Anda di halaman 1dari 17

Numerical study on heat transfer

characteristics of thermosyphon
heat pipes using nanouids
Gabriela Huminic, Angel Huminic
Energy Conversion and Management
Alat
SKEMATIK SISTEM UNTUK MENGUKUR PERFORMA TPCT
MENJAGA SUHU KONSTAN
Prosedur
Kondisi:
Suhu pemanasan air dijaga konstan
Suhu operasi divariasikan antara 60
O
C dan 90
O
C
Suhu pendinginan dijaga konstan pada20
O
C
Level konsentrasi nanopartikel 0%, 2%, dan 5.3%
2 resisteansi panas pada evaporator, 1 pada bagian
adiabatik, dan 2 pada kondenser
Termosifon diisolasi dengan Polystyrene dengan tebal
10 mm
Suhu inlet dan outlet dari evaporator dan kondenser,
dan laju aliran pendinginan air diukur
Formulasi
Simulasi CFD dari ANSYS CFX-12.0
ANSYS ini mengombinasikan CAD (modeling dan
input), solusi mesh komplex, algoritma, dan post-
processing
Sistem komputer paralel, distribusi memori
(cluster) terdiri dari 12 processor core dan 96 GB
memory RAM
Faktor yang mempengaruhi efisiensi panas
simulasi CFD:
1. Model geometri dan integrasi dalam domain fisis
2. Grid dan pilihan skema komputasi numerik
Formulasi
Step formulasi:
1. Koefisien transfer panas
Mulai dari koefisien evaporator, kondenser, resistansi
panas, dan laju transfer panas
2. Sifat termofisis Nanofluida
Menggunakan model Hamilton Crosser, melibatkan faktor
sperifitas
3. Pengaturan Persamaan
Diselesaikan dalam sistem koordinat kartesian untuk
kondisi stabil (steady)
Efek gravitasi dimasukkan
Persamaan kontinuitas, momentum (Reynold Averaged
Navier-Stokes), dan energi total
Validasi Model
Sebelum evaluasi karakteristik transfer panas termosifon dengan
nanofluid, air murni digunakan sebagai fluida kerja untuk estimasi akurasi
analisis numerik
Hasil simulasi dibandingkan dengan eksperimen dan korelasi Kututaladze
Koefisien transfer panas fit pada suhu operasi tinggi
Resolusi Grid
ANSYS CFX menggunakan element-based finite
volume method yang melibatkan diskritisasi
domain spasial dengan menggunakan mesh
Mesh digunakan untuk membentuk finite volume,
Grid dibentuk menggunakan skema multi-block
dengan elemen-elemen tetrahedal dan wedge
terdekat dengan permukaan termosifon
Dimensi Grid:
Jumlah grid: 240,720
Jumlah elemen: 154,000
Syarat Batas
Terdiri dari:
Inlet: Melibatkan kecepatan aksial dan volume fraksi
Outlet: Kondisi tekanan nol, P=0
Dinding: Melibatkan suhu
Untuk interferensi permukaan domain dilibatkan flux interface
conservative

Hasil dan Diskusi
Distribusi suhu untuk
air dan suspensi besi
oksida:
Suhu adiabatik
dimonitori untuk validasi
CFD
Dari grafik CFD cocok
dengan hasil eksperimen
Distribusi suhu termosifon untuk
konsentrasi nanopartikel yang berbeda
Hasil dan Diskusi
Distribusi suhu untuk
air dan suspensi besi
oksida:
Suhu adiabatik
dimonitori untuk validasi
CFD
Dari grafik CFD cocok
dengan hasil eksperimen

Distribusi suhu termosifon untuk
konsentrasi nanopartikel yang berbeda
Hasil dan Diskusi
Performa transfer panas
pendidihan suspensi besi
oksida:
Koefisien transfer panas
evaporasi meningkat
dengan meningkatnya
konsentrasi nanopartikel
Resistansi panas antara
permukaan dan fluida kerja
di evaporator meningkat
CFD cocok dengan
eksperimen
Efek nanopartikel-nanopartikel besi
oksida pada koefisien transfer panas
evaporasi
Hasil dan Diskusi
Rasio peningkatan
koefisien transfer
panas:
Rasio meningkat dengan
meningkatnya suhu
operasi (suhu rendah)
Rasio menurun pada
suhu operasi tinggi
Rasio peningkatan
maksimum 2.44 untuk
2% besi oksida, dan 2.72
untuk 5.3% besi oksida
Rasio peningkatan koefisien transfer
panas di Evaporator
Hasil dan Diskusi
Rasio peningkatan
koefisien transfer
panas:
Koefisien transfer panas
kondensasi untuk kedua
fluida kerja meningkat
pada suhu rendah dan
menurun pada suhu
tinggi
CFD cocok dengan
eksperimen
Efek nanopartikel besi oksida pada
koefisien transfer panas kondensasi
Hasil dan Diskusi
Rasio peningkatan
koefisien transfer
panas:
Rasio peningkatan
maksimum 1.09 untuk
2% nanopartikel besi
oksida dan 1.15 untuk
5.3 nanopartikel besi
oksida
Efek konsentrasi nanopartikel pada
pada rasio peningkatan koefisien
transfer panas di kondenser
Hasil dan Diskusi
Perbandingan resistansi panas total termosifon dengan menggunakan nanofluida
dan air. Dapat dilihat pada grafik bahwa penurunan konsentrasi nanopartikel
menurunkan resistansi panas termosifon
Kesimpulan
Berdasarkan hasil numerik:
Penggunaan nanofluida (besi oksida+air) sebagai fluida
kerja dapat meningkatkan performa panas termosifon
Volume fraksi nanopartikel berefek besar pada reduksi
suhu evaporator dan meningkatkan koefisien transfer
panas
Hasil numesik cocok dengan eksperimen
Performa nanofluida di dalam termosifon dipengaruhi
berbagai faktor, seperti:
1. Tipe nanofluida
2. Level konsentrasi nanopartikel yang ditambahkan
3. Geometri heat pipe
4. Kondisi kerja (suhu operasi atau flux panas)
Referensi
Gabriela Huminic, Angel Huminic. Numerical
study on heat transfer characteristics of
thermosyphon heat pipes using nanouids.
Energy Conversion and Management 76
(2013) 393399