Anda di halaman 1dari 44

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kelompok remaja, yaitu penduduk dalam rentang usia 10-19 tahun,
di Indonesia memiliki proporsi kurang lebih 1/5 dari jumlah seluruh
penduduk. Ini sesuai dengan proporsi remaja di dunia dimana jumlah
remaja diperkirakan 1,2 miliar atau sekitar 1/5 dari jumlah penduduk dunia
!"#,200$%.
&asa remaja merupakan periode terjadinya pertumbuhan dan
perkembangan pesat baik 'isik, psikologis maupun intelektual. (ola
karakteristik pesatnya tumbuh kembang ini menyebabkan remaja
dimanapun ia menetap, mempunyai si'at khas yang sama yaitu mempunyai
rasa keingintahuan yang besar, menyukai petualangan dan tantangan serta
)enderung berani menanggung risiko atas perbuatannya tanpa didahului
oleh pertimbangan yang matang. *i'at tersebut dihadapkan pada
ketersediaan sarana di sekitarnya yang dapat memenuhi keingintahuan
tersebut. Keadaan ini sering kali mendatangkan kon'lik batin dalam
dirinya. +pabila keputusan yang diambil dalam menghadapi kon'lik tidak
tepat, mereka akan jatuh ke dalam perilaku berisiko dan mungkin harus
menanggung akibat lanjutnya dalam bentuk berbagai masalah kesehatan
'isik dan psikososial, yang bahkan mungkin harus ditanggung seumur
hidupnya.
,aktor lingkungan yang kondusi' terhadap perilaku berisiko pada
remaja adalah kondisi lingkungan yang permisi' terhadap perilaku berisiko
ketersediaan 'asilitas/sarana yang mendukung perilaku berisiko, ketiadaan
penegakan hukum terkait kesehatan% atau bahkan mendorong perilako
berisiko melalui in'ormasi yang salah, iklan%.
1
*e)ara rin)i terjadinya 'aktor lingkungan yang kondusi' adalah
sebagai berikut-
1. In'ormasi yang merugikan mudah diakses
2. *ubstansi merugikan mudah didapat
$. .urunnya nilai-nilai sosial dalam masyarakat
/. Kemiskinan
(erilako berisiko yang mereka lakukan dapat mengakibatkan
terjadinya kehamilan yang tidak diinginkan, terin'eksinya penyakit
menular seksual, terpaparnya tindak kekerasan, serta timbulnya
komplikasi akibat penyalahgunaan 0ap1a.
*emua keadaan yang disebutkan di atas menunjukkan besarnya
masalah kesehatan remaja pada saat ini, dan mengisyaratkan perlunya
penanganan dengan se)ara lebih bersungguh-sungguh.
(rogram Kesehatan 2emaja sudah mulai diperkenalkan oleh
(uskesmas sejak a3al dekade yang lalu. *elama lebih sepuluh tahun,
program ini lebih banyak bergerak dalam pemberian in'ormasi, berupa
)eramah, tanya ja3ab dengan remaja tentang masalah kesehatan melalui
3adah 4saha Kesehatan *ekolah 4K*%, Karang .aruna, atau organisasi
pemuda lainnya dan kader remaja lainnya yang dibentuk oleh (uskesmas.
*ta' (uskesmas berperan sebagai 'asilitator dan narasumber. 4ntuk
mendukung pelaksanaan KI5 kepada remaja, 6e'kes telah menerbitkan
bahan )etak yang digunakan sebagai a)uan atau alat peraga oleh petugas
kesehatan, umumnya berkaitan dengan Kesehatan 2eproduksi 2emaja
K22% dan 0ap1a%. (emberian pelayanan khusus kepada remaja melalui
perlakuan khusus kepada remaja melalui perlakuan khusus yang
disesuaikan dengan keinginan, selera dan kebutuhan remaja belum
dilaksanakan. 6engan demikian apabila remaja menjadi salah satu
pengunjung (uskesmas diberlakukan selayaknya pasien lain sesuai dengan
keluhan atau penyakitnya.
*ementara itu beberapa sentra pelayanan kesehatan khusus untuk
remaja mulai dikembangkan oleh beberapa organisasi s3asta dan
2
7embaga *3adaya &asyarakat 7*&% konseling menjadi salah satu menu
utama, selain itu kegiatan lain misalnya diskusi dan kadang-kadang
pemberian materi keterampilan. 0amun keberadaan sentra ini amat
terbatas dan kelestariannya tidak terjamin.
&elihat kebutuhan remaja dan memperhitungkan tugas (uskesmas
barisan terdepan pemberi layanan kesehatan kepada masyarakat,
seharusnya (uskesmas memberikan pelayanan yang layak kepada remaja
sebagai salah satu elompok masyarakat yang dilayaninya. (elayanan
kesehatan remaja di (uskesmas amatstrategis dan dapat dilaksanakan
dengan e'ekti' dan e'isien mengingat ketersediaan tenaga kesehatan dan
kesanggupan jangkauan (uskesmas ke segenap penjuru Indonesia seperti
halnya keberadaan remaja sendiri, dari daerah perkotaan hingga hingga
terpen)il perdesaan.
8eberapa tahun terakhir mulai dilaksanakan beberapa model
pelayanan kesehatan remaja yang memenuhi kebutuhan dan selera renaja
di beberapa propinsi, dan diperkenalkan dengan sebutan (elayanan
Kesehatan (eduli 2emaja (K(2%, adopsi dari istilah dengan +doles)ent
,riendly "ealth *er9ise +,"*%, yang sebelumnya dikenal dengan :outh
,riendly "ealth *er9ise :,"*%,pelayanan kesehatanpada sasaran remaja
sebagaimana pada kelompok umur lainnya, juga meliputi upaya promoti',
pre9enti', kurati' dan rehabilitati'. *esuai permasalahnnya, aspek yang
perlu ditangani lebih intensi' adalah aspek promoti' dan pre9enti', tetap
dengan )ara ;peduli remaja<. (emberian layanan pada remaja dengan
model (K(2 ini merupakan salah satu strategi yang penting dalam
mengupayakan kesehatan yang optimal bagi remaja.
8erdasarkan uraian di atas maka kami mengangkat judul makalah
yaitu Peranan Program Pelayanan Kesehatan Peduli Remaa
!PKPR" #erhada$ Kesehatan Remaa di Puskesmas %untung Payung
Banar&aru' dengan harapan mengetahui upaya-upaya yang dilakukan
puskesmas untuk membantu dan mengatasi masalah-masalah yang ada
pada remaja.
3
B. Rumusan (asalah
+dapun rumusan masalah yang dikemukakan pada makalah ini
adalah bagaimana (rogram (elayanan Kesehatan (eduli 2emaja (K(2%
di (uskesmas =untung (ayung 8anjarbaru>
). #uuan Penulisan
.ujuan 4mum -
+dapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk mengidenti'ikasi
tentang program pelayanan kesehatan peduli remaja (K(2% di (uskesmas
=untung (ayung 8anjarbaru.
.ujuan Khusus-
1. &enguraikan tentang konsep pelayanan kesehatan peduli remaja
(K(2%.
2. &enguraikan tentang program pelayanan kesehatan peduli remaja
(K(2% di (uskesmas =untung (ayung 8anjarbaru.
4
BAB II
#ELAAH PU*#AKA
A. Konse$ Remaa
+. De,inisi Remaa
&enurut "urlo)k 19?1% remaja adalah mereka yang berada
pada usia 12-1? tahun. &onks, dkk 2000% memberi batasan usia
remaja adalah 12-21 tahun. &enurut *tanley "all dalam *antro)k,
200$% usia remaja berada pada rentang 12-2$ tahun. &ulainya masa
remaja relati' sama, tetapi berakhirnya masa remaja sangat ber9ariasi.
2emaja adalah masa yang penuh dengan permasalahan.
*tatemen ini sudah dikemukakan jauh pada masa lalu yaitu di a3al
abad ke-20 oleh 8apak (sikologi 2emaja yaitu *tanley "all. (endapat
*tanley "all pada saat itu yaitu bah3a masa remaja merupakan masa
badai dan tekanan storm and stress% sampai sekarang masih banyak
dikutip orang.
&enurut 5ri)kson masa remaja adalah masa terjadinya krisis
identitas atau pen)arian identitas diri. =agasan 5ri)kson ini dikuatkan
oleh @ames &ar)ia yang menemukan bah3a ada empat status identitas
diri pada remaja yaitu identity diffusion/ confussion, moratorium,
foreclosure, dan identity achieved *antro)k, 200$, (apalia, dkk,
2001, &onks, dkk, 2000, &uss, 19??%. Karakteristik remaja yang
sedang berproses untuk men)ari identitas diri ini juga sering
menimbulkan masalah pada diri remaja.
=unarsa 19?9% merangkum beberapa karakteristik remaja yang
dapat menimbulkan berbagai permasalahan pada diri remaja, yaitu-
1. Ke)anggungan dalam pergaulan dan kekakuan dalam gerakan.
2. Ketidakstabilan emosi.
$. +danya perasaan kosong akibat perombakan pandangan dan
petunjuk hidup.
5
/. +danya sikap menentang dan menantang orang tua.
5. (ertentangan di dalam dirinya sering menjadi pangkal penyebab
pertentangan-pertentang dengan orang tua.
A. Kegelisahan karena banyak hal diinginkan tetapi remaja tidak
sanggup memenuhi semuanya.
B. *enang bereksperimentasi.
?. *enang bereksplorasi.
9. &empunyai banyak 'antasi, khayalan, dan bualan.
10. Ke)enderungan membentuk kelompok dan ke)enderungan
kegiatan berkelompok.
8erdasarkan tinjauan teori perkembangan, usia remaja adalah
masa saat terjadinya perubahan-perubahan yang )epat, termasuk
perubahan 'undamental dalam aspek kogniti', emosi, sosial dan
pen)apaian ,agan, 200A%. *ebagian remaja mampu mengatasi transisi
ini dengan baik, namun beberapa remaja bisa jadi mengalami
penurunan pada kondisi psikis, 'isiologis, dan sosial. 8eberapa
permasalahan remaja yang mun)ul biasanya banyak berhubungan
dengan karakteristik yang ada pada diri remaja.
-. Batasan Usia Remaa
8anyak batasan usia remaja yang diungkapkan oleh para ahli.
6iantaranya adalah &onks, dkk 1999% yaitu masa remaja a3al, masa
remaja pertengahan dan masa remaja akhir.
1. Remaa A.al 12-15 tahun%
(ada rentang usia ini, remaja mengalami pertumbuhan jasmani
yang sangat pesat dan perkembangan intelektual yang sangat
intensi', sehingga minat anak pada dunia luar sangat besar dan
pada saat ini remaja tidak mau dianggap kanak-kanak lagi
namun belum bisa meninggalkan pola kekanak-kanakannya.
*elain itu pada masa ini remaja belum tahu apa yang
6
diinginkannya, remaja sering merasa sunyi, ragu-ragu, tidak
stabil, tidak puas, dan merasa ke)e3a.
2. Remaa Pertengahan 15-1? tahun%
(ada rentang usia ini, kepribadian remaja masih bersi'at ke-
kanak-kanakan, tapi pada usia remaja sudah timbul unsur baru,
yaitu kesadaran akan kepribadian dan kehidupan badaniah
sendiri. 2emaja mulai menemukan nilai-nilai tertentu dan me-
lakukan perenungan terhadap pemikiran 'iloso'is dan etis. &aka
pada rentang usia ini mulai timbul kemantapan pada diri sendiri
yang lebih berbobot. 2asa per)aya diri pada remaja menimbul-
kan kesanggupan pada dirinya untuk melakukan penilaian
terhadap tingkah laku yang telah dilakukannya. *elain itu pada
masa ini remaja mulai menemukan diri sendiri atau jadi dirinya.
$. (asa Remaa Akhir 1?-21 tahun%
(ada rentang usia ini, remaja sudah merasa mantap dan stabil.
2emaja sudah mengenal dirinya dan ingin hidup dengan pola
hidup yang digariskan sendiri, dengan itikad baik dan
keberanian. 2emaja mulai memahami arah kehidupannya, dan
menyadari tujuan hidupnya. 2emaja sudah mempunyai
pendirian tertentu berdasarkan satu pola yang jelas yang baru
ditemukannya.
&asa remaja adalah masa terjadinya krisis identitas atau
pen)arian identitas diri. 2emaja melalui beberapa proses untuk
men)ari identitas diri yang ditunjukkan dengan berbagai ma)am
karakteristiknya sehingga juga sering menimbulkan masalah pada diri
remaja. *ebagian remaja mampu mengatasi transisi dengan baik, tapi
beberapa remaja bisa jadi mengalami penurunan pada kondisi psikis,
'isiologis, dan sosial. @adi, seseorang yang berada di masa remaja
memerlukan arahan dan petunjuk serta dukungan agar lebih mampu
dalam melalui proses untuk menjadi lebih baik di masa akan datang.
B. Konse$ Pelayanan Kesehatan Peduli Remaa !PKPR"
7
+. Pengertian PKPR
(elayanan kesehatan yang ditunjukan dan dapat dijangkau oleh
remaja, menyenangkan, menerima remaja dengan tangan terbuka,
menghargai remaja, menjaga kerahasiaan, peka akan kebutuhan terkait
dengan kesehatannya, serta e'ekti' dan e'isien dalam memenuhi
kebutuhan terkait dengan kesehatannya, serta e'ekti' dan e'isien dalam
memenuhi kebutuhan tersebut. *ingkatnya, (K(2 adalah pelayanan
kesehatan pada remaja yang mengakses semua golongan remaja, dapat
diterima, sesuai, komprehensi', e'ekti' dan e'isien.
-. #uuan PKPR di Puskesmas
.ujuan 4mum-
#ptimalisasi pelayanan kesehatan remaja yang berkualitas.
.ujuan Khusus-
a. &eningkatkan penyediaan pelayanan kesehatan remaja di
(uskesmas oleh remaja yang berkualitas.
b. &eningkatkan peman'aatan (uskesmas oleh remaja untuk
mendapatkan pelayanan kesehatan.
). &eningkatkan pengetahuan dan keterampilan remaja dalam
pen)egahan masalah kesehatan khusus pada remaja.
d. &eningkatkan keterlibatan remaja dalam peren)anaan,
pelaksanaan dan e9aluasi pelayanan kesehatan remaja.
/. )iri Khas atau Karakteristik PKPR
8erikut ini karakteristik (K(2 merujuk !"# 200$% yang
menyebutkan agar +doles)ent ,riendly "ealth *er9i)es +,"*% dapat
terakses kepada semua golongan remaja, layak, dapat diterima,
komprehensi', e'ekti' dan e'isien, memerlukan-
a. Kebijakan yang peduli remaja
8
Kebijakan peduli remaja ini bertujuan untuk-
- &emenuhi hak remaja sesuai kesepakatan internasional
- &engakomodasi segmen populasi remaja yang beragam,
termasuk kelompok yang rapuh dan ra3an.
- .idak membatasi pelayanan karena ke)a)atan, etnik, rentang
usia dan status.
- &emberikan perhatian pada keadilan dan kesetaraan gender
dalam menyediakan pelayanan
- &enjamin pri9asi dan kerahasiaan
- &empromosikan kemandirin remaja, tidak mensyaratkan
persetujuan orang tua, dan memberikan kebebasan berkunjung.
- &enjamin biaya yang terjangkau/gratis. (erlu kebijakan
pemerintah daerah misalnya pembebasan biaya untuk
kunjungan remaja
b. (rosedur pelayanan yang peduli remaja
0 (enda'taran dan pengambilan kartu yang mudah dan dijamin
kerahasiaannya
0 !aktu tunggu yang pendek
0 6apat berkunjung se3aktu-3aktu dengan atau tanpa perjanjian
terlebih dahulu. 8ila petugas (K(2 masih merangkap tugas
lain, berkunjung dengan perjanjian akan lebih baik, men)egah
keke)e3aan remaja yang datang tanpa bisa bertemu dengan
petugas yang dikehendaki
). (etugas khusus yang peduli remaja
0 &empunyai perhatian dan peduli, baik budi dan penuh
pengertian, bersahabat, memiliki kompetensi teknis dalam
memberikan pelayanan khusus kepada remaja, mempunyai
keterampilan komunikasi interpersonal dan konseling.
0 .ermoti9asi bekerja sama dengan remaja
0 .idak menghakimi, merendahkan, tidak bersikap dan
berkomentar tidak menyenangkan
9
0 6apat diper)aya, dapat menjaga kerahasiaan.
0 &ampu dan mau mengorbankan 3aktu sesuai kebutuhan
0 6apat ditemui pada kunjungan ulang
0 &enunjukan sikap menghargai kepada semua remaja dan tidak
membedakannya
0 &emberikan in'ormasi dan dukungan )ukup hingga remaja
dapat memutuskan pilihan tepat untuk mengatasi masalahnya
atau memenuhi kebutuhannya.
d. (etugas pendukung yang peduli remaja
0 8agi petugas lain yang berhubungan pula dengan remaja,
misalnya petugas loket, laboratorium dan unit pelayanan lain
yang perlu menunjukan sikap menghargai kepada semua
remaja dan tidak membedakannya
0 &empunyai kompetensi sesuai bidangnya masing-masing
0 &empunyai moti9asi untuk menolong dan memberikan
dukungan pada remaja
e. ,asilitas kesehatan yang peduli remaja
- 7ingkungan yang aman. 7ingkungan aman disini berarti bebas
dari an)aman dan tekanan dari orang lain terhadap
kunjungannya sehingga menimbulkan rasa tenang dan
membuat remaja tidak segan berkunjung kembali
- 7okasi pelayanan yang nyaman dan mudah di)apai. 7okasi
ruang konseling tersendiri, mudah di)apai tanpa perlu melalui
ruang tunggu umum atau ruang-ruang lain sehingga
menghilangkan kekha3atiran akan bertemu seseorang yang
mungkin beranggapan buruk tentang kunjungannya stigma%.
- ,asilitas yang baik, menjamin pri9asi dan kerahasiaan.
*uasana semarak berselera muda dan bukan muram, dari depan
gedung tersendiri bagi remaja agar berkunjung. "al lain adalah
adanya kebebasan pribadi pri9asi% di ruang pemeriksaan,
ruang konsultasi dan ruang tunggu, di pintu masuk dan keluar,
10
serta jaminan kerahasiaan. (intu dalam keadaan tertutup pada
3aktu pelayanan dan tidak ada orang lain bebas keluar masuk
ruangan. Kerahasiaan dijamin pula melalui penyimpanan kartu
status dan )atatan konseling di lemari yang terkun)i, ruangan
yang kedap suara, pintu masuk keluar tersendiri, ruang tunggu
tersendiri, petugas tidak berteriak memanggil namanya atau
menanyakan identitas dengan suara keras.
- @am kerja yang nyaman. 4mumnya 3aktu pelayanan yang
sama dengan jam sekolah menjadi salah satu 'aktor
penghambat terhadap akses pelayanan. @am pelayanan yang
menyesuaikan dengan santai, tidak terburu-buru, konsisten
terhadap peme)ahan masalah dapat dilaksanaknnya dengan
sebaik-baiknya.
- .idak adanya stigma. (emberitahuan in'ormasi kepada semua
pihak akan meniadakan stigma misalnya tentang kedatangan
remaja ke puskesmas yang semula dianggap pasti mempunyai
masalah seksual atau penyalahgunaan 0+(C+
- .ersedia materi KI5. &ateri KI5 perlu disediakan baik di
ruang tunggu maupun di ruang konseling. (erlu disediakan
lea'let yang boleh diba3a pulang tentang berbagai tips atau
in'ormasi kesehatan remaja. "ali ini selain berguna untuk
memberikan pengetahuan melalui bahan ba)aan juga
merupakan promosi tentang adanya (K(2 kepada sebayanya
yang ikut memba)a brosur tersebut.
'. (artisipasi/keterlibatan remaja
0 2emaja mendapat in'ormasi yang jelas tentang adanya
pelayanan, )ara mendapatkan pelayanan, kemudian
meman'aatkan dan mendukung pelaksanaannya serta
menyebar luaskan keberadaannya.
0 2emaja perlu dilibatkan se)ara akti' dalam peren)anaan,
pelaksanaan dan penilaian pelayanan. Ide dan tindakan nyata
11
mereka akan lebih mengenal dalam peren)anaan dan
pelaksanaan pelayanan karena mereka mengerti kebutuhan
mereka, mengerti ;bahasa< mereka, serta mengerti bagaimana
memoti9asi sebaya mereka. *ebagai )ontoh ide tentang interior
design dari ruang konseling yang sesuai dengan selera remaja,
ide tentang )ara penyampaian kegiatan pelayanan luar gedung
sehingga diminati remaja, atau )ara rujukan praktis yang
dikehendaki.
g. Keterlibatan &asyarakat
(erlu dilakukan dialog dengan masyarakat tentang (K(2 ini
hingga masyrakat-
0 &engetahui tentang keberadaan pelayanan terdebut dan
menghargai nilai
0 &endukung kegiatannya dan membantu meningkatkan mutu
pelayananya
h. 8erbasis masyarakat, menjangkau ke luar gedung, serta
mengupayakan pelayanan sebaya
"al ini perlu dilakukan untuk meningkatkan jangkauan pelayanan.
(elayanan sebaya adalah KI5 untuk konseling remaja dan
rujukannya oleh teman sebaya yang terlatih menjadi pendidik
sebaya peer edu)ator% atau konselor sebaya peer )ounselor%.
i. (elayanan harus sesuai dengan komperhensi'
0 &eliputi kebutuhan tumbuh kembang dan kesehatan 'isik,
psikologis, dan sosial.
0 &enyediakan paket komprehensi' dan rujukan ke pelayanan
terkait remaja lainnya. "arus dijamin kelan)aran prosedur
rujukan timbul balik. Kurang terin'ormasikannya keberadaan
(K(2 di puskesmas pada institusi yang ada di masyarakat
mengakibatkan rujukan tidak e'ekti'. *ebaliknya kemitraan
yang kuat dengan pemberian layanan kesehatan dan sosial
lainnya akan melan)arkan proses rujukan timbal balik.
12
0 &enyederhanakan proses pelayanan, meniadakan prosedur
yang tidak penting
j. (elayanan yang e'ekti'
0 6ipandu oleh pedoman dan prosedur tetap penatalaksaan yang
sudah teruji
0 &emiliki sarana prasarana )ukup untuk melaksanakan
pelayanan esensial.
0 &empunyai sistem jaminan mutu bagi pelayanannya
k. (elayanan yang e'isien
&empunyai *I& *istem In'ormasi &anajemen% termasuk
in'ormasi tentang biaya dan mempunyai sistem agar in'ormasi
tersebut dapat diman'aatkan.
1. *trategi Pelaksanaan dan Pengem&angan PKPR di Puskesmas
&empertimbangkan berbagai keterbatasan puskesmas dalam
menghadapi hambatan untuk dapat memenuhi elemen karakteristik
tersebut diatas, maka perlu digunakan strategi demi keberhasilan
dalam pengembangan (K(2 di puskesmas, sebagai berikut-
1% (enggalangan kemitraan, dengan membangun kerjasama atau
jejaring kerja.
&eskipun keempat aspek upaya kesehatan promoti', pre9enti',
kurati', dan rehabilitati'% menjadi tugas keseharian puskesmas,
namun melihat kompleks dan luasnya masalah kesehatan remaja,
kemitraan merupakan suatu hal yang esensial khususnya untuk
upaya promoti' dan pre9enti'. (enggalangan kemitraan didahului
dengan ad9okasi kebijakan publik, sehingga adanya (K(2 di
puskesmas dapat pula dipromosikan oleh pihak lain, dan
selanjutnya dikenal dan didukung oleh masyarakat. *elain itu,
kegiatan di luar gedung yang merupakan bagian dari kegiatan
(K(2, amat memerlukan kemitraan dengan pihak di luar
kesehatan. Kegiatan berupa KI5, serta (endidikn Keterampilan
13
"idup *ehat/(K"* li'e *kill 5du)atin/7*5% seperti )eramah,
diskusi, roleplay, seperti halnya dengan konseling, dapat
dilaksanakan oleh petugas terlatih di luar sektor kesehatan dan
7*&.
2% (emenuhan sarana dan prasarana dilaksanakan se)ara bertahap.
*trategi penahapan ini penting, memperhatikan urgensi
dilaksanakannya (K(2 dan ketrbatasan kemampuan pemerintah,
hingga (K(2 dapat segera dilaksanakan, sambil dilakukan
penyempurnaan dalam memenuhi kelengkapan sarana prasarana.
$% (ernyataan remaja se)ara akti'.
6alam semua aspek pelyanan mulai peren)anaan, pelaksanaan
pelayanan dan e9aluasi, remaja se)ara akti' diikut sertakan.
6alam menyertakan remaja dianjurkan dipilih kelompk remaja
laki-laki dan perempuan yang dapat ;bersuara< me3akili
puskesmas untuk in'ormasi penyediaan pelayanan kepada sebaya
dan sebaliknya me3akili sebayanya meneruskan kinginan,
kebutuhan, dan harapannya berkaitan dengan penyediaan
pelayanan. *elain itu dengan keterlibatan remaja laki-laki maupun
perempuan, serta memperkenalkan lebih a3al konsep keadilan
dan kesetaraan gender.
/% (enentuan biaya pelayanan serendah mungkin.
(ada a3al pelaksanaan diupayakan biaya pelayanan serendah
mungkin bahkan kalau mungkin gratis.
5% 6ilaksanakan kegiatan minimal.
(emberian KI5, pelaksaan konseling serta pelayanan kinis medis
termasuk laboratorium dan rujukan, harus lengkap dilaksanakan
se)ara bersama dari sejak a3al dilaksanakan nya (K(2. .anpa
konseling, pelayanan tidak akan disebut (K(2, melainkan
pelayanan kesehatan remaja seperti sebelum dikenalkan (K(2.
A% Ketepatan penetuan prioritas sasaran.
14
Keberhasilan pelayanan ditentukan antara lain oleh ketepatan
penetapan sasaran, sesuai dengan hasil kajian sederhana sebelum
pelayanan dimulai. *asaran ini misalnya remaja sekolah, anak
jalanan, karang tauna, buruh pabrik, pekerja seks komersial
remaja dan sebagainya.
B% Ketepatan pengembangan jenis kegiatan.
(erluasan kegiatan minimal (K(2 ditentukan sesuai dengan
masalah dan kebutuhan setempat serta sesuai dengan kemampuan
(uskesmas, misalnya pelaksanaan (K"* dengan pilihan kegiatan
mengadakan ,=6 ,o)us =roup 6is)ussion%/diskusi kelompok
terarah diantara remaja tentang sekspra-nikah didukung dengan
penyebarluasan slogan dan keterampilan ;bagaimana bilang
tidak< untuk seks-pranikah.
?% (elembagaan monitoring dan e9aluasi internal.
&onitoring dan e9aluasi se)ara periodik yang dilakukan oleh tim
jaminan mutu puskesmas merupakan bagian dari upaya
peningkatan askes dan kualitas (K(2.
2. Langkah0Langkah Pem&entukan dan Pelaksanaan PKPR di
Puskesmas
a. Identi,ikasi masalah melalui kaian sederhana
1% =ambaran remaja di 3ilayah kerja-
0 @umlah remaja, pendidikan, pekerjaan
0 (erilaku berisiko- *eks pranikah, rokok, ta3uran dan
kekerasan lainnya.
0 &asalah kesehatan- kehamilan remaja, gi1i, "ID/+I6*,
dan 0+(C+.
2% Identi'ikasi sudut pandang remaja tentang sikap dan tata niali
berhubungan dengan perilaku beresiko masalah kesehatan
yang ingin diketahui, dan pelayanan apa yang dikehendaki.
15
$% @enis upaya kesehatan remaja yang ada
/% Identi'ikasi kebutuhan sarana dan prasarana termasuk buku
pedoman hidup tentang kesehatan remaja.
&etode kajian adalah dengan mengambil data sekunder dari
berbagai sumber, pemerintah dan s3asta, dan 3a3an)ara dengan
sasaran langsung atau tidak langsung seperti orang tua, guru, atau
pengurus asrama.
"asil kajian ini diperliukan sebagai bahan peren)anaan
lanjutan untuk menentukan-
1% &ateri KI5 yang digunakan untuk remaja sesuai dengan
tingkat pendidikan dan permaslahn yang dihadapi
2% (enekanan materi dalam pelatihan petugas sesuai besaran
maslah remaja di3ilayah kerja. @enis pelayanan yang
diberikan sesuai kebutuhan remaja di3ilayahnya.
$% Kelompok sasaran prioritas yang akan diinter9ensi
/% .erobosan dan ino9asi kegiatan.
5% *trategi adokasi sebelum dilaksanakan (K(2
A% *trategi menjalin kemitraan
B% 6ata dasar untuk menilai dampak keberhasilan (K(2 di
kemudian hari.
&. Ad3okasi ke&iakan $u&lik
Kegiatan ini merupakan upaya untuk mempengaruhi
kebijakan publik melalui berbagai bentuk komunikasi persuasi'.
:ang dimaksud kebijakan publik adalah pernyataan, kebijakan
dari penguasa praktek yang diberlakukan berakibat dorongan
kesan yang ditimblkan penguasa% dengan tujuan mengarahkan
dan mengembalikan institusi, masyarakat, atau indi9idu.
6engan ad9okasi ini diharapkan akan menghasilkan tim
atau jejaring kerjasama di 3ilayah kerja untuk mendapatkan
dukungan semua pihak hingga dapat memper)epat keberhasilan
pembentukan dan pelaksanaan (K(2
16
Eontoh praktis bentuk dukungan dimaksud misalnya-
1% 6ukungan dari pemerintah daerah setempat dan pengadaan
dana untuk pelaksanaan (K(2 antara lain pengadaan poster,
pengadaan ruang konseling, biaya rujukan, kegiatan di rumah
singgah dan lain-lain%.
2% (enggalian potensi masyarakat dlam pendanaan misalnya
untuk -
a% (engadaan ruang konseling
b% 8iaya 2ujukan
)% (embebasan retribusi atau pelayanan gratis untuk remaja
di (uskesmas
$% (embentukan jaringan khusus melalui peran politi untuk
memperkuat sistem rujukan, berupa-
0 .ujuan sosial, antara lain penyaluran pelatihan keterampilan
remaja pas)a rehabilitasi 0+(C+ atau mempersiapkan
remaja pranikah
0 2ujukan medis, untuk kelanjutan bantuan medis bagi
remaja yang memerlukannya.
0 2ujukan pranata hukum, diperlukan untuk kasus tindak
kekerasan.
4. Persia$an Pelaksanaan PKPR di Puskesmas
Kegiatan pada persiapan ini bertujuan untuk membentuk
puskesmas pelayanan (K(2 berdasarkan urut berikut-
1% *osialisasi Internal
8ertujuan untuk mendapatkan kesepakatan semua sta'
(uskesmas untuk menyelenggarakan (K(2 di
puskesmasnya
2% (enunjukan petugas peduli remaja
*yarat utama petugas (K(2 harus berminat untuk
membentuk remaja, yang tentu diikuti dengan minat untuk
mempelajari teknik berkomunikasi, teknik konseling dan
17
materi penunjang lainnya. *edapat mungkin dipilih petugas
yang masih akan bekerja di puskesmas selama $ tahun
mendatang
$% (embentukan .im
.im terdiri dari dokter puskesmas, paramedis pera3at dan
bidan%, petugas 4K*, petugas penyuluhan, ahli gi1i, dan
petugas lain yang dibutuhkan
/% (elatihan 'ormal petugas (K(2
+gar dapat melaksanakan (K(2 dengan baik perlu ditunjuk
petugas tambahan yang bekerja dalam tim atau sebagai
petugas pengganti. (etugas ini dapat dilatih tersendiri oleh
dokter puskesmas terlatih, sebelum mendapat kesempatan
diikutsertakan dalam pelatihan resmi
5% (enentuan jenis kegiatan dan pelayanan serta sasaran.
*elain ketiga kegiatan yang dipersyaratkan yaitu KI5,
konseling dan pelayanan klinis medis termasuk
laboratorium dan rujukannya. (uskesmas berhak
memperluas jenis kegiatannya baik di dalam ataupun di luar
gedung serta menentukan sasaran berdasarkan kondisi dan
situasi 3ilayah serta kebutuhan remaja.
8eberapa )ontoh perluasan kegiatan, adalah-
1% (enyediaan pelayanan hot-line di (uskesmas
Kegiatan ini selain menja3ab kebutuhan remaja juga akan
menjadi sasaran promosi (K(2. (eenyebaran in'ormasi
tentang adanya layanan ini dilakukan melalui media )etak dan
elektronik atau juga dilakukan oleh klien yang puas atas
layanan hot-line tersebut.
2% (enanganan anak jalanan di 3ilayah (uskesmas
4ntuk memenuhi kebutuhan pelayanan yang tinggi pada
sasaran anak jalanan. &elalui kegiatan ini jejaring kerja
terkait maslah remaja akan lebih terbina sehingga mengungkit
18
dukungan dari institusi atau sektor lain seminat dan pada
akhirnya mempermudah ter)apainya peningkatan kualitas dan
akses (K(2.
$% Ditalisasi/re9italisasi pembinaan dan pelaksanaan 4K* di
sekolah lanjutan.
/% &endidik kader kesehatan sekolah serta pengenalan (K"*
melalui 4K* di sekolah yang belum terpapar (K"*. Kegiatan
ini akan memberi jangkauan pelayanan (K(2 lebih
meningkat dan menyebarkan in'ormasi berantai serta
mengulirkan keahlian kepada adik kelasnya.
6engan demikian kegiatan yang dipilih masing-masing
puskesmas dapat amat ber9ariasi dan dapat menjadi terobosan
untuk meningkatkan (K(2 di kemudian hari.
1% (emenuhan sarana dan prasarana
(emenuhan sarana dan prasarana ini selain memberikan
kenyamanan, menjaga pri9asi serta menjamin kerahasiaan
bagi klien, juga mempermudah bagi pemberi pelayanan.
&enunggu hal tersebut terealisasi, (K(2 mulaidilaksanakan
dengan 'asilitas yang ada namun diusahakan diman'aatkan
semaksimal mungkin mendekati kriteria (K(2. 4ntuk
puskesmas dimana seringkali tidak mempunyai ruang tersisa,
upaya pengadaan ruang khusus ini dapat diusahakan bertahap.
2uang konseling dapat disiasati dengan meman'aatkan ruang
dokter, ruang KI+ atau ruang lain sesuai jam kerja, atau
membuat sekat tersendiri pada tata letak ruangan dan
menyisihkan ruang untuk konsultasi dengan memilih lokasi
yang kira-kira diminati remaja.
2% (enentuan prosedur pelayanan.
.ermasuk didalamnya penentuan biaya pelayanan, jam buka,
penentuan desain, proses pemberian dan penyimpanan kartu,
register, )atatan/status medik konseling, serta penentuan alur
19
pelayanan. (ertimbangan kerahasiaan dan e'isien juga
merupkanbagian penting. (rosedur pelayanan bagian kritis
dan menjadi salah satu penentu adakah remaja tersebut akan
datang atau tertarik untuk kembali, serta mempromosikan
(K(2 kepada teman-temannya. 2emaja yang puas terhadap
pelayanan akan menjadi pelanggan yang puas dan dengan
sukarela membantu mempromosikan keberadaan (K(2
tersebut.
d. *osialisasi eksternal
*osialisasi yang dapat dilakukan di setiap kesempatan
tempat dan 3aktu baik dalam 'orum resmi maupun tidak.
(erlibatan pers setempat dari media )etak ataupun elektronik
dapat membantu memper)epat sosialisasi. *osialisasi dapat pula
dilakukan di tempat remaja berada antara lain di sekolah,
komunitas/organisasi remaja- karang taruna, sanggar seni, atau
gelanggang remaja dalam bentuk pampangan poster, selebaran,
lea'let, atau in'ormasi 9erbal disela-sela )eramah / KI5 berkaitan
dengan masalah remaja.
e. Pelaksanaan PKPR
(erlu dipahami, pelayanan (K(2 di puskesmas ini penting
segera dilaksakan, meskipun pemenuhan sasaran dan prasarana
belum sempurna. (enyempurnaan dilakukan se)ara bertahap dan
berkesinambungan. Kegiatan KI5 di dalam dan di lur gedung
perlu ditingkatkan dengan tidak melupakan pelayanan medis dan
konseling.
5. Alur dan Langkah Pelaksanaan PKPR $ada Klien
6alam melayani remaja, pemberian pelayanan se)ara komperhensi'
hendaknya selalu melekat pada pemikiran dan tindakan dari petugas.
.ahapan pelayanan pada klien digambarkan pada bagan berikut-
20
Klien datang !kiriman6 sendiri"
&elalui loket umum/loket khusus/langsung deregister di ruang konseling
F
Anamnesa
- Identitas
- +pa yang sudah diketahui
#entang KRR
- (erubahan 'isik dan psikis
- &asalah yang mungkin timbul dan )ara menghadapinya
#entang $erilaku hidu$ sehat $ada remaa
- (emeliharaan kesehatan gi1i, personal hygiene%
- "al-hal yang perlu dihindari 0ap1a, *eks bebas%
- (ergaulan sehat antara laki-laki dan perempuan
#entang $ersia$an &erkeluarga
- Kehamilan, K8, I&*, "ID dan +I6*
- &asalah yang dihadapi antara lain
- ,isik, (sikis
- Kekerasan
- (ergaulan antara laki-laki dan perempuan
Pemeriksaan ,isik
- .anda-tanda anemi, K5K
- .anda-tanda kekerasan terhadap perempuan/K.(
Pelayanan Konseling
21
.idak perlu pelayanan klinis
pulang

Konseling 7anjut bila perlu


(erlu pelayanan klinis medis/lab
(emeriksaan in'eksi saluran reproduksi
Kehamilan, (erkosaan
(as)a keguguran, kontrasepsi
Remaa seksual akti,
G Kemungkinan terjadi atau
akibat lanjutan
H (enanganan
22
K#D
Anamnesa
Pemeriksaan
,isik
Konseling untuk
memelihara
kehamilan
Hamil dengan I(*
- *em&uh
- )a4at
- (ati
in,ertile
Konseling
Penanganan klinis
#idak hamil tidak
I(*. Konseling
KIE *eks aman.
#ak hamil dengan
I(*. Konseling
#era$i KIE *eks
aman.
Klien melakukan terminasi
kehamilan- perdarahan, in'ertile,
eklamsi
(enanganan klinis
8ila perlu rujuk *#(%
Konseling
KI5 *eks aman
Kehamilan diteruskan
Konseling
KIE *eks aman
Pre0natal )are
Bila $erlu ruuk !*7P"
Pertolongan $ersalinan
Bila $erlu ruuk !*7P"
I&u8
*elamat9meninggal
Persalinan ma4et
Eklamsi
Perdarahan
Bayi8
*elamat
BBLR
Prematur
)a4at
8erkaitan dengan alur $emikiran kom$rehensi, yang telah
disebutkan terdahulu, dalam memberikan pelayanan, petugas perlu
selalu menganalisa tentang keterkaitan perilaku, gangguan 'isik yang
mengakibatkannya, serta menga)u kepada standar penanganan masing-
masing kasus.
Eontoh diatas ini alur pemikiran akibat lanjut remaja seksual
akti' dan penanganannya, menggambarkan pelayanan yang
terintegrati' dari paket (elayanan Kesehatan 2eproduksi 5sensial
(K25% yang terdiri dari komponen K8, KI+, (en)egahan dan
(enanggulangan In'eksi &enular *eksual serta Kesehatan 2eproduksi
2emaja, tetap terpelihara.
:. ;enis Kegiatan dalam PKPR
Kegiatan dalam (K(2 sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya,
dilaksanakan di dalam gedung atau di luar gedung, untuk sasaran
perorangan atau kelompok, dilaksanakan oleh petugas (uskesmas atau
petugas lain di institusi atau masyarakat, berdasarkan kemitraan. @enis
kegiatan meliputi-
a. Pem&erian In,ormasi dan Edukasi
1% 6ilaksanakan di dalam gedung atau di luar gedung, se)ara
perorangan atau berkelompok.
2% 6apat dilaksanakan oleh guru, pendidik sebaya yang terlatih
dari sekolah atau dari lintas sektor terkait dengan menggunakan
materi dari atau pengetahuan% (uskesmas.
$% &enggunakan metode )eramah tanya ja3ab, FGD (Focus
Group Discussion), diskusi interakti', yang dilengkapi dengan
alat bantu media )etak atau media elektronik radio, email, dan
telpon/hotline, *&*%
/% &enggunakan sarana KI5 yang lengkap, dengan bahasa yang
sesuai dengan bahasa sasaran remaja, orang tua, guru% dan
23
mudah di mengerti. Khusus untuk remaja perlu diingat untuk
bersikap tidak menggurui serta perlu bersikap santai.
&. Pelayanan Klinis (edis #ermasuk Pemeriksaan Penunang dan
Ruukannya.
"al yang perlu diperhatikan dalam melayani remaja yang berkunjung
ke (uskesmas adalah-
1% 8agi klien yang menderita penyakit tertentu tetap dilayani dengan
menga)u pada prosedur tetap penanganan penyakit tersebut.
2% (etugas dari 8( umum, 8( =igi, KI+ dll dalam menghadapi klien
remaja yang datang, diharapkan dapat menggali masalah
psikososial atau berpotensi menjadi masalah khusus remaja, untuk
kemudian bila ada, menyalurkannya ke ruang konseling bila ada,
menyalurkannya ke ruang konseling bila diperlukan.
$% (etugas yang menjaring remaja dari ruang lain tersebut dan juga
petugas penunjang seperti loket dan laboratorium seperti halnya
petugas khusus (K(2 juga harus menjaga kerahasiaan klien
remaja, dan memenuhi kriteria peduli remaja.
/% (etugas (K(2 harus menjaga kelangsungan pelayanan dan
men)atat hasil rujukan kasus per kasus.
4. Konseling
Konseling adalah hubungan yang saling membantu antara
konselor dan klien hingga ter)apai komunikasi yang baik, dan pada
saatnya konselor dapat mena3arkan dukungan, keahlian dan
pengetahuan se)ara berkesinambungan hingga klien dapat mengerti
dan mengenali dirinya sendiri serta permasalahan yang dihadapinya
dengan lebih baik dan selanjutnya menolong dirinya sendiri dengan
bantuan beberapa aspek dari kehidupannya.
24
.ujuan konseling dalam (K(2 adalah-
1% &embantu klien untuk dapat mengenali masalahnya dan
membantunya agar dapat mengambil keputusan dengan mantap
tentang apa yang harus dilakukannya untuk mengatasi masalah
tersebut.
2% &emberi pengetahuan, keterampilan, penggalian potensi dan
sumber daya se)ara berkesinambungan hingga dapat membantu
klien dalam-
&engatasi ke)emasan, depresi atau masalah kesehatan
mental lain.
&eningkatkan ke3aspadaan terhadap isu masalah yang
mungkin terjadi pada dirinya.
&empunyai moti9asi untuk men)ari bantuan bila menghadapi
masalah.
Konseling merupakan kegiatan yang dapat me3akili (K(2.
*ebab itu langkah pelaksanaannya perlu dijadikan standar dalam
menilai kualitas pelaksanaan (K(2. DE. Voluntary Counseling and
Testing for HV dan !D"% adalah konseling khusus diikuti oleh
pemeriksaan laboratorium untuk "ID dan +I6* atas dasar sukarela.
DE. memerlukan keterampilan dan sarana khusus, dan hanya
dilakukan oleh petugas terlatih khusus untuk penanggulangan "ID dan
+I6*.
d. Pendidikan Keteram$ilan Hidu$ *ehat !PKH*"
6alam menangani kesehatan remaja perlu tetap diingat dengan
optimisme bah3a bila remaja dibekali dengan keterampilan hidup
sehat maka remaja akan sanggup menangkal pengaruh yang merugikan
bagi kesehatannya. (K(2 merupakan adaptasi dari Life Skills
Education (LSE). #ife s$ills/atau keterampilan hidup adalah
kemampuan psikososial seseorang untuk memenuhi kebutuhan dan
25
mengatasi masalah dalam kehidupan sehari-hari se)ara e'ekti'.
Keterampilan ini mempunyai peran penting dalam promosi kesehatan
dalam lingkup yang luas yaitu kesehatan 'isik, mental dan sosial.
Eontoh yang jelas bah3a peningkatan keterampilan psikososial
ini dapat memberi kontribusi yang berarti dalam kehidupan keseharian
adalah keterampilan mengatasi masalah perilaku yang berkaitan
dengan ketidak sanggupan mengatasi stres dan tekanan dalam hidup
dengan baik. Keterampilan psikososial di bidang kesehatan dikenal
dengan istilah (K"*. (K"* dapat diberikan se)ara berkelompok di
mana saja, di sekolah, (uskesmas, sanggar, rumah singgah dan
sebagainya.
Kompetensi psikososial tersebut meliputi 10 aspek keterampilan,
yaitu -
1% (engambilan keputusan
(ada remaja keterampilan mengambil keputusan ini berperan
konstrukti' dalam menyelesaikan masalah berkaitan dengan
hidupnya. Keputusan yang salah tak jarang mengakibatkan masa
depan menjadi suram.
2% (eme)ahan masalah
&asalah yang tak terselesaikan yang terjadi karena kurangnya
keterampilan pengambilan keputusan akan menyebabkan stres
dan ketegangan 'isik.
$% 8erpikir kreati'
&embantu mengambil keputusan dan meme)ah masalah. 8erpikir
kreati' terealisasi karena adanya kesanggupan untuk menggali
alternati' yang ada dan mempertimbangkan sisi baik dan buruk
dari tindakan yang akan diambil. &eski tanpa ada keputusan,
berpikir kreati' akan membantu )ara merespons segala situasi
dalam keseharian hidup se)ara 'leksibel.
/% 8erpikir kritis
26
&erupakan kesanggupan untuk menganalisa in'ormasi dan
pengalaman se)ara objekti', dengan demikian akan membantu
mengenali dan menilai 'aktor yang mempengaruhi sikap dan
perilaku misalnya tata-nilai, tekanan teman sebaya, dan media.
5% Komunikasi e'ekti'
&embuat remaja dapat mengekspresikan dirinya baik se)ara
9erbal maupun non-9erbal, sesuai dengan budaya dan situasi
dalam )ara menyampaikan keinginan, pendapat, kebutuhan dan
kekha3atirannya. "al ini akan mempermudah remaja untuk
meminta nasihat atau pertolongan bilamana membutuhkan.
A% "ubungan interpersonal
&embantu berhubungan dengan )ara positi' dengan orang lain,
sehingga dapat men)iptakan persahabatan dan mempertahankan
hubungan, hal yang penting untuk kesejahteraan mental. 6apat
meningkatkan hubungan baik sesama anggota keluarga, untuk
mendapatkan dukungan sosial. Keahlian ini diperlukan juga agar
terampil dalam mengakhiri hubungan yang tidak sehat dengan
)ara yang positi'.
B% Kesadaran diri
&erupakan keterampilan pengenalan terhadap diri, si'at, kekuatan
dan kelemahan, pengenalan akan hal yang disukai dan diben)i.
Kesadaran diri akan mengembangkan kepekaan pengenalan dini
akan adanya stres dan tekanan yang harus dihadapi. Kesadaran
diri ini harus dipunyai untuk men)iptakan komunikasi yang
e'ekti' dan hubungan interpersonal yang baik, serta
mengembangkan empati terhadap orang lain.
?% 5mpati
6engan empati, meskipun dalam situasi yang tidak di kenal
dengan baik, remaja maupun membayangkan bagaimana
kehidupan orang lain. 5mpati melatih remaja untuk mengerti dan
menerima orang lain yang mungkin berbeda dengan dirinya, dan
27
juga membantu menimbulkan perilaku positi' terhadap sesama
yang menderita.
9% &engendalikan emosi
Keterampilan mengenali emosi diri dan orang lain, serta
mengetahui bagaimana emosi dapat mempengaruhi perilaku,
memudahkan menggali kemampuan merespons emosi dengan
benar. &engendalikan dan mengatasi emosi diperlukan karena
luapan emosi kemarahan atau kesedihan dapat merugikan
kesehatan bila tidak disikapi se)ara benar.
10% &engatasi stress
(engenalan stres dan mengetahui bagaimana pengaruhnya
terhadap tubuh membantu mengontrol stres dan mengurangi
sumber penyebabnya. &isalnya membuat perubahan di
lingkungan sekitar atau merubah )ara hidup lifestyle%. 6isini
diajarkan pula bagaimana bersikap santai sehingga tekanan yang
terjadi oleh stres yang tak terhindarkan tidak berkembang menjadi
masalah kesehatan yang serius.
(K"* dapat dilaksanakan dalam bentuk drama, main-peran
role play%, diskusi dll. Eontoh aplikasi keterampilan ini dalam
kehidupan sehari-hari adalah )ara menolak ajakan atau tekanan teman
sebaya untuk melakukan perbuatan berisiko, dan menolak ajakan
melakukan hubungan seksual di luar nikah.
6engan menerapkan ajaran (K"*, remaja dapat mengambil
keputusan segera untuk menolak ajakan tersebut, merasa yakin akan
kemampuannya menolak ajakan tersebut, berpikir kreati' untuk
men)ari )ara penolakan agar tidak menyakiti hati temannya dan
mengerahkan kemampuan berkomunikasi se)ara e'ekti' dan
mengendalikan emosi, sehingga penolakan akan berhasil dilaksanakan
dengan mulus.
28
(elaksanaan (K"* di (uskesmas disamping meningkatkan
pengetahuan dan keterampilan hidup sehat dapat juga menimbulkan
rasa pengetahuan dan keterampilan remaja sehingga dapat menjadi
daya tarik untuk berkunjung kali berikut, serta mendorong melakukan
promosi tentang adanya (K(2 di (uskesmas kepada temannya dan
menjadi sumber penular pengetahian dan keterampilan hidup sehat
kepada teman-temannya.
e. Pelatihan $endidik se&aya dan konselor se&aya.
(elatihan ini merupakan salah satu upaya nyata mengikut
sertakan remaja sebagai salah satu syarat keberhasilan (K(2. 6engan
melatih remaja menjadi kadar kesehatan remaja yang la1im disebut
pendidik sebaya, beberapa keuntungan diperoleh yaitu pendidik sebaya
ini akan berperan sebagai agen promotor keberadaan (K(2, dan
sebagai kelompok yang siap membantu dalam peren)anaan,
pelaksanaan dan e9aluasi (K(2. (endidik sebaya yang berminat,
berbakat dan sering menjadi tempat ;)urhat< bagi teman yang
membutuhkannya dapat diberikan pelatihan tambahan untuk
memperdalam keterampilan interpersonal relationship dan konseling,
sehingga dapat berperan sebagai konselor remaja.
,. Pelayanan Ruukan
*esuai kebutuhan, (uskesmas sebagai bagian dari pelayanan
klinis medis, melaksanakan rujukan kasus ke pelayanan medis yang
lebih tinggi. 2ujukan sosial juga diperlukan dalam (K(2, sebagai
)ontoh penyaluran kepada lembaga keterampilan kerja untuk remaja
pas)a penyalahguna nap1a, atau penyaluran kepada lembaga tertentu
agar mendapatkan program pendampingan dalam upaya rehabilitasi
mental korban perkosaan. *edangkan hukum bagi kasus tertentu atau
dukungan dalam menindaklanjuti suatu kasus. .entu saja kerjasama ini
29
harus dia3ali dengan komitmen antar institusi terkait, yang dibangun
pada tahap a3al sebelum (K(2 dimulai.
<. (onitoring dan E3aluasi
&onitoring (K(2 di (uskesmas selain dilakukan oleh pihak lain
di luar (uskesmas perlu dilakukan oleh (uskesmas sendiri. &elalui
monitoring, petugas akan dibantu menemukan masalah se)ara dini
hingga koreksi yang akan dilakukan tidak memerlukan biaya dan
3aktu yang banyak, dan memper)epat ter)apainya (K(2 yang
berkualitas.
&onitoring oleh tatanan administrasi yang lebih tinggi
dilakukan melalui analisa laporan rutin yang dikirimkan oleh
(uskesmas dikombinasikan dengan pengamatan langsung di lapangan.
*istem monitoring adalah proses pengumpulan dan analisa
se)ara teratur dari seperangkat indikasi. *istem akan menyuguhkan
data yang dapat digunakan untuk menilai -
+pakah program berjalan dengan benar, dan bagaimana
kemajuannya, adakah penyimpangan atau masalah.
+pakah input dan proses yang dilakukan menghasilkan perbaikan
ke arah target yang diren)anakan.
+dakah umpan balik tentang output dan proses dikaitkan dengan
input.
+dakah 'aktor lingkungan atau eksternal masyarakat, geogra'is,
kebijakan setempat, dll% dan 'aktor internal pro9ider, saran, dll%
yang mempengaruhi pelaksanaan (K(2.
6engan demikian tahapan melakukan monitoring adalah -
&emutuskan in'ormasi apa yang akan dikumpulkan.
&engumpulkan data dan menganalisanya.
&emberikan umpan balik hasil monitoring.
30
&onitoring dibedakan dengan e9aluasi dari rutinitas
pengumpulan data dan lingkup 'okus sasarannya. 59aluasi 'okusnya
luas namun 3aktunya terbatas. &onitoring dilakukan
berkesinambungan dengan demikian kesenjangan yang ditemukan
pada suatu 3aktu dapat dibandingkan dengan hasil yang ditemukan
pada kali berikut.
&onitoring terhadap akses dan kualitas (K(2 dia3ali dengan
melihat kepatuhan terhadap standar (K(2 yang dia3ali oleh
pelaksanaan konseling dan kelengkapan sarana, berlanjut dengan
melihat jangkauan pelayanan dari jumlah kunjungan dan kasus yang
ditangani baik di dalam maupun di luar gedung. &eskipun demikian
kegiatan (K(2 lainnya seperti (K"* dan pelatihan )alon pendidik
sebaya harus di)atat, untuk melihat sejauh mana lingkup kegiatan
dilaksanakan.
8erikut standar dan indi)ator terpilih yang diperlukan untuk
menge9aluasi kualitas dan akses (K(2 -
a. Kualitas -
Kompetensi petugas- kesesuaian langkah-langkah pelaksanaan
konseling dengan standar.
*arana institusi- pemenuhan kriteria sarana untuk menjamin
kerahasiaan dan kenyamanan klien.
Kepuasan klien- terhadap kualitas sarana dan kompetensi
petugas.
Kelengkapan jaringan pelayanan rujukan.
b. +kses -
@umlah pelaksanaan KI5 dan konseling kasus lama dan kasus
baru, jumlah kunjungan klien, klien lama dan baru, di dalam
gedung dan di luar gedung.
,rekuensi petugas (uskesmas berperan menjadi narasumber
atau 'asilitator kegiatan remaja.
31
@umlah kader pendidik/konselor% sebaya yang dilatih oleh
(uskesmas.
@umlah rujukan masuk dari masyarakat.
(enentuan standar kinerja dari masing-masing komponen input,
proses, output%, penentuan indikator termasuk numerator dan
denominatornya%, pengembangan super9isi chec$list da'tar tilik%
dalam monitoring/e9aluasi dikerjakan oleh pro9insi atau kabupaten,
beserta dengan pelaku pelayanan, menggunakan sistem I+ yang
berlaku di tempat masing-masing.
Instrument monitoring dapat dipelajari oleh pihak (uskesmas
untuk mengingatkan kembali unsur yang harus diperhatikan dalam
meningkatkan akses dan kualitas (K(2. !a3an)ara pas)a pelayanan
e%it intervie&% pada klien yang akan meninggalkan (uskesmas
dilakukan oleh petugas lain, menggambarkan tingkat kepuasan klien
remaja tentang pelayanan yang didapat. Komentar yang lebih jujur,
kritik, saran dapat diperoleh melalui kotak saran yang disediakan,
karena diberikan se)ara anonimus.
6alam monitoring (K(2, mengumpulkan data dilakukan
berkaitan dengan dengan input struktur%, proses apakah pelayanan
sesuai dengan standar% dan output hasil pelayanan%.
a. Input - 8eberapa sumber daya meliputi sarana, dana dan 'asilitas
lainnya yang dibutuhkan dan tersedia untuk melakukan (K(2.
b. (roses - 8erupa data kegiatan yang dilakukan agar tujuan (K(2
dapat di)apai. 6ata yang dikumpulkan meliputi jenis kegiatan,
bagaimana melakukannya, dilakukan oleh siapa, siapa sasarannya,
kapan dan dimana kegiatan dilaksanakan.
). #utput - &erupakan hasil kegiatan
=. Pen4atatan dan Pela$oran
32
&eskipun kegiatan pen)atatan dan pelaporan dalam (K(2 ini
tidak di3ajibkan untuk dilaporkan ke tingkat pusat, tetap perlu
dilakukan untuk men)atat hal-hal mendasar. &an'aatkannya adalah
untuk mendapatkan data kesehatan remaja di 3ilayah (uskesmas.
*elain itu data juga digunakan untuk kepentingan peren)anaan dan
menentukan langkah-langkah perbaikan.
2egister kunjungan sebaiknya di)atat dan disimpan khusus di
ruang pelayanan remaja, demikian juga status kesehatan serta )atatan
konseling, untuk menjaga kerahasiaannya. (ada tahap a3al
pelaksanaan (K(2 penda'taran dapat dilakukan di tempat kunjungan
umum namun )atatan medis/)atatan konseling tetap disimpan
tersendiri. Eontoh rekapitulasi )atatan konseling terlampir. 8uku
)atatan kegiatan dan kunjungan sebaiknya dibuat sedemikian rupa
sehingga pada saat diperlukan dapat diketahui data kegiatan (K(2
dengan segera. ,ormat standar pen)atatan kegiatan (K(2 dan
ke3ajiban setempat se)ara bersama antara pihak 6inas Kesehatan
(ro9insi, dan Kabupaten/Kota serta per3akilan (uskesmas.
33
BAB III
HA*IL DAN PE(BAHA*AN
A. %am&aran Daerah Penelitian
+. Data Umum
(uskesmas =untung (ayung dibentuk berdasarkan (eraturan
6aerah Kota 8anjarbaru 0omor 11 tahun 2012 tentang (embentukan
#rganisasi dan .ata Kerja (usat Kesehatan &asyarakat di 7ingkungan
(emerintah Kota 8anjarbaru.
(uskesmas =untung (ayung didirikan pada tahun 2005 dan
mulai dioperasionalkan pada tahun 200A, dengan nama puskesmas
=40.40= (+:40=. (uskesmas =untung (ayung berada di
Kelurahan =untung (ayung Ke)amatan 7andasan 4lin Kota
8anjarbaru.
6alam melaksanakan kegiatan-kegiatannya tidak terlepas dari
koordinasi lintas sektor dan dukungan dari jaringan pelayanan
kesehatan seperti (uskesmas (embantu dan (oskesdes serta usaha-
usaha kesehatan yang berbasis masyarakat 4K8&% di 3ilayah
kerjanya, dengan rin)ian sebagai berikut -
1. @umlah (osyandu - $? buah
2. @umlah Kader (osyandu - 21/ orang
$. @umlah 4sila - 5 buah
/. @umlah (ustu - $ buah
(ustu =t, &anggis
(ustu 7andasan 4lin .imur
(ustu *yamsudin 0oor
34
5. @umlah (oskesdes - / buah
-. Data >ilayah
7uas 3ilayah kerja (uskesmas =untung (ayung adalah 10B.$9
km
2
, terletak pada-
- 11/ derajat /5 menit bujur timur
- $ derajat 2B menit lintang selatan
.erbentang pada ketinggian AA 'eed dari permukaan laut.
!ilayah kerja (uskesmas =untung (ayung meliputi / kelurahan yaitu-
1. Kelurahan =untung (ayung
7uas 3ilayah - 1.525 ha/m2
@umlah penduduk - A.5BB orang
2. Kelurahan =untung &anggis
7uas 3ilayah - $.55? ha/m2
@umlah penduduk - 15.2?5 orang
$. Kelurahan *yamsudin 0oor
7uas 3ilayah - 1./B2 ha/m2
@umlah penduduk - 11.BB0 orang
/. Kelurahan 7andasan 4lin .imur
7uas 3ilayah - 1./91 ha/m2
@umlah penduduk - 1$.1$1 orang
/. Data Ketenagaan
@umlah tenaga di (uskesmas =untung (ayung seluruhnya
berjumlah A0 orang, terdiri dari
a. @abatan *truktural
- Kepala (uskesmas - 1 orang
- Kasubag. .4 - 1 orang
b. @abatan ,ungsional
- 6okter 4mum - 5 orang
35
- 6okter =igi - 2 orang
- +poteker - 1 orang
- (era3at - 12 orang
- (era3at gigi - / orang
- 8idan - 12 orang
- =i1i - $ orang
- +nalis - $ orang
- ,armasi - 2 orang
- Kesehatan 7ingkungan - / orang
). @abatan ,ungsional 4mum/+dministrasi
- *arjana Kesehatan &asy. - 1 orang
- (ekarya Kes. - 2 orang
d. (.. (ro9insi
- 8idan - $ orang
e. (../Kontrak (emerintah Kota 8anjarbaru
- (era3at - 2 orang
- *arjana Kesehatan - 1 orang
- *7.+ - 2 orang
1. ?isi dan (isi
(uskesmas =untung (ayung adalah 4nit (elaksana .eknis
6inas Kesehatan Kota 8nanjarbaru yang bertanggung ja3ab
menyelenggarakan pembangunan di 3ilayah kerjanya, adapun 9isi dan
misinya yaitu -
Disi -
; &+*:+2+K+. K5E+&+.+0 7+06+*+0 47I0 :+0=
&+06I2I 6+7+& 852(52I7+K4 "I64( 852*I" 6+0
*5"+. ;
&isi -
1. &enggunakan pembangunan ke)amatan ber3a3asan
kesehatan.
36
2. &endorong masyarakat dan keluarga untuk berperilaku hidup
bersih dan sehat.
$. &emelihara dan meningkatkan pelayanan kesehatan yang
bermutu, e'isien, merata dan terjangkau oleh masyarakat.
/. &emberikan in'ormasi tentang masalah kesehatan kepada
masyarakat.
5. &emelihara dan meningkatkan kesehatan indi9idu keluarga
dan masyarakat serta lingkungannya.
A. &emonitoring kemandirian masyarakat dalam menjaga
kesehatan indi9idu, keluarga dan lingkungannya.
&otto -
- .erdepan penangan
- (elayanan terbaik
- Kehendak kita
*emboyan -
- (4*K5*&+* =40.40= (+:40= .52*50:4&
(uskesmas =untung (ayung telah melaksanakan *istem
&anajemen &utu berdasarkan I*# 9001-200? pada tahun 2011 $
#ktober 2011 % dengan Ke&iakan (utu, sebagai berikut -
;(uskesmas bertekad me3ujudkan pelayanan kesehatan
perorangan dan mayarakat yang berkulitas se)ara pro'esional menuju
desa / kelurahan dan ke)amatan sehat dengan mengedapankan
kepuasan pelanggan sesuai dengan peraturan dan perundangan yang
berlaku, serta senantiasa melakukan perbaikan yang berkesinambungan
melalui implementasi *istem &anajemen &utu I*# 9001-200? ;.
2. #uuan
(uskesmas =untung (ayung bertanggungja3ab
menyelenggarakan pembangunan kesehatan di 3ilayah kerjanya, yaitu
meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan se)ara mandiri
37
dalam berprilaku hidup sehat bagi setiap masyarakat yang bertempat
tinggal di 3ilayah kerja (uskesmas =untung (ayung agar ter3ujud
derajat kesehatan yang setinggi-tingginya.
5. *asaran
a. (ersonal / pribadi, missal - pasien, klien.
b. Kelompok masyarakat, missal - Kel. :asinan, *ekolah, (osyandu,
(esantren, Kel. 7anjut 4sia.
). #rang-orang yang berpotensi terkena penyakit, missal - orang yang
serumah dengan penderita .8 (aru dan sebagainya.
:. Program Kera Puskesmas
.ujuan pembangunan kesehatan yang diselenggarakan oleh
puskesmas adalah mendukung ter)apainya tujuan pembangunan
kesehatan nasional yakni meningkatkan kesehatan, kemauan dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang yang bertempat tinggal di
3ilayah kerja puskesmas agar ter3ujud derajat kesehatan yang
setinggi-tingginya.
(uskesmas bertanggung ja3ab menyelenggarakan pelayanan
kesehatan se)ara menyeluruh terpadu dan berkesinambungan,
meliputi -
a. 4paya (elayanan Kesehatan (erorangan
b. 4paya (elayanan Kesehatan &asyarakat
Kedua upaya pelayanan kesehatan tersebut jika ditinjau dari
*istem Kesehatan 0asional dapat dikelompokkan menjadi dua -
a. 4paya Kesehatan !ajib
1% 4paya (romosi Kesehatan
2% 4aya Kesehatan 7ingkungan
$% 4paya Kesehatan Ibu dan +nak serta Keluarga 8eren)ana
/% 4paya (erbaikan =i1i Keluarga
5% 4paya (en)egahan dan (emberantasan (enyakit
38
A% 4paya (engobatan
b. 4paya Kesehatan (engembangan
1% 4paya Kesehatan *ekolah
2% 4paya Kesehatan (era3atan &asyarakat
$% 4paya Kesehatan =igi dan &ulut
/% 4paya Kesehatan @i3a
5% 4paya Kesehatan &ata
A% 4paya Kesehatan 7anjut 4sia
B% 4paya (embinaan (engobatan .radisional
?% 4paya Kesehatan Kerja
9% &anajemen .erpadu 8alita *ehat &.8*%
10% 4paya (elayanan Kesehatan (eduli 2emaja (K(2 %
11% 7aboratorium
4ntuk men)apai tujuan dari masing J masing program maka
dilaksanakan kegiatan J kegiatan sebagai berikut salah satunya -
- (rogram 4paya (elayanan Kesehatan (eduli 2emaja (K(2 %
Kegiatannya -
(enyuluhan kesehatan remaja
(engobatan ke sekolah menengah pertama dan menengah
atas
(embinaan guru 8(
Konsultasi sis3a / guru / orang tua dengan psikolog
(engobatan dan konsultasi di ruang (K(2.
B. Hasil Penelitian Pelaksanaan Program PKPR di Puskesmas %untung
Payung
8erdasarkan hasil 3a3an)ara yang telah dilakukan di (uskesmas
=untung (ayung, program (K(2 mulai di)anangkan pada tahun 200? dan
39
mulai direalisasikan pada tahun 2010. +dapun tujuan didirikannya
program (K(2 oleh 6inas Kesehatan yaitu dilatarbelakangi oleh kasus
yang banyak melanda remaja seperti pergaulan bebas, narkoba, kekerasan
dan lainya. &aka 6inas Kesehatan men)anangkan program (K(2 sebagai
tempat untuk menangani masalah remaja se)ara uni9ersal.
*elama 2 tahun antara 200?-2010 kegiatan yang dilakukan adalah
upaya mendata/sur9ey tentang jumlah remaja dan kodisi remaja di daerah
Kelurahan =untung (ayung yang sasarannya kelompok umur sekitar 10-
19 tahun. *etelah data-data dan berbagai sur9ey dilakukan akhirnya tahun
2010 mulai merealisasikan dengan mengadakan penyuluhan/pengenalan
tentang (K(2 kepada 7urah, tokoh masyarakat, tokoh agama, kepala
sekolah dan guru-guru, dan masyarakat di daerah =untung (ayung agar
kegiatan-kegiatan (K(2 mendapat dukungan dan dapat tersosialisasikan.
6an kegiatan-kegiatan tersebut telah dilaksanakan sampai sekarang.
4ntuk program (K(2 6i (uskesmas =untung (ayung di
koordinatori oleh Ibu 0epi 0orhayati, *.Kep dengan $ orang anggota tim.
*yarat untuk menjadi tim (K(2 sendiri ialah mengikuti berbagai (elatihan
tentang (K(2. 4ntuk 9isi dan misi program (K(2 menga)u pada
(uskesmas =untung (ayung sendiri.
4ntuk tempat pelayanan (K(2 telah disediakan tempat khusus bagi
konseling remaja sehingga memberikan ruangan yang bersi'at pri9asi.
(elaksanaan program (K(2 tidak hanya dijalankan oleh pemegang
program saja, tetapi dengan memerlukan kerja sama dengan sta' atau
bagian lainnya di puskesmas sesuai dengan permasalahan yang dihadapi
remaja. 8ahkan remaja dapat langsung ke (oli (K(2 tanpa harus
menda'tar pada bagian penda'taran, karena (oli (K(2 sudah memiliki
dokumentasi khusus untuk pelayanan.
6alam menjalankan programnya, tim (K(2 langsung terjun ke
lapangan, terutama ke sekolah-sekolah sekitar =untung (ayung yaitu
*&(0 1/ 8anjarbaru, *&(0 15 8anjarbaru, *&(0 ? 8anjarbaru, &.s0
1 8anjarabaru, dan *&K 8akti 8angsa. .im (K(2 setiap a3al tahun
40
ajaran baru melakukan sosialisasi program (K(2 di sekolah-sekolah
tersebut dan setiap bulannya biasanya pada minggu ke $ atau minggu ke /
maksimal 11 kali/ tahun melakukan penyuluhan dengan materi yang
disesuaikan dengan masalah yang ada di sekolah tersebut. &ateri yang
diberikan pun disesuaikan dengan tingkat pendidikannya, untuk *&( lebih
mengarah ke masalah pubertas sedangkan *&+ lebih ke masalah
reproduksi dan pergaulan bebas serta narkoba.
Kegiatan (K(2 pada tiap sekolah bekerja sama dengan 8K / Kepala
*ekolah. *etiap sis3a yang berada dalam ruang lingkup (K(2 tersebut
selalu memiliki inisiati' dan respon baik terhadap kegiatan, bahkan ada
sekolah yang membuat &44/kerjasama sehingga kegiatan (K(2 sudah
terjad3al di sekolah tersebut. 6i beberapa sekolah sudah memiliki
group/kelompok remaja yang dibentuk berdasar arahan pihak sekolah dan
inisiati' sis3a untuk dilakukan bimbingan, sehingga per kelompok
mendatangi puskesmas untuk melakukan konseling ataupun pemeriksaan
kesehatan. @adi, tidak hanya tim (K(2 yang ke sekolah, namun juga para
remaja sering berkunjung ke (oli (K(2.
&enurut Koordinator (K(2, Ibu 0epi 0orhayati mengatakan, setiap
harinya kira-kira ada 5-10 remaja yang datang ke (oli (K(2 dengan
masalah yang beragam. (oli (K(2 ini mempunyai klien tetap yaitu klien
yang masalahnya tidak dapat diselesaikan dengan satu pertemuan,
sehingga klien se)ara rutin datang ke (oli (K(2. 6an juga tim melakukan
kunjungan ke rumah klien apabila klien memiliki masalah dengan
keluarganya. 6i (oli (K(2 ini remaja bebas memilih dengan siapa dia
merasa nyaman berkonsultasi. .im (K(2 selalu memperhatikan tentang
pri9asi dan kerahasian remaja, sehingga remaja merasa lebih nyaman dan
mudah untuk mengungkapkan permasalahannya.
(ara remaja yang melakukan kunjungan ke (oli (K(2 memiliki
krakteristik dan permasalahan yang berberda dari yang ringan sampai yang
berat dan memerlukan penanganan khusus.
41
&enurut Koordinator (K(2, Ibu 0epi 0orhayati dalam menjalankan
program (K(2 ini, semua dana ditanggung oleh pemerintah sehingga
pelayanan bersi'at gratis, )ontohnya pemeriksaan "b pada remaja yang
menstruasi.
0amun hambatan yang dapat ditemui dalam pelaksanaan program
(K(2 ini adalah masih ada sedikit kekurangan tenaga kesehatan sebagai
tenaga pendukung berjalannya program. "ambatan dari segi remaja adalah
akses ke (uskesmas yang )ukup jauh dan tebentur jad3al kegiatan belajar
di sekolah. *erta tantangan yang dihadapi adalah berbagai ma)am
karakteristik remaja yang sulit membuka diri untuk men)eritakan
permasalahan pribadinya jika bukan dengan orang yang sudah mereka
kenal atau yang sudah meraka per)ayai. *elain tantangan diatas ada juga
tantangan berupa masih kurangnya penjaring untuk remaja umum selain
remaja yang di sekolah-sekolah.
&enurut Koordinator (K(2, Ibu 0epi 0orhayati untuk kedepannya
program (K(2 masih ber'okus dalam pelayanan bimbingan atau
konseling karena itu merupakan hal yang masih sangat diperlukan oleh
remaja. 6an masih ber'okus pada daerah Kelurahan =untung (ayung saja.

42
BAB I?
KE*I(PULAN
A. Kesim$ulan
(K(2 adalah pelayanan kesehatan pada remaja yang mengakses
semua golongan remaja, dapat diterima, sesuai, komprehensi', e'ekti' dan
e'isien. (ada (uskesmas =untung (ayung, tujuan dalam pembentukan
program (K(2 ini untuk membantu memberikan solusi terhadap
permasalahan yang sedang dihadapi oleh remaja.
(rogram yang dilaksanakan antara lain adalah sosialisasi dan
penyuluhan di berbagai sekolah di Kelurahan =untung (ayung Ke)amatan
7andasan 4lin. *elain ke sekolah-sekolah, puskesmas juga mengumpulkan
tokoh-tokoh masyarakat untuk mensosialisasikan terkait dengan program
(K(2 yang dilaksanakan oleh (uskesmas =untung (ayung sehingga
mereka mampu mambantu dalam upaya mensosialisasikan kepada 3arga
di sekitarnya, kader masyarakat juga ambil andil dalam mempengaruhi
masyarakat di sekitarnya.
6engan adanya program (K(2 diharapkan ramaja dapat
meman'aatkan puskesmas untuk mendapatkan pelayan kesehatan, remaja
mendapat pengetahuaan dan keterampilan dalam pen)egahan masalah
kesehatan khusus pada remaja dan dapat meningkatkan kesadaran diri
remaja agar terhindar dari berbagai permasalahan. *erta remaja dapat
menuju tumbuh kembang yang optimal.
43
DA@#AR PU*#AKA
6epkes 2I dan Kesejahteraan *osial, 6irektorat (romosi Kesehatan, 2001.
'onseling 'esehatan dalam (em)erdayaan 'eluarga, (anduan
(elatihan 'onseling )agi petugas 'a)upaten/'ota*
6epkes 2I, 6irektorat Kesga, 200$, +ateri (elatihan (elayanan 'esehatan
(eduli ,ema-a*
=unarsa, *. 6. 19?9. (si$ologi (er$em)angan. !na$ dan ,ema-a* @akarta -
8(K. =unung &ulia.
Kementerian Kesehatan,--6irektorat @enderal 8ina =i1i dan Kesehatan Ibu
dan +nak. 2011. +odul (elayanan 'esehatan (eduli ,ema-a
( ('(, ) )agi Tenaga 'esehatan* @akarta - 6irektorat @enderal 8ina
=i1i dan Kesehatan Ibu dan +nak.
44

Anda mungkin juga menyukai