Anda di halaman 1dari 20

Metabolisme Energi dan

Mekanisme Kompensasi Lapar



Oleh: Raymond Edwin Lubis
Tujuan Metabolisme
Jalur anabolik, yaitu jalur yang berperan membentuk
senyawa yang besar dari senyawa-senyawa kecil
Jalur katabolik, yaitu jalur yang berperan
menguraikan menjadi senyawa-senyawa kecil, jalur
ini umumnya menghasilkan energi, menghasilkan
ekuivalen pereduksi, dan ATP terutama melalui rantai
respiratorik
Jalur amfibolik, yang berlangsung di persimpangan
metabolisme, bekerja sebagai penghubung antara
jalur katabolik dan anabolik
Fosforilasi Oksidatif
Suatu deretan reaksi oksidasi-reduksi yang
terjadi di mitokondria (rantai pernapasan),
enzim yang berperan adalah
oksidoreduktase, dan menghasilkan energi
berupa panas dan ATP.
Menghasilkan proton-proton (H
+
) yang
mengalami translokasi melintasi membran
mitokondria.

Karbohidrat
Glukosa adalah prekursor untuk sintesis semua
karbohidrat lain di tubuh, glikogen untuk
penyimpanan ribosa dan deoksiribosa dalam asam
nukleat, galaktosa dalam laktosa susu.
Produk akhir pencernaan karbohidrat dalam
saluran pencernaan hmpir seluruhnya dalam
bentuk glukosa, fruktosa, dan galaktosa, yang
mewakili rata-rata sekitar 80% dari produk-
produk akhir.
Glikolisis
Semua sel tubuh mempunyai enzim protein
khusus, yang menyebabkan molekul
glukosa dipecahkan sedikit demi sedikit
dalam banyak langkah yang berurutan, 38
ATP/sel
Memecahkan molekul glukosa untuk
membentuk dua molekul asam piruvat.
Glikolisis terjadi melalui 10 reaksi kimia
yang berurutan
Glikolisis
Selama glikolisis, total energi sebanyak
56.000 kalori dilepaskan dari glukosa asal,
yang memberikan efisiensi untuk
pembentukan ATP hanya 43%, sisanya 57%
dalam bentuk panas
Siklus Asam Sitrat
Siklus Asam Sitrat
Siklus Asam Sitrat
Hasil akhir adalah 4 CO
2
+ 16 H + 2 KoA + 2
ATP
20 dari 24 atom H akan dikatalisis
dehidrogenase dan bergabung dengan
dinukleotida adenin nikotinamid (NAD+),
suatu derivat vitamin niasin
4 sisanya dari perubahan asam suksinat
asam fumarat tidak bergabung ke NAD+
tapi masuk proses oksidatif
Glikogenolisis
Pemecahan glikogen dalam sel untuk
membentuk glukosa di dalam sel
Dipengaruhi aktivitas fosforilase oleh
epinefrin atau oleh glukagon, glukagon
rangsang pembentukan AMPc di sel hati
Glikogenesis
Pembentukan glikogen untuk disimpan di
otot atau hati berasal dari glukosa yang
tidak masuk dalam glikolisis

Glukoneogenesis
Jika simpanan karbohidrat tubuh berkurang
di bawah normal <200mg/dL, glukosa
dalam jumlah sedang dibentuk dari asam
amino dan dari gugus gliserol lemak.
25% glukosa disintesis hati selama puasa
dari proses ini
60% asam amino mengalami deaminasi dan
menjadi karbohdirat, sisanya tidak
disintesis menjadi asam piruvat
Protein
Dari rangkaian peptida yang
menghubungkan gugus amino pada satu
asam amino
Proses metabolisme terjadi di hati
Asam amino memerlukan pelepasan gugus
amin karena bersifat toksik bagi tubuh
Lipid
Fungsi: komponen membran, lapisan
pelindung, energi cadangan, komponen
permukaan sel, komponen pengangkutan
jaringan
Oksidasi asam lemak: asam lemak berasal
dari proses hidrolisis trigliserida oleh enzim
lipase di jaringan adiposa, kalau di usus
bentuknya adalah khilomikron
Ketogenesis
Pembentukan benda keton oleh hati,
lipolisis meningkat, asam lemak tinggi
dalam darah yang berasal dari Asetil KoA
Regulasi Ketogenesis: lipolisis triasilgliserol
di jaringan adiposa, asam lemak prekursor
badan keton di hati
Asam lemak dioksidasi beta jadi
CO2/badan keton, terestifikasi jadi
triasilgliserol + fosfolipid
Ketogenesis
Regulator utama adalah karnitin
palmitoltransferase (CPT-I) dalam
masuknya asam lemak ke jalur oksidatif
Pemisahan asetil KoA diatur sedemikian
rupa agar energi bebas total yang terserap
dalam ATP yang terbentuk dari oksidasi
asam lemak bebas
Kesimpulan
Tubuh dalam keadaan normal memiliki
kemampuan katabolisme dan anabolisme
yang baik sehingga dalam keadaan kenyang
maupun lapar sekalipun tubuh selalu
tersedia energi yang cukup