Anda di halaman 1dari 14

BAB I

PENDAHULUAN


1.1 LATAR BELAKANG
Dalam usaha mencerdaskan kehidupan bangsa, tugas guru sebagai
pendidik tidaklah dapat dikatakan ringan, sebab tidak hanya memberikan
bekal pada anak didik berupa ilmu pengetahuan semata, tetapi hal yang lebih
penting adalah membentuk kepribadian anak didik menjadi manusia yang
berguna bagi dirinya, orang tua, masyarakat, agama, bangsa dan Negara.
Pendidikan merupakan proses pengembangan yang utuh menuju kearah
kedewasaan dalam proses berfikir dan bertindak. Oleh karena itu seorang
calon pendidik sebelum diterjunkan kedunia pendidikan hendaknya dibekali
dengan berbagai ilmu pengetahuan dan keterampilan yang sesuai dengan
profesi, dan kemampuan diri agar dalam melaksanakan tugasnya dapat
berhasil seperti yang diharapkan.
Secara teoritis mahasiswa calon guru dibangku kuliah telah
mempelajari berbagai ilmu pengetahuan yang berhubungan dengan
pendidikan, namun apa yang diperoleh nampaknya belum cukup sebagai
bekal bagi seorang pendidik yang profesional.
Untuk melengkapi kekurangan tersebut, maka mahasiswa calon
pendidik diwajibkan untuk melaksanakan Praktek Pengalaman Lapangan
(PPL) disekolah-sekolah yang telah ditentukan. Dalam hal ini sekolah yang
menjadi mitra adalah SMP Negeri 1 Dungkek yang bertempat di daerah
Romben Guna Kecamatan Dungkek Kabupaten Sumenep.
SMP Negeri 1 Dungkek merupakan salah satu sekolah di daerah
Kabupaten Sumenep yang masih menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan
Pendidikan (KTSP). Dimana pada pelaksanaanya masih mengacu pada
kurikulum sebelumnya. Dalam hal ini mahasiswa PPL diharapkan mampu
menimba ilmu pengetahuan yang lebih meskipun sekolah tersebut masih
menerapkan kurikulum yang sebelumnya.
Dengan demikian diharapkan para mahasiswa calon guru setelah selesai
praktek mempunyai bekal yang cukup untuk memasuki dunia pendidikan
sesuai dengan tujuan dan sasaran yang ingin dicapai melalui program PPL
tersebut. Adapun sasaran yang diharapkan adalah mahasiswa PPL memiliki
kepribadian yang baik, sikap yang baik, tingkahlaku yang baik sebagaimana
yang telah dicontohkan oleh guru pamong di tempat mahasiswa PPL berada.


1.2 TUJUAN PPL-2
Adapun tujuan dari PPL-2 ini yaitu:
1. Untuk mendapatkan keterampilan, pengalaman dan pengetahuan dalam
merencanakan, mempersiapkan dan melaksanakann kegiatan sebagai calon
guru.



1








2. Mampu menyampaikan ilmu pengetahuan yang sudah didapatkan selama
kuliah kepada siswa sehingga mengerti dan mampu memahami pelajaran
yang disampaikan.
3. Mengenal secara cermat lingkungan fisik sekolah, administrasi serta
akademik sosial sekolah sebagai tempat kerjanya nanti.
4. Menguasai berbagai keterampilan mengajar meskipun dalam keadaan
terbatas.
5. Mampu menerapkan berbagai kemampuan keguruan secara utuh dan
terintegrasi dalam situasinya dibawah bimbingan para pembimbing.























































2








BAB II
TAHAP OBSERVASI
(PROFIL KELAS YANG DI AJAR)


2.1 KARAKTER DAN JUMLAH SISWA
2.1.1 Karakter siswa yang di ajar
Kelas VII dibagi menjadi 4 kelas yaitu kelas VII-A s/d VII-D.
Khusus pada kelas observasi yaitu kelas VII-A dan VII-C. Kelas
tersebut memiliki perbedaan dalam hal keaktifan siswa di dalam kelas,
sikap dan ranah kognitif. Kelas VII tidak ada kelas yang dinobatkan
sebagai kelas unggulan karena siswa-siswa SMPN 1 DUNGKEK masih
tergolong menengah kebawah. Hal ini dipengaruhi oleh latar belakang
siswa yang berbeda-beda sesuai dengan tempat tinggal mereka.
Siswa-siswa SMPN 1 Dungkek berasal dari desa yang memiliki
latar belakang berbeda-beda yaitu desa Bungin-bungin, Lapa Taman,
Lapa Daya, Lapa Laok, Candi, Taman Sare, Bunpenang, Dungkek,
Bicabi, Romben Rana, Romben Guna, Romben Barat dan Jadung. Dari
berbagai desa tersebut siswa-siswa SMPN 1 Dungkek berasal oleh
sebab itu siswa-siswi SMPN 1 Dungkek tidak memiliki kelas unggulan
karena siswa-siswinya masih perlu pembinaan khusus untuk
meningkatkan kemampuan kognitifnya. Kurangnya keaktifan siswa
didalam kelas membuat siswa semakin tampak kemampuan kognitifnya
disebabkan karena tidak adanya perlakuan khusus pada saat masih
dibangku sekolah dasar. Sikap sopan santunnya pun masih kurang
karena masih terlalu kekank-kanakan, hal ini dibuktikan ketika guru
(praktikan) menjelaskan materi siswa lebih banyak yang mendengarkan
dan memperhatikan penjelasan guru serta dalam mengajukan
pertanyaan, bahasa yang digunakan masih tidak sopan. Ketika
berkomunikasi dengan guru maupun antar teman masih menggunakan
bahasa yang kurang sesuai dengan nilai atau norma-norma yang
berlaku.
Selain itu, Siswa yang bersekolah di SMPN 1 Dungkek, pada
umumnya berasal dari keluarga dengan ekonomi menengah ke bawah.
Sehingga karakter siswa-siswi SMPN 1 Dungkek juga dipengaruhi oleh
latar belakang orang tua pada umumnya. Berikut kondisi sosial
ekonomi siswa SMP Negeri 1 Dungkek.












3
N
o
Keadaan Siswa Kelas VII Kelas VIII Kelas IX
1. Jumlah Siswa
A = 27 A = 29 A = 30
B = 27 B = 29 B = 32
C = 27 C = 27 C = 31
D = 25 D = 29 D = 32
2. Jumlah Total 106 114 125
3. Rombongan Belajar 4 4 4

Penghasilam
Perbulan
(Rp)
Jml
(%)
0 0
0 0
< 200.000 20
< 500.000 15
> 1.000.000 15
> 500.000 45
< 100.000 5

Pekerjaan
Jml
(%)
PNS 0
TNI/Polri 0
Swasta 5
Petani 45
Pedagang 5
Nelayan 40
Lain-lain 5

Pendidikan
Jml
(%)
SD 25
SLTP 25
SLTA 40
S-1 10









Tabel 1.1 Data Pekerjaan dan Penghasilan Orang tua Siswa




















2.1.2 Jumlah siswa tiap kelas
Saat ini jumlah siswa yang belajar di SMP Negeri 1 DUNGKEK
+345 orang dengan rincian kelas VII = 4 rombongan belajar, kelas VIII
= 4 rombongan belajar, dan kelas IX = 4 rombongan belajar. Jumlah
murid di setiap kelas disesuaikan dengan keadaan kelas atau
ketersediaan bangku disetiap kelas, rombongan siswa perkelas sekitar
25-32 orang siswa. Kelas yang diajar oleh praktikan yaitu kelas VII (
VII-A dan VII-C ). Rincian jumlah siswa dan rombongan belajar seperti
tabel dibawah ini.
Tabel 1.1. Jumlah Siswa dan Rombel Tahun Pelajaran 2013-2014















2.2 MUATAN ISI, KKM DAN PENILAIAN
2.2.1 Muatan isi
Materi pembelajaran IPA yang di ajarkan oleh praktikan di kelas
VII yaitu:
Standar kompetensi: 1. Memahami prosedur ilmiah untuk
mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan.
Kompetensi dasar: 1.2 Mendeskripsikan pengertian suhu dan
pengukurannya
Materi pembelajaran: Suhu dan Perbandingan Skala Termometer



4



- Titik tetap bawah skala Celsius (0 ) menggunakan suhu air
- Titik tetap atas (100 ) menggunakan suhu air yang sedang








a. Suhu adalah suatu besaran yang menunjukkan derajat panas suatu
benda dengan tepat.
b. Alat pengukur suhu ialah Termometer.
c. Satuan suhu : derajat Celcius (0 C), dalam SI : Kelvin (0 K)
d. Bahan pengisi pipa termometer yang banyak digunakan adalah
air raksa, sebab air raksa mempunyai keuntungan sifat-sifat, yaitu:
1. Pemuaiannya teratur
2. Titik bekunya rendah ( - 39 0 C ) dan titik didihnya tinggi ( 357
0
C)
3. Warnanya mengkilap seperti perak sehingga mudah dilihat
4. Tidak membasahi dinding tempatnya
5. Air raksa cepat mengambil panas dari suatu benda yang sedang
diukur
e. Sedangkan kerugian air raksa adalah :
1. Harga air raksa mahal
2. Air raksa tidak dapat digunakan untuk mengukur suhu yang
sangat rendah
3. Air raksa termasuk zat beracun sehingga berbahaya apabila
tabungnya pecah
f. Selain air raksa, alkohol juga sering digunakan sebagai bahan
pengisi pipa thermometer, sebab alkohol memiliki keuntungan
sifat-sifat, yaitu:
1. Alkohol harganya murah
2. Alkohol lebih teliti, sebab untuk kenaikan suhu yang kecil
ternyata alkohol mengalami perubahan volume yang besar
3. Alkohol dapat mengukur suhu yang sangat rendah, sebab titik
beku alkohol 1300C
g. Sedangkan kerugian alkohol adalah :
1. Titik didih rendah (780C) sehingga pemakaiannya terbatas
2. Tidak berwarna, sehingga perlu diberi warna agar mudah
dilihat
3. Membasahi dinding
h. Jenis-jenis thermometer : Termometer zat cair dalam gelas,
Termokopel, Termometer hambatan listrik, Termometer gas
volume tetap.
i. Langkah yang dipakai untuk menentukan skala suhu thermometer
menurut Celsius, sebagai berikut:
0

yang sedang membeku (es).
0

mendidih pada tekanan udara normal yaitu 1 atm.




5








- Bagi jarak antara kedua titik tetap atas dan titik tetap bawah
menjadi bagian yang sama (100 bagian). Hal ini menunjukkan
bahwa jarak antara dua garis berurutan sama dengan 10C.
j. Perbandingan empat skala suhu, yaitu skala suhu Celsius,
Reamur, Fahrenheit dan Kelvin.
1) Termometer Celsius
Dibuat oleh Anders Celsius dari Swedia pada tahun 1701-
1744.
Titik tetap atas menggunakan air yang sedang mendidih
(100 0C).
Titik tetap bawah menggunakan air yang membeku atau es
yang sedang mencair (00 C).
Perbandingan skalanya 100.
2) Termometer Reamur
Dibuat oleh Reamur dari Perancis pada tahun 1731.
Titik tetap atas menggunakan air yang mendidih (800R).
Titik tetap bawah menggunakan es yang mencair (00R).
Perbandingan skalanya 80.
3) Termometer Fahrenheit
Dibuat oleh Daniel Gabriel Fahrenheit dari Jerman pada tahun
1986 - 1736
Titik tetap atas menggunakan air mendidih (2120F).
Titik tetap bawah menggunakan es mencair (00F).
Perbandingan skalanya 180.
4) Termometer Kelvin
Dibuat oleh Kelvin dari Inggris pada tahun 1848-1954
Titik tetap atas menggunakan air mendidih (373 K).
Titik tetap bawah menggunakan es mencair (273 K).
Perbandingan skalanya 100.
k. Hubungan antara Celsius, Reamur, Fahrenheit dan Kelvin sebagai
berikut : C : R : (F 32) : K
5:4: 9 :5
l. Secara matematis dapat dituliskan sebagai berikut:
1. Hubungan antara Celcius dan Reamur
t0C = ( x t) 0R atau t0R = ( x t)0C
2. Hubungan antara Celcius dan Fahrenheit
t0F = ( x t) + 32 0C atau t0C = x (t 32) 0F
3. Hubungan antara Celcius dan Kelvin
t0C = ( t + 273) K atau tK = ( t - 273) 0C
Standar kompetensi: 1. Memahami prosedur ilmiah untuk
mempelajari benda-benda alam dengan menggunakan peralatan.


6
No ASAM BASA
1.
Senyawa asam bersifat
korosif.
Senyawa basa bersifat
merusak kulit (kaustik ).
2.
Sebagian besar reaksi
dengan logam
menghasilkan H2.
Terasa licin di tangan, seperti
sabun.
3.
Senyawa asam memiliki
rasa asam.
Senyawa basa terasa pahit.
4.
Dapat mengubah warna
zat yang dimiliki oleh zat
lain (dapat dijadikan
indikator asam atau
basa).
Dapat mengubah warna zat
lain. (warna yang dihasilkan
berbeda dengan asam).
5.
+
Menghasilkan ion H
dalam air.

Menghasilkan ion OH
dalam air.









Kompetensi dasar: 1.3 Melakukan pengukuran dasar secara teliti
dengan menggunakan alat ukur yang sesuai dan sering digunakan
dalam kehidupan sehari-hari.
Materi pembelajaran: Alat Ukur
a. Alat ukur panjang : mistar, jangka sorong, mikrometer sekrup.
b. Alat ukur massa : neraca sama lengan
c. Alat ukur waktu : stopwatch dan arloji

Standar kompetensi: 2. Memahami klasifikasi zat.
Kompetensi dasar: 2.1 Mengelompokkan sifat larutan asam, larutan
basa, dan larutan garam melalui alat dan indikator yang tepat.
Materi pembelajaran: Asam, Basa dan Garam
a. Asam adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion hidrogen
(H+). Asam akan terionisasi menjadi ion hidrogen dan ion sisa
asam yang bermuatan negative, misalnya jeruk, apel, anggur.
b. Basa adalah zat yang dalam air dapat menghasilkan ion
hidroksida (OH). Ion hidroksida terbentuk karena senyawa
hidroksida dapat mengikat satu elektron pada saat dimasukkan ke
dalam air. Basa dapat menetralisir asam (H+) sehingga dihasilkan
air (H2O). Sabun merupakan salah satu zat yang bersifat basa.
c. Perbedaan antara sifat asam dan basa

























d. Garam adalah senyawa yang terbentuk dari reaksi asam dan basa.
Terdapat beberapa contoh garam, antara lain: NaCl, CaCl 2,
ZnSO4, NaNO2, dan lain-lain.
e. Reaksi kimia yang dapat menghasilkan garam, antara lain:
Asam + basa menghasilkan garam + air
Basa + oksida asam menghasilkan garam + air


7
No. Indikator
Larutan
asam
Larutan
basa
Larutan
netral
1 Lakmus
Merah (LM)
Merah Biru Merah
2 Lakmus Biru
(LB)
Merah Biru Biru
3 Metil Merah
(MM)
Merah Kuning Kuning
4 Metil Jingga
(MO)
Merah Kuning Kuning
5 Fenolftalin
(PP)
Tidak
berwarna
Merah Tidak
berwarna









Asam + oksida basa menghasilkan garam + air
Oksida asam + oksida basa menghasilkan garam
Logam + asam menghasilkan garam + H2
f. Untuk mengetahui suatu zat bersifat asam atau basa, kita dapat
mendeteksinya dengan cara mencicipi rasanya dan kita juga bisa
menggunakan kertas lakmus, larutan indicator atau larutan alami
(kunyit, bunga sepatu, bunga mawar, kubis ungu).
g. Warna lakmus dalam larutan yang bersifat asam, basa, dan garam



















h. Lakmus digunakan sebagai indikator asam-basa, sebab lakmus
memiliki beberapa keuntungan, yaitu:
1. Lakmus dapat berubah warna dengan cepat saat bereaksi
dengan asam ataupun basa.
2. Lakmus sukar bereaksi dengan oksigen dalam udara sehingga
dapat tahan lama.
3. Lakmus mudah diserap oleh kertas, sehingga digunakan dalam
bentuk lakmus kertas. Lakmus adalah sejenis zat yang
diperoleh dari jenis lumut kerak.

Standar kompetensi: 2. Memahami klasifikasi zat.
Kompetensi dasar: 2.3. Menjelaskan nama unsur dan rumus kimia
sederhana.
Materi pembelajaran: Unsur
a. Unsur adalah zat tunggal yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi
zat lain dengan reaksi kimia biasa.
b. Unsur dikelompokkan menjadi tiga (3) bagian, yaitu :
1. Unsur logam
Unsur logam bersifat padat, memiliki sifat berwarna putih
mengkilap, mempunyai titik lebur tinggi, dapat menghantarkan
arus listrik, dapat ditempa dan dapat menghantarkan kalor atau




8








panas. Contohnya : Khrom (Cr), Besi (Fe), Nikel ( Ni ),
Tembaga (Cu), Seng (Zn), Platina (Pt), Emas (Au).
2. Unsur non logam
Unsur non logam memiliki sifat tidak mengkilap,
penghantar arus listrik yang buruk, dan tidak dapat ditempa,
penghantar panas yang buruk, namun terdapat satu unsur non
logam yang dapat menghantarkan panas dengan baik yaitu
grafit. Contonya : Fluor (F), Brom (Br), Yodium (I).
3. Unsur semi logam
Unsur semi logam memiliki sifat antara logam dan non
logam. Contohnya : Silikon (Si), Germanium ( Ge ).
c. Tata cara penulisan lambang unsur
Jons Jacob Berzelius (1779 ~ 1848), memperkenalkan tata cara
penulisan nama dan lambang unsur, yaitu :
1. Setiap unsur dilambangkan dengan satu huruf yang diambil
dari huruf awal nama unsur tersebut.
2. Lambang unsur ditulis dengan huruf kapital.
3. Untuk unsur yang memiliki huruf awal sama, maka penulisan
nama dibedakan dengan cara menambah satu huruf di
belakangnya dan ditulis dengan huruf kecil.
Contoh : Unsur Karbon ditulis C, oksigen ditulis O,
Aluminium ditulis Al, Kalsium ditulis Ca.

Standar kompetensi: 2. Memahami klasifikasi zat.
Kompetensi dasar: 2.4 Membandingkan sifat unsur, senyawa dan
campuran
Materi pembelajaran: senyawa dan campuran
a. Senyawa adalah gabungan dari beberapa unsur yang terbentuk
melalui reaksi kimia.
b. Contoh senyawa antara lain air (H2O), Garam dapur (NaCl),
karbondioksida (CO2) dan lain-lain.
c. Bunyi hukum proust menurut Joseph Lonus Proust yaitu
perbandingan berat unsur-unsur penyusun senyawa adalah tetap.
d. Campuran adalah gabungan beberapa zat dengan perbandingan
tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia.
e. Campuran dibagi menjadi dua yaitu campuran homogen dan
campuran heterogen. Dan campuran heterogen dibagi lagi
menjadi dua yaitu koloid dan suspensi.

Standar kompetensi: 3. Memahami wujud zat dan perubahannya
Kompetensi dasar: 3.1 Menyelidiki sifat-sifat zat berdasarkan
wujudnya dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari



9










Materi pembelajaran: wujud zat
a. Zat adalah sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruangan.
b. Menurut wujudnya zat digolongkan menjadi tiga yaitu zat padat,
zat cair dan zat gas.
c. Sifat dari zat padat adalah bentuk dan volumenya selalu tetap,
sifat dari zat cair yaitu bentuknya selalu mengikuti tempatnya dan
volumenya selalu tetap, zat gas mempunyai sifat yaitu bentuknya
berubah memenuhi tempatnya dan volumenya berubah.
d. Perubahan wujud zat dapat digambarkan secara skematik sebagai
berikut.
e. Gambar 1.3 SkemaPerubahanWujud

Padat






Cair
Mencair

Membeku

Menguap
Menyublim

Mengkristal






Gas
Mengembu
n
f. Berdasarkan diagram tersebut, dapat dijelaskan bahwa :
Membeku yaitu perubahan wujud zat dari cair ke padat.
Mencair atau melebur yaitu perubahan wujud zat dari padat ke
cair.
Mengkristal yaitu perubahan wujud zat dari gas ke padat.
Menyublim yaitu perubahan wujud zat dari padat ke gas.
Menguap yaitu perubahan wujud zat dari cair ke gas.
Mengembun yaitu perubahan wujud zat dari gas ke cair.


2.2.2 KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal)
Nilai Standar Ketuntasan Minimal (KKM) pada mata pelajaran
IPA kelas VII yaitu 70, kelas VIII yaitu 70 dan kelas IX yaitu 73. Hal
ini sudah ditetapkan oleh sekolah dan sudah dilaksanakan selama tiga
tahun terakhir. Siswa yang belum mencapai Kriteria Ketuntasan
Minimal harus mengikuti program perbaikan ( remidial ) sampai
mencapai ketuntasan belajar yang dipersyaratkan ( pelaksanaan
remidial test maksimal dua kali ). Siswa yang telah mencapai
ketuntasan belajar 80% sampai dengan 90% dapat mengikuti program
pengayaan (enrichment), sedangkan yang mencapai ketuntasan belajar
lebih 90% mengikuti program percepatan ( accelerated ).


2.2.3 Penilaian




10








Penilaian pencapaian kompetensi dasar siswa dilakukan
berdasarkan indicator yang mengacu pada standart kompetensi dan
kmpetensi dasar yang telah ditetapkan. Penilaian dilakukan dengan
menggunakan tes dan non tes dalam bentuk tertulis maupun lisan,
pengamatan kinerja, pengukuran sikap, proyek atau produk,
menggunakan lembar kerja siswa (LKS) dan penilaian diri. Hal-hal
yang perlu diperhatikan dalam penilaian adalah :
1. Penilaian diarahkan untuk mengukur pencapaian kompetensi
2. Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yang
bisa dilakukan siswa setelah mengikuti proses pembelajaran dan
bukan untuk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
3. Sistem yang direncanakan adalah sistem penilaian yang
berkelanjutan dalam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya
dianalisis untuk menentukan kompetensi dasar yang telah dimiliki
dan yang belum serta untuk mengetahui kesulitan siswa.
4. Hasil penilaian dianalisis untuk menentukan tindak lanjut berupa
perbaikan proses pembelajaran berikutnya. Program remidi bagi
siswa yang mencapai kompetensi dibawah kriteria ketuntasan dan
program pengayaan bagi siswa yang telah memenuhi kriteria
ketuntasan.
5. Sistem penilaian harus disesuaikan dengan pengalaman belajar yang
ditempuh dalam proses pembelajaran. Misalnya jika pembelajaran
menggunakan pendekatan unjuk kerja (pengamatan) maka penilaian
harus diberikan baik pada proses (ketrampilan proses) misalnya
mengamati benda dengan menggunakan mikroskop.


2.3 SARANA PRASARANA
Gedung SMPN I Dungkek menempati tanah seluas 19.910 m2 yang
sebagian besar terdiri dari bangunan yang dipergunakan untuk proses belajar
mengajar. Sarana dan prasarana pembelajaran didalam kelas tidak 100%
memadai. Sarana pembelajaran yang tersedia di dalam kelas hanya papan
tulis, spidol, dan penghapus. Sarana prasarana lainnya yaitu buku
pembelajaran yang dipinjamkan dari sekolah melalui perpustakaan sekolah.
Peralatan lainnya yang dibutuhkan dalam pembelajaran, guru dapat
membawakan dari rumah ataupun menugaskan siswa untuk membawa alat
yang menunjang dalam pembelajaran tersebut. Selain itu, dapat pula diambil
dari laboratorium. Untuk pembelajaran yang berhubungan dengan teknologi
seperti computer, laptop, LCD proyektor dapat mengambil ditempat yang
telah disediakan.yang tersedia.


2.4 TAHAP PELAKSANAAN




11
No Nama guru Keahlian Kelas yang di ajar
1.
Nur Indrawati, S.Pd
NIP : 19690112 1999702 2 003
IPA
(Biologi)
VII = VII-A s/d VII-D
(IPA)
IX = IX-A s/d IX-D
(Biologi)
2. Winarni, S.Pd
IPA
(Fisika)
VIII = VIII-A s/d VIII-D
(IPA)
IX = IX-A s/d IX-D
(Fisika)









Praktikan melaksanakan proses pembelajaran di SMPN 1 Gapura
selama 2 bulan terhitung dari tanggal 9 September sampai dengan 9
November. Praktikan mendapat tugas mengajar di kelas VII dan VIII. Hal ini
sudah ketentuan dari sekolah. Kegiatan belajar mengajar (KBM) di kelas
sesuaikan dengan jadwal mengajar guru pamong di sekolah. Jadwal mengajar
yang diberikan oleh guru pamong yaitu 4 jam pelajaran dalam 1 minggu yang
meliputi IPA fisika dan biologi. Jadwal mengajar sebagaimana terlampir.


2.5 PENGELOLAAN DAN NAMA GURU PENGAJAR
Kelas yang diajar di SMP Negeri 1 Dungkek khusus mata pelajaran IPA
Terpadu di kelolah oleh guru pengajar IPA yang jumlahnya 2 orang. Dengan
rincian sebagai berikut :
Tabel 1.2 Daftar nama guru pengajar IPA
















2.6 PEMBIAYAAN
Salah satu unsur yang sangat penting dalam praktek pendidikan disuatu
lembaga adalah pembiayaan pendidikan. Keberadaannya sebagai instrumen
kunci untuk mencapai tujuan pendidikan baik secara kuantitatif maupun
kualitatif berperan sangat dominan. Dalam konteks apapun, penyelenggaraan
pendidikan tidak terlepas dari biaya pendidikan. Biaya pendidikan SMP
Negeri I Dungkek yaitu dibiayai oleh pemerintah (BOS).


2.7 PROSES PEMBELAJARAN
Proses pembelajaran yang berlangsung di kelas VII cukup baik. Hal ini
dikarenakan satu minggu sebelum mengajar, praktikan meminta para siswa
untuk belajar terlebih dahulu dirumah sehingga pada saat proses pembelajaran
berlangsung siswa sudah siap dalam belajar. Selain itu, selama proses
pembelajaran, praktikan mengulang materi sebelumnya dengan cara
memberikan prites terlebih dahulu untuk mengetahui apakah siswa benar-
benar belajar dirumah dan memberikan materi yang akan di ajarkan sehingga
siswa mudah dalam mengingat pelajaran baik materi sebelumnya maupun
materi yang akan diajarkan. Untuk pembelajaran yang membutuhkan
praktikum/percobaan, praktikan mengumumkan terlebih dahulu alat dan



12








bahan yang harus dibawa oleh siswa sehingga proses pembelajaran dapat
berlangsung secara efektif tidak membuang waktu proses belajar mengajar di
dalam kelas.
Dalam pembelajaran yang melibatkan siswa pada saat kerja kelompok
baik mengerjakan Lembar Kerja (LKS) maupun melakukan praktikum maka
praktikan memberikan arahan dan bimbingan seperlunya dalam proses belajar
mengajar agar mempermudah siswa dalam mengerjakan tugas kelompok.
Kondisi siswa selama melakukan praktikum atau mengerjakan LKS dapat
dikatakan cukup baik. Karena sebelum mengerjakan tugas tersebut siswa
diminta untuk membaca petunjuk pengerjaan LKS terlebih dahulu sehingga
tidak terjadi kesalahan dalam kerja kelompok. Akan tetapi masih ada satu
atau dua kelompok yang masih perlu bimbingan khusus dalam mengerjakan
LKS disebabkan karena kurangnya pengetahuan dalam mengerjakan LKS
tersebut atau kurang terbiasa dalam mengerjakan LKS yang praktikan
lakukan.


2.8 5 K
Setiap kelas terdapat susunan kepengurusan kelas yang terdiri dari
wali kelas, ketua, wakil ketua, sekretaris 1 dan sekretaris 2, bendahara 1 dan
bendahara 2, dan 5K/7K. Susunan pengurus kelas VII-A dan VII-C yaitu:
1. Kelas VII-A meliputi:
Wali kelas
Ketua
Wakil ketua
Sekretaris 1
Sekretaris 2
Bendahara 1
Bendahara 2
7K
: Wiwik Handayani, S.Pd
: Moh. Ainur Ramdan
: Moh. Nur Fausi
: Rina Nor Hidayati
: Aisyah
: Ike Widiyah
: Moh. Latif
:
Kerindangan
Keindahan
Keamanan
:
:
:
Hikmatul Arifah
Tirani
Adiyanta
Kekeluargaan : Amirul Muminin





2. Kelas VII-C meliputi:
Kebersihan
Kesopanan
:
:
Sindi Yatul Azizah
Ach. Fausi
Wali kelas
Ketua
Wakil ketua
Sekretaris 1
:
:
:
:
Samsuri, S.Pd
Rohmatul Ummah
Badrul Kholis Arrofiki
Nur Aisyah









13




















Sekretaris 2
Bendahara 1
Bendahara 2
7K








: Nurul Imam Alfian
: Anis Fitriana
: Veri Sadili
:
Kerindangan
Keindahan
Keamanan
:
:
:
Faridatul Hasanah
Moh. Yondri
Yogi Setiawan
Kekeluargaan : Rosiswan
Kebersihan
Kesopanan
:
:
Dewi Fortuna
Moh. Hotip
























































14