan merubah posisi bayi menjadi miring.
Diagnosis:
a. Laryngitis
b. Laringomalasia
c. .
d. .
e. .

Pembahasan: kurang berkembangnya cartilago yg
menyokong sruktur glottis. GK: stridor inspiratori,
memberat jk terlentang

355. Wanita,18 thn datang dengan keluhan gangguan
pendengaran disertai keluar cairan dari telinga kanan
berwarna dan berbau busuk. Pemeriksaan untuk
menegakkan Dx adalah: dx OMSK
a. CT scan
b. MRI
c. nuclear imaging
d. Foto rongen (gmbran honey comb app)
e. USG

356. Laki-laki 17 tahun datang ke IGD RS post KLL
dengan perdarahan dari hidung. Pada pemeriksaan
didapatkan hidung tampak edema dan hiperemis.
Pada mukosa dijumpai hiperemis dan perdarahan
masih terjadi. Terapi yang diberikan adalah :
a. Tampon bellog 2 hari
b. Tampon bellog 5 hari
c. Tampon anterior dan posterior
d. Tampon anterior 2 hari (1-2 hari)
e. Tampon anterior 5 hari
Tampon post (2-3 hari)

357. Wanita 6 tahun mengalami penurunan pendengaran
selama 2 hari pada telinga kanan. Telinga seperti
kemasukan air. PF: kanan MT intak, bayangan
cairan bening dan terdapat gelembung air. Kiri
normal. Diagnosa :
a. OMSK stadium hiperemis
b. OMSK stadium presupurasi
c. OMSK stadium supurasi
d. OMSK stadium resolusi
e. Otitis media efusi

358. Pasien 2 bulan datang dengan keluhan sering
tersedak, napas bersuara, berubah sesuai posisi,
ibunya bilang keluhan ini sudah di alami sejak lahir.
a. Laringomalasia
b. Spasme laring
c. Laringotrakeo..
d. Laringitis akut
e.

359. Pasien datang dengan keluhan sering pilek dan
beringus terutama di pagi hari, hidung juga
tersumbat secara bergantian. diagnosanya adalah:
a. influenza
b. rhinitis alergi
c. rhinitis..
d. rhinitis vasomotor
e. rhinitis..

360. Pasien laki-laki datang dengan keluhan keluar cairan
dari hidung sejak 5 hari yang lalu, hidung tersumbat.
Pemeriksaan penunjang apa yang perlu dilakukan:
dx; sinusitis
a. MRI
b. Foto kepala posisi waters
c. CT-Scan kepala
d. Foto kepala AP/Lat

Pembahasan:
Waters: liat sinus maxilla, frontal n etmoid;
Cadwell: liat frontalis aja;
Lateral: etmoidalis, frontal n spenoid

361. Seorang anak usia 5 tahun datang dengan keluhan
nyeri telinga kanan sejak 2 hari yang lalu, tidak mau
makan dan rewel, pasien juga mengeluh demam dan
flu sejak 5 hari terakhir. Nadi 100 x/menit, RR
22x/menit, Tempratur 37,2. Dari pemeriksaan
otoskopi tampak bengkak dan hiperemis. Stadium
otitis media:
a. Stadium Oklusi Tuba
b. Stadium Presupurasi
c. Stadium Supurasi
d. Stadium Perforasi
e. Stadium Resolusi
-
Pembahasan:
Stadium Oklusi Tuba: MT retraksi/N/keruh
Stadium Presupurasi: MT hiperemis, udem,
secret eksudat serous
Stadium Supurasi: MT bulging, eksudat
purulen, nyeri, nadi n suhu meningkat, th:
miringotomi di post inf
Stadium Perforasi: demam . Nyeri (-)
Stadium Resolusi: penyembuhan


68

Selamat Belajar Semoga Sukses-