Anda di halaman 1dari 14

Berbagai jalur metabolisme berlangsung di dalam sel /

mahluk hidup
Tiap jalur metabolisme terdiri dari rangkaian reaksi kimia,
masing-masing reaksi dikatalisis oleh enzim spesifik
Tiap jalur metabolisme harus dapat dikendalikan agar
reaksinya berjalan dengan laju yang sesuai dengan
kebutuhan sel / mahluk hidup pada saat tertentu
Laju jalur metabolisme dikendalikan oleh enzim
pengendali (regulatory enzyme)
Pengendalian metabolisme oleh enzim

Enzim pengendali umumnya adalah enzim yang
memiliki laju katalisis paling rendah dalam jalur
metabolisme dan mengkatalisis reaksi awal dalam suatu
jalur metabolisme
Produk akhir dari suatu jalur metabolisme kebanyakan
merupakan inhibitor allosterik dari enzim pengendali :
akumulasi produk akhir akan menghambat aktivitas
enzim pengendali (feedback inhibition) sehingga
pertambahan produk lebih lanjut dapat dihindari
S
A B C D
a b c d
P
p
E
1
E
2
E
3
E
4
E
5
e
1
e
2
e
3
e
4
e
5
( - )

S
1
E
1
adalah enzim pengendali jalur metabolisme S P
P merupakan inhibitor alosterik enzim E
1
Secara umum, pengendalian reaksi enzimatik dapat terjadi
melalui
1. Perubahan kadar substrat
- Kurang efektif pada kadar substrat yang tinggi
2. Perubahan kadar enzim
- Terjadi melalui perubahan laju biosintesis enzim atau
perubahan laju degradasi enzim
- Efek timbul tidak segera (rata-rata dalam beberapa hari,
bahkan beberapa minggu)
3. Isolasi enzim di dalam kompartemen intrasel
- Misalnya penempatan berbagai enzim hidrolitik di dalam
lisosom sehingga tak merusak berbagai komponen penting
sel

4. Modulasi aktivitas enzim
- Efek timbul segera (paling lama dalam
beberapa menit)
- Terjadi dengan cara:
a) pengendalian allosterik
b) modifikasi kovalen reversible
c) aktivasi proteolitik (proenzim enzim)
d) pengendalian oleh protein regulator

Pengendalian allosterik

Tiap jalur metabolisme harus dapat dikendalikan agar
reaksinya berlangsung dengan laju yang sesuai dengan
kebutuhan sel/ mahluk hidup pada saat tertentu
Laju jalur metabolisme dikendalikan oleh enzim pengendali
(regulatory enzyme)
Enzim pengendali umumnya adalah enzim allosterik yang
memiliki laju katalisis paling rendah dalam jalur metabolisme
dan mengkatalisis reaksi searah pada awal jalur metabolisme.


Produk akhir dari suatu jalur metabolisme kebanyakan
merupakan inhibitor allosterik dari enzim pengendali :
akumulasi produk akhir akan menghambat aktivitas enzim
pengendali (feedback inhibition) sehingga pertambahan produk
lebih lanjut dapat dihindari
S
A B C D
a b c d
P
p
E
1
E
2
E
3
E
4
E
5
e
1
e
2
e
3
e
4
e
5
( - )

S
1
E
1
adalah enzim allosterik pengendali jalur metabolisme S P
P merupakan inhibitor alosterik enzim E
1
Enzim allosterik memiliki beberapa ciri spesifik yang
membedakannya dari enzim normal:
Terdiri dari lebih beberapa sub-unit rantai peptida
Masing-masing sub-unit memiliki active site pengikat
substrat dan allosteric site pengikat efektor (aktivator
allosterik atau inhibitor allosterik)
Pengikatan substrat/ efektor pada salah satu subunit
akan mengubah konformasi kedua subunit
Memiliki kinetika kooperatif dengan kurva yang
berbentuk sigmoid (bukan hiperbolik)

Enzim normal
Enzim allosterik
Kurva basal
Efektor positif
Efektor negatif
Kadar subsrat fisiologis
Substrat
Aktivator
Substrat
Aktivator
Inhibitor
active site active site
Enzim alosterik berupa dimer yang dapat berada dalam 2 konformasi:
relaxed (R) dan tense (T)
Active site enzim konformasi R memiliki afinitas tinggi terhadap
substrat. Sebaliknya afinitas konformasi T terhadap substrat adalah
rendah. Pengikatan substrat pada active site salah satu unit enzim akan
membuat keseimbangan T R mengarah ke R sehingga lebih banyak
substrat dapat terikat pada enzim (efek kooperativitas) mengakibatkan
kurva V / [S] tidak lagi hiperbolik tetapi sigmoid.
Aktivator allosterik hanya dapat terikat pada allosteric site enzim
konformasi R. Pengikatan aktivator allosterik pada allosteric site salah satu
unit enzim akan membuat keseimbangan T R mengarah ke R
sehingga lebih banyak substrat dapat terikat pada enzim
Inhibitor allosterik hanya dapat terikat pada allosteric site konformasi T.
Pengikatan inhibitor pada allosteric site membuat keseimbangan T
R mengarah ke T sehingga menghambat pengikatan substrat dan
aktivator pada enzim
allosteric site allosteric site
Modifikasi kovalen (reversible)

Beberapa enzim dapat berada dalam bentuk aktif atau
tak aktif
Perubahan bentuk dari tak aktif menjadi aktif, atau
sebaliknya, terjadi melalui pengikatan kovalen gugus
kimia tertentu pada molekul enzim atau pelepasan
gugus tersebut dari molekul enzim

Gugus yang diikatkan atau dilepas tersebut antara lain
berupa
1. Gugus fosfat, prosesnya disebut fosforilasi, enzimnya
dinamai kinase. Sebaliknya, enzim yang melepas fosfat
adalah fosfatase. Gugus fosfat diikatkan pada rantai
samping asam amino serin, treonin, atau tirosin.
2. Gugus sulfat
3. Gugus adenilil
4. Gugus ADP-ribosil


ENZYM
Aktivitas
Rendah Tinggi
Acetyl-CoA carboxylase EP E
Glycogen synthase EP E
Pyruvate dehydrogenase EP E
HMG-CoA reductase EP E
Glycogen phosphorylase E EP
Citrate lyase E EP
Phosphorylase b kinase E EP
HMG-CoA reductase kinase E EP
Contoh enzim yang berubah aktivitasnya melalui mekanisme
fosforilasi - defosforilasi

Efek fosforilasi defosforilasi terhadap
konformasi enzim
OH
+
+
+
+
O
P
O
-
O
-
O
ATP
ADP
P
i
Protein Kinase
Protein Phosphatase
Contoh aktivasi proteolitik: enzim saluran cerna
Chymotrypsinogen (zymogen tak aktif)
Pembelahan pada Arg
15

oleh Trypsin
p-Chymotrypsin (enzim aktif)
a-Chymotrypsin (enzim aktif)
Pembelahan pada Leu
13
,
Tyr
146
, dan Asn
148
oleh
p-chymotrypsin sendiri
Contoh aktivasi proteolitik: pembekuan darah
Jalur intrinsik
Kerusakan permukaan jaringan
Kininogen
Kallikrein
Jalur ekstrinsik
Trauma
Trauma
Faktor
jaringan
Jalur
bersama
Anyaman fibrin
(bekuan darah)