Anda di halaman 1dari 12

1

PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA CHLORHEXIDINE


DENGAN POVIDONE IODINE SEBAGAI ORAL HYGIENE
PADA PENDERITA DENGAN VENTILATOR MEKANIK DI
ICU YANG DINILAI DENGAN FOTO TORAK
THE DIFFERENCE OF EFFECTIVENESS BETWEEN CHLORHEXIDIN AND
POVIDONE IODINE FOR ORAL HYGIENE IN PATIENTS WITH MECHANICAL
VENTILATOR IN ICU ASSESSED BY THORAX PHOTO
ARTIKEL PENELITIAN
KARYA TULIS ILMIAH
Diajukan sebaai s!a"a# un#uk $eniku#i se$ina" %"&%&sa' ka"!a #u'is i'$ia(
$a(asis)a %"&"a$ s#"a#a*+ ke,&k#e"an u$u$
EMA RATNA KARTINA-ATI
G.A//0/12
PROGRAM PENDIDIKAN SAR3ANA KEDOKTERAN
FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS DIPONEGORO
TAHUN ./+/
2
PERBEDAAN EFEKTIVITAS ANTARA CHLORHEXIDINE DENGAN
POVIDONE IODINE SEBAGAI ORAL HYGIENE PADA PENDERITA
DENGAN VENTILATOR MEKANIK DI ICU YANG DINILAI DENGAN
FOTO TORAK
Ema Ratna Kartinawati
1
, Moh. Sofyan Harahap
2
ABSTRAK
La#a" be'akan 4 Penggunaan ventilator mekanik pada penderita di !" #erpoten$i
terhadap ter%adinya komplika$i yaitu Ventilator Ao!iate" Pne#$onia %VAP&. !ara
pen&egahan '(P dapat dengan non farmakologi dan farmakologi. Pen&egahan
farmakologi $alah $atunya adalah dengan menggunakan o#at anti$eptik oral atau
di$e#ut oral '()iene* )e#erapa %eni$ oral '()iene yang #ia$anya diapakai adalah
!'lor'e+i"ine dan ,o-i"one io"ine* *u%uan penelitian ini adalah untuk mengetahui
per#edaan efektivita$ antara !'lor'e+i"ine dan ,o-i"one io"ine $e#agai oral '()iene
pada penderita dengan ventilator mekanik di !" yang dinilai dengan foto torak.
Me#&,e 4 Sampel terdiri ata$ +2 penderita yang memakai ventilator mekanik di !"
RS"P ,r. Kariadi Semarang yang telah memenuhi kriteria inklu$i dan ek$klu$i,
kemudian di#agi men%adi 2 kelompok $e&ara random- kelompok 1.!/ di#erikan
!'lor'e+i"ine 0,21 dan kelompok 2.P/ di#erikan ,o-i"one io"ine 11. Semua
penderita pada kedua kelompok dilakukan pemerik$aan foto torak. Pem#erian oral
'()iene dilakukan $etiap hari $etiap 12 %am dan pada hari kedua atau 23 %am $etelah
pemakaian ventilator mekanik dilakukan kem#ali pemerik$aan foto torak. Ha$il dari
pemerik$aan ini akan di#andingkan dengan pemerik$aan $e#elum perlakuan.
Hasi' 4 Pada kedua kelompok, tidak didapatkan peru#ahan yang #ermakna pada foto
torak $e#elum dan $e$udah perlakuan. Setelah 23 %am perlakuan, tidak didapatkan
$eli$ih peru#ahan foto torak yang #ermakna antara kedua kelompok.
Kesi$%u'an 4 *idak terdapat per#edaan foto torak yang #ermakna antara perlakuan
dengan !'or'e+i"ine dan ,o-i"on io"ine*
Ka#a kun5i 4 !'lor'e+i"ine. ,o-i"one io"ine. ventilator mekanik, foto torak
1
Maha$i$wa program pendidikan S41 kedokteran umum 5K "6,P
2
Staf Penga%ar )agian (ne$te$iologi 5K "6,P7 RS"P dr. Kariadi Semarang
3
THE DIFFERENCE OF EFFECTIVENESS BETWEEN CHLORHEXIDIN
AND POVIDONE IODINE FOR ORAL HYGIENE IN PATIENTS WITH
MECHANICAL VENTILATOR IN ICU ASSESSED BY THORAX PHOTO
Ema Ratna Kartinawati
1
, Moh. Sofyan Harahap
2
ABSTRACT
Backgroun! T'e #e o/ $e!'ani!al -entilator in inteni-e !are #nit in ,atient
,otentiall( o!!#rren!e o/ !o$,li!ation o/ Ventilator Ao!iate" Pne#$onia %VAP&*
Ho0 to ,re-ent VAP !an 0it' non1,'ar$a!olo)i!al an" ,'ar$a!olo)i!al*
P'ar$a!olo)i!al ,re-ention o/ one o/ t'e$ i to #e an oral antie,ti! "r#) 0'o alo
!alle" oral '()iene* Se-eral t(,e o/ oral '()iene ##all( #e" i !'lor'e+i"ine an"
,o-i"one io"ine* T'e ,#r,oe o/ t'i t#"( 0a to "eter$ine t'e "i//eren!e o/
e//e!ti-ene 2et0een !'lor'e+i"ine an" ,o-i"one io"ine /or oral '()iene in ,atient
0it' $e!'ani!al -entilator in ICU aee" 2( t'ora+ ,'oto*
M"#$o%! T'e a$,le !onite" o/ 34 ,atient #in) $e!'ani!al -entilator in t'e
ICU RSUP Dr* 5aria"i Se$aran) 0'o 'a-e $et t'e in!l#ion an" e+!l#ion !riteria.
t'en "i-i"e" ran"o$l( into 4 )ro#,6 )ro#, 7 %C& i )i-en !'lor'e+i"ine 8*49 an"
)ro#, 4 %P& i )i-en ,o-i"one io"ine 79* All ,atient in 2ot' )ro#, ,er/or$e" t'e
e+a$ination t'ora+ ,'oto* Per/or$e" oral '()iene e-er( "a( e-er( 74 'o#r an" on
t'e e!on" "a( or :; 'o#r a/ter a,,li!ation o/ $e!'ani!al -entilator 0ere re#$e"
e+a$ination t'ora+ ,'oto a)ain * T'e re#lt o/ t'i e+a$ination 0ill 2e !o$,are"
0it' t'e e+a$ination 2e/ore treat$ent*
R"%u&#%! In 2ot' )ro#, are no /o#n" i)ni/i!ant !'an)e in t'ora+ ,'oto 2e/ore an"
a/ter treat$ent* A/ter :; 'o#r o/ treat$ent are no /o#n" t'e "i//eren!e i)ni/i!ant
!'an)e in t'ora+ ,'oto 2et0een t'e t0o )ro#,*
Conc&u%'on! T'ere i no i)ni/i!ant "i//eren!e o/ t'e t'ora+ ,'oto 2et0een ,o-i"one
io"ine treat$ent an" !'or'e+i"ine treat$ent*
(") *or%! !'lor'e+i"ine. ,o-i"one io"ine. $e!'ani!al -entilator. t'ora+ ,'oto
7
T'e t#"ent in e"#!ation ,ro)ra$ S17 F5 UNDIP )eneral $e"i!ine
4
Tea!'er Sta/ Se!tion o/ Anet'eiolo)( Me"i!al Fa!#lt( Di,one)oro <
RSUP*5aria"i Se$aran)
4
PENDAHULUAN
'entila$i mekanik atau ventilator ma$ih tetap memiliki peranan penting #agi
dunia perawatan kriti$. Peranannya $e#agai pengganti fung$i ventila$i #agi pa$ien
dengan gangguan paru ma$ih #elum ada gantinya. Se$uai dengan pengertiannya,
ventilator mekanik adalah alat pernafa$an #ertekanan negatif atau po$itif yang dapat
mempertahankan ventila$i dan pem#erian ok$igen dalam waktu yang lama. .)runner
dan Suddarth, 1889/. Seiring perkem#angan teknologi, #er#agai %eni$ ventilator telah
di#uat $eefi$ien mungkin untuk ke#utuhan pa$ien. 6amun $emakin mutakhir %eni$
ventilator $emakin komplek$ pula #er#agai ettin) yang haru$ diperhitungkan #aik
$e&ara matemati$ maupun $e&ara fi$iologi$. Pengamatan pada pa$ien dengan
dukungan ventilator merupakan pengamatan yang haru$ dilakukan $e&ara teru$
meneru$ dan dinilai $e&ara #erke$inam#ungan.
1

*anpa adanya perawatan yang tepat maka $eringkali tim#ul komplika$i pada
penderita dengan ventilator mekanik di Inteni-e Care Unit .!"/. Koloni$a$i #akteri
pada %alan nafa$ merupakan $alah $atu hal yang $angat poten$ial pada penderita yang
terpa$ang ventilator. Keadaan ini $angat #ere$iko untuk ter%adinya Ventilator
Ao!iate" Pne#$onia .'(P/ yaitu pneumonia yang tim#ul le#ih dari 23:;2 %am
$etelah intu#a$i .pema$angan ventilator/ dimana diagno$i$ '(P ini dapat ditegakkan
dengan $uatu te$ yaitu Clini!al P#l$onar( In/e!tion S!ore .!PS/
1
yang meliputi
#e#erapa komponen, yaitu $uhu tu#uh, leuko$it, $ekret trakea, indek$ ok$igena$i,
pemerik$aan radiologi dengan <4foto torak dan kultur.
(da dua &ara yang #i$a dilakukan untuk men&egah ter%adinya '(P yaitu
dengan non farmakologi dan farmakologi.
+,9,;
!ara non farmakologi merupakan
&ara rutin dan #aku dilakukan di "P ."nit Perawatan nten$if/, meliputi ke#ia$aan
&u&i tangan $e#elum dan $e$udah kontak dengan pa$ien, intu#a$i per oral, po$i$i
kepala le#ih tinggi +0 : 2=>, dan menghindari volume lam#ung yang #e$ar.
9,;,3
Pen&egahan non farmakologi ini #elum mampu menurunkan in$iden '(P, maka
kemudian ditam#ahkan dengan pen&egahan $e&ara farmakologi yang le#ih efektif.
8
5
Pen&egahan $e&ara farmakologi dilakukan dengan &ara dekontamina$i
$elektif menggunakan anti#iotika pada $aluran &erna %ele!ti-e "e!onta$ination
o/

t'e "i)eti-e tra!t<SDD& dan dekontamina$i orofaring %oro,'ar(n)eal
"e!onta$ination<OD& menggunakan anti$eptik. Se&ara empirik ter#ukti #ahwa
S,, &ukup efektif dalam pen&egahan '(P, namun karena pemakaian anti#iotika
dapat meningkatkan ri$iko ter%adinya re$i$ten$i kuman maka S,, tidak
dian%urkan $e&ara rutin, $ehingga penggunaan ?at anti$eptik men%adi alternatif
pilihan.
10412

)e#erapa %eni$ anti$eptik telah dipakai, namun angka '(P ma$ih tetap
tinggi $ampai akhirnya ,eRi$o

menyatakan dalam penelitiannya #ahwa
!'lor'e+i"ine yang digunakan dalam dekontamina$i orofaring dapat menurunkan
ke%adian infek$i no$okomial $aluran napa$ di "P $ampai dengan 981.
Kemudian diikuti oleh 5ourrier yang menyatakan #ahwa !'lor'e+i"ine dapat
menurunkan koloni$a$i kuman penye#a# '(P $e#e$ar =+1. ,engan menurunnya
koloni$a$i kuman di orofaring, diharapkan #ahwa in$iden '(P %uga menurun,
hal ini telah di#uktikan dalam penelitian yang dilakukan oleh *antipong dan
!han.
10,11,12
. Ra#ih @. ,aroui&he et al .2010/ melakukan penelitian dengan
mem#andingkan efek anti$eptik antara !'lor'e+i"ine dengan ,o-i"one io"ine pada
tindakan preoperatif, dan menyimpukan #ahwa !'lor'e+i"ine le#ih efektif di#anding
,o-i"one io"ine pada pemakaian preoperatif untuk men&egah infek$i po$toperatif.
1+
Efektivita$ dari oral '()iene yaitu !'lor'e+i"ine dan ,o-i"one io"ine yang
#ia$a digunakan pada pa$ien dengan ventilator mekanik dapat dinilai dengan Clini!al
P#l$onar( In/e!tion S!ore .!PS/. Seperti yang telah di%ela$kan pada paragraf
$e#elumnya, penilaian !PS meliputi #e#erapa komponen yang $alah $atunya adalah
pemerik$aan radiologi yaitu <4foto torak. ,ari gam#aran foto torak inilah diharapkan
peneliti dapat menilai keadaan paru pa$ien yang terpa$ang ventilator mekanik yang
nantinya akan $angat #erarti untuk pengelolaan kondi$i pa$ien $erta $e#agai a&uan
untuk penanganan medi$ $elan%utnya.
6
@leh karenanya, #erda$arkan penemuan dari #e#erapa penelitian diata$,
melatar#elakangi peneliti untuk meneliti le#ih lan%ut mengenai per#edaan efektivita$
antara !'lor'e+i"ine dengan ,o-i"one io"ine $e#agai oral '()iene pada penderita
dengan ventilator mekanik di !" yang dinilai dengan foto torak.
METODE
Selek$i penderita dilakukan $aat dirawat di !" RS"P ,r. Kariadi Semarang
pada penderita yang mengunakan ventilator mekanik, #erda$arkan kriteria yang telah
ditetapkan $e#elumnya. Keluarga penderita di#erikan pen%ela$an tentang hal4hal yang
akan dilakukan, $erta #er$edia untuk mengikuti penelitian dan mengi$i formulir
in/or$e" !onent.
Penderita $e&ara #erurutan di#agi men%adi 2 kelompok yaitu kelompok 1 .!/
yang di#erikan !'lor'e+i"ine 0,21 $e#anyak 2= ml dan kelompok 2 .P/ yang
di#erikan ,o-i"one io"ine 11 $e#anyak 2= ml. Semua penderita dengan ventilator
mekanik dilakukan pemerik$aan foto torak.
Pro$edur pem#er$ihan rongga mulut dimulai dari petuga$ yang haru$ men&u&i
tangan terle#ih dahulu dan memakai $arung tangan, ma$ker dan penutup kepala. Aika
peralatan telah $iap, di#awa ke dekat penderita. (tur po$i$i penderita miring
e$i/o0ler dengan kepala miring menghadap petuga$. Pa$ang pengala$ di#awah dada
$ampai dagu lalu letakkan #engkok di#awah pipi. (m#il air di$emprotkan kedalam
rongga mulut, kemudian letakkan #!tion di#awah lidah, am#il ,attel dengan tangan
kiri untuk menekan dor$um lidah hingga mulut ter#uka. Kemudian #erikan
!'lor'e+i"ine 0,21 $e#anyak 2= ml pada kelompok 1 .!/ dan ,o-i"one io"ine 11
$e#anyak 2= ml pada kelompok 2 .P/. ,ilakukan penyikatan dengan $ikat gigi pada 2
kuadran gigi .kanan ata$, kanan #awah, kiri ata$, kiri #awah/ dan diantara kuadran
ter$e#ut dilakukan $em#uran7$emprotan dengan pola teratur. Pada gu$i dan lidah
di#er$ihkan dengan $emprotan menggunakan $puit ditiap area. "ntuk menyedot
7
$aliva dan $i$a air digunakan !ateter #!tion di#antu dengan to#n)e ,attle untuk
menekan lidah. Kemudian $emprotkan kem#ali air kedalam rongga mulut hi$ap
kem#ali airnya.Pem#er$ihan rongga mulut ini dilakukan $etiap hari $etiap 12 %am dan
pada hari ke dua atau 23 %am $etelah pemakaian ventilator dilakukan kem#ali
pemerik$aan foto torak. Ha$il dari pemerik$an ini akan di#andingkan dengan
pemerik$aan $e#elum perlakuan.
HASIL PENELITIAN
*elah dilakukan penelitian terhadap +2 orang yang di#agi men%adi 2
kelompok, dimana pada kelompok 1.!/ di#erikan &hlorhe<idine 0,21 $e#anyak 2=
ml $etiap 12 %am dalam waktu 23 %am, dan kelompok 2.P/ di#erikan povidone iodine
11 $e#anyak 2= ml $etiap 12 %am $elama 23 %am.
Ka"ak#e"is#ik sa$%e'
'aria#el karakteri$tik $ampel penelitian pada kedua kelompok pada penelitian
ini adalah umur dan %eni$ kelamin.
Tabe' 16 Ka"ak#e"is#ik Sa$%e'
,ata untuk umur di$a%ikan dalam #entuk mean B S, $edangkan data untuk %eni$ kelamin di$a%ikan
dalam #entuk frekuen$i dan pre$enta$e.
1 C t4te$t
2 C &hi4$Duare te$t
'aria#el
Kelompok C'lor'e+i"ine
.n C 19/
Kelompok Po-i"one
Io"ine
.n C 19/
,
"mur .tahun/ 23.31 B 20.;99 23.00 B 19.321 0.802
1
Aeni$ Kelamin
Eaki :laki
Perempuan
3 .22.2 1/
3 .=;.1 1/
10 .==.91/
9 .22.81/
0.2;9
2
8
*a#el 9 memperlihatkan karakteri$tik $ampel pada kedua kelompok yang
$e&ara $tati$tik #er#eda tidak #ermakna .,F0,0=/, maka kedua kelompok ter$e#ut
dapat di#andingkan.
F&#& T&"ak
5oto torak pada penelitian ini adalah gam#aran foto torak yang dinilai dengan
menggunakan $inar4<, dimana akan dikla$ifika$ikan men%adi tiga kriteria yaitu, tidak
terdapat infiltrat.0/, infiltrat difu$ atau #er&ak.1/, dan infiltrat terlokali$ir.2/.
Tabe' 06 Dis#"ibusi 7"ekuensi 7&#& #&"ak sebe'u$ %e"'akuan
5oto *orak 5rekuen$i Per$enta$e
*idak ada infiltrat 22 ;=1
nfiltrat terlokali$ir 3 2=1
*otal +2 1001
*a#el ;. menun%ukkan #ahwa foto torak $e#elum perlakuan pada $ampel penelitian
memiliki karakteri$tik yang #er#eda. Se#agian #e$ar $ampel yaitu 22 $ampel .;=1/
tidak ada infiltrat pada foto toraknya $edangkan 3 $ampel .2=1/ terdapat infiltrat
terlokali$ir.
Tabe' 26 Dis#"ibusi 7"ekuensi 7&#& #&"ak se#e'a( %e"'akuan
5oto *orak 5rekuen$i Per$enta$e
*idak ada infiltrat 22 ;=1
nfiltrat terlokali$ir 3 2=1
*otal +2 1001
*a#el 3. menun%ukkan #ahwa foto torak $etelah perlakuan tidak %auh #er#eda dengan
foto torak $e#elum perlakuan, yaitu 22 $ampel .;=1/ tidak ada infiltrat dan 3 $ampel
.2=1/ terdapat infiltrat terlokali$ir.
9
Hubunan Ora& H)g'"n" ,enan F&#& T&"ak
Tabe' 8 Dis#"ibusi 7"ekuensi ora& $)g'"n" ,enan 7&#& #&"ak sebe'u$ %e"'akuan
5oto *orak Oral H()iene
C'lor'e+i"ine Po-i"one Io"ine
*idak ada infiltrat 19 .99,;1/ 3 .++,+1/
nfiltrat terlokali$ir 0 .01/ 3 .100,01/
*otal 19 .=01/ 19 .=01/
p C 0,002
*a#el 8. menun%ukkan #ahwa $e#elum perlakuan keadaan $ampel penelitian yang
digunakan #er#eda $ehingga pada ha$il u%i $tati$tik Fi'er= E+a!t Tet terdapat
per#edaan #ermakna .p G 0,0=/.
Tabe' +/6 Dis#"ibusi 7"ekuensi ora& $)g'"n" ,enan 7&#& #&"ak se#e'a( %e"'akuan
5oto *orak Oral H()iene
C'lor'e+i"ine Po-i"one Io"ine
*idak ada infiltrat 19 .99,;1/ 3 .++,+1/
nfiltrat terlokali$ir 0 .01/ 3 .100,01/
*otal 19 .=01/ 19 .=01/
p C 0,002
*a#el 10 menun%ukkan #ahwa #elum ada peru#ahan yang #ermakna pada foto torak
$elama perlakuan dalam waktu 23 %am #aik dengan !'lor'e+i"ine 0,21 maupun
,o-i"one io"ine 11.
SIMPULAN
Ha$il dari penelitian ini didapatkan ke$impulan #ahwa C'lor'e+i"ine ter#ukti
$ama efektifnya dengan ,o-i"one io"ine $e#agai oral '()iene pada penderita dengan
ventilator mekanik di !" yang dinilai dengan foto torak.
10
SARAN
"ntuk mendapatkan per#edaan yang le#ih $ignifikan antara $e#elum dan
$etelah perlakuan maka $e#aiknya untuk penelitian $elan%utnya dapat dilakukan
dengan menam#ah waktu perlakuan , menggunakan $ampel dengan kondi$i awal
yang $eragam antara kedua kelompok atau dengan $i$tem randomi$a$i yang le#ih
#aik agar diperoleh per#edaan ha$il yang le#ih $ignifikan.
UCAPAN TERIMA KASIH
"&apan terima ka$ih penuli$ $ampaikan kepada H
1. ,R. dr. Moh. Sofyan Harahap, Sp.(n, K6( $elaku do$en pem#im#ing.
2. ,r. Hardian $elaku ketua pengu%i pada $eminar ha$il karya tuli$ ilmiah.
3. ,r. Heru ,wi Aatmiko, Sp.(n, K(K', K(P $elaku do$en pengu%i pada
$eminar propo$al dan $eminar ha$il karya tuli$ ilmiah.
2. ,r. ,harminto $elaku pem#im#ing metodologi penelitian.
=. ,r. Kurniady Se#ayang, Sp.(n dan $emua pihak yang telah mem#antu.
DAFTAR PUSTAKA
1. )ertram I. Kat?ung. 5armakologi ,a$ar dan Klinik. Edi$i 3. Aakarta H
Salem#a Medika, 2002.
2. Sundana, Kri$na. 'entilator Pendekatan Prakti$ ,i "nit Perawatan Klini$
Edi$i . )andungH !!" RSHS.2003.
+. !ha$tre A, 5agon AJ. 'entilator a$$o&iated pneumonia. (m A Re$pir !rit !are
Med 2002-9=H9;480+.
4. Se#ayang, Kurniady. *e$i$ H Per#edaan Efektivita$ Oral H()iene antara
C'lor'e+i"ine dengan Po-i"one Io"ine terhadap Clini!al P#l$onar(
In/e!tion S!ore Pada Penderita dengan 'entilator Mekanik. Semarang H
5akulta$ Kedokteran "niver$ita$ ,iponegoro. 2010.
11
=. Harahap, MS. Per#edaan Peningkatan *ekanan !uff Pipa Endotrakea yang
,ikem#angkan dengan "dara Kamar dan Ia$ (ne$tetik. Kumpulan Karya
lmiah. Semarang H )agian (ne$te$iologi 5akulta$ Kedokteran "niver$ita$
,iponegoro. 2000.
6. 6iederman MS, !raven ,E, )onten MA. (meri&an thora&i& $o&iety
do&ument$H Iuideline$ for the management of adult$ with ho$pital4a&Duired,
ventilator4a$$o&iated, and health&are a$$o&iated pneumonia. (m A Re$pir !rit
!are Med 200=-1;1H+334219.
;. ,odek P, Keenan S, !ook ,. Eviden&e #a$ed &lini&al pra&ti&e guideline for
the prevention of ventilator a$$o&iated pneumonia. (nn ntern Med
2002-121H+0=41+
3. Pe$ola IR. 'entilator a$$o&iated pneumonia in in$titutionali?ed elder$. (re
teeth a re$ervoir for re$piratory pathogen$K !he$t 2002-129H12014+.
8. !hle#i&ki MP, Safdar 6. *opi&al &hlorhe<idine for prevention of ventilator
a$$o&iated pneumonia H ( meta4analy$i$. !rit !are Med 200;-+=H=8=4902.
10. ,eRi$o (A. !hlorhe<idine glu&onate 0,121 oral rin$e redu&e$ the in&iden&e
of total no$o&omial re$piratory infe&tion and non prophyla&ti& $y$temi&
anti#ioti& u$e in patient$ undergoing heart $urgery. !he$t 1889-108H1==9491.
11. 5ourrier 5, ,u#oi$ ,, Pronnier P, Her#e&D P, Eeroy @, ,e$mettre *, et al6
Effe&t of gingival and dental plaDue anti$epti& de&ontamination on
no$o&omial infe&tion$ a&Duired in the inten$ive &are unit H ( dou#le#lind
a&Duired in the inten$ive &are unit. !rit !are Med 200=-++H1;234+9.
12. *antipong H, Mork&hareonpong !, Aaiyindee S, *hamlikitkul '. Randomi?ed
&ontrolled trial and metaanaly$i$ of oral de&ontamination with 21
&hlorhe<idine $olution for the prevention of ventilator a$$o&iated pneumonia.
nfe&t !ontrol Ho$p Epidemiol 2003-28H1+149.
12
13. Ra#ih @. ,aroui&he et al. !hlorhe<idine : (l&ohol ver$u$ Povidone : odine
for Surgi&al : Site (nti$ep$i$ (ne$the$iology. (vaila#le fromH
httpH77www.ne%m.org. 2010.